1
MODUL TABLE MANNER
Oleh:
1. Dr. Hj. Sukmawati, SKM, [Link], RD
2. Retno Sri Lestari, [Link], [Link]
3. Thresia Dewi K. B., SKM, [Link]
4. Siti Saharia Rowa, [Link], [Link]
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah
Subahanalwataallah, karena modul ini bisa selesai sesuai rencana. Modul
ini merupakan suatu bahan ajar untuk praktik kuliner mengenai Table
Manner yang dibuat untuk digunakan oleh dosen dan mahasiswa.
Modul Table Manner di dalamnya mencakup materi tentang
pengertian, tata cara dan tata karma Table Manner. Table Manner adalah
tata cara makan, yang melingkupi bagaimana cara duduk, cara
menggunakan peralatan makan dan etika yang diterapkan ketika makan.
Kemampuan Table Manner yang baik di atas meja, bisa menambah value
kelas sosial di mata orang lain.
Pengetahuan tentang Table Manner atau etiket makan sangat
diperlukan oleh setiap orang, karena tidak setiap orang mempunyai aturan
yang sama saat di meja makan. Hal ini dikarenakan perbedaan adat dan
kebudayaan dari setiap orang. Hal lainnya yaitu, karena Indonesia
merupakan negaran kepulauan yang memiliki beragam suku, sehingga
aturan atau etiket makan dari setiap suku daerah akan berbeda.
Kami menyadari bahwa modul ini banyak kekurangannya dan
masih jauh dari sempurna. Mengingat keterbatasan kami, mohon kiranya
para pembaca dan pengguna modul ini berkenan menyampaikan kritik
untuk memperbaiki kekurangan serta sumbang saran untuk
penyempurnaan modul ini.
Makassar, Maret 2021
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL 1 ..........................................................................................
HALAMAN JUDUL 2 ..........................................................................................i
KATA PENGANTAR..........................................................................................ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan .......................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................ 2
B. Tujuan ........................................................................................................... 2
C. Materi ............................................................................................................ 2
BAB II Pembahasan ......................................................................................... 3
A. Pengertian Table Manner ................................................................................. 3
B. Pentingnya Belajar Table Manner.................................................................. 3
C. Tata Cara Table Manner ................................................................................... 4
D. Tata Krama Table Manner ............................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 19
iii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Table Manner atau sering dikenal dengan istilah etiket makan,
merupakan aturan atau tata krama yang dibuat oleh orang untuk mengatur
pergaulan dalam masyarakat, khususnya dalam aturan makan. Aturan ini
sangat penting untuk diketahui karena dengan semakin berkembangnya
zaman dan semakin luasnya pergaulan setiap orang yang tidak hanya
bergaul dengan satu suku saja,,sehingga setiap orang perlu mengetahui
etiket makan yang telah umum berlaku di masyarakat. hal lain yang
membuat kenapa etiket makan perlu di pelajari dan diketrahui oleh setiap
orang adalah, dengan berkembangnya cara orang untuk berkomunikasi
lewat jamuan-jamuan makan. Hal ini mengakibatkan setiap orang harus
mengetahui etiket atau aturan dalam menghadiri jamuan-jamuan makan
tersebut.
Table Manner adalah tata cara makan, yang melingkupi bagaimana
cara duduk, cara menggunakan peralatan makan dan etika yang
diterapkan ketika makan. Kemampuan Table Manner yang baik di atas
meja, bisa menambah value kelas sosial di mata orang lain.
Pengetahuan tentang Table Manner atau etiket makan sangat
diperlukan oleh setiap orang, karena tidak setiap orang mempunyai aturan
yang sama saat di meja makan. Hal ini dikarenakan perbedaan adat dan
kebudayaan dari setiap orang. Hal lainnya yaitu, karena Indonesia
merupakan negaran kepulauan yang memiliki beragam suku, sehingga
aturan atau etiket makan dari setiap suku daerah akan berbeda.
Etiket makan yang berlaku standar di pakai pada acara jamuan
makan ataupun saat menghadiri undangan makan di restoran, adalah
etiket makan yang berkembang di negara-negara Eropa. Table Manners
sudah dikenal sejak zaman dahulu terutama berkembang di istana
kerajaan. Di Negara Eropa, kerajaan Perancis yang dipimpin oleh raja
Louis XIV, merupakan kerajaan yang sangat terkenal dan sering
mengadakan jamuan makan baik bagi dirinya sendiri maupun untuk
menghormati orang-orang berpangkat. Sejak itulah Table Manners
berkembang sampai saat ini dan berkembang juga di Negara Indonesia.
1
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
mahasiswa tentang pengertian dan pentingnya belajar Table
Manner, tata cara Table Manner, serta tata krama Table Manner.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang
pengertian Table Manner.
b. Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang
pentingnya belajar Table Manner.
c. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
mahasiswa tentang tata cara Table Manner.
d. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
mahasiswa tentang tata krama Table Manner.
C. Materi
a. Pengertian Table Manner
b. Pentingnya belajar Table Manner
c. Tata cara Table Manner
d. Tata karma Table Manner
2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Table Manner
Table Manner adalah tata cara makan, yang melingkupi
bagaimana cara duduk, cara menggunakan peralatan makan dan
etika yang diterapkan ketika makan. Kemampuan Table Manner
yang baik di atas meja, bisa menambah value kelas sosial di mata
orang lain.
Sumber: [Link]
B. Pentingnya Belajar Table Manner
Pengetahuan tentang Table Manners atau etiket makan
sangat diperlukan oleh setiap orang, karena tidak setiap orang
mempunyai aturan yang sama saat di meja makan. Hal ini
dikarenakan perbedaan adat dan kebudayaan dari setiap orang.
Hal lainnya yaitu, karena Indonesia merupakan negaran kepulauan
yang memiliki beragam suku, sehingga aturan atau etiket makan
dari setiap suku daerah akan berbeda.
Table Manner mencerminkan kepribadian yang pintar dan
berakademis, mencerminkan kepribadian yang sopan, menambah
kepercayaan diri seseorang, membawa nama baik pribadi, ataupun
perusahaan.
3
C. Tata Cara Table Manner
Tata cara adalah runtutan cara seseorang dalam melakukan
suatu pekerjaan (dalam hal ini menyantap hidangan).
1. Waktu ; pastikan Anda datang paling lambat 30 menit sebelum
acara dimulai, tamu undangan masuk ke dining room.
Sumber: dokumen penulis 2021.
2. Pakaian ; sesuai dengan acara yang akan dilaksanakan. Biasanya
di dalam surat undangan akan dicantumkan, apakah formal, semi
formal atau casual.
Sumber: [Link]
4
3. “Ladies First” didahulukan tamu wanita untuk duduk, para tamu pria
tidak diperkenankan duduk terlebih dahulu, tetapi menunggu di
belakang kursi sambil membantu wanita di sebelah kanannya
dengan menarik kursi agar memungkinkan ia duduk dengan
mudah.
Sumber: [Link]
4. Duduklah dengan tegak; Tidak terlalu merapat ke meja dan kedua
lutut di bawah meja.
Sumber: dokumen penulis 2020.
5. Buka lipatan serbet/ napkin dan letakkan di atas pangkuan. Jika
serbet/ napkin terlalu lebar, anda tidak perlu seluruh lipatannya.
6. Kedua tangan di letakkan di atas pangkuan, bila acara makan
belum dimulai.
5
7. Saat hidangan disajikan. Jangan memulai sebelum semua yang
berada di meja anda mendapatkan bagiannya dan tunggu sampai
dipersilahkan oleh Tuan/Nyonya rumah untuk makan.
Sumber: [Link]
8. Peralatan makan harus digunakan tanpa mengeluarkan
suara/bunyi. Jangan sekali-kali memasukan pisau ke mulut.
9. Bila suatu hidangan ditawarkan, anda ambil secukupnya dan
ambilah bagian terdekat tanpa memilih-milih.
NO YES
Sumber: [Link]
6
10. Hindari posisi siku tangan berada di atas meja, ketika menikmati
hidangan termasuk saat menyuap makanan.
Sumber: [Link]
Sumber: [Link]
11. Jika dalan perjamuan dihidangkan wine, jangan langsung
meminumnya. Biasakan untuk menunggu sebentar sampai semua
mendapatkan bagian dan dipersilahlan oleh tuan rumah.
12. Setelah selesai menyantap makanan, letakkan peralatan makan di
atas piring dengan posisi bersisian (bukan di silangkan).
7
Sumber: [Link]
13. Jika hendak meninggalkan meja makan, lipat serbet menjadi
ukuran kecil dan tempatkan di sebelah kiri atau kanan alat
makan kita, atau posisikan di sandaran kursi kita.
Sumber: [Link]
8
14. Alat makan, diposisikan terbuka seperti gambar di bawah ini,
menunjukkan bahwa tamu tsb masih ingin melanjutkan makan
Sumber: dokumen penulis 2021.
15. Letakkan tas dan jaket di tempat yang tidak mengganggu
kenyamanan pada saat menyantap.
Sumber: [Link]
9
Alat dan Cara Penggunaan
Contoh Peralatan
Sumber: [Link]
10
Cara Memegang Gelas
Peganglah gelas Wine di tengah kaki gelas Wine.
NO YES
Peganglah gelas goblet dengan menjepit kaki gelas tersebut
menggunakan jari tangan
Sumber: [Link]
11
Cara Memegang Pisau dan Garpu
Peganglah pisau dan garpu dengan telunjuk.
Sumber: [Link]
12
Tatanan Meja
Sumber: [Link]
Sumber: [Link]
13
1. Menikmati Roti
Sumber: [Link]
2. Menikmati Makanan Pembuka (Appetizer)
Sumber: [Link]
14
3. Menikmati Sup
15
Sumber: [Link]
16
4. Menikmati Makanan Utama (Main Course)
Sumber: [Link]
5. Menikmati Makanan Penutup (Dessert)
Sumber: [Link]
17
D. Tata Krama Table Manner
Tata karma adalah sikap dasar seseorang atau perilaku dan
kebiasaan dalam pergaulan formal ataupun non formal.
1. “Tooth picking”, tidak layak untuk menggunakan tusuk gigi secara
terbuka maupun tertutup di meja makan dalam rangka acara-acara
makan malam “DINNER” maupun makan siang.
2. “Excuse me”, ada baiknya “ucapkan permisi” untuk meninggalkan
meja sementara, untuk pergi ke “Restroom” yang ada, atau
posisikan di sandaran kursi kita.
3. “Spitting”, tidak diperbolehkan untuk meludah dimanapun dan
didalam kesempatan apapun apalagi di tempat umum termasuk
apabila melakukannya di sapu tangan.
4. “Yawning”, dalam pergaulan sehari-hari termasuk dalam acara-
acara tertentu tidak dibenarkan untuk “menguap” di depan umum
apalagi dengan mengeluarkan suara, apapun dengan meminta
maaf setelah melakukannya. “Blow The Nose” tidak layak kiranya
untuk membuang ingus di jalanan atau ditempat umum lainnya
apalagi dengan menggunakan tangan, kecuali dengan sapu
tangannya.
5. “Burping”, dianggap tidak patut “bersendawa” dalam kesempatan
acara perjamuan makan apapun baik resmi maupun tidak resmi.
6. “Gargling While Drinking”, hindarkan minum dengan berkumur
setelah makan dengan maksud untuk menghilangkan sisa
makanan yang terselip di gigi.
7. “Smacking”, banyak dilakukan tanpa sadar di dalam acara makan
dimana dilakukan dengan bunyi “berkecap”
8. “Gulping” pada saat makan sup ataupun minum minuman yang
masih panas tidak diperkenankan meneguk dengan mengeluarkan
suara “menyeruput”.
18
DAFTAR PUSTAKA
Dalton Hotel, 2019. Table Manner. Makassar.
Karina, S. M. Amrihati, E.T. 2017. Pengembangan Kuliner. Pusat
Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Bahan Ajar.
Jakarta Selatan.
Siregar, R. Surata, G. 2017. Gizi Kulinari. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Buku Ajar. Jakarta.
Siregar, R. Nilawati, N.S, dkk. 2016. Gizi Kuliner Dasar. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Buku Ajar. Jakarta.
19