CODE BLUE
No.
: SPO/ Nomor Urut
Dokumen
SPO No. Revisi : ..............................
Tgl. Terbit : ............................. dr. Maria Ulfa, SpOG
HALAMAN : ..............................
EMYU HEALTH CARE Tanda tangan PJ Klinik
Code Blue adalah penangaan pasien yang jatuh pada kegawat
1. Pengertian
daruratan di lingkungan rumah sakit.
Memberikan pelayanan pasien life saving dengan cepat oleh tim
2. Tujuan medis dan keperawatan
Sesuai dengan Keputusan Penanggung Jawab Klinik Utama Rawat
3. Kebijakan Inap Emyu Health Care Nomor : ……. Tentang ………………
4. Referensi -
1. Orang pertama yang mendapati pasien Tidak sadarkan diri /
5. Prosedur/Langkah-
Henti jantung segera meminta bantuan kepada petugas medis
langkah
terdekat.
2. Cek respon korban dengan menepuk bahu atau dengan
rangsangan nyeri.
3. Bila tidak ada respon, Petugas Medis terdekat segera
menghubungi operator ( Ext : 0) untuk mengumumkan status
code blue dengan menyebut lokasi kejadian.
4. Operator telepon menyebarkan informasi CODE BLUE melalui
Pengeras Suara sebanyak tiga kali.
5. Informasi berisi : CODE BLUE 3 X, ada di.......................
6. Petugas Medis / Tim primer menghubungi nomor Ext: 444
yang ditujukan kepada Tim jaga Codeblue
7. Cara melaporkanya adalah : Nama petugas...., profesi....,ada
pasien tidak sadarkan diri di ............(Sebutkan Lokasi), Mohon
Tim Codeblue segera menuju lokasi.
8. Sambil menunggu Tim Codeblue / Tim Sekunder datang, Tim
primer menuju lokasi dengan membawa peralatan BVM /
ambubag
9. Melakukan cek nadi karotis dengan waktu 3-5 detik, bila tidak
teraba denyut nadi, lakukan kompresi jantung luar dengan
cara 30 kompresi dan 2x ventilasi dengan kecepatan kompresi
100x per menit (dengan 1 atau 2 penolong)
10. Membebaskan jalan nafas :
a. Buka mulut pasien dengan teknik cross finger, lihat
adanya benda – benda asing, bersihkan.
b. Posisi kepala extensi dengan teknik head thil chin lift
11. Melakukan observasi pernafasan dengan cara
melihat,mendengar dan merasakan (5-10detik), bila tidak ada
tanda – tanda nafas spontan lakukan ventilasi buatan dengan
2x dengan ambu bag
12. Saat Tim Sekunder datang pimpinan diambil alih oleh dokter
jaga codeblue. Tim Codeblue/ Tim sekunder akan dipimpin
oleh dokter jaga dan perawat jaga berasal dari ICU dengan
membawa tas emergency
13. Tim primer melaporkan apa saja yang sudah dilakukan kepada
dokter
14. Melanjutkan RJP pada pasien sesuai dengan prinsip ACLS.
15. Melakukan cek nadi karotis ulang setelah 5 siklus kompresi
jantung dan paru
16. Memasang AED dan lihat nilai irama jantung, jika :
c. VT/VF tanpa nadi, lakukan defibrilasi dengan hitungan
joule : 6 joule/kgBB
d. Asistole /PEA/EMD lanjutkan dengan kompresi
17. Melakukan evaluasi tindakan diatas, jika belum berhasil,
lakukan intubasi dan pemasangan infuse jika belum terpasang
18. Jika pasien sudah terintubasi maka kompresi jantung dan
ventilasi berjalan masing – masing dengan kecepatan
kompresi 100x/menit, kecepatan bagging 1x/6detik atau
10x/menit
19. Memberi terapi sesuai sesuai dosis/instruksi dokter : adrenalin
0,1 cc/kgBB dengan konsentrasi 1/10.000
20. Melakukan CPR/resusitasi maksimal 30 menit, jika tidak
berhasil atau setelah ada tanda kematian, hentikan CPR, jika
berhasil observasi tanda vital, kesadaran,pupil dan warna kulit.
Jika memungkinkan pasien dipindahkan ke ICU.
21. Semua tindakan dalam code blue didokumentasikan dalam
catatan Rekam Medis pasien
22. Bagan Alir -
23. Unit terkait Seluruh Instalasi Emyu Health Care