0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan62 halaman

SCM Logistic

Dokumen ini membahas tentang manajemen rantai pasokan (Supply Chain Management/SCM) yang mencakup definisi, konsep, dan evolusinya dari era produksi massal hingga era teknologi informasi. SCM berfokus pada pengelolaan aliran barang, informasi, dan finansial dari pemasok hingga pelanggan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan perbedaan antara manajemen logistik dan SCM serta pentingnya integrasi dalam rantai pasokan.

Diunggah oleh

Agusti Budhi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan62 halaman

SCM Logistic

Dokumen ini membahas tentang manajemen rantai pasokan (Supply Chain Management/SCM) yang mencakup definisi, konsep, dan evolusinya dari era produksi massal hingga era teknologi informasi. SCM berfokus pada pengelolaan aliran barang, informasi, dan finansial dari pemasok hingga pelanggan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan perbedaan antara manajemen logistik dan SCM serta pentingnya integrasi dalam rantai pasokan.

Diunggah oleh

Agusti Budhi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SUPPLY CHAIN

MANAGEMENT
INTRODUCTION
• Nama : Ase Suryana, [Link]., M.T.
• Tempat/tgl lahir : Sumedang, 5 Juni 1969
• Alamat : Jl. Malangbong V No. 37
Antapani Bandung
• HP : 0812 2352 3737
• E-mail : [Link]@[Link]
asesuryana@[Link]
• Pendidikan
– S-1 : Fisika Komputasi ITB
– S-2 : Instrumentasi dan Kontrol ITB
• Spesialisasi/Bidang Keahlian
– Instrumentasi & Kontrol
– Sistem Tenaga Listrik
– Interfacing (hardware dan software)
– PLC (Programmable Logic Control)
– Pembuatan Alat Ukur (Analog & Digital) berbasis
Mikrokontroler
– Procurement Specialist
– Pembangunan Sistem Informasi
SERTIFIKAT
PENGADAAN
Supply Chain Management
ERA PRODUKSI MASAL
TAHUN ‘60

Any color as long as it is black


Warna apa saja asalkan hitam

Fort Model T

Mengutamakan
Produktifitas, efisiensi dan
Utilitas sistem produksi
ERA MARKETING
TAHUN ’70-80

CUSTOMER’S NEEDS & WANTS


PELANGGAN : KEBUTUHAN & INGIN

Mengutamakan
Produktifitas, efisiensi,
Kualitas & Keragaman produk
ERA SCM
TAHUN ’90

Perkembangan Teknologi Komunikasi & Informasi

GLOBAL -- INTERNET

Mengutamakan
Produktifitas, efisiensi, kualitas,
keragaman produk,
Kecepatan respon, inovasi,
fleksibilitas
Keunggulan Bersaing
Untuk dapat memenangkan persaingan maka
Perusahaan harus dapat menyediakan produk :
Murah
Berkualitas
Tepat waktu
Bervariasi
Keunggulan Bersaing
Untuk mencapai tujuan tersebut Perusahaan
harus memiliki kemampuan :
Beroperasi secara effisien
Menciptakan kualitas
Cepat
Fleksibel
Inovatif

13
Aspirasi Pelanggan dan
Kemampuan Perusahaan

Kemp. Perusahan Aspirasi Pelanggan

Effisien Murah
Kualitas Berkualitas
Cepat Tepat waktu
Fleksibel Bervariasi
Inovatif

Supplly Chain Management

14
Supply Chain Management
Berapakah kekuatan suatu rantai?
Pada mata rantai yang terlemah
Supply Chain Concept

S C
U U
P S
P DISTRIBUTION T
MANUFACTURER
L SYSTEM O
I M
E E
R R

Physical Manufacturing
Supply Planning and Physical Distribution
Control

Dominant Flow of Products and Services


Dominant Flow of Demand and Design Information
DEFINISI SCM
Fortune Magazine (artikel Henkoff,1994):
SCM dianggap sama artinya dengan distribusi,
sama dengan logistik, yaitu merupakan proses
dimana perusahaan memindahkan material,
komponen dan produk ke pelanggan dalam jumlah
yang tepat, lokasi tepat, dan tepat waktu, sehingga
dapat bersaing dengan para kompetitor dalam hal
harga maupun kualitas.
DEFINISI SCM
Martin (1998):
SCM adalah jaringan organisasi yang melibatkan
hubungan upstream dan downstream dalam proses dan
aktivitas yang berbeda yang memberi nilai dalam
bentuk produk dan jasa pada pelanggannya.
Misalnya, pabrik pembuat kemeja adalah merupakan
supply chain yang menghubungkan upstream (melalui
pengusaha kain kepada pengusaha kapas/serat) dan
downstream (melalui distributor dan retail pada
pelanggan akhir)
DEFINISI SCM
Stanford Supply Chain Forum (1999) yang
dicetuskan oleh Kepala Forum Hau Lee:
SCM berhubungan erat dengan aliran
manajemen material, informasi, dan
finansial dalam suatu jaringan yang terdiri
dari supplier, perusahaan, distributor, dan
pelanggan.
DEFINISI SCM
Simchi-Levi, et al. (2000):
SCM merupakan serangkaian pendekatan yang
diterapkan untuk mengintegrasikan supplier,
pengusaha, gudang (warehouse), dan tempat
penyimpanan lainnya secara efisien sehingga
produk dihasilkan dan didistribusikan dengan
kuantitas yang tepat, lokasi tepat, waktu tepat
untuk memperkecil biaya dan memuaskan
kebutuhan pelanggan.
KONSEP SCM
Chain 1 : Suppliers
Jaringan bermula dari sini, dimana mata rantai
penyaluran barang akan mulai. Kata Suppliers ini
termasuk juga suppliernya supplier (sub-supplier).
Jumlah supplier bisa banyak atau sedikit, dan
biasanya sub-supplier berjumlah banyak sekali.
KONSEP SCM
Chain 1 – 2 : Suppliers → Manufacture
Rantai pertama dihubungkan dengan rantai kedua,
yaitu manufacturer. Hubungan antara suppliers
dan manufacturer ini sudah mempunyai potensi
untuk melakukan penghematan,
misalnya inventories dan biaya gudang.
Penghematan ini bisa mencapai sebesar 40% -
60% dengan menggunakan konsep supplier
partnering.
KONSEP SCM
Chain 1 – 2 – 3 : Suppliers → Manufacture →
Distributors
Barang yang sudah jadi yang dihasilkan oleh
Manufacturer harus disalurkan kepada pelanggan
dengan melalui distributor.
Dan pada waktunya nanti, distributor akan
menyalurkannya dalam jumlah yang lebih kecil
kepada pengecer.
KONSEP SCM
Chain 1 – 2 – 3 – 4 : Suppliers → Manufacture →
Distributors → Retailers
Dari gudang distributor hasil produksi disalurkan
ke gudang pengecer yang nantinya akan
diletakkan di rak-rak (outlets) pengecer.
Pada tahap ini dapat diperoleh kesempatan
penghematan dalam bentuk jumlah inventories
dan biaya gudang.
KONSEP SCM
Chain 1 – 2 – 3 – 4 – 5 : Suppliers → Manufacture
→ Distributors → Retailers → Customers
Barang yang diletakkan di outlets ditawarkan
langsung kepada pelanggan atau pembeli atau
pengguna barang tersebut.
Dan mata ranti supply baru betul-betul berhenti
pada tahap ini.
Keunggulan Kompetitif
(Competitive Advantage)
Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan
adalah kemampuannya untuk memiliki dan
mempertahankan satu atau beberapa keunggulan
kompetitif (Competitive Advantage).
Sumber dari keunggulan kompetitif terletak pada
1. Kemampuan perusahaan untuk membedakan dirinya sendiri di
depan mata konsumen dari para pesaingnya (disebut value
advantage).
2. Cara bekerja dengan biaya rendah atau memperoleh laba yang
lebih tinggi (disebut poductivity atau cost advantage)

28
Mencapai Keunggulan Kompetitif
Melalui Manajemen Logistik
Salah satu perubahan pemikiran di bidang
bisnis pada saat ini adalah penekanan pada
usaha mencari strategi yang tepat yang akan
menghasilkan nilai superior dalam pandangan
konsumen.
Salah satu konsep yang digunakan untuk
mencapai sukses di pasar adalah The Value
Chain yang diberikan oleh Michael Porter.

29
⚫ Aktivitas value chain dikategorikan
menjadi 2 tipe, yaitu :

1. Primary activities yaitu aktivitas yang


menyumbang dalam hal penciptaan
fisik barang hasil produksi, penjualan,
dan pendistribusiannya kepada
pembeli.
2. Support activities yaitu aktivitas yang
membantu primary activities.

30
A Value Chain

Firm Infrastructure

Support Human resource management


Activities Technology development
Procurement

Inbound Operations Outbound Marketing Service


logistics logistics and
sales

Primary Activities
Source : Michael E. Porter
⚫ Dari gambar di atas terlihat bahwa logistics activities
masuk dalam primary activities, dan bukan support
activities seperti yang masih diyakini oleh beberapa
manajer, sedangkan procurement (pengadaan) masuk
dalam support activities.
⚫ Manajemen logistik dapat membantu dalam keunggulan
kompetitif, baik dalam menciptakan value advantage
maupun dalam cost atau productivity advantage.
Beberapa contoh yang dapat disumbangkan oleh
manajemen logistik adalah :
Dalam value advantage : services, responsiveness,
after sales service, dsb.
Dalam cost atau productivity advantage : capacity
utilization, partnership, schedule integration, dsb.

32
⚫Yang termasuk pada primary activities adalah :
[Link] logistics (logistik masuk), diantaranya
adalah :
- Apakah sistem pengendalian material dan
persediaan sudah baik?
- Apakah aktivitas pergudangan untuk bahan
baku sudah efisien?
2. Operations, diantaranya adalah :
- Produktivitas penggunaan perlengkapan
dibandingkan dengan para kompetitor.
- Kecocokan otomatisasi untuk proses produksi.
- Efektivitas sistem pengendalian produksi
untuk meningkatkan mutu dan biaya.
- Efisiensi dan tata letak pabrik dan desain arus
barang.
33
3. Outbound logistics (logistik keluar), diantaranya
adalah :
- Efisiensi arus barang-jadi ke pelanggan
- Efisiensi kegiatan pergudangan barang jadi.
4. Market and sales, diantaranya adalah :
- Efektivitas riset pasar mengenai kebutuhan
dan segmentasi pelanggan
- Inovasi dalam promosi dan advertensi
- Evaluasi alternatif aluran distribusi
- Motivasi dan kompetensi tenaga penjual
- Pengembangan image mutu barang
- Pengembangan kesetiaan merek (brand
loyalty) dari para pelanggan

34
5. Services, diantaranya adalah :
- Cara-cara menampung masukan dari
pelanggan untuk perbaikan mutu barang
- Kemampuan memberikan tanggapan atas
keluhan pelanggan
- Kebijakan pemberian jaminan
- Kemampuan memberikan layanan
penggantian suku cadang dan reparasi

35
⚫Yang termasuk pada support activities adalah :
1. Infrastructure perusahaan, diantaranya adalah :
- Koordinasi dan integrasi semua kegiatan yang
berhubungan dengan value chain
- Tingkat dukungan sistem informasi untuk
melaksanakan keputusan rutin dan strategis
- Keakuratan dan ketepatan waktu informasi
untuk manajemen
- Kesan publik terhadap perusahaan

36
2. Human resources management, diantaranya
adalah :
- Efektivitas dari prosedur rekrutmen, pelatihan,
dan pengembangan karir untuk semua
karyawan
- Kelayakan sistem penghargaan dan sanksi
untuk memberikan motivasi dan merangsang
karyawan
- Pemeliharaan lingkungan kerja yang
meminimalkan absensi dan perputaran
(turnover) para karyawan

37
3. Technology Development, diantaranya
adalah :
- Keberhasilan aktivitas riset dan
pengembangan dalam inovasi produk dan
proses
- Mutu laboratorium dan fasilitas lainnya
- Kualifikasi dan pengalaman para anggota
laboratorium
- Kemampuan lingkungan kerja untuk
mendorong inovasi dan kreativitas

38
4. Procurement, diantaranya adalah :
- Pengembangan alternatif sumber
pengadaan untuk mengurangi ketergantungan
- Efektivitas dan efisiensi pengadaan bahan
baku, bahan penolong, dll dalam arti kualitas,
waktu, dan harga.
- Efektivitas dan efisiensi prosedur pengadaan
barang.

39
Mencapai Keunggulan Kompetitif
Melalui Manajemen Supply Chain (SCM)

Mencapai keunggulan kompetitif melalui


aktivitas logistik, pada hakekatnya juga
menunjang aktivitas supply chain karena
aktivitas supply chain merupakan
perpanjangan atau perluasan kegiatan
logistik.

40
Kegiatan-kegiatan dalam supply chain yang
mendukung pencapaian keunggulan kompetitif,
adalah :

1. Mendukung value advantage, antara lain :


Mencari jenis dan tingkat layanan yang dikehendaki
oleh konsumen
Menciptakan dan mengembangkan pelayanan yang
lebih unggul berdasarkan kehendak konsumen
tersebut.
Khusus dibidang logistik, layanan dapat berupa
penyediaan barang setiap kali diperlukan, waktu
pengiriman yang cepat sesuai dengan pesanan,
penyediaan suku cadang, penyediaan transpor yang
andal, dll.

41
2. Mendukung productivity advantage, antara lain :

- Mengurangi inventory sampai tingkat yang


direncanakan
- Menggunakan kapasitas yang ada
semaksimal mungkin
- Melakukan perencanaan bersama dengan
semua mata rantai yang ada mengenai
inventory
- Mengoptimalkan harga pembelian barang

42
3. Mendukung secara umum, antara lain :
- Menghilangkan sikap ”membangun
kerajaan sendiri” di masing-masing bagian
- Menyadari bahwa keungggulan kompetitif
perlu diusahakan agar perusahaan tetap
bertahan dan memelihara pangsa pasar
- Mengusahakan aliran informasi secara
akurat dan real time

43
⚫ Perlu ditekankan bahwa SCM adalah
mengelola supply of goods sejak dari
sumber bahan mentah sampai pada
customer sebagai satu kesatuan yang
integratif, dan bukan mengelola supply of
goods sebagai suatu seri dari kegiatan-
kegiatan yang terpisah-pisah.

44
⚫ Dalam hal ini yang perlu digaris bawahi
adalah mengembangkan hubungan
partnering dan co-makership dengan
organisasi baik upstream maupun
downstream. Istilah partnering menekankan
pada ”kemitraan”, sedangkan co-makership
menekankan pada ”kerjasama membuat
barang bersama”

45
EVOLUSI SCM
Evolusi SCM
Stage 1 – Baseline

PurchasingMaterial contrProduction Sales Distribution

Stage 2 – Functional Integration

Material ManagementManufacturing Mngmt Distribution

47
Evolusi SCM
Stage 3 – Internal Integration

Material Management
Manufacturing Mngmt Distribution

Stage 4 – External Integration

Supplier Internal Supply chain Customer

48
Evolusi SCM
Tahap 1. : inter independent, contoh bagian
produksi hanya memikirkan bagaimana
membuat barang sesuai dengan mutu yang
telah ditetapkan tanpa mau memikirkan
inventory

Tahap 2 : Integrasi antar fungsi internal


yang paling berdekatan, mis produksi
dengan inventory control, purchasing
dengan inventory control.
49
Evolusi SCM
Tahap 3. : integrasi perencanaan dan pengawasan
atas semua fungsi yang terkait dalam suatu
perusahaan.

Tahap 4 : Integrasi total dalam konsep, perencanaan,


pelaksanaan dan pengawasan.

Persaingan sebetulnya bukan antar perusahaan


downstreams dan upstreams, tapi antara supply chain yang
satu dengan supply chain yang lain.
50
Persamaan Manajemen Logistik
dengan SCM
Persamaan antara manajemen logistik dan SCM
adalah :
Keduanya menyangkut pengelolaan arus barang
atau jasa
Keduanya menyangkut pengelolaan mengenai
pembelian, pergerakan, penyimpanan,
pengangkutan, administrasi dan penyaluran barang
Keduanya menyangkut usaha untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pengelolaan barang

51
B. Perbedaan Manajemen Logistik
dengan SCM
Beberapa perbedaan mendasar antara manajemen
logistik dan SCM adalah :
Manajemen Logistik SCM
Mengutamakan pengelolaan, Mengutamakan arus barang
termasuk arus barang dalam antar perusahaan, sejak paling
perusahaan hulu sampai paling hilir.
Berorientasi pada perencanaan Atas dasar kerangka kerja,
dan kerangka kerja yang mengusahakan hubungan dan
menghasilkan rencana arus koordinasi antar proses dari
barang dan informasi di seluruh perusahaan-perusahaan lain
perusahaan dalam business pipelines, mulai
dari suppliers sampai kepada
pelanggan. 52
Dari perbedaan tersebut dapat
disimpulkan bahwa :

• SCM dipandang sebagai logistik bagian luar


perusahaan yang meliputi pelanggan dan
supplier. Serta tidak cukup hanya integrasi di
bagian dalam perusahaan saja.

• Manajemen logistik lebih memfokuskan pada


pembuatan rencana untuk aliran produksi
dan informasi di dalam perusahaan.

53
Karakteristik Produk dan Pasar

❖Produk fungsional
❖Produk inovatif

Marshal Fisher, 1977


Aspek Fungsional Inovatif
Siklus hidup Panjang bisa lebih dari 2 tahun Pendek antara 3 bulan sampai
1 tahun
Variasi per katagori Sedikit, 10 - 20 variasi Banyak, bisa mencapai ribuan
Volume produk tinggi rendah
Peramalan permintaan Relatif mudah, akurasi tinggi Sangat sulit, kesalahan ramalan
tinggi
Tingkat kekurangan produk Hanya 1% - 2% Bisa sampai 10% - 40%
Kelebihan persediaan di Jarang karena musim jual Sering terjadi
akhir musim penjualan sangat panjang
Biaya penurunan harga jual Mendekati 0% 10% - 25%

( markdown)
Margin keuntungan per unit rendah tinggi

yang terjual dengan harga


normal
perencanan logistik
Menurut Subagya (1994), ”perencanaan adalah hasil
rangkuman dari kaitan tugas pokok, gagasan, pengetahuan,
pengalaman dan keadaan atau lingkungan yang merupakan
cara terencana dalam memuat keinginan dan usaha
merumuskan dasar dan pedoman tindakan.
”Perencanaan adalah proses untuk merumuskan sasaran dan
menentukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Secara khusus perencanan logistik adalah merencanakan
kebutuhan logistik yang pelaksanaannya dilakukan oleh semua
calon pemakai atau user kemudian diajukan sesuai dengan alur
yang berlaku di masing-masing organisasi.
Tugas Manajemen Logistik
Sejatinya tugas utama manajemen logistik adalah untuk
memastikan keseimbangan antara pendapatan dan biaya untuk
menghasilkan keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut,
ada beberapa tugas penting lainnya yang harus dilakukan,
diantaranya adalah:
1. Menentukan sistem logistics management yang dipakai.
2. Menentukan pemakaian logistik secara privat atau agen.
3. Menentukan moda transportasi yang akan dipakai.
4. Membuat rancangan organisasi logistik.
5. Menentukan lokasi pergudangan pada lokasi terbaik.
6. Menentukan kegiatan operasional gudang.
7. Membuat rancangan bauran logistik.
Perencanaan Kebutuhan Logistik

Perencanaan kebutuhan logistik dapat berpatokan jawaban


yang dihasilkan dari pertanyaan seperti berikut :
1. Barang Logistik apa yang akan diadakan ?
2. Mengapa diadakan ?
3. Berapa jumlah dan jenis barang yang diadakan dan
berapa dana yang dibutuhkan ?
4. Kapan barang tersebut diadakan dan diterimakan ?
5. Siapa yang akan menggunakan dan siapa yang diberi
tanggung jawab mengadakan barang logistik ?
6. Bagaimana cara pengadaan barang logistik ?
SELESAI

62

Anda mungkin juga menyukai