0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan48 halaman

Version Control

Dokumen ini menjelaskan tentang sistem pengontrol versi Git, termasuk cara penggunaannya, struktur dasar, dan alur kerja. Terdapat penjelasan mengenai state file, branching, merging, dan kolaborasi menggunakan Git dengan remote repository. Selain itu, dokumen ini juga mencakup perintah-perintah dasar yang digunakan dalam Git.

Diunggah oleh

Vicryy Fahreza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan48 halaman

Version Control

Dokumen ini menjelaskan tentang sistem pengontrol versi Git, termasuk cara penggunaannya, struktur dasar, dan alur kerja. Terdapat penjelasan mengenai state file, branching, merging, dan kolaborasi menggunakan Git dengan remote repository. Selain itu, dokumen ini juga mencakup perintah-perintah dasar yang digunakan dalam Git.

Diunggah oleh

Vicryy Fahreza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Version Control

Batch #5 Android Studi Independent


Apa itu git
- Sistem pengontrol versi atau Version Control System (VCS) yang digunakan untuk
memantau perubahan pada file dan folder dalam suatu proyek software.
- Pengembang software dapat dengan mudah melacak perubahan yang terjadi pada
file-file yang ada dalam proyek, mengembalikan file ke versi sebelumnya, dan juga
berkolaborasi dengan tim pengembang yang lain dalam suatu proyek.
- Github, Bitbucket, Gitlab, dll
● Registrasi akun GitHub
● Install git dengan download di link

Langkah-langkah ●
[Link]

Inisialisasi akun git menggunakan



GitHub

Three State
- Git memiliki tiga state terhadap file kita: modified, staged dan commited
- Modified artinya kita mengubah (menambah,mengedit, menghapus) file, namun
belum disimpan secara permanen ke repository
- Staged artinya kita menandai modifikasi yang kita lakukan terhadap file akan
disimpan secara permanen ke repository
- Commited artinya data sudah aman disimpan di repository
Three Section
- Tiga state sebelumnya di dalam git dilakukan di section yang berbeda-beda, yaitu
Working directory, Staging Area dan Repository.
- Saat kita melakukan modifikasi file, itu dilakukan di working directory.
- Staging Area Merupakan Section dimana file sudah disiapkan untuk disimpan
secara permanen, di Staging Area semua informasi perubahan file akan disimpan
- Repository merupakan tempat dimana semua file dan database riwayat versi file
disimpan.
Diagram Three tree
Workflow
- Sekarang kita tahu tentang arsitektur Three tree, sekarang pertanyaannya,
bagaimana alur kerja menggunakan Git.
- Secara sederhana, setiap perubahan akan kita lakukan di working directory akan
dibaca oleh git secara otomatis.
- Jika ada yang mau kita siapkan untuk disimpan secara permanen, kita akan bawa
perubahan tersebut ke staging index.
- Selanjutnya, kita bisa melakukan penyimpanan versi baru secara permanen ke
repository.
Diagram Workflow V1
Diagram Workflow V2
Langkah-langkah
untuk menambahkan
file


Menambahkan File
Langkah-langkah
untuk memindahkan
ke staging index


Menambahkan File
Langkah-langkah
untuk commit ke
repository


Menambahkan File
Latihan
-Tambahkan fi[Link], lalu commit ke repository
-Tambahkan fi[Link], lalu commit ke repository
Mengubah File
- Untuk melakukan perubahan file, kita cukup lakukan perubahan file terhadap file
yang sudah ada di repository
- Secara otomatis git bisa mendeteksi perubahan
- Sama seperti dengan menambahkan file, jika perubahan ingin kita simpan secara
permanen, kita bisa pindahkan ke staging index, lalu commit ke repository.
Ketika kita
mengubah File


Menambahkan File
Melihat perubahan file
- Ketika kita melakukan perubahan, git otomatis mendeteksi bahwa file tersebut
isinya sudah berubah.
- Jika kita ingin melihat perubahan yang terjadi, kita juga bisa menggunakan git
untuk melihat perubahannya dengan perintah :
git diff
Ketika kita
mengubah File


Menambahkan File
Latihan
-Ubah isi konten di fi[Link]
-Commit perubahan fi[Link] ke repository
-Ubah fi[Link] dan fi[Link], lalu commit semuanya ke repository
Ketika kita mengubah
File1 dan file 2


Menambahkan File
Ketika kita mengubah
File1 dan file 2


Menambahkan File
Menghapus File
- Untuk menghapous file di repository, kita cukup lakukan delete filenya di
foldernya.
- Secara Otomatis git akan mendeteksi file yang hilang
- Sama seperti menambahkan dan menghapus, jika ingin simpan secara permanen di
repository, kita harus menambahkan operasi tersebut ke staging index, lalu
commit ke repository.
Ketika kita
menghapus git status


Menambahkan File
Ketika kita git commit


Menambahkan File
Membatalkan Penambahan File
- Jika kita menambahkan file di working directory, lalu misal kita ingin membatalkan
perubahannya.
- Caranya cukup dengan, kita perlu menghapus file tersebut, atau bisa
menggunakan perintah :
Git clean -f
Ketika kita membatalkan
penambahan git status


Menambahkan File
Ketika kita membatalkan
penambahan file git clean
-f


Menambahkan File
Membatalkan Perubahan File
- Jika kita ingin membatalkan perubahan file yang telah kita lakukan, kita bisa
menggunakan perintah :
Git restore namafile
Ketika kita membatalkan
perubahan git status


Menambahkan File
Ketika kita membatalkan
perubahan


Menambahkan File
Pengenalan Branch
- Branching Artinya kita membuat timeline baru yang berbeda dari timeline utama.
- Biasanya timeline utama, atau branch utama disebut dengan master atau main.
- Saat kita membuat timeline branch baru, semua perubahan yang kita lakukan
tidak akan merusak timeline branch utama
- Oleh karena itu fitur branching cocok digunakan misal kita akan menambahkan
fitur di repository, sehingga jika ternyata bermasalah , kita tinggal mudah pindah
ke timeline utama.
- Tidak ada batasan berapa banyak branch yang bisa kita buat di git, kita bebas
membuar branch dari branch manapun.
Diagram Branch
Diagram Branch
Membuat Branch
- Untuk membuat branch baru, caranya mudah bisa dengan perintah :
Git branch namabranch
- Saat kita buat branch baru, secara otomatis branch baru akan dimulai dari posisi
branch kita saat ini, jika misal kita membuat branch baru ketika posisi kita sedang
di branch main/master, maka branch baru tersebut akan dibuat dari branch
master.
- Untuk kita membuat branch baru dan langsung posisi kita berpindah ke branch
yang kita buat maka bisa menggunakan perintah :
git checkout -b namabranch
Membuat Branch
Membuat Branch
Mengubah nama Branch
- Jika kita melakukan kesalahan pembuatan nama branch, kita juga bisa lakukan
perubahan nama branch.
- Namun untuk melakukannya kita perlu pindah terlebih dahulu ke branch yang
ingin kita ubah namanya
- Setelah pindah, kita bisa gunakan perintah :
git branch -m namabaru
Merge
- Merge adalah proses dimana kita melakukan penggabungan dua buah branch
- Merge biasanya dilakukan setelah kita selesai membuat kode program pada
sebuah branch dan ingin menggabungkan fitur tersebut ke branch lain, misal ke
branch utama
- Saat kita melakukan merge, branch tidak akan dihapus, artinya kita masih tetap
bisa melakukan commit di branch yang ada.
- Jika ingin menghapus branch yang sudah di merge, kita perlu lakukan secara
manual
Merge Conflict
- Dalam pembuatan aplikasi, biasanya setiap programmer akan melakukan
penambahan kode program di Repository secara parallel
- Biasanya tiap programmer akan membuat branch masing-masing
- Dan tidak bisa dihindari, kadang programmer akan melakukan perubahan pada
kode file yang sama di branch berbeda.
- Dan biasanya ketika melakukan merge, akan terjadi yang namanya conflict.
- Hal ini disebabkan, satu file diubah di branch yang berbeda, sehingga ketika di
merge, kita perlu melakukan yang namanya merge conflict.
Git Remote
- Saat nanti bekerja dengan tim, atau berkolabirasi, kita tidak hanya akan
menyimpan git repository pada satu komputer saja.
- Tiap anggota tim, kemungkinan akan meng-copy git repository yang kita buat, dan
juga melakukan kontribusi ke git repositorynya.
- Git mendukung centralized server, dimana kita bisa menyimpan perubahan git
repository di komputer ke git server.
- Karena git merupakan distributed version control, walaupun kita gunakan git
server, tapi kita tidak wajib terkoneksi ketika ingin mengelola git repository.
- Hanya ketika ingin mengirim perubahan atau mengambil perubahan baru kita
butuh terkoneksi ke Git server.
Diagram Git Remote
Push
- Walaupun kita sudah menyimpan perubahan di git project di local , tapi tidak
secara otomatis akan di sync dengan remote repository
- Hal ini karena sejak awal git di desain sebagai distributed version control, artinya
kita bisa melakukan perubahan dimanapun dan kapanpun, tanpa harus terkoneksi
ke git server.
- Oleh karena itu, jika kita ingin mengirim perubahan yang terjadi di git project di
local kita, kita perlu mengirimnya secara manual ke git server.
- Untuk mengirim perubahan di local ke git server, kita bisa gunakan perintah yang
bernama git push.
Membuat Pull Request
Mengisi detail PR
Review dan merge PR
Clone
- Apa yang harus dilakukan jika misal kita ingin download project git yang ada di
server ke komputer baru?
- Hal ini dinamakan perintah : git clone urlrepository
- Dengan perintah clone, kita bisa download project di remote repository ke local
dengan otomatis di download sebagai git project.
Perintah utama
➔ git config
Mengkonfigurasi pengaturan di lokal.
➔ git remote
Mengkonfigurasi koneksi lokal dengan remote
➔ git init
Menginisiasi git di lokal
➔ git add
Mendaftarkan file yang akan disimpan pada “check
point”
➔ git commit
Melakukan check point

➔ git push
Mengirim file yang telah didaftarkan pada check point

➔ git pull
Menarik file yang dari server ke lokal
Tanya & Jawab
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai