0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan31 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas keterampilan dasar mengajar guru yang bervariasi, menjelaskan pentingnya kompetensi pedagogik dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Tugas dan peran guru diuraikan, termasuk sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, dan evaluator, serta pentingnya variasi dalam metode pengajaran untuk mengatasi kebosanan siswa. Selain itu, dokumen ini juga merinci berbagai keterampilan mengajar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Diunggah oleh

Chubeb Ac
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan31 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas keterampilan dasar mengajar guru yang bervariasi, menjelaskan pentingnya kompetensi pedagogik dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Tugas dan peran guru diuraikan, termasuk sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, dan evaluator, serta pentingnya variasi dalam metode pengajaran untuk mengatasi kebosanan siswa. Selain itu, dokumen ini juga merinci berbagai keterampilan mengajar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Diunggah oleh

Chubeb Ac
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

24

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Ketrampilan Dasar Mengajar Guru yang Bervariasi

1. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar Guru Bervariasi

Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan

melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk

mewujudkan pembelajaran yang efektif diperlukan berbagai keterampilan

yaitu keterampilan mengajar dalam hal ini membelajarkan. Keterampilan

mengajar atau membelajarkan merupakan kompetensi pedagogik yang cukup

kompleks karena merupakan integrasi dari berbagai kompetensi guru secara

utuh dan menyeluruh.

Secara bahasa ketrampilan berasal dari kata trampil yang artinya

cakap dalam menyelesaikan tugas: mampu ,kreatif dan cekatan. Kemudian

mendapat imbuhan ke-an menjadi ketrampilan yang artinya kecakapan untuk

menyelesaikan tugas.1

Sedangkan menurut istilah, pengertian ketrampilan dapat didefinisikan

sebagai berikut:

a. Menurut Reber, Ketrampilan merupakan kemampuan melakukan pola-

pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi sesuai dengan

keadaan untuk mencapai hasil tertentu.

24
25

b. Menurut Oemar Hamalik,ketrampilan adalah kemampuan berbuat sesuatu

dengan baik. Berbuat dapat berarti secara jasmaniah ( menulis, berbicara

dan sebagainya) dan dapat juga berarti rohaniah (membedakan,

menganalisis dan sebagainya).

Para ahli mendefinisikan tentang pengertian mengajar sebagai berikut:

a. Arifin mendefinisikan mengajar sebagai suatu rangkaian kegiatan

penyampaian bahan pelajaran kepada peserta didik agar dapat

menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan

pelajaran itu.

b. Menurut Tyson dan Caroll mengajar adalah sebuah cara dan proses

hubungan timbal balik antara peserta didik dan pendidik yang sama-

sama aktif melakukan kegiatan.24

c. Suryo Subroto mengartikan mengajar adalah suatu aktivitas

mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan

menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi belajar mengajar.25

d. Sardiman mendefinisikan mengajar adalah suatu usaha untuk

menciptakan suatu kondisi/sistem lingkungan yang mendukung dan

memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar.26

e. DeQueliy dan Gazali mendefinisikan mengajar adalah menanamkan

pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat.

Definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju bahwa

24
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Agama Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2004), hlm. 181-182
25
Suryo Subroto, Proses Belajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), hlm. 12
26
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar dan Mengajar, (Jakarta: Rajawali, [Link].),hlm. 45
26

“teaching is the guidance of learning”. Mengajar adalah bimbingan

kepada siswa dalam proses belajar.

f. Alvin [Link] berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas

untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk

mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals

(cita-cita), appreciations (penghargaan) dan knowledge.27

Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu

usaha untuk melakukan kegiatan belajar atau menyampaikan bahan pelajaran

sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung efektif dan efisien serta

sama-sama aktif antara peserta didik dan pendidik. Dalam PBM, pendidik

hendaknya menggunakan berbagai metode proses belajar mengajar dapat

berlangsung secara aktif dan efisien.

Sedangkan istilah guru sekarang ini sudah mendapat arti yaang luas

dalam masyarakat, mereka beranggapan bahwa semua orang yang telah

memberikan sutu ilmu atau kepandaian yaang tertentu kepada seseorang atau

kelompok orang yang bisa disebut guru.

Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian

khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak

memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.

Untuk itu guru diperlukan syarat khusus dan menguasai tentang pendidikan

dan [Link] merupakan kemampuan dalam keberhasilan belajar

siswa, oleh karena itu guru memiliki tugas dan peran yang penting dalam

27
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. (2010)
27

menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran. Tugas dan peran guru yaitu

sebagai berikut :

a. Tugas Guru

Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan

melatih. Mendidik berarti suatu usaha untuk mengantarkan anak didik

ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Mendidik

bukan sekedar Transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. 28

Mengajar adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan juga menjadi tugas guru karena

guru terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial.

Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik

sehingga anak mempunyai sifat kesetiakawanan sosial.29

Selain itu tugas guru adalah dapat menjadi orang tua kedua di sekolah.

Di bidang kemasyarakatan guru mempunyai tugas mendidik dan

mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik dan

bermoral Pancasila.

b. Peran guru

Peran guru dalam pembelajaran yang dianggap paling

dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut ;

1) Guru sebagai demonstrator

28
Sardiman A. M. op. cit., hlm. 53.
29
Moh. Uzer Usman, op. cit., hlm. 7.
28

Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecture, atau

pengajar,guru senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran

yang akan diajarkannya dan mengembangkannya dengan ilmu yang

dimilikinya karena akan menentukan hasil belajar siswa. Guru

hendaknya mampu dan trampil dalam mengelola kelasnya dan

menyampaikan informasi kepada anak didik sehingga anak didik

tertarik dan merasa tidak bosan terhadap pelajaran yang disampaikan

sehingga anak termotivasi untuk belajar. Seorang guru akan mampu

melaksanakan pengajarannya dengan baik jika ia menguasai dan

menerapkan ketrampilan-ketrampilan mengajar dalam

pembelajarannya.

2) Guru sebagai pengelola kelas (learning Manager)

Sebagai pengelola kelas, guru hendaknya mampu mengelola

kelas sebagai lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Sebagai manajer guru senantiasa bertanggungjawab memelihara

lingkungan belajarnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar

dan mengarahkan siswanya.

3) Guru sebagai mediator dan fasilitator

Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pemahaman dan

pengetahuan tentang media pembelajaran dan juga memiliki

ketrampilan memilih media, menggunakan media dan

mengusahakan dengan baik. Memilih media dan menggunakan


29

media harus sesuai dengan tujuan materi, metode dan kemampuan

guru dan siswa.

4) Guru sebagai evaluator

Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur.

Dengan penilaian guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian

tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran dan keefektifan metode

[Link] fungsinya sebagai evaluator, guru hendaknya

terus-menerus mengikuti hasil yang dicapai siswa. Informasi yang

diperoleh melalui evaluasi dapat dijadikan titik tolak untuk

memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran.

Sedangkan pengertian variasi secara bahasa adalah selingan ;

tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula.30

Adapun pengertian variasi dapat didefinisikan sebagai berikut:

a. Menurut J.J. Hasibuan dan Moedjiono menggunakan variasi dapat diartikan

sebagai perbuatan guru dalam konteks proses mengajar yang bertujuan

mengatasi kebosanan pada siswa.31

b. Menurut Moh. Uzer Usman, variasi adalah suatu kegiatan guru dalam

konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi

kebosanan murid sehingga dalam proses belajar mengajar murid senantiasa

menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.32

Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton.


30
Tim Penyusun Kamus Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa, op. cit., hlm.1117
31
8 J.
J. Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta,1991),
cet. V, hlm. 99.
32
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000),
cet. XI, h
30

Variasi di dalam kegiatan pembelajaran dapat menghilangkan kebosanan,

meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya belajar siswa

yang beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa

Berdasarkan pengertian tersebut maka yang dimaksud dengan

keterampilan mengajar guru adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru

dalam melatih / membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta

membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Jadi,

implementasi keterampilan mengajar guru adalah penerapan terhadap

kemampuan / kecakapan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan

meningkatkan keaktifan siswa.

2. Indikator Variasi Mengajar

Variasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran sangat berpengaruh

terhadap murid karena dapat mengurangi kebosanan pada siswa. Menurut Adi

W. Gunawan, sering kali ada murid yang tidak tertarik pelajaran karena

merasa bosan dan mengantuk. Sebenarnya tidak ada pelajaran yang

membosankan yang benar adalah guru yang membosankan karena tidak

mengerti cara menyajikan materi dengan benar, baik, menyenangkan dan

menarik minat serta perhatian murid.3310

Tujuan penggunaan variasi mengajar ditujukan kepada anak didik dengan

tujuan :

a. Meningkatkan dan memelihara perhatian anak didik terhadaprelevansi

proses belajar mengajar.


33
Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategy, Petunjuk Praktis untuk Menerapkan
Accelerated Learning, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003), hlm. 154.
31

b. Memberi kesempatan berfungsinya motivasi dan rasa ingin tahumelalui

eksplorasi dan penyelidikan terhadap situasi yang baru.

c. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah melaluipenyajian gaya

mengajar yang bersemangat dan antusias.

d. Memberi pilihan dan fasilitas dalam belajar individual.

e. Mendorong anak didik untuk belajar dengan melibatkannya dalam

berbagai pengalaman yang menarik pada berbagai tingkat kognitif.34

Selain itu tujuan penggunaan variasi dalam konteks pembelajaran

adalah mengatasi kebosanan pada siswa sehingga dalam proses

pembelajarannya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan dan berperan

aktif. Faktor kebosanan yang dialami siswa disebabkan oleh adanya penyajian

kegiatan yang begitu-begitu saja sehingga akan mengakibatkan perhatian,

motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran, guru dan sekolah menurun.

Untuk itu diperlukan adanya keanekaragaman dalam penyajian kegiatan

mengajar.

3. Macam Macam Keterampilan Mengajar

Turney (1973) mengungkapkan 8 keterampilan mengajar yang

sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan

bertanya (questioning skiilsm),Memberikan penguatan ( reinforcement

skillms), mengadakan variasi (variation skillsm),menjelaskan ( explainings

kills), membuka dan menutup pelajaran (set induction and closer),

34
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2000), hlm. 125.
32

membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas dan mengajar

kelompok kecil dan perorangan 35

Moh. Uzer Usman secara rinci menjelaskan secara detail keterampilan

mengajar tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan Bertanya

Dalam proses belajar-mengajar,bertanya memainkan peranan

penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran

yang tepat pula akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu :

1) Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar,

2) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu

masalah yang sedang dihadapi atau dibicarakan,

3) Mengembangkan pola dan cara belajar aktif dari siswa sebab berpikir

itu sesungguhnya bertanya,

4) Menuntun proses berpikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan

membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik,

5) Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.

b. Keterampilan Memberi Penguatan.

Penguatan (reinforcement) adalah respons terhadap suatu

tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya

kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut di maksudkan untuk

mengajar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat

berpartisipasi dalam interaksi belajar – mengajar.

35
[Link]. Menjadi Guru Profesional, (Bandung:PT remaja Rosdakanrya, 2006), Cet Ke-19,
hal. 69
33

c. Keterampilan mengadakan variasi

Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks

proses interaksi belajar- mengajar yang di tunjukan untuk mengatasi

kebosanan murid sehingga, dalam situasi belajar mengajar, murid

senantiasa menunjukan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.

Untuk itu sebagai guru perlu melatih diri agar menguasai keterampilan

tersebut. Keterampilan ini memiliki tujuan dan manfaat untuk

menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek

belajar-mengajar yang relevan, untuk memberikan kesempatan bagi

berkembangnya bakat ingin mengetahui dan menyelidiki pada siswa

tentang hal-hal yang baru, untuk memupuk tingkah laku yang positif

terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih

hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.

d. Keterampilan menjelaskan.

Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran ialah

penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematik

untuk mewujudkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya,

misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan

sesuatu yang belum diketahui. Penyimpanan informasi yang terencana

dengan baik dan di sajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri

utama kegiatan [Link] Memberikan Penjelasan yaitu

untuk membimbing murid untuk mendapat dan memahami hukum,

dalil, fakta, definisi, dan lain-lain.


34

5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.

Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran atau set induction ialah

usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar

mengajar untuk menciptakan prokondisi bagi murid agar mental

maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga

usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan

belajar.

6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.

Diskusi kelompok adalah suatuproses yang teratur yang

melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal

dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan,

atau pemecahan masalah. Pengertian diskusi kelompok dalam kegiatan

belajar mengajar tidak jauh berbeda dengan pengertian diatas. Siswa

berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah pimpinan guru

untuk berbagai informasi, pemecahan masalah, atau pengambilan

keputusan. Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana terbuka.

7. Keterampilan mengelola kelas

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk

menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan

mengembalikanya bila terjadi dalam proses [Link]

kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan

kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. Jika guru


35

mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya

dalam suasana yang memyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran.

8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan

memungkinkan guru memberikan penertian terhadap setiap siswa setar

terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun

antara siswa dengan siswa. Adakalanya siswa lebih mudah belajar dari

temannya sendiri, adapula siswa yang lebih mudah belajar karena harus

mengajari atau melatih temannya sendiri. Bahwa kombinasi pengajaran

klasikal, kelompok kecil, dan perseorangan memberikan peluang yang

besar bagi tercapainya tujuan pengajaran.36

4. Prinsip-prinsip implementasi keterampilan mengajar yng bervariasi

a. Kesesuaian ( relevant )

Kesesuaian yaitu dalam memilih dan menentukan unsur-

unsur jenis keterampilan mengajar yang akan dilaksanakan harus

memperhatikan dan disesuaikan dengan seluruh komponen

pembelajaran . Penyesuaian ini sangat penting,agar dalam menerapkan

setiap unsur pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kualitas proses

dan hasil pembelajaran.

b. Kreatifitas dan Inovatif

Kreatifitas dan inovatif dalam menggunakan unsur-unsur

ketrampilan mengajar sangar diperlukan agar suasana pembelajaran

selalu menarik dan menyenangkan bagi [Link] ketika


36
Moh. Uzer Usman, [Link]., h. 76-102
36

menerapkan keterampilan membuka pelajaran, kegiatan yang

dilakukan oleh guru tidak selalu harus dengan cara memberikan free

test, akan tetapi secara kreatif dan inovatif .

c. Ketepatan ( akurasi )

Penggunaan setiap unsur keterampilan dasar mengajar

dimaksudkan agar proses pembelajaran bisa berjalaan secara efektif

dan efisien. Oleh karena itu penggunaan unsur-unsur keterampilan

mengajar harus memperhatikan aspek ketepatan atau akurasi,sehingga

dapat mencapai sasaran pembelajaran yang diharapkan .

Tidak kalah pentingnya bahwa unsur-unsur keterampilan mengajar

yang diterapkan harus memiliki nilai manfaat atau kegunaan terhadap

pengembangan potensi [Link] adalah proses merubah

perilaku siswa meliputi pengetahuan, sikap maupun keterampilan.

Dengan demikian penggunaan keterampilan mengajar harus memiliki

nilai atau manfaat untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran.

d. Membangkitkan perhatian dan motivasi

Perhatian dan motivasi termasuk dalam prinsip

pembelajaran, sebagai suatu prinsip. Mengingat pentingnya perhatian

dan motivasi, maka penerapan aspek pembelajaran harus

membangkitkan perhatian dan motivasi bagi siswa. Sehingga selama

proses pembelajaran berlangsung perhatian dan motivasi siswa selalu

terjaga dann tercurah pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

e. Menyenangkan
37

Suasana pembelajaran yang menyenangkan ( joyfull

learning ) ter- masuk salah satu unsur pembelajaran yang harus selalu

diciptakan oleh guru dalam membimbing proses pembelajaran. Melalui

pembelajaran yang menyenangkan siswa akan merasa betah,

semangat, bahkan mungkin siswa akan merasa bebas untuk melakukan

aktivitas pembelajaran sesuai dengan potensi dan bakat yang

dimilikinya. arus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang akrab.

5. Model pembelajaran yang bervariasi

Penerapan ketrampilan mengajar guru yang bervariasi

dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran PAKEM adalah

pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran

untuk usia sekolah dasar perlu diperhatikan logika, praktika, dan estetika.

Untuk itu penggunaan multimedia akan menunjang keberhasilan belajar.

Komponen utama PAKEM antara lain tersedianya kurikulum dan

perangkatnya, sarana dan prasarana yang [Link] itu ada sumber

daya manusia yang cukup profesional dan sistem menejemen yang baik.

Standarisasi mutu pendidikan dilakukan secara berkelanjutan untuk

menghadapi tuntutan lokal, nasional dan [Link] pelaksanaanya kita

memiliki dan memilah mana yang cocok untuk mata pelajaran kita dan

sesuai dengan kebutuhan saat itu berdasarkan tujuan untuk mencapai

kompetensi atau keterampilan.

Model pembelajaran PAKEM adalah pembelajaran yang

mendorong peserta didik aktif secara fisik, sosial, mental untuk dapat
38

memahami dan mengembangkan kecakapan hidup. Pembelajaran ini,

perlu guru yang kreatif antara lain dapat :

a. Mengembangkan kegiatan yang menarik dan bervariasi

b. Membuat alat bantu belajar disamping alat yang sudah ada

c. Memanfaatkan lingkungan yang dikaitkan dengan bahan ajar /

Ilmu yang didapat dari kelas.

Pembelajaran ini efektif bila dapat mencapaikan potensi yang telah

dirumuskan atau mencapai tujuan pembelajaran dan siswa memperoleh

atau mencapai kompetensi yang [Link] yang

menyenangkan, tidak membuat anak mudah bosan dan takut :

a. Takut salah

b. Takut ditertawakan

c. Takut dianggap sepele

Pembelajaran menyenangkan bila pembelajaran membuat anak :

a. Berani mencoba /berbuat sesuatu yang sesuai keinginan

b. Berani bertanya bila kurang faham atau ingin tahu lebih banyak

c. Berani mengemukakan pendapat / gagasan , serta

d. Berani mempertanyakan gagasan orang lain 37

6. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

a. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

37
Kasihani [Link], Model-Model Pembelajaran ( Malang ,UNM Panitia Sertifikasi Guru
Rayon 15 .2008 ).hal 14-16
39

Secara sederhana deskripsi yang jelas mengenai pembelajaran

agama Islam akan kami kemukakan pendapat tokoh pendidikan, di

antaranya yaitu :

Menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan

pendidik secara terprogram dalam medesain instruksional untuk

membuat peserta didik belajar dengan aktif yang menekankan pada

penyediaan sumber belajar.38

Menurut Umar Hamalik pembelajaran adalah suatu kombinasi

yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, fasilitas, perlengkapan

dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan

pembelajaran.39

Sedangkan menurut E. Mulyasa pembelajaran pada hakekatnya

adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya

sehingga terjadi perubahan laku ke arah yang lebih baik.40

Maka dapat disimpulkan pembelajaran adalah upaya pendidik

agar peserta didik belajar dengan aktif untuk mencapai tujuan

pembelajaran atau proses interaksi peserta didik dengan lingkungan

untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Setelah mengetahui pengertian pembelajaran maka selanjutnya

akan dibahas mengenai PAI. Pembahasan tentang pendidikan agama

38
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002),hlm. 297
39
Umar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), hlm. 57
40
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi,
(Bandung: Rosdakarya, 2002), hlm. 100
40

Islam akan diawali dengan definisi mengenai pendidikan sebagai

berikut:

Pengertian pendidikan secara terminologi menurut Soegarda

Proebakawatja pendidikan agama suatu usaha manusia untuk membawa

si anak yang belum dewasa ke tingkat kedewasaan dalam arti sadar. 41

Dalam menuju kedewasaan peserta didik dianjurkan mengikuti metode

belajar yang ditentukan oleh pengajar, salah satunya saling memahmi

antar peserta didik dalam bekerjasama untuk menuju ke tingkat

[Link] menurut John Dewey , mengatakan Pendidikan

adalah proses pembentukan, pembinaan, dan pencetakan aktifitas –

yakni sebuah pembentukan ke dalam bentuk standar dari aktifitas sosial.

Menurut Zuhairini pendidikan dapat diartikan sebagai bimbingan secara

sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta

didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.42

Pengertian dari para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa

pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk meningkatkan

kedewasaan anak menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli

adalah sebagai berikut:

Menurut Zuhairini pendidikan agama Islam adalah usaha-usaha

sistematis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup

41
Soegarda Poerbakawatja, Ensiklopedi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1971), hlm. 257
42
Ramayulis, dkk., Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia ,2005), hlm. 22
41

sesuai ajaran Islam.43 Sebab ajaran Islam merupakan suatu hal yang

teramat penting untuk menuju ke akhirat.

Menurut Zakiah Daradjat PAI adalah usaha berupa bimbingan dan

asuhan terhadap anak didik agar dapat memahaminya dan

mengamalkan serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of

life).44

Ahmadi mengatakan PAI merupakan usaha yang lebih khusus

ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan agar lebih

mampu memahaminya, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam.45

H.M. Arifin mendefinisikan PAI sebagai proses yang mengarahkan

manusia kepada kehidupan yang baik dan mengangkat derajat

kemasyarakat sesuai dengan kemampuan ajarannya.46

Menurut Departemen Pendidikan Nasional bahwa:

“Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam


menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan
mengamalkan hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam
mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci al-
Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, pelatihan
serta penggunaan pengalaman. Dibarengi tuntunan untuk menghormati
penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat
beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan
persatuan”.47

Yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam

yaitu :

43
Zuhairini, dkk., Metodik Khusus Pendidikan Agama, op. cit., hlm. 25
44
Zaiyah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 86
45
Achmadi, Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta: Adytia Media,1992).
46
Arifin, Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), hlm. 14-15
47
Standar Kompetensi Mata Pelajaran PAI SMP dan MTs, (Jakarta: Diknas, 2003), hlm. 7
42

1) Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar yakni suatu kegiatan

bimbingan, pengajaran atau latihan yang dilakukan secara

terencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.

2) Peserta didik hendak disipakan untuk mencapai tujuan dalam arti

ada yang dibimbing, diajari atau dilatih dalam meningkatkan

keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap

ajaran agama Islam.

3) Kegiatan (pembelajaran) pendidikan agama Islam diarahkan untuk

meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan

pengamalan.

b. Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pembelajaran Pendidikan agama Islam bertujuan meningkatkan

keimanan,pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik

tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman

dan betaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan

pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak

ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pembelajaran pendidikan agama

islam yaitu :

1) Dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama islam

2) Dimensi pemahaman atau penalaran serta keilmuan peserta didik

terhadap ajaran agama islam.


43

3) Dimensi penghayatan dan pengamalan batin yang dirasakan peserta

didik dalam menjalankan ajaran agama islam.

4) Dimensi pengamalan, dalam arti bagaimana ajaran islam telah

diimani, dipahami dalam dirinya untuk menggerakkan ,

mengamalkan, dalam mentaati ajaran agama dan nilai-nilainya

dalam pribadi sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada

Allah SWT serta mengaktualisasikan dan merealisasikan dalam

kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Maka dapat disimpulkan tujuan pembelajaran pendidikan agama

islam pada jenjang Madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar adalah untuk

meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan

peserta didik tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim

yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlaq mulia

dalam kehidupan probadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta

untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.48

c. Fungsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam :

1) Pengembangan yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta

didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan

keluarga. Pada dasarnya kewajiban menanamkan keimanan dan

ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga sekolah

berfungsi untuk menumbuhkembangnya lebihlanjut dalam diri anak

melalui bimbingan pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan

48
Abdul majid & Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam .hal 135.
44

ketakwaan peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan

tingkat perkembangannya.

2) Penyaluran yaitu untuk menyalurkan peserta didik memiliki bakat

khusus yang ingin mendalami bidang agama agar bakat tersebut dapat

berkembang secara optimal, sehingga dapat bermanfaat untuk dirinya

sendiri dan bagi orang lain.

3) Perbaikan yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kekurangan-

kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam hal

keyakinan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan

sehari-hari.

4) Pencegahan yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya

atau dari budaya asing yang dapat membahayakan peserta didik dan

mengganggu perkembangan dirinya menuju manusia Indonesia

seutuhnya.

5) Penyesuaian yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya,

baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah

lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.

6) Sumber nilai yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai

kebahagiaan di dunia dan akhirat.

7) Pengajaran yaitu untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang

fungsional.49

d. Strategi Pembelajaran PAI

49
Chabib Thoha dan Abdul Muti, PBM PAI di Sekolah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm.
181-182
45

Strategi dan pendekatan dalam keterampilan mengajar yang

bervariasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah

Ibtidaiyah Al Ihsan Jeru Turen dapat diklasifikasikan menjadi :

1) Strategi pengorganisasian

Dalam kaitannya dengan pembelajaran pendidikan agama islam

strategi pengorganisasian adalah suatu metode untuk mengorganisasikan

isi bidang studi pendidikan agama Islam ( diantaranya : al qur’an

Hadits , fiqih ) yang dipilih untk pembelajaran. Dal hal ini siswa dapat

dilakukan dengan pendekatan pembelajaran secara individual,

kelompok dan klasikal.

2) Strategi penyampaian pembelajaran

Strategi penyampaian pembelajaran pendidikan agama Islam

adalah metode-metode penyampaian pembelajaran pendidikan agama

Islam yang dikembangkan untuk membuat peserta didik dapat merespon

dan menerima pelajaran pendidikan agama Islam dengan mudah, cepat,

dan [Link] demikian guru dapat menggunakan model

ekspositori yang terpusat pada guru, model discovery dan model inkuiri,

kedua strategi atau model ini siswa dirancang aktif belajar sesuai

pendekatan PAKEM .

3) Strategi pengelolaan pembelajaran

Strategi pengelolaan pembelajaran adalah metode untuk menata

interaksi antara peserta didik dengan komponen-komponen metode


46

pembelajaran lain. Seperti pengorganisasi dan penyampaian isi

pembelajaran.50

B. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam


penerapan ketrampilan mengajar guru bervariasi

Sebagaimana yang dikemukakan pada pembahasan sebelumnya bahwa

profesi baik guru umum maupun guru agama mempunyai tanggung jawab

yang sangat besar dan berat, sehingga tidak jarang banyak kendala yaang

dihadapi oleh guru yang benar-benar ada akan tugas dan tanggung jawabnya

tersebut tentulah akan selalu mawas diri, mengadakan intropeksi, berusaha

selalu ingin berkembang maju.

Secara garis besar yang menjadi pendukung dan penghambat dalam

penerapan ketrampilan mengajar guru agama dapat dikemukakan sebagai

berikut :

1. Faktor-faktor yang mendukung dalam penerapan keterampilan mengajar

a. Kurikulum

Berbicara tentang kurikulum memang tidak pernah henti-hentinya

karena ia merupakan segenap pengalaman belajar yang harus dilalui

dalam proses pendidikan. Kurikulum dapat di artikan semua kegiatan

yang memberikan pengalaman kepada siswa di bawah bimbingan dan

tanggung jawab sekolah baik di luar maupun di dalam lingkungan

dinding sekolah.51 Sedangkan kurikulum dapat di kumpulan dari teori-

teori serta pengetahuan yang di ambil di sana – sini, akan tetapi juga

50
Ibid., hlm. 151-155
51
Zakiyah Darajat, Metodologi Pengajaran Agama Islam ( Jakarta:[Link] Aksara, 2001),hal.83.
47

harus berorientasi kepada kepentingan pembangunan dan pembinaan

manusia indonesia seutuhnya daalam rangka mencapai tujuan yaitu

masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

b. Sarana Pendidikan

Setiap satuan pendidikan formal dan non formal bahwa tersedianya

sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai

dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan

intelektual, sosial, emosional dan kewajiban peserta didik.

Dalam dunia pendidikan atau pelaksanaan tugas belajar mengajar,

sarana merupakan faktor yang ikut menunjang tercapainya tujuan

pengajaran. Tersedianya sarana yang memadai akan mempengaruhi

pencapaian tujuan pengajaran. Sarana berfungi untuk memudahkan

terjadinya proses pembelajaran. Oleh karenanya hendaklah dipilih

sarana yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1) Menarik perhatian dan minat siswa.

2) Meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal secara

konkrit yang sekaligus mencegaah dan mengurangi verbalisme.

3) Merangsang timbulnya pengertian dan usaha pengembangan nilai-

nilai.

4) Sederhana, mudah digunakan dan dirawat, dapat di buat sendiri

atau di ambil dari lingkungna sekitar.52

c. Pengawasan dari kepala sekolah

52
Abdul Majid, Dian andayani,Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan
implementasi Kurikulum 2004 ( Bandung:[Link] Rosdakarya,2006),hal.96.
48

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang

paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti di

ungkapkan Supriadi bahwa : Erat hubungannya antara mutu kepala

sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin

sekolah, iklim budaya sekolah dan menurunnya perilaku nakal seperti

peserta didik.53 Kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen

pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan

proses pembelajaraan di sekolah. Sebagaimana dalam pasal 12 ayat 1

PP 28 tahun 1990 bahwa: Kepala sekolah bertanggung jawab atas

penyelenggaraan kegiatan penidikaan, administrasi sekolah,

pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta

pemeliharaan sarana dan prasarana.

Pengawasan kepala sekolah terhadap tugas pendidik dalam

melaksanakan tugasnya akan mendukung kreativitas guru agama.

Tanpa adanya pengawasan dari kepala sekolah, pendidik akan

seenaknya dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tujuan yang akan

diharapkan tidak dapat dicapai. Dalam pengawasan ini hendaknya

kepala sekolah bersifat fleksibel dengan memberi kesempatan kepada

pendidik untuk mengemukakan masalaa yang dihadapinya serta diberi

kesempatan untuk mengemukakaan ide demi perbaikan dan

peningkatan hasil pendidikan.

d. Kedisiplinan kerja

53
Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional ( Bandung: [Link] Rosdakarya, 2004),hal
24.
49

Kedisiplinan sekolah tidak hany diterapkaan pada peserta didik,

akan tetapi kedisiplinan kerja seluruh personal kerja juga harus

dilaksanakan. Sebagaiupaya peningkatan kualitas guru agama maupun

umum.

e. Pengalaman mengajar

Guru yang mengajar baru setahun, maka berbeda dengan guru

yang mengajar [Link] kian lama menuju

kesempurnaan dalam menjalankan [Link] yang baik berpikir

bahwa mengajar adalah sebuah tugas menjadi orang tua siswa, yakni

bahwa guru punya tanggung jawab terhadap siswa sama dengan

tanggung jawab terhadap putra-putrinya sendiri dalam batas-batas

kompetensi [Link] pengalaman seorang guru dalam mengajar

juga penting demi tercapainya proses belajar mengajar yang baik.

f. Guru

Guru adalah seorang komuniktor, karena dia akan

menyampaikan rencana-rencana pembelajarannya pada siswa dan

mengatur siswa dalam kelasnya dari awal masuk kelas sampai

mengakhiri kelas. Tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada

penyampainya informasi kepada [Link] dengan kemajuan dan

tuntutan zaman guru harus memiliki kemampuan untuk memahami

peserta didik dengan berbagai keunikanya agar mampu membantu

mereka dalam mnghadapi kesulitn belajar, guru di tuntut memahami

berbagai model pembelajaran yaang efektif agar dapat membimbing


50

peseta didik secara optimal.54. Oleh karena itu , bahwa ketermpilan

mengajar guru dalam pembelajaran PAI akan muncul jika memang

guru agama tersebut mempunyai niat dan kemauan yang sungguh-

sungguh untuk tumbuh dan berkembang, yakni merubah kondisi yang

ada menjadi yang baru yang bisa menghasilkan sesuatu yang lebih

baik dari pada yang dihasilkan semula.

g. Murid

Murid atau anak didik adalah pribadi unik yang mempunyai

potensi dan mengalami proses [Link] murid dalam

interaksi belajar mengajar adalah sebagai subjek dan objek, karena

murid menentukan hasil belajar dan sebagai objek, karena muridlah

yang menerima pelajaran dari guru.55

Hal –hal yang harus diperhatikan siswa agar belajar menjadi

efektif dan produktifnya:

1) Siswa harus menyadari sepenuhnya akan arah dan tujuan

belajarnya.

2) Siswa harus memiliki motif yaang murni( niat )

3) Harus belajar dengan kepala penuh, artinya siswa memiliki

pengetahuan dan pengalaman-pengalaman belajar sebelumnya.

4) Siswa harus menyadari bahwa belajar bukan semata-mata

menghafal,juga senantiasa memusatkan perhatian ( konsentrasi-

pikiran ) terhadap apa yang sedang dipelajari.


54
Mulyasa, Menjadi Guru, hal 21.
55
Zakiyah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam ( Jakarta:[Link] Aksara,
2004),hal 268.
51

Maka dari itu perlu adanya kerjasama antara murid dan guru agar

bisa tercipta suasana kelas yang harmonis yang menghasilkan sesuatu

yang berguna.

2. Faktor-faktor yang menghambat dalam keterampilan mengajar guru

Selain faktor pendukung, juga ada faktor penghambat dalam

keterampilan mengajar guru agama. Adapun faktor-faktor penghambat

dalam keterampilan mengajar guru agama adalah sebagai berikut:

a. Faktor guru

Guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas

pendidikan. Para pakar menyatakan bahwa betapapun bagusnya

sebuah kurikulum hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilkukan

guru diluar maupun di dalam kelas. Kualitas pembelajaran yang sesuai

dengan rambu-rambu PAI dipengaruhi pula oleh sikap guru yang

kreatif untuk memilih dan melaksanakan berbagai pendekatan dan

model pembelajaran, karena profesi guru menuntut sikap kreatif dan

kemauan mengadakan improvisasi.

Guru sebagai seorang pendidik, tentunya ia juga mempunyai

banyak kekurangan. Di antara kekurangan guru tersebut adalah:

1) Tipe guru yang kurang demokratis

2) Guru yang suka menentang

3) Guru yang malas

4) Faktor belajar yang monoton


52

Dari penjelas di atas, maka guru harus menumbuhkan dan

mengembangkann sikap kreatif dan terampil dalam mengelola

pembelajaraan dengan memilih dan menetapkan berbagai pendekatan ,

metode, media pembelajaran yang relevan dengan kondisi siswa dan

pencapaian kompetensi, karena guru harus menyadari secara pasti

belumlah ditemukan suatu pendekatan tugal yang berhasil menangani

semua siswa untuk mencapai berbagai tujuan.

b. Faktor Siswa ( Peserta didik )

Siswa yang tidak menyadari peranannya didalam sekolah atau

kelas akan menjadi kendala utama bagi guru untuk mengeluarkan ide

kreatifnya dalaam realita kehidupan di [Link] itu diperlukan

sikap murid yang memang benar –benar mendukung adanya kreatifitas

yangdilakukan oleh gurunya tersebut walaupun tidak mencapai hasil

seratus persen.

c. Terbatasnya sarana dan fasilitas sekolah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan

Agama Islam /PAI memiliki ketergantungan yang sangat tinggi, ia di

pengaruhi oleh sarana, fasilitas, kondisi sekolah, keluarga, siswa, serta

bagaimana persepsi guru terhadap kurikulum.

C. Upaya Meningkatkan Ketrampilan Mengajar yang Bervariasi dalam

Pembelajaran PAI

Dalam setiap proses pembelajaran sangat membutuhkan adanya

ketrampilan profesional dari seorang guru karena seorang guru dituntut untuk
53

dapat menciptakan kondisi lingkungan belajar yang baik di dalam kelas

dengan maksud untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

Pada dasarnya kondisi belajar yang menyenangkan akan

menumbuhkan kreatifitas siswa. Salah satu kriteria profesional seorang guru

yaitu guru harus mampu memecahkan dan melaksanakan tehnik-tehnik

mengajar yang baik.56 Bila guru dalam penampilan mengajarnya tidak menarik

maka kegagalan pertama adalah tidak dapat menanamkan benih pengajarannya

pada siswa. Untuk dapat melaksanakan tehnik mengajar yang baik maka

seorang guru harus menguasai ketrampilan menggunakan variasi dalam

pembelajaran, baik metode, media dan pengelolaan [Link]

memungkinkan perkembangannya secara optimal sesuai dengan tujuan

pembelajaran dan siswa tidak akan cepat bosan.

Menurut E. Mulyasa, mengadakan variasi merupakan ketrampilan

yang penting dan harus dikuasai oleh guru dalam pembelajaran. Guru yang

kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif,

menyenangkan dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga belajar

siswa berada pada tingkat optimal.

Pekerjaan mendidik atau mengajar adalah pekerjaan yang

membutuhkan kemampuan tertentu. Kemampuan ini dapat dilihat pada

kemampuannya di dalam melakukan perannya sebagai pendidik atau

pengajar,pembimbing dan sebagainya. Oleh karena itu pembelajaran yang

menarik dan baik sangat diharapkan guna mencapai tujuan pembelajaran yang

56
Oemar Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta:Bumi Aksara,
2002), hlm. 38.
54

optimal. salah satu cara agar pembelajaran menarik adalah dengan

menggunakan variasi agar siswa tidak bosan dan siswa memperhatikan apa

yang disampaikan oleh guru sehingga mereka paham dan mengerti, dengan

demikian tujuan pendidikan dapat ditanamkan pada peserta didik.

Anda mungkin juga menyukai