0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan44 halaman

Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas XI SMA Al-Amien dalam mata pelajaran Seni Rupa, dengan fokus pada penciptaan karya seni yang berdampak pada isu lingkungan. Peserta didik diharapkan dapat menganalisis, menciptakan, dan mempresentasikan karya seni yang relevan dengan isu lingkungan, serta mengembangkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi. Pembelajaran ini mengintegrasikan pengetahuan seni rupa dengan isu sosial dan lingkungan, mendorong kreativitas dan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.

Diunggah oleh

nurul.hotimah345
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan44 halaman

Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas XI SMA Al-Amien dalam mata pelajaran Seni Rupa, dengan fokus pada penciptaan karya seni yang berdampak pada isu lingkungan. Peserta didik diharapkan dapat menganalisis, menciptakan, dan mempresentasikan karya seni yang relevan dengan isu lingkungan, serta mengembangkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi. Pembelajaran ini mengintegrasikan pengetahuan seni rupa dengan isu sosial dan lingkungan, mendorong kreativitas dan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.

Diunggah oleh

nurul.hotimah345
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : SENI RUPA


UNIT 1: MENCIPTAKAN KARYA SENI RUPA YANG BERDAMPAK BAGI
LINGKUNGAN SEKITAR

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA AL-AMIEN
Nama Penyusun : SITTI AINANI, [Link]
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 16 x 45 menit (8 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas XI umumnya memiliki pengalaman dasar dalam menciptakan karya
seni rupa dari jenjang sebelumnya, seperti menggambar, melukis, atau membuat
kerajinan. Mereka mungkin sudah mengenal berbagai media dan teknik dasar seni rupa.
Namun, pemahaman mereka tentang peran seni rupa dalam menyampaikan pesan sosial
atau lingkungan, serta bagaimana karya seni dapat berdampak pada masyarakat,
kemungkinan masih terbatas. Keterampilan kolaborasi dan riset terkait isu lingkungan
mungkin perlu diasah lebih lanjut. Minat terhadap isu lingkungan mungkin sudah ada
pada beberapa peserta didik, tetapi perlu dipantik untuk dihubungkan dengan praktik seni.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi ini berfokus pada pengetahuan konseptual (memahami seni rupa sebagai media
ekspresi dan dampak sosial), prosedural (tahapan penciptaan karya seni), dan
metakognitif (merefleksikan proses kreatif dan dampak karya). Relevansinya dengan
kehidupan nyata sangat tinggi karena mengaitkan seni dengan isu lingkungan yang
relevan dan mendesak. Tingkat kesulitan materi ini bersifat moderat, di mana penguasaan
teknik dasar seni rupa akan membantu, namun penekanan lebih pada konsep dan pesan
yang ingin disampaikan. Struktur materi akan mengalir dari pengenalan isu lingkungan,
analisis karya seni rupa yang berdampak, hingga penciptaan dan presentasi karya.
Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada kepedulian lingkungan, tanggung jawab
sosial, kreativitas, dan kemandirian.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis isu-isu lingkungan dan bagaimana
seni rupa dapat menjadi sarana untuk menyampaikannya.
● Kreativitas: Peserta didik akan menghasilkan ide-ide baru dan inovatif dalam
menciptakan karya seni rupa yang relevan dengan isu lingkungan.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan riset,
bertukar ide, dan mungkin menciptakan karya bersama.
● Kemandirian: Peserta didik akan mengambil inisiatif dalam proses penciptaan karya,
dari perencanaan hingga eksekusi.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengkomunikasikan pesan dan gagasan melalui
karya seni rupa dan presentasi.
● Kewargaan: Peserta didik akan memahami peran mereka sebagai warga negara yang
peduli terhadap lingkungan dan menggunakan seni sebagai alat untuk berkontribusi.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa yang inovatif dan
orisinal dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan lingkungan, serta mampu
mengkomunikasikan ide, konsep, dan pesan melalui presentasi dan refleksi atas karya
tersebut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Biologi/Geografi: Memahami isu-isu lingkungan (misalnya, perubahan iklim, polusi,
keanekaragaman hayati).
● Bahasa Indonesia: Kemampuan meneliti, menganalisis informasi, dan menyusun
narasi untuk menjelaskan konsep dan pesan dalam karya seni.
● Sosiologi/Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Memahami isu-isu sosial,
dampak lingkungan pada masyarakat, dan peran warga negara dalam isu-isu tersebut.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2 (4 JP): Memahami Isu Lingkungan dan Peran Seni Rupa
● Tujuan Pembelajaran 1.1: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan
berbagai isu lingkungan yang relevan di sekitar mereka dengan tingkat akurasi tinggi,
melalui diskusi dan riset awal. (Pengetahuan, Penalaran Kritis)
● Tujuan Pembelajaran 1.2: Peserta didik dapat menganalisis peran seni rupa sebagai
medium untuk menyampaikan pesan dan menginspirasi perubahan terkait isu
lingkungan, dengan memberikan minimal tiga contoh karya seni rupa yang relevan.
(Pengetahuan, Penalaran Kritis)
Pertemuan 3-4 (4 JP): Eksplorasi Konsep dan Ide Karya Seni Rupa Berdampak
● Tujuan Pembelajaran 2.1: Peserta didik dapat mengembangkan konsep dan ide
karya seni rupa yang orisinal dan relevan dengan isu lingkungan yang dipilih, melalui
proses brainstorming dan sketsa awal. (Keterampilan, Kreativitas)
● Tujuan Pembelajaran 2.2: Peserta didik dapat memilih media dan teknik seni rupa
yang sesuai untuk mengekspresikan konsep karya mereka, dengan
mempertimbangkan karakteristik media dan pesan yang ingin disampaikan.
(Keterampilan, Penalaran Kritis)
Pertemuan 5-7 (6 JP): Penciptaan Karya Seni Rupa Berdampak
● Tujuan Pembelajaran 3.1: Peserta didik dapat mengaplikasikan media dan teknik
yang telah dipilih untuk menciptakan karya seni rupa yang berlandaskan konsep dan
ide awal dengan tingkat ketelitian yang memadai. (Keterampilan, Kemandirian)
● Tujuan Pembelajaran 3.2: Peserta didik dapat berkolaborasi secara efektif dengan
anggota kelompok (jika ada) dalam proses penciptaan karya, saling memberikan
umpan balik dan dukungan untuk mencapai tujuan bersama. (Sikap, Kolaborasi)
Pertemuan 8 (2 JP): Presentasi dan Refleksi Karya
● Tujuan Pembelajaran 4.1: Peserta didik dapat mempresentasikan karya seni rupa
mereka secara jelas dan persuasif, menjelaskan konsep, proses, dan pesan yang ingin
disampaikan kepada audiens. (Keterampilan, Komunikasi)
● Tujuan Pembelajaran 4.2: Peserta didik dapat merefleksikan proses kreatif yang
telah dilalui dan potensi dampak karya mereka terhadap lingkungan, serta
mengidentifikasi area pengembangan diri di masa mendatang. (Sikap, Penalaran
Kritis)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Isu-isu Lingkungan Lokal dan Global: Sampah plastik di lautan, deforestasi,
pencemaran air, efek rumah kaca, konservasi keanekaragaman hayati.
● Seni Rupa sebagai Aktivisme Lingkungan: Gerakan Eco-Art, seni instalasi daur
ulang, mural lingkungan, seni pertunjukan yang mengangkat isu lingkungan.
● Menciptakan Narasi Visual: Bagaimana elemen seni rupa (warna, bentuk, tekstur,
komposisi) dapat digunakan untuk membangun narasi yang kuat tentang lingkungan.
● Pemanfaatan Bahan Daur Ulang/Alam dalam Seni Rupa: Eksplorasi media
alternatif yang ramah lingkungan.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK (MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK):
● Eksplorasi Lapangan: Kunjungan singkat ke area sekitar sekolah yang
menunjukkan isu lingkungan (misalnya, taman kota yang kotor, sungai yang
tercemar, atau area hijau yang terawat) atau pengamatan melalui media visual (video,
foto).
● Wawancara: Peserta didik dapat melakukan wawancara singkat dengan petugas
kebersihan, aktivis lingkungan lokal, atau masyarakat sekitar terkait isu lingkungan
yang mereka amati.
● Diskusi Kelompok: Diskusi mendalam untuk menganalisis isu, merumuskan ide, dan
merencanakan proyek seni.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan konsep dan karya akhir mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran Biologi/Geografi, staf kebersihan,
OSIS/ekstrakurikuler yang fokus pada lingkungan.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Komunitas peduli lingkungan setempat,
seniman lokal yang memiliki fokus pada eco-art, dinas kebersihan, pengelola bank
sampah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Studio seni sekolah, ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi dan kerja
kelompok, area luar sekolah (taman, kebun, area yang diamati).
● Ruang Virtual: Google Classroom/platform LMS lainnya untuk berbagi materi,
forum diskusi daring, sumber daya digital (artikel, video, galeri seni virtual).
● Budaya Belajar: Kolaboratif (mendorong kerja sama tim), berpartisipasi aktif (setiap
siswa memiliki peran dan menyumbangkan ide), dan rasa ingin tahu (mendorong
eksplorasi dan pertanyaan).
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal, artikel, atau e-book tentang isu lingkungan
dan seni rupa.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron tentang ide, riset, atau tantangan dalam
proyek.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner awal/akhir, atau
platform lain untuk pengumpulan tugas.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau pengumpulan pendapat
cepat di awal atau akhir sesi.
● Google Classroom: Manajemen tugas, pengumuman, berbagi materi, dan
komunikasi.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (BERKESADARAN, BERMAKNA,
MENGGEMBIRAKAN) - 15 MENIT PER PERTEMUAN
● Pembukaan & Apresiasi: Mengawali dengan sapaan hangat. Mengajak peserta didik
mengamati sebuah gambar/video singkat tentang isu lingkungan atau karya seni yang
relevan (Mindful Learning - menciptakan kesadaran).
● Aktivasi Pengetahuan Awal: Mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian
rasakan saat melihat gambar/video ini? Adakah isu lingkungan yang pernah kalian
lihat atau alami di sekitar kita? Bagaimana seni bisa berbicara tentang ini?"
(Meaningful Learning - mengaitkan dengan pengalaman personal).
● Tujuan & Manfaat: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan relevansinya dengan
kehidupan nyata (misalnya, "Kita akan belajar bagaimana seni bisa menjadi suara
untuk bumi kita!") dengan antusias (Joyful Learning - menumbuhkan motivasi).
● Ice Breaking/Brain Gym: Aktivitas singkat yang melibatkan gerakan atau
kreativitas ringan untuk memicu semangat dan fokus.

KEGIATAN INTI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN) - 60-70 MENIT PER


PERTEMUAN
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
PERTEMUAN 1-2: EKSPLORASI ISU LINGKUNGAN & STUDI KASUS SENI
RUPA BERDAMPAK.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberi satu isu
lingkungan (misalnya, polusi air, sampah plastik, deforestasi).
● Melakukan riset singkat (online/perpustakaan) dan/atau observasi
lapangan/wawancara sederhana (jika memungkinkan) tentang isu tersebut.
● Menganalisis contoh-contoh karya seni rupa dari buku referensi ("BG 11 - Seni
[Link]") atau sumber daring yang membahas isu lingkungan. Diskusi mengenai
bagaimana seniman menyampaikan pesan dan dampak yang dihasilkan.
● Guru memfasilitasi diskusi, memastikan pemahaman mendalam tentang isu dan
potensi peran seni.
● Diferensiasi Konten: Menyediakan beragam sumber informasi (artikel, video,
infografis) dengan tingkat kompleksitas yang berbeda untuk mengakomodasi gaya
belajar dan minat siswa.

Mengaplikasi (Menggembirakan):
PERTEMUAN 3-4: PENGEMBANGAN KONSEP & IDE KARYA.
● Setiap kelompok/individu mulai brainstorming ide karya seni rupa berdasarkan isu
lingkungan yang telah mereka pahami.
● Mengembangkan sketsa-sketsa awal dan merencanakan media serta teknik yang akan
digunakan. Fokus pada orisinalitas dan kekuatan pesan.
● Guru memberikan bimbingan individual atau kelompok untuk membantu siswa
merumuskan ide dan mengatasi tantangan teknis.
● Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan media (lukisan, patung, instalasi, kolase
dari barang daur ulang, seni digital) dan teknik (tradisional, eksperimental) sesuai
minat dan keahlian siswa. Mendukung siswa yang membutuhkan struktur lebih
dengan template perencanaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):


PERTEMUAN 5-7: PROSES PENCIPTAAN KARYA.
● Peserta didik mulai menciptakan karya seni rupa mereka. Guru berkeliling
memberikan umpan balik konstruktif, memotivasi, dan mengatasi kendala yang
muncul.
● Diskusi singkat di awal setiap sesi untuk merefleksikan kemajuan, tantangan, dan
strategi pemecahan masalah.
● Saling memberikan umpan balik antar teman (peer feedback) untuk melihat karya dari
perspektif berbeda.
● Diferensiasi Produk: Hasil akhir bisa berupa karya seni rupa 2D atau 3D, digital
atau manual, dengan presentasi individu atau kelompok. Penekanan pada proses
belajar dan penyampaian pesan, bukan hanya estetika semata.

KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN, PERENCANAAN)


- 15 menit per pertemuan
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap
proses dan hasil karya siswa, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
● Refleksi Diri & Kelompok: Mengajak peserta didik menuliskan atau berbagi secara
lisan tentang apa yang mereka pelajari (pengetahuan, keterampilan, sikap), tantangan
yang dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya. ("Apa hal paling bermakna
yang kalian dapatkan hari ini?" "Bagaimana seni bisa mengubah pandanganmu
tentang lingkungan?")
● Kesimpulan & Penguatan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan
pembelajaran utama dan mengaitkannya dengan pentingnya peran seni rupa dalam isu
lingkungan.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Memberikan gambaran singkat tentang
kegiatan berikutnya atau tugas yang perlu disiapkan. Mendorong siswa untuk berani
mencoba hal baru dan terus berkarya.
● Apresiasi & Motivasi: Memberikan apresiasi atas usaha dan partisipasi aktif peserta
didik, serta motivasi untuk terus peduli terhadap lingkungan dan berkarya.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati partisipasi awal siswa dalam diskusi tentang isu
lingkungan dan pengetahuan dasar seni rupa.
● Wawancara Singkat/Diskusi Kelas: Mengajukan pertanyaan terbuka seperti: "Apa
yang kalian ketahui tentang isu lingkungan di sekitar kita?" atau "Pernahkah kalian
melihat karya seni yang berbicara tentang lingkungan?"
● Kuesioner: Kuesioner singkat daring (Google Forms) untuk mengukur pengetahuan
awal tentang isu lingkungan dan preferensi media/teknik seni rupa.
● Tes Diagnostik (Opsional): Tes singkat pilihan ganda atau esai tentang konsep dasar
seni rupa dan isu lingkungan.

CONTOH 5 SOAL ASESMEN AWAL:


1. Sebutkan minimal tiga isu lingkungan yang paling sering Anda dengar atau lihat di
Indonesia!
2. Menurut Anda, bagaimana seni rupa dapat berperan dalam mengatasi masalah
lingkungan? Berikan contoh sederhana.
3. Media seni rupa apa yang paling Anda suka gunakan (misalnya, cat air, pensil, tanah
liat, aplikasi digital)? Mengapa?
4. Apakah Anda pernah menciptakan karya seni yang terinspirasi dari alam atau
lingkungan? Jika ya, ceritakan sedikit tentang karya tersebut!
5. Apa harapan Anda setelah mempelajari materi tentang seni rupa yang berdampak
bagi lingkungan ini?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tugas Harian: Pengumpulan sketsa awal, jurnal ide, atau foto progres karya.
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi aktif, kualitas argumen, dan kemampuan
kolaborasi dalam diskusi kelompok (menggunakan rubrik observasi).
● Presentasi Konsep: Penilaian presentasi konsep awal karya (ide, pesan, rencana
media/teknik) menggunakan rubrik.
● Umpan Balik Sebaya (Peer Feedback): Siswa saling memberikan masukan
konstruktif terhadap karya teman.
● Observasi Guru: Guru melakukan observasi langsung selama proses eksplorasi,
brainstorming, dan penciptaan karya, mencatat kemajuan dan tantangan yang
dihadapi siswa.

CONTOH 5 SOAL/INDIKATOR ASESMEN PROSES:


1. Observasi partisipasi diskusi: Apakah siswa aktif bertanya dan berargumen saat
membahas isu lingkungan?
2. Penilaian sketsa awal: Sejauh mana ide karya siswa orisinal dan jelas dalam
sketsa?
3. Rubrik kerja kelompok: Bagaimana kontribusi siswa dalam kelompok saat
merencanakan proyek?
4. Umpan balik tertulis: Berikan umpan balik konstruktif terhadap karya teman Anda
mengenai pesan yang disampaikan dan penggunaan media!
5. Jurnal proses: Catat minimal 3 tantangan yang Anda hadapi dalam
mengembangkan ide dan bagaimana Anda berusaha mengatasinya!
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal yang merefleksikan seluruh proses
pembelajaran: apa yang mereka pelajari, tantangan, keberhasilan, dan bagaimana
pandangan mereka tentang seni rupa dan lingkungan berubah.
● Tes Tertulis (Esai/Studi Kasus): Menguji pemahaman konseptual tentang peran seni
rupa dalam isu lingkungan dan kemampuan analisis.
● Tugas Akhir/Proyek: Karya Seni Rupa Berdampak Lingkungan (dengan
narasi/penjelasan konsep)
● Presentasi Karya: Presentasi final karya seni rupa, menjelaskan konsep, proses,
pesan, dan potensi dampak.

CONTOH 5 SOAL ASESMEN AKHIR:


1. Jelaskan secara komprehensif bagaimana seni rupa dapat berfungsi sebagai alat yang
efektif untuk mengadvokasi isu-isu lingkungan di masyarakat! Berikan contoh nyata
dari karya seni yang berhasil melakukan ini.
2. Pilihlah salah satu isu lingkungan yang paling Anda pedulikan. Rancanglah sebuah
konsep karya seni rupa (lengkap dengan media, teknik, dan pesan yang ingin
disampaikan) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu
tersebut.
3. Bagaimana proses kolaborasi dengan kelompok atau mitra pembelajaran (jika ada)
memengaruhi ide dan eksekusi karya seni rupa Anda? Jelaskan tantangan dan
manfaatnya.
4. Refleksikan secara mendalam tentang proses kreatif Anda dalam menciptakan karya
seni ini. Apa bagian tersulit, apa yang paling Anda nikmati, dan apa pelajaran
terbesar yang Anda peroleh?
5. Menurut Anda, setelah membuat karya ini, bagaimana seni rupa dapat terus
berkontribusi dalam mencari solusi untuk masalah lingkungan di masa depan, tidak
hanya sebatas menyampaikan pesan?
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
UNIT 2 : APRESIASI SENI RUPA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA AL-AMIEN
Nama Penyusun : SITTI AINANI, [Link]
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 16 x 45 menit (8 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis karya seni rupa
(dua dimensi, tiga dimensi) dan beberapa teknik dasar penciptaan seni rupa dari
pembelajaran sebelumnya. Mereka juga mungkin sudah memiliki pengalaman dalam
mengamati atau mengunjungi pameran seni rupa (fisik maupun virtual). Pemahaman awal
tentang unsur-unsur dan prinsip-prinsip seni rupa juga menjadi modal awal. Mereka juga
diharapkan memiliki minat awal terhadap seni dan budaya di sekitar mereka.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi Apresiasi Seni Rupa termasuk jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan
faktual yang menuntut kemampuan analisis, interpretasi, dan evaluasi. Relevansi dengan
kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi karena melibatkan pengembangan kepekaan
estetis, pemahaman konteks budaya, serta kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis
terhadap fenomena visual di sekitar mereka. Tingkat kesulitan materi ini bersifat
menengah, membutuhkan pemahaman teori dan pengalaman praktik apresiasi yang
seimbang. Struktur materi bersifat spiral, di mana konsep dasar apresiasi akan diperdalam
dengan contoh-contoh karya seni rupa yang beragam. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada penghargaan terhadap perbedaan, empati, kepekaan budaya, penalaran
kritis, dan komunikasi efektif.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis, menginterpretasi, dan
mengevaluasi karya seni rupa dari berbagai perspektif.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil apresiasi dan
interpretasi mereka secara lisan dan tertulis dengan argumen yang kuat.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide baru dalam menanggapi
dan mengekspresikan apresiasi terhadap karya seni rupa.
● Kewargaan: Peserta didik mampu menghargai keragaman budaya dan nilai-nilai
lokal yang terkandung dalam karya seni rupa.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengapresiasi karya seni rupa dengan
menganalisis, menginterpretasi, dan mengevaluasi nilai-nilai estetis, konteks budaya,
serta fungsi sosial dari berbagai jenis karya seni rupa (tradisional dan
modern/kontemporer), serta mengomunikasikan hasil apresiasi mereka secara kritis dan
reflektif.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Sejarah: Pemahaman tentang latar belakang sejarah dan perkembangan seni rupa di
berbagai era.
● Sosiologi/Antropologi: Pemahaman tentang peran seni rupa dalam masyarakat dan
budaya.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan dalam menyusun esai, deskripsi, atau presentasi
tentang karya seni rupa.
● Filsafat: Pemahaman tentang konsep estetika dan nilai-nilai dalam seni.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis karya seni rupa
(dua dimensi dan tiga dimensi) dari berbagai periode dan budaya setelah studi
literatur dan observasi visual dengan tepat. (Mindful Learning)
● Pertemuan 2: Peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur seni rupa (titik, garis,
bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap-terang) dan prinsip-prinsip seni rupa (kesatuan,
keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, keselarasan) dalam sebuah karya seni
rupa secara kritis. (Meaningful Learning)
● Pertemuan 3: Peserta didik dapat menginterpretasi makna dan pesan yang
terkandung dalam karya seni rupa berdasarkan konteks sejarah, budaya, dan sosialnya
secara mendalam. (Meaningful Learning)
● Pertemuan 4: Peserta didik dapat mengevaluasi nilai estetis dan dampak emosional
sebuah karya seni rupa, serta merumuskan pandangan pribadi secara reflektif.
(Mindful Learning, Penalaran Kritis)
● Pertemuan 5: Peserta didik dapat mengomunikasikan hasil apresiasi mereka dalam
bentuk presentasi lisan atau tulisan yang argumentatif dan persuasif. (Joyful Learning,
Komunikasi)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Mengapresiasi Seni Rupa Tradisional Indonesia (misalnya: batik, ukiran, topeng,
wayang, patung)
● Mengapresiasi Seni Rupa Modern dan Kontemporer (misalnya: lukisan, patung,
instalasi, fotografi, seni digital)
● Seni Rupa sebagai Cerminan Isu Sosial dan Lingkungan
● Proses Kurasi Pameran Seni Rupa
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Fisik): Peserta didik diajak mengunjungi pameran
seni rupa (jika memungkinkan) atau melakukan tur virtual museum/galeri seni
terkenal.
● Wawancara: Peserta didik dapat melakukan wawancara dengan seniman, kurator,
atau pengamat seni untuk mendapatkan perspektif mendalam tentang karya atau
proses kreatif.
● Diskusi Kelompok: Diskusi aktif untuk menganalisis, menginterpretasi, dan
mengevaluasi karya seni rupa.
● Presentasi Proyek Apresiasi: Peserta didik mempresentasikan hasil apresiasi mereka
terhadap karya seni rupa pilihan.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru seni rupa, guru mata pelajaran lain (misalnya Sejarah,
Bahasa Indonesia), siswa lain sebagai peer reviewer.
● Lingkungan Luar Sekolah: Museum seni, galeri seni, komunitas seniman, seniman
individu, kurator seni, pengamat seni.
● Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam kegiatan apresiasi seni (misalnya
mengundang seniman lokal untuk berbagi).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi dan presentasi. Dinding kelas
dapat digunakan untuk menempelkan hasil analisis atau gambar karya seni.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform belajar daring (Google Classroom,
Zoom/Google Meet) untuk diskusi virtual, berbagi materi, dan mengunggah tugas.
Sumber daya digital seperti website museum, video dokumenter seni, dan forum
diskusi daring.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar kolaboratif, di mana peserta didik aktif
berpartisipasi, bertanya, dan berbagi pandangan. Menciptakan suasana yang
memupuk rasa ingin tahu dan penghargaan terhadap beragam ekspresi seni.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, jurnal, atau artikel tentang sejarah seni
rupa, teori estetika, dan kritik seni.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkronus tentang interpretasi karya seni rupa atau
isu-isu kontemporer dalam seni.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuesioner refleksi atau asesmen
formatif.
● Kahoot/Mentimeter: Kuis interaktif untuk mereview pemahaman konsep atau
mengumpulkan pandangan awal.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen materi, penugasan, dan komunikasi.
● Platform Galeri Virtual: Google Arts & Culture, situs web museum internasional
untuk eksplorasi karya.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL
LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Berkesadaran (Mindful): Guru memulai pelajaran dengan teknik relaksasi singkat
(misalnya fokus pada pernapasan) untuk membantu peserta didik hadir sepenuhnya.
Guru kemudian memutarkan musik instrumental yang menenangkan sambil
menampilkan beberapa gambar karya seni rupa yang memprovokasi pikiran
(misalnya, karya yang abstrak, surealis, atau memiliki pesan kuat). Peserta didik
diajak mengamati dan merasakan emosi yang muncul tanpa perlu menilainya.
● Bermakna (Meaningful): Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang
pertama kali terlintas di pikiranmu saat melihat karya ini?", "Pernahkah kamu merasa
terhubung dengan sebuah karya seni?", "Menurutmu, apa tujuan seniman
menciptakan karya ini?". Guru mengaitkan apresiasi seni dengan pengalaman
personal peserta didik dalam menanggapi visual sehari-hari.
● Menggembirakan (Joyful): Guru membuka diskusi dengan semangat, memberikan
kebebasan peserta didik untuk menyampaikan pendapat tanpa takut salah. Guru bisa
menggunakan media interaktif seperti Mentimeter untuk mengumpulkan "satu kata"
kesan pertama mereka tentang karya yang ditampilkan.

KEGIATAN INTI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN):


Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai sumber belajar (artikel, video
tutorial, infografis) tentang teori apresiasi seni, unsur dan prinsip seni rupa, serta
contoh-contoh karya dari berbagai periode dan gaya. Peserta didik dapat memilih
sumber yang paling sesuai dengan gaya belajarnya (visual, auditori, kinestetik).
● Eksplorasi Analitis: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok
diberikan beberapa reproduksi karya seni rupa (tradisional dan modern/kontemporer)
untuk dianalisis. Guru memberikan lembar kerja terstruktur yang memandu mereka
mengidentifikasi unsur, prinsip, dan potensi makna. Guru berkeliling memfasilitasi
diskusi, mengajukan pertanyaan yang memicu penalaran kritis, dan mendorong
mereka untuk melihat detail.
● Refleksi Diri: Peserta didik diminta untuk menuliskan refleksi singkat di jurnal
mereka tentang bagaimana pemahaman mereka tentang unsur dan prinsip seni rupa
membantu mereka melihat karya dengan cara yang baru.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):
● Diferensiasi Proses: Guru memberikan pilihan kepada peserta didik untuk memilih
satu karya seni rupa (dari eksplorasi atau karya lain yang diminati) untuk diulas
secara mendalam. Mereka dapat memilih format ulasan: esai tertulis, presentasi video,
podcast, atau infografis digital. Guru memberikan rubrik yang jelas untuk setiap
format. Bagi yang membutuhkan bantuan, guru menyediakan "scaffolding" berupa
contoh ulasan atau kerangka penulisan.
● Proyek Apresiasi: Peserta didik mulai mengerjakan proyek apresiasi mereka. Guru
berperan sebagai fasilitator dan mentor, memberikan umpan balik individual secara
berkala. Guru mendorong peserta didik untuk berani menginterpretasikan makna dan
mengemukakan pandangan pribadi, bukan hanya mendeskripsikan.
● Sesi Kritik Konstruktif: Peserta didik mempresentasikan sebagian dari hasil kerja
mereka dalam kelompok kecil, dan anggota kelompok lain memberikan umpan balik
konstruktif menggunakan bahasa apresiatif.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Diferensiasi Produk: Hasil proyek apresiasi dipresentasikan di kelas atau diunggah
ke platform daring.
● Refleksi Mendalam: Setelah presentasi, guru memimpin sesi refleksi kelas. Peserta
didik diajak untuk merenungkan proses apresiasi mereka, bagaimana pandangan
mereka berubah, dan apa yang mereka pelajari tentang diri sendiri dan orang lain
melalui seni. Guru menekankan bahwa apresiasi adalah perjalanan personal dan tidak
ada jawaban tunggal yang "benar".

KEGIATAN PENUTUP (MEMBERIKAN UMPAN BALIK KONSTRUKTIF,


MENYIMPULKAN, PERENCANAAN PEMBELAJARAN SELANJUTNYA):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik yang tulus dan spesifik
atas usaha dan hasil apresiasi setiap peserta didik, menyoroti kekuatan dan
memberikan saran perbaikan. Guru juga mendorong peer feedback yang membangun.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum konsep-
konsep kunci tentang apresiasi seni rupa dan bagaimana proses apresiasi membantu
mereka menjadi pembelajar yang lebih mindful, melihat makna di balik hal-hal
visual, dan menemukan kegembiraan dalam seni.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi area yang ingin mereka eksplorasi lebih lanjut di masa depan,
misalnya mengapresiasi seni musik, film, atau mencoba menciptakan karya seni
berdasarkan inspirasi dari apresiasi. Guru bisa menanyakan, "Karya seni apa lagi
yang ingin kalian coba apresiasi di luar konteks pelajaran ini?"

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati keaktifan peserta didik dalam diskusi awal dan respons
terhadap karya seni yang ditampilkan.
● Wawancara (Singkat): Guru bertanya secara acak kepada beberapa peserta didik
tentang definisi "apresiasi seni" menurut mereka sendiri.
● Kuesioner: Kuesioner singkat (Google Forms) berisi pertanyaan seperti: "Karya seni
rupa apa yang paling berkesan bagimu? Mengapa?", "Menurutmu, apa tujuan
seseorang membuat karya seni?".
TES DIAGNOSTIK (PRA-TES):
1. Apa yang Anda pahami tentang "apresiasi seni rupa"?
2. Sebutkan 3 unsur dasar seni rupa yang Anda ketahui!
3. Apa perbedaan mendasar antara seni rupa tradisional dan seni rupa modern?
4. Menurut Anda, mengapa sebuah karya seni bisa disebut "indah"?
5. Pernahkah Anda mengunjungi pameran seni rupa? Jika ya, ceritakan pengalaman
Anda secara singkat!

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tugas Harian: Pengamatan terhadap catatan jurnal refleksi peserta didik tentang
pengamatan awal karya seni.
● Diskusi Kelompok: Observasi guru terhadap partisipasi, kontribusi ide, dan
kemampuan analisis dalam diskusi kelompok tentang karya seni.
● Presentasi (Konsep Awal/Diskusi): Penilaian terhadap kemampuan peserta didik
dalam menyampaikan analisis awal tentang karya seni yang diberikan.
1. Jelaskan bagaimana unsur-unsur seni rupa (misalnya warna dan garis)
dimanfaatkan dalam karya ini untuk menciptakan efek tertentu!
2. Menurut kelompok Anda, apa pesan atau makna tersirat yang ingin disampaikan
seniman melalui karya ini?
3. Bagaimana konteks sejarah atau budaya mungkin memengaruhi penciptaan atau
pemahaman karya ini?
4. Identifikasi satu prinsip seni rupa yang paling menonjol dalam karya ini dan
jelaskan mengapa!
5. Apa tantangan terbesar yang kelompok Anda hadapi saat menganalisis karya ini,
dan bagaimana Anda mengatasinya?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Jurnal Reflektif: Penilaian kedalaman refleksi peserta didik tentang proses belajar
apresiasi seni rupa, termasuk tantangan, insight, dan pengembangan diri.
TES TERTULIS:
1. Jelaskan secara komprehensif tahapan-tahapan dalam melakukan apresiasi seni rupa
yang mendalam!
2. Bandingkan dan kontraskan fungsi dan nilai estetis antara seni rupa tradisional dan
seni rupa kontemporer, berikan contoh konkret!
3. Bagaimana seorang apresiator dapat menjaga objektivitas sekaligus melibatkan
subjektivitasnya dalam menanggapi sebuah karya seni?
4. Analisis peran kritikus seni dalam ekosistem seni rupa! Mengapa kritik seni penting?
5. Pilihlah satu karya seni rupa yang paling berkesan bagimu selama pembelajaran ini,
lalu tuliskan esai apresiasi yang mencakup analisis unsur, interpretasi makna, dan
evaluasi nilai estetisnya!
● Tugas Akhir/Proyek (Proyek Apresiasi): Penilaian terhadap presentasi
(lisan/visual/tertulis) hasil apresiasi mendalam terhadap karya seni rupa pilihan.

RUBRIK PENILAIAN PROYEK APRESIASI SENI RUPA (CONTOH):


■ Kriteria 1: Kedalaman Analisis (40%)
 Kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan unsur serta prinsip seni rupa.
 Kemampuan mengaitkan karya dengan konteks sejarah, budaya, atau sosial.
 Ketajaman dalam melihat detail dan hubungan antar bagian karya.
■ Kriteria 2: Interpretasi dan Relevansi (30%)
 Kemampuan menginterpretasi makna dan pesan secara logis.
 Relevansi interpretasi dengan bukti visual yang ada.
 Kemampuan menghubungkan makna karya dengan isu kontemporer atau
pengalaman pribadi.
■ Kriteria 3: Kualitas Komunikasi (20%)
 Struktur penyajian (lisan/tertulis/visual) yang jelas dan koheren.
 Penggunaan bahasa yang tepat dan argumentasi yang kuat.
 Kejelasan dan kelancaran dalam menyampaikan gagasan.
■ Kriteria 4: Refleksi dan Keterlibatan Personal (10%)
 Adanya refleksi pribadi tentang pengalaman mengapresiasi karya.
 Tingkat keterlibatan emosional dan intelektual dengan karya.
 Kemampuan menyampaikan pandangan orisinal dan pribadi.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
UNIT 3: MEMBUAT KARYA SENI RUPA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA AL-AMIEN
Nama Penyusun : SITTI AINANI, [Link]
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 16 x 45 menit (8 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Sebelum memulai pembelajaran Unit 3 "Membuat Karya Seni Rupa", peserta didik
diasumsikan telah memiliki pemahaman dasar tentang:
Pengetahuan:
● Konsep dasar seni rupa (unsur, prinsip, jenis-jenis seni rupa).
● Beberapa teknik dasar dalam berkarya seni rupa (misalnya, teknik menggambar,
melukis, mencetak sederhana).
● Pengenalan terhadap berbagai media dan bahan yang umum digunakan dalam seni
rupa.
● Memahami bahwa seni rupa dapat menjadi sarana ekspresi pribadi dan komunikasi
visual.
Keterampilan:
● Keterampilan motorik halus untuk mengolah media dan alat seni rupa.
● Keterampilan dasar observasi untuk mengidentifikasi objek atau ide.
● Keterampilan sederhana dalam menuangkan ide visual.
Pemahaman:
● Menyadari bahwa proses berkarya seni rupa melibatkan eksplorasi dan eksperimen.
● Memahami pentingnya apresiasi terhadap karya seni rupa, baik karya sendiri maupun
karya orang lain.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi pelajaran "Membuat Karya Seni Rupa" ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan konseptual (pemahaman
prinsip desain, estetika), prosedural (langkah-langkah berkarya), dan metakognitif
(refleksi proses kreatif). Penekanan utama adalah pada pengembangan keterampilan
praktis dan ekspresi melalui proses penciptaan.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Sangat relevan dengan kehidupan nyata
peserta didik karena seni rupa adalah bagian integral dari budaya dan kehidupan
sehari-hari (desain produk, arsitektur, ilustrasi, media visual). Berkarya seni juga
melatih kemampuan problem-solving, ekspresi diri, dan observasi lingkungan.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan bersifat adaptif, memungkinkan diferensiasi.
Konsep dasar dapat dipahami dengan mudah, namun penguasaan teknik dan
kedalaman ekspresi dapat menjadi tantangan yang mendorong eksplorasi lebih lanjut.
● Struktur Materi: Materi distrukturkan secara progresif, dimulai dari gagasan,
eksplorasi media dan teknik, proses penciptaan, hingga presentasi dan refleksi karya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai seperti ketekunan,
kesabapan, orisinalitas, keberanian bereksperimen, apresiasi terhadap keindahan, dan
tanggung jawab terhadap hasil karya.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang
akan dicapai dalam pembelajaran ini adalah:
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Melalui pengamatan keindahan alam
dan ciptaan Tuhan sebagai inspirasi dalam berkarya seni, serta rasa syukur atas
kemampuan kreatif yang diberikan.
● Penalaran Kritis: Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses serta hasil karya
seni, memberikan justifikasi atas pilihan artistik, dan mengidentifikasi kekuatan serta
kelemahan dalam karyanya.
● Kreativitas: Mampu menghasilkan gagasan-gagasan orisinal, mengembangkan
imajinasi, dan mewujudkan ide menjadi karya seni yang unik.
● Kolaborasi: Terlibat aktif dalam diskusi kelompok, memberikan masukan
konstruktif, dan bekerja sama dalam proyek seni (jika ada proyek kelompok).
● Kemandirian: Mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses
berkarya secara mandiri, serta bertanggung jawab terhadap hasil karyanya.
● Komunikasi: Mampu mengkomunikasikan gagasan, proses, dan makna di balik
karya seninya, baik secara verbal maupun visual.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase F (kelas XI dan XII), peserta didik mampu:
● Mengembangkan dan mengelola gagasan artistik-estetik dan kreativitas: Mampu
mengembangkan ide-ide yang kaya dan orisinal untuk karya seni rupa, serta
mengelola proses kreatif dari awal hingga akhir.
● Menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan karya seni rupa: Mampu
menganalisis berbagai aspek dalam karya seni, mengevaluasi efektivitasnya, dan
secara mandiri menciptakan karya seni rupa yang menunjukkan pemahaman
mendalam tentang prinsip-prinsip seni dan penggunaan media.
● Mengomunikasikan hasil karya seni rupa secara lisan, tertulis, dan/atau melalui
media lainnya: Mampu menyampaikan gagasan, proses, dan pesan dalam karyanya
kepada orang lain dengan beragam cara.
● Menghargai dan mengembangkan praktik dan gagasan artistik-estetik sebagai
representasi identitas dan budaya bangsa: Menumbuhkan sikap apresiatif terhadap
kekayaan seni rupa Indonesia dan global, serta berpartisipasi aktif dalam pelestarian
dan pengembangan seni budaya.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


Pembelajaran "Membuat Karya Seni Rupa" relevan dengan disiplin ilmu dan mata
pelajaran lain, antara lain:
● Bahasa Indonesia: Untuk mengkomunikasikan ide, proses, dan refleksi karya seni
secara lisan maupun tulisan, serta memahami teks deskriptif dan naratif terkait seni.
● Sejarah: Memahami konteks sejarah seni rupa dan bagaimana karya seni
merefleksikan zaman dan budaya.
● Antropologi/Sosiologi: Memahami peran seni rupa dalam masyarakat dan kaitannya
dengan aspek sosial dan budaya.
● Informatika: Pemanfaatan teknologi digital untuk eksplorasi referensi visual, desain,
atau bahkan penciptaan karya seni digital.
● Matematika/Fisika: Penerapan konsep proporsi, perspektif, dan prinsip-prinsip
cahaya dan warna dalam karya seni.
● Biologi: Inspirasi dari bentuk-bentuk alam dan kehidupan sebagai sumber ide.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Eksplorasi Gagasan dan Konsep
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan mengembangkan
berbagai gagasan orisinal untuk menciptakan karya seni rupa yang relevan dengan
lingkungan sekitar dan isu personal, dengan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi
(Penalaran Kritis, Kreativitas, Mandiri).
Pertemuan 2: Eksperimentasi Media dan Teknik
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memilih dan mengaplikasikan berbagai
media dan teknik seni rupa secara eksploratif untuk mewujudkan gagasan awal,
dengan menunjukkan keberanian bereksperimen (Kreativitas, Mandiri).
Pertemuan 3 & 4: Proses Penciptaan Karya Seni Rupa
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa
berdasarkan gagasan dan eksplorasi media yang telah dilakukan, dengan
memperhatikan prinsip-prinsip seni rupa dan nilai-nilai estetika, serta menunjukkan
ketekunan dan kesabaran dalam proses berkarya (Penalaran Kritis, Kreativitas,
Mandiri).
Pertemuan 5: Presentasi dan Refleksi Karya
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mempresentasikan karya seni rupa
yang telah dibuat, mengkomunikasikan gagasan dan prosesnya, serta memberikan dan
menerima umpan balik secara konstruktif, dengan menunjukkan sikap percaya diri
dan kolaboratif (Komunikasi, Kolaborasi, Penalaran Kritis).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Seni dan Lingkungan Sekitar: Menggunakan objek, fenomena, atau isu-isu yang
ada di lingkungan sekitar peserta didik (misalnya, kondisi sosial, alam, perkotaan,
tradisi lokal) sebagai inspirasi dan tema utama dalam berkarya.
● Seni sebagai Ekspresi Diri dan Identitas: Mengeksplorasi bagaimana seni dapat
menjadi medium untuk mengungkapkan perasaan, pemikiran, dan identitas personal
peserta didik.
● Daur Ulang dan Seni Berkelanjutan: Pemanfaatan bahan-bahan bekas atau alam
sebagai media berkarya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
● Metode Pembelajaran:
● Eksplorasi Lapangan (Field Exploration): Mengamati langsung objek atau
fenomena di lingkungan sekitar sekolah atau lingkungan terdekat sebagai sumber ide.
● Wawancara (Interview): Menggali informasi dari seniman lokal, pengrajin, atau
tokoh masyarakat terkait seni rupa dan proses kreatif. (Disesuaikan dengan
ketersediaan dan relevansi)
● Diskusi Kelompok (Group Discussion): Berbagi gagasan, memberikan umpan
balik, dan memecahkan masalah bersama dalam kelompok.
● Presentasi (Presentation): Menyajikan gagasan, proses, dan hasil karya kepada
teman dan guru.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya Guru Bahasa Indonesia
untuk aspek komunikasi, Guru Informatika untuk pemanfaatan digital), pustakawan,
staf sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Seniman lokal, galeri seni, komunitas seni, pusat
kerajinan, tokoh masyarakat yang relevan dengan seni dan budaya.
● Masyarakat: Orang tua/wali sebagai pendukung dan pemberi perspektif dalam
diskusi.
LINGKUNGAN BELAJAR:
Ruang Fisik:
● Studio/Ruang Seni: Ruangan yang memfasilitasi kebebasan berekspresi, dilengkapi
dengan meja kerja, area penyimpanan alat dan bahan, serta ruang pameran temporer.
● Area Outdoor Sekolah: Taman, halaman sekolah, atau area lain yang dapat
dijadikan tempat observasi dan mencari inspirasi.
● Lingkungan Sekitar Sekolah: Memanfaatkan area di luar sekolah yang aman dan
relevan untuk observasi langsung.
Ruang Virtual:
● Platform Kolaborasi Online: Google Classroom, Microsoft Teams untuk berbagi
materi, mengunggah progres, dan diskusi asinkron.
● Sumber Daya Online: Perpustakaan digital, situs web galeri seni virtual, tutorial seni
di YouTube, museum online.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama antar peserta didik dalam berbagi ide, bahan,
dan memberikan umpan balik konstruktif.
● Berpartisipasi Aktif: Menciptakan suasana di mana setiap peserta didik merasa
nyaman untuk bertanya, berpendapat, dan berkreasi.
● Rasa Ingin Tahu: Memprovokasi pertanyaan, mendorong eksplorasi mandiri, dan
memfasilitasi penemuan baru.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, jurnal seni, atau artikel terkait seniman
dan gaya seni.
● Forum Diskusi Daring (Google Classroom/WhatsApp Group): Untuk berdiskusi
tentang ide, tantangan, dan solusi dalam proses berkarya.
● Penilaian Daring (Google Forms/Quizzes): Untuk asesmen awal atau formatif
(misalnya kuesioner minat).
● Kahoot!/Mentimeter: Untuk memicu diskusi interaktif, menguji pemahaman
singkat, atau mengumpulkan ide secara cepat.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen pembelajaran untuk penugasan,
pengumpulan karya, pengumuman, dan komunikasi.
● Aplikasi Desain/Ilustrasi Digital (opsional, disesuaikan dengan fasilitas): Jika
memungkinkan, pengenalan tools dasar untuk sketsa digital atau eksplorasi konsep.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


● Mindful Learning (Berkesadaran): Fokus pada pengalaman saat ini, perhatian
penuh terhadap proses, dan refleksi diri.
● Meaningful Learning (Bermakna): Menghubungkan materi dengan kehidupan
nyata peserta didik, nilai-nilai pribadi, dan relevansi masa depan.
● Joyful Learning (Menggembirakan): Menciptakan suasana belajar yang positif,
menyenangkan, dan membebaskan ekspresi.

PERTEMUAN 1: EKSPLORASI GAGASAN DAN KONSEP


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● (Joyful Learning) Guru menyapa peserta didik dengan antusias, memutar musik
instrumental yang menenangkan atau inspiratif, dan memulai dengan pertanyaan
pemantik: "Apa benda atau pemandangan di sekitar kita yang menurutmu menyimpan
kisah menarik dan bisa menjadi inspirasi karya seni?" atau "Jika kamu bisa
menciptakan sesuatu yang mengungkapkan perasaanmu saat ini, itu akan seperti
apa?".
● (Mindful Learning) Guru meminta peserta didik untuk melakukan "silent
observation" selama 2-3 menit, melihat sekeliling kelas atau keluar jendela, dan
memikirkan satu hal yang menarik perhatian mereka. Kemudian, peserta didik
diminta untuk menuliskan kata kunci atau sketsa cepat dari pengamatan mereka.
● (Meaningful Learning) Guru mengaitkan pengamatan ini dengan unit pembelajaran:
"Hari ini kita akan mulai petualangan menciptakan karya seni. Seni itu bukan hanya
tentang teknik, tapi juga tentang bagaimana kita melihat dunia dan menyampaikan
pesan. Setiap benda di sekitar kita, bahkan perasaan dalam diri, bisa jadi sumber
inspirasi tak terbatas."

KEGIATAN INTI (70 MENIT)


● (Meaningful Learning - Memahami) Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang
sumber-sumber inspirasi dalam seni rupa (alam, sosial, personal, budaya). Guru dapat
menampilkan beberapa contoh karya seni rupa dari seniman lokal atau internasional
yang mengambil inspirasi dari hal-hal kontekstual.
(Berdiferensiasi Konten - Meaningful Learning) Guru menyediakan beragam
referensi:
● Teks singkat tentang seniman dengan tema tertentu (misalnya, seniman yang peduli
lingkungan, seniman yang mengangkat isu sosial).
● Galeri gambar digital berbagai jenis seni rupa (lukisan, patung, instalasi, fotografi)
yang relevan dengan topik "Membuat Karya Seni Rupa".
● Video pendek tentang proses kreatif seniman.
● (Berdiferensiasi Proses - Mindful Learning & Joyful Learning) Peserta didik dibagi
ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok diberikan tugas eksplorasi
gagasan:
 Pendekatan 1 (Eksplorasi Lapangan): Kelompok diminta keluar kelas (misalnya
ke taman sekolah, koridor) untuk mengamati dan mendokumentasikan
(foto/sketsa) hal-hal yang menarik perhatian mereka sebagai potensi ide karya
seni. (Bagi peserta didik yang cenderung kinestetik/visual).
 Pendekatan 2 (Wawancara Sederhana): Kelompok merancang pertanyaan
sederhana dan mewawancarai satu atau dua teman/guru tentang hal yang mereka
anggap menarik atau penting dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi
inspirasi karya seni. (Bagi peserta didik yang cenderung interpersonal/verbal).
 Pendekatan 3 (Refleksi Personal): Kelompok melakukan brainstorming tentang
pengalaman pribadi, emosi, atau isu yang relevan dengan kehidupan mereka yang
ingin diungkapkan melalui seni. (Bagi peserta didik yang cenderung
intrapersonal).
● (Kolaborasi & Kreativitas) Setelah eksplorasi, setiap kelompok mendiskusikan
temuan mereka dan mulai mengembangkan 3-5 gagasan awal untuk karya seni.
Mereka membuat mind map atau sketsa konsep sederhana untuk setiap gagasan. Guru
berkeliling, memberikan bimbingan, dan memancing pertanyaan kritis.
● (Mengaplikasi - Mindful Learning) Peserta didik memilih satu gagasan terbaik dari
kelompoknya untuk dikembangkan lebih lanjut secara individu. Mereka membuat
sketsa detail dan menuliskan deskripsi singkat tentang gagasan tersebut, termasuk
media yang mungkin digunakan.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● (Umpan Balik Konstruktif - Mindful Learning) Guru meminta beberapa peserta
didik secara acak untuk mempresentasikan satu gagasan terbaik mereka dan
alasannya. Guru memberikan umpan balik positif dan saran konstruktif.
● (Menyimpulkan Pembelajaran) Guru bersama peserta didik merangkum pentingnya
gagasan dan eksplorasi dalam proses berkarya seni.
● (Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya) Guru menyampaikan bahwa pada
pertemuan berikutnya, peserta didik akan mulai mengeksplorasi media dan teknik
untuk mewujudkan gagasan mereka. Peserta didik diminta membawa alat dan bahan
dasar yang mungkin mereka perlukan (misalnya pensil, penghapus, buku gambar,
atau bahan bekas yang sudah dipersiapkan).

PERTEMUAN 2: EKSPERIMENTASI MEDIA DAN TEKNIK


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● (Joyful Learning) Guru memulai dengan menampilkan video singkat "time-lapse"
seniman yang sedang berkarya, menyoroti proses eksplorasi media yang dinamis dan
terkadang "berantakan" namun menyenangkan.
● (Mindful Learning) Guru meminta peserta didik untuk mengingat kembali gagasan
karya seni yang telah mereka pilih. "Apa tantangan utama yang kalian bayangkan saat
akan mewujudkan ide tersebut?"
● (Meaningful Learning) Guru mengaitkan tantangan tersebut dengan pentingnya
eksperimentasi: "Setiap karya seni adalah hasil dari eksplorasi. Hari ini, kita akan
bermain-main dengan media dan teknik untuk menemukan cara terbaik mewujudkan
ide kalian."

KEGIATAN INTI (70 MENIT)


● (Meaningful Learning - Memahami) Guru menjelaskan berbagai jenis media dan
teknik dasar seni rupa (misalnya, melukis dengan cat air/akrilik, menggambar dengan
arang/pastel, membuat kolase, teknik cetak sederhana). Guru dapat menyediakan
contoh visual dari setiap teknik.
● (Berdiferensiasi Proses - Mengaplikasi & Joyful Learning) Peserta didik bekerja
secara individu atau berpasangan. Guru menyiapkan beberapa "stasiun" media dan
teknik berbeda di kelas (misalnya, Stasiun Cat Air, Stasiun Kolase, Stasiun Gambar
Arang). Peserta didik bebas memilih 2-3 stasiun untuk bereksperimen.
 Stasiun Cat Air: Eksplorasi gradasi, teknik basah di atas basah, basah di atas
kering.
 Stasiun Kolase: Eksplorasi tekstur, bentuk, dan komposisi menggunakan
potongan kertas, kain, atau bahan bekas.
 Stasiun Gambar Arang/Pastel: Eksplorasi gelap terang, sapuan garis, tekstur.
● (Mindful Learning) Saat bereksperimen, guru mendorong peserta didik untuk
mencatat (secara mental atau di buku sketsa) apa yang mereka rasakan, apa yang
berhasil, dan apa yang menantang dari setiap media/teknik. Guru berkeliling,
memberikan saran teknis, dan memotivasi untuk "berani kotor".
● (Merefleksi - Penalaran Kritis) Setelah sesi eksperimen, peserta didik kembali ke
tempat masing-masing. Mereka memilih satu atau dua hasil eksperimen yang paling
menarik bagi mereka dan menempelkannya di meja. Mereka diminta untuk
menuliskan 2-3 kalimat refleksi: "Apa yang saya pelajari dari eksperimen ini?",
"Bagaimana media/teknik ini bisa mendukung ide karya saya?".

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● (Umpan Balik Konstruktif - Kolaborasi) Guru meminta beberapa peserta didik
berbagi hasil eksperimen dan refleksinya. Teman lain memberikan komentar positif.
● (Menyimpulkan Pembelajaran) Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa
eksperimen adalah kunci menemukan media dan teknik yang tepat untuk
mengekspresikan ide.
● (Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya) Guru mengingatkan peserta didik untuk
membawa semua alat dan bahan yang akan mereka gunakan untuk memulai proses
penciptaan karya seni di pertemuan berikutnya.

PERTEMUAN 3 & 4: PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● (Joyful Learning) Guru memulai dengan sesi peregangan ringan atau "seni ekspresi
bebas" singkat (misalnya, menggambar garis acak di kertas untuk melenturkan
tangan).
● (Mindful Learning) Guru mengingatkan peserta didik tentang gagasan karya dan
eksplorasi media mereka. "Hari ini, kita akan 'menyelam' lebih dalam ke dalam ide
kita dan mulai mewujudkannya. Fokus pada proses, bukan hanya hasil akhir."
● (Meaningful Learning) Guru menekankan bahwa proses berkarya adalah perjalanan,
bukan perlombaan. "Setiap goresan, setiap tempelan, adalah bagian dari cerita yang
kalian bangun."

KEGIATAN INTI (70 MENIT PER PERTEMUAN)


● (Berdiferensiasi Produk & Proses - Mengaplikasi) Peserta didik bekerja secara
individu untuk menciptakan karya seni rupa mereka. Guru memberikan kebebasan
penuh pada peserta didik untuk memilih media dan teknik yang paling sesuai dengan
ide mereka, berdasarkan eksplorasi sebelumnya.
● (Mindful Learning) Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual,
mengajukan pertanyaan pancingan untuk membantu peserta didik mengatasi
hambatan kreatif (misalnya, "Apa yang kamu rasakan saat mengerjakan bagian ini?",
"Jika kamu menghadapi kebuntuan, apa yang bisa kamu lakukan untuk mencari
solusi?").
● (Penalaran Kritis & Kreativitas) Guru mendorong peserta didik untuk terus
merefleksikan proses: "Apakah karya ini masih sejalan dengan gagasan awalmu? Jika
tidak, bagaimana kamu bisa menyesuaikannya atau mengembangkan ide baru yang
lebih menarik?"
(Berdiferensiasi Dukungan) Guru memberikan dukungan yang berbeda:
● Dukungan Penuh: Bagi peserta didik yang mungkin kesulitan memulai atau
menghadapi blokir kreatif, guru dapat memberikan contoh-contoh visual tambahan,
atau memberikan ide awal untuk teknik.
● Dukungan Terarah: Bagi peserta didik yang sudah punya ide jelas tapi butuh arahan
teknis, guru bisa memberikan tips atau demonstrasi singkat.
● Dukungan Minimal: Bagi peserta didik yang mandiri, guru cukup memonitor dan
sesekali bertanya progres.
● (Refleksi Berkesadaran) Di akhir setiap sesi kerja, peserta didik diminta menulis
jurnal singkat tentang progres mereka, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang
ditemukan.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT PER PERTEMUAN)


● (Umpan Balik Konstruktif - Mindful Learning) Peserta didik diminta untuk menaruh
karyanya di meja. Mereka bisa melakukan "galeri berjalan" singkat di mana mereka
melihat karya teman tanpa komentar. Guru memberikan umpan balik umum tentang
semangat kerja dan kemajuan.
● (Menyimpulkan Pembelajaran) Guru menguatkan pentingnya ketekunan dan
kesabaran dalam berkarya.
● (Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya) Guru mengingatkan untuk melanjutkan
penyelesaian karya di pertemuan berikutnya, atau menyiapkan untuk presentasi di
pertemuan terakhir.

PERTEMUAN 5: PRESENTASI DAN REFLEKSI KARYA


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● (Joyful Learning) Guru menciptakan suasana "mini galeri" di kelas dengan menata
karya-karya yang sudah jadi. Putar musik yang ceria.
● (Mindful Learning) Guru meminta peserta didik untuk melihat karya mereka dan
bertanya pada diri sendiri: "Apa cerita di balik karyaku ini? Pesan apa yang ingin
kusampaikan?"
● (Meaningful Learning) Guru menyampaikan: "Hari ini adalah puncaknya perjalanan
kreatif kita. Saatnya kita berbagi cerita di balik karya-karya indah yang telah kalian
ciptakan."

KEGIATAN INTI (70 MENIT)


● (Mengaplikasi & Komunikasi) Setiap peserta didik mempresentasikan karyanya.
Presentasi mencakup:
 Judul karya (jika ada).
 Gagasan/inspirasi awal.
 Media dan teknik yang digunakan.
 Tantangan selama proses dan bagaimana mengatasinya.
 Pesan atau makna yang ingin disampaikan.
● (Kolaborasi & Penalaran Kritis) Setelah setiap presentasi, peserta didik lain
diberikan kesempatan untuk memberikan umpan balik konstruktif (misalnya, "Saya
suka bagaimana kamu menggunakan warna ini untuk menciptakan suasana...",
"Bagian ini membuat saya bertanya-tanya, apa yang kamu pikirkan saat
membuatnya?"). Guru memfasilitasi agar umpan balik fokus pada aspek positif dan
saran membangun.
● (Merefleksi - Mindful Learning) Setelah presentasi selesai, setiap peserta didik
menuliskan "Jurnal Reflektif" pribadi (lihat asesmen akhir) yang merangkum seluruh
pengalaman belajar mereka selama unit ini.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● (Umpan Balik Konstruktif) Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas usaha dan
kreativitas peserta didik, menyoroti keberanian mereka dalam bereksperimen dan
mengkomunikasikan diri.
● (Menyimpulkan Pembelajaran) Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa
seni rupa adalah proses yang personal dan kolaboratif, di mana ide, teknik, dan
refleksi saling berinteraksi.
● (Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya) Guru dapat meminta peserta didik untuk
menuliskan satu topik seni rupa yang mereka ingin pelajari lebih dalam di masa
depan.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
5 SOAL OBSERVASI:
1. Amati bagaimana peserta didik memulai tugas eksplorasi gagasan. Apakah mereka
langsung bersemangat, ragu-ragu, atau kesulitan memulai?
2. Perhatikan interaksi peserta didik dalam diskusi kelompok. Apakah mereka aktif
berkontribusi ide atau cenderung pasif?
3. Cermati tingkat orisinalitas sketsa konsep awal yang dibuat peserta didik. Apakah
ide-ide mereka cenderung umum atau sudah mulai menunjukkan keunikan?
4. Saat eksperimen media, perhatikan apakah peserta didik menunjukkan keberanian
untuk mencoba teknik baru atau hanya terpaku pada apa yang sudah mereka kuasai.
5. Amati respons peserta didik terhadap instruksi yang diberikan. Apakah mereka
memahami dengan cepat atau membutuhkan penjelasan berulang?

KUESIONER MINAT DAN PENGALAMAN AWAL:


SOAL KUESIONER:
1. Apakah kamu memiliki pengalaman sebelumnya dalam membuat karya seni rupa?
(Ya/Tidak, jika ya, sebutkan jenisnya).
2. Apa yang membuatmu tertarik pada seni rupa? (Pilih satu: Ekspresi diri, keindahan
visual, proses kreatif, lainnya).
3. Media seni rupa apa yang paling ingin kamu coba atau kuasai?
4. Menurutmu, apa tantangan terbesar saat memulai membuat karya seni?
5. Bagaimana perasaanmu ketika diminta untuk menghasilkan ide-ide baru? (Sangat
bersemangat, biasa saja, sedikit cemas, tidak tahu harus mulai dari mana).

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


TUGAS HARIAN (PROGRES SKETSA DAN EKSPERIMEN):
SOAL/INDIKATOR PENILAIAN:
1. Gagasan dan Sketsa Konsep: Kejelasan gagasan yang divisualisasikan dalam sketsa
awal. (Skala: Belum jelas, cukup jelas, jelas, sangat jelas).
2. Eksplorasi Media dan Teknik: Sejauh mana peserta didik bereksperimen dengan
beragam media dan teknik. (Skala: Hanya satu media/teknik, dua media/teknik, tiga
atau lebih media/teknik).
3. Progres Karya: Konsistensi dan kemajuan dalam pengerjaan karya seni dari awal
hingga pertengahan. (Skala: Belum ada progres, progres lambat, progres sedang,
progres cepat).
4. Refleksi Diri (Jurnal Singkat/Catatan): Kedalaman refleksi peserta didik terhadap
proses berkarya, tantangan, dan solusi. (Skala: Refleksi dangkal, cukup reflektif,
reflektif, sangat reflektif).
5. Ketekunan dan Kesabaran: Sikap peserta didik dalam menghadapi kesulitan selama
proses berkarya. (Skala: Mudah menyerah, butuh banyak dorongan, cukup tekun,
sangat tekun).

DISKUSI KELOMPOK:
5 SOAL/INDIKATOR PENILAIAN:
1. Kontribusi Ide: Kualitas dan kuantitas ide yang disampaikan peserta didik dalam
diskusi kelompok.
2. Mendengarkan Aktif: Kemampuan peserta didik mendengarkan dan merespons ide
teman.
3. Memberikan Umpan Balik: Kualitas umpan balik yang diberikan kepada teman
(konstruktif, spesifik).
4. Kolaborasi: Tingkat kerja sama dan dukungan terhadap anggota kelompok.
5. Pemecahan Masalah Bersama: Kemampuan kelompok dalam mencari solusi
bersama untuk tantangan yang muncul.

PRESENTASI (PROGRES/KONSEP):
5 SOAL/INDIKATOR PENILAIAN:
1. Kejelasan Penyampaian Gagasan: Sejauh mana peserta didik dapat
mengkomunikasikan gagasan karyanya dengan jelas.
2. Keterkaitan Gagasan dengan Proses: Mampu menjelaskan hubungan antara ide
dan pilihan media/teknik.
3. Sikap Percaya Diri: Tingkat kepercayaan diri saat berbicara di depan kelas.
4. Respons terhadap Pertanyaan: Kemampuan menjawab pertanyaan dan menanggapi
umpan balik.
5. Penggunaan Bahasa Seni: Penggunaan terminologi seni yang tepat dalam
presentasi.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


JURNAL REFLEKTIF:
POIN PANDUAN JURNAL:
1. Apa gagasan utama di balik karyamu dan bagaimana ide itu berkembang selama
proses?
2. Media dan teknik apa yang kamu gunakan? Apa yang kamu pelajari dari eksperimen
dengan media dan teknik tersebut?
3. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat membuat karya ini dan bagaimana
kamu mengatasinya?
4. Apa pesan atau emosi yang ingin kamu sampaikan melalui karyamu? Apakah kamu
merasa berhasil menyampaikannya?
5. Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri sebagai seniman atau
sebagai individu melalui proses pembuatan karya ini?

TUGAS AKHIR (KARYA SENI RUPA):


KRITERIA PENILAIAN KARYA:
1. Orisinalitas Gagasan: Keunikan dan kedalaman ide yang diekspresikan dalam
karya.
2. Penguasaan Teknik: Efektivitas penggunaan media dan teknik untuk mencapai efek
visual yang diinginkan.
3. Penerapan Prinsip Desain: Keseimbangan, harmoni, irama, proporsi, dan
penekanan dalam komposisi karya.
4. Ekspresi dan Komunikasi Visual: Kemampuan karya dalam menyampaikan pesan,
emosi, atau makna yang diinginkan.
5. Penyelesaian Karya: Kerapian, ketuntasan, dan perhatian terhadap detail dalam
penyelesaian akhir.

PROYEK (PRESENTASI AKHIR):


KRITERIA PENILAIAN PRESENTASI PROYEK:
1. Struktur dan Alur Presentasi: Organisasi presentasi yang logis dan mudah diikuti.
2. Kejelasan Komunikasi: Kemampuan berbicara dengan jelas, intonasi yang tepat,
dan kontak mata.
3. Substansi Presentasi: Kedalaman penjelasan mengenai gagasan, proses, dan makna
karya.
4. Ketanggapan terhadap Umpan Balik: Kemampuan menerima dan merespons
pertanyaan serta komentar dengan baik.
5. Visualisasi Pendukung: Penggunaan sketsa, foto progres, atau media lain yang
memperkaya presentasi.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
UNIT 4 : MEMBUAT KARYA EKSPRESI PERSONAL

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA AL-AMIEN
Nama Penyusun : SITTI AINANI, [Link]
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 16 x 45 menit (8 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diharapkan sudah memiliki:
Pengetahuan:
● Pemahaman dasar tentang unsur dan prinsip seni rupa.
● Pengetahuan tentang berbagai teknik dan media dalam seni rupa (misalnya, melukis,
menggambar, patung, kolase).
● Pengenalan terhadap beberapa seniman atau karya seni yang menunjukkan ekspresi
personal.
Keterampilan:
● Kemampuan dasar dalam menggambar atau melukis.
● Kemampuan menggunakan beberapa alat dan bahan seni rupa.
● Kemampuan dasar dalam mengomunikasikan ide secara visual.
Pemahaman:
● Apresiasi terhadap keanekaragaman bentuk ekspresi seni.
● Kesadaran bahwa seni dapat menjadi media untuk mengekspresikan gagasan,
perasaan, dan identitas pribadi.
● Kesiapan peserta didik dapat bervariasi; ada yang sudah memiliki pengalaman dalam
menciptakan karya personal, ada yang baru pada tahap eksplorasi. Oleh karena itu,
pembelajaran akan dirancang secara berdiferensiasi.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Membuat Karya Ekspresi Personal" dalam unit ini berfokus pada pengembangan
kemampuan peserta didik untuk mengekspresikan gagasan, emosi, dan identitas pribadi
melalui karya seni rupa. Materi ini bersifat konseptual dan praktik, mendorong pemikiran
divergen dan inovasi. Relevansinya sangat tinggi dengan kehidupan nyata peserta didik,
karena membantu mereka memahami dan mengelola emosi, serta mengomunikasikan diri
secara non-verbal. Tingkat kesulitannya bervariasi, dari eksplorasi dasar hingga
penciptaan karya yang kompleks, yang memungkinkan diferensiasi. Struktur materi akan
disusun secara spiral, dimulai dari identifikasi diri, eksplorasi ide, pengembangan konsep,
hingga proses berkarya dan refleksi. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada
kemandirian, kreativitas, kejujuran dalam berekspresi, serta penghargaan terhadap
keragaman ekspresi personal.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi gagasan serta proses
kreatif dalam membuat karya ekspresi personal, baik karya sendiri maupun orang
lain.
● Kreativitas: Peserta didik menghasilkan karya seni yang orisinal dan inovatif sebagai
wujud ekspresi personal.
● Kemandirian: Peserta didik secara proaktif merencanakan, melaksanakan, dan
merefleksikan proses penciptaan karya ekspresi personal mereka.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengomunikasikan ide, perasaan, dan pesan di
balik karya ekspresi personal mereka, baik melalui visual maupun verbal.
4. DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyajikan hasil berkreasi dari proses eksplorasi
elemen dan prinsip seni, berlandaskan pengetahuan dan nilai budaya, sebagai respons
terhadap lingkungan dan masyarakat, melalui media seni yang relevan. Peserta didik
secara mandiri menciptakan karya seni yang menunjukkan kemandirian dan orisinalitas
dalam mengekspresikan gagasan dan perasaannya.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Psikologi: Membantu peserta didik memahami konsep identitas diri, emosi, dan
bagaimana hal tersebut dapat diekspresikan melalui seni.
● Filsafat: Membahas konsep estetika, makna, dan tujuan seni dalam konteks ekspresi
personal.
● Sejarah dan Antropologi: Memperluas wawasan tentang bagaimana ekspresi
personal telah diwujudkan dalam seni di berbagai budaya dan periode waktu.
● Bahasa Indonesia/Sastra: Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam
mengartikulasikan ide dan perasaan secara verbal, yang kemudian dapat
ditransformasikan ke dalam bentuk visual.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Menemukan Sumber Ide Personal
● Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga sumber ide personal (misalnya,
pengalaman pribadi, emosi, impian, observasi lingkungan) yang relevan untuk
menciptakan karya seni ekspresi personal, berdasarkan eksplorasi diri dan diskusi
kelompok.
● Peserta didik mampu merancang sketsa awal atau mood board yang
merepresentasikan ide personal mereka dengan beragam visual, setelah melakukan
riset referensi.
Pertemuan 2: Eksplorasi Media dan Teknik untuk Ekspresi
● Peserta didik mampu mengeksplorasi minimal dua teknik dan media seni rupa yang
berbeda (misalnya, cat air, akrilik, kolase, digital painting) untuk menyampaikan ide
personal mereka, dengan bereksperimen pada lembar kerja.
● Peserta didik mampu memilih media dan teknik yang paling sesuai untuk
merealisasikan konsep karya ekspresi personal mereka, dengan mempertimbangkan
karakteristik media dan pesan yang ingin disampaikan.
Pertemuan 3: Proses Penciptaan dan Pengembangan Karya
● Peserta didik mampu menciptakan karya seni ekspresi personal berdasarkan sketsa
dan pemilihan media yang telah ditentukan, menunjukkan kemandirian dalam proses
pengerjaan.
● Peserta didik mampu menerapkan prinsip-prinsip desain (misalnya, keseimbangan,
irama, penekanan) secara efektif dalam karyanya, untuk memperkuat pesan ekspresi
personal.
Pertemuan 4: Apresiasi, Refleksi, dan Komunikasi Karya
● Peserta didik mampu mempresentasikan karya ekspresi personal mereka kepada
teman sejawat, menjelaskan ide dan proses kreatif di baliknya, dengan menggunakan
bahasa yang jelas dan lugas.
● Peserta didik mampu memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya ekspresi
personal teman sejawat, dengan mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan.
● Peserta didik mampu merefleksikan proses dan hasil karya ekspresi personal mereka,
mengidentifikasi pembelajaran dan pengembangan diri yang telah dicapai.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● "Jejak Diri: Ekspresi Lewat Karya Seni": Menggali identitas dan pengalaman pribadi
sebagai sumber ide.
● "Warna Emosi, Bentuk Pikiran": Menerjemahkan perasaan dan gagasan abstrak ke
dalam visual.
● "Seni Bicara Jiwa": Bagaimana seni menjadi medium komunikasi non-verbal yang
mendalam.
● "Di Balik Setiap Corek: Kisahku": Proses kreatif sebagai perjalanan penemuan diri.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Eksplorasi Lapangan: Peserta didik dapat mengunjungi galeri seni, studio seniman
lokal, atau ruang publik dengan seni mural/instalasi untuk mengamati berbagai bentuk
ekspresi personal dalam seni.
● Wawancara: Peserta didik dapat mewawancarai seniman lokal atau teman sebaya
yang memiliki pengalaman dalam berkarya seni untuk menggali inspirasi dan
memahami proses kreatif mereka.
● Presentasi: Peserta didik secara reguler mempresentasikan progres karya mereka
(sketsa, eksplorasi media, karya jadi) kepada teman sebaya dan guru untuk
mendapatkan umpan balik.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya Bahasa Indonesia,
Psikologi) untuk mengintegrasikan konsep. Kakak kelas atau alumni yang memiliki
minat seni sebagai mentor.
● Lingkungan Luar Sekolah: Seniman lokal, sanggar seni, atau komunitas seni
sebagai narasumber atau tempat kunjungan belajar.
● Masyarakat: Keluarga sebagai sumber cerita personal atau pengalaman yang dapat
diangkat menjadi ide karya.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Studio seni sekolah, ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi
kelompok, atau area terbuka di sekolah yang kondusif untuk eksplorasi gerak dan
instalasi sederhana.
● Ruang Virtual: Platform kolaborasi daring (misalnya Google Classroom, Miro)
untuk berbagi ide, referensi visual, dan umpan balik. Grup komunikasi (misalnya
WhatsApp Group) untuk diskusi informal dan berbagi progres.
● Budaya Belajar: Kolaboratif (melalui diskusi dan umpan balik antar teman),
berpartisipasi aktif (setiap peserta didik terlibat dalam proses kreatif dan diskusi), dan
rasa ingin tahu yang tinggi (mendorong eksplorasi ide dan teknik baru).
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, jurnal seni, atau database gambar
seniman internasional.
● Forum Diskusi Daring: Mengadakan diskusi kelompok atau kelas tentang isu-isu
terkait ekspresi personal dalam seni melalui platform seperti Google Classroom atau
Edmodo.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
jurnal reflektif.
● Kahoot/Mentimeter: Untuk sesi brainstorming ide awal atau kuis singkat tentang
konsep-konsep dasar seni.
● Google Classroom: Sebagai pusat informasi, pengumpulan tugas, dan komunikasi
utama.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Apersepsi (Joyful Learning): Guru memulai pembelajaran dengan menampilkan
beberapa karya seni rupa yang sangat ekspresif (misalnya lukisan Basquiat, Frida
Kahlo, atau karya-karya seni rupa kontemporer dengan tema personal). Peserta didik
diajak mengamati dan menyampaikan impresi awal mereka, "Apa yang kalian
rasakan saat melihat karya ini? Apa kira-kira yang ingin disampaikan seniman?"
● Stimulasi (Mindful Learning): Guru memutarkan klip video singkat atau musik
instrumental yang memancing refleksi. Peserta didik diminta untuk menutup mata
sejenak, menarik napas dalam, dan memikirkan satu pengalaman atau emosi kuat
yang pernah mereka rasakan.
● Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini,
mengaitkannya dengan pentingnya mengenali dan mengekspresikan diri melalui seni.
● Asesmen Awal (Diferensiasi Proses): Guru melakukan observasi singkat atau
meminta peserta didik menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka
saat ini, untuk mengidentifikasi tingkat emosi dan kesiapan awal.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (Meaningful Learning):
● Brainstorming & Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil.
Mereka saling berbagi ide personal yang muncul dari kegiatan pendahuluan. Guru
memfasilitasi diskusi tentang bagaimana ide-ide tersebut bisa divisualisasikan.
(Diferensiasi Konten: Peserta didik dapat memilih ide yang paling resonan bagi
mereka).
● Studi Kasus & Analisis: Guru menyajikan contoh-contoh karya ekspresi personal
dari berbagai seniman dan latar belakang budaya. Peserta didik menganalisis
bagaimana seniman tersebut menggunakan elemen seni dan teknik untuk
menyampaikan pesan personal. (Diferensiasi Proses: Beberapa kelompok fokus pada
analisis visual, kelompok lain pada narasi di balik karya).
● Eksplorasi Sumber Ide (Mindful Learning): Peserta didik diajak untuk melakukan
"wawancara diri" (jurnal reflektif) atau observasi mendalam terhadap lingkungan
terdekat untuk menemukan sumber ide personal yang otentik.
Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Eksperimen Media dan Teknik: Peserta didik bereksperimen dengan berbagai
media dan teknik (sesuai minat dan ketersediaan). Guru menyediakan beragam
pilihan bahan (cat air, akrilik, pensil warna, kolase dari majalah bekas, bahan daur
ulang) dan panduan dasar penggunaan. (Diferensiasi Produk: Peserta didik memilih
media yang paling nyaman atau menantang bagi mereka).
● Proses Berkarya (Proyek): Peserta didik memulai proses penciptaan karya ekspresi
personal mereka. Guru memberikan pendampingan individual, memberikan masukan
teknis, dan mendorong eksplorasi. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan scaffolding
yang berbeda sesuai kebutuhan. Peserta didik dengan minat khusus dapat mencari
bahan atau teknik di luar yang disediakan).
● Sesi Umpan Balik Teman Sejawat (Mindful Learning, Kolaborasi): Peserta didik
saling bertukar karya dan memberikan umpan balik konstruktif, fokus pada
bagaimana pesan personal tersampaikan.
Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Jurnal Kreatif: Peserta didik mendokumentasikan proses kreatif mereka, termasuk
tantangan yang dihadapi, solusi yang ditemukan, dan perasaan selama berkarya.
● Diskusi Reflektif: Guru memfasilitasi diskusi tentang pengalaman berkarya: "Apa
tantangan terbesar dalam mengekspresikan diri melalui karya ini? Apa hal baru yang
kalian pelajari tentang diri sendiri atau seni?"

KEGIATAN PENUTUP (MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL LEARNING):


● Presentasi dan Apresiasi (Meaningful Learning): Beberapa peserta didik secara
sukarela mempresentasikan karya final mereka dan menjelaskan makna di baliknya.
Guru dan teman sejawat memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif.
● Diskusi Umum dan Penegasan Konsep: Guru merangkum pembelajaran hari ini,
menekankan pentingnya ekspresi personal dalam seni dan bagaimana setiap karya
memiliki keunikan.
● Refleksi Diri (Mindful Learning): Peserta didik menuliskan satu kalimat refleksi
singkat tentang "Apa yang akan saya bawa dari pembelajaran hari ini untuk
kehidupan saya?"
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pandangan sekilas
tentang proyek berikutnya atau topik terkait, meminta masukan dari peserta didik
tentang hal-hal yang ingin mereka pelajari lebih lanjut.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati partisipasi awal peserta didik dalam diskusi dan
aktivitas eksplorasi ide.
● Kuesioner: Kuesioner singkat tentang pengalaman peserta didik dalam seni rupa dan
pemahaman awal mereka tentang "ekspresi personal".

Soal Asesmen Awal (Contoh):


1. Menurut pendapatmu, apa yang dimaksud dengan "ekspresi personal" dalam sebuah
karya seni?
2. Sebutkan dua contoh karya seni yang menurutmu sangat menggambarkan perasaan
atau ide pribadi senimannya!
3. Jika kamu ingin membuat karya seni tentang perasaanmu saat ini, media apa yang
terlintas di pikiranmu pertama kali? Mengapa?
4. Apa yang kamu harapkan bisa kamu dapatkan dari unit pembelajaran tentang
membuat karya ekspresi personal ini?
5. Pernahkah kamu merasa kesulitan untuk mengungkapkan perasaan atau ide dengan
kata-kata? Menurutmu, bisakah seni membantumu? Jelaskan!

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tugas Harian: Penilaian terhadap sketsa awal, mood board, dan lembar eksperimen
media.
● Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap partisipasi, kualitas argumen, dan kontribusi
dalam diskusi kelompok.
● Presentasi Progres: Penilaian terhadap kemampuan menyampaikan ide dan
menerima umpan balik saat presentasi progres karya.
● Jurnal Kreatif: Penilaian terhadap kedalaman refleksi dan pendokumentasian proses
kreatif.

Soal Asesmen Proses (Contoh):


1. Jelaskan bagaimana kamu menemukan ide utama untuk karya ekspresi personalmu
saat ini!
2. Bagaimana proses eksperimen dengan media berbeda membantumu memutuskan
media mana yang paling cocok untuk karyamu?
3. Sebutkan satu tantangan yang kamu hadapi selama proses pembuatan karyamu dan
bagaimana kamu mengatasinya!
4. Ketika kamu mempresentasikan progres karyamu, umpan balik apa yang paling
membantumu dan mengapa?
5. Bagaimana kerja samamu dengan teman kelompok memengaruhi proses kreatifmu
dalam unit ini?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Jurnal Reflektif: Penilaian terhadap refleksi keseluruhan proses belajar,
perkembangan diri, dan pemahaman terhadap konsep ekspresi personal.
● Tugas Akhir/Proyek (Karya Ekspresi Personal): Penilaian terhadap kualitas karya
seni (orisinalitas ide, penerapan elemen dan prinsip seni, eksekusi teknik, kekuatan
ekspresi), dan relevansinya dengan ide personal yang ingin disampaikan.
● Pameran Kelas/Digital Portofolio: Penilaian presentasi akhir karya dan kemampuan
mengomunikasikan makna karya kepada audiens.

Soal Asesmen Akhir (Contoh):


1. Pilih satu karya seni ekspresi personal dari seniman yang kamu kagumi. Analisislah
bagaimana seniman tersebut berhasil menyampaikan pesan personalnya melalui
elemen dan prinsip seni yang digunakan!
2. Jelaskan secara komprehensif proses kreatifmu dari awal hingga akhir dalam
menciptakan karya ekspresi personalmu. Fokuskan pada bagaimana kamu mengatasi
tantangan dan mengembangkan ide!
3. Bagaimana proses berkarya ekspresi personal ini telah mengubah pandanganmu
tentang dirimu sendiri atau tentang seni?
4. Jika kamu harus memberikan umpan balik kepada seorang teman yang kesulitan
mengekspresikan dirinya melalui seni, nasihat apa yang akan kamu berikan
berdasarkan pengalamanmu di unit ini?
5. Menurutmu, mengapa penting bagi seseorang untuk dapat mengekspresikan gagasan
dan perasaannya melalui seni, tidak hanya melalui kata-kata? Berikan contoh nyata.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
UNIT PEMBELAJARAN 5 : ILUSTRASI DESKRIPTIF

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA AL-AMIEN
Nama Penyusun : SITTI AINANI, [Link]
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 16 x 45 menit (8 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada fase ini diharapkan telah memiliki pengetahuan dasar tentang elemen
dan prinsip desain rupa, serta teknik dasar menggambar dan mewarnai. Mereka mungkin
sudah memiliki pengalaman dalam membuat karya seni visual sederhana atau
mengekspresikan ide melalui gambar. Pemahaman mereka tentang ilustrasi mungkin
masih umum, belum spesifik pada ilustrasi deskriptif yang memerlukan ketelitian dan
kemampuan menerjemahkan teks menjadi visual. Kesiapan mereka dalam menerima
tantangan baru, bereksperimen dengan media, dan berkolaborasi juga perlu diperhatikan.
Beberapa peserta didik mungkin sudah memiliki bakat menggambar yang menonjol,
sementara yang lain perlu bimbingan lebih intensif.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Ilustrasi Deskriptif" ini mencakup jenis pengetahuan konseptual (pengertian,
fungsi, dan jenis ilustrasi deskriptif), prosedural (langkah-langkah membuat ilustrasi
deskriptif, teknik), dan metakognitif (refleksi atas proses kreatif dan hasil karya). Materi
ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik karena ilustrasi banyak
ditemukan dalam buku, majalah, iklan, media digital, dan berbagai bentuk komunikasi
visual. Tingkat kesulitan materi ini moderat, memerlukan ketelitian, observasi, dan
kemampuan visualisasi. Struktur materi akan disusun dari pengenalan konsep, eksplorasi
teknik, hingga proyek penciptaan. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada
ketelitian, kesabaran, penghargaan terhadap orisinalitas, kerja sama, dan kemampuan
menyampaikan ide secara visual.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi lulusan pembelajaran yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis teks untuk mengidentifikasi detail
yang relevan untuk diilustrasikan, serta mengevaluasi efektivitas ilustrasi deskriptif.
● Kreativitas: Peserta didik akan menghasilkan gagasan visual yang orisinal dan
mengembangkan teknik ilustrasi untuk menggambarkan objek atau narasi secara
deskriptif.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk berbagi ide,
memberikan umpan balik konstruktif, dan mungkin dalam proyek ilustrasi bersama.
● Kemandirian: Peserta didik akan bertanggung jawab dalam seluruh proses
penciptaan ilustrasi, mulai dari perencanaan hingga penyelesaian karya.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengkomunikasikan makna dan pesan melalui
ilustrasi visual, serta mampu menjelaskan konsep dan proses di balik karya mereka.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase F, peserta didik mampu menciptakan ilustrasi deskriptif yang efektif,
dengan menguasai berbagai teknik dan media, serta mampu mengkomunikasikan narasi
atau informasi secara visual dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan audiens.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Bahasa Indonesia/Sastra: Memahami narasi, deskripsi, dan elemen sastra yang akan
diilustrasikan.
● Sejarah: Mempelajari konteks sejarah atau budaya dari objek yang akan
diilustrasikan.
● Biologi/Fisika/Ilmu Pengetahuan Alam: Untuk ilustrasi ilmiah yang membutuhkan
ketelitian dalam menggambarkan detail objek alam.
● Informatika/Desain Komunikasi Visual: Penggunaan perangkat lunak digital untuk
membuat atau menyempurnakan ilustrasi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep dasar
ilustrasi deskriptif, fungsi, serta jenis-jenisnya melalui studi kasus ilustrasi dari
berbagai sumber dengan cermat.
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu menganalisis elemen-elemen kunci dalam teks
deskriptif (misalnya, karakter, latar, suasana) yang berpotensi divisualisasikan
menjadi ilustrasi, serta merencanakan sketsa awal berdasarkan analisis teks dengan
kreatif.
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu mengaplikasikan berbagai teknik dan media
(tradisional/digital) untuk menciptakan ilustrasi deskriptif berdasarkan sketsa dan
perencanaan yang telah dibuat, dengan memperhatikan detail dan estetika visual
secara mandiri.
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu mengevaluasi karya ilustrasi deskriptif yang
telah dibuat, baik karya sendiri maupun karya teman, berdasarkan kriteria
keberhasilan dan memberikan umpan balik konstruktif, serta mempresentasikan karya
dengan menjelaskan makna dan prosesnya secara komunikatif.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berpusat pada "Ilustrasi untuk Cerita Rakyat dan Kearsipan
Budaya". Peserta didik akan memilih salah satu cerita rakyat dari daerah mereka atau
objek budaya lokal, kemudian membuat ilustrasi deskriptif yang merepresentasikan cerita
atau objek tersebut. Ini akan membantu mereka memahami peran ilustrasi dalam
melestarikan dan mengkomunikasikan warisan budaya.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan merancang, membuat, dan
mempresentasikan proyek ilustrasi deskriptif dari awal hingga akhir.
● Diskusi Kelompok: Memberikan kesempatan untuk berbagi ide, mengkritisi, dan
saling memberikan umpan balik terhadap karya.
● Eksplorasi Lapangan (opsional/adaptif): Jika memungkinkan, kunjungan ke museum,
perpustakaan, atau sanggar seni untuk mengamati ilustrasi dari dekat atau melakukan
observasi langsung terhadap objek budaya. Jika tidak, eksplorasi akan dilakukan
melalui tur virtual atau studi gambar/video.
● Wawancara (opsional/adaptif): Peserta didik dapat mewawancarai ilustrator lokal,
penulis cerita, atau budayawan (jika memungkinkan) untuk mendapatkan wawasan.
● Presentasi: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memamerkan dan
menjelaskan karya ilustrasi mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia/Sastra, pustakawan
sekolah, atau siswa lain yang memiliki minat di bidang seni.
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas ilustrator, museum daerah, sanggar seni, atau
seniman lokal (jika memungkinkan).
● Masyarakat: Melibatkan orang tua atau anggota masyarakat yang memiliki keahlian
dalam seni visual atau cerita rakyat sebagai narasumber atau audiens saat pameran
karya.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Studio seni atau kelas yang dilengkapi dengan meja kerja, pencahayaan
yang cukup, dan area display karya.
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk berbagi materi, penugasan, pengumpulan
proyek, dan forum diskusi daring.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang kolaboratif (saling menghargai
proses kreatif), berpartisipasi aktif (berani mencoba dan berbagi ide), dan rasa ingin
tahu (bereksperimen dengan teknik dan media baru).
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book, artikel, atau koleksi ilustrasi digital dari
museum.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom untuk mengunggah sketsa,
meminta umpan balik, dan berdiskusi tentang teknik.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Form untuk kuesioner reflektif atau Kahoot!
untuk kuis cepat tentang konsep ilustrasi.
● Perangkat Lunak Desain: Pengenalan dan penggunaan dasar aplikasi seperti Adobe
Photoshop/Illustrator, CorelDRAW, atau aplikasi menggambar digital lainnya (jika
fasilitas tersedia).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Mindful Learning:
● Guru memulai dengan meminta peserta didik untuk menutup mata sejenak dan
membayangkan sebuah cerita yang akan mereka ilustrasikan. Apa yang muncul dalam
pikiran mereka? Warna, bentuk, karakter? (Membantu membangun fokus dan
imajinasi).
● Guru menampilkan beberapa contoh ilustrasi deskriptif yang sangat detail dan
meminta peserta didik untuk mengamati dalam diam, merasakan detail visual dan
pesan yang disampaikan.
Meaningful Learning:
● Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah gambar bisa
menceritakan kisah tanpa kata-kata? Mengapa ilustrasi sangat penting dalam buku
cerita atau buku pelajaran?" (Mengkaitkan dengan pengalaman sehari-hari peserta
didik).
● Guru menjelaskan relevansi ilustrasi deskriptif dalam berbagai bidang profesional dan
kehidupan sehari-hari, serta potensinya sebagai medium ekspresi pribadi.
Joyful Learning:
● Guru menampilkan video singkat tentang proses pembuatan ilustrasi deskriptif yang
menarik atau wawancara dengan ilustrator inspiratif.
● Guru menyampaikan agenda pembelajaran dan menjelaskan bahwa peserta didik akan
menciptakan karya ilustrasi mereka sendiri.

KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1 (90 MENIT): MEMAHAMI KONSEP ILUSTRASI DESKRIPTIF
Meaningful Learning:
● Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok (diferensiasi proses: berdasarkan
preferensi topik ilustrasi atau tingkat kemahiran menggambar awal).
● Setiap kelompok diberikan kumpulan contoh ilustrasi deskriptif dari berbagai genre
(sains, fantasi, naratif) (diferensiasi konten: guru menyediakan contoh dengan tingkat
kompleksitas visual yang berbeda).
● Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis contoh-contoh tersebut,
mengidentifikasi ciri-ciri ilustrasi deskriptif, fungsi, dan jenis-jenisnya.
Joyful Learning:
● Setiap kelompok diminta untuk memilih ilustrasi favorit mereka dan menjelaskan
alasan mengapa ilustrasi tersebut efektif dalam menyampaikan pesan deskriptif.
Mereka dapat mempresentasikan dalam format "Pitch Elevator" singkat.
Mindful Learning:
● Guru memfasilitasi refleksi: "Apa yang membuat sebuah ilustrasi tidak hanya indah,
tetapi juga informatif? Bagaimana ilustrator bisa 'berbicara' melalui gambar?"
● Guru memberikan penguatan konsep melalui presentasi interaktif dan tanya jawab.

PERTEMUAN 2 (90 MENIT): MENGAPLIKASI ANALISIS TEKS DAN


PERENCANAAN SKETSA
Meaningful Learning:
● Peserta didik diberi pilihan teks deskriptif (misalnya, kutipan dari cerita rakyat,
deskripsi suatu tempat bersejarah, atau detail anatomi hewan) (diferensiasi konten:
teks dengan tingkat detail dan gaya penulisan yang bervariasi).
● Secara individu, peserta didik diminta untuk menganalisis teks tersebut,
mengidentifikasi elemen kunci yang perlu divisualisasikan, dan merencanakan konsep
sketsa awal (diferensiasi proses: beberapa peserta didik mungkin memerlukan
bantuan lebih dalam memecah teks, yang lain dapat langsung membuat sketsa).
● Guru memberikan contoh teknik sketsa cepat dan panduan untuk merencanakan
komposisi.
Joyful Learning:
● Sesi "Speed Dating Sketsa": Peserta didik berpasangan dan saling menunjukkan
sketsa awal mereka, memberikan umpan balik cepat dan positif.
● Guru memberikan "tantangan sketsa kilat" dengan kata kunci acak untuk merangsang
kreativitas.
Mindful Learning:
● Refleksi: "Apa yang kalian sadari tentang proses menerjemahkan kata-kata menjadi
gambar? Bagian mana yang paling menantang dan mengapa?"

PERTEMUAN 3 (90 MENIT): MENGAPLIKASI TEKNIK DAN MEDIA


ILUSTRASI
Meaningful Learning:
● Peserta didik memilih media dan teknik (pensil warna, cat air, tinta, digital) yang
ingin mereka gunakan untuk merealisasikan sketsa mereka (diferensiasi produk dan
proses: peserta didik dengan preferensi digital dapat menggunakan perangkat lunak,
yang lain menggunakan media tradisional).
● Guru memberikan demonstrasi singkat atau menyediakan tutorial daring untuk
berbagai teknik dan media.
● Peserta didik mulai menciptakan ilustrasi deskriptif mereka, dengan fokus pada detail
dan estetika visual.
Joyful Learning:
● "Music & Art Session": Musik latar diputar saat peserta didik bekerja, menciptakan
suasana yang rileks dan inspiratif.
● "Pameran Proses": Peserta didik dapat mengambil foto progres karya mereka dan
membagikannya di forum daring untuk mendapatkan dorongan dan inspirasi dari
teman.
Mindful Learning:
● Guru berkeliling dan memberikan umpan balik individual yang konstruktif,
mendorong peserta didik untuk memperhatikan detail dan kualitas visual.
● Refleksi singkat: "Bagaimana pemilihan media memengaruhi ekspresi ilustrasi Anda?
Apa yang kalian pelajari tentang ketelitian dalam berkarya?"

PERTEMUAN 4 (90 MENIT): MEREFLEKSI, EVALUASI, DAN PRESENTASI


KARYA
Meaningful Learning:
● Setiap peserta didik menyiapkan karya ilustrasi deskriptif mereka untuk
dipresentasikan.
● Guru memfasilitasi sesi evaluasi kritis: setiap peserta didik (atau kelompok jika ada
proyek bersama) mempresentasikan karyanya, menjelaskan konsep, proses, dan
tantangan yang dihadapi. Teman sekelas memberikan umpan balik konstruktif
menggunakan rubrik yang disepakati.
Joyful Learning:
● "Mini Pameran Kelas": Karya-karya dipajang di dinding kelas atau diunggah ke
platform daring, menciptakan suasana pameran.
● Aktivitas "Best In Show": Peserta didik dapat memberikan suara untuk karya favorit
mereka dalam kategori tertentu (misalnya, "Paling Detail," "Paling Kreatif," "Paling
Bermakna").
Mindful Learning:
● Refleksi mendalam (jurnal reflektif): Peserta didik menuliskan pembelajaran paling
berharga dari seluruh proses penciptaan ilustrasi, termasuk bagaimana mereka
menerima dan memberikan umpan balik.
● Guru menekankan pentingnya proses belajar dari kesalahan dan mengembangkan diri
melalui refleksi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


Umpan Balik Konstruktif:
● Guru memberikan umpan balik umum tentang kualitas karya dan partisipasi aktif
peserta didik.
● Peserta didik mengisi kuesioner singkat tentang pengalaman belajar mereka dalam
unit ini.
Menyimpulkan Pembelajaran:
● Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang ilustrasi deskriptif
dan proses penciptaannya.
● Guru menegaskan kembali pentingnya ilustrasi sebagai bentuk komunikasi visual
yang kuat.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Guru menginspirasi peserta didik untuk terus mengembangkan keterampilan ilustrasi
mereka dengan memberikan informasi tentang kompetisi ilustrasi, kursus daring, atau
komunitas ilustrator.
● Guru meminta masukan peserta didik tentang topik seni rupa selanjutnya yang
menarik bagi mereka.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati cara peserta didik berinteraksi dengan contoh ilustrasi
dan respons awal mereka terhadap konsep.
● Wawancara (singkat): Guru bertanya secara acak kepada beberapa peserta didik
tentang definisi ilustrasi deskriptif menurut mereka atau contoh ilustrasi yang mereka
ingat.

KUESIONER (PRE-TEST NON-FORMAL):


1. Menurut Anda, apa bedanya gambar biasa dengan ilustrasi?
2. Pernahkah Anda mencoba menggambarkan sesuatu berdasarkan deskripsi tulisan?
Ceritakan pengalaman Anda.
3. Apa yang Anda pikirkan tentang pentingnya detail dalam sebuah gambar?
4. Media apa yang paling Anda sukai untuk menggambar? Mengapa?
● Tes Diagnostik (Gambar Cepat): Minta peserta didik menggambar objek sederhana
berdasarkan deskripsi lisan singkat untuk melihat kemampuan awal visualisasi.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


TUGAS HARIAN (LEMBAR KERJA/SKETSA):
● Soal 1: Bacalah teks deskriptif berikut (disediakan teks pendek). Identifikasi minimal
5 kata kunci atau frasa yang menurut Anda harus ada dalam ilustrasi teks tersebut.
● Soal 2: Buatlah sketsa awal (thumbnail sketch) dari salah satu adegan atau objek yang
Anda identifikasi dari teks di atas. Jelaskan secara singkat mengapa Anda memilih
komposisi tersebut.
● Diskusi Kelompok (Rubrik Penilaian Diskusi): Penilaian fokus pada keaktifan,
kemampuan memberikan dan menerima umpan balik konstruktif.
● Soal 3: Dalam kelompok, diskusikan 3 elemen visual (misalnya, garis, warna, tekstur)
yang menurut Anda paling penting untuk membuat ilustrasi deskriptif menjadi efektif.
Berikan contoh dari ilustrasi yang sudah Anda amati.
● Presentasi (Rubrik Penilaian Progres Karya): Penilaian fokus pada kejelasan
konsep dan progres teknis.
● Soal 4: Sajikan sketsa final atau progres ilustrasi Anda kepada kelompok. Jelaskan
pilihan media dan teknik yang Anda gunakan, serta tantangan yang Anda hadapi
sejauh ini.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


JURNAL REFLEKTIF:
● Soal 1: Deskripsikan proses kreatif Anda dalam membuat ilustrasi deskriptif ini dari
awal hingga akhir. Apa bagian yang paling Anda nikmati dan bagian mana yang
paling menantang?
● Soal 2: Setelah menerima umpan balik dari teman dan guru, apa saja revisi atau
perbaikan yang Anda lakukan pada ilustrasi Anda? Bagaimana hal tersebut
meningkatkan kualitas karya Anda?
TES TERTULIS (ESAI SINGKAT):
● Soal 3: Jelaskan peran ilustrasi deskriptif dalam bidang literasi atau pendidikan.
Mengapa ilustrasi jenis ini penting untuk membantu pemahaman pembaca?
TUGAS AKHIR (KARYA ILUSTRASI DESKRIPTIF LENGKAP):
● Soal 4: Buatlah satu karya ilustrasi deskriptif lengkap (dengan media pilihan Anda)
yang merepresentasikan narasi atau objek budaya yang telah Anda pilih. Pastikan
ilustrasi Anda detail dan mampu mengkomunikasikan pesan secara efektif.
PROYEK (PRESENTASI KARYA DAN PENJELASAN KONSEP):
● Soal 5: Presentasikan karya ilustrasi deskriptif final Anda di depan kelas. Jelaskan
konsep di balik karya Anda, bagaimana Anda menerjemahkan teks menjadi visual,
dan makna yang ingin Anda sampaikan. Sertakan juga bagaimana Anda menerima
dan menerapkan umpan balik dalam proses pengerjaan.

Anda mungkin juga menyukai