0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan39 halaman

Poli Mer

Dokumen ini membahas tentang polimer, termasuk definisi, sejarah, sifat, klasifikasi, dan aplikasi polimer. Polimer terbentuk dari monomer dan memiliki berbagai sifat seperti kekuatan, ketahanan kimia, dan kelenturan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan proses pembuatan ban dan dampak penggunaan produk polimer.

Diunggah oleh

lilis kistriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan39 halaman

Poli Mer

Dokumen ini membahas tentang polimer, termasuk definisi, sejarah, sifat, klasifikasi, dan aplikasi polimer. Polimer terbentuk dari monomer dan memiliki berbagai sifat seperti kekuatan, ketahanan kimia, dan kelenturan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan proses pembuatan ban dan dampak penggunaan produk polimer.

Diunggah oleh

lilis kistriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLIMER

DISUSUN OLEH :
 Ghalib Muhammad Yusuf
 Mirza Indrawan (14521232)
(13521016)  Ave Seinna Aventa
 Fanya Aulia Nadhira (14521271)
(14521020)  Sinthya Ade Putri
(14521296)
 Clara Yusticia Hapsari
(14521061)  Rizki Halwani Ramadhan
(14521321)
 Revin Nuzul Aryasta
 Mandalika Ayusti
(14521100) (15521114)
 Chaidir Rahman  Khairunnisa Apriliani
(14521169) (15521145)
Polimer (bahasa yunani) Poly
Meros
Polimer terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah (banyak)
unit-unit molekul yang kecil. Unit molekul kecil pembentuk
senyawa ini disebut monomer. Ini artinya senyawa polimer
terdiri dari banyak monomer.
Sejarah POLIMER

 Pada tahun 1833, Jons Jacon Berzelius memperkenalkan istilah


polimer untuk pertama kalinya. Sejarah perkembangan polimer
dimulai pada tahun 1811 ketika Henri Braconnot
memperlakukan senyawa turunan selulosa. Disusul dengan
perkembangan polimer alam rubber/karet yang merupakan
polimer semi sintesis terpopuler pertama.
- Charles Goodyear (1839), Amerika Serikat : Menemukan
vulkanisasi.
- Leo Baekeland (1907) : Menciptakan polimer sintetis yang disebut
dengan bakelit melalui reaksi phenol dengan formaldehid.
- Hermann Staudinger (1922) : mengusulkan bahwa polimer terdiri
dari rantai panjang atom-atom yang terikat bersama-sama melalui
ikatan kovalen.
- Giulio natta (Italia) dan Karl Ziegler (German) memberikan
kontribusi begitu penting dibidang tersebut dimana
mereka mengembangkan katalis Ziegler-Natta.
 Tidak hanya itu, sekarang ini telah dikembangkan polimer
sebagai drug delivery, lubricant, dan material photoresist.
Selain itu juga telah dkembangkan polimer sebagai
flexible substrates dalam organic light-emitting diodes untuk
display elektronik.
CONTOH SENYAWA POLIMER

Karbohidrat Protein

Karet Alam
Lemak
Polyethylene Polipropylene (PP)
(PE)

Polyethylene Terephtalate (PET)


Polyvinyl Chloride (PVC) Polystyrene(PS)

Teflon Nilon
SIFAT POLIMER

 Kekuatan (Strength)
- Kekuatan tarik (Tensile Strength)
Kekuatan tarik adalah tegangan yang dibutuhkan untuk
mematahkan suatu sampel. Kekuatan tarik penting
untuk polymer yang akan ditarik.
Contoh : Fiber, harus mempunyai kekuatan tarik yang
baik.
- Compressive Strength
Adalah ketahanan terhadap tekanan.
Contoh : Beton polimer merupakan contoh material yang memiliki
kekuatan tekan yang bagus.

- Flexural Strength
Adalah ketahanan pada bending (flexing). Polimer mempunyai
flexural strength jika dia kuat saat dibengkokkan.
- Kekuatan Impak (Impact Strength)
Adalah ketahanan terhadap tegangan yang datang secara tiba-
tiba. Polimer mempunyai kekuatan impak jika dia kuat saat dipukul
dengan keras secara tiba-tiba.

- Ketangguhan (Toughness)
Ketangguhan adalah pengukuran sebenarnyaa dari energi yang
dapat diserap oleh suatu material sebelum material tersebut patah
- Sifat Konduktivitas Listrik
misalnya poli(N-vinilkarbazola) bersifat fotokonduktif, yakni
menghantarkan arus listrik sampai suatu tingkat yang lebih kecil
dibawah pengaruh cahaya dan dipakai dalam industri
elektrofotografi.

- Daya Nyala dan Ketahanan Nyala


Dikarenakan polimer sintetis telah banyak digunakan pada konstruksi
dan transportasi, maka diperlukan suatu usaha untuk membuat
polimer tahan api atau tidak mudah terbakar.
- Ketahanan Kimia
Untuk menghindari korosi pada tangki minyak maka diperlukan
melapisi logam tangki dengan glass fiber-reinforced unsaturated
polyester

 Sifat Thermal
Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanskan
sedangkan polimer yang menjadi keras jika didinginkan, polimer ini
disebut thermoplast.
 Sifat Kelenturan
Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer
sintetis. Umumnya polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai
keinginan, sedangkan polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan
untuk menghasilkan bentuk tertentu.

 Ketahanan terhadap Mikroorganisme


Polimer alam seperti wool, sutra atau selulosa tidak tahan terhadap
mkroorganisme atau rayap. Sedangkan polimer sintesis lebih tahan
terhadap mikroorganisme atau ulat.
Klasifikasi Polimer
berdasarkan asalnya
 Polimer alam adalah polimer yang terdapat di
alam dan berasal dari makhluk hidup.
Contoh polimer alam :
Polimer sintetis
 Atau polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di
alam dan harus dibuat oleh manusia.
Penggolongan Polimer berdasarkan Jenis
Monomernya

 Homopolimer, merupakan polimer yang terdiri dari


monomer-monomer sejenis dengan struktur ———
A – A – A – A – A ———. Contohnya polietilena,
polistirena, polipropilena, PVC, amilum, teflon,
selulosa dan poliisoprena.

 Kopolimer, merupakan polimer yang terdiri dari


dua atau lebih monomer yang tidak sejenis
dengan struktur —A – B – A – B – A – B
Penggolongan Polimer berdasarkan Sifat
kekenyalannya

 Polimer Termoplastik, yaitu polimer yang tidak tahan panas sehingga


akan meliat jika dipanaskan dan dapat dibentuk sesuai dengan
keinginan.

 Polimer Termosetting, yaitu polimer tahan panas yang tidak akan


meliat (meleleh) jika dipanaskan, polimer ini sangah mudah dibentuk
sesuai keinginan
Penggolongan Polimer berdasarkan
bentuk susunan rantainya

 Polimer Linier, yaitu polimer yang tersusun satu sama lain


melalui unit ulang yang sama sehingga membentuk rantai
polimer yang panjang. Polimer ini biasanya bersifat padat
pada temperatur normal dan dapat larut dalam beberapa
pelarut.
 Polimer Bercabang, yaitu polimer yang terbentuk jika polimer
linier membentuk cabang.
 Polimer Berikatan Silang (Cross-linking), yaitu polimer yang
terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan
satu sama lain pada rantai utamanya. Jika sambungan silang
polimer terjadi dengan ikatan kimia antara rantainya akan
terbentuk sambung silang tiga dimensi
Aplikasi POLIMER

 Plastik
 POLYETHYLENE

Memiliki titik leleh 110°C dan melunak dalam air panas


Contoh :
 POLYPROPYLENE

Sifatnya lebih kuat dan lebih tahan dari polietilena. Polipropilena


tersusun dari molekul-molekul propena.
Contoh :
 TEFLON

bersifat sangat ulet, kenyal, tahan terhadap zat kimia, tak


mudah terbakar, isolator listrik yang baik. Memiliki titik leleh
327°C, tahan terhadap panas.
Contoh :
 POLYMETHYL METACRILAT

Polimetil metakrilat merupakan plastik bening, keras, tetapi


ringan.
Contoh :
 POLYVINYL CHLORIDE

Merupakan plastik yang keras, kaku, dan mudah rusak. Sifatnya


lebih kuat dibandingkan dengan etilen, tahan panas atau tidak
mudah terbakar.
Contoh :
 POLYSTYRENE
 POLIMER BAKELIT

Merupakan plastic thermosetting.


Contoh :
 Karet
 Karet Alam

Karet alam tersusun dari monomer-monomer isoprena atau 2


metil 1,3 betadiena. Karet alam bersifat lunak, lekat, dan
mudah dioksidasi. Agar menjadi lebih keras dan stabil dilakukan
vulkanisasi, yaitu karet alam dipanaskan pada suhu 150 °C,
dengan sejumlah kecil belerang.
 Karet Sintetis
 NEOPRENA

Neoprena tersusun dari monomer-monomer 2 kloro1,3


butadiena.
Sifat dan kegunaan neoprena adalah tahan terhadap bensin,
minyak tanah, dan lemak
Contoh :
 STYRENE BUTADIENE RUBBER (SBR)

SBR merupakan karet sintetis yang paling banyak diproduksi


untuk ban kendaraan bermotor.
 Serat Sintetis
 NYLON-66
Disebut nilon 66 karena masing-masing monomernya
mengandung 6 atom karbon Nilon 66 bersifat kuat, ringan, dan
dapat ditarik tanpa retak.
Contoh :
 DACRON

merupakan kopolimer dari glikol dengan asam tereftalat melalui


polimerisasi kondensasi.
 SERAT AKRILAT / ORLON

Polimer ini merupakan poliimnida, cocok untuk tekstil halus, Sifat


dan kegunaan orlon adalah memiliki sifat yang kuat.

Contoh : karpet, kaos kaki, baju wool.


ADA PERTANYAAN ?
Pertanyaan :

 Apa keunggulan dan kelemahan Polimer? Apa dampak


yang ditimbulkan dari penggunaan produk Polimer?
 Apa yang disebut polimerisasi kondensasi dan polimerisasi
adisi?
 Bagaimana proses pembuatan ban?
Jawaban :
 Apa keunggulan dan kelemahan Polimer?
Pada umumnya polimer memiliki sifat yang menguntungkan
karena massa jenisnya kecil, mudah dibentuk, tahan karat (Hyer,
1998). Akan tetapi polimer memiliki kekurangan seperti kekakuan
dan kekuatan rendah. Oleh karena itu agar diperoleh komposit
yang lebih baik, maka polimer tersebut dipadukan dengan
bahan yang lain yang berfungsi sebagai bahan penguat seperti:
serat (fiber), partikel (particulate), lapisan (lamina) dan serpihan
(flakes). Pada saat ini berbagai industri telah menggunakan
komposit yang diperkuat oleh serat mulai dari industri perabot
rumah tangga (panel, kursi, meja), industri kimia (pipa, tangki,
selang), alat-alat olah raga, bagian-bagian mobil yang salah
satunya bumper mobil, alat-alat listrik, industri pesawat terbang
(badan pesawat, roda pendarat, sayap dan baling baling
helikopter) dan industri perkapalan (salah satunya body speed
boat).
 Dampak penggunaan produk Polimer :
• Polimer sistensi bersifat tidak mudah diuraikan oleh
mikroorganisme sehingga dapat menyebabkan barang-
barang tersebut tidak dapat membusuk.
• Pembakaran polimer sistensis akan menghasilkan
senyawa dioksin, yaitu senyawa gas yang beracun dan
bersifat karsinogenik, yang akan mneyebabkan kanker.
• Monomer vinil klorida bersifat racun, karsinogenik dan
dapat menyebabkan cacat lahir meskipun plastik
polivinilklorida tidak berbahaya.
• Apabila tetrkena panas plastik pembungkus makanan
kemungkinan akan menyebabkan monomernya terurai
dan mencemari atau mengkontaminasi makanan.
 Apa yang disebut polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi?

• Polimerisasi Adisi
- Bersifat chain reaction
- Reaksinya cepat
- Pembukaan ikatan rangkap (mengaktifkan ikatan
rangkap
- Contoh : Polistirena, Polietilen, Polipropilen
• Polimerisasi Kondensasi
- Penggabungan 2 molekul kecil menjadi molekul
besar dengan hasil samping molekul sederhana
- Bersifat step-growth reaction
- Reaksinya lebih lambat
- Reaksinya berhenti saat kehabisan gugus fungsional
- Reaksinya satu persatu
- Contoh : Poliester, Nilon, Polikarbonat
 Proses Pembuatan Ban :
• Tahap pertama (Pemilihan Raw Material)
Pemilihan dan pemisahan bahan baku ban seperti karet
alam, karet sintetis, oli dan lainnya.
• Tahap kedua (Tahap Bunbury)
Tahapan untuk membuat komponen ban.
• Tahap ketiga (Tyre Semi Manufacturing)
Membuat bagian-bagian ban seperti dinding ban, telapal
ban, inner linier, bead, body ply (benang yang dilapis
kompon) dan big ring penghubung antara pelek dengan
ban.
• Tahap keempat (Tyre Building)
Penggabungan atau assembly bagian-bagian ban. Dari sini
akan menghasilkan ban mentah yang bernama green tyre,
prosesnya 90 detik/ban.
• Tahap kelima (Curing Building)
Memasak ban mentah menjadi ban matang dengan
memberi alur atau kembangan ban dan proses
pengerasan ban. Ban akan dimasak pada suhu 180
derajat untuk satu ban mobil membutuhkan waktu 10-15
menit sedangkan motor sekitar 8-10 menit tergantung
dari size ban.
• Tahap keenam (Finishing dan Quality Control)
Ban akan dirapikan dari sisa-sisa hasil produksi kemudian
dicek dan dipastikan tidak ada kesalahan.
• Tahap ketujuh (Warehouse)
Ban akan dipacking atau dibungkus kemudian disimpan
dan dikirim ke distributor ban.

Anda mungkin juga menyukai