BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
PENELITIAN
A. Kajian Teori
1. Hakikat Pendidikan Jasmani
a. Pengertian Pendidikan Jasmani
Menurut Nikon & Jewett (Mustafa 2022:72) menjelaskan bahwa
“pendidikan jasmani didefinisikan dengan tepat sebagai tahap total proses
pendidikan yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan
kemampuan gerakan sukarela, tujuan, gerakan, dan tanggapan mental,
emosional dan sosial yang terkait langsung”. Menurut Widiastuti
(Indrayogi 2021:1783) menyatakan bahwa “pendidikan jasmani
merupakan disiplin ilmu yang unik dari disiplin ilmu lainnya. Ciri khasnya
adalah penggunaan aktivitas fisik dalam proses pembelajaran. Hal ini
sesuai dengan definisi pendidikan jasmani.” Diperkuat oleh Suryobroto
(Munandi et al 2024:71), “tujuan pendidikan jasmani adalah untuk
membentuk pada diri anak sikap, nilai-nilai, kecerdasan, keterampilan
dan kemampuan jasmani (keterampilan psikomotorik), serta agar peserta
didik menjadi dewasa dan mandiri Dapat digunakan dalamkehidupan
sehari-hari Tujuan pendidikan jasmani menurut Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 adalahsebagai berikut,
Pengembangan pengetahuan dan keterampilan mengenaiaktivitas fisik,
perkembangan estetika dan perkembangan sosial, mengembangkan
kemampuan memperoleh keterampilan gerak dasar yang
menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong partisipasi dalam
berbagai aktivitas fisik, mencapai dan memelihara tingkatkebugaran
jasmani yangoptimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara
efisien danterkendali, mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui
partisipasi dalam aktivitas fisik, baik secara kelompok maupun individu,
berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang memungkinkan siswa
mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan mereka
berfungsi secara efektifdalam hubungan interpersonal, kegembiraan dan
kenikmatan melalui aktivitas fisik, termasuk permainan olahraga”.
2. Hakikat Permainan Tradisional
a. Pengertian Permainan Tradisional
Menurut Sumarsono (2022 : 2) Permainan tradisional adalah
permainan yang di mainkan oleh anak anak zaman dulu kebanyakan
permainan ini ini dilakukan dengan cara kelompok kehidupan
masyarakat dimasa lalu yang bisa dibilang tida mengenal dunia luar
telah mengarahkan dan menuntun mereka pada kegiatan cosial dan
kebersamaan yang tinggi”. Menurut wahyuni (2022 : 48) menyatakan
bahwa “permainan tradisional adalah suatu hal yang tidak dapat
dihindari. Selain telah menjadi ciri suatu bangsa, permaian
tradisional adalah salah satu bagian terbesar dalam suatu kerangka
yang lebih luas yaitu kebudayaan”. Diperkuat oleh Kusumawati
(2017 : 132) menyatakan bahwa “permainan tradisional merupakan
permainandaerah yang tiap daerahnya memiliki tata cara
dan permainan yang berbeda-beda. Salah satu permainan
tradisional yang ada permainan gobak sodor kasti dan lompat tali”.
b. Tujuan Permainan Tradisional
Menurut khadijah (2018:179) menyatakan bahwa “permainan
tradisional secara umum memberikan kegembiraan kepada anak-anak
dan bersifat universal sehingga permainan yang muncul di suatu
daerah lain dapat dimainkan secara bersama-sama”. Menurut
wijayanti (2018:52) menyatakan bahwa “Bermain yang dilakukan
menimbulkan kesenangan serta kepuasan bagi anak. Bermain sebagai
sarana pengembangan kemampuan sosial anak diharapkan mampu
memberikankesempatan untuk bereksplorasi, menemukan,
mengekspresikan perasaan, berkreasi, dan belajar secara
menyenangkan”. Diperkuat oleh nurwaidah at al (2021:51 )Permainan
tradisional dapat memperkenalkan, melestarikan, sekaligus
meningkatkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa dan
nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya (Pratiwi &
Kristanto, 2015)
c. Manfaat Permainan Tradisional
Menurut Rahman (2021:71) menyatakan bahwa “permainan
tradisional secara universal memunculkan kegembiraan yang bersifat
umum, sebab itu permainan yang timbul di suatu wilayah lain bisa
dimainkan secara bersama-sama”. Menurut Masganati (2021:4)
menykan bahwa Permainan tradisional bermanfaat untuk: 1)
“mengemembangkan kecerdasa intelektual,2) mengembangkan
kecerdasan emosional,3) mengembangkan daya kreativitas,4) anak
menjadi lebih kreatif,5) bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak,
dan 6) mengembangkan kecerdasan majmuk anak, yang meliputi:
kecerdasan intelektual kecerdasan dan emosi dan interpersonal anak
kecerdasan logika, kecerdasan kinestetik kecerdasan natural
kecerdasan spasial, kecerdasan musikal, dan kecerdasan spiritual
anak.” Diperkuat oleh Helvana & Hidayat (2020:254) menyatakan
bahwa “permainan tradisional “Kaulinan Barudak” merupakan salah
satubentuk permainan yang dapat diterapkandan dijadikan sebagai
metode khusus yangdapat mengembangkan kemampuan mengelola
emosi diri anak, mengembangkan sikap empati dan pola gerak dasar
anak misalnya yaitu menunggu giliran saat bermain dan melayani
teman saat bermain.”
d. Jenis-jenis Permainan Tradisional
Menurut Mulyana & Mengkana (2019:10)Permainan tradisional
yang bersifat rekreatif “pada umumnya dilakukan untuk mengisi
waktu senggang. Persoalan menang kalah bukan hal utama. Yang
terpenting ialah dengan melakukan permainan itu tercapai
kegembiraan bersama untuk mengisi waktu senggang , bukan untuk
menjatuhkan dan menyerang lawan sebagai target.” Lebih lanjut
Mulyana & Lengkana (2019:11)Permainan yang bersifat
kompetitif, memiliki ciri-ciri : terorganisir, bersifat kompetitif
dimainkan oleh sedikit 2 orang, mempunyai kriteria yang menentukan
siapa yang menang dan siapa yang kalah serta mempunyai peraturan
yang diterima bersama oleh pesertanya.
Diperkuat oleh Mulyana & Lengkana (2019:11)Permainan
tradisional yang bersifat edukatif terdapat unsur unsur pendidikan
didalamnya.
3. Peningkatan Kerja Sama
a. Pengertian kerja sama
Menurut Marlina (2021:55) menyatakan bahwa kerjasama adalah
keinginan untuk bekerja secara bersama-sama dengan orang lain
secara keseluruhan dan menjadi bagian dari kelompok dalam
memecahkan suatu permasalahan.” Diperkuat oleh Silvani &
Triatmanto (2017:48) menyatakan bahwa “Kerjasama tim atau tim
kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya
menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan
individual (Stephen dan Timothy, 2008:406).” Menurut Dewi
(Kusuma & Susanto 2018:419) menyatakan bahwa “kerjasama tim
adalah bentuk kerja dalam kelompok yang harus diorganisasi dan
dikelola dengan baik. Tim beranggotakan orang-orang memiliki
keahlian yang berbeda-beda dan dikoordinasikan untuk bekerja sama
dengan pimpinan”
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja sama
Menurut Susanto (2012:198) menyatakan bahwa “faktor baik dari
dalam maupun dari luar individu yang bersangkutan.” Menurut
Departemen Agama (Angkotasan & Watianan 2021:47)
mengemukakan bahwa faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan
tinggi yaitu : (1) manajemen dan kepemimpinan, (2) kurikulum,(3)
dosen,(4) proses belajar mengajar, (5) input mahasiswa, (6) fasilitas
belajar, (7) lingkungan belajar, (8) dana operasional, (9) kemampuan
dosen dalam melakukan penelitian ilmiah, (10) kemampuan dosen
dalam menulis laporan penelitian atau artikel yang berdasarkan hasil
penelitian yang menarik, (11) perhatian pimpinan untuk
menyebarluaskan hasil penelitian yang telah di lakukan oleh dosen
dan mahasiswanya.” Diperkuat oleh Robin (Kusuma & Susanto
2018:422) yang menyatakan dengan saling percaya antar individu
dalam tim akan memudahkan kelompok dalam bekerja
c. Tujuan kerja sama
Menurut Azizah & Suproanto (2020:4) menyatakan bahwa
“berkerjasama untuk suatu tujuan yang telah ditetapkanyang
memfokuskan terhadap kepuasan pelanggan (Kav, 2018).” Menurut
Hidayat (2009:3) menyatakan bahwa “istilah tim merujuk kepada
suatu kelompok yang bekerja sama untuk mencapai suatu misi atau
tujuan tertentu.” Diperkuat oleh Sarjana (20014:239) menyatakan
bahwa “Kerja sama tim adalah orang yang bekerja
samamemecahkan masalah dalam mencapai tujuankelompok
(Leonard, 2013)”.
d. Manfaat kerja sama
Menurut Achmad & Aisyah (2017:65) menyatakan bahwa “kerjasama
membuat siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep
yang sulit jika mereka saling berdiskusi,bekerjasama, saling
membantu untuk memecahkan masalah.” Menurut Arnanda,
Saidatuningtiyas & Ardhan (2021:351) menyatakan bahwa “1)Kerja
sama pendidikan memiliki manfaat secara politik, dimana hal
tersebut dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan kebijakan
politik, khususnya untuk kepentingan pembangunan di bidang
pendidikan.2)Kerja sama pendidikan memiliki manfaat secara
ekonomi untuk menunjangdan meningkatkan pembangunan
ekonomi nasional.3)Kerja sama pendidikan memiliki manfaat
sosial-budaya untuk menunjang upaya pembinaan dan
pengembangan nilai-nilai sosial budaya bangsa sebagai usaha
untuk menanggulangi setiap bentuk ancaman, tantangan, hambatan,
dan gangguan dalam rangka pelaksanaan pembangunan
nasional.4)Kerja sama pendidikan dapat meningkatkan peranan dan
citra Indonesia di forum internasional.” Diperkuat oleh Jumrotul et al
(2020:239) menyatakan bahwa “kerjasama anak memperoleh
kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan anak yang
lain, mempersiapkan siswa untuk belajar bagaimana caranya
mendapatkan berbagai pengetahuan dan informasi sendiri, baik guru,
teman, bahan pelajaran ataupun sumber belajar yang lain,
meningkatkan kemampuan siswa untuk bekerja sama dengan orang
lain dalam sebuah tim, membentuk pribadi yang terbuka dan
menerima perbedaan yang terjadi, dan membiasakan anak untuk selalu
aktif dan kreatif dalam mengembangkan analisisnya.”
4. Hakikat Permainan Interaktif
a. Pengertian Permainan Interaktif
Menurut Sayidah (20223) menyatakan bahwa “permainan interaktif
adalah permainan yang banyak melibatkan peserta dalam
proses permainannya” Menurut Nabilah (2020:2)menyatakan bahwa
“interaktif merupakan suatu program pembelajaran yang
memuat kombinasi antara teks, gambar, grafik, suara, video,
animasi, simulasi dan dikondisikan secara sistematis untuk
membantu mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan
(Surjono, 2017).” Diperkuat oleh Samtoso et al (2013:3) permainan
dikatakan sebagai media interaktif karena menimbulkan
terjadinya interaksi baik antara pemain dengan media maupun
antar-pemain.
b. Manfaat Permainan Interaktif
Menurut
c. Kelebihan dan kekurangan permainan interaktif
5. Hakikat Permainan Kolaboratif
a. Pengertian Permainan Kolaboratif
b. Tujuan permainan kolaboratif
c. Manfaat permainan kolaboratif
d. Kelebihan dan kekurangan permainan kolaboratif
B. Penelitian Relevan
C. Kerangka Berpikir
D. Hipotesis Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Mustafa, P. S. (2022). Peran pendidikan jasmani untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(9), 68-80.
Indrayogi, I. (2021). Model tactical game dan academic learning time dalam
pembelajaran pendidikan jasmani. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(4),
1783-1790.
Sumarsono, R. N. (2022). Permainan Tradisional Nusantara. uwais inspirasi
indonesia.
Wahyuni, N. (2022). Meningkatkan Solidaritas Siswa Dengan Media Permainan
Tradisional Metode Bermain Di Kelas Rendah. Edumaniora: Jurnal
Pendidikan dan Humaniora, 1(01).
Kusumawati, O. (2017). Pengaruh permainan tradisional terhadap peningkatan
kemampuan gerak dasar siswa sekolah dasar kelas bawah. Terampil:
Jurnal pendidikan dan pembelajaran dasar, 4(2), 124-142.
Lubis, R., & Khadijah, K. (2018). Permainan tradisional sebagai pengembangan
kecerdasan emosi anak. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 4(2), 177-186.
Wijayanti, R. (2018). Permainan tradisional sebagai media pengembangan
kemampuan sosial anak. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia
Dini, 5(1).
Al Ningsih, Y. R. (2021). Manfaat permainan tradisional bola bekelterhadap
perkembangan anak usia dini. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan
Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1).
Sit, M. (2021). Optimalisasi kecerdasan majemuk anak usia dini dengan
permainan tradisional. Prenada Media.
Helvana, N., & Hidayat, S. (2020). Permainan tradisional untuk menumbuhkan
karakter anak. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, 7(2), 253-260.
Mulyana, Y., & Lengkana, A. S. (2019). Permainan tradisional. Salam Insan
Mulia.
Marlina, Y. (2021). Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Model Guided
Discovery dalam Materi Kerja Sama pada Siswa Kelas V SD Negeri 133
Halmahera Selatan. JURNAL PENDAS (Pendidikan Sekolah Dasar), 3(1),
53-60.
Lawasi, E. S., & Triatmanto, B. (2017). Pengaruh komunikasi, motivasi dan
kerjasama tim terhadap peningkatan kinerja karyawan. Jurnal manajemen
dan kewirausahaan, 5(1), 47-57.
Kusuma, L. P., & Sutanto, J. E. (2018). Peranan kerjasama tim dan semangat kerja
terhadap kinerja karyawan Zolid Agung Perkasa. PERFORMA, 3(4), 417-
424.
Susanto, H. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru sekolah
menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(2), 197-212.
Angkotasan, S., & Watianan, S. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi
peningkatan mutu pendidikan di kampus stia alazka
ambon. KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi, 4(2), 42-50.
Kusuma, L. P., & Sutanto, J. E. (2018). Peranan kerjasama tim dan semangat kerja
terhadap kinerja karyawan Zolid Agung Perkasa. PERFORMA, 3(4), 417-
424.
Rahmawati, S. N. A., & Supriyanto, A. (2020). Pentingnya Kepemimpinan dan
Kerjasama Tim Dalam Implemeentasi Manajemen Mutu Terpadu. JDMP
(Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), 5(1), 1-9.
Hidayat, B., Magister, P. I. D. A. K., Psikologi, P., & Pagar, K. S. (2018).
Membangun kerjasama tim. Diambil tanggal, 24.
Sarjana, S. (2014). Pengaruh Kepemimpinan Dan Kerja Sama tim terhadap etika
kerja guru SMK. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(2), 234-250.
Achmadi, A., & Aisyah, A. (2017). Manfaat Kerjasama dalam Kelompok Saat
Bermain Sluncuran Bagi Anak Usia Dini. Journal Of Early Childhood and
Inclusive Education, 1(1), 64-73.
Arnanda, R., Saidatuningtyas, I., & Ardhan, D. T. (2023, August). Penerapan
Kerja Sama Industri dan Perguruan Tinggi Melalui Program Kelas Kerja
Sama. In Seminar Nasional Inovasi Vokasi (Vol. 2, pp. 347-353).
Aqobah, Q. J., Ali, M., Decheline, G., & Raharja, A. T. (2020). Penanaman
perilaku kerjasama anak usia dini melalui permainan tradisonal. Jurnal
Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 5(2).
Muflichah, H. S. (2022). Cyberbullying Dalam Permainan Interaktif Berbasis
Online. Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB, 7(1).
Ulhusna, M., Putri, S. D., & Zakirman, Z. (2020). Permainan ludo untuk
meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran
matematika. International Journal of Elementary Education, 4(2), 130-
137.
Agam, T. N., & Sulistiowati, S. (2022). Pengembangan Multimedia Interaktif
Materi Permainan Alat Musik Sederhana Pada Mata Pelajaran Seni
Budaya Untuk Kelas VII di SMP Negeri 50 Surabaya. Jurnal Mahasiswa
Teknologi Pendidikan, 12(1).
Santoso, S. H., Wibowo, W., & Aryanto, H. (2013). Perancangan Permainan
Interaktif Mengenai Cinta Tanah Air Untuk Kalangan Usia 11-17
Tahun (Doctoral dissertation, Petra Christian University).
Dewi, R. M., & Mailasari, D. U. (2020). Pengembangan keterampilan kolaborasi
pada anak usia dini melalui permainan tradisional. ThufuLA: Jurnal
Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 8(2), 220-235.