A.
Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat Mengumpulkan informasi/ eksperimen melakukan eksperimen membaca sumber
lain selain buku teks mengamati objek/ Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, 3 kejadian/aktivitas wawancara dengan nara
sumber menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Mengasosiasikan/ mengolah
informasi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber
yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan
benar. A. Pendahuluan Kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah sejalan dan dilandasi paradigma baru pengelolaan pendidikan yang memberikan
otonomi kepada sekolah. Sekolah sesuai dengan kondisinya, potensi siswa, dan potensi daerah
dalam batas-batas tertentu diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri. Sekolah
diharapkan dapat melakukan analisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan
ancaman yang dihadapi. Dari sini mereka bersama-sama dengan stakeholdernya dapat membuat
benchmarking yang tidak harus sama dengan sekolah di tempat lain. Keberhasilan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari proses perencanaan
pembelajaran yang meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh guru
dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan kata lain RPP merupakan pedoman bagi guru dalam
kegiatan belajar mengajar. RPP biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk memandu guru.
RPP dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Tugas-tugas dalam sebuah RPP ditulis tentang
apa yang harus dilakukan oleh guru maupun oleh peserta didik. Lebih jelasnya RPP adalah rencana
atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan atau lebih, untuk mencapai
target satu kompetensi dasar. RPP diturunkan dari silabus yang telah disusun dan bersifat aplikatif di
kelas. RPP berisi gambaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, yang dijabarkan pada
tujuan, skenario pembelajaran tahap demi tahap serta authentic assesment-nya. Tujuan pembuatan
RPP adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan
menyusun RPP secara profesional, sistematik dan berdayaguna maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana. Sehingga fungsi Rencangan Pelaksanaan Pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif
dan efisien serta untuk meningkatkan hasil belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. C.
Komponen dan Prinsip Pengembangan RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru sebelum mengajar wajib membuat RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif,
menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik .untuk berpartisi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 2 Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014
tentang Pembelajaran dinyatakan bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang
dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Adapun komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1) identitas
sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar. Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, bahwa komponenRPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata
pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi
pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP. Berdasarkan
dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga alternatif (1) mengacu
pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2) mengacu pada komponen
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan komponen dari dua Permendikbud
(salingmelengkapi). Sedangkan dalam Surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan RPP, maka komponen utama RPP adalah: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Kegiatan
Pembelajaran, dan (3) Penilaian Pembelajaran. Hal tersebut didasarkan penyusunan RPP dilakukan
dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. D. Pendekatan Saintifik Pendekatan
saintifik yang digunakan dalam pembelajaran dikemas secara berurutan, menjadi (1) mengamati
(observing), (2) menanya (questioning), (3) menalar (associating), (4) mencoba (experimenting) dan
(5) membuat jejaring (networking). Namun pada pelaksanaannya bisa dimulai dari tahapan
manapun, ketika peserta didik sudah mencapai pemahaman tentang proses inovasi secara koheren.
Tabel 1 dibawah ini adalah tahapan pendekatan saintifik dan deskripsi setiap tahapan. Tabel 1.
Langkah Pembelajaran Pendekatan Saintifik LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai
ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup