0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan33 halaman

KKPR

Dokumen ini membahas tentang kedudukan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dalam konteks UU Cipta Kerja dan PP No. 21 Tahun 2021, yang bertujuan untuk menyederhanakan proses perizinan dan meningkatkan transparansi serta efisiensi dalam penataan ruang. Setelah reformasi, produk RTR telah dipublikasikan secara online, memudahkan akses informasi bagi masyarakat dan investor. KKPR berfungsi sebagai acuan pemanfaatan ruang dan administrasi pertanahan, dengan proses yang lebih cepat dan terintegrasi melalui sistem OSS.

Diunggah oleh

urban planner
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan33 halaman

KKPR

Dokumen ini membahas tentang kedudukan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dalam konteks UU Cipta Kerja dan PP No. 21 Tahun 2021, yang bertujuan untuk menyederhanakan proses perizinan dan meningkatkan transparansi serta efisiensi dalam penataan ruang. Setelah reformasi, produk RTR telah dipublikasikan secara online, memudahkan akses informasi bagi masyarakat dan investor. KKPR berfungsi sebagai acuan pemanfaatan ruang dan administrasi pertanahan, dengan proses yang lebih cepat dan terintegrasi melalui sistem OSS.

Diunggah oleh

urban planner
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JUNI 2022

Kedudukan KKPR untuk Pemanfaatan Kawasan Tambang


Mengapa Perlu Dilakukan UU CK dan PP No. 21 Tahun 2021 merupakan langkah strategis
pemerintah dalam mengatasi permasalahan investasi dan penciptaan

Penataan Ruang? lapangan kerja, yang salah satunya diakibatkan oleh tumpang tindih
pengaturan penataan ruang.

Populasi Manusia Aktivitas Manusia Ruang Bukan Hanya


Ruang Terbatas Mengatur Aktivitas di
Terus Meningkat Tidak Terbatas Untuk Manusia
Ukuran ruang yang
Sekitar Daerah Rawan
Ruang menampung semua Hewan dan tumbuhan
tersedia di muka bumi Jumlah penduduk terus Bencana
mengalami peningkatan aktivitas manusia, dari bekerja, juga memerlukan ruang Dengan RTR, manusia dapat
tidak pernah bertambah. tempat tinggal, rekreasi mengantisipasi pembangunan
hingga peristirahatan terakhir dan aktivitas di sekitar daerah
(Tempat Pemakaman Umum) rawan bencana

Tujuan Penataan Ruang

Mewujudkan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan.


Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan sumber daya manusia.
Mewujudkan pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

2
Kondisi Sebelum dan Sesudah Reformasi Penyelenggaraan Penataan Ruang
SEBELUM UU CK & PP No. 21 TAHUN 2021

Produk RTR hanya dimiliki dan Masyarakat dan investor yang ingin Proses penerbitan izin Banyaknya kasus
disimpan oleh Pemerintah mengakses informasi RTR harus berusaha menjadi rumit tumpang tindih
dalam bentuk hard copy, datang langsung ke kantor dan tidak transparan. pemanfaatan ruang.
sehingga tata ruang terkesan pemerintah dan menempuh proses
‘menghambat’ investasi. administrasi yang lama dan rumit.

SESUDAH UU CK & PP No. 21 TAHUN 2021

Produk RTR telah Masyarakat dan pihak Platform produk RTR juga terkoneksi Perizinan berusaha yang
dipublikasi oleh terkait dapat dengan portal pelayanan perizinan, telah diterbitkan menjadi
Pemerintah melalui memanfaatkan informasi sehingga proses perizinan berusaha dan pertimbangan dalam
berbagai platform. RTR secara online. non-usaha menjadi lebih cepat dan peningkatan kualitas
transparan. RTR
33
Penyelenggaraan Penataan Ruang
sebagai amanah UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Asas UU CK No. 11/2020 Pasal 13: Penyederhanaan persyaratan dasar perizinan berusaha
meliputi
Pasal 2: UU CK diselenggarakan berdasarkan asas: 1) Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR);
1) Pemerataan hak; 2) Persetujuan Lingkungan; dan
2) Kepastian hukum; 3) Persetujuan Bangunan Gedung.
3) Kemudahan berusaha;
4) Kebersamaan, dan
5) Kemandirian. Pasal 14: KKPR diberikan sebagai kesesuaian rencana lokasi
kegiatan dan/atau usaha dengan RDTR, dengan
ketentuan:
Dengan tujuan antara lain untuk
peningkatan ekosistem investasi dan Pasal 15:
kegiatan berusaha Pemerintah Daerah yang belum menyusun
Pemerintah
Daerah yang dan menyediakan RDTR, maka KKPR
Pasal 6: Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan sudah menyusun diberikan melalui persetujuan dengan asas
berusaha meliputi: dan menyediakan berjenjang dan komplementer berdasarkan:
a. Penerapan perijinan berbasis risiko; RDTR • RTRW Nasional • RZ KSNT
b. Penyederhanaan persyaratan dasar • RTRW Provinsi • RZ KAW
Perizinan Berusaha; maka KKPR • RTRW • RTR
c. Penyederhanaan Perizinan Berusaha diberikan melalui Kabupaten/Kota Pulau/Kepulauan
sektor; dan konfirmasi • RTR KSN
d. Penyederhanaan persyaratan investasi.

4
Menteri ATR telah Menetapkan 5 Peraturan Menteri (Permen) dan Sedang Dalam
Proses Penetapan 1 Rancangan Permen Sebagai Turunan UU No. 11/2020
dan PP No. 21/2021

1 2 3 4 5 6
Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan

Permen ATR/KBPN Permen Permen ATR/KBPN Raperermen


Permen ATR/KBPN Permen ATR/KBPN
No. 14 Tahun 2021 ATR/KBPN No. No. 13 Tahun 2021 ATR/KBPN
No. 11 Tahun 2021 No. 10 Tahun 2021
15 Tahun 2021
tentang Pedoman tentang
tentang Tata Cara tentang Pedoman tentang Pendidikan
Penyusunan Basis tentang Pelaksanaan
Penyusunan & Revisi Penyusunan, PK, & Pelatihan Bidang
Data dan Penyajian Koordinasi Kesesuaian
RTRW Provinsi, & Revisi RTR Penataan Ruang &
Peta RTRW Penyelenggaraan Kegiatan
Kabupaten/Kota, Pulau/Kepulauan, Pembinaan Profesii
Provinsi, Penataan Ruang Pemanfaatan
dan RDTR, serta Tata RTR KSN, dan Perencana Tata
Kabupaten, dan Ruang (KKPR) dan
Cara Penerbiitan RDTR KPN Ruang
Kota, serta Peta Sinkronisasi
Persetujuan
RDTR Program
Substansi
Kabupaten/Kota Pemanfaatan
Ruang (SPPR)

5
Overview Penyelenggaraan Perencanaan dan Pemanfaatan RTR

Aspek
Perencanaan
Rencana Tata
Kegiatan bersifat strategis nasional
Ruang
yang tidak termuat di RTR

Aspek
Rekomendasi KKPR Persetujuan KKPR Konfirmasi KKPR Pemanfaatan
Memerlukan analisis dan penilaian Memerlukan analisis dan penilaian dokumen Diproses oleh sistem Rencana Tata
dokumen terbit dalam terbit dalam 20 hari kerja terbit dalam Ruang
20 hari kerja 1 hari kerja

Persetujuan Persetujuan Perizinan


Lingkungan Bangunan Gedung Berusaha Sektor
(PBG) 6
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
berdasarkan jenis kegiatannya
KKPR berfungsi sebagai acuan pemanfaatan ruang
dan sebagai acuan administrasi pertanahan.

RDTR
Konfirmasi KKPR
Berusaha
Persetujuan KKPR
RDTR

RDTR
Konfirmasi
Konfirmasi KKPR
KKPR
KKPR Nonberusaha
Persetujuan KKPR
RDTR
termuat
Kebijakan di RTR Konfirmasi/ Perizinan Berusaha/
yang Bersifat Persetujuan KKPR
Perizinan lainnya
Strategis
Rekomendasi KKPR
Nasional termuat
di RTR
PP No. 21/2021: Pasal 100 – 115, Pasal 135-143
7
Fungsi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) Pasca UUCK
Fungsi KKPR Awal Data/Informasi Penguasaan
dan Perolehan Tanah

Pertimbangan
Acuan Acuan
Pemanfaatan Ruang Perolehan Tanah Penerbitan KKPR Hak Atas Tanah (HAT)

Di satu lokasi yang sama, boleh terbit maksimal 2 KKPR:


• 1 KKPR untuk perolehan tanah, dan
• 1 KKPR untuk pemanfaatan tanah (oleh pemilik tanah sesuai
informasi penguasaan tanah)

Sebelum UU CK & PP 21/2021 Setelah UU CK & PP 21/2021


Tidak ada Single KKPR sebagai Single
Reference. Reference, yang menjadi
Rekom Izin Terdapat berbagai macam SIMPLIFIKASI acuan untuk:
Lokasi produk perizinan kesesuaian PRODUK
Advis
Planning tata ruang untuk suatu KKPR Pemanfaatan Ruang
SKRK IPPT rencana usaha/investasi Penerbitan Hak Atas Tanah

8
Proses KKPR dalam Perizinan Berusaha
via Sistem OSS RBA
Proses Pengisian Perizinan
Identitas Usaha
Proses Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Berusaha

SUB-SISTEM PELAYANAN Permohonan


INFORMASI (SPI) Perizinan Berusaha
Pelaku usaha
BARU (Pemohon belum
Self Declaration/ Automated Response
Melihat Informasi
memiliki NIB)
menginput
(Self Assessed) rencana usaha ATR/BPN: Wilayah Darat KKP: Wilayah Perairan/Laut
UMK
Cek Lokasi Kegiatan
GIS
TARU GISTARU KBLI 5 digit – MODUL KKPR Berusaha dapat
[Link] risiko usaha
Pendaftaran/ dijalankan
Skala usaha
Cek Risiko HAK Pembayaran
Satupeta. • KBLI-Risiko REGISTRASI AKSES Koordinat PNBP
KKP
• NSPK
Data Identitas lokasi Apakah RDTR Penilaian KKPR
Standar Kebutuhan tersedia? RDTR (otomatis sistem)
• Negative luas lahan INTERAKTIF
SPI List Daerah/ Data Legalitas
Informasi Perizinan Berusaha
(SUBSISTEM
catatan Berlokasi di dalam berbasis Risiko:
PELAYANAN
INFORMASI)
kekhususan penguasaan Konfirmasi
tanah KEK/KI/KP yang KKPR
telah memiliki HPL? (by system)
Rencana
Teknis ▪ Risiko rendah:
Kegiatan bersifat

strategis nasional
Bangunan/Re Non UMK RTRWN
Penilaian KKPR dan
NIB sebagai legalitas
ncana Induk RTR KSN
▪ Bank Tanah
Permohonan Perizinan Kawasan*** RTRWP
Pertek Pertanahan Persetujuan ▪ Risiko menengah
RTRWK
▪ Kawasan/tanah yang
Berusaha TAMBAHAN Rencana Jml (RTRL, GISTARU (sementara manual)
(sementara manual) KKPR rendah:
akan diberikan HPL (Pemohon telah memiliki NIB) RZ KAW, Satupeta. (by system) NIB + sertifikat standar
Lantai*** RZ KSN/T, KKP
untuk kegiatan RZWP3K) ATR/BPN: Wilayah Darat (self declare)
strategis nasional Rencana
KKP: Wilayah Perairan/Laut
Luas ▪ Risiko menengah
Lantai*** tinggi:
NIB + sertifikat standar
Hanya untuk Pemohon Badan Usaha*
▪ Risiko tinggi:
Termuat Pembayaran Penilaian berdasarkan asas Rekomendasi NIB + Izin
KKPR
di RTR? PNBP penataan ruang & Pertek Pertanahan
*Untuk Pemohon non-Badan Usaha melalui Mekanisme Perizinan Non-Berusaha
PNBP berdasarkan PP 21/2021, PMK 143/2021,
**Pertek disampaikan paling lama 10 hari sejak pendaftaran/penerimaan PNBP PP No. 21/2021: Pasal 100 – 115, Pasal 135-143 Permen ATR/BPN 35/2021 Pasal 8(b)
UU CK: Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15 UU CK PNBP berdasarkan PP 21/2021, PMK 143/2021,
***Untuk Pemohon non-UMK
Permen ATR/BPN 35/2021 Pasal 8(b) 9
Proses Terbit SPS pada Permohonan KKPR melalui Sistem OSS

1 2 Pemohon mengisi detil rencana kegiatan usaha. 3


Pelaku usaha masuk melalui OSS sesuai Dilakukan pengecekan bertahap apakah lokasi Pada halaman daftar kegiatan usaha, akan tampil
username dan password, lalu mengajukan kegiatan termasuk dalam wilayah yang memiliki RDTR. “PKKPR belum diproses” untuk rencana kegiatan
permohonan Apabila tidak, apakah pengecekan kriteria lahan sesuai usaha yang dimohon.
Ps. 181 PP 5/2021. Apabila tidak, maka dilaksanakan
mekanisme PKKPR

4 5 6
Proses perizinan berusaha menunggu Untuk mengetahui tagihan PNBP setelah validasi
verifikasi PKKPR oleh Kantah dan OPD Tata Ruang dokumen lengkap oleh Kementerian ATR/BPN atau OPD Pada halaman lacak log PNBP, akan tampil
serta DPMTSP sesuai kewenangannya. Pelaku Tata Ruang daerah (sesuai kewenangan), dapat dipilih: nominal tagihan PNBP. Pelaku usaha dapat
usaha menunggu notifikasi validasi kelengkapan 1) menu pelacakan mengunduh SPS
data sekaligus pemberitahuan Surat Perintah 2) pilih perizinan berusaha
Setor (SPS). Pelaku usaha dapat mengetahui 3) klik lacak status permohonan 10
status permohonan melalui menu pelacakan 4) Klik Log PNBP
Validasi Permohonan KKPR melalui Sistem OSS
Setelah 23 Desember 2021
Identitas Permohonan KKPR

Data Permohonan KKPR yang Perlu Divalidasi


1. Koordinat Lokasi Geojson
2. Koordinat Lokasi SHP
3. Kebutuhan Luas Lahan
4. Informasi Penggunaan Tanah (Dalam Bentuk Surat
Kepemilikan/Penguasaan)
5. File Bukti Penguasaan Tanah
6. Informasi Jenis Kegiatan/Informasi Jenis Usaha (Lingkup Usaha)
7. Apakah memerlukan Bangunan (?)
8. Rencana Jumlah Lantai Bangunan
9. Rencana Luas Lantai Bangunan
10. Rencana Teknis Bangunan dan/atau Rencana Induk Kawasan

11. Kalkulasi PNBP Pelayanan Penerbitan KKPR

Klik Simpan
Informasi dan Kelengkapan Dokumen dalam Proses Permohonan KKPR
Berdasarkan Permen ATR/BPN No. 13/2021

Pendaftaran Penerbitan

Dokumen usulan kegiatan paling Penerbitan KKPR paling sedikit


sedikit dilengkapi dengan: memuat:
a. koordinat lokasi a. Lokasi kegiatan
(polygon/titik/garis) b. Luas lahan
b. kebutuhan luas lahan c. Jenis kegiatan pemanfaatan ruang
c. Informasi penguasaan tanah untuk KKKPR/jenis peruntukan
d. informasi jenis usaha (KBLI 5 digit) pemanfaatan ruang untuk PKKPR
e. rencana jumlah lantai bangunan (Kode KBLI 3 digit)
f. rencana luas lantai bangunan d. Koefisien Dasar Bangunan
g. rencana teknis bangunan dan/atau e. Koefisien Lantai Bangunan
rencana induk kawasan* f. Ketentuan tata bangunan untuk
h. rencana penggunaan air baku/air KKKPR/indikasi program
bersih** pemanfaatan ruang untuk PKKPR
i. Surat keterangan berlokasi di g. Persyaratan pelaksanaan kegiatan
KI/KP/KEK*** pemanfaatan ruang.

*khusus untuk permohonan PKKPR


**khusus untuk permohonan PKKPR yang kegiatan usahanya berdampak terhadap ketersediaan & kualitas air baku
***khusus untuk permohonan PKKPR untuk usulan lokasi usaha yang berada di dalam KI/KP/KEK, harus dilengkapi dengan
surat keterangan dari pengelola kawasan yang telah terdaftar sesuai dengan ketentuan peraturan per-UU-an 12
Ilustrasi Penerbitan Konfirmasi KKPR (KKKPR) Berdasarkan RDTR

RDTR KAWASAN PERKOTAAN “X”


[Link]
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG RDTR
PADA LOKASI DIMOHON
Pasal 6 Zonasi Daftar Kegiatan Intensitas Ruang HASIL KONFIRMASI KKPR
Permen ATR/KBPN No. 13 Tahun 2021 Kode Unik : Kegiatan Diizinkan KDB : 60 % Koordinat Lokasi dimohon
Koordinat Lokasi termasuk
KKKPR untuk kegiatan berusaha tt.2.022.R.3 Rumah Tinggal KLB : 2
No. X Y
1 103,942087 1,041042
di dalam delineasi RDTR
diberikan berdasarkan kesesuaian Nama Zona Rumah kos KDH : 10 % 2 103,941861 1,041007
rencana lokasi kegiatan Pemanfaatan Perumahan Apartemen/Rusun Konfirmasi KKPR
3 103,941868 1,041245
Ruang dengan RDTR yang telah Kantor Kec/Kel disetujui seluruhnya
Nama Sub Zona 4 103,942094 1,041237
terintegrasi dengan Sistem OSS Perumahan Sarana Perbankan
Kepadatan Sedang
Musholla Jenis Kegiatan yang Disetujui Apartemen
…….. Intensitas Ruang KDB : 60 % KLB : 2 KDH : 10 %
Skema Pemberian Persetujuan KKPR (PKKPR)
PT. ABC mengajukan RTRW 3 Skenario Penerbitan KKPR
Persetujuan KKPR 1 2 3
untuk membangun
kawasan industri KKPR KKPR
seluas 1000 ha KKPR yang yang yang
disetujui disetujui disetujui
1000 ha 700 ha 500 ha
Berdasarkan PP No.
21/2021 maka PKKPR
Tidak
akan diterbitkan Tidak sesuai 200 Tidak
disetujui dengan ha 6 ha
disetujui
berdasarkan kajian 300 ha RTRW 300 ha
RTR secara berjenjang
dan komplementer dan Industri Tanah Adat
dengan memperhatikan Perumahan • KKPR disetujui • KKPR disetujui sebagian • KKPR disetujui sebagian (500
Pertek Pertanahan. seluruhnya (1000 ha) (700 ha) dengan ha) dengan menggunakan hasil
Pertek Pertanahan kajian RTR secara berjenjang
sesuai luas yang diajukan mempertimbangkan status
oleh PT. ABC Tanah Adat dari Pertek dan komplementer serta
Pertanahan. memperhatikan Pertek
Pertanahan.
Perumahan
Bapak H (milik
masyarakat)
1000 700 ha
ha Masa berlaku KKPR yang diberikan adalah 3 tahun
Tanah
Adat Pada wilayah yang telah diterbitkan KKPR tidak akan diterbitkan KKPR untuk
300 ha pemohon usaha lainnya kecuali KKPR yang dimohonkan pemilik lahan

14
Alternatif Perpanjangan KKPR Setelah Habis Masa Berlaku 3 Tahun
Berdasarkan skenario ke-2 dalam Alternatif Perpanjangan KKPR
penerbitan KKPR di halaman sebelumnya,
1 Tidak Melakukan 2 Melakukan Perpanjangan 3 Pengajuan Kerja Sama
PT. ABC dapat memperpanjang KKPR yang Perpanjangan KKPR KKPR Selama 2 Tahun Dengan Bank Tanah
telah habis masa berlakunya setelah 3 tahun
berdasarkan tiga alternatif sebagai berikut: Tahun Tahun
Ke-3 Ke-5
300 ha 400 ha 700 ha
400 ha 300 ha
+100 ha 300 ha Lahan Kerja
Perumahan Lahan Perumahan
Sama dengan
Tahun Bapak H Milik Bapak H Lahan
Bank Tanah
PT. ABC Milik
Ke-3 PT. ABC

Masa Masa
400 ha 300 ha Berlaku Pemutakhiran Berlaku Pemutakhiran Pemutakhiran
KKPRAwal KKPRHAT KKPRAwal KKPRHAT KKPRHAT Bank
Perumahan Lahan yang Habis Habis Tanah
Bapak H sudah dikuasai
oleh PT. ABC
• Apabila pemohon tidak • Pemutakhiran KKPRHAT seluas • Pemutakhiran KKPRHAT Bank
melakukan perpanjangan setelah 400 ha milik PT. ABC berlaku Tanah seluas 700 ha (sesuai
tahun ke-3, maka KKPRHAT sesuai umur penguasaan tanah luas yang disetujui)
diberikan seluas lahan yang dimiliki • Masa berlaku KKPR Awal habis
• Masa berlaku KKPR Awal habis
Total 700 ha

KKPRAwal
yang Masa KKPRHAT berlaku sepanjang umur penguasaan tanah* dan
Disetujui selama pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan KKPR

*mengikuti masa berlaku Hak Atas Tanah (HAT) jika lahan telah menjadi hak milik,
atau masa perjanian sewa (jika sewa)
15
KKPR sebagai Acuan Penerbitan Hak Atas Tanah dan Acuan Pemanfaatan Ruang
1 Permohonan KKPR Baru 2 Tanah yang sudah dikuasai oleh PT. A
Untuk Industri PT. A (Tahun ke-0) (Tahun ke-3)

Tanah
Sudah Dikuasai
667 ha
Tanah
Belum Dikuasai
333 ha
Di dalam satu lokasi
yang sama, hanya
boleh diterbitkan
maksimal 2 KKPR
yang terdiri dari:

• 1 KKPR untuk
perolehan tanah,
dan
• 1 KKPR untuk
pemanfaatan tanah

Pemilik tanah Bukti penguasaan?


(sesuai informasi
HAT (HM, HPL, HGB, HGU, HP),
penguasaan tanah)
dapat mengajukan AJB atau SPH
KKPR Ex pemegang HGB/HGU

HP: Hak Pakai SPH: Surat Pemindahan Hak 16


Ilustrasi KKPR dalam Perolehan Perizinan Berusaha
Dapat diproses untuk
permohonan KKPRHAT
Perolehan KKPR
KKPR
KKPR

PT A • Perizinan
Lingkungan
Progres
(1.000
(1.000ha)
ha)
perolehan
• Perizinan
KKPR tanah min.
(1.000 ha) Bangunan dan
30%
Gedung

Pemenuhan Persyaratan Tahun ke- 0 1 2 Bulan ke-9


Pemenuhan Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Perolehan Tanah yang Diikuti dengan Pembangunan

1 2 3
PT A adalah
Perolehan Tanah
pengembang Dilanjutkan?
properti yang
Selesai Masa berlaku KKPR habis di akhir tahun ke-5 5 4 Ya
membutuhkan
tanah seluas Lanjutan Perolehan Tanah pada Opsi Perolehan Tanah
1.000 ha untuk Masa Perpanjangan KKPPR
usahanya, dalam Opsi 1: Perpanjangan Permohonan perpanjangan
KKPR paling lama 2 KKPR diajukan paling cepat 3
mengembangkan tahun jika perolehan tanah bulan sebelum KKPR berakhir.
kawasan kota Perolehan
Tanah 80%
sudah mencapai min. 30%

satelit baru. Pengajuan kerjasama dengan


Opsi 2: Kerjasama Bank Tanah diajukan paling
Tahun
dengan Bank Tanah lambat 3 bulan sebelum
ke- 0 1 2 5
KKPR berakhir.
17
Penerbitan PKKPR Otomatis
Saat ini, PKKPR Otomatis diterbitkan berdasarkan pernyataan pelaku usaha dalam OSS-RBA.

• Apakah tanah lokasi usaha dan/atau kegiatan diperlukan untuk perluasan usaha yang sudah
berjalan dan letak tanahnya berbatasan dengan lokasi usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan dengan peruntukan tata ruang yang sama?
• Apakah tanah lokasi usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan merupakan
tanah yang sudah dikuasai oleh Pelaku Usaha lain yang telah mendapatkan KKPR dan akan
digunakan oleh Pelaku Usaha dengan cara jual beli, sewa menyewa, atau cara lain sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan?
• Apakah berlokasi di dalam Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus/Kawasan Pariwisata?

Jika pelaku usaha Jika pelaku usaha


menjawab ya, menjawab tidak,

PKKPR Otomatis PKKPR


diterbitkan dengan Penilaian
• Pelaku usaha wajib melaporkan perkembangan kegiatan
usaha ke BKPM secara 3 bulanan.
• PKKPR Otomatis yang sudah terbit dapat dicabut
apabila berdasarkan laporan kegiatan usaha ditemukan
bahwa kegiatan usaha tidak sesuai dengan kondisi
PKKPR Otomatis. 18
Ilustrasi Pentingnya Koordinat dalam Penerbitan Persetujuan KKPR (PKKPR)
Titik Koordinat Kawasan Industri
Kabupaten A
Seluruh titik koordinat dipetakan X Y
104,932087 1,031042
104,931861 1,031007
104,931868 1,031345
104,932094 1,032845
104,931092 1,031445
Kawasan Industri 104,931191 1,031225
104,932222 1,031125
Daerah B
yang 104,931132 1,031045
dimohonkan Daerah C 104,931088 1,031344
KKPR yang
dimohonkan
KKPR Sistem OSS-RBA
Kawasan Industri
Di luar Kawasan Industri

Permohonan KKPR KOORDINAT


DIRECORD DALAM OSS
Titik Koordinat Daerah B Titik Koordinat Daerah C
yang Dimohonkan KKPR yang Dimohonkan KKPR

X Y X Y
PERMOHONAN KKPR
104,932087 1,031042 105,932087 1,041002
DIPROSES DALAM OSS
104,931861 1,031007 105,922566 1,041038
104,931868 1,031345 105,923444 1,041042
104,932094 1,031445 105,956770 1,041980
HASIL PERMOHONAN
KKPR DIKELUARKAN
PKKPR Otomatis PKKPR dengan Penilaian
Disetujui Seluruhnya Disetujui Seluruhnya Disetujui Sebagian Ditolak 19
Permen 13/2021 KKPR: Ketentuan Pemutakhiran KKPR
Pemutakhiran KKPR untuk Pemutakhiran KKPR untuk Pemutakhiran KKPR untuk Kegiatan yang
Kegiatan Berusaha Kegiatan Nonberusaha Bersifat Strategis Nasional
Pasal 23 : Pasal 40 : Pasal 56 :

(1) Pemutakhiran KKPR dilakukan dalam hal: (1) Pemutakhiran KKPR dilakukan dalam hal: (1) Pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang bersifat
a. pelaku usaha belum dapat menyelesaikan a. pelaku usaha belum dapat menyelesaikan strategis nasional dilakukan dalam hal:
perolehan tanah dan tidak mengajukan perolehan tanah dan tidak mengajukan a. pemegang atau pelaksana KKPR untuk kegiatan yang
bersifat strategis nasional belum dapat
permohonan perpanjangan KKPR; permohonan perpanjangan KKPR;
menyelesaikan perolehan tanah dalam jangka waktu
b. pelaku usaha telah memperoleh b. pelaku usaha telah memperoleh KKPR untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional.
perpanjangan KKPR, tetapi belum dapat perpanjangan KKPR, tetapi belum dapat b. terjadi perubahan pemegang atau pelaksana KKPR
menyelesaikan perolehan tanah sesuai menyelesaikan perolehan tanah sesuai untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional akibat
dengan perpanjangan KKPR yang dengan perpanjangan KKPR yang diterbitkan; perbuatan hukum; atau
diterbitkan; atau c. telah ditunjuknya pelaksana KKPR untuk kegiatan
c. pelaku usaha telah melakukan kerja sama c. terjadi perubahan Pelaku Usaha akibat yang bersifat strategis nasional oleh pemegang KKPR.
perolehan tanah dengan Bank Tanah; atau perbuatan hukum.
d. terjadi perubahan Pelaku Usaha akibat (2) Dalam rangka penyesuaian masa berlaku KKPR untuk
perbuatan hukum. (2) Dalam rangka penyesuaian masa berlaku KKPR kegiatan yang bersifat strategis nasional dengan hak atas
tanah yang diperoleh, pemohon melakukan
dengan hak atas tanah yang diperoleh, pemohon
pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang bersifat
(2) Pemutakhiran KKPR untuk kegiatan berusaha melakukan pemutakhiran KKPR untuk kegiatan strategis nasional berdasarkan status pendaftaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan nonberusaha berdasarkan status pendaftaran tanah dengan menyampaikan laporan kepada Menteri
melalui sistem OSS berdasarkan status tanah dengan menyampaikan laporan kepada melalui Direktur Jenderal Tata Ruang.
pendaftaran tanah. Menteri melalui Direktur Jenderal Tata Ruang.
(3) Terhadap hasil pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang
(3) Berdasarkan pemutakhiran KKPR untuk kegiatan (3) Terhadap hasil pemutakhiran KKPR untuk bersifat strategis nasional sebagaimana dimaksud pada
berusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2), kegiatan nonberusaha sebagaimana dimaksud ayat (2), Menteri melalui Direktur Jenderal Tata Ruang
sistem OSS menerbitkan KKPR untuk kegiatan pada ayat (2) sistem elektronik akan menerbitkan akan menerbitkan KKPR untuk kegiatan yang bersifat
berusaha dengan jangka waktu dan luasan KKPR untuk kegiatan nonberusaha dengan strategis nasional dengan jangka waktu dan luasan
tanah sesuai penguasaan atas tanah yang jangka waktu dan luasan tanah sesuai tanah sesuai penguasaan atas tanah yang diperoleh.
diperoleh. penguasaan atas tanah yang diperoleh.

20
Permen 13/2021 KKPR: Ketentuan Penguasaan Tanah dalam KKPR untuk
Kegiatan Berusaha

KKPR Menjadi Dasar dalam


Ketentuan Permohonan Perpanjangan KKPR
Administrasi Pertanahan

Pasal 17 Pasal 20 (6) Permohonan perpanjangan KKPR untuk kegiatan


(1) KKPR untuk kegiatan berusaha diterbitkan untuk pemohon (1) Dalam hal pemegang KKPR sebagaimana dimaksud berusaha oleh pemegang KKPR sebagaimana
yang belum memperoleh tanah atau untuk pemohon dalam Pasal 18 belum dapat memperoleh keseluruhan dimaksud pada ayat (1) huruf a harus
yang telah memperoleh tanah untuk kegiatan tanah sesuai dengan KKPR yang diterbitkan, pemegang memasukkan nomor KKPR untuk kegiatan
berusahanya. KKPR dapat mengajukan: berusaha yang sebelumnya dimiliki melalui
(2) KKPR untuk kegiatan berusaha sebagaimana dimaksud a. permohonan perpanjangan KKPR untuk kegiatan sistem OSS.
pada ayat (1) menjadi dasar dalam administrasi berusaha; atau (7) KKPR untuk kegiatan berusaha yang telah
pertanahan untuk tanah yang diperoleh dalam b. kerja sama dengan Bank Tanah. diperpanjang berlaku selama 2 (dua) tahun
pelaksanaan KKPR. (2) Pengajuan permohonan perpanjangan KKPR untuk dan tidak dapat diajukan perpanjangan kembali
kegiatan berusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) serta tidak dapat lagi mengajukan kerja sama
huruf a dilakukan paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum dengan Bank Tanah.
Pasal 18
berakhirnya KKPR. (8) Kerja sama dengan Bank Tanah sebagaimana
Dalam hal pemohon KKPR untuk kegiatan berusaha belum
(3) Pengajuan kerja sama dengan Bank Tanah dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan sesuai
memperoleh tanah untuk kegiatan berusahanya sebagaimana
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dengan ketentuan peraturan perundang-
dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1), KKPR berlaku untuk jangka
paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya undangan.
waktu 3 (tiga) tahun.
KKPR. (9) Dalam hal pemohon prioritas KKPR untuk
(4) Dalam hal dilakukan kerja sama dengan Bank Tanah kegiatan berusaha tidak mengajukan
Pasal 19 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) maka KKPR
Dalam hal pemohon KKPR untuk kegiatan berusaha telah permohonan perpanjangan KKPR untuk
dimutakhirkan. kegiatan berusaha sebelum jangka waktu KKPR
memperoleh tanah untuk kegiatan berusahanya sebagaimana (5) Perpanjangan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat
dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1), masa berlaku KKPR berakhir atau jangka waktu perpanjangan KKPR
(1) huruf a hanya dapat dilakukan apabila perolehan sebagaimana dimaksud ayat (7) berakhir maka
mengikuti jangka waktu penguasaan atas tanah yang telah tanah telah mencapai sekurang-kurangnya 30% dari
diperoleh oleh pemohon serta sesuai dengan luasan tanah terhadap tanah yang belum diperoleh dapat
luasan tanah yang disetujui dalam satu hamparan dimohonkan KKPR untuk kegiatan berusaha oleh
yang diperoleh dan disetujui dalam KKPR. sesuai dengan penilaian dari kantor pertanahan. pemohon yang lain.

21
Permen 13/2021 KKPR: Ketentuan Penguasaan Tanah dalam KKPR untuk
Kegiatan Berusaha

Kewajiban Pemegang KKPR yang Belum Memperoleh Tanah Pengajuan Permohonan KKPR pada Lokasi
Pemegang KKPR yang Belum Memperoleh Tanah
Pasal 21
(1) Setelah diterbitkannya KKPR yang belum memperoleh (4) Pemegang KKPR wajib menghormati Pasal 22
tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) , kepentingan pihak lain atas tanah yang (1) Terhadap lokasi yang telah diterbitkan KKPR kegiatan
pemegang KKPR harus membebaskan tanah dari hak dan belum dibebaskan sebagaimana dimaksud
berusaha untuk pelaku usaha yang belum
kepentingan pihak lain berdasarkan kesepakatan dengan pada ayat (2), tidak menutup atau
pemegang hak atau pihak yang mempunyai kepentingan
memperoleh tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal
mengurangi aksesibilitas masyarakat di
tersebut dengan cara jual beli, pemberian ganti kerugian, sekitar lokasi, dan menjaga serta 17 ayat (1) dapat diajukan permohonan KKPR oleh:
konsolidasi tanah, atau cara lain sesuai dengan ketentuan melindungi kepentingan umum. a. pemilik tanah; dan/atau
peraturan perundang-undangan. b. pemohon KKPR kegiatan berusaha di ruang bawah
(5) Pemegang KKPR wajib melaporkan secara tanah atau ruang atas tanah.
(2) Sebelum tanah yang bersangkutan dibebaskan oleh berkala setiap 3 (tiga) bulan kepada
pemegang KKPR semua hak atau kepentingan pihak lain kepala kantor pertanahan mengenai (2) Permohonan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat
yang sudah ada hak atas tanah yang bersangkutan tidak perolehan tanah yang sudah dilaksanakan (1) huruf a dilakukan dengan ketentuan:
berkurang dan tetap diakui haknya, termasuk kewenangan berdasarkan KKPR dan pelaksanaan a. sesuai dengan informasi penguasaan tanah
yang menurut hukum dipunyai oleh pemegang hak atas penggunaan tanah tersebut.
sebagaimana dimuat dalam pertimbangan teknis
tanah untuk memperoleh tanda bukti hak (sertipikat), dan
kewenangan untuk menggunakan dan memanfaatkan
pertanahan; dan
(6) Tanah yang telah diperoleh dalam
tanahnya bagi keperluan pribadi atau usahanya sesuai jangka waktu 3 (tiga) tahun masa berlaku b. KKPR yang diajukan tidak melebihi luas tanah yang
dengan rencana tata ruang yang berlaku, serta kewenangan KKPR wajib didaftarkan kepada kantor dimilikinya.
untuk mengalihkannya kepada pihak lain. pertanahan paling lambat 1 (satu) tahun
setelah berakhirnya KKPR. (3) Permohonan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
(3) Kewenangan untuk mengalihkan hak kepada pihak lain huruf b dilakukan sesuai dengan informasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan pada (7) Kantor pertanahan melakukan penguasaan tanah sebagaimana dimuat dalam
lokasi yang telah ditetapkan KKPR berdasarkan itikad baik, pengecekan berkala setiap 3 (tiga) bulan pertimbangan teknis pertanahan.
yang diprioritaskan kepada: atau sewaktu-waktu jika diperlukan
a. pemegang KKPR; dan/atau terhadap pelaksanaan perolehan tanah
b. Bank Tanah berdasarkan kerja sama dengan pemegang oleh pemegang KKPR sebagaimana
KKPR. dimaksud pada ayat (1).

22
Permen 13/2021 KKPR: Pencatatan, Pengadministrasian dan Pemutakhiran Data

Pasal 69

(1) Menteri, gubernur, bupati, dan wali kota melakukan pencatatan, pengadministrasian, dan
pemutakhiran data lokasi KKPR sesuai kewenangannya.

(2) Gubernur, bupati, dan wali kota wajib melaporkan pencatatan, pengadministrasian, dan
pemutakhiran data lokasi KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara berkala sebelum tanggal
10 (sepuluh) setiap bulannya kepada Lembaga OSS dan Menteri atau sewaktu-waktu apabila diminta.

23
Contoh Persetujuan KKPR yang Diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN
Contoh Persetujuan KKPR untuk Kegiatan Bersifat Strategis Nasional

25
Contoh Persetujuan KKPR yang Diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN
Contoh Persetujuan KKPR untuk Industri Pulp

26
Contoh Persetujuan KKPR yang Diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN
Contoh Persetujuan KKPR yang Terbit untuk Proyek Perumahan

27
Permen ATR/KBPN Nomor 13 Tahun 2021 :
Penerbitan Persetujuan KKPR (PKKPR) OtomatisTanpa Melalui Tahapan Penilaian

Pasal 13 :

PKKPR dilakukan tanpa melalui tahapan penilaian dokumen usulan d. lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
kegiatan Pemanfaatan Ruang dalam hal permohonan berlokasi di: merupakan tanah yang sudah dikuasai oleh Pelaku Usaha lain yang
a. Kawasan Industri dan Kawasan Pariwisata yang telah telah mendapatkan KKPR dan akan digunakan oleh Pelaku Usaha
memiliki Perizinan Berusaha sesuai dengan ketentuan dengan cara jual beli, sewa menyewa atau cara lain sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan; peraturan perundang-undangan, dengan ketentuan kegiatan
b. Kawasan Ekonomi Khusus yang telah ditetapkan sesuai Pemanfaatan Ruang yang direncanakan sesuai dengan KKPR yang telah
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; diterbitkan;
c. Lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang e. Lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
memerlukan perluasan usaha yang sudah berjalan dan letak berasal dari otorita atau badan penyelenggara pengembangan suatu
tanahnya berbatasan dengan lokasi usaha dan/ atau kegiatan kawasan sesuai dengan rencana induk kawasan dari otoritas/ badan
pemanfaatan ruang yang direncanakan dengan syarat: penyelenggara yang disusun dengan kedalaman skala RDTR dan tidak
1. pada lokasi yang dimohon belum diterbitkan KKPR bertentangan dengan RTR yang berlaku; dan/ atau
untuk kegiatan berusaha atas nama pelaku usaha lain; f. lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
2. kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan yang terletak pada wilayah usaha minyak dan gas bumi yang sudah
sama, dan/ atau 1 (satu) lini produksi sama dengan ditetapkan oleh pemerintah dengan syarat:
kegiatan pemanfaatan ruang yang sudah berjalan; 1. wilayah usaha minyak dan gas bumi tersebut telah sesuai
3. peruntukan ruang pada lokasi kegiatan pemanfaatan dengan rencana tata ruang dan/ atau kontrak kerja sama; dan
ruang yang direncanakan sama dengan peruntukan 2. lokasi usaha yang direncanakan terletak di wilayah usaha
ruang pada lokasi kegiatan pemanfaatan ruang yang minyak dan gas bumi tersebut harus memenuhi ketentuan:
sudah berjalan; dan a) belum diterbitkan KKPR untuk kegiatan berusaha atas
4. luas tanah untuk pengembangan kegiatan pemanfaatan nama pelaku usaha lain; dan
ruang yang direncanakan tidak melebihi luas tanah b) kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang meliputi
yang telah diusahakan sebelumnya. tahap eksplorasi dan eksploitasi.

27
12
KRONOLOGI PEMBAHASAN KKPR UNTUK PEMANFAATAN KAWASAN TAMBANG

Kronologi Pembahasan (1/2)


Kronologi Pembahasan (1/2)

No Tanggal Proses Hasil Pembahasan

1 15 Februari Pembahasan Integrasi 1. Diadakan pembahasan sebagai kelanjutan proses integrasi sistem OSS PBBR
2022 Perizinan Sektor Mineral dan dengan perizinan online ESDM dan pembahasan hal lain terkait proses bisnis
Batubara perizinan subsektor Minerba
2. Adapun poin penting pembahasannya disampaikan melalui Surat Dirjen
Minerba Nomor B-819/MB.01/DJB/2022 perihal KKPR pada Perizinan
Subsektor Mineral dan Batubara (terlampir).
2 21 Februari Surat Dirjen Minerba Nomor 1. Hasil Pembahasan Integrasi Perizinan Sektor Mineral dan Batubara pada
2022 B-819/MB.01/DJB/2022 tanggal 15 Februari 2022 adalah sebagai berikut:
perihal KKPR pada Perizinan a. Perizinan untuk IUP, IPR dan SIPB belum dapat diintegrasikan dengan
Subsektor Mineral dan sistem OSS PBBR karena belum terdapat clearence terkait KKPR;
Batubara b. Badan usaha yang sudah memiliki NIB dan memiliki KKPR dimungkinkan
ditolak permohonan WIUP nya karena pertimbangan teknis, hal ini
menyebabkan WIUP tidak dapat dimohon oleh badan usaha lain karena
KKPR sudah diberikan pada badan usaha pertama;
c. Pada peraturan Subsektor Minerba dimungkinkan 1 wilayah dikerjakan
oleh badan usaha berbeda (komoditas berbeda). Hal tersebut tidak
dapat diterapkan pada ketenuan ATR karena KKPR telah diberikan pada
badan usaha pertama;
d. Dalam persyaratan lelang WIUP Mineral Logam dan Batubara, peserta
lelang harus memiliki NIB. Hal ini menjadi kendala karena peserta lelang
akan mengajukan permohonan pada wilayah yang sama, sedangkan
16
KKPR diberikan hanya pada pemohon. 28
KRONOLOGI PEMBAHASAN KKPR UNTUK PEMANFAATAN KAWASAN TAMBANG

Kronologi Pembahasan (2/2)


Kronologi Pembahasan (2/2)

No Tanggal Proses Hasil Pembahasan

e. Bagi pemegang IUP eksisting yang belum memiliki NIB dan akan
memohonkan perpanjangan IUP, apakah dapat mengupload WIUP pada
sistem OSS (sesuai Pasal 181 PP 5/2021) sehingga KKPR dan NIB dapat
diterbitkan tanpa menunggu verifikasi KKPR.
2. Perlu pembahasan lanjutan untuk memutuskan isu bahasan tersebut.
3 29 Maret Diskusi Awal Terkait Proses 1. Diadakan pembahasan sebagai tindak lanjut pembahasan pada 15 Februari
2022 Perizinan Berusaha 2022 dan Surat Dirjen Minerba Nomor B-819/MB.01/DJB/2022.
Subsektor Mineral dan 2. Adapun poin penting pembahasannya adalah sebagai berikut:
Batubara a. Alternatif solusi untuk KKPR lelang yaitu dengan KKPR pertama (WIUP)
dipegang oleh Pemerintah (Kementerian ESDM) dan dimutakhirkan
setelah pengumuman lelang;
b. Perlu adanya mekanisme konfirmasi antara Kementerian ATR dan
Kementerian ESDM jika ada permohonan PKKPR pada lokasi yang sudah
terbit PKKPR sebelumnya;
c. Dimungkinkan ada penerbitan PKKPR di lokasi sama dengan komoditas
yang berbeda karena memiliki KBLI yang berbeda juga (dengan
tambahan persyaratan surat pernyataan Kerjasama / MoU antara
pemohon KKPR dengan pemegang IUP pertama); dan
d. Terhadap NIB versi lama perlu konfirmasi ke BKPM apakah memerlukan
pembaharuan NIB yang dilengkapi dengan KKPR terhadap IUP eksisting.
3. Perlu pembahasan lanjutan dengan mengikutsertakan BKPM.
17
29
DIM Pemberian KKPR pada Perizinan Berusaha Subsektor Minerba (1/3)
No Isu Permasalahan Keterangan
1 Pada fase pelaksanaan IUP dapat terjadi penciutan
wilayah dari IUP Eksplorasi ke IUP Operasi Produksi.
Diperlukan pelepasan wilayah untuk selanjutnya dapat
diajukan KKPR baru oleh pelaku usaha lainnya. Apakah
akan ter-update di database
[Link]
(Sumber: Analisis Tim)

Sumber: PP No.96 Tahun 2021

2 Apakah terdapat database untuk mengecek IUP yang


beroperasi dan IUP yang terlantar?
(Sumber: Analisis Tim)

Sumber: [Link] 30
19
diakses pada tanggal 18 Mei 2022
DIM Pemberian KKPR pada Perizinan Berusaha Subsektor Minerba (2/3)

No Isu Permasalahan Keterangan


3 Terdapat banyak permohonan KKPR diatas area
WIUP/IUP. Perlu mempertegas bagaimana posisi KKPR
diatas WIUP/IUP.
(Sumber: Analisis Tim)

+ =

Peta Overlay RTRW Peta Sebaran Wilayah Pertambangan Peta KKPR yang
berpotensi disetujui
Sumber: RTRW Kabupaten Morowali Sumber: [Link]
diakses pada tanggal 27 April 2022 Sumber: Hasil analisis 2031
DIM Pemberian KKPR pada Perizinan Berusaha Subsektor Minerba (3/3)

No Isu Permasalahan Keterangan


4 Pada peraturan subsektor Mineral dan Batubara,
dimungkinkan 1 (satu) wilayah dikerjakan oleh badan
usaha yang berbeda untuk mengusahakan komoditas
yang berbeda pada pengajuan yang berbeda. Hal
tersebut tidak dapat diterapkan pada ketentuan ATR
karena KKPR telah diberikan kepada badan usaha
pertama.
(Sumber: Surat Dirjen Minerba Nomor B-819/MB.01/DJB.S/2022)
Sumber: UU No.4 Tahun 2009 jo UU No.3 Tahun 2020
5 Perlu disepakati kelengkapan dokumen tambahan yang
dibutuhkan sebagai persyaratan penerbitan PKKPR
Subsektor Mineral dan Batubara. Keterangan:
(Sumber: Analisis Tim) Diperlukan adanya dokumen persyaratan tambahan pada saat pengajuan
KKPR pada lokasi yang beririsan dengan IUP/WIUP yaitu berupa surat
pernyataan Kerjasama / MoU antara pemohon KKPR dengan pemegang
IUP pertama.

6
7
dst
32
21
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai