0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Spo Code Blue

Dokumen ini adalah prosedur operasional untuk penanganan Code Blue di RS. Bhakti Asih, yang mengindikasikan kegawatdaruratan seperti henti jantung dan henti napas. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan mengumpulkan tenaga penolong dan melakukan tindakan resusitasi sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Spo Code Blue

Dokumen ini adalah prosedur operasional untuk penanganan Code Blue di RS. Bhakti Asih, yang mengindikasikan kegawatdaruratan seperti henti jantung dan henti napas. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan mengumpulkan tenaga penolong dan melakukan tindakan resusitasi sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RS.

BHAKTI ASIH
BREBES CODE BLUE

Nomor Dokumen Halaman


235/SPO/[Link]/VIII/2022
/SPO/[Link]/VIII/2022 1 dari 3

DITETAPKAN OLEH
STANDAR DIREKTUR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 02 Agustus 2022
dr. Khosiatun Azmi, MMR
I. Pengertian Suatu kode atau sinyal yang mengindikasikan adanya kegawatdaruratan
khususnya henti jantung dan henti napas yang memerlukan tindakan
resusitasi segera, kecuali pasien sudah menyatakan DNR tidak perlu
Code Blue.
II. Tujuan 1. Untuk menyelamatkan nyawa pasi pasien.
2. Untuk mengumpulkan tenaga penolong dengan seketika dalam
rangka memberikan tindakan resusitasi.
III. Kebijakan Peraturan Direktur No. 307/[Link]/RSBA/VIII/2022 tentang
kebijakan pelayanan Code Blue

IV. Prosedur 1. Memastikan pasien memang membutuhkan pertolongan segera demi


menyelamatkan hidupnya
2. Petugas yang menemukan segera menghubungi operator untuk
mengumumkan status Code Blue dengan menyebutkan lokasi
kejadian
3. Team akan dipimpin oleh dokter jaga IGD dibantu oleh perawat
IGD dan ICU
4. Team Resusitasi berasal dari IGD
GD dan ICU datang dengan membawa
tas emergency
5. Lakukan RJP pada pasien sesuai ACLS
6. Membebaskan jalan napas :
a. Buka mulut pasien dengan tehnik cros finger,
lihat adanya benda-benda asing, bersihkan.
b. Posisi kepala extensi dengan tehnik head chin lift.
RS. BHAKTI ASIH
BREBES CODE BLUE

Nomor Dokumen Halaman


235/SPO/[Link]/VIII/2022 2 dari 3

Prosedur 7. Melakukan observasi pernafasan dengan cara melihat, mendengar


dan merasakan (5-10 detik), bila tidak ada tanda-tanda napas
spontan lakukan ventilasi buatan 2x dengan ambu bag.
8. Melakukan cek nadi karotis dengan waktu 3-5 detik, bila tidak
teraba denyut nadi: lakukan kompresi jantung luar dengan cara 30
kompresi dan 2x ventilasi dengan kecepatan kompresi 100x per
menit (dengan 1 atau 2 penolong).
9. Melakukan cek nadi karotis ulang setelah 5 siklus kompresi jantung
dan paru
a. Jika nadi tidak teraba lanjutkan kompresi jantung dan paru
b. Jika nadi teraba lanjutkan dengan pemberian ventilasi
10. Memasang monitor EKG dan lihat nilai irama jantung, jika:
a. VF / VT tanpa nadi, lakukan defibrilasi dengan hitungan joule : 6
joule/kg BB.
b. Asistole / PEA lanjutkan dengan kompresi.
11. Melakukan evaluasi tindakan di atas, jika belum berhasil, lakukan
intubasi dan pemasangan infus jika belum terpasang.
12. Jika pasien sudah terintubasi maka kompresi jantung dan ventilasi
berjalan masing-masing dengan kecepatan kompresi 100x/menit,
kecepatan bagging 1x/6detik atau 10x/menit.
13. Memberi terapi sesuai dosis/instruksi dokter :
a. Adrenalin 0,1cc/kg BB dengan konsentrasi 1/10.000
14. Melakukan CPR/resusitasi maximal 30 menit, jika tidak berhasil
atau setelah ada tanda kematian, hentikan CPR, jika berhasil
observasi tanda vital, kesadaran, pupil dan warna kulit. Jika
memungkinkan pasien dipindahkan ke PICU.
RS. BHAKTI ASIH
BREBES CODE BLUE

Nomor Dokumen Halaman


235/SPO/[Link]/VIII/2022 3 dari 3
Prosedur 15. Membereskan pasien dan alat-alat.
16. Mencuci tangan.
17. Mendokumentasikan dalam rekam medis pasien di sistem Medical
Record Elektronik.
V. Unit Terkait − Instalasi Rawat Inap
− Instalasi Rawat Jalan
− Instalasi Gawat Darurat (IGD)
− Instalasi Care Unit (ICU)
− VK
− Informasi/pendaftaran
− Apotek

Anda mungkin juga menyukai