KEPALA DESA
RANCANGAN PERATURAN DESA WONUA MONAPA
NOMOR 06 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA TAHUN 2026
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA WONUA MONAPA
Menimbang a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 49 ayat (4) Peraturan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi
Nornor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa
dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, pengesahan dokumen RKP
Desa dilakukan dengan penandatangan Peraturan Desa tentang RKP
Desa oleh kepala Desa dan ketua BPD;
b. bahwa berdasarkan pertimbanganÞ sebagaimana dimaksud dalam
þuruf a, perlu menetapkan Peraturan Desa tentang Rencana Kerja
Pernerintah besa Tahun 2026;
Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran
Negara tahun Republik Indonesia Tahun 2014 Nornor 7, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nornor 5495);
2. Peraturan Pemerintah Nornor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539)
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Pemerintah Nornor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nornor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nornor 5539);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558); sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014
Tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5694 ); Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 Tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014
Tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan
Balanja Negara.
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang
Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 2093);
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pembangunan Desa (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 2094);
6. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pedoman Kewenangan
Berdasarkan Hak Asal usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 158);
7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Pembangunan kawasan
perdesaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
359);
8. Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 96 Tahun 2017 Tentang tata
cara kerja sama desadi bidang pemerintahan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1203);
9. Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang
Klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan
dan keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2019 Nomor 1447);
10. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Musyawarah Desa
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1203);
11. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman umum
pembangunan desa dan pemberdayaan desa (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1633);
12. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
13 Tahun 2023 tentang petunjuk operasioanlatas focus
penggunaan Dana Desa Tahun 2025Tahun 2025 (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 868 );
13. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
7 Tahun 2023 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa
Tahun 2025 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2023 Nomor 868 );
14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 145 Tahun 2023
tentang Pengelolaan Dana Desa (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1051);
15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2023
tentang Pengalokasian Dana Desa setiap Desa,
penyaluran dan penggunaan Dana Dea Tahun
Anggaran 2025 (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2023 Nomor 1052);
16. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa ( Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 753);
17. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pedoman
Umum Pendampingan Masyarakat Desa ( Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 262);
18. Peraturan Daerah Konawe Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana
pembangunan Jangka menengah Daerah (Lembaran aerah Kabupaten
Konawe Tahun 2021 Nomor 254)
19. Peraturan Bupati Konawe Nomor 10 Tahun 2025 tentang petunjuk
teknis penyusunan perencanaan pembangunan desa (Berita Daerah
Kabupaten Konawe Tahun [Link] 10)
20. Peraturan Desa Wonua Monapa Nomor 02 Tahun 2022 tentang
kewenangan berdasarkan Hak asal usul berskala desa ( Lembaran
Desa Lahunggumbi Tahun 2022 nomor,…)
21. Peraturan Desa Wonua Monapa Nomor 5 Tahun 2024 Tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa ) Tahun
2022-2030 (Lembaran Desa Wonua Monapa Tahun 2025 Nomor 5)
Dengan Persetujuan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA WONUA MONAPA
dan
KEPALA DESA WONUA MONAPA
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH
DESA WONUA MONAPA TAHUN 2026
BAB 1
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan :
1. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama Iain, selanjutnya disebut
Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat
berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan
dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Perdesaan adalah kawasan kerja sama antar Desa untuk pengembangan usaha, kegiatan
kemasyarakatan, pelayanan, pembangunan, pernberdayaan masyarakat, keamanan, dan
ketertiban.
3. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Desa.
4. Pembangunan Perdesaan adalah pernbangunan yang dilaksanakan antar Desa dalam
bidang pengembangan usaha, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan, pembangunan,
pernberdayaan masyarakat, keamanan, dan ketertiban.
5. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan
kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan,
perilaku, kernampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan
kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan
prioritas kebutuhan masyarakat Desa.
6. Kewenangan Desa adalah kewenangan yang dimiliki Desa meliputi kewenangan di
bidang penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa,
pernbinaan kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berdasarkan
prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat Desa.
7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan
masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
8. Pemerintah Desa adalah kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu
perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa adan Permusyawaratan
—JDesa yang selanjutnya disingkae BPD .atau yang disebut dengan nama lain adalah
lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari
penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara adernokratis.
9. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah antara BPD,
Pernerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh BPD untuk
menyepakati hal yang bersifat strategis.
10. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut Musrenbang
Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang
diselenggarakan oleh Pemerintah Desa untuk menetapkan prioritas, program, kegiatan,
dan kebutuhan Pernbangunan Desa yang didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja
Desa, swadaya masyarakat Desa, dan/ atau anggaran pendapatan dan belanja daerah
kabupaten/ kota.
11. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh kepala Desa
setelah dibahas dan disepakati bersama BPD.
12. Perencanaan Pembangunan Desa adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan
oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan BPD dan unsur masyarakat secara partisipatif
guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya Desa dalam rangka peningkatan
kualitas hidup manusia dan penanggulangan kemiskinan.
13. SDGs Desa adalah upaya terpadu Pembangunan Desa untuk percepatan pencapaian
tujuan pembangunan berkelanjutan.
14. Pendataan Desa adalah proses penggalian, pengumpulan, pencatatan, verifikasi dan
validasi data SDGs Desa, yang memuat data objektif kewilayahan dan kewargaan Desa
berupa aset dan potensi aset Desa yang dapat didayagunakan untuk pencapaian tujuan
Pembangunan Desa, masalah ekonomi, sosial, dan budaya yang dapat digunakan sebagai
bahan rekomendasi penyusunan program dan kegiatan Pembangunan Desa, serta data dan
informasi terkait lainnya yang menggambarkan kondisi objektif Desa dan masyarakat
Desa.
15. Sistem Informasi Desa adalah sistem pengolahan data kewilayahan dan data kewargaan di
Desa yang disediakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi serta dilakukan secara terpadu dengan mendayagunakan fasilitas perangkat
lunak dan perangkat keras, jaringan, dan sumber daya manusia untuk disajikan menjadi
informasi yang berguna dalam peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan publils
serta dasar perumusan kebijakan strategis Pembangunan Desa.
16. veta Jalan SDGs Desa adalah dokumen rencana yang memuat kebijakan strategis dan
tahapan pencapaian SDGs Desa sampai dengan tahun 2030.
17. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disebut RPJM Desa
adalah dokumen úÞerencanaan kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6
(enam) tahun.
18. Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disebut RKP Desa adalah dokumen
penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
19. Daftar Usulan RKP Desa adalah penjabaran RPJM Desa yang menjadi bagian dari RKP
Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang akan diusulkan Pemerintah Desa kepada
pemerintah daerah kabupaten/kota melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
20. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli Desa, dibeli atau
diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja Desa, atau perolehan hak lain yang
sah.
21. Potensi Aset Desa adalah segala potensi Desa yang meliputi sumber daya alam dan
lingkungan hidup, sumber daya manusia, sumber daya sosial dan budaya, sumber daya
ekonomi, dan sumber daya lainnya yang dapat diakses, dikembangkan, dan/atau diubah
oleh Desa menjadi sumber daya pembangunan yang dimiliki atau menjadi Aset Desa,
dikelola, diolah, dimanfaatkan, dan dipergunakan bagi kesejahteraan bersama masyarakat
Desa.
22. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disebut APB Desa adalah
rencana keuangan tahunan Pernerintahan Desa.
23. Dana Desa adalah dana yang bersumber clari anggaran pendapatan dan belanja negara
yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja
daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintahan
Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa.
24. Alokasi Dana Desa adalah dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam
anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota setelah dikurangi dana alokasi
khusus.
25. Lembaga Kemasyarakatan Desa atau disebut dengan nama lain adalah lembaga yang
dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintah
Desa dałam memberdayakan masyarakat Desa.
26. Lembaga Adat Desa lembaga yang menyelenggarakan fungsi adat istiadat dan menjadi
bagian dari susunan asli Desa yang tumbuh dan berkembang atas prakarsa masyarakat
Desa.
27. Pelaksana Kegiatan adalah pelaksana kegiatan "Pembangunan Desa dan Pemberdayaan
Masyarakat
28. Desa, terdiri dari unsur perangkat Desa, Lembaga Nemasyarakatan Desa, dan unsur
masyarakat.
29. Pendampingan Desa adalah upaya meningkatkan kapasitas, efektivitas, dan akuntabilitas
pemerintahan Desa, Pembangunan Desa, Pemberdayaan Masyarakat Desa, pembentukan
dan pengembangan badan usaha
30. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah anggota masyarakat Desa yang memiliki
prakarsa dan/ atau yang dipilih oleh menumbuhkan
31. Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan hukum
yang didirikan oleh Desa dan/atau bersama Desa-Desa guna mengelola usaha,
memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa
pelayanan, dan/ atau menyediakan jenis usaha Iainnya untuk sebesarbesarnya
kesejahteraan masyarakat Desa.
32. Pihak Ketiga adalah lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, organisasi
kemasyarakatan, atau perusahaan, yang sumber keuangan dan kegiatannya tidak berasal
dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah
provinsi, anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota, dan/atau APB Desa.
BAB II
SISTEMATIKA PENYUSUNAN RKP Desa
Pasal 2
(I) RKP Desa Tahun 2026 disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
1 .2. Dasar Hukum.
I . 3. Tujuan dan Manfaat.
1.4. Proses Penyusunan RKP Desa.
1.5. Sistematika.
BAB II : GAMBARAN UMUM PEMERINTAHAN DESA
2.1. Visi -Misi Kepala Desa.
2.2 Gambaran Umum Sosial Budaya.
2.3. Gambaran Umum Kemiskinan.
2.4. Gambaran Umum Ekonomi.
2.5. Gambaran Umum Insfrastruktur.
BAB III : RUMUSAN PRIORITAS MASALAH
3.1. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan pada RKP Desa Tahun sebelumnya.
3.2. Evaluasi laju pencapaian SDGs Desa.
3.3. Identifikasi masalah berdasarkan RPJM Desa.
3.4. Identifikasi Masalah Berdasarkan Analisa keadaan darurat antara lain
: Bencana alam, krisis politik, krisis ekonomi dan atau kerusakan social yang
berkepanjangan
[Link] masalah berdasarkan priositas kebijakan pembangunan Daerah.
BAB IV. RUMUSAN PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN
DESA
4.1 Prioritas program dan kegiatan pembangunan skala desa tahunan Anggaran
2026
4.2 Berdasarkan Kewenangan Hak asal usul.
4.3, Berdasarkan Kewenangan Lokal Skala Desa.
4.4. Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2026.
4.5. Kebijakan Keuangan Desa.
BAB V : PENUTUP
LAMPIRAN
1 Berita Acara Musyawarah Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa, Notulen
dan Daftar Hadir.
2. Keputusan Kepala Desa tentang Tim Penyusun RKP Desa Tahun 2026.
3. Rencana Kerja dan Tindak Lanjut.
4. Daftar Rencana Program dan Kegiatan yang Masuk ke Desa.
5. Data dan informasi tentang rencana pembiayaan pembangunan Desa.
6. Daftar Prioritas Usulan Rencana Program dan/ atau Kegiatan Pembangunan
Desa untuk 1 (satu) tahun anggaran berikutnya.
7. Daftar Usulan Masyarakat Desa yang Dipilah Berdasarkan Tujuan SDGs
Desa.
8. Daftar Rencana Kerja Sama Antar Desa.
9. Daftar Rencana Kerja Sama dengan Pihak Retiga.
I0. Rancangan RKP Desa Tahun 2026.
I I. Evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun 2025.
12. Gambar Desain Kegiatan.
13. Rencana Anggaran dan Biaya (RAB).
14. Daftar Usulan RKP Desa Tahun 2026.
15. Berita acara hasil penyusunan rancangan RKP Desa.
16. Keputusan BPD tentang panitia musyawarah Desa tentang perencanaan Desa.
17. Berita Acara Musyawarah Desa tentang perencanaan Desa, Notulen dan
Daftar Hadir
18. Dokumen Pandangan Resmi BPD
19. Berita Acara Musrenbang Desa RKP Desa Tahun 2026 dan DU
RKP Desa Tahun 2026
20. Tata Tertib Musrenbang Desa RKP Desa
21. Penyusunan Prioritas Program dan Kegiatan
22. Berita Acara Musrenbang Desa RKP Desa Tahun 2026, Notulen
dan daftar hadir
23. Keputusan BPD tentang panitia musyawarah Desa tentang
Perencanaan Desa
24. Dokumen Rancangan RKP Desa Tahun 2026 dan DU-RKP Desa Tahun 2026.
25. Berita Acara Musyawarah Desa tentang pembahasan penyepakatan dan
pengesahanan rancangan RKP Desa tahun 2025, Notulen dan Daftar Hadir.
26. Dokumen RKP Desa Tahun 2026 dan DU RKP Desa Tahun 2026.
27. Dokumentasi Foto Kegiatan.
(2) Penjabaran sistematika RKP Desa Tahun 2026 sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
Peraturan Desa ini.
Pasal 3
RKP Desa Tahun 2025 merupakan landasan dan pedoman bagi Pemerintahan Desa, Lembaga
Kemasyarakatan Desa dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan Desa Tahun 2026.
Pasal 4
Pelaksanaan pernbangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, dilaksanakan secara
transparan, partisipatif dan akuntabel oleh pelaksana kegiatan pernbangunan dengan
menyusun Rencana Ker-ja dan Anggaran (RKA), Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA), serta
dipertanggungjawabkan oleh Pelaksana Kegiatan dalam Forum Musyawarah Desa.
Pasal 5
RKP Desa dapat diubah dalam hal :
a. terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis ekonomi, dan/ atau
kerusuhan sosial yang berkepanjangan; atau
b. terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi,
dan/ atau Daerah Kabupaten.
Pasal 6
Perubahan RKP Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dibahas dan disepakati bersama
dengan BPD dalam Musrenbang Desa dan selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan Desa.
BAB III
KETENTUAN PENUTUP
PASAL 7
(1) . Berdasarkan Peraturan Desa ini selanjutnya disusun Anggaran 2026
(2) Hal-hal yang belum diaturdalam peraturan Desa ini, sepanjang mengenai teknis
pelasksanaanya diatur lebih lanjut oleh Kepala Desa.
Pasal 8
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Desa.
Ditetapkan di : Desa Wonua Monapa
Pada tanggal : 30 September 2025
Kepala Desa
MEGAWATI
Diundangkan di Desa Wonua Monapa
Pada tanggal : 30 September 2025
SEKRETARIS DESA WONUA MONAPA
……………………
LEMBARAN DESA WONUA MONAPA TAHUN 2025 NOMOR 06