0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

1 PB

Penelitian ini menganalisis pengaruh campuran bioaditif cengkeh pada bahan bakar pertalite terhadap performa mesin motor 4 tak. Hasil menunjukkan bahwa penambahan bioaditif cengkeh dapat meningkatkan daya dan torsi mesin, dengan rasio campuran 5:1000 ml menghasilkan daya maksimum 0.4 kW dan torsi 0.4 Nm. Metodologi yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran bahan bakar dan pengukuran performa mesin menggunakan dynotest.

Diunggah oleh

mnabb128
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

1 PB

Penelitian ini menganalisis pengaruh campuran bioaditif cengkeh pada bahan bakar pertalite terhadap performa mesin motor 4 tak. Hasil menunjukkan bahwa penambahan bioaditif cengkeh dapat meningkatkan daya dan torsi mesin, dengan rasio campuran 5:1000 ml menghasilkan daya maksimum 0.4 kW dan torsi 0.4 Nm. Metodologi yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran bahan bakar dan pengukuran performa mesin menggunakan dynotest.

Diunggah oleh

mnabb128
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol. 6, No.

1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398


DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
Analisis Pengaruh Campuran Bioaditif Cengkeh Pada Bahan Bakar
Pertalite Terhadap Performa Mesin Motor 4 Tak

Tino Hermanto1*,Wahyu Pratama2, Muhammad Idris3& Rahmatullah4


1,2,3).
Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
.4).
Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
*
Email:tinohermanto@[Link]

ABSTRACT
Bioadditives are substances from nature that are combined with other substances to perform
specific tasks, such as lowering exhaust emissions, preventing corrosion, and increasing engine
efficiency. Therefore, the purpose of this study was to determine how the effect of adding
bioadditives to pertalite fuel on the performance of a 4 TAK motorcycle engine. Clove oil is the
bioadditive used in this study. The experimental strategy was used in this study to approach the
research by reading books and magazines. This research was conducted at PT. Indako Trading
which is located in Siti Rejo I, Kec. Medan City, Jl. Sisingamangaraja No. 362, Medan City, North
Sumatra 20144. In this experiment, different ratios of pertalite and bioadditive fuels were used,
including pure pertalite fuel 2:1000 ml, 5:1000 ml, 10:1000 ml, and 1000 ml. From the results of
the tests carried out in this study, there was an increase in the power and torque values of the
motorcycle, with the highest power and torque values of 0.4 kW and 0.4 Nm, respectively, in the
comparison of variations in the mixture of bioadditives and pertalite of 5:1000 ml and 1000 ml of
pure pertalite.
Keywords : Bioadditives, clove oil, pertalite

PENDAHULUAN
Pemanfaatan bioaditif yang merupakan aditif berbasis bahan bakar merupakan salah satu cara
untuk menghemat bahan bakar, ini berusaha untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam bahan
bakar [1,2,3,10]. Dengan meningkatkan kandungan oksigen dalam bahan bakar, dapat
meningkatkan kinerja pembakaran atau meningkatkan pembakaran di ruang bakar mesin. Hal ini
menyebabkan daya yang dihasilkan lebih besar, meminimalkan emisi gas buang dan
mengkonsumsi lebih sedikit volume bahan bakar untuk setiap kilometer atau satuan waktu
penggunaan bahan bakar minyak. Semakin banyak sepeda motor ataupun mobil di jalan raya di
Indonesia setiap tahun, konsumsi bahan bakar Pertalite juga meningkat [9]. Saat kendaraan
dioperasikan, dilakukan penelitian dengan mencampurkan bioaditif ke dalam bahan bakar Pertalite
sebagai upaya untuk menghemat bahan bakar [2,4]. Minyak cengkeh [1,5,7,11] berlimpah, tersedia,
dan bioaditif yang ramah lingkungan. Belum banyak upaya untuk menggunakan sepeda motor
tanpa memerlukan bahan bakar minyak. Oleh karena itu, menghemat bahan bakar membutuhkan
kerja. Menggunakan minyak atsiri sebagai bahan bakar bioaditif adalah salah satu pendekatan
untuk mencapai hal ini. Minyak atsiri digunakan karena bertindak sebagai sumber oksigen untuk
bensin, yang membantu meningkatkan nilai oktan dan mendorong pembakaran yang lebih
menyeluruh [10,13]. Salah satu minyak atsiri dengan konsentrasi euganol yang tinggi adalah
minyak cengkeh.
Eugenia Aromaticum, tanaman cengkeh, menghasilkan minyak cengkeh dari bunga, batang,
daun, dan ganggangnya. Famili Myrtaceae yang meliputi Indonesia banyak ditanam di seluruh
dunia termasuk cengkeh. Oleh karena itu penulis mengangkat judul “Analisis Pengaruh Campuran
Bioaditif Cengkeh Pada Bahan Bakar Pertalite Terhadap Performa Mesin Motor 4 Tak”.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah yang didasarkan pada latar belakang
yang dijelaskan di atas:
1. Bagaimana pengaruh dari pencampuran bioaditif cengkeh dengan bahan bakar pertalite
terhadap performa mesin sepeda motor?

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 72
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
2. Pada pencampuran berapakah dapat menghasilkan performa mesin terbaik pada kendaraan?
Penelitian tentang uji unjuk kerja mesin bensin [6,8] yang memanfaatkan bioaditif cengkeh
dengan bensin yang memiliki nilai oktan 90 (pada mesin genset). Pencampuran bioaditif minyak
cengkeh dalam bahan bakar bensin dapat menurunkan penggunaan bahan bakar jika dibandingkan
dengan bensin murni dengan nilai oktan 90. Campuran dengan minyak cengkeh 0,6%
menyebabkan pengurangan penggunaan bahan bakar terbesar jika dibandingkan dengan bensin
murni dan persentase lainnya. Campuran dengan minyak cengkeh 0,1% mengurangi konsumsi
bahan bakar paling sedikit jika dibandingkan dengan bensin murni atau rasio lainnya.
Pada penelitian dengan menggunakan aditif minyak seraiwangi [2,3,] yang dicampur dengan
etanol, Hasil pengujian menunjukkan dampak penambahan bioaditif minyak sereh wangi pada
bahan bakar pertalite pada sepeda motor Honda Blade 110, dengan hasil terbaik dari segi konsumsi,
akselerasi, dan emisi berasal dari penambahan 1 ml bioaditif dengan komposisi 15 ml minyak sereh
(100%) dan 35 ml etanol (96%) ke dalam 1 liter pertalite. Berdasarkan hasil pengujian, konsumsi
bahan bakar lebih irit 5,98%, akselerasi naik 0,90%, emisi CO2, NOx, dan CO turun masing-
masing 3,09%, 5,4%, dan 5,26%, sedangkan tenaga dan torsi yang dihasilkan ditolak.
Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa kinerja dapat ditingkatkan dengan menambahkan
bioaditif minyak sereh wangi ke dalam bahan bakar dengan perbandingan 1,5:1000 ml, 2:1000 ml,
2,5:1000 ml, 3:1000 ml, dan 3,5:1000 ml. Ketika rasionya adalah 3:1000 ml, daya maksimum
untuk sepeda motor meningkat sebesar 3,11%, dan ketika rasionya adalah 2:1000 ml, torsi
maksimum meningkat sebesar 2,02%. Selain itu, rasio 3,5:1000ml digunakan untuk mengukur
penggunaan bahan bakar, menghasilkan penghematan 20,93% dalam jarak tempuh (69,9 km/l).
Tujuan studi ini adalah:
1. Menganalisis pengaruh pencampuran bioaditif minyak cengkeh dengan bahan bakar pertalite
terhadap performa mesin sepeda motor 4 tak yang mencakup daya, torsi dan konsumsi bahan
bakar spesifik.
2. Menentukan komposisi yang tepat untuk menghasilkan performa mesin sepeda motor 4 tak
yang optimal.
3. Membandingkan unjuk kerja mesin 4 tak yang maksimal menggunakan bahan bakar pertalite
dengan dan tanpa penambahan bioaditif cengkeh.

METODEPENELITIAN
Penulis pada paper ini memilih untuk mengadopsi metodologi penelitian eksperimental.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniantara lain adalah tachometer, dynotest, mesin
sepeda motor 4 TAK, bensin Pertalite dan minyak cengkeh merupakan perbandingan bioaditif [12]
minyak cengkeh terhadap bahan bakar pertalite yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1000
ml (pertalite murni), 2:1000 ml, 5:1000 ml, dan 10:1000 ml. Kinerja mesin sepeda motor kemudian
digunakan untuk pengujian dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana variabel variabel
tersebut mempengaruhinya.
Mesin sepeda motor yang digunakan dalam penelitian eksperimental ini adalah mesin Suzuki
Satria F150 2012. Kendaraan yang akan digunakan dalam pengujian memiliki parameter berikut,
yang tercantum dalam tabel 1 berikut ini.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 73
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
Tabel 1. Tabel Spesifikasi Kendaraan
Jenis Spesifikasi
Jenis Mesin 150cc, Twin Cam atau DOHC, 4-valve, 4-stroke, air cooled/sacs
(Suzuki advance cooling system), 4 klep digerakan oleh camshaft
ganda, Silinder Tunggal
Volume Langkah 0.0001473 m3
Daya Maksimum 12,3 kW/9500 rpm
Torsi Maksimum 12,76N.m /8500 rpm
Kapasitas Tangki 4,9 L
Diameter Silinder 0.062 m
Langkah (Stroke) 0.0488 m
Gigi Transmisi 6 Kecepatan
Rasio Kompresi 10,2 : 1
BBM Rekomendasi Pertamax

Penerapan studi teoritis didapatdari berbagai sumber yaitu jurnal dan buku. Literatur terkait
bahan bakar yang dikonsultasikan mencakup bioaditif Pertalite dan minyak cengkeh serta torsi dan
pengukur daya. Rpm, daya, dan torsi, yang merupakan data temuan pengujian, dicatat ke dalam
tabel dan direpresentasikan secara grafis.

HASILDANPEMBAHASAN
Pembahasan tentang pertalite murni, campuran bio aditif cengkeh dengan variasi
komposisinya dibahas pada uraian di bawahini:
1. Pertalite Murni
Pengujian sepeda motor dengan menggunakan bahan bakar pertalite murni dapat ditampilkan
dalam bentuk grafik pada gambar 1 sebagai berikut.

Pertalite Murni
Power [kW]
Torsi [Nm]

Torsi [Nm]

Power [kW]

Rpm

Gambar 1. Performa mesin dengan bahan bakar pertalite murni.

Pada pengujian dengan alat dynotest didapat bahwa nilai power terbesar yaitu 11.4 kW pada
putaran mesin 8000 sampai dengan 8500 rpm, sedangkan nilai torsi terbesarnya yaitu 13.7 Nm
pada 7000 rpm, jika dibandingkan dengan spesifikasi kendaraan yang di dapat yaitu dengan nilai
daya maksimumnya 12,3 kW/9500 rpm dan torsi maksimumnya 12,76 Nm/8500 rpm terdapat
selisih nilai daya lebih besar pada spesifikasi kendaraan sebesar 0.9 kW dan selisih nilai torsi
sebesar 1Nm lebih besar pada hasil pengujian. Berikut ini adalah tampilan grafik konsumsi bahan
bakar spesifik dengan menggunakan bahan bakar pertalite murni pada gambar 2 sebagai berikut.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 74
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
Pertalite Murni

Sfc [kg/kW.s]
Power [kW]
Power [kW]

Sfc [kg/kW.s]

Rpm

Gambar 2. Konsumsi bahan bakar pertalite murni

Nilai terendah konsumsi bahan bakar spesifik dengan menggunakan bahan bakar pertalite
murni terjadi pada putaran mesin 8000 sampai 8500 rpm dengan nilai sfc nya 0.0001192 kg/kW.s.
Untuk titik optimal konsumsi bahan bakar spesifik ada pada putaran mesin sekitar 4400 rpm
dengan nilai optimal Sfc sebesar 0.00034072 kg/kW.s dan dengan power sebesar 4 kW.
2. Campuran Bioaditif Minyak Cengkeh 2ml Dengan Pertalite
Pengujian pada sepeda motor menggunakan campuran 2 ml bahan bakar bioaditif cengkeh dan
pertalite akan ditunjukkan sebagai berikut pada gambar 3.

Pertalite dan Bioaditif Cengkeh 2ml


Power [kW]
Torsi [Nm]

Torsi [Nm]

Power [kW]

Rpm

Gambar 3. Pengujian dengan campuran minyak cengkeh 2ml dengan pertalite

Berdasarkan pada grafik Titik optimal dari performa mesin sepeda motor dengan
menggunakan bahan bakar pertalite dan campuran bioaditif cengkeh sebesar 2ml ada diputaran
mesin sekitar 8100 rpm dengan nilai optimal power 11.7 kW dan torsi sebesar 13.6 Nm. Nilai
power terbesar ada pada putaran mesin 8000 rpm dengan nilai power sebesar 11.7 kW, dan power
terkecil berada di rpm 2000 dengan nilai power 1.8 kW. Untuk nilai torsi terbesar ada pada putaran
mesin 7500 rpm dengan torsi sebesar 14 Nm, dan torsi terkecil ada di putaran mesin 4000 rpm
dengan torsi hanya sebesar 6.9 Nm. Berikut ini adalah grafik konsumsi bahan bakar spesifik
dengan bahan bakar campuran bioaditif cengkeh 2ml dengan pertalite yang dapat dilihat pada
gambar 4 berikut ini.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 75
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
Pertalite dan Bioaditif Cengkeh 2ml

Sfc [kg/kW.s]
Power [kW]
Power [kW]

Sfc [kg/kW.s]

Rpm

Gambar 4. Nilai sfc dengan campuran minyak cengkeh 2ml dan pertalite

Untuk nilai sfc tertinggi terjadi pada putaran mesin 2000 rpm dengan nilai sfc 0.0008938
kg/kW.s sedangkan nilai sfc terendah ada pada putaran mesin 8000 rpm dengan nilai sfc nya
0.0001375 kg/[Link] optimal sfc berada pada titik putaran mesin sekitar 4800 rpm dengan nilai
sfc 0.0003358 kg/kW.s dengan nilai power sebesar 5 kW.
3. Campuran Bioaditif Minyak Cengkeh 5 ml Dengan Pertalite
Berikut adalah gambar 5 yang menunjukkan hasil pengujian sepeda motor menggunakan
campuran 5 ml bahan bakar bioaditif cengkeh dan pertalite.

Pertalite dan Bioaditif Cengkeh 5ml


Torsi [[Nm]]

Power [kW]

Torsi [Nm]

Power [kW]

Rpm

Gambar 5. Pengujian dengan campuran minyak cengkeh 5ml dan pertalite

Pada grafik dapat dilihat titik optimal dari performa mesin sepeda motor dengan menggunakan
bahan bakar pertalite dan campuran bioaditif cengkeh 5ml, dengan titik optimal berada pada
putaran mesin sekitar 8100 rpm dengan nilai power 11.6 kW dan nilai torsi sebesar 13.5 [Link]
power tertinggi sebesar 11.8 kW di putaran mesin 8500 rpm, nilai power terkecil atau terendah
sebesar 1.9 kW diputaran mesin 2000 rpm. Sedangkan untuk nilai torsi sepeda motor yang tertinggi
yaitu sebesar 14.1 Nm di putaran mesin 7000 rpm, dan nilai torsi terendahnya sebesar 8.3 Nm di
putaran mesin 4000 rpm. Nilai konsumsi bahan bakar spesifik sepeda motor dengan menggunakan
bahan bakar campuran bioaditif cengkeh 5 ml dengan pertalite dapat dilihat pada gambar 6 sebagai
berikut.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 76
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
Pertalite dan Bioaditif Cengkeh 5ml

Sfc [kg/kW.s]
Power [kW]
Power [kW]

Sfc [kg/kW.s]

Rpm

Gambar 6. Nilai Sfc bahan bakar campuran minyak cengkeh 5ml dan pertalite

Untuk nilai sfc terendah terjadi pada putaran mesin 8500 rpm dengan nilai sfc 0.0001545
kg/kW.s sedangkan nilai sfc tertingginya ada pada putaran mesin 2000 rpm dengan nilai sfc
0.0009596 kg/kW.s. Titik optimal dari nilai konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) yang berbanding
dengan power sepeda motor, berada pada putaran mesin sekitar 4700 rpm dengan nilai sfc sebesar
0.0003883 kg/kW.s dengan nilai power 4.8 kW.
4. Campuran Bioaditif Minyak Cengkeh 10 ml Dengan Pertalite
Pada gambar 7, pengujian sepeda motor menggunakan campuran bahan bakar bioaditif
cengkeh 10 ml dan pertalite digambarkan sebagai berikut.

Pertalite dan Bioaditif Cengkeh 10ml


Power [kW]
Torsi [Nm]

Torsi [Nm]

Power [kW]

Rpm

Gambar 7. Pengujian dengan campuran minyak cengkeh 10 ml dan pertalite

Padatitik optimal dari performa mesin sepeda motor dengan menggunakan bahan bakar
pertalite dan campuran bioaditif cengkeh 10 ml, dengan titik optimal berada pada putaran mesin
sekitar 8200 rpm dengan nilai power 11.6 kW dan nilai torsi sebesar 13.6 [Link] power tertinggi
sebesar 11.7 kW pada putaran mesin 8500 rpm dan nilai power terendah sebesar 1.9 kW pada
putaran mesin 2000 rpm. Nilai torsi sepeda motor dengan pertambahan besar putaran mesin, nilai
torsi terbesar yaitu 14.1 Nm pada putaran mesin 7000 rpm, sedangkan torsi terkecil yaitu 7.3 Nm
pada putaran mesin 4000 [Link] untuk nilai konsumsi bahan bakar spesifiknya akan
ditampilkan dalam bentuk gambar 8 sebagai berikut.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 77
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
Pertalite dan Bioaditif Cengkeh 10ml

Sfc [kg/kW.s]
Power [kW]
Power [kW]

Sfc [kg/kW.s]

Rpm

Gambar 8. Nilai sfc pada campuran minyak cengkeh 10 ml dengan pertalite

Nilai sfc terendah terjadi pada putaran mesin 8500 rpm dengan nilai sfc 0.0001436 kg/kW.s
dan nilai sfc tertinggi berada diputaran mesin 2000 rpm dengan nilai 0.0008843 kg/[Link]
optimal sfc yang berbanding dengan power sepeda motor berada pada putaran mesin 4500 rpm
dengan nilai sfc sebesar 0.0003501 kg/kW.s dengan nilai power 4.8 kW.

KESIMPULAN
Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengaruh dari pencampuran bioaditif cengkeh pada bahan bakar pertalite terhadap performa
mesin sepeda motor yaitu dapat meningkatkan power dan torsi sepeda motor. Peningkatan
nilai power sebesar 0,4 kW atau 3.5% dan juga peningkatan torsi sebesar 0,4 Nm atau 2.92%
pada pengujian dengan komposisi campuran minyak cengkeh 5ml dan 1000ml pertalite
dibanding pengujian dengan bahan bakar pertalite murni.
2. Performa mesin optimal pada sepeda motor terjadi pada pencampuran minyak cengkeh 2ml
dengan titik optimalnya mencapai power sebesar 11,7 kW dan torsi sebesar 13,6 Nm pada
putaran mesin 8100 rpm.
3. Pada pengujian dengan alat dynotest dengan variasi campuran bioaditif minyak cengkeh dan
pertalite, nilai power atau daya maksimal didapat dari hasil pengujian dengan campuran
minyak cengkeh 5ml pada bahan bakar pertalite 1000ml yaitu dengan nilai power maksimal
sebesar 11.8 kW. Hasil nilai torsi maksimal didapatkan dari pengujian dengan menggunakan
campuran minyak cengkeh 5ml dan pertalite 1000ml dengan nilai maksimal yaitu 14.1 Nm.
Berdasarkan dari hasil perhitungaan nilai konsumsi bahan bakar spesifik (sfc), pengujian
dengan menggunakan bahan bakar pertalite murni memiliki nilai sfc yang paling rendah
yaitu dengan nilai 0.0001192 kg/kW.s.

SARAN
Berdasarkanpembahasan di atasmakadisarankanbeberapahalsebagaiberikut, antara lain:
1. Pengujian diperlukan untuk menetapkan angka oktan, nilai kalor, dan sifat lain dari
campuran bioaditif cengkeh dengan bensin pertalite.
2. Anda dapat memeriksa kandungan emisi gas buang untuk pengujian tambahan (CO2).

DAFTARPUSTAKA
[1] D. G. C. Alfian, R. A. Prahmana, D. J. Silitonga, A. Muhyi, and D. Supriyadi, “Uji Performa
Gasoline Engine menggunakan bioaditif cengkeh dengan bensin berkadar oktan 90,” J. Sci.
Appl. Technol., vol. 4, no. 1, p. 49, 2020, doi: 10.35472/jsat.v4i1.243.
[2] S. Hartanto, “Pemanfaatan Bioaditif Serai Wangi-Etanol Pada Kendaraan Roda Dua
Berbahan Bakar Pertalite,” J. Tek. Mesin ITI, vol. 3, no. 2, p. 35, 2019, doi:
10.31543/jtm.v3i2.264.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 78
Vol. 6, No.1, Maret 2023, Hal: 72-79 ISSN 2622-7398
DOI:[Link] [Link]
Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
[3] B. U. Wisesa and D. Dahlan, “Pengembangan Bioaditif Serai Wangi Pada Bahan Bakar
Bensin Terhadap Performa Mesin Dan Emisi Gas Buang Sepeda Motor,” J. Ilm. Progr. Stud.
Magister Tek. Mesin, vol. 10, no. 2, pp. 29–35, 2017.
[4] R. A. Saputra, N. A. Wigraha, and G. Widayana, “Pengaruh Pencampuran Bahan Bakar
Pertalite Dengan Minyak Terpentin Dan Minyak Atsiri Terhadap Penurunan Emisi Gas
Buang Pada Sepeda Motor Supra X 125,” J. Pendidik. Tek. Mesin Undiksha, vol. 5, no. 2,
2017, doi: 10.23887/jjtm.v5i2.11690.
[5] L. Pratiwi, M. S. Rachman, and N. Hidayati, “Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh
dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana,” Univ. Res. Colloq., vol. 2, pp. 655–661, 2016.
[6] Fahrisal, “Pembuatan Alat Uji Prestasi Mesin Motor Bakar Bensin Yamaha Lexam 115 Cc,”
Pembuat Alat Uji Present. Mesin Mot. Bakar Bensin Yamaha Lexam 115Cc, pp. 1–8, 2017.
[7] Eka Josua, K. Oppusunggu, E. Eswanto, Supriadi, 2018, Uji Kinerja Mesin Pencacah Ubi
Model Rotary Untuk Bahan Baku Pakan Ternak Kapasitas 100 kg/Jam, Jurnal Ilmiah
“MEKANIK” Teknik Mesin ITM, Vol. 4 No. 1, Mei 2018 : 9-17.
[8] J. T. Mesin, F. Teknik, and U. N. Semarang, Pengaruh Campuran Premium Dengan Minyak
Cengkeh Terhadap Performa Mesin , Emisi Gas Buang Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada
Sepeda Motor 4 Langkah. 2016.
[9] Eswanto, H. Hasan, Nurdiana, Determining the Right Nozzle Diameter Size and Their Effect
on the Performance of Picohydro Technology, Journal of Advanced Research in Fluid
Mechanics and Thermal Sciences, vol, 102(1), 2023
[10] I. Wiratmaja, “Analisa Unjuk Kerja Motor Bensin Akibat Pemakaian Biogasoline. Jurusan
Teknik Mesin. Universitas Udayana. Bali.,” J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 4(1), pp. 16–25, 2010.
[11] Ir. Philip Kristanto, Motor Bakar Torak - Teori & Aplikasinya in Motor Bakar Torak - Teori
& Aplikasinya, Sigit Suya. Yogyakarta: ANDI, 2015.
[12] D. Setyaningsih, M. N. Faiziin, and N. Muna, “Pemanfaatan Minyak Atsiri sebagai Bioaditif
Penghemat Bahan Bakar Biosolar,” Indones. J. Essent. OILx, No.x, vol. 3(1),pp.45–54, 2018.
[13] P. Minyak and A. Bunga, “Pengambilan Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Clove Oil)
Menggunakan Pelarut n-Heksana Dan Benzena,” J. Bahan Alam Terbarukan, vol. 1, no. 2, p.
75346, 2013, doi: 10.15294/jbat.v1i2.2546.

Copyright@2023 Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi. This is an open acces article under the CC-BY-SA
lisence ([Link]
FT-UMSU 79

Anda mungkin juga menyukai