KKPR
KKPR
Penataan Ruang? lapangan kerja, yang salah satunya diakibatkan oleh tumpang tindih
pengaturan penataan ruang.
2
Kondisi Sebelum dan Sesudah Reformasi Penyelenggaraan Penataan Ruang
SEBELUM UU CK & PP No. 21 TAHUN 2021
Produk RTR hanya dimiliki dan Masyarakat dan investor yang ingin Proses penerbitan izin Banyaknya kasus
disimpan oleh Pemerintah mengakses informasi RTR harus berusaha menjadi rumit tumpang tindih
dalam bentuk hard copy, datang langsung ke kantor dan tidak transparan. pemanfaatan ruang.
sehingga tata ruang terkesan pemerintah dan menempuh proses
‘menghambat’ investasi. administrasi yang lama dan rumit.
Produk RTR telah Masyarakat dan pihak Platform produk RTR juga terkoneksi Perizinan berusaha yang
dipublikasi oleh terkait dapat dengan portal pelayanan perizinan, telah diterbitkan menjadi
Pemerintah melalui memanfaatkan informasi sehingga proses perizinan berusaha dan pertimbangan dalam
berbagai platform. RTR secara online. non-usaha menjadi lebih cepat dan peningkatan kualitas
transparan. RTR
33
Penyelenggaraan Penataan Ruang
sebagai amanah UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
Asas UU CK No. 11/2020 Pasal 13: Penyederhanaan persyaratan dasar perizinan berusaha
meliputi
Pasal 2: UU CK diselenggarakan berdasarkan asas: 1) Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR);
1) Pemerataan hak; 2) Persetujuan Lingkungan; dan
2) Kepastian hukum; 3) Persetujuan Bangunan Gedung.
3) Kemudahan berusaha;
4) Kebersamaan, dan
5) Kemandirian. Pasal 14: KKPR diberikan sebagai kesesuaian rencana lokasi
kegiatan dan/atau usaha dengan RDTR, dengan
ketentuan:
Dengan tujuan antara lain untuk
peningkatan ekosistem investasi dan Pasal 15:
kegiatan berusaha Pemerintah Daerah yang belum menyusun
Pemerintah
Daerah yang dan menyediakan RDTR, maka KKPR
Pasal 6: Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan sudah menyusun diberikan melalui persetujuan dengan asas
berusaha meliputi: dan menyediakan berjenjang dan komplementer berdasarkan:
a. Penerapan perijinan berbasis risiko; RDTR • RTRW Nasional • RZ KSNT
b. Penyederhanaan persyaratan dasar • RTRW Provinsi • RZ KAW
Perizinan Berusaha; maka KKPR • RTRW • RTR
c. Penyederhanaan Perizinan Berusaha diberikan melalui Kabupaten/Kota Pulau/Kepulauan
sektor; dan konfirmasi • RTR KSN
d. Penyederhanaan persyaratan investasi.
4
Menteri ATR telah Menetapkan 5 Peraturan Menteri (Permen) dan Sedang Dalam
Proses Penetapan 1 Rancangan Permen Sebagai Turunan UU No. 11/2020
dan PP No. 21/2021
1 2 3 4 5 6
Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan Sudah ditetapkan
5
Overview Penyelenggaraan Perencanaan dan Pemanfaatan RTR
Aspek
Perencanaan
Rencana Tata
Kegiatan bersifat strategis nasional
Ruang
yang tidak termuat di RTR
Aspek
Rekomendasi KKPR Persetujuan KKPR Konfirmasi KKPR Pemanfaatan
Memerlukan analisis dan penilaian Memerlukan analisis dan penilaian dokumen Diproses oleh sistem Rencana Tata
dokumen terbit dalam terbit dalam 20 hari kerja terbit dalam Ruang
20 hari kerja 1 hari kerja
RDTR
Konfirmasi KKPR
Berusaha
Persetujuan KKPR
RDTR
RDTR
Konfirmasi
Konfirmasi KKPR
KKPR
KKPR Nonberusaha
Persetujuan KKPR
RDTR
termuat
Kebijakan di RTR Konfirmasi/ Perizinan Berusaha/
yang Bersifat Persetujuan KKPR
Perizinan lainnya
Strategis
Rekomendasi KKPR
Nasional termuat
di RTR
PP No. 21/2021: Pasal 100 – 115, Pasal 135-143
7
Fungsi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) Pasca UUCK
Fungsi KKPR Awal Data/Informasi Penguasaan
dan Perolehan Tanah
Pertimbangan
Acuan Acuan
Pemanfaatan Ruang Perolehan Tanah Penerbitan KKPR Hak Atas Tanah (HAT)
8
Proses KKPR dalam Perizinan Berusaha
via Sistem OSS RBA
Proses Pengisian Perizinan
Identitas Usaha
Proses Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Berusaha
4 5 6
Proses perizinan berusaha menunggu Untuk mengetahui tagihan PNBP setelah validasi
verifikasi PKKPR oleh Kantah dan OPD Tata Ruang dokumen lengkap oleh Kementerian ATR/BPN atau OPD Pada halaman lacak log PNBP, akan tampil
serta DPMTSP sesuai kewenangannya. Pelaku Tata Ruang daerah (sesuai kewenangan), dapat dipilih: nominal tagihan PNBP. Pelaku usaha dapat
usaha menunggu notifikasi validasi kelengkapan 1) menu pelacakan mengunduh SPS
data sekaligus pemberitahuan Surat Perintah 2) pilih perizinan berusaha
Setor (SPS). Pelaku usaha dapat mengetahui 3) klik lacak status permohonan 10
status permohonan melalui menu pelacakan 4) Klik Log PNBP
Validasi Permohonan KKPR melalui Sistem OSS
Setelah 23 Desember 2021
Identitas Permohonan KKPR
Klik Simpan
Informasi dan Kelengkapan Dokumen dalam Proses Permohonan KKPR
Berdasarkan Permen ATR/BPN No. 13/2021
Pendaftaran Penerbitan
14
Alternatif Perpanjangan KKPR Setelah Habis Masa Berlaku 3 Tahun
Berdasarkan skenario ke-2 dalam Alternatif Perpanjangan KKPR
penerbitan KKPR di halaman sebelumnya,
1 Tidak Melakukan 2 Melakukan Perpanjangan 3 Pengajuan Kerja Sama
PT. ABC dapat memperpanjang KKPR yang Perpanjangan KKPR KKPR Selama 2 Tahun Dengan Bank Tanah
telah habis masa berlakunya setelah 3 tahun
berdasarkan tiga alternatif sebagai berikut: Tahun Tahun
Ke-3 Ke-5
300 ha 400 ha 700 ha
400 ha 300 ha
+100 ha 300 ha Lahan Kerja
Perumahan Lahan Perumahan
Sama dengan
Tahun Bapak H Milik Bapak H Lahan
Bank Tanah
PT. ABC Milik
Ke-3 PT. ABC
Masa Masa
400 ha 300 ha Berlaku Pemutakhiran Berlaku Pemutakhiran Pemutakhiran
KKPRAwal KKPRHAT KKPRAwal KKPRHAT KKPRHAT Bank
Perumahan Lahan yang Habis Habis Tanah
Bapak H sudah dikuasai
oleh PT. ABC
• Apabila pemohon tidak • Pemutakhiran KKPRHAT seluas • Pemutakhiran KKPRHAT Bank
melakukan perpanjangan setelah 400 ha milik PT. ABC berlaku Tanah seluas 700 ha (sesuai
tahun ke-3, maka KKPRHAT sesuai umur penguasaan tanah luas yang disetujui)
diberikan seluas lahan yang dimiliki • Masa berlaku KKPR Awal habis
• Masa berlaku KKPR Awal habis
Total 700 ha
KKPRAwal
yang Masa KKPRHAT berlaku sepanjang umur penguasaan tanah* dan
Disetujui selama pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan KKPR
*mengikuti masa berlaku Hak Atas Tanah (HAT) jika lahan telah menjadi hak milik,
atau masa perjanian sewa (jika sewa)
15
KKPR sebagai Acuan Penerbitan Hak Atas Tanah dan Acuan Pemanfaatan Ruang
1 Permohonan KKPR Baru 2 Tanah yang sudah dikuasai oleh PT. A
Untuk Industri PT. A (Tahun ke-0) (Tahun ke-3)
Tanah
Sudah Dikuasai
667 ha
Tanah
Belum Dikuasai
333 ha
Di dalam satu lokasi
yang sama, hanya
boleh diterbitkan
maksimal 2 KKPR
yang terdiri dari:
• 1 KKPR untuk
perolehan tanah,
dan
• 1 KKPR untuk
pemanfaatan tanah
PT A • Perizinan
Lingkungan
Progres
(1.000
(1.000ha)
ha)
perolehan
• Perizinan
KKPR tanah min.
(1.000 ha) Bangunan dan
30%
Gedung
1 2 3
PT A adalah
Perolehan Tanah
pengembang Dilanjutkan?
properti yang
Selesai Masa berlaku KKPR habis di akhir tahun ke-5 5 4 Ya
membutuhkan
tanah seluas Lanjutan Perolehan Tanah pada Opsi Perolehan Tanah
1.000 ha untuk Masa Perpanjangan KKPPR
usahanya, dalam Opsi 1: Perpanjangan Permohonan perpanjangan
KKPR paling lama 2 KKPR diajukan paling cepat 3
mengembangkan tahun jika perolehan tanah bulan sebelum KKPR berakhir.
kawasan kota Perolehan
Tanah 80%
sudah mencapai min. 30%
• Apakah tanah lokasi usaha dan/atau kegiatan diperlukan untuk perluasan usaha yang sudah
berjalan dan letak tanahnya berbatasan dengan lokasi usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan dengan peruntukan tata ruang yang sama?
• Apakah tanah lokasi usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan merupakan
tanah yang sudah dikuasai oleh Pelaku Usaha lain yang telah mendapatkan KKPR dan akan
digunakan oleh Pelaku Usaha dengan cara jual beli, sewa menyewa, atau cara lain sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan?
• Apakah berlokasi di dalam Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus/Kawasan Pariwisata?
X Y X Y
PERMOHONAN KKPR
104,932087 1,031042 105,932087 1,041002
DIPROSES DALAM OSS
104,931861 1,031007 105,922566 1,041038
104,931868 1,031345 105,923444 1,041042
104,932094 1,031445 105,956770 1,041980
HASIL PERMOHONAN
KKPR DIKELUARKAN
PKKPR Otomatis PKKPR dengan Penilaian
Disetujui Seluruhnya Disetujui Seluruhnya Disetujui Sebagian Ditolak 19
Permen 13/2021 KKPR: Ketentuan Pemutakhiran KKPR
Pemutakhiran KKPR untuk Pemutakhiran KKPR untuk Pemutakhiran KKPR untuk Kegiatan yang
Kegiatan Berusaha Kegiatan Nonberusaha Bersifat Strategis Nasional
Pasal 23 : Pasal 40 : Pasal 56 :
(1) Pemutakhiran KKPR dilakukan dalam hal: (1) Pemutakhiran KKPR dilakukan dalam hal: (1) Pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang bersifat
a. pelaku usaha belum dapat menyelesaikan a. pelaku usaha belum dapat menyelesaikan strategis nasional dilakukan dalam hal:
perolehan tanah dan tidak mengajukan perolehan tanah dan tidak mengajukan a. pemegang atau pelaksana KKPR untuk kegiatan yang
bersifat strategis nasional belum dapat
permohonan perpanjangan KKPR; permohonan perpanjangan KKPR;
menyelesaikan perolehan tanah dalam jangka waktu
b. pelaku usaha telah memperoleh b. pelaku usaha telah memperoleh KKPR untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional.
perpanjangan KKPR, tetapi belum dapat perpanjangan KKPR, tetapi belum dapat b. terjadi perubahan pemegang atau pelaksana KKPR
menyelesaikan perolehan tanah sesuai menyelesaikan perolehan tanah sesuai untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional akibat
dengan perpanjangan KKPR yang dengan perpanjangan KKPR yang diterbitkan; perbuatan hukum; atau
diterbitkan; atau c. telah ditunjuknya pelaksana KKPR untuk kegiatan
c. pelaku usaha telah melakukan kerja sama c. terjadi perubahan Pelaku Usaha akibat yang bersifat strategis nasional oleh pemegang KKPR.
perolehan tanah dengan Bank Tanah; atau perbuatan hukum.
d. terjadi perubahan Pelaku Usaha akibat (2) Dalam rangka penyesuaian masa berlaku KKPR untuk
perbuatan hukum. (2) Dalam rangka penyesuaian masa berlaku KKPR kegiatan yang bersifat strategis nasional dengan hak atas
tanah yang diperoleh, pemohon melakukan
dengan hak atas tanah yang diperoleh, pemohon
pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang bersifat
(2) Pemutakhiran KKPR untuk kegiatan berusaha melakukan pemutakhiran KKPR untuk kegiatan strategis nasional berdasarkan status pendaftaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan nonberusaha berdasarkan status pendaftaran tanah dengan menyampaikan laporan kepada Menteri
melalui sistem OSS berdasarkan status tanah dengan menyampaikan laporan kepada melalui Direktur Jenderal Tata Ruang.
pendaftaran tanah. Menteri melalui Direktur Jenderal Tata Ruang.
(3) Terhadap hasil pemutakhiran KKPR untuk kegiatan yang
(3) Berdasarkan pemutakhiran KKPR untuk kegiatan (3) Terhadap hasil pemutakhiran KKPR untuk bersifat strategis nasional sebagaimana dimaksud pada
berusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2), kegiatan nonberusaha sebagaimana dimaksud ayat (2), Menteri melalui Direktur Jenderal Tata Ruang
sistem OSS menerbitkan KKPR untuk kegiatan pada ayat (2) sistem elektronik akan menerbitkan akan menerbitkan KKPR untuk kegiatan yang bersifat
berusaha dengan jangka waktu dan luasan KKPR untuk kegiatan nonberusaha dengan strategis nasional dengan jangka waktu dan luasan
tanah sesuai penguasaan atas tanah yang jangka waktu dan luasan tanah sesuai tanah sesuai penguasaan atas tanah yang diperoleh.
diperoleh. penguasaan atas tanah yang diperoleh.
20
Permen 13/2021 KKPR: Ketentuan Penguasaan Tanah dalam KKPR untuk
Kegiatan Berusaha
21
Permen 13/2021 KKPR: Ketentuan Penguasaan Tanah dalam KKPR untuk
Kegiatan Berusaha
Kewajiban Pemegang KKPR yang Belum Memperoleh Tanah Pengajuan Permohonan KKPR pada Lokasi
Pemegang KKPR yang Belum Memperoleh Tanah
Pasal 21
(1) Setelah diterbitkannya KKPR yang belum memperoleh (4) Pemegang KKPR wajib menghormati Pasal 22
tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) , kepentingan pihak lain atas tanah yang (1) Terhadap lokasi yang telah diterbitkan KKPR kegiatan
pemegang KKPR harus membebaskan tanah dari hak dan belum dibebaskan sebagaimana dimaksud
berusaha untuk pelaku usaha yang belum
kepentingan pihak lain berdasarkan kesepakatan dengan pada ayat (2), tidak menutup atau
pemegang hak atau pihak yang mempunyai kepentingan
memperoleh tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal
mengurangi aksesibilitas masyarakat di
tersebut dengan cara jual beli, pemberian ganti kerugian, sekitar lokasi, dan menjaga serta 17 ayat (1) dapat diajukan permohonan KKPR oleh:
konsolidasi tanah, atau cara lain sesuai dengan ketentuan melindungi kepentingan umum. a. pemilik tanah; dan/atau
peraturan perundang-undangan. b. pemohon KKPR kegiatan berusaha di ruang bawah
(5) Pemegang KKPR wajib melaporkan secara tanah atau ruang atas tanah.
(2) Sebelum tanah yang bersangkutan dibebaskan oleh berkala setiap 3 (tiga) bulan kepada
pemegang KKPR semua hak atau kepentingan pihak lain kepala kantor pertanahan mengenai (2) Permohonan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat
yang sudah ada hak atas tanah yang bersangkutan tidak perolehan tanah yang sudah dilaksanakan (1) huruf a dilakukan dengan ketentuan:
berkurang dan tetap diakui haknya, termasuk kewenangan berdasarkan KKPR dan pelaksanaan a. sesuai dengan informasi penguasaan tanah
yang menurut hukum dipunyai oleh pemegang hak atas penggunaan tanah tersebut.
sebagaimana dimuat dalam pertimbangan teknis
tanah untuk memperoleh tanda bukti hak (sertipikat), dan
kewenangan untuk menggunakan dan memanfaatkan
pertanahan; dan
(6) Tanah yang telah diperoleh dalam
tanahnya bagi keperluan pribadi atau usahanya sesuai jangka waktu 3 (tiga) tahun masa berlaku b. KKPR yang diajukan tidak melebihi luas tanah yang
dengan rencana tata ruang yang berlaku, serta kewenangan KKPR wajib didaftarkan kepada kantor dimilikinya.
untuk mengalihkannya kepada pihak lain. pertanahan paling lambat 1 (satu) tahun
setelah berakhirnya KKPR. (3) Permohonan KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
(3) Kewenangan untuk mengalihkan hak kepada pihak lain huruf b dilakukan sesuai dengan informasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan pada (7) Kantor pertanahan melakukan penguasaan tanah sebagaimana dimuat dalam
lokasi yang telah ditetapkan KKPR berdasarkan itikad baik, pengecekan berkala setiap 3 (tiga) bulan pertimbangan teknis pertanahan.
yang diprioritaskan kepada: atau sewaktu-waktu jika diperlukan
a. pemegang KKPR; dan/atau terhadap pelaksanaan perolehan tanah
b. Bank Tanah berdasarkan kerja sama dengan pemegang oleh pemegang KKPR sebagaimana
KKPR. dimaksud pada ayat (1).
22
Permen 13/2021 KKPR: Pencatatan, Pengadministrasian dan Pemutakhiran Data
Pasal 69
(1) Menteri, gubernur, bupati, dan wali kota melakukan pencatatan, pengadministrasian, dan
pemutakhiran data lokasi KKPR sesuai kewenangannya.
(2) Gubernur, bupati, dan wali kota wajib melaporkan pencatatan, pengadministrasian, dan
pemutakhiran data lokasi KKPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara berkala sebelum tanggal
10 (sepuluh) setiap bulannya kepada Lembaga OSS dan Menteri atau sewaktu-waktu apabila diminta.
23
Contoh Persetujuan KKPR yang Diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN
Contoh Persetujuan KKPR untuk Kegiatan Bersifat Strategis Nasional
25
Contoh Persetujuan KKPR yang Diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN
Contoh Persetujuan KKPR untuk Industri Pulp
26
Contoh Persetujuan KKPR yang Diterbitkan oleh Kementerian ATR/BPN
Contoh Persetujuan KKPR yang Terbit untuk Proyek Perumahan
27
Permen ATR/KBPN Nomor 13 Tahun 2021 :
Penerbitan Persetujuan KKPR (PKKPR) OtomatisTanpa Melalui Tahapan Penilaian
Pasal 13 :
PKKPR dilakukan tanpa melalui tahapan penilaian dokumen usulan d. lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
kegiatan Pemanfaatan Ruang dalam hal permohonan berlokasi di: merupakan tanah yang sudah dikuasai oleh Pelaku Usaha lain yang
a. Kawasan Industri dan Kawasan Pariwisata yang telah telah mendapatkan KKPR dan akan digunakan oleh Pelaku Usaha
memiliki Perizinan Berusaha sesuai dengan ketentuan dengan cara jual beli, sewa menyewa atau cara lain sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan; peraturan perundang-undangan, dengan ketentuan kegiatan
b. Kawasan Ekonomi Khusus yang telah ditetapkan sesuai Pemanfaatan Ruang yang direncanakan sesuai dengan KKPR yang telah
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; diterbitkan;
c. Lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang e. Lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
memerlukan perluasan usaha yang sudah berjalan dan letak berasal dari otorita atau badan penyelenggara pengembangan suatu
tanahnya berbatasan dengan lokasi usaha dan/ atau kegiatan kawasan sesuai dengan rencana induk kawasan dari otoritas/ badan
pemanfaatan ruang yang direncanakan dengan syarat: penyelenggara yang disusun dengan kedalaman skala RDTR dan tidak
1. pada lokasi yang dimohon belum diterbitkan KKPR bertentangan dengan RTR yang berlaku; dan/ atau
untuk kegiatan berusaha atas nama pelaku usaha lain; f. lokasi usaha dan/ atau kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan
2. kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan yang terletak pada wilayah usaha minyak dan gas bumi yang sudah
sama, dan/ atau 1 (satu) lini produksi sama dengan ditetapkan oleh pemerintah dengan syarat:
kegiatan pemanfaatan ruang yang sudah berjalan; 1. wilayah usaha minyak dan gas bumi tersebut telah sesuai
3. peruntukan ruang pada lokasi kegiatan pemanfaatan dengan rencana tata ruang dan/ atau kontrak kerja sama; dan
ruang yang direncanakan sama dengan peruntukan 2. lokasi usaha yang direncanakan terletak di wilayah usaha
ruang pada lokasi kegiatan pemanfaatan ruang yang minyak dan gas bumi tersebut harus memenuhi ketentuan:
sudah berjalan; dan a) belum diterbitkan KKPR untuk kegiatan berusaha atas
4. luas tanah untuk pengembangan kegiatan pemanfaatan nama pelaku usaha lain; dan
ruang yang direncanakan tidak melebihi luas tanah b) kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang meliputi
yang telah diusahakan sebelumnya. tahap eksplorasi dan eksploitasi.
27
12
KRONOLOGI PEMBAHASAN KKPR UNTUK PEMANFAATAN KAWASAN TAMBANG
1 15 Februari Pembahasan Integrasi 1. Diadakan pembahasan sebagai kelanjutan proses integrasi sistem OSS PBBR
2022 Perizinan Sektor Mineral dan dengan perizinan online ESDM dan pembahasan hal lain terkait proses bisnis
Batubara perizinan subsektor Minerba
2. Adapun poin penting pembahasannya disampaikan melalui Surat Dirjen
Minerba Nomor B-819/MB.01/DJB/2022 perihal KKPR pada Perizinan
Subsektor Mineral dan Batubara (terlampir).
2 21 Februari Surat Dirjen Minerba Nomor 1. Hasil Pembahasan Integrasi Perizinan Sektor Mineral dan Batubara pada
2022 B-819/MB.01/DJB/2022 tanggal 15 Februari 2022 adalah sebagai berikut:
perihal KKPR pada Perizinan a. Perizinan untuk IUP, IPR dan SIPB belum dapat diintegrasikan dengan
Subsektor Mineral dan sistem OSS PBBR karena belum terdapat clearence terkait KKPR;
Batubara b. Badan usaha yang sudah memiliki NIB dan memiliki KKPR dimungkinkan
ditolak permohonan WIUP nya karena pertimbangan teknis, hal ini
menyebabkan WIUP tidak dapat dimohon oleh badan usaha lain karena
KKPR sudah diberikan pada badan usaha pertama;
c. Pada peraturan Subsektor Minerba dimungkinkan 1 wilayah dikerjakan
oleh badan usaha berbeda (komoditas berbeda). Hal tersebut tidak
dapat diterapkan pada ketenuan ATR karena KKPR telah diberikan pada
badan usaha pertama;
d. Dalam persyaratan lelang WIUP Mineral Logam dan Batubara, peserta
lelang harus memiliki NIB. Hal ini menjadi kendala karena peserta lelang
akan mengajukan permohonan pada wilayah yang sama, sedangkan
16
KKPR diberikan hanya pada pemohon. 28
KRONOLOGI PEMBAHASAN KKPR UNTUK PEMANFAATAN KAWASAN TAMBANG
e. Bagi pemegang IUP eksisting yang belum memiliki NIB dan akan
memohonkan perpanjangan IUP, apakah dapat mengupload WIUP pada
sistem OSS (sesuai Pasal 181 PP 5/2021) sehingga KKPR dan NIB dapat
diterbitkan tanpa menunggu verifikasi KKPR.
2. Perlu pembahasan lanjutan untuk memutuskan isu bahasan tersebut.
3 29 Maret Diskusi Awal Terkait Proses 1. Diadakan pembahasan sebagai tindak lanjut pembahasan pada 15 Februari
2022 Perizinan Berusaha 2022 dan Surat Dirjen Minerba Nomor B-819/MB.01/DJB/2022.
Subsektor Mineral dan 2. Adapun poin penting pembahasannya adalah sebagai berikut:
Batubara a. Alternatif solusi untuk KKPR lelang yaitu dengan KKPR pertama (WIUP)
dipegang oleh Pemerintah (Kementerian ESDM) dan dimutakhirkan
setelah pengumuman lelang;
b. Perlu adanya mekanisme konfirmasi antara Kementerian ATR dan
Kementerian ESDM jika ada permohonan PKKPR pada lokasi yang sudah
terbit PKKPR sebelumnya;
c. Dimungkinkan ada penerbitan PKKPR di lokasi sama dengan komoditas
yang berbeda karena memiliki KBLI yang berbeda juga (dengan
tambahan persyaratan surat pernyataan Kerjasama / MoU antara
pemohon KKPR dengan pemegang IUP pertama); dan
d. Terhadap NIB versi lama perlu konfirmasi ke BKPM apakah memerlukan
pembaharuan NIB yang dilengkapi dengan KKPR terhadap IUP eksisting.
3. Perlu pembahasan lanjutan dengan mengikutsertakan BKPM.
17
29
DIM Pemberian KKPR pada Perizinan Berusaha Subsektor Minerba (1/3)
No Isu Permasalahan Keterangan
1 Pada fase pelaksanaan IUP dapat terjadi penciutan
wilayah dari IUP Eksplorasi ke IUP Operasi Produksi.
Diperlukan pelepasan wilayah untuk selanjutnya dapat
diajukan KKPR baru oleh pelaku usaha lainnya. Apakah
akan ter-update di database
[Link]
(Sumber: Analisis Tim)
Sumber: [Link] 30
19
diakses pada tanggal 18 Mei 2022
DIM Pemberian KKPR pada Perizinan Berusaha Subsektor Minerba (2/3)
+ =
Peta Overlay RTRW Peta Sebaran Wilayah Pertambangan Peta KKPR yang
berpotensi disetujui
Sumber: RTRW Kabupaten Morowali Sumber: [Link]
diakses pada tanggal 27 April 2022 Sumber: Hasil analisis 2031
DIM Pemberian KKPR pada Perizinan Berusaha Subsektor Minerba (3/3)
6
7
dst
32
21
Terima Kasih