CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Sekolah : UPT. SMP Negeri 3 Siempat Nempu Hilir
Nama Penyusun : Mayta Rointan Malau, [Link]
NIP : -
Mata pelajaran : IPA
Fase D, Kelas / Semester : VIII (Delapan) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
A. Rasional
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bidang ilmu yang mempelajari cara kerja alam
semesta dan kontribusinya terhadap keberlangsungan kehidupan melalui pendekatan-
pendekatan empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman IPA ini dapat
mendorong murid untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum diketahui, menginvestigasi
fenomena-fenomena, membuat prediksi, dan memecahkan berbagai permasalahan sains
yang pada akhirnya terkait dengan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Pemahaman murid
terhadap IPA menjadi dasar dalam melakukan aksi nyata untuk berkontribusi positif pada
pengembangan diri dan lingkungannya.
Di dalam kurikulum, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri pada Fase D dan Fase E. Hal
tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas pada murid untuk mempelajari
topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, serta bumi dan antariksa.
Pembelajaran IPA melatih sikap ilmiah, antara lain keingintahuan yang tinggi, berpikir
kritis, analitis, terbuka, jujur, bertanggung jawab, objektif, tidak mudah putus asa, tekun,
solutif, sistematis, dan mampu mengambil kesimpulan yang tepat. Pengembangan sikap
ilmiah tersebut menjadi landasan penting bagi murid untuk dapat menerapkan pemahaman
ilmunya dalam berbagai inovasi dan pengembangan teknologi.
IPA sangat terkait dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
karena memberikan dasar pemahaman ilmiah yang merupakan dasar untuk inovasi dalam
teknologi. Konsep-konsep dalam IPA seperti suhu, energi, gaya, getaran gelombang dan
ekosistem diterapkan dalam berbagai bidang teknologi seperti rekayasa, kedokteran,
pertanian, peralatan rumah tangga dan lingkungan. Selain itu, IPA juga berhubungan
dengan mata pelajaran lain seperti Matematika dalam pengolahan data dan kalkulasi
ilmiah serta Ilmu Pengetahuan Sosial dalam memahami dampak sosial dari penerapan
teknologi.
Selain menjadi dasar pengembangan teknologi, IPA juga berperan sangat besar dalam
kehidupan murid sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri, orang lain, dan alam;
mencari potensi-potensi yang terpendam dari alam, baik yang terbarukan maupun yang
tidak terbarukan; serta membantu manusia mengambil keputusan dalam menyelesaikan
masalah.
Mata pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam mengembangkan dimensi
profil lulusan. Dimensi-dimensi tersebut meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian,
kesehatan, dan komunikasi. Melalui pembelajaran IPA, murid tidak hanya
mengembangkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan
hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks, baik secara individu maupun dalam
kolaborasi. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, IPA membantu murid dalam
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif, serta memperkuat
kapasitas mereka untuk bekerja sama dan beradaptasi dengan tantangan global.
B. Tujuan
Dengan mempelajari IPA, murid dapat:
1. mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga murid terpacu untuk
mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam
semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik bagi kehidupan manusia, dan
memahami kontribusi IPA dalam keberlangsungan kehidupan;
2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, serta
mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak;
3. melakukan kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah; dan
4. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep di dalam IPA sehingga
dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya
dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global.
C. Karakteristik
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan pada
Fase E dapat diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi
ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPA yang diajarkan terpadu pada Fase E
dilaksanakan dengan unit of inquiry, yaitu sebuah projek untuk menyelesaikan sebuah
masalah atau isu lingkungan dari berbagai sudut pandang baik itu fisika, kimia, dan
biologi.
Pendekatan pembelajaran IPA secara terpadu, khususnya pada Fase D, merupakan pilihan
pedagogis yang mendasar. Hal ini dilandasi oleh hakikat bahwa fenomena alam dan
permasalahan dalam kehidupan nyata bersifat kompleks dan saling terkait, tidak dapat
dipisahkan secara kaku ke dalam kotak-kotak disiplin ilmu Fisika, Kimia, atau Biologi
saja. Sebagai contoh, untuk memahami isu perubahan iklim, murid perlu menghubungkan
konsep fisika tentang kalor, konsep kimia tentang gas rumah kaca, dan konsep biologi
tentang ekosistem. Dengan demikian, pembelajaran terpadu mendorong murid untuk
membangun pemahaman yang holistik dan bermakna, serta melatih kemampuan mereka
untuk berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan dunia nyata yang autentik.
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA, yakni pemahaman IPA dan keterampilan
proses. Dalam melaksanakan pembelajaran, keterampilan proses adalah cara yang
dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPA sehingga pemahaman dan keterampilan
proses ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh dan tidak diturunkan menjadi
tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman IPA Kompetensi yang diperoleh murid melalui
proses pengalaman belajar yang
menekankan proses memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi fakta, konsep,
prinsip, hukum, teori dan model pada materi
Elemen Deskripsi
makhluk hidup dan lingkungannya, zat dan
sifatnya, energi dan perubahannya,
gelombang, serta bumi dan antariksa, yang
sesuai untuk menjelaskan dan memprediksi
fenomena serta menerapkannya pada situasi
baru.
Keterampilan Proses Keterampilan yang dilatihkan untuk
mencapai pemahaman IPA, yang pada
praktiknya diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran. Keterampilan tersebut
meliputi keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan penyelidikan;
memproses, menganalisis data dan
informasi; mengevaluasi dan refleksi; serta
mengomunikasikan hasil. Keterampilan
proses tidak selalu merupakan urutan
langkah, melainkan suatu siklus yang
dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan murid.
Capaian Pembelajaran
Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Pemahaman IPA
Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya; menganalisis
klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi,
serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ; menganalisis interaksi antar
makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk mencegah dan
mengatasi perubahan iklim; menganalisis pewarisan sifat; membuat bioteknologi
konvensional di lingkungan sekitarnya; menerapkan pengukuran terhadap aspek fisis
dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan; menganalisis
hubungan usaha dan energi; menganalisis pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap
perubahan suhu; menganalisis gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-
hari; menganalisis gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah
lingkungan; menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya
untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim; serta mengevaluasi keputusan
yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan
lingkungan.
Keterampilan Proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
Mengamati
Melakukan pengamatan terhadap fenomena dan peristiwa di sekitarnya dan mencatat
hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik objek yang diamati.
Mempertanyakan dan Memprediksi
Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat
prediksinya.
Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan
Merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab
pertanyaan; murid menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang
akurat dan memahami adanya potensi kekeliruan dalam penyelidikan.
Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Mengolah data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil
pengamatan dan pola atau hubungan pada data; murid mengumpulkan data dari
penyelidikan yang dilakukannya, serta menggunakan pemahaman sains untuk
mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
Mengevaluasi dan Refleksi
Mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam
rangka mengevaluasi kesimpulan, serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan
kualitas data.
Mengomunikasikan Hasil
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang ditunjang
dengan argumen dan bahasa yang sesuai konteks penyelidikan.
Mengetahui, Pardomuan, 14 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Perdin Sinaga Mayta Rointan Malau, [Link]
NIP.19670723200711004 NIP. -