0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Plambing - Tan Ai Cin

Dokumen ini merupakan perencanaan teknis sistem sanitasi plambing untuk pembangunan rumah tinggal di Jl. Komplek Graha Helvetia AI-51, Deli Serdang, Sumatera Utara. Terdapat penjelasan mengenai kebutuhan air bersih, volume air buangan, dan spesifikasi teknis material yang digunakan dalam instalasi plambing. Selain itu, dokumen ini juga mencakup perhitungan kapasitas pompa dan volume septic tank yang diperlukan.

Diunggah oleh

Winbo Cantik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Plambing - Tan Ai Cin

Dokumen ini merupakan perencanaan teknis sistem sanitasi plambing untuk pembangunan rumah tinggal di Jl. Komplek Graha Helvetia AI-51, Deli Serdang, Sumatera Utara. Terdapat penjelasan mengenai kebutuhan air bersih, volume air buangan, dan spesifikasi teknis material yang digunakan dalam instalasi plambing. Selain itu, dokumen ini juga mencakup perhitungan kapasitas pompa dan volume septic tank yang diperlukan.

Diunggah oleh

Winbo Cantik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN TEKNIS BANGUNAN

SISTEM SANITASI PLAMBING


PEMBANGUNAN RUMAH TEMPAT TINGGAL
DILOKASI JL. KOMPLEK GRAHA HELVETIA AI-51, DESA HELVETIA,
KECAMATAN LABUHAN DELI, KABUPATEN DELI SERDANG,
PROVINSI SUMATERA UTARA

Diajukan Untuk Melengkapi persyaratan


Guna proses perizinan bangunan
Di Kabupaten Deli Serdang

RUMAH TEMPAT TINGGAL


FEBRUARI 2023
1. PENDAHULUAN
Perumahan dan permukiman merupakan salah satu kebutuhan pokok
manusia. Sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal
28, bahwa rumah adalah salah satu hak dasar rakyat dan oleh karena itu setiap
Warga Negara berhak untuk bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup
yang baik dan sehat. Selain itu rumah juga merupakan kebutuhan dasar manusia
dalam meningkatkan harkat, martabat, mutu kehidupan dan penghidupan, serta
sebagai pencerminan diri pribadi dalam upaya peningkatan taraf hidup, serta
pembentukan watak, karakter dan kepribadian bangsa.
Pembangunan perumahan dan permukiman selalu menghadapi
permasalahan pertanahan, terlebih di daerah perkotaan terkait ketersediaan lahan
yang terbatas. Kecenderungan pengembangan pertumbuhan penduduk
mengarah pada wilayah pinggiran kota sebagai akibat perluasan aktivitas kota.
Pusat kota sudah tidak mampu lagi menampung desakan jumlah penduduk.
Pertambahan penduduk yang terus meningkat mengindikasikan bahwa
perkembangan penduduk menyebar ke arah pinggiran kota (suburban) sehingga
sebagai konsekuensinya adalah terjadi perubahan penggunaan lahan di
perkotaan. Keterbatasan lahan kosong di perkotaan menjadikan daerah pinggiran
kota menjadi alternatif pemecahan masalah.

1.1. Deskripsi Bangunan


 Proyek : Rumah Tempat Tinggal
 Pemilik : Tan Ai Cin
 Lokasi : Jl. Komplek Graha Helvetia AI-51, Des. Helvetia,
Kec. Labuhan Deli, Kab. Deli Serdang,
Prov. Sumatera Utara
 Luas Lahan / Tanah : 1037 m²
 Tiitk Koordinat : N 3°37’28.4”, E 98°39’29.3”
 Fungsi : Hunian
 Struktur Utama : Rangka Beton
 Sistem Pondasi : Pondasi Dangkal (Telapak)
 Zona Gempa : Wilayah Sumatera Utara
 Jenis Tanah : Tanah Sedang

1.2. Lokasi Bangunan


Bangunan Rumah Tempat Tinggal ini terletak di Jalan Komplek Graha
Helvetia AI-51, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli
Serdang Letak detail lokasi terlampir di gambar 1.1.

Gambar 1.1 Peta Lokasi Bangunan

2. URAIAN DAN PEMBAHASAN


2.1. PERATURAN DAN STANDART
a. PPI = Pedoman Perpipaan Indonesia
b. NPC = Nastional Plumbing Codes
c. BS = British Standar Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat
d. ASME = American Society of Mechanical Engineer
e. FM = Factory Manual
f. ASTM = American Society for Testing and Material
g. SII = Standar Industri Indonesia
h. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia 1974
i. AV 1941 (Algelemene Voorwaarden Voor de Uvitvoe ring bijaaneming van
werken).
j. Peraturan-peraturan Umum untuk Pemeriksaan Bahan Bangunan
Indonesia (PUBB) 1956.
k. Peraturan–peraturan yang dikeluarkan oleh Jawatan Keselamatan Kerja.
l. Standard Nasional Indonesia 03-6197-2000.
m. Petunjuk dari Pabrik Produk/ Pembuat Peralatan.
n. Peraturan Lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan
Pemda setempat.

[Link] DAN DETAIL PLAMBING


[Link] DAN PEMBAHASAN
1. Spesifikasi Bahan / Material Perpipaan
Spesifikasi teknis dari PVC Pipe sebagai berikut :

:16 – 35 mm2
: Type VP = 10 kg/cm2 Produk dari :
PVC Diameter
: Type VU = 5 kg/cm Vinion/Wavin
Pipes Working Pressure
: Type AW = 10 kg/cm2 Supraton
: Type D = 5 kg/cm2

Spesifikasi ABS (BRITISH STANDARD)


Penggunaan : Air bersih
Tekanan standard 10 bar

URAIAN KETERANGAN
Acrilonitrile Butadiene Styrene
Pipa
(ABS (BRITISH STANDARD))
ABS (BRITISH STANDARD) Injection
Sambungan/fitting
Moulded Sanitary fitting large radius,
Solvent Cement. Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

Spesifikasi PVC 10
Penggunaan : Air limbah
Tekanan standard 10 bar
URAIAN KETERANGAN
Pipa Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar
PVC injection moulded sanitary fitting
Reducer
concentric, Solvent Cement Joint Type.
Solvent Cement. Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

2. Kebutuhan Air Bersih


Sistem instalasi yang direncanakan adalah instalasi plambing dengan
mengetahui gambar denahnya. Dengan demikian dapat dihitung kebutuhan
air bersihnya.
A. Berdasarkan Jumlah Pengunjung
Jika jumlah pengunjung diketahui, maka dapat diperkirakan berdasarkan
luas lantai efektif serta menetapkan kepadatan area, misal 1 m2 per orang.
Dari denah dapat dihitung luas lantai efektif adalah:
i. Luas total lantai = 725 m²
ii. Luas efektif lantai (A Effektif)A
Efektif = A total x 70 % = 725 x 507 % = 507 m² ∞ 50 m²
iii. jumlah total penghuni / m2 = 50 m² / 1 m² = ∞ 50 orang
iv. maka jumlah total penghuni = 50 x 3 = 150 orang

Pemakaian air rata-rata mengacu pada SNI 03-7065- 2005 :


 Rumah Tinggal = 120 lt/hari
Diambil sebesar 120 lt/hari = 0,12 m3/hari

Jangka waktu pemakaian air rata-rata perhari


Diambil pemakaian rata-rata = 8 jam
Faktor keamanan sebesar 20 % untuk mengatasi kebocoran, pancuran air,
penyiraman tanaman, dll.
Maka dapat dihitung kebutuhan pemakaian air adalah :
a. Pemakaian air per hari (Q) adalah :
Jumlah total penghuni x pemakaian air rata-rata per hari
= 150 x 120 = 18.000 lt/hari= 18 m³/hr
b. Pemakaian air rata-rata sehari :
Qd = ( 20 % x Q ) + Q
= ( 20 % x 18) + 18 = 21,6 m³/hr
c. Pemakaian air rata-rata :
Jangka waktu pemakaian air rata-rata
(h) = 8 jam Qh = Qd / h = ( 21,6 m³/hr ) / 8 jam = 2,7 m³/ jam
d. Pemakaian air pada jam puncak :
Qh max = C1 x Qh dengan C1 = 1,5 – 2 ( diambil C1 = 2 )
= 2 x 2,7 m³ / jam = 5,4 m³ / jam
e. Pemakaian air pada menit puncak :
Qm max = C2 x ( Qh / 60 ) dengan C2 = 3–4 (diambil C2 = 4)
= 4 x ( 2,7 / 60 ) = 0,18 m³/menit

B. Berdasarkan Jumlah dan Jenis Alat Plambing


Untuk gedung pertemuan dan kuliah empat lantai dihitung menurut tabel
3.13 Sofyan Noor Bambang (lampiran)
Alat plambing yang digunakan: :
 Closet = 1 buah x 15 lt x 1 kali/jam = 15 lt/jam
 Wastafel = 1 buah x 10 lt x 1 kali/jam = 10 lt/jam
 Kran air = 1 buah x 5 lt x 1 kali/jam = 5 lt/jam
 Jumlah total = 30 lt/jam

Total kebutuhan Jumlah air = 30 lt/jam


Penggunaan serentak untuk penggunaan alat plambing adalah 40 %
berdasarkan Sofyan Noor Bambang tabel 3.15 : 40 % x 30 = 12 lt/jam
Kebutuhan air perlengkapan per hari adalah 8 jam, sehingga kebutuhan air
per hari Qd = 12 lt/jam x 8 jam = 96 lt = 0,096 m3
Jadi kebutuhan air bersih untuk semua perlengkapan sanitasi per hari pada
bangunan tersebut adalah 0,096 m3.

3. Volume Air Buangan


Berdasarkan volume air buangan ditaksir 90 % pemakaian air menjadi limbah :
a. Berdasarkan Jumlah Pemakai :
 Jumlah air buangan rata-rata
90 % x Qh = 90 % x 2,7 m3 /jam = 2,43 m3/jam
 Jumlah air buangan pada beban puncak Pada jam puncak :
90 % x Qh max = 90 % x 5,4 m3 /jam = 4,86 m3/jam
 Pada menit puncak :
90 % x Qm max = 90 % x 0,18 m3 /jam = 0,16 m3/menit
b. Berdasarkan Jenis dan Jumlah alat Plambing :
Pemakaian air sebesar 0,096 m3, sehingga volume air buangan sebesar :
90 % x 0,096 m3 = 0,0864 m3
Perjamnya = 0,0864m3/ 8 jam = 0,0108 m3/jam

4. Reservoir
A. Perhitungan Reservoir Atas
Tangki atas disediakan dengan kapasitas cukup untuk jangka waktu
kebutuhan puncak yaitu sekitar 30 menit.
Kapasitas efektif tangki atap :
Ve = Qp – (Qmax x Tp )+ (Qpu x Tpu)
Dimana:
Ve = Kapasitas Effektif Tangki atas
Qp = Kebutuhan puncak
Qmax = Kebutuhan jam puncak
Tp = Kapasitas pompa pengisi (diusahakan sebesar Qmax)
Qpu = Jangka waktu kebutuhan puncak
Tpu = Jangka waktu pompa pengisi
Data yang diperoleh adalah :
Qp = 0,18 m3/menit = 180 lt/menit
Qmax = 5,4 m3/jam = 0,09 m3/menit = 90 liter/menit
Qpu = 150 lt/menit
Tpu = 5 menit
Tp = 10 menit
Sehingga:
Ve = Qp – (Qmax x Tp) + (Qpu x Tpu)
= 180 – (90 x 10) + (150 x 5)
= 1.640 lt
= 1.640 lt ∞ 1670 lt

Jadi tangki atas dengan volume 1.670 lt diperkirakan cukup untuk


melayani gedung.
5. Kapasitas Pompa
Tangki Angkat Pompa:
H = Ha + Hfsd + ( V/2g) Dimana:
H = Tinggi angkat pompa
Ha = Tinggi potensial
Hfsd = Kerugian gesek dalam pipa hisap dan pipa tekan (m)
V/2g = Tekanan kecepatan dalam lubang keluar pipa (m)
Daya motor penggerak pompa:
Nm = 0,163 x Q x H x (1 + A) / Np
Dimana:
Nm = Daya motor penggerak pompa (KW)
Q = Kapasitas Pompa (m/menit)
H = Tinggi angkat total (m)
A = Faktor yang bergantung jenis motor ( 0,1 – 0,2 untuk Motor listrik)
Np = Efisiensi pompa (%)

Data yang diperoleh:


Ha =8m
Hfsd = 20 % . Ha = 20 % x 15 m = 3 m
V/2g =2m
Q = 0,18 m3/menit
A = 0,1
Np = 45 %
Sehingga dapat diketahui :
H = Ha + Hfsd + (V/2g) =8 + 3 + 2 = 13 m
Nm = 0,163 x Q x H x (1 + A) / Np
= 0,163 x 0,18 x 13 x (1 + 0,1) / 0,45
= 0,93 KW ∞ 1,00 KW

Motor listrik penggerak pompa dipilih yang mampu menghasilkan daya


sekurang- kurangnya sebesar 1,0 KW atau 1,0 HP pada porosnya.
6. Septic Tank
Volume septictank diperkirakan sebesar 15 lt/orang dikalikan 3 kali dalam
sehari. Pengunjung yang menggunakan diasumsikan sejumlah 30 % dari
keseluruhan. Jika jumlah pengunjung sebanyak 50 orang, maka yamg
menggunakan diperkirakan sebesar 30 % x 50 orang = 15 orang ∞ 15 orang
Volume septictank adalah :
15 orang x 2 lt/orang x 3 kali = 90 liter = 0.09 m3
Jadi volume septictank yangdigunakan untuk melayani gedung sebesar 0.09 m3

Anda mungkin juga menyukai