Pokok-Pokok Program PGRI
A. Program Dasa Karsa/Mandatori
Program PGRI Bakti 2025- 2030merupakan kelanjutan, perluasan, dan peningkatan program Dasa Karsa
PGRI yang ditetapkan pada Kongres XXIII Tahun 2025- 2030 disusun berdasarkan kajian atas capaian dan
refleksi program PGRI Masa Bakti XXII yang difokuskan pada program-program yang wajib dilaksanakan oleh
pengurus PGRI di semua tingkatan yang selanjutnya disebut Program Mandatori PGRI sebagai berikut:
1. Transformasi dan Digitalisasi Organisasi
a. Penguatan dan pemberdayaan PGRI Smart Learning and Character Center (PSLCC)
b. Penguatan dan Pemberdayaan Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI
c. Penerapan manajemen berbasis data
d. Produksi media dan sumber belajar berbasis digital
e. Sertifikasi kompetensi dan kemahiran pendidik di Era Revolusi Industri 5.0
2. Peningkatan Profesionalitas, Perlindungan, dan Kesejahteraan Guru
a. Pengembangan keprofesian melalui pendidikan dan latihan yang berkelanjutan
b. Penguatan dan pemberdayan tugas dan fungsi Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum
(LKBH) PGRI.
c. Penguatan dan pemberdayaan tugas dan fungsi Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI)
d. Perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan
e. Perjuangan untuk kebijakan gaji minimal guru non ASN
f. Perjuangan untuk pemenuhan kekurangan guru
g. Perluasan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak terkait.
3. Pengelolaan Keanggotaan
a. Optimalisasi rekrutmen anggota baru mencapai 85% dari jumlah guru yang ada di
kabupaten/kota.
b. Pengelolaan keanggotaan melalui Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) dan Kartu Tanda
Anggota (KTA) digital.
c. Optimalisasi penggunaan SIK yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Informasi
Keuangan (ASIK) dan Sistem Informasi Pengurus (SIP)
d. Pemutakhiran data keanggotaan melaluiverifikasi dan validasi secara
berkesinambungan.
e. Pemamfaatan KTA digital untuk peningkatan pelayanan anggota.
f. Pengkreasian mamfaat tambahan KTA digital
4. Pengelolaan dan Akuntabilitas Keuangan
a. Penyelenggaraan pembukuan keuangan sesuai dengan prinsip dan kaidah akuntansi Indonesia
(profesional, akuntabel,, sinergi, transparan, dan inovatif)
b. Optimalisasi penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Keuangan (ASIK) terintegrasi dengan
Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) dan Sistem Informasi Pengurus (SIP)
c. Optimalisasi penerimaan iuran anggota sebagai darah organisasi
d. Pembentukan dan pemberdayaan “Task Force” keuangan untuk peningkatan iuran anggota.
e. Penyususnan anggaran berbasis program (money follow fungtion)
f. Optimalisasi akuntabilitas penggunaan anggara.
g. Kampanye Motto” Membayar iuran kewajiban, melunasi iuran integritas pengurus”
5. Kaderisasi, Kepemimpinan, dan Peningkatan Kinerja Pengurus
a. Kaderisasi anggota potensial menjadi pengurus di semua tingkatan.
b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan PGRI yang
berkelanjutan.
c. Peningkatan peran serta perempuan PGRI dalam memajukan organisasi di semua tingkatan
kepengurusan
d. Optimalisasi penyelenggaraan kegiatan Lingkar Belajar Guru (LBG).
6. Konsolidasi dan Efektifitas Forum Organisasi
a. Pelaksanaan forum-forum organisasi secara tepat waktu, efektif dan efisien di semua
tingkatan epengurusan.
b. Optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Pengurus (SIP)
c. Konsolidasi internal maupun eksternal organisasi
d. Koordinasi antar pengurus disemua tingkatan.
7. Peningkatan Kerja Sama dan Pengembangan Usaha
a. Perluasan kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait.
b. Perluasan kerja sama dengan pihak terkait membangun usaha yang dapat menjadi salah satu
sumber dana organisasi
c. Optimalisasi aset organisasi untuk sumber dana organisasi.
8. Penataan dan Penguatan Lembaga Pendidikan PGRI
a. Transformasi tata kelola lembaga pendidikan PGRI
b. Peningkatan mutu lembaga pendidikan PGRI agar dipercaya masyarakat dan menjadi etalase
PGRI.
c. Penguatan lembaga pendidikan PGRI jenjang PAUD/Dikmas, Dasar, dan Menengah
sebagai pilar pengembangan karakter generasi bangsa.
d. Penguatan lembaga pendidikan tinggi PGRI sebagai pilar dan gugus pemikir PGRI.
e. Penataan kepemilikan aset lembaga pendidikan PGRI.
f. Harmonisasi organisasi, badan penyelenggara, dan lembaga pendidikan PGRI di semua
tingkatan organisasi.
g. Secara bertahap, lembaga pendidikan PGRI di semua jenis dan jenjang menyatu dengan
organisasi induk.
9. Pemberdayaan Perempuan, Advokasi, dan Kampanye Isu-Isu AktualPendidikan
a. Pemenuhan paling sedikit 30% keterwakilan perempuan PGRI pada semua tingkatan
kepengurusan.
b. Peningkatan partisipasi aktif perempuan PGRI di setiap forum dan kegiatan organisasi.
c. Peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan PGRI.
d. Advokasi isu-isu aktual pendidikan dan guru kepada pemerintah, pemerintah
daerah, dan legislatif.
e. Kampanye isu-isu aktual pendidikan dan guru kepada amggota dan stakeholders.
10. Pembangunan dan Pengelolaan Kantor, Peraturan Organisasi, dan Penataan
Perangkat Kelengkapan Organisasi
a. Kepemilikan kantor PGRI yang representatif untuk semua tingkatan pengurus
b. Penyediaan infrastruktur kantor sesuai kebutuhan organisasi modern.
c. Evaluasi dan reformasi peraturan organisasi agar sesuai kebutuhan,
perkembangan organisasi dan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga .
d. Pembentukan dan optimalisasi perangkat kelengkapan organisasi di semua tingkatan.
B. Pokok-pokok program PGRI sebagai organisasi profesi
C.
PGRI sebagai organisasi profesi berfungsi untuk mengawal dan memfasilitasi peningkatan
personalitas para anggota serta melaks8anakan kewenangan organisasi profesi
a. Penguatan dan pemberdayaan PGRI Smart Learning and Character Center
(PSLCC)
1) Penuntasan pembentukan PSLCC
2) Pengembangan konsep cyberpedagogy atau digitalpedagogy
3) Menyelenggarakan, pelatihan, workshop, seminar, lokakarya, dan simulasi pembelajaran
abad ke-21
4) Penelitian dan pengembangan pendidikan berbasis digital
5) Konsultasi masalah pembelajaran di era Revolusi industri 5.0
6) Poduksi media dan sumber belajar berbasis digital
7) Sertifikasi kompetensi dan kemahiran pendidik di Era Revolusi Industri 5.0
8) Evaluasi berbagai proses dan produk pembelajaran bebrbasis digital
b. Penguatan dan pemberdayaan Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI
1) Penuntasan pembentukan APKS PGRI
2) Pembentukan dan/atau pemnggabungan satuan APKS PGRI
3) Meningkatkan peran APKS Provinsi dan kabupaten/kota dalam
mewujudkan guru profesional
4) Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak untuk peningkatan
kompetensi guru
c. Penerapan sistem manajemen berbasis data.
d. Produksi media dan sumber belajar berbasis digital
e. Sertifikasi kompetensi dan kemahiran pendidik di Era Revolusi Industri 5.0
f. Pengembangan keprofesian melalui pendidikan dan latuhan yang berkelanjutan
1) Memfasilitasi pelaksanaan pelatihan, seminar, workshop, dan forum ilmiah, festival
menuli dan festival kreativitas (inovasi) pembelajaran, rekor guru menulis dan
sebagainya
2) Melakukan mediasi/atau bantuan hukum kepada anggota
3) Memperluas kerjasama dengan instansi terkait tentang perlindungan profesi guru
4) Memverikan edukasi kepada anggota tentang perlindungan profesi guru
g. Penguatan dan pemberdayaan tugas dan fungsi Lembaga Bantuan dan Konsultasi
Hukum (LKBH) PGRI
1) Penuntasan pembentukan LKBH PGRI kabupaten/kota
2) Melakukan mediasi/bantuan hukum kepada anggota
3) Memperluas kerjasama dengan instansi terkait tentang perlindungan profesi guru
4) Memberikan edukasi kepada anggota tentang perlindungan profesi guru
h. Penguatan dan pemberdayaan tugas dan fungsi Dewan Kehormatan Guru
Indonesia (DKGI)
1) Penuntasan pembentukan DKGI kabupaten/kota
2) Meningkatkan kerjasama dengan Polri dalam rangka perlindungan profesi guru
3) Memperluas kerjasama dengan instansi terkait dengan perlindungan profesi guru
4) Memberikan edukasi kepada anggota tentang perlindungan profesi guru
i. Perjuangan untuk peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan
j. Perjuangan untuk kebijakan gaji minimal untuk guru non ASN
k. Perjuangan untuk pemenuhan kekurangn guru
l. Perluasan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak terkait
1) Peningkatan kemitraan dan perluasan hubungan kerjasama dengan organisasi
dan lembaga terkait untuk pengembangan profesi anggota PGRI
2) Perluasan kerjasama dalam rngka membangun karakter bangsa dn mutu
pendidikan dengan lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah
3) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama
m. Optimalisasi rekrutmen anggota baru dari jumlah guru yang ada di
kabupaten/kota
1) Melakukan sosialisasi program-program dan kegiatan PGRI kepada semua guru di
bawah binaan Kemendikbud dan Kemenag.
2) Melakukan peningkatan kapasitas pengurus tentang ke-PGRI-an
n. Pengelolaan keanggotaan melalui Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) dan Kartu
Tanda Anggota (KTA) digital.
1) Membuat Kartu Anggota digital berdasarkan SIK
2) Memberi kewenangan pencetakan kartu anggota digital pada Cabang/Ranting.
o. Optimalisasi penggunaan SIK yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem
Informasi Keuangan (ASIK) dan Sistem Informasi Pengurus (SIP)
1) Melakukan pengelolaan keanggotaan yang terintegrasi dengan ASIK dan SIP
2) Mengoptimalkan pemberdayaan SIK di kabupaten,Cabang,dan Ranting.
3) Mengembangkan (upgrade) Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) PGRI
4) Memultifungsikan SIK upgrade untuk meningkatkan pelayanan anggota
5) Sosialisasi dan implementasi SIK PGRI secara online kepada pengurus dan anggota di
semua tingkatan
6) Pelatihan SIK PGRI untuk Pengurus PGRI dan admin keanggotaan pada semua
Cabang dan Ranting
p. Pemutakhiran data keanggotaan melalui verifikasi dan validasi secara
berkesinambungan
q. Pemafaatan KTA digital untuk peningkatan pelayanan anggota
r. Pengkreasian mamfaat kartua tambahan KTA digital
s. Penyelenggaraan pembukuan keuangan sesuai dengan prinsip dan kaidah akuntansi
Indonesia (profesional, akuntabel, sinergi, transparan, dan inovatif)
t. Optimalisasi penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Keuangan (ASIK) terintegrasi
dengan Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) dan Sistem Informasi Pengurus (SIP)
1) Pelatihan ASIK PGRI bagi bendahara, wakil bendahara, dan admin
keuangan pada cabang/cabang khusus
2) Pengelolaan Administrasi Keuangan menggunakan Aplikasi Sistem
Informasi Keuangan (ASIK) PGRI di semua tingkatan kepengurusan
3) Menyempurnakan dan singkronisasi SIK,ASIK, dan SIP
u. Optimalisasi penerimaan iuran anggota sebagai darah organisasi
1) Memberi pemahaman kepada pengurus dan anggota tentang pentingnya tertib membayar
iuran untuk kemajuan dan pelayanan organisasi
2) Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga membangun usaha
sebagaisumber dana organisasi selain iuran.
v. Pembentukan dan pemberdayaan Task Force Keuangan untuk peningkatan iuran
anggota
1) Pembentukan Task Force Keuangan kabupaten dan Cabang.
2) Mengefektifkan peran team Task Force keuangan dalam meningkatkan iuran anggota
w. Penyusunan anggaran berbasis program (money follow functio)
1) Penetapan Rencana Anggaran Pendaptan Belanja Organisasi Pengurus
Kabupaten
2) Politik anggaran berbasis prioritas program
3) Pencarian sumber dana lain yang tidak mengikat dan tidak melanggar
Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan peraturan organisasi
x. Optimalisasi akuntabilitas penggunaan anggaran
1) Pengelolaan iuran anggota secara transparan dan akuntabel
2) Melakukan verifikasi keuangan sesuai ketentuan AD/ART PGRI
3) Pelaporan pengelolaan keuangan secara periodik sesuai ketentuan AD/ART
4) Pelaporan kekayaan organisasi secara periodik sesuai ketentuan AD/ART
y. Kampanye Motto: membayar iuran kewajiban, melunasi iuran integritas pengurus
z. Pelaksanaan forum-forum organisasi secara tepat waktu, efektif dan efisien di semua
tingkatan pengurus
1) Pelaksanaan forum-forum organisasi, termasuk rapat pleno pengurus, rapat
pengurus harian, dan rapat perangkat kelengkapan organisasi dengan tertib dan
tepat waktu sesuai dengan AD/ART PGRI
2) Tindak lanjut keputusan forum-forum organisasi
aa. Optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Pengurus (SIP)
1) Sosialisasi SIP melalui forum dan kegiatan organisasi
2) Pelatihan SIP bagi pengurus di semua tingkatan
3) Optimalisasi SIP untuk efektivitas pelaksanaan forum organisasi
4) Kepengurusan PGRI Masa Bakti 2025-2030 wajib memenuhi keterwakilan
perempuan minimal 30%
5) Kepengurusan PGRI Masa Bakti 2025-2030 wajib memenuhi
keterwakilan dari setiap jenjang dan jenis pendidikan
bb. Konsolidasi internal maupun eksternal organisasi
cc. Koordinasi antar pengurus di semua tingkatan
dd. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan keputusan forum-forum organisasi
1) Pelaksanaan hasil keputusan forum-forum organisasi
2) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan forum-forum organisasi
ee. Kepemilikan kantor PGRI yang representatif untuk semua tingkatan pengurus
1) Mendorong dan memfasilitasi kepada pihak terkait, pengurus PGRI kabupaten
dan Cabang agar memiliki gedung perkantoran milik sendiri
2) Mendorong dan memfasilitasi pengurus PGRI kabupaten dan Cabang/cabang
khusus agar memiliki kantor dengan cara sewa, kerjasama atau milik sendiri
ff. Penyediaan infrastruktur kantor sesuai kebutuhan organisasi modern
1) Mendorong agar semua kantor PGRI di semua tingkatan memiliki papan nama
dan mudah terbaca oleh umum
2) Mendorong dan memfasilitasi agar semua kantor PGRI memiliki
telpon,jaringan internet, dan media sosial untuk aktivitas komunikasi
3) Mendorong dan memfasilitasi agar perkantoran PGRI kabupaten/kota dan
Cabang memiliki staf administrasi yang menguasai IT
gg. Evaluasi dan reformasi peraturan organisasi agar sesuai kebutuhan,
perkembangan organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga
1) Mensosialisasikan dan menginplementasikan peraturan organisasi pada
semua tingkatan
2) Mendokumentasikan peraturan organisasi berbasis digital dan manual
3) Menerbitkan dan mengimlementasikan Peraturan Organisasi sesuai
AD/ART PGRI.
hh. Pembentukan dan optimalisasi perangkat kelengkapan organisasi di semua tingkatan
1) Mendorong terbentuknya perangkat alat kelengkapan organisasi pada semua
tingkatan organisasi sesuai AD/ART PGRI
2) Mendorong agar semua perangkat alat kelengkapan organisasi berfungsi
menjalankan tugasnya sehingga dipastikan bahwa organisasi berjalan dengan
benar
3) Menyusun SOP untuk efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat alat
kelengkapan organisasi
4) Mengoptimalkan tugas dan fungsi perangkat alat kelengkapan organisasi untuk
memaksimalkan berjalannya organisasi sesuai SOP
5) Mendorong tersedianya ruang dan fasilitas kerja bagi semua perangkat
Pokok-pokok program PGRI sebagai Organisasi Perjuangan
ii. Pengembangan Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan PGRI (LKKP) PGRI
1) Melakukan kajian kebijakan pendidikan
2) Memberikan masukan kepada pemerintah dan pemda untuk pendidikan yang
berkeadilan dan bermutu
3) Diseminasi hasil-hasil kajian pendidikan
4) Mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang berpihak pada peningkatan
mutu, layanan masyarakat dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.
jj. Kaderisasi anggota potensial menjadi pengurus di semua tingkatan
1) Kaderisasi dan pemberdayaan anggota muda PGRI dengan pembentukan pokja-
pokja sesuai kebutuhan badan pimpinan organisasi di semua tingkatan
2) Peningkatan layanan dan kinerja pengurus di semua tingkatan
3) Penguatan kepemimpinan PGRI bagi pengurus dan pimpinan satuan lembaga
pendidikan PGRI , melalui workshop, seminar, lokakarya atau kegiatan lainnya
4) Pelatihan kepemimpinan PGRI bagi anggota muda PGRI
kk. Transformasi kultur organisasi sesuai tuntutan perubahan
1) Membangun sistem informasi pengurus (SIP)
2) Pembentukan ranting dan cabang khusus di Perguruan Tinggi PGRI, LPTK, dan
unit kerja
3) Memamfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk desiminasi kebijakan
dan hasil-hasil perjuangan PGRI dalam rangka meningkatkan soliditas dan
solidaritas
4) Menerapkan sistim manajemen berbasis data
ll. Pemenuhan paling sedikit 30% keterwakilan perempuan PGRI pada semua tingkatan
kepemimpinan
1) Meningkatkan peran serta perempuan PGRI dalam memajukan organisasi
2) Mewujudkan minimal 30% keterwakilan perempuan PGRI pada kepengurusan
pada pimpinan organisasi PGRI di semua tingkatan
mm. Peningkatan kepemimpinan perempuan PGRIdi setiap forum dan kegiatan
organisasi
1) Memfasilitasi keterwakilan perempuan PGRI untuk berperan aktif dalam setiap
forum dan kegiatan organisasi
2) Memfasilitasi perempuan PGRI untuk berperan aktif dan atau membangun
kerjasama dengan organisasi /lembaga eksternal
nn. Peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan PGRI
oo. Advokasi isu-isu aktual pendidikan dan guru kepada pemerintah, pemerintah
daerah, dan legislatif
pp. Kampanye isu-isu aktual pendidikan dan guru kepada anggota dan staksholders
qq. Perluasan kerjasama dalam rangka pembangunan karakter bangsa dan mutu
pendidikan
1) Peningkatan kemitraan dan perluasan hubungan kerjasama dengan organisasi dan
lembaga terkait untuk kemajuan di bidang pendidikan karakter
2) Peningkatan kemitraan dan perluasan hubungan kerjasama dengan organisasi
dan lembaga terkait untuk kemajuan dibidang pendidikan bermutu dan
berkeadilan
3) Melaksanakn kerjasama ditingkat internasional yang berafiliasi dengan PGRI
(Educational International) dan organisasi guru dunia lainnya dalam hal
peningkatan profesionalisme guru untuk mendukung program peningkatan mutu
pendidikan
4) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.
rr. Penataan dan penjaminan mutu lembaga pendidikan PGRI
1) Transformsi lembaga pendidikan PGRI sebagai alat perjuangan PGRI dalam
rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa
2) Mendorong badan pimpinan organisasi PGRI, badan penyelenggara, dan satuan
pendidikan PGRI sebagai tiga pilar yang memiliki rasa tanggung jawab untuk
kemajuan dan eksistensi lembaga pendidikan PGRI
3) Memfasilitasi lembaga pendidikan PGRI dalam rangka peningkatan mutu
melalui program akreditasi dan program lainnya
4) Penataan kelembagaan persekolahan PGRI melalui pembuatan profil dan atau
data base persekolahan PGRI.
ss. Transformasi tata kelola lembaga pendidikan PGRI
tt. Peningkatan mutu lembaga pendidikan PGRI agar dipercaya masyarakat dan menjadi
etalase PGRI
uu. Penguatan lembaga pendidikan PGRI jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi sebagai pilar pengembangan karakter generasi
bangsa
1) Memfasilitasi persekolahan PGRI mendapatkan status akreditasi minimal sangat
baik
2) Mendorong dan memfasilitasi persekolahan PGRI untuk mendapatkan peserta
didik sesuai daya tampung melalui optimalisasi kerjasama tiga pilar lembaga
pendidikan PGRI
3) Mendorong dan memfasilitasi persekolahan PGRI melakukan kerjasama dengan
lembaga/instansi lain dalam rangka peningatan mutu, kredibilitas dan branding.
4) Mendorong dan memfasilitasi persekolahan PGRI untuk melakukan program-
program unggulan untuk peningkatan kredibilitas dan pengakuan pihak eksternal
yaitu pemerintah dan masyarakat.
vv. Penataan kepemilikan aset lembaga pendidikan PGRI
Mendorong dan memfasilitasi agar persekolahan PGRI memiliki lahan dan gedung
milik sendiri
[Link] organisasi badan penyelenggara pendidikan dan lembaga pendidikan
PGRI di semua tingkatan organisasi
xx. Secara bertahap lembaga pendidikan PGRI di semua jenis dan jenjang menyatu
dengan organisasi induk.
2. Pokok-pokok program PGRI sebagai Organisasi Ketenagakerjaan
a. Memperjuangkan pemeuhan kekurangan guru dan pengangkatn guru honorer
b. Memperjuangkan tenaga kepedidikan honorer
1) Melakukan advokasi kepada eksekutif dan legislatif dalam rangkakepastian status guru
dan tenaga kependidikan honorer melalui media massa maupun media sosial
2) Melakukan advokasi kepada eksekutif dan legislatif dalam rangka revisi regulasi terkait
peneyelesaian permasalahan guru dan tenaga kependidikan honorer.
c. Mempejuangkan hak-hak dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan sebagaimana
yang tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas.
d. Perjuangan untuk kebijakan gaji minimal guru non ASN
1) Melakukan kampanye peningkatan penghasilan yang layak bagi guru dan tenaga
kependidikan honorer melalui tulisan, media massa, maupun media sosial
2) Mengadvokasi lembaga eksekutif dan legislatif terkait penghasilan guru dan tenaga
kependidikan honorer minimal mencukupi kebutuhan hidup layak sesuai amanat
konstitusi dan/atau Upah Minimal .
e. Meningkatkan profesionalisme guru
f. Memastikan kesetaraan guru suasta dengan guru negeri
1) Melakukan kampanye kesetaraan pengembangan profesi, pembinaan karir, peningkatan
kesejahteraan, dan perlindungan profesi guru swasta dengan guru negeri melalui
tulisan , media massa, maupun media sosial
2) Mengadvokasi lembaga eksekutif dan legislatif tentang kesetaraan pengembangan
pembinaan profesi, pembinaan karir, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan
profesi guru swasta dengan guru negeri.
g. Memastikan terlaksananya perlindungan guru
1) Melakukan kampanye tentang perlunya perlindungan guru dalam melaksanakan tugas
profesinalnya melalui tulisan, media massa, dan media sosial
2) Mengadvokasi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif tentang perlindungan guru
dalam melaksanakan tugas profesinalnya
3) Mengoptimalkan peran Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI dalam
perlindungan profesi guru anggota PGRI.
4) Meningkatkan peran Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI dalam
perlindungan profesi guru anggota PGRI
5) Memperjuangkan adanya regulasi tentang perlindungan profesi guru dan dosen dalam
melaksanakan tugas profesinya dalam bentuk undang- undang.
h. Memastikan pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan
1) Melakukan kampanye perlunya pengangkatan tenaga kependidikan yang memadai di
sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas/sekolah
menengah kejuruan
2) Mengadvokasi lembaga eksekutif dan legislatif tentang perlunya pengangkatan tenaga
kependidikan yang cukup pada sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah
menengah atas/sekolah menengah kejuruan untuk pelayanan pendidikan dari aspek
administratif/operator.
i. Pengkreasian mamfaat tambahan kartu anggota
1) Bekerjasama dengan lembaga keungan atau instansi lain untuk penerbitan kartu anggota
PGRI yang multi fungsi
2) Mendesain kartu anggota digital PGRI yang praktis dan dapat diprogram menjadi multi
fungsi
j. Perluasan kerjasama dalam rangka pengembangan usaha
1) Peningkatan kemitraan dan perluasan hubungan kerjasama dengan organisasi dan
lembaga terkait untuk membangun usaha dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
anggota
2) Melakukan evaluasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama yang terkait
dengan pengembangan usaha
3) Melakukan rintisan pendirian usaha yang dilakukan oleh badan pimpinan orgnisasi
untuk kemajuan organisasi dan kesejahteraan anggota.
Program Keuangan
3. Administrasi dan usaha
a. Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan
1) Tertib administrasi
2) Administrasi keuangan disajikan sesuai dengan sistem prinsip dan sistem akuntansi
Indonesia yang berlaku.
3) Pengelolaan/pengadaan sarana dan prasarana kantor sesuai dengan kebutuhan
organisasi.
b. Iuran anggota dan sumbangan
1) Mensosialisasikan kewajiban anggota membayar iuran sesuai keputusan Kongres
XXIII Tahun 2024
2) Meningkatkan penerimaan iuran anggota dari cabang.
3) Menghimpun sumbangan bencana alam dan meneruskan/
menyalurkannya.
4) Menerima sumbangan yang sah dan tidak mengikat dari masyarakat, pemerintah dan
lembaga swasta lain.
c. Kontribusi perangkat kelengkapan organisasi dan satuan pendidikan PGRI
1) Mengoptimalkan kontribusi perangkat kelengkapan organisasi
2) Mengoptimalkan kontribusi dari perguruan tinggi dan persekolahan PGRI.
d. Badan Usaha
1) Membangun usaha profitable untuk mendukung pendanaan organisasi.
2) Melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk menggali sumber dana organisasi.
Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan organisasi diatur sesuai:
a. Standar Operasional Prosedur (SOP)
b. Standar Tarif
c. APBO yang diputuskan /ditetapkan pada setiap Konferensi Kabupaten
d. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Pengurus Kabupaten
tahun 2019-2024 terlampir
e. Pengelolaan dan pelaporan keuangan menggunakan Aplikas Sistem
Keuangan (ASIK)
Upaya peningkatan dan penyelesaian iuran anggota, dengan membentuk Tim Penyelesaian
Iuran (Task Force) tingkat kabupaten/kota dan cabang dengan tugas:
a. Sosialisasi pengelolaan keuangan berdasarkan AD/ART PGRI
b. Memotivasi bagaimana pengelolaan keuangan organisasi agar menjadi lunas iuran
c. Mengklarifikasi jumlah anggota pembayar iuran dan jumlah setoran
d. Sosialisasi tata cara penyetoran iuran yang sesuai dengan prosedur sehingga dapat
menghindari penyetoran iuran yang tidak dilengkapi dengan identitas penyetor.
e. Diskusi dan sharing terutama kesulitan-kesulitan dan bagaimana cara menghadapi
kesulitan pembayaran iuran anggota
4. Pelaporan dan Pengawasan
a. Pelaporan
1) Laporan keuangan disampaikan secara periodik kepada Rapat Pleno Pengurus
Kabupaten setiap 3 (tiga) bulan sekali, selanjutnya ditembuskan/diteruskan ke Ketua
PGRI Cabang.
2) Laporan keuangan tahunan disampaikan pada setiap Konferensi Kerja Kabupaten
(Konkerkab).
b. Pengawasan
1) Pemeriksaan keuangan dilakukan 1 (satu) tahun sekali menjelang konferensi kerja
2) Pemeriksaan keuangan Pengurus Besar PGRI dilakukan oleh tim verfikasi keuangan
dari Pengurus PGRI provinsi
3) Pemeriksaan keuangan Pengurus Provinsi PGRI dilakukan oleh tim verfikasi
keuangan dari Pengurus Besar PGRI
4) Pemeriksaan keuangan Pengurus Kabupaten/kota PGRI dilakukan oleh tim verfikasi
keuangan pengurus PGRI provinsi
5) Pemeriksaan keuangan Pengurus Cabang/cabang khusus PGRI dilakukan oleh tim
verfikasi keuangan dari pengurus kabupaten/kota
6) Tim verfikasi keuangan ditetapkan dengan keputusan konferensi kerja.
c. Pemeriksaan keuangan organisasi dilakukan 1 tahun sekali
d. Pemeriksaan keuangan dilakukan oleh Tim Verifikasi.
e. Tim Verfikasi ditentukan oleh peserta KonCab..