24
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Ketrampilan Dasar Mengajar Guru yang Bervariasi
1. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar Guru Bervariasi
Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan
melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk
mewujudkan pembelajaran yang efektif diperlukan berbagai keterampilan
yaitu keterampilan mengajar dalam hal ini membelajarkan. Keterampilan
mengajar atau membelajarkan merupakan kompetensi pedagogik yang cukup
kompleks karena merupakan integrasi dari berbagai kompetensi guru secara
utuh dan menyeluruh.
Secara bahasa ketrampilan berasal dari kata trampil yang artinya
cakap dalam menyelesaikan tugas: mampu ,kreatif dan cekatan. Kemudian
mendapat imbuhan ke-an menjadi ketrampilan yang artinya kecakapan untuk
menyelesaikan tugas.1
Sedangkan menurut istilah, pengertian ketrampilan dapat didefinisikan
sebagai berikut:
a. Menurut Reber, Ketrampilan merupakan kemampuan melakukan pola-
pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi sesuai dengan
keadaan untuk mencapai hasil tertentu.
24
25
b. Menurut Oemar Hamalik,ketrampilan adalah kemampuan berbuat sesuatu
dengan baik. Berbuat dapat berarti secara jasmaniah ( menulis, berbicara
dan sebagainya) dan dapat juga berarti rohaniah (membedakan,
menganalisis dan sebagainya).
Para ahli mendefinisikan tentang pengertian mengajar sebagai berikut:
a. Arifin mendefinisikan mengajar sebagai suatu rangkaian kegiatan
penyampaian bahan pelajaran kepada peserta didik agar dapat
menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan
pelajaran itu.
b. Menurut Tyson dan Caroll mengajar adalah sebuah cara dan proses
hubungan timbal balik antara peserta didik dan pendidik yang sama-
sama aktif melakukan kegiatan.24
c. Suryo Subroto mengartikan mengajar adalah suatu aktivitas
mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan
menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi belajar mengajar.25
d. Sardiman mendefinisikan mengajar adalah suatu usaha untuk
menciptakan suatu kondisi/sistem lingkungan yang mendukung dan
memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar.26
e. DeQueliy dan Gazali mendefinisikan mengajar adalah menanamkan
pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat.
Definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju bahwa
24
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Agama Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2004), hlm. 181-182
25
Suryo Subroto, Proses Belajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), hlm. 12
26
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar dan Mengajar, (Jakarta: Rajawali, [Link].),hlm. 45
26
“teaching is the guidance of learning”. Mengajar adalah bimbingan
kepada siswa dalam proses belajar.
f. Alvin [Link] berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas
untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk
mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals
(cita-cita), appreciations (penghargaan) dan knowledge.27
Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu
usaha untuk melakukan kegiatan belajar atau menyampaikan bahan pelajaran
sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung efektif dan efisien serta
sama-sama aktif antara peserta didik dan pendidik. Dalam PBM, pendidik
hendaknya menggunakan berbagai metode proses belajar mengajar dapat
berlangsung secara aktif dan efisien.
Sedangkan istilah guru sekarang ini sudah mendapat arti yaang luas
dalam masyarakat, mereka beranggapan bahwa semua orang yang telah
memberikan sutu ilmu atau kepandaian yaang tertentu kepada seseorang atau
kelompok orang yang bisa disebut guru.
Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian
khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak
memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.
Untuk itu guru diperlukan syarat khusus dan menguasai tentang pendidikan
dan [Link] merupakan kemampuan dalam keberhasilan belajar
siswa, oleh karena itu guru memiliki tugas dan peran yang penting dalam
27
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. (2010)
27
menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran. Tugas dan peran guru yaitu
sebagai berikut :
a. Tugas Guru
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan
melatih. Mendidik berarti suatu usaha untuk mengantarkan anak didik
ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Mendidik
bukan sekedar Transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. 28
Mengajar adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan juga menjadi tugas guru karena
guru terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial.
Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik
sehingga anak mempunyai sifat kesetiakawanan sosial.29
Selain itu tugas guru adalah dapat menjadi orang tua kedua di sekolah.
Di bidang kemasyarakatan guru mempunyai tugas mendidik dan
mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik dan
bermoral Pancasila.
b. Peran guru
Peran guru dalam pembelajaran yang dianggap paling
dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut ;
1) Guru sebagai demonstrator
28
Sardiman A. M. op. cit., hlm. 53.
29
Moh. Uzer Usman, op. cit., hlm. 7.
28
Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecture, atau
pengajar,guru senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran
yang akan diajarkannya dan mengembangkannya dengan ilmu yang
dimilikinya karena akan menentukan hasil belajar siswa. Guru
hendaknya mampu dan trampil dalam mengelola kelasnya dan
menyampaikan informasi kepada anak didik sehingga anak didik
tertarik dan merasa tidak bosan terhadap pelajaran yang disampaikan
sehingga anak termotivasi untuk belajar. Seorang guru akan mampu
melaksanakan pengajarannya dengan baik jika ia menguasai dan
menerapkan ketrampilan-ketrampilan mengajar dalam
pembelajarannya.
2) Guru sebagai pengelola kelas (learning Manager)
Sebagai pengelola kelas, guru hendaknya mampu mengelola
kelas sebagai lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.
Sebagai manajer guru senantiasa bertanggungjawab memelihara
lingkungan belajarnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar
dan mengarahkan siswanya.
3) Guru sebagai mediator dan fasilitator
Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pemahaman dan
pengetahuan tentang media pembelajaran dan juga memiliki
ketrampilan memilih media, menggunakan media dan
mengusahakan dengan baik. Memilih media dan menggunakan
29
media harus sesuai dengan tujuan materi, metode dan kemampuan
guru dan siswa.
4) Guru sebagai evaluator
Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur.
Dengan penilaian guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian
tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran dan keefektifan metode
[Link] fungsinya sebagai evaluator, guru hendaknya
terus-menerus mengikuti hasil yang dicapai siswa. Informasi yang
diperoleh melalui evaluasi dapat dijadikan titik tolak untuk
memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran.
Sedangkan pengertian variasi secara bahasa adalah selingan ;
tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula.30
Adapun pengertian variasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
a. Menurut J.J. Hasibuan dan Moedjiono menggunakan variasi dapat diartikan
sebagai perbuatan guru dalam konteks proses mengajar yang bertujuan
mengatasi kebosanan pada siswa.31
b. Menurut Moh. Uzer Usman, variasi adalah suatu kegiatan guru dalam
konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi
kebosanan murid sehingga dalam proses belajar mengajar murid senantiasa
menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.32
Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton.
30
Tim Penyusun Kamus Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa, op. cit., hlm.1117
31
8 J.
J. Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta,1991),
cet. V, hlm. 99.
32
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000),
cet. XI, h
30
Variasi di dalam kegiatan pembelajaran dapat menghilangkan kebosanan,
meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya belajar siswa
yang beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa
Berdasarkan pengertian tersebut maka yang dimaksud dengan
keterampilan mengajar guru adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru
dalam melatih / membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta
membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Jadi,
implementasi keterampilan mengajar guru adalah penerapan terhadap
kemampuan / kecakapan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan
meningkatkan keaktifan siswa.
2. Indikator Variasi Mengajar
Variasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran sangat berpengaruh
terhadap murid karena dapat mengurangi kebosanan pada siswa. Menurut Adi
W. Gunawan, sering kali ada murid yang tidak tertarik pelajaran karena
merasa bosan dan mengantuk. Sebenarnya tidak ada pelajaran yang
membosankan yang benar adalah guru yang membosankan karena tidak
mengerti cara menyajikan materi dengan benar, baik, menyenangkan dan
menarik minat serta perhatian murid.3310
Tujuan penggunaan variasi mengajar ditujukan kepada anak didik dengan
tujuan :
a. Meningkatkan dan memelihara perhatian anak didik terhadaprelevansi
proses belajar mengajar.
33
Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategy, Petunjuk Praktis untuk Menerapkan
Accelerated Learning, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003), hlm. 154.
31
b. Memberi kesempatan berfungsinya motivasi dan rasa ingin tahumelalui
eksplorasi dan penyelidikan terhadap situasi yang baru.
c. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah melaluipenyajian gaya
mengajar yang bersemangat dan antusias.
d. Memberi pilihan dan fasilitas dalam belajar individual.
e. Mendorong anak didik untuk belajar dengan melibatkannya dalam
berbagai pengalaman yang menarik pada berbagai tingkat kognitif.34
Selain itu tujuan penggunaan variasi dalam konteks pembelajaran
adalah mengatasi kebosanan pada siswa sehingga dalam proses
pembelajarannya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan dan berperan
aktif. Faktor kebosanan yang dialami siswa disebabkan oleh adanya penyajian
kegiatan yang begitu-begitu saja sehingga akan mengakibatkan perhatian,
motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran, guru dan sekolah menurun.
Untuk itu diperlukan adanya keanekaragaman dalam penyajian kegiatan
mengajar.
3. Macam Macam Keterampilan Mengajar
Turney (1973) mengungkapkan 8 keterampilan mengajar yang
sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan
bertanya (questioning skiilsm),Memberikan penguatan ( reinforcement
skillms), mengadakan variasi (variation skillsm),menjelaskan ( explainings
kills), membuka dan menutup pelajaran (set induction and closer),
34
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2000), hlm. 125.
32
membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas dan mengajar
kelompok kecil dan perorangan 35
Moh. Uzer Usman secara rinci menjelaskan secara detail keterampilan
mengajar tersebut adalah sebagai berikut :
a. Keterampilan Bertanya
Dalam proses belajar-mengajar,bertanya memainkan peranan
penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran
yang tepat pula akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu :
1) Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar,
2) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu
masalah yang sedang dihadapi atau dibicarakan,
3) Mengembangkan pola dan cara belajar aktif dari siswa sebab berpikir
itu sesungguhnya bertanya,
4) Menuntun proses berpikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan
membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik,
5) Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.
b. Keterampilan Memberi Penguatan.
Penguatan (reinforcement) adalah respons terhadap suatu
tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya
kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut di maksudkan untuk
mengajar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat
berpartisipasi dalam interaksi belajar – mengajar.
35
[Link]. Menjadi Guru Profesional, (Bandung:PT remaja Rosdakanrya, 2006), Cet Ke-19,
hal. 69
33
c. Keterampilan mengadakan variasi
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks
proses interaksi belajar- mengajar yang di tunjukan untuk mengatasi
kebosanan murid sehingga, dalam situasi belajar mengajar, murid
senantiasa menunjukan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.
Untuk itu sebagai guru perlu melatih diri agar menguasai keterampilan
tersebut. Keterampilan ini memiliki tujuan dan manfaat untuk
menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek
belajar-mengajar yang relevan, untuk memberikan kesempatan bagi
berkembangnya bakat ingin mengetahui dan menyelidiki pada siswa
tentang hal-hal yang baru, untuk memupuk tingkah laku yang positif
terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih
hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
d. Keterampilan menjelaskan.
Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran ialah
penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematik
untuk mewujudkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya,
misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan
sesuatu yang belum diketahui. Penyimpanan informasi yang terencana
dengan baik dan di sajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri
utama kegiatan [Link] Memberikan Penjelasan yaitu
untuk membimbing murid untuk mendapat dan memahami hukum,
dalil, fakta, definisi, dan lain-lain.
34
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran atau set induction ialah
usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar
mengajar untuk menciptakan prokondisi bagi murid agar mental
maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga
usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan
belajar.
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.
Diskusi kelompok adalah suatuproses yang teratur yang
melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal
dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan,
atau pemecahan masalah. Pengertian diskusi kelompok dalam kegiatan
belajar mengajar tidak jauh berbeda dengan pengertian diatas. Siswa
berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah pimpinan guru
untuk berbagai informasi, pemecahan masalah, atau pengambilan
keputusan. Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana terbuka.
7. Keterampilan mengelola kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk
menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan
mengembalikanya bila terjadi dalam proses [Link]
kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan
kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. Jika guru
35
mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya
dalam suasana yang memyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran.
8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan
memungkinkan guru memberikan penertian terhadap setiap siswa setar
terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun
antara siswa dengan siswa. Adakalanya siswa lebih mudah belajar dari
temannya sendiri, adapula siswa yang lebih mudah belajar karena harus
mengajari atau melatih temannya sendiri. Bahwa kombinasi pengajaran
klasikal, kelompok kecil, dan perseorangan memberikan peluang yang
besar bagi tercapainya tujuan pengajaran.36
4. Prinsip-prinsip implementasi keterampilan mengajar yng bervariasi
a. Kesesuaian ( relevant )
Kesesuaian yaitu dalam memilih dan menentukan unsur-
unsur jenis keterampilan mengajar yang akan dilaksanakan harus
memperhatikan dan disesuaikan dengan seluruh komponen
pembelajaran . Penyesuaian ini sangat penting,agar dalam menerapkan
setiap unsur pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kualitas proses
dan hasil pembelajaran.
b. Kreatifitas dan Inovatif
Kreatifitas dan inovatif dalam menggunakan unsur-unsur
ketrampilan mengajar sangar diperlukan agar suasana pembelajaran
selalu menarik dan menyenangkan bagi [Link] ketika
36
Moh. Uzer Usman, [Link]., h. 76-102
36
menerapkan keterampilan membuka pelajaran, kegiatan yang
dilakukan oleh guru tidak selalu harus dengan cara memberikan free
test, akan tetapi secara kreatif dan inovatif .
c. Ketepatan ( akurasi )
Penggunaan setiap unsur keterampilan dasar mengajar
dimaksudkan agar proses pembelajaran bisa berjalaan secara efektif
dan efisien. Oleh karena itu penggunaan unsur-unsur keterampilan
mengajar harus memperhatikan aspek ketepatan atau akurasi,sehingga
dapat mencapai sasaran pembelajaran yang diharapkan .
Tidak kalah pentingnya bahwa unsur-unsur keterampilan mengajar
yang diterapkan harus memiliki nilai manfaat atau kegunaan terhadap
pengembangan potensi [Link] adalah proses merubah
perilaku siswa meliputi pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
Dengan demikian penggunaan keterampilan mengajar harus memiliki
nilai atau manfaat untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran.
d. Membangkitkan perhatian dan motivasi
Perhatian dan motivasi termasuk dalam prinsip
pembelajaran, sebagai suatu prinsip. Mengingat pentingnya perhatian
dan motivasi, maka penerapan aspek pembelajaran harus
membangkitkan perhatian dan motivasi bagi siswa. Sehingga selama
proses pembelajaran berlangsung perhatian dan motivasi siswa selalu
terjaga dann tercurah pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
e. Menyenangkan
37
Suasana pembelajaran yang menyenangkan ( joyfull
learning ) ter- masuk salah satu unsur pembelajaran yang harus selalu
diciptakan oleh guru dalam membimbing proses pembelajaran. Melalui
pembelajaran yang menyenangkan siswa akan merasa betah,
semangat, bahkan mungkin siswa akan merasa bebas untuk melakukan
aktivitas pembelajaran sesuai dengan potensi dan bakat yang
dimilikinya. arus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang akrab.
5. Model pembelajaran yang bervariasi
Penerapan ketrampilan mengajar guru yang bervariasi
dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran PAKEM adalah
pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran
untuk usia sekolah dasar perlu diperhatikan logika, praktika, dan estetika.
Untuk itu penggunaan multimedia akan menunjang keberhasilan belajar.
Komponen utama PAKEM antara lain tersedianya kurikulum dan
perangkatnya, sarana dan prasarana yang [Link] itu ada sumber
daya manusia yang cukup profesional dan sistem menejemen yang baik.
Standarisasi mutu pendidikan dilakukan secara berkelanjutan untuk
menghadapi tuntutan lokal, nasional dan [Link] pelaksanaanya kita
memiliki dan memilah mana yang cocok untuk mata pelajaran kita dan
sesuai dengan kebutuhan saat itu berdasarkan tujuan untuk mencapai
kompetensi atau keterampilan.
Model pembelajaran PAKEM adalah pembelajaran yang
mendorong peserta didik aktif secara fisik, sosial, mental untuk dapat
38
memahami dan mengembangkan kecakapan hidup. Pembelajaran ini,
perlu guru yang kreatif antara lain dapat :
a. Mengembangkan kegiatan yang menarik dan bervariasi
b. Membuat alat bantu belajar disamping alat yang sudah ada
c. Memanfaatkan lingkungan yang dikaitkan dengan bahan ajar /
Ilmu yang didapat dari kelas.
Pembelajaran ini efektif bila dapat mencapaikan potensi yang telah
dirumuskan atau mencapai tujuan pembelajaran dan siswa memperoleh
atau mencapai kompetensi yang [Link] yang
menyenangkan, tidak membuat anak mudah bosan dan takut :
a. Takut salah
b. Takut ditertawakan
c. Takut dianggap sepele
Pembelajaran menyenangkan bila pembelajaran membuat anak :
a. Berani mencoba /berbuat sesuatu yang sesuai keinginan
b. Berani bertanya bila kurang faham atau ingin tahu lebih banyak
c. Berani mengemukakan pendapat / gagasan , serta
d. Berani mempertanyakan gagasan orang lain 37
6. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
37
Kasihani [Link], Model-Model Pembelajaran ( Malang ,UNM Panitia Sertifikasi Guru
Rayon 15 .2008 ).hal 14-16
39
Secara sederhana deskripsi yang jelas mengenai pembelajaran
agama Islam akan kami kemukakan pendapat tokoh pendidikan, di
antaranya yaitu :
Menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan
pendidik secara terprogram dalam medesain instruksional untuk
membuat peserta didik belajar dengan aktif yang menekankan pada
penyediaan sumber belajar.38
Menurut Umar Hamalik pembelajaran adalah suatu kombinasi
yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, fasilitas, perlengkapan
dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan
pembelajaran.39
Sedangkan menurut E. Mulyasa pembelajaran pada hakekatnya
adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya
sehingga terjadi perubahan laku ke arah yang lebih baik.40
Maka dapat disimpulkan pembelajaran adalah upaya pendidik
agar peserta didik belajar dengan aktif untuk mencapai tujuan
pembelajaran atau proses interaksi peserta didik dengan lingkungan
untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Setelah mengetahui pengertian pembelajaran maka selanjutnya
akan dibahas mengenai PAI. Pembahasan tentang pendidikan agama
38
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002),hlm. 297
39
Umar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), hlm. 57
40
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi,
(Bandung: Rosdakarya, 2002), hlm. 100
40
Islam akan diawali dengan definisi mengenai pendidikan sebagai
berikut:
Pengertian pendidikan secara terminologi menurut Soegarda
Proebakawatja pendidikan agama suatu usaha manusia untuk membawa
si anak yang belum dewasa ke tingkat kedewasaan dalam arti sadar. 41
Dalam menuju kedewasaan peserta didik dianjurkan mengikuti metode
belajar yang ditentukan oleh pengajar, salah satunya saling memahmi
antar peserta didik dalam bekerjasama untuk menuju ke tingkat
[Link] menurut John Dewey , mengatakan Pendidikan
adalah proses pembentukan, pembinaan, dan pencetakan aktifitas –
yakni sebuah pembentukan ke dalam bentuk standar dari aktifitas sosial.
Menurut Zuhairini pendidikan dapat diartikan sebagai bimbingan secara
sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta
didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.42
Pengertian dari para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk meningkatkan
kedewasaan anak menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli
adalah sebagai berikut:
Menurut Zuhairini pendidikan agama Islam adalah usaha-usaha
sistematis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup
41
Soegarda Poerbakawatja, Ensiklopedi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1971), hlm. 257
42
Ramayulis, dkk., Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia ,2005), hlm. 22
41
sesuai ajaran Islam.43 Sebab ajaran Islam merupakan suatu hal yang
teramat penting untuk menuju ke akhirat.
Menurut Zakiah Daradjat PAI adalah usaha berupa bimbingan dan
asuhan terhadap anak didik agar dapat memahaminya dan
mengamalkan serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of
life).44
Ahmadi mengatakan PAI merupakan usaha yang lebih khusus
ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan agar lebih
mampu memahaminya, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam.45
H.M. Arifin mendefinisikan PAI sebagai proses yang mengarahkan
manusia kepada kehidupan yang baik dan mengangkat derajat
kemasyarakat sesuai dengan kemampuan ajarannya.46
Menurut Departemen Pendidikan Nasional bahwa:
“Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan
mengamalkan hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam
mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci al-
Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, pelatihan
serta penggunaan pengalaman. Dibarengi tuntunan untuk menghormati
penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat
beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan
persatuan”.47
Yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam
yaitu :
43
Zuhairini, dkk., Metodik Khusus Pendidikan Agama, op. cit., hlm. 25
44
Zaiyah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 86
45
Achmadi, Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta: Adytia Media,1992).
46
Arifin, Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), hlm. 14-15
47
Standar Kompetensi Mata Pelajaran PAI SMP dan MTs, (Jakarta: Diknas, 2003), hlm. 7
42
1) Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar yakni suatu kegiatan
bimbingan, pengajaran atau latihan yang dilakukan secara
terencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.
2) Peserta didik hendak disipakan untuk mencapai tujuan dalam arti
ada yang dibimbing, diajari atau dilatih dalam meningkatkan
keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap
ajaran agama Islam.
3) Kegiatan (pembelajaran) pendidikan agama Islam diarahkan untuk
meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan
pengamalan.
b. Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran Pendidikan agama Islam bertujuan meningkatkan
keimanan,pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik
tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman
dan betaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan
pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak
ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pembelajaran pendidikan agama
islam yaitu :
1) Dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama islam
2) Dimensi pemahaman atau penalaran serta keilmuan peserta didik
terhadap ajaran agama islam.
43
3) Dimensi penghayatan dan pengamalan batin yang dirasakan peserta
didik dalam menjalankan ajaran agama islam.
4) Dimensi pengamalan, dalam arti bagaimana ajaran islam telah
diimani, dipahami dalam dirinya untuk menggerakkan ,
mengamalkan, dalam mentaati ajaran agama dan nilai-nilainya
dalam pribadi sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada
Allah SWT serta mengaktualisasikan dan merealisasikan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Maka dapat disimpulkan tujuan pembelajaran pendidikan agama
islam pada jenjang Madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar adalah untuk
meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan
peserta didik tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim
yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlaq mulia
dalam kehidupan probadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta
untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.48
c. Fungsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam :
1) Pengembangan yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta
didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan
keluarga. Pada dasarnya kewajiban menanamkan keimanan dan
ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga sekolah
berfungsi untuk menumbuhkembangnya lebihlanjut dalam diri anak
melalui bimbingan pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan
48
Abdul majid & Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam .hal 135.
44
ketakwaan peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan
tingkat perkembangannya.
2) Penyaluran yaitu untuk menyalurkan peserta didik memiliki bakat
khusus yang ingin mendalami bidang agama agar bakat tersebut dapat
berkembang secara optimal, sehingga dapat bermanfaat untuk dirinya
sendiri dan bagi orang lain.
3) Perbaikan yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kekurangan-
kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam hal
keyakinan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan
sehari-hari.
4) Pencegahan yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya
atau dari budaya asing yang dapat membahayakan peserta didik dan
mengganggu perkembangan dirinya menuju manusia Indonesia
seutuhnya.
5) Penyesuaian yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya,
baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah
lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.
6) Sumber nilai yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat.
7) Pengajaran yaitu untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang
fungsional.49
d. Strategi Pembelajaran PAI
49
Chabib Thoha dan Abdul Muti, PBM PAI di Sekolah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm.
181-182
45
Strategi dan pendekatan dalam keterampilan mengajar yang
bervariasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah
Ibtidaiyah Al Ihsan Jeru Turen dapat diklasifikasikan menjadi :
1) Strategi pengorganisasian
Dalam kaitannya dengan pembelajaran pendidikan agama islam
strategi pengorganisasian adalah suatu metode untuk mengorganisasikan
isi bidang studi pendidikan agama Islam ( diantaranya : al qur’an
Hadits , fiqih ) yang dipilih untk pembelajaran. Dal hal ini siswa dapat
dilakukan dengan pendekatan pembelajaran secara individual,
kelompok dan klasikal.
2) Strategi penyampaian pembelajaran
Strategi penyampaian pembelajaran pendidikan agama Islam
adalah metode-metode penyampaian pembelajaran pendidikan agama
Islam yang dikembangkan untuk membuat peserta didik dapat merespon
dan menerima pelajaran pendidikan agama Islam dengan mudah, cepat,
dan [Link] demikian guru dapat menggunakan model
ekspositori yang terpusat pada guru, model discovery dan model inkuiri,
kedua strategi atau model ini siswa dirancang aktif belajar sesuai
pendekatan PAKEM .
3) Strategi pengelolaan pembelajaran
Strategi pengelolaan pembelajaran adalah metode untuk menata
interaksi antara peserta didik dengan komponen-komponen metode
46
pembelajaran lain. Seperti pengorganisasi dan penyampaian isi
pembelajaran.50
B. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam
penerapan ketrampilan mengajar guru bervariasi
Sebagaimana yang dikemukakan pada pembahasan sebelumnya bahwa
profesi baik guru umum maupun guru agama mempunyai tanggung jawab
yang sangat besar dan berat, sehingga tidak jarang banyak kendala yaang
dihadapi oleh guru yang benar-benar ada akan tugas dan tanggung jawabnya
tersebut tentulah akan selalu mawas diri, mengadakan intropeksi, berusaha
selalu ingin berkembang maju.
Secara garis besar yang menjadi pendukung dan penghambat dalam
penerapan ketrampilan mengajar guru agama dapat dikemukakan sebagai
berikut :
1. Faktor-faktor yang mendukung dalam penerapan keterampilan mengajar
a. Kurikulum
Berbicara tentang kurikulum memang tidak pernah henti-hentinya
karena ia merupakan segenap pengalaman belajar yang harus dilalui
dalam proses pendidikan. Kurikulum dapat di artikan semua kegiatan
yang memberikan pengalaman kepada siswa di bawah bimbingan dan
tanggung jawab sekolah baik di luar maupun di dalam lingkungan
dinding sekolah.51 Sedangkan kurikulum dapat di kumpulan dari teori-
teori serta pengetahuan yang di ambil di sana – sini, akan tetapi juga
50
Ibid., hlm. 151-155
51
Zakiyah Darajat, Metodologi Pengajaran Agama Islam ( Jakarta:[Link] Aksara, 2001),hal.83.
47
harus berorientasi kepada kepentingan pembangunan dan pembinaan
manusia indonesia seutuhnya daalam rangka mencapai tujuan yaitu
masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
b. Sarana Pendidikan
Setiap satuan pendidikan formal dan non formal bahwa tersedianya
sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai
dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan
intelektual, sosial, emosional dan kewajiban peserta didik.
Dalam dunia pendidikan atau pelaksanaan tugas belajar mengajar,
sarana merupakan faktor yang ikut menunjang tercapainya tujuan
pengajaran. Tersedianya sarana yang memadai akan mempengaruhi
pencapaian tujuan pengajaran. Sarana berfungi untuk memudahkan
terjadinya proses pembelajaran. Oleh karenanya hendaklah dipilih
sarana yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Menarik perhatian dan minat siswa.
2) Meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal secara
konkrit yang sekaligus mencegaah dan mengurangi verbalisme.
3) Merangsang timbulnya pengertian dan usaha pengembangan nilai-
nilai.
4) Sederhana, mudah digunakan dan dirawat, dapat di buat sendiri
atau di ambil dari lingkungna sekitar.52
c. Pengawasan dari kepala sekolah
52
Abdul Majid, Dian andayani,Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan
implementasi Kurikulum 2004 ( Bandung:[Link] Rosdakarya,2006),hal.96.
48
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang
paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti di
ungkapkan Supriadi bahwa : Erat hubungannya antara mutu kepala
sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin
sekolah, iklim budaya sekolah dan menurunnya perilaku nakal seperti
peserta didik.53 Kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen
pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan
proses pembelajaraan di sekolah. Sebagaimana dalam pasal 12 ayat 1
PP 28 tahun 1990 bahwa: Kepala sekolah bertanggung jawab atas
penyelenggaraan kegiatan penidikaan, administrasi sekolah,
pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta
pemeliharaan sarana dan prasarana.
Pengawasan kepala sekolah terhadap tugas pendidik dalam
melaksanakan tugasnya akan mendukung kreativitas guru agama.
Tanpa adanya pengawasan dari kepala sekolah, pendidik akan
seenaknya dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tujuan yang akan
diharapkan tidak dapat dicapai. Dalam pengawasan ini hendaknya
kepala sekolah bersifat fleksibel dengan memberi kesempatan kepada
pendidik untuk mengemukakan masalaa yang dihadapinya serta diberi
kesempatan untuk mengemukakaan ide demi perbaikan dan
peningkatan hasil pendidikan.
d. Kedisiplinan kerja
53
Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional ( Bandung: [Link] Rosdakarya, 2004),hal
24.
49
Kedisiplinan sekolah tidak hany diterapkaan pada peserta didik,
akan tetapi kedisiplinan kerja seluruh personal kerja juga harus
dilaksanakan. Sebagaiupaya peningkatan kualitas guru agama maupun
umum.
e. Pengalaman mengajar
Guru yang mengajar baru setahun, maka berbeda dengan guru
yang mengajar [Link] kian lama menuju
kesempurnaan dalam menjalankan [Link] yang baik berpikir
bahwa mengajar adalah sebuah tugas menjadi orang tua siswa, yakni
bahwa guru punya tanggung jawab terhadap siswa sama dengan
tanggung jawab terhadap putra-putrinya sendiri dalam batas-batas
kompetensi [Link] pengalaman seorang guru dalam mengajar
juga penting demi tercapainya proses belajar mengajar yang baik.
f. Guru
Guru adalah seorang komuniktor, karena dia akan
menyampaikan rencana-rencana pembelajarannya pada siswa dan
mengatur siswa dalam kelasnya dari awal masuk kelas sampai
mengakhiri kelas. Tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada
penyampainya informasi kepada [Link] dengan kemajuan dan
tuntutan zaman guru harus memiliki kemampuan untuk memahami
peserta didik dengan berbagai keunikanya agar mampu membantu
mereka dalam mnghadapi kesulitn belajar, guru di tuntut memahami
berbagai model pembelajaran yaang efektif agar dapat membimbing
50
peseta didik secara optimal.54. Oleh karena itu , bahwa ketermpilan
mengajar guru dalam pembelajaran PAI akan muncul jika memang
guru agama tersebut mempunyai niat dan kemauan yang sungguh-
sungguh untuk tumbuh dan berkembang, yakni merubah kondisi yang
ada menjadi yang baru yang bisa menghasilkan sesuatu yang lebih
baik dari pada yang dihasilkan semula.
g. Murid
Murid atau anak didik adalah pribadi unik yang mempunyai
potensi dan mengalami proses [Link] murid dalam
interaksi belajar mengajar adalah sebagai subjek dan objek, karena
murid menentukan hasil belajar dan sebagai objek, karena muridlah
yang menerima pelajaran dari guru.55
Hal –hal yang harus diperhatikan siswa agar belajar menjadi
efektif dan produktifnya:
1) Siswa harus menyadari sepenuhnya akan arah dan tujuan
belajarnya.
2) Siswa harus memiliki motif yaang murni( niat )
3) Harus belajar dengan kepala penuh, artinya siswa memiliki
pengetahuan dan pengalaman-pengalaman belajar sebelumnya.
4) Siswa harus menyadari bahwa belajar bukan semata-mata
menghafal,juga senantiasa memusatkan perhatian ( konsentrasi-
pikiran ) terhadap apa yang sedang dipelajari.
54
Mulyasa, Menjadi Guru, hal 21.
55
Zakiyah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam ( Jakarta:[Link] Aksara,
2004),hal 268.
51
Maka dari itu perlu adanya kerjasama antara murid dan guru agar
bisa tercipta suasana kelas yang harmonis yang menghasilkan sesuatu
yang berguna.
2. Faktor-faktor yang menghambat dalam keterampilan mengajar guru
Selain faktor pendukung, juga ada faktor penghambat dalam
keterampilan mengajar guru agama. Adapun faktor-faktor penghambat
dalam keterampilan mengajar guru agama adalah sebagai berikut:
a. Faktor guru
Guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas
pendidikan. Para pakar menyatakan bahwa betapapun bagusnya
sebuah kurikulum hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilkukan
guru diluar maupun di dalam kelas. Kualitas pembelajaran yang sesuai
dengan rambu-rambu PAI dipengaruhi pula oleh sikap guru yang
kreatif untuk memilih dan melaksanakan berbagai pendekatan dan
model pembelajaran, karena profesi guru menuntut sikap kreatif dan
kemauan mengadakan improvisasi.
Guru sebagai seorang pendidik, tentunya ia juga mempunyai
banyak kekurangan. Di antara kekurangan guru tersebut adalah:
1) Tipe guru yang kurang demokratis
2) Guru yang suka menentang
3) Guru yang malas
4) Faktor belajar yang monoton
52
Dari penjelas di atas, maka guru harus menumbuhkan dan
mengembangkann sikap kreatif dan terampil dalam mengelola
pembelajaraan dengan memilih dan menetapkan berbagai pendekatan ,
metode, media pembelajaran yang relevan dengan kondisi siswa dan
pencapaian kompetensi, karena guru harus menyadari secara pasti
belumlah ditemukan suatu pendekatan tugal yang berhasil menangani
semua siswa untuk mencapai berbagai tujuan.
b. Faktor Siswa ( Peserta didik )
Siswa yang tidak menyadari peranannya didalam sekolah atau
kelas akan menjadi kendala utama bagi guru untuk mengeluarkan ide
kreatifnya dalaam realita kehidupan di [Link] itu diperlukan
sikap murid yang memang benar –benar mendukung adanya kreatifitas
yangdilakukan oleh gurunya tersebut walaupun tidak mencapai hasil
seratus persen.
c. Terbatasnya sarana dan fasilitas sekolah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan
Agama Islam /PAI memiliki ketergantungan yang sangat tinggi, ia di
pengaruhi oleh sarana, fasilitas, kondisi sekolah, keluarga, siswa, serta
bagaimana persepsi guru terhadap kurikulum.
C. Upaya Meningkatkan Ketrampilan Mengajar yang Bervariasi dalam
Pembelajaran PAI
Dalam setiap proses pembelajaran sangat membutuhkan adanya
ketrampilan profesional dari seorang guru karena seorang guru dituntut untuk
53
dapat menciptakan kondisi lingkungan belajar yang baik di dalam kelas
dengan maksud untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.
Pada dasarnya kondisi belajar yang menyenangkan akan
menumbuhkan kreatifitas siswa. Salah satu kriteria profesional seorang guru
yaitu guru harus mampu memecahkan dan melaksanakan tehnik-tehnik
mengajar yang baik.56 Bila guru dalam penampilan mengajarnya tidak menarik
maka kegagalan pertama adalah tidak dapat menanamkan benih pengajarannya
pada siswa. Untuk dapat melaksanakan tehnik mengajar yang baik maka
seorang guru harus menguasai ketrampilan menggunakan variasi dalam
pembelajaran, baik metode, media dan pengelolaan [Link]
memungkinkan perkembangannya secara optimal sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan siswa tidak akan cepat bosan.
Menurut E. Mulyasa, mengadakan variasi merupakan ketrampilan
yang penting dan harus dikuasai oleh guru dalam pembelajaran. Guru yang
kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif,
menyenangkan dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga belajar
siswa berada pada tingkat optimal.
Pekerjaan mendidik atau mengajar adalah pekerjaan yang
membutuhkan kemampuan tertentu. Kemampuan ini dapat dilihat pada
kemampuannya di dalam melakukan perannya sebagai pendidik atau
pengajar,pembimbing dan sebagainya. Oleh karena itu pembelajaran yang
menarik dan baik sangat diharapkan guna mencapai tujuan pembelajaran yang
56
Oemar Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta:Bumi Aksara,
2002), hlm. 38.
54
optimal. salah satu cara agar pembelajaran menarik adalah dengan
menggunakan variasi agar siswa tidak bosan dan siswa memperhatikan apa
yang disampaikan oleh guru sehingga mereka paham dan mengerti, dengan
demikian tujuan pendidikan dapat ditanamkan pada peserta didik.