Bab Ii
Bab Ii
LANDASAN TEORI
Pada bab ini penulis akan menjabarkan beberapa teori yang berhubungan
kegiatan yang hanya terjadi sekali, dimana pelaksanaannya sejak awal sampai
akhir dibatasi oleh kurun waktu tertentu. Selain itu Heizer and Render (2011)
Tirta Sani, mengemukakan bahwa proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan
yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dengan alokasi sumber daya
Sedangkan dalam buku PMBOK Guide (dikutip oleh Sahid, 2012) dalam
jurnal Implementasi Critichal Path Method dan PERT Analysis pada proyek
GTLC menyatakan bahwa sebuah proyek adalah suatu usaha keras yang diambil
dengan waktu sementara untuk membuat suatu unit produk, jasa maupun hasil
unit lainnya.
12
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
2.1.2 Manajemen Proyek
Sahid (2012), dalam jurnal Implementasi Critichal Path Method dan PERT
kegiatan proyek, dengan kata lain merupakan suatu kegiatan yang mengatur
tahapan proyek.
accomplish a particular goal or task.” Dalam jurnal tersebut Sunita dan Snigdha
Selain itu dalam buku PMBOK Giude (dikutip oleh Omar, 2011) dalam
13
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
Maintenance Projects mengemukakan bahwa “Project management as the
teknik untuk dapat digunakan dalam kegiatan proyek agar dapat memenuhi
kebutuhan proyek.
uang, serta sumber daya secara spesifik ke dalam setiap aktivitas yang
Dari ketiga tahapan ini, tahap perencanaan dan penjadwalan adalah tahap
yang paling menentukan berhasil atau tidaknya suatu proyek, karena penjadwalan
penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien agar tujuan proyek bisa
tercapai secara optimal. Pemecahan masalah penjadwalan yang baik dari suatu
proyek merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan proyek untuk
14
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
selesai tepat pada waktunya yang merupakan tujuan pokok dan utama, baik bagi
merupakan sesuatu yang lebih spesifik dan menjadi bagian dari perencanaan
dalam tugas, penundaan yang tidak dapat dihindari, atau masalah lain. Sebuah
proyek jarang jika selesai lebih awal dari waktu penyelesaian yang sudah
ditentukan.
15
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
untuk keberhasilan operasional. Penjadwalan adalah kegiatan yang membawa
tujuan proyek menjadi metodologi yang mampu dicapai untuk proyek tersebut,
kegiatan proyek satu sama lain dengan cara yang masuk akal. Selain itu Heizer
pengurutan waktu dan pengalokasian semua kegiatan proyek. Pada tahap ini
seorang manajer memutuskan berapa lama kegiatan akan memakan waktu dan
menghitung berapa banyak orang dan bahan yang akan dibutuhkan di setiap
tahapan produksi. Manajer juga memetakan jadwal yang terpisah untuk kebutuhan
personil menurut jenis keterampilan. Selain itu, seorang manajer juga bisa
Path Method Analysis pada Proyek GTLC bahwa ada banyak tools dan aplikasi
sebuah proyek sehingga akan ada efisiensi dari sisi biaya maupun waktu
pelaksanaan. Beberapa metode yang telah dikembangkan untuk mengatasi hal ini,
16
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
Planning memperlihatkan hubungan antara kegiatan satu dengan yang lainnya
Terdapat dua metode dasar yang biasa digunakan dalam Network Planning
yaitu, Metode Jalur Kritis atau Critical Path Method (CPM) dan Program
Tinjauan Evaluasi dan Teknik atau Program Evaluation Review and Technique
(PERT), kedua metode ini berorientasi pada waktu. Perbedaan terpenting antara
kedua metode ini yaitu, pada asumsi estimasi waktu, dimana pada PERT bersifat
kegiatan proyek. Jalur kritis adalah urutan kegiatan yang membutuhkan waktu
menyatakan bahwa meskipun PERT dan CPM memiliki tujuan umum yang sama
kegiatan yang saat itu diketahui berupa proyek-proyek industri. Jadi hal signifikan
17
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
yang membedakan CPM dari PERT yaitu, CPM digunakan untuk
proyek.
PERT dan CPM adalah sama. Hanya saja PERT menggunakan tiga estimasi
waktu, sedangkan CPM mengasumsikan waktu dalam nilai kostan. Pendapat ini
PERT dan CPM secara mendasar adalah sama. Kedua istilah tersebut dapat
Terakhir Heizer and Render (2011:95) meskipun PERT dan CPM berbeda untuk
beberapa hal, tetapi dalam terminologi dan dalam membangun jalur kritis, tujuan
mereka adalah sama. Selanjutnya, analisis yang digunakan dalam kedua teknik ini
Integrated Goods And Services Approach menjelaskan bahwa PERT dibuat pada
tahun 1958 untuk program rudal POLARIS oleh Program Evaluasi Cabang
Proyek Khusus kantor Angkatan Laut AS, dibantu oleh Lockheed Missile Divisi
begitu diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat melakukan penelitian pada
18
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
1. Seluruh kegiatan proyek harus diidentifikasi dengan jelas.
urutannya.
5. Membuat evaluasi jaringan kerja dengan cara mengevaluasi jalur kritis dan
“PERT was develop to handle uncertain activity times.” Dalam pendapat tersebut
pada waktu. Pinto (2010:285) juga menjelaskan bahwa “Program Evaluation and
system generally used in projects where activities and their durations are difficult
to define. PERT is often used in large programs where the projects involve
menyelesaikan sebuah proyek atau bahkan resiko yang harus diterima jika tidak
Heizer and Render (2011:95) “PERT employs three time estimates for each
19
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
activity. These time estimates are used to compute expected values and standard
lain. Analisa jaringan kerja (network) ini secara umum sangat menolong dalam :
3. Mengadakan pembagian kerja dari tenaga kerja dan dana yang tersedia.
“biaya”.
diantaranya :
rencana.
2. Most Probable Time (m) : waktu yang paling mungkin suatu aktivitas
20
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
3. Pessimistic Time (b) : waktu aktvitas bila terjadi kerusakan yang signifikan
pasti dalam analisis, kita perlu untuk mendapatkan tiga perkiraan waktu untuk
akan dilaksanakan dan berapa lama waktu pengerjaannya, tiga estimasi waktu
tersebut adalah :
2. Waktu yang paling mungkin (m) : waktu aktivitas yang paling mungkin
yang dihadapi.
Kelly dari Remington Rand, sekitar tahun 1957. Perhitungan ini dirancang untuk
21
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
UNIVAC I-komputer. Tes pertama dilakukan pada tahun 1958, ketika itu CPM
diterapkan pada pembangunan pabrik kimia baru. Pada Maret 1959, metode ini
dimana waktu yang tidak produktif diturunkan 125-93 jam. Berikut ini adalah
Menurut Evans and Collier (2007) “The critical path method (CPM) is an
approach to scheduling and controlling project activities. The critical path is the
sequence of activity that takes the longest time and defines the total project
completion. CPM assumes that activity times are constant.” Anderson, Sweeney,
Williams, and Martin (2008:518) berpendapat bahwa “CPM offered the option of
increased cost.”
path) has the least amount of scheduling flexibility (the last amount of float) and
therefore will most likely determine when the project can be completed.” Dalam
pendapat tersebut Pinto menjelaskan bahwa CPM adalah teknik analisis jaringan
yang digunakan untuk menentukan urutan aktivitas, jalur mana yang memiliki
waktu paling sedikit dari penjadwalan dan aktivitas-aktivitas mana yang bisa
bahwa“CPM makes the assumptions that activity times are known with certainty
and hence requires only one time factor for each activity.” Yang mana CPM
22
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
Raharja (2014) dalam jurnal Analisa Penjadwalan Proyek dengan Metode
ruang lingkup mengembangkannya dibatasi oleh kondisi yang serba terbatas dan
yang berkembang dengan baik dari konsep Network Planning adalah Metode
Berikut ini adalah hal-hal penting yang perlu diketahui dalam mendukung
berguna untuk menggambarkan sebuah jadwal. Gantt chart diambil dari nama
memungkinkan manajer proyek untuk tahu persis apa kegiatan harus dilakukan
pada waktu tertentu dan yang lebih penting, untuk memantau kemajuan harian
bahwa grafik gantt dapat digunakan sebagai alat untuk memantau kemajuan
pekerjaan dan untuk melihat beban pada workstation. Gantt chart membutuhkan
dua bentuk dasar, yaitu pekerjaan atau grafik kemajuan kegiatan dan grafik
23
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
workstation. Grafik kemajuan gantt chart menampilkan status setiap pekerjaan
A
B
C
A D
C E
T F
I G
T
H
Y
I
J
K
0 5 10 15 20 25
Time (Weeks)
adalah untuk membagi seluruh proyek menjadi kegiatan yang signifikan sesuai
dengan struktur rincian kerja. Ada dua pendekatan untuk menggambar jaringan
proyek, yaitu activity on node (AON) dan activity on arrow (AOA) (Heizer dan
Render, 2011).
(AON) menunjukan yang mana node adalah kegiatan atau aktivitas dalam proyek.
Pendapat ini hampir sama dengan pendapat Heizer and Render (2011:95) yang
24
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
juga menyatakan bahwa activity on node (AON) adalah diagram jaringan di mana
on node, the node represent an activity and the path arrows demonstrate the
logical sequencing from node to node through the network.” Dalam pendapat
tersebut Pinto menjelaskan bahwa dalam AON node merupakan suatu kegiatan
dan panah menunjukan urutan logis dari node ke node melalui jaringan.
A
Aktivitas A dan B harus
C
diselesaikan terlebih
dahulu sebelum memulai
B
aktivitas C
(AOA) menunjukan yang mana panah adalah kegiatan atau aktivitas dalam suatu
proyek. Pendapat tersebut hampir sama dengan pendapat Heizer and Render
25
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
(2011:995) yang juga menyatakan bahwa activity on arrow (AOA) adalah
method, the arrow represent the task, or activity, and the node significant a link
between events that suggests completion of one activity and potential to start the
next.” Dalam pendapat tersebut Pinto menjelaskan bahwa dalam AOA panah
merupakan suatu kegiatan dan node menunjukan hubungan antara peristiwa yang
26
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
Menurut Heizer and Render (2011:96) “dummy activity is an activity
having no time that is inserted into network to maintain the logic of the network.”.
kegiatan yang tidak memiliki waktu yang digambarkan ke dalam jaringan untuk
adalah untuk menunjukkan urutan pekerjaan yang lebih tepat bila suatu kegiatan
tidak secara langsung tergantung pada suatu kegiatan lain, menghindari diagram
jaringan kerja dimulai atau diakhiri oleh lebih dari satu peristiwa dan menghindari
Aktivitas D tidak
27
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
[Link].4 Activity
[Link].5 Event
started or completed. Often used the conjuction with AOA networks, events
dan akhir suatu kegiatan. Biasanya peristiwa digambarkan dengan suatu lingkaran
atau “nodes” dan juga diberi nomor. Dalam jaringan PERT, setiap kegiatan
[Link].6 Predecessors
atau yang mendahului aktivitas yang bersangkutan. Selanjutnya Evans dan Collier
28
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
aktivitas-aktivitas yang harus selesai terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas
[Link].7 Successors
aktivitas sesudah atau yang terjadi setelah aktivitas yang bersangkutan. Sedangkan
started until previous activities have been completed. These activities follow
menyatakan bahwa earliest time adalah waktu yang paling awal untuk suatu
kegiatan. Waktu mulai paling awal untuk kegiatan adalah sama dengan yang
the earlies possible date on which the uncompleted portions of an activity (or the
project) can start, based on the network logic and any schedule constraints. Early
dates can change as the project progresses and changes are made to the project
plan.” Dalam pendapat tersebut Pinto menjelaskan bahwa tanggal awal mulai
adalah tanggal awal yang paling mungkin suatu aktivitas dapat dimulai
berdasarkan logika jaringan dan berbagai kendala dalam jadwal proyek. Tanggal
29
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
awal aktivitas dapat berubah sesuai progress proyek maupun perubahan rencana
earliest finish time (EF) adalah waktu selesai paling awal untuk suatu kegiatan
(EF = ES + t). Penyataan yang hampir sama juga dikemukakan oleh Handoko
(2012:404) yang menyatakan bahwa earliest finish time (EF) adalah waktu paling
awal suatu kegiatan dapat diselesaikan (EF = ES + t). Selain itu Heizer dan
Render (2011:101) juga berpendapatyang sama bahwa earliest finish (EF) adalah
latest start is latest start time an activity (LS = LF – t). Dalam pendapat tersebut
mereka menjelaskan bahwa waktu paling lama adalah waktu paling lama suatu
kegiatan dapat dimulai. Menurut Pinto (2010:285) “late start date is the latest
possible date that an activity may begin without delaying a specified milestone
(usually the project finish date).” Dimana maksudnya adalah tanggal paling lama
adalah tanggal paling lama kemungkinan suatu proyek dapat dimulai tanpa
30
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
Selanjutnya Handoko (2012:404) menyatakan bahwa latest start time (LS)
adalah waktu paling lambat untuk dapat memulai suatu kegiatan tanpa penundaan
start adalah waktu paling lama sebuah aktivitas dapat dimulai pelaksanaannya
latest finish time (LF) adalah waktu paling akhir selesai yang terkecil dari waktu
mulai terbaru untuk semua kegiatan yang segera mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Handoko (2012:404) latest finish time (LF) adalah waktu paling lambat
(2011:101) mengemukakan bahwa latest finish (LF) adalah waktu paling lama
proyek.
[Link].12 Slack/Float
from its early start without delaying the finish of the project. Float is
mathematical calculation and can change as the project progresses and changes
are made in the project plan. Float is the difference between the late start date
31
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
and the early start date.” Dalam pendapat tersebut Pinto menjelaskan bahwa float
adalah jumlah waktu kegiatan dapat ditunda dari awal tanpa menunda
sesuai jalannya proyek dan perubahan yang dibuat dalam rencana proyek. Float
adalah perbedaan waktu mulai dan berakhir suatu proyek (LS - ES).
waktu suatu kegiatan dapat ditunda mulainya tanpa menunda proyek secara
Badri (1997) menyatakan bahwa lintasan kritis adalah lintasan yang paling
menganalisis jaringan tersebut dan mengidentifikasi apa yang disebut jalur kritis
untuk jaringan. Jalan terpanjang ini menentukan total waktu yang dibutuhkan
maka seluruh proyek akan tertunda. Dengan demikian, jalan terpanjang adalah
jalur kritis.
path) adalah rangkaian kegiatan yang mengambil waktu yang paling lama serta
32
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
yang menentukan total waktu penyelesaian proyek. Selain itu Pinto (2010:285)
mengatakan bahwa jalur kritis adalah jalur melalui jaringan proyek dengan durasi
terpanjang. Jalur kritis dapat berubah dari waktu ke waktu sebagai kegiatan yang
selesai dan maju atau kegiatan yang tertinggal dari jadwal jadwal. Kegiatan jalur
kritis memiliki paling sedikit float dalam proyek. Terakhir Handoko (2012:407)
menyatakan bahwa jalur kritis (critical path) adalah jalur terpanjang pada network
masing-masing alternatif.
Salah satu manfaat dari PERT dan CPM adalah kemampuan untuk
sumber daya tambahan untuk kegiatan yang dipilih dan dengan demikian
sebagai "crashing”.
realistis.
dengan menambahkan sumber daya. Hal ini disebut sebagai crashing. Untuk
33
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
menentukan dimana dan berapa banyak crash activity times, kita memerlukan
informasi tentang seberapa banyak setiap aktivitas yang bisa di crashed dan
Penelitian
tradeoff waktu
dan biaya
34
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
membantu
menyelesaikan
aktivitas di jalur
kritis
35
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
METODE perhitungan
PADA durasi pekerjaan
PROYEK
gudang 32
GUDANG X
minggu
9. Jurnal Teknologi Dadang Implementasi PERT/CPM Implementasi
Informasi dan Syarif Critical Path CPM membuat
Telematika. Vol Sihabudin Method dan
waktu
5. Desember Sahid PERT
(2012) Analysis Pada penyelesaian
Proyek Global proyek lebih cepat
Technology
5 minggu dari
for Local
Community yang
direncanakan,
tetapi
memberikan jalur
kritis yang lebih
banyak.
Implementasi
PERT
menghasilkan
waktu
penyelesaian lebih
lama
dibandingkan
dengan CPM
tetapi dengan
jalur kritis lebih
sedikit
36
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
2.1.7 Kerangka Pemikiran
dalam proyek Pembanguna New Surabaya Cement Terminal Road and Drainage.
adalah melakukan analisis sumber daya seperti biaya, para pekerja, peralatan, dan
menjadi predeccessors serta durasi dari setiap aktivitas, lalu digambarkan diagram
banyak jalur kritis yang ada, setelah itu dilakukan analisa ES, LS, EF, dan LF
sehingga dapat diketahui aktivitas yang berada di jalur kritis (critical path) dan
menentukan aktivitas dalam jalur kritis mana yang akan dilakukan percepatan
waktu pada. Dari kelima segment ini, dua diantaranya tidak dilakukan percepatan
waktu karena dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.
Kerangka pemikiran operasional penelitian ini terdapat pada gambar di bawah ini.
37
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015
Daftar Aktivitas, Predecessors, dan
Durasi
Biaya Aktual
38
Analisis Pelaksanaan..., Livia Walesasi, FB UMN, 2015