0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan22 halaman

His02 Aida Module02

Dokumen ini adalah laporan tentang studi waktu dan gerak di stasiun kerja perakitan pena, mencakup pengumpulan data, analisis waktu normal dan waktu baku, serta usulan perbaikan tata letak. Hasil menunjukkan bahwa waktu normal untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan adalah 19.2375 detik, sementara waktu baku adalah 24.933 detik, dengan analisis yang mendukung efisiensi kerja. Rekomendasi tata letak baru diusulkan untuk mengurangi gerakan tidak efisien dan meningkatkan kenyamanan operator.

Diunggah oleh

Ridzwan Firdaus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan22 halaman

His02 Aida Module02

Dokumen ini adalah laporan tentang studi waktu dan gerak di stasiun kerja perakitan pena, mencakup pengumpulan data, analisis waktu normal dan waktu baku, serta usulan perbaikan tata letak. Hasil menunjukkan bahwa waktu normal untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan adalah 19.2375 detik, sementara waktu baku adalah 24.933 detik, dengan analisis yang mendukung efisiensi kerja. Rekomendasi tata letak baru diusulkan untuk mengurangi gerakan tidak efisien dan meningkatkan kenyamanan operator.

Diunggah oleh

Ridzwan Firdaus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

WORKSHEET

HUMAN-INTEGRATED SYSTEMS AND


ORGANIZATIONAL BEHAVIOUR
(ISYE6328037)
TIME AND MOTION STUDY

Arranged by:
HIS02
AIDA

Dani Fitroni 2802548726


Handi Rahmanta 2802546166
Muhammad Novaldi 2802546802
Muhammad Ridzwan Firdaus 2802544684
Syafiar Sani Hakim 2802548890

INTEGRATED INDUSTRIAL ENGINEERING LABORATORY


INDUSTRIAL ENGINEERING DEPARTMENT
FACULTY OF ENGINEERING
BINUS UNIVERSITY
JAKARTA
2025
Module 2 Time and Motion Study

LO1: Explain the human’s physical, biological, and psychological or represent the
industrial problems.
LO2: Apply the tools and techniques of human factors in industrial engineering
problems.
LO3: Demonstrate the tools and techniques in a human-integrated system.

I. Objectives

1. Mengumpulkan data waktu dan gerak secara langsung dan tidak langsung
2. Mendefinisikan siklus waktu, waktu normal dan waktu baku dengan
menerapkan metode kelonggaran Westinghouse dan ILO
3. Menganalisis tata letak stasiun kerja saat ini dan mengusulkan yang optimal
4. Mendefinisikan gerakan Therblig dan mengklasifikasikan gerakan menjadi
gerakan efektif dan tidak efektif
5. Menghilangkan atau mengurangi gerakan tidak efektif berdasarkan studi
kasus yang diberikan
6. Membuat peta tangan kiri dan tangan kanan MTM berdasarkan stasiun kerja
dan analisisnya.

II. Result and Analysis

1. Hasil pengukuran waktu perakitan (assembly time) dan waktu siklus (cycle
time) dari stasiun kerja perakitan pena standard AE7 0,5mm.
Tabel 2.1 Data Waktu Perakitan dan Waktu Siklus Stasiun Kerja Perakitan
Pena

No. Waktu Perakitan (detik) Waktu Siklus (detik)

1. 15.2 15.2

2. 30 15

3. 46.3 15.433

4. 61.3 15.325

5. 76.9 15.38

6. 93 15.5

7. 107.7 15.385

8. 123.1 15.387

9. 138.9 15.433

10. 153.9 15.39

Total 153.433

Sumber: (Diolah oleh Penulis)

2. Hasil perhitungan nilai waktu normal (normal time) dan waktu baku
(standard time) dari stasiun kerja perakitan pena.

Factor Class Symbol Rating


Skill Excellent B2 +0.08
Effort Excellent B1 +0.1
Condition Excellent B +0.04
Consistency Excellent B +0.03
Total 0.25
• Rating Factor = (1+Performa Rating)
Rating Factor = 1 + 0.25 = 1.25)
• Normal Time = Cycle Time x Rating Factor
Normal Time = 15.39 x 1.25 = 19.2375 detik
• Allowance Correction = 100 % - allowance %
Allowance Correction = 100 % - 22.83 % = 1.2959
• Standard Time = Normal Time x Allowance Correction
Standard Time = 19.2375 x 1.2959 = 24.933 detik

3. Analisis nilai waktu normal (normal time), waktu baku (standard time) dan
work performance rating dari stasiun kerja.

Analisis waktu normal (normal time) : Waktu normal merupakan durasi


yang telah disesuaikan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan oleh operator
dengan performa standar (rating faktor 1,00). Dalam kasus ini, karena operator
bekerja 25% lebih cepat dari standar (rating faktor 1.25), waktu siklus aktual
15,39 detik dikalikan dengan rating faktor menjadi 19.2375 detik sebagai waktu
normal. Ini penting untuk membandingkan performa antar-operator secara adil,
karena sudah mempertimbangkan kecepatan kerja relatif terhadap standar.

Analisis waktu baku (standard time) : Waktu baku adalah waktu kerja yang
telah disesuaikan untuk menyelesaikan satu unit produksi dengan
mempertimbangkan faktor manusia seperti kelelahan, kebutuhan pribadi, dan
jeda operasional melalui tambahan allowance berdasar analisis sebesar 22.83%.
Jika suatu pekerjaan secara teknis membutuhkan 19.2375 detik, waktu bakunya
menjadi 24.933 detik setelah dimasukkan kelonggaran waktu tersebut. Waktu ini
menjadi dasar penting dalam perencanaan produksi, penjadwalan kerja, dan
penetapan target yang realistis karena memastikan kapasitas produksi dapat
dicapai tanpa membebani operator, sekaligus menjaga keseimbangan efisiensi
dan kenyamanan kerja
Analisis performance rating : Penilaian rating menunjukkan bahwa operator
bekerja 25% lebih cepat dari kecepatan standar yang ditentukan berdasarkan
pengamatan terhadap skill, effort, kondisi kerja, dan konsistensi. Ini menandakan
operator yang berpengalaman dan efisien, mampu menyelesaikan tugas dengan
cepat tanpa mengorbankan kualitas kerja. Rating ini juga berguna untuk
penilaian produktivitas individu, insentif kerja, dan evaluasi pelatihan karyawan.

4. Perhitungan Kecukupan Data dan Analisis (k = 1,96; s = 0,05)

Diketahui :

!
!" ∑ $ # %& ∑()%)#
N’ = ! "
∑ $%
"

$.&' -
(,(*
!+, ∑ -./0.-+& ∑(-./2+.3)
N’ = ! +/..2..
"

-
.4.- √-,.2
N’ = # +/..2..
$

.4.- ) 2./- -
N’ = # +/..2..
$

N’ = 1.156 -
N’ = 1.336

Analisis Hasil:

Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai kecukupan data sebesar N′ =


1,33. Nilai ini menunjukkan bahwa jumlah minimum pengamatan yang
dibutuhkan untuk mencapai tingkat ketelitian 5% dengan tingkat kepercayaan
95% hanyalah sekitar 1,33 siklus. Karena jumlah pengamatan aktual yang
dilakukan dalam studi ini adalah sebanyak 10 siklus, maka dapat disimpulkan
bahwa jumlah data yang dikumpulkan sudah cukup.
Artinya, data yang diperoleh telah memenuhi syarat dan dapat dijadikan
dasar yang valid untuk analisis lebih lanjut terkait waktu kerja di workstation
pena. Sehingga tidak diperlukan penambahan jumlah sampel karena data yang
ada sudah dianggap representatif dan reliabel.

5. Gambar tata letak (layout) dari stasiun kerja berdasarkan video yang telah
diberikan beserta legenda dari masing-masing komponen:

Gambar.1 Desain Layout Awal.

NO Keterangan Simbol Jumlah Total Jarak

1 Bucket BK 1 4”

2 Wheel WH 4 6”

3 Cab CB 1 7”

4 Lego Body LB 1 7”

5 Brake Group BG 1 7”
6 Engine EG 1 7”

7 Side Bumper SB 2 6”

8 Stairs ST 2 6”

9 Back Bumper BB 1 5”

10 Human Body HB 1 3”

11 Steering Control SC 1 5”

12 Lift Cylinder LC 1 4”

6. Usulan perbaikan tata letak (layout) dari stasiun kerja berdasarkan video
yang telah diberikan beserta legenda dari masing-masing komponen.

Gambar 2. Desain Layout Rekomendasi.


No Keterangan Simbol Jumlah Total Jarak

1 Lego Body LB 1 4”

2 Engine EG 1 5”

3 Back Bumper BB 1 5”

4 Brake Group BG 1 5”

5 Steering Control SC 1 5”

6 Stairs ST 2 4”

7 Side Bumper SB 2 4”

8 Human Body HB 1 5”

9 Cab CB 1 5”

10 Wheel WH 4 3”

11 Bucket BK 1 4”

12 Lift Cylinder LC 1 4”

7. Analisis tata letak (layout) dari stasiun kerja yang sekarang dan usulan
perbaikan yang diberikan.

Analisis berdasar urutan posisi peletakan komponen lego pada workstation:


Layout Awal: Penempatan komponen lego dari sisi kanan ke kiri tidak
mengikuti urutan pengerjaan, sehingga operator harus melakukan pencarian
visual terlebih dahulu untuk memilih komponen yang benar. Hal ini dapat
meningkatkan beban mental (mental workload) dan berpotensi menyebabkan
kesalahan jika dilakukan berulang kali
Layout Rekomendasi: Posisi peletakan komponen lego dari kanan ke kiri
sudah disesuaikan dengan urutan perakitan, sehingga operator tanpa perlu
memilih-milih komponen dapat mengetahui komponen mana yang harus dirakit
selanjutnya. Hal tersebut akan meringankan beban pikiran dan mental operator.
Di sisi lain juga mengurangi waktu observasi komponen karena posisi komponen
sudah teratur.

Analisis berdasarkan jarak komponen dengan workstation :


Layout Awal: Jarak antar komponen dengan workstation terlalu jauh,
bervariasi dan tidak mempertimbangkan batas jangkauan optimal tangan
manusia. Selain itu, tidak ada pembagian yang jelas antara sisi kanan dan kiri,
serta tidak mempertimbangkan jumlah komponen yang harus diambil berulang
kali sehingga menyebabkan gerakan tidak efisien yang berulang.
Layout Rekomendasi: Jarak antara workstation dan komponen sudah
disesuaikan dengan jangkauan tangan manusia dengan jarak maksimal 5” pada
sisi bagian kanan operator. Untuk sisi bagian kiri jarak dibuat lebih dekat
sehingga operator tidak perlu melakukan perubahan tangan untuk mengambil
komponen sebelah kiri, dan jika menggunakan tangan kanan untuk mengambil
komponen tidak akan membuat tangan melakukan jangkauan maksimal yang
membuat tubuh menjadi lelah.

Analisis berdasarkan tangan dominan (tangan kanan) yang digunakan


operator :
Layout Awal : Jika workstation dibagi menjadi 2 bagian sama rata kanan
dan kiri berdasar posisi operator. Maka jumlah komponen yang berada di sebelah
kanan ada 9 komponen dan sebelah kiri ada 8 komponen. Sehingga operator
harus melakukan gerakan tidak efisien atau menggunakan tangan non-dominan
sebanyak 8 kali yang dapat menyebabkan cedera dalam jangka panjang.
Layout Rekomendasi : Pembagian jumlah komponen pada sisi kanan dan
kiri operator sudah disesuaikan dimana pada sisi kanan operator terdapat 10
komponen dan pada sisi kiri operator terdapat 7 komponen, sehingga beban kerja
tangan non-dominan berkurang dan sebagian besar aktivitas dilakukan oleh
tangan dominan secara efisien.

Analisis berdasarkan jumlah komponen :


Layout Awal: Layout tidak mempertimbangkan jumlah komponen,
sehingga komponen yang memiliki jumlah banyak ada yang berada pada posisi
cukup jauh sehingga operator akan melakukan gerakan jangkauan jauh berulang
yang membuat pengerjaan tidak efisien dan tidak nyaman.
Layout Rekomendasi: Jarak komponen yang memiliki jumlah banyak
diletakan di posisi yang lebih dekat dengan workstation, sehingga mengurangi
kelelahan pada operator untuk melakukan jangkauan jauh berulang dan
meningkatkan efisiensi serta kenyamanan kerja.

8. Buatlah rekapitulasi waktu perakitan pada stasiun kerja berdasarkan video


yang telah diberikan. (minimal 30 deskripsi).

Tabel 2.2 Rekapitulasi Waktu Perakitan Lego


No Deskripsi Waktu

1 Mengambil Lego Body (LB) sejauh 4" dengan tangan kanan 3,280 detik

2 Mengambil Engine (EG) sejauh 7" dengan tangan kiri 4,567 detik

3 Memasang Engine (EG) pada Lego Body (LB) dengan kedua 4,280 detik
tangan

4 Mengambil Back Bumper (BB) sejauh 4" dengan tangan kiri 3,014 detik

5 Memasang Back Bumper (BB) assembly dengan kedua 3,590 detik


tangan

6 Mengambil Back Group (BG) sejauh 7" dengan tangan kanan 3,422 detik

7 Memasang Back Group (BG) pada assembly dengan kedua 2,105 detik
tangan
8 Mengambil Steering Control (SC) sejauh 5" dengan tangan 2,973 detik
kiri

9 Memasang Steering Control (SC) pada assembly dengan 2,348 detik


kedua tangan

10 Mengambil Stairs (ST) pertama sejauh 6" dengan tangan 1,854 detik
kanan

11 Memasang Stairs (ST) pertama pada assembly dengan kedua 1,043 detik
tangan

12 Mengambil Stairs (ST) kedua sejauh 6" dengan tangan kanan 2,174 detik

13 Memasang Stairs (ST) kedua pada assembly dengan kedua 1,880 detik
tangan

14 Mengambil Side Bumper (SB) pertama sejauh 6" dengan 1,357 detik
tangan kanan

15 Memasang Side Bumper (SB) pertama pada assembly dengan 2,321 detik
kedua tangan

16 Mengambil Side Bumper (SB) kedua sejauh 6" dengan tangan 1,434 detik
kanan

17 Memasang Side Bumper (SB) kedua pada assembly dengan 1,042 detik
kedua tangan

18 Mengambil Human Body (HB) sejauh 3" dengan tangan 1,185 detik
kanan

19 Memasang Human Body (HB) pada assembly dengan kedua 1,600 detik
tangan

20 Mengambil Cab (CB) sejauh 7" dengan tangan kiri 2,980 detik

21 Memasang Cab (CB) pada assembly dengan kedua tangan 1,940 detik
22 Mengambil Wheel (WH) pertama sejauh 6" dengan tangan 2,130 deik
kiri

23 Mengambil Wheel (WH) kedua sejauh 6" dengan tangan kiri 2,095 detik

24 Mengambil Wheel (WH) ketiga sejauh 6" dengan tangan 2,340 detik
kanan

25 Mengambil Wheel (WH) keempat sejauh 6" dengan tangan 2,250 detik
kiri

26 Memasang Wheel (WH) keempat pada assembly dengan 2,435 detik


kedua tangan

27 Mengambil Bucket (BK) sejauh 4" dengan tangan kiri 2,210 detik

28 Mengambil Lift Cylinder (LC) sejauh 4" dengan tangan 2,874 detik
kanan

29 Memasang Lift Cylinder (LC) pada Bucket (BK) dengan 4,020 detik
kedua tangan

30 Memasang Bucket (BK) pada assembly dengan kedua tangan 2,845 detik

TOTAL 73,588 detik

Sumber: (Diolah oleh Penulis)

9. Buatlah peta tangan kiri dan tangan kanan MTM berdasarkan stasiun kerja
pada video yang telah diberikan.

Tabel 2.3 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan MTM


Left
Operation : Perakitan Lego Summary Right Hand
Hand
Effective
Operator name and no : HIS Laboratory Assistant 10.9 detik 11.11 detik
time:
Date: Ineffective
Analyst : HIS02 8.62 detik 8.41 detik
12/06/2025 time:
Cycle time = Total Time x 0,036
Method (circle choice) Present Proposed
= 19.53 detik
Sketch:
Left hand
Symbol Time Time Symbol Right hand description
description
Planning G2 05.06 05.06 G2 Planning
Diam H 05.06 05.06 G2 Mencari LB

Mengambil Lego Body (LB)


Diam H 06.01 06.01 R4A
Jarak = 4”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 06.09 06.09 M4B Memindahkan LB
Mencari EG G2 05.06 05.06 H Diam

Mengambil Engine
(EG) RE7A 07.04 07.04 H Diam

Jarak=7”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam

Memindahkan EG M7B 09.07 09.07 H Diam

Memasang Engine
Memasang Engine (EG) pada
(EG) pada Lego APA 10.06 10.06 APA
Lego Body (LB)
Body (LB)

Mencari BB G2 05.06 05.06 H Diam

Mengambil Back
Bumper (BB) RE4A 06.01 06.01 H Diam

Jarak=4”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam

Memindahkan BB M4B 06.09 06.09 H Diam


Memasang Back Memasang Back Bumper
APA 10.06 10.06 APA
Bumper (BB) (BB)

Diam H 05.06 05.06 G2 Mencari BG


Mengambil Back Group
Diam H 07.04 07.04 RE7A
Jarak=7”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 09.07 09.07 M7B Memindahkan BG

Memasang Back
APA 10.06 10.06 APA Memasang Back Group (BG)
Group (BG)

Mencari SC G2 05.06 05.06 H Diam

Mengambil
Steering Control RE5A 06.05 06.05 H Diam
Jarak=5”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam

Memindahkan SC M5B 8 8 H Diam

Memasang
Memasang Steering Control
Steering Control APA 10.06 10.06 APA
(SC)
(SC)

Diam H 05.06 05.06 G2 Mencari ST


Mengambil Stairs (ST)
Diam H 09.04 09.04 RE5C pertama
Jarak= 5”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 8 8 M5B Memindahkan ST

Memasang Stairs
Memasang Stairs (ST)
(ST) pertama pada APA 10.06 10.06 APA
pertama pada assembly
assembly

Diam H 05.06 05.06 G2 Mencari ST


Mengambil Stairs (ST) kedua
Diam H 09.04 09.04 RE5C
Jarak= 5”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 8 8 M5B Memindahkan SC

Memasang Stairs
Memasang Stairs (ST) kedua
(ST) kedua pada APA 10.06 10.06 APA
pada assembly
assembly

Diam H 05.06 05.06 G2 Mencari SB


Mengambil Side Bumper
Diam H 09.04 09.04 RE5C
(SB) pertama Jarak=5”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 8 8 M5B Memindahkan SB

Memasang Side
Bumper (SB) Memasang Side Bumper (SB)
APA 10.06 10.06 APA
pertama pada pertama pada assembly
assembly

Mengambil Side Bumper


Diam H 09.04 09.04 RE5C
(SB) kedua Jarak=5”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 8 8 M5B Memindahkan SB

Memasang Side
Memasang Side Bumper (SB)
Bumper (SB) kedua APA 10.06 10.06 APA
kedua pada assembly
pada assembly

Diam H 05.06 05.06 G2 Mencari HB


Mengambil Human Body
Diam H 05.03 05.03 RE3A
(HB) Jarak=3”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 05.07 05.07 M3B Memindahkan HB
Memasang Human
Memasang Human Body
Body (HB) pada APA 10.06 10.06 APA
(HB) pada assembly
assembly

Mencari CB G2 05.06 05.06 H Diam

Mengambil Cab
RE7A 07.04 07.04 H Diam
(CB) Jarak=7”

Mengengam benda G1A 02.00 2 H Diam

Memindahkan CB M7B 09.07 09.07 H Diam

Memasang Cab
Memasang Cab (CB) pada
(CB) pada APA 10.06 10.06 APA
assembly
assembly

Mencari WH G2 05.06 05.06 H Diam

Mengambil Wheel
(WH) pertama. RE6C 10.01 10.01 H Diam
jarak=6”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam

Memindahkan WH M6B 08.09 08.09 H Diam

Memasang wheel
APA 10.06 10.06 H Diam
pertama

Mengambil Wheel
(WH) kedua. RE6C 10.01 10.01 H Diam
jarak=6”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam


Memindahkan WH M6B 8 8 H Diam

Memasang wheel
APA 10.06 10.06 H Diam
kedua

Mengambil Wheel (WH)


Diam H 10.01 10.01 RE6C
ketiga. jarak=6”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 8 8 M6B Memindahkan WH
Diam H 10.06 10.06 APA Memasang wheel keda

Mengambil Wheel
(WH) RE6C 10.01 10.01 H Diam
keempat. jarak=6”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam

Memindahkan WH M6B 8 8 H Diam

Memasang Wheel
Memasang Wheel (WH)
(WH) keempat APA 10.06 10.06 APA
keempat pada assembly
pada assembly

Mengambil Bucket
RE4A 06.01 06.01 H Diam
(BK). Jarak= 4”

Mengengam benda G1A 2 2 H Diam

Memindahkan BK M4B 06.09 06.09 H Diam

Mengambil Lift Cylinder


Diam H 06.01 06.01 RE4A
(LC). Jarak= 4”
Diam H 2 2 G1A Mengengam benda
Diam H 06.09 06.09 M4B Memindahkan LC
Memasang Lift
Memasang Lift Cylinder (LC)
Cylinder (LC) pada APA 10.06 10.06 APA
pada Bucket (BK)
Bucket (BK)

Memasang Bucket
Memasang Bucket (BK) pada
(BK) pada APA 10.06 10.06 APA
assembly
assembly

542.5 542.5
Total Waktu Tangan Kiri Total Waktu Tangan Kanan
TMU TMU
Sumber: (Diolah oleh Penulis)

10. Analisis perbandingan waktu peta tangan kiri dan tangan kanan MTM
dengan waktu hasil perakitan lego pada video.

Berdasarkan Tabel 2.3 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan MTM pada
aktivitas perakitan lego, dapat disimpulkan bahwa distribusi beban kerja antara
tangan kiri dan tangan kanan berada dalam kondisi yang seimbang. Total waktu
efektif untuk tangan kiri adalah 10,9 detik dan untuk tangan kanan adalah 11,11
detik, sedangkan waktu tidak efektif masing-masing sebesar 8,62 detik dan 8,41
detik. Dengan demikian, total waktu kerja masing-masing tangan adalah 19,52
detik, menunjukkan bahwa beban kerja kedua tangan telah direncanakan dengan
baik dan selaras, sesuai dengan prinsip dasar dalam metode MTM yang
mengutamakan efisiensi dan keseimbangan gerakan.
Total waktu yang diperoleh dari seluruh aktivitas tangan kiri dan kanan
adalah 542,5 TMU. Dengan konversi 1 TMU setara dengan 0,036 detik, maka
waktu kerja total adalah 542,5 × 0,036 = 19,53 detik. Nilai ini sangat konsisten
dengan waktu total hasil observasi langsung dalam aktivitas perakitan, yang
menunjukkan bahwa perencanaan kerja dengan pendekatan MTM mampu
mencerminkan waktu aktual secara akurat. Distribusi waktu kerja yang merata
antara tangan kiri dan kanan juga menunjukkan bahwa tidak terdapat dominasi
aktivitas pada salah satu tangan, yang penting untuk menghindari kelelahan otot
dan potensi risiko ergonomi.
Setiap tangan secara aktif berkontribusi dalam kegiatan seperti
mengambil, memindahkan, dan memasang komponen lego, dengan waktu yang
hampir identik untuk setiap jenis aktivitas. Selain itu, elemen kerja dengan durasi
lebih lama seperti aktivitas pemasangan (10,6 detik) telah dirancang dengan baik
agar terjadi secara sinkron antara kedua tangan. Hal ini menunjukkan bahwa
proses perakitan lego yang dianalisis tidak hanya efisien tetapi juga telah
memenuhi prinsip ergonomi kerja manual, khususnya dalam hal keseimbangan
dan sinkronisasi gerakan.

III. Conclusion

1. Data waktu perakitan dan siklus berhasil dikumpulkan secara langsung


(pengamatan video) dan tidak langsung (metode MTM). Waktu siklus rata-rata
sebesar 15.39 detik dengan total waktu perakitan 73.588 detik untuk 30
aktivitas.
2. Waktu normal (19.2375 detik) dan waktu baku (24.933 detik) berhasil
didefinisikan menggunakan metode kelonggaran Westinghouse (allowance
22.83%) dan penyesuaian performa operator (rating faktor 1.25).
3. Tata letak stasiun kerja diusulkan perbaikan dengan mengoptimalkan:
• Urutan komponen sesuai alur perakitan,
• Jarak komponen (maks. 5") dalam jangkauan ergonomis tangan,
• Penempatan komponen berat/frekuensi tinggi di posisi terdekat,
• Pembagian beban tangan dominan (kanan: 10 komponen vs kiri: 7
komponen)
4. Telah dilakukan identifikasi terhadap 18 jenis gerakan Therblig. Gerakan
seperti mencari, mengambil, dan memasang dikategorikan sebagai gerakan
efektif, sedangkan gerakan seperti menunggu, memegang diam tanpa tujuan,
atau mengoreksi posisi dikategorikan sebagai gerakan tidak efektif.
5. Berdasarkan analisis pada studi kasus perakitan lego, beberapa gerakan tidak
efektif berhasil dihilangkan atau dikurangi dengan cara memperbaiki tata letak
stasiun kerja, menyusun urutan kerja yang lebih logis, dan menyinkronkan
aktivitas tangan kiri dan kanan.
6. Telah dibuat peta tangan kiri dan tangan kanan menggunakan metode MTM.
Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi waktu kerja antara tangan kiri dan
kanan seimbang, dengan total waktu masing-masing sekitar 542,5 TMU (setara
19,53 detik), menunjukkan sinkronisasi gerakan yang baik dan efisiensi kerja
yang optimal.
LAMPIRAN

1. Work Performance Rating

Tabel Work Performance Rating

Sumber : (Diolah oleh Penulis)

2. Work Allowance

Tabel Work Allowance


Table: ILO Recommended Allowances
A. Constant allowances
1. Personal allowance 5

2. Basic fatigue allowance 4

B. Variable allowances
1. Standing allowance 2

2. Abnormal personal allowances:

Slightly Awkward 0

3. Use of force, or muscular energy (lifting, pulling, pushing)

Weight lifted, pounds: 5 pounds 0


4. Bad light

Slightly below recommended


5. Atmospheric conditions (heat and humidity)-variable 5,83
6. Close attention:
Fairly fine work 0
7. Noise level:
Intermittent – loud 2
8. Mental strain:
Fairly complex process 1
9. Monotony:
Medium 1
10. Tediousness:
Tedious 2

Total 22.83%
Sumber: (Diolah oleh Penulis)

Anda mungkin juga menyukai