Feby Riska
Feby Riska
Di Susun Oleh:
NIM : 2516120090
STUDI : MANAJEMEN
PUTRA PERDANA
INDONESIA ( STEI )
Jl. Citra Raya Utama
Barat, Griya Harsa II,
Sukamulya, Kec. Cikupa,
Kabupaten Tangerang,
Banten
PENGELOLAAN ADMINISTRASI PEREKRUTAN
A. Pengertian Rekrutmen
Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995:105) rekrutmen (Recruitment) merupakan
proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan
oleh suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamar-
pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja di
dalam organisasi bersangkutan. Organisasi-organisasi sangat menginginkan informasi
yang akurat tentang seperti apakah pelamar-pelamar tersebut jika kelak mereka diangkat
sebagai pegawai.
Calon tenaga kerja yang akan direkrut dapat diambil dari internal organisasi maupun
eksternal organisasi. Perekrutan tenaga kerja dari dalam biasanya dilakukan oleh
organisasi/perusahaan yang telah lama berjalan dan memiliki sistem karier yang baik.
Perekrutan tenaga kerja dari dalam memiliki keuntungan, diantaranya adalah tidak
mahal, promosi dari dalam dapat memelihara loyalitas dan dedikasi pegawai, dan tidak
diperlukan masa adaptasi yang terlalu lama, karena sudah terbiasa dengan suasana yang
ada.
Sumber-sumber internal meliputi karyawan yang ada sekarang yang dapat dicalonkan
untuk dipromosikan, dipindahtugaskan atau diretasi tugasnya, serta mantan karyawan
yang bisa dikaryakan dipanggil kembali.
2
c. Pengkaryaan Kembali
Berlaku untuk karyawan yang diberhentikan sementara dan dipanggil kembali
ketika ada
jabatan yang kosong.
Suatu organisasi kerja (publik atau privat) memerlukan sebuah tenaga kerja dalam
usaha mewujudkan eksistensinya yang terarah untuk mencapai tujuannya. Tenaga kerja
atau yang lebih dikenal dengan istilah pegawai berfungsi sebagai pelaksana pekerjaan yang
menjadi tugas pokok pada organisasi tersebut. Oleh sebab itu, guna mencapai eksistensi
tersebut diperlukan pegawai yang handal dan berkualitas, caranya dengan melakukan
pengadaan (rekrutmen) pegawai secara profesional.
pakar atau ahli, yang intinya adalah usaha untuk mendapatkan pegawai pada suatu
setiap jabatan yang memerlukan tenaga kerja sebagai persyaratan dan mengukur
jabatan atau unit kerja di lingkungan suatu organisasi. Dengan demikian, berarti
penempatan merupakan pengisian jabatan yang kosong agar tugas pokok pada
jabatan tersebut dapat dilaksanakan. Untuk itu, melalui kegiatan sebelumnya harus
diperoleh pekerjaan yang memiliki kemampuan sesuai dengan jabatan yang akan
3. Kegiatan Orientasi Sosialisasi adalah proses orientasi seorang pekerja baru pada
organisasi atau unit kerja tempatnya akan bertugas. Dengan demikian, berarti
sosialisasi atau orientasi merupakan langkah pemantauan atau uji coba kepada
seorang pegawai dalam melakukan pekerjaannya pada unit kerja yang telah
sebagai berikut.
seorang pun pelamar untuk bekerja yang dapat menolak diskriminasi bilamana latar
belakang dan kondisinya sekarang tidak sesuai dengan kelompok yang akan
diterima.
atau memprioritaskan kelompok tertentu. Cara ini tidak murni diskriminasi dan
tidak ada pelamar dari kelompok tersebut. Adapun kegiatan kunci yang merupakan
bagian dari rekrutmen adalah mencakup beberapa hal yang berkaitan dengan:
panjang pada suatu organisasi dalam hal jenis pekerjaan (job title) dan levelnya;
kerja.
dengan kegiatan sumber daya manusia lain dan dengan kerja sama antara manajer
6) Mencatat jumlah dan kualitas pelamar dari berbagai sumber dan masingmasing
metode rekrutmennya;
7) Melakukan tindak lanjut terhadap para calon karyawan baik yang diterima maupun
syarat bagi segala kebutuhan organisasi dan tujuan yang lebih spesifiknya antara lain
berikut ini.
datang berkaitan dengan perubahan besar dalam suatu organisasi harus melaksanakan
4) Untuk mendukung inisiatif organisasi dalam mengelola tenaga kerja yang beragam.
calon karyawan yang sudah jelas tidak memenuhi syarat atau yang terlalu tinggi
kualifikasinya.
bekerja.
8) Untuk mengevaluasi efektif tidaknya berbagai teknik dan lokasi rekrutmen bagi
afirmatif dan pertimbangan hukum dan sosial lain menurut komposisi tenaga kerja.
C. Perencanaan Pegawai
dikatakan oleh Sherman dan Bohlander merupakan proses mengantisipasi dan membuat
keputusan untuk mengatur arus gerakan tenaga kerja ke dalam, di dalam, dan ke luar
organisasi. Adapun tujuannya adalah untuk mempergunakan SDM seefektif mungkin, agar
mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi yang tepat dalam mengisi posisi
pekerja di dalam organisasi yang merupakan proses untuk mendayagunakan SDM yang
telah tersedia secara efektif dan efisien. Ke dalam organisasi artinya memberikan
persyaratan bagi penerimaan tenaga kerja baru yang diperlukan agar diperoleh SDM yang
mampu melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien, sedangkan ke luar organisasi
artinya mengatur tenaga kerja yang keluar organisasi seperti pensiun, pengurangan tenaga
kerja, pemecatan agar dapat diganti dengan tenaga kerja yang baru yang mampu bekerja
Perencanaan SDM menurut Siagian (2001: 166) pada hakikatnya adalah merupakan
sekarang sebagai prediksi pada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang
dalam rangka pencapaian suatu tujuan dan berbagai sasaran yang telah ditentukan
sebelumnya. Dalam kaitan dengan pengelolaan SDM dapat dikatakan bahwa dasar
perencanaan SDM adalah upaya dasar yang dilakukan oleh pimpinan suatu organisasi
untuk memutuskan jumlah dan mutu pegawai yang diperlukan oleh organisasi tersebut.
Tujuannya agar organisasi memiliki tenaga kerja atau pegawai yang tidak hanya sesuai
dengan kebutuhan organisasi tersebut dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, akan tetapi
juga agar para pegawai yang dipekerjakan itu memenuhi berbagai persyaratan yang
ditentukan untuk jabatan danpekerjaan yang akan dipangku dan dilaksanakannya. Untuk
Recources Tahun 1992 (dalam Nawawi, 2005: 137) mengatakan bahwa perencanaan
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah proses untuk mengantisipasi dan membuat ketentuan
(persyaratan) untuk mengatur gerakan tenaga kerja ke dalam, di dalam, dan ke luar
organisasi. Tujuannya adalah untuk mempergunakan SDM seefektif mungkin dan agar
yang kapan dan yang manapun mengalami kekosongan. Pengertian perencanaan ini
dimaksudkan untuk membuat arus gerakan pekerja di dalam organisasi secara seefektif dan
seefisien mungkin.
yaitu penawaran internal dan eksternal. Adapun yang dimaksud dengan penawaran secara
internal adalah melakukan rotasi para PNS dalam arti alih tugas dan alih tempat dalam
bekerja, melakukan promosi terhadap PNS tertentu yang dipandang memenuhi berbagai
persyaratan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi dan memikul tanggung jawab lebih
besar. Maksud dari penawaran eksternal ialah berbagai sumber yang dapat digarap di luar
Tetap (PTT), melakukan kontrak melalui biro jasa tenaga kerja. Suatu catatan kecil yang
perlu dikemukakan mengenai hal ini ialah bahwa penawaran eksternal ditanggapi apabila
(1) suplai internal tidak mencukupi; (2) diperlukan tenaga tambahan pada tingkat bawah;
klasifikasi ruang lingkup yang umum dalam melaksanakan rekrutmen pegawai, yaitu
adanya perencanaan rekrutmen, adanya panitia seleksi, pelaksanaan seleksi, teknik seleksi,
langkah pelaksanaan rekrutmen dan adanya sarana yang tepat untuk mencapai tujuan-
tujuan tersebut. Ada beberapa elemen dalam melakukan perencanaan yaitu sebagai berikut.
Tujuan : menetapkan kondisi masa depan yang diharapkan oleh seorang perencana tentang
apa yang ingin dicapai yang meliputi komponen teknik, waktu, kapan akan dilaksanakan,
dipakai, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya materiil.
2. Panitia Seleksi
Panitia seleksi ini akan dijalankan oleh sumber daya manusia (SDM) yang
menyusun metode, menyiapkan soal-soal dan meteri tes, menyiapkan tempat, menentukan
3. Pelaksanaan Seleksi
Pelaksanaan seleksi adalah tahap para calon pegawai melaksanakan tes sebagai
syarat mutlak dalam metode rekrutmen pegawai. Seleksi pada dasarnya merupakan proses
untuk menentukan siapa yang paling sesuai dengan syarat-syarat tenaga kerja di antara para
pelamar untuk pekerjaan yang akan diberikan jabatan-jabatan dalam organisasi. Tahap
inilah yang akan menentukan diterima tidaknya seseorang yang melakukan pelamaran
pekerjaan. Proses seleksi ini merupakan tingkat permulaan untuk membuat mutu pegawai
dalam organisasi secara qualified sebagai basic guna menjalankan kinerja organisasi.
Kelulusan akan ditentukan oleh hasil tes, baik dari tes yang sifatnya tertulis dengan metode
pengerjaan soal ujian maupun yang sifatnya wawancara yang kelulusannya akan ditentukan
oleh pewawancara. Dalam pelaksanaan seleksi ini panitia melakukan fungsi pengawasan
4. Teknik Seleksi
Dalam melakukan seleksi tentunya harus dilakukan dengan teknik dan prosedur
yang benar, menurut Flippo (1992: 160) prosedur seleksi meliputi beberapa tahap, di
antaranya ada wawancara awal, formulir lamaran, pemeriksaan referensi, tes psikologi,
perkenalan atau orientasi. Menurut Herbert dan Arthur (dalam Moekijat, 1991: 51)
langkah-langkah dalam proses seleksi diawali dengan melakukan penerimaan lamaran dari
para calon pegawai yang tentunya secara administratif sudah sesuai dengan persyaratan
materinya hanya menanyakan pada substansi kepribadian pelamar dan dilanjutkan dengan
yang dilamar – pemeriksaan latar belakang – seleksi pendahuluan oleh bagian pegawai –
seleksi akhir oleh supervisor – pemeriksaan badan atau yang lebih dikenal dengan tes
a. Interview
Merupakan teknik seleksi yang umum digunakan baik yang menggunakan metode
one to one interview ataupun panel interview, hal ini dilakukan karena akan lebih
mengetahui karakter calon pegawai secara langsung. Interview sebaiknya dilakukan oleh
tenaga spesialis yang mendapat tugas untuk mewawancarai pelamar dan akan lebih baik
untuk ikut mewawancarai calon pegawai adalah (1) untuk memberikan informasi tambahan
yang menyangkut tugas pekerjaan calon yang sangat mungkin bersifat teknis dan tidak bisa
diberikan oleh tenaga spesialis yang mengelola SDM dalam organisasi; (2) agar atasan
langsung tersebut langsung menilai apakah pelamar akan cocok bekerja dalam organisasi
atau tidak.
b. Tes psikologi
Paling tidak minimal biasanya ada 2 macam yang merupakan bagian dari tes
psikologi yang sering digunakan dalam proses seleksi, yaitu tes inteligensia dan tes
kepribadian. Pertama, tes inteligensia berupa tes berbentuk kemampuan numerik dan verbal
Melalui tes ini seorang calon dapat diukur kecerdasannya paling tidak melalui ketepatan
waktu dalam menyelesaikan ujian, ketepatan menjawab soal, penyerapan informasi dalam
soal-soal yang dikerjakan, dan mempelajari sesuatu dengan kecermatan. Kedua, tes
kepribadian yang baik adalah adanya alat ukur yang membedakan Antara individu-
individu, tes dapat diandalkan dengan valid, dan tes sudah distandarisasi dengan tepat saat
c. Tes pekerjaan
Merupakan hal yang dilakukan dengan cara tes behavioral atau tes in tray, caranya
pegawai.
d. Pusat penilaian
Dalam hal ini penilaian seleksi menggunakan beragam metode seleksi untuk
psikomotorik, pelatihan individu atau kelompok, in tray. Pusat penilaian ini fungsi
utamanya, yaitu melakukan penilaian terhadap semua calon pegawai dalam tahap seleksi
dengan menggunakan metode sebagai mana telah ditentukan. Harapan dari pelaksanaan
e. Biodata
Merupakan semua data-data yang ada dalam surat lamaran dan telah diajukan atau
tertera dalam lampiran surat lamaran, yang biasanya berisi nama, umur, pendidikan,
alamat, pengalaman kerja. Biodata ini sangat penting dan dibutuhkan sekali karena sebagai
potret identitas diri bagi para calon pegawai. Dari data-data yang ada tim seleksi dapat
memperoleh gambaran tentang semua latar belakang dan pengalaman yang ada dari para
f. Referensi
Merupakan suatu input yang penting dalam seleksi pegawai, yang biasanya
merepresentasikan dukungan dari yang mengetahui betul tentang identitas, karakter, dan
pengalaman dari calon pegawai. Biasanya referensi yang bisa diandalkan adalah bentuk
referensi yang telah disiapkan secara khusus guna merespons item-item ketentuan
sebagaimana yang telah dipersyaratkan oleh suatu organisasi. Fungsi referensi ini
hakikatnya untuk mendapatkan konfirmasi bahwa informasi yang diberikan kandidat atau
5. Penempatan Pegawai
yang sesuai bidangnya dari hasil tes seleksi. Penempatan pegawai ini juga merupakan
masalah yang krusial, sebab bila organisasi salah dalam penempatan pegawai bisa
Ada beberapa ruang lingkup kegiatan yang berkaitan dengan proses perencanaan pegawai
Ramalan tentang kebutuhan pegawai yang akan datang didasarkan atas ramalan tentang
pegawai adalah jenis kecakapan yang diperlukan. Apabila permintaan produk-produk dan
jasa-jasa meningkat hal ini akan mengakibatkan kebutuhan pegawai meningkat pula.
Maksud dari proyeksi adalah perkiraan mengenai jenis dan jumlah pegawai yang
diharapkan merupakan tenaga kerja organisasi pada waktu yang akan datang. Proyeksi
didasarkan atas perkiraan secara cermat dari pegawai yang ada sekarang ditambah dengan
organisasi.
penghitungan plus atau minus, plus menunjukkan kelebihan persediaan pegawai sedangkan
berusaha menghindarkan terjadinya kelebihan pegawai karena hal itu akan mengurangi
keefektifan organisasi dan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. Suatu
pendekatan yang lazim terhadap adanya kelebihan pegawai adalah dengan membatasi
menentukan keefektifan guna mencapai tujuannya. Oleh karena itu, perencanaan pegawai
adanya perkiraan yang tepat. Ukuran perkiraan kebutuhan pegawai yang efektif adalah
dengan melihat jumlah lowongan jabatan dan sudah berapa lama jabatan tersebut lowong
Kemudian juga ada beberapa klasifikasi yang didasarkan atas jangk waktu dan ruang
jangka waktu maka ada 3 klasifikasi yan umum, yaitu klasifikasi jangka pendek, jangka
tersebut memakan waktu yang pendek, yaitu 0–1 tahun, hal ini dikarenakan adanya
tersebut memakan waktu yang lamanya di atas 5 tahun lebih Biasanya perencanaan jangka
Rekrutmen dibebani tanggung jawab untuk menyentralisasi sumber daya dari segala
praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) baik pada proses penarikan maupun
setelah pegawai lolos seleksi. Di lingkungan baru birokrasi pemerintahan dengan tuntutan
mampu menarik tenaga kerja dengan memenuhi kualifikasi minimal yang standar. Pegawai
juga dituntut punya tanggung jawab, komitmen terhadap tugas-tugasnya, jujur, transparan,
akuntabel, dan mampu berperan aktif dalam setiap menjalankan tugas- tugasnya. Dengan
konsekuensi dan ciri seperti ini maka aparatur birokrasi akan kelihatan lebih dinamis dan
efektif. Pada umumnya, tujuan utama rekrutmen pegawai ini dimaksudkan untuk menjamin
bahwa kebutuhan tenaga kerja bagi organisasi tetap terpenuhi secara konstan dalam jumlah
Menurut Sondang P Siagian (dalam Suharyanto dan Hadna, 2005: 77) bahwa
maksud dan tujuan. rekrutmen adalah untuk mendapatkan persediaan sebanyak mungkin
calon- calon pelamar sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar
untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerja yang dianggap memenuhi standar
kualifikasi organisasi. Manfaatnya juga dapat untuk meningkatkan karier bagi pegawai
lama, dan bagi pegawai baru merupakan kesempatan guna mendapatkan pekerjaan serta
Sebagaimana telah disinggung dalam materi belajar sebelumnya bahwa ada tujuan
sebagaimana dikatakan oleh Cardoso (dalam Sulistiyani dkk, 2004: 145) adalah karena
5. Adanya pekerja yang berhenti, baik dengan hormat ataupun tidak dengan
atau dengan kata lain tahap awal dari implementasi kebijakan SDM yang telah dihasilkan
pada proses perencanaan. Tahap rekrutmen merupakan tahap yang paling krusial karena
dalam prakteknya saling berpengaruh oleh nilai-nilai keadilan sosial dan hak asasi individu,
pegawai adalah keserasiannya dengan perencanaan strategis organisasi. Dengan kata lain,
pegawai dalam suatu organisasi adalah merupakan prediksi kondisi tenaga kerja untuk
lingkungan yang sekarang terjadi maupun di masa yang akan datang. Dalam fungsi seperti
ini maka manfaat dari perencanaan pegawai atau SDM pada hakikatnya adalah sebagai
pendayagunaan SDM secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.
2. Di samping itu, berarti pula bahwa perencanaan pegawai juga bermanfaat untuk:
Dengan perencanaan yang cermat harus diusahakan agar setiap tenaga kerja
organisasi.
dan prestasi kerja setiap tenaga kerja untuk diselaraskan dengan pekerjaan atau tugas-tugas
dalam volume kerja organisasi agar dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
c. Menghemat tenaga, waktu, dan dana serta dapat meningkatkan kecermatan dalam proses
informasi atau data mengenai tenaga kerja yang perlu akan dikembangkan. Bagi yang
belum memenuhi kriteria untuk dikembangkan .Perencanaan SDM berfungsi juga untuk
mempermudah pelaksanaan koordinasi SDM oleh manajer SDM dalam usaha untuk
pembidangan dan pembagian volume kerja pada masing-masing unit organisasi sangat
Oleh karena itu, sistem Manajemen Perekrutan ini diharapkan mampu memberikan hal-hal
sebagai berikut:
membutuhkan.
Menyimpan dan menangani data pelamar yang tidak sesuai untuk suatu
karyawan percobaan.
Proses-proses dalam recruitment management terdiri atas:
internal.
Deskripsi Umum
• Vacancy atau lowongan kerja adalah suatu posisi yang lowong di suatu perusahaan yang
• Biro Kepagawaian sampai saat ini telah mendapatkan sertifikat ISO untuk 5 kegiatan,
yaitu Sistem Kenaikan Pangkat, Kenaikan Jabatan Fungsional, Sistem Rekrutmen PNS,
Pada kesempatan ini disampaikan oleh Kepala Biro Kepegawaian, sebagai berikut:
Merupakan jabatan karir yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai
2. PPDS BK
2. Tenaga honorer yang gajinya dibayarkan oleh APBN atau APBD, dapat diangkat CPNS
3. Tenaga honorer yang gajinya dibayarkan di luar APBN atau APBD dilakukan melalui
tes seleksi.
4. PEMBERIAN PENGHARGAAN
secara individu. Dimana penghargaan itu sendiri bisa dari Presiden ataupun dari Menteri
Kesehatan.
PP nomor 53 merupakan peraturan yang mengatur tentang kewajiban dan larangan PNS.
PP ini lebih ketat dari PP sebelumnya. Terdapat beberapa peraturan yang diperbaharui.
– kegiatan penyusunan tenaga kerja dalam bidang pemerintahan yang tidak berorientasi
kegiatan dalam bidang swasta., sektor ekonomi yang berorientasi keuntungan. Sekarang
banyak penulis yang mengemukakan bahwa administrasi SDM itu sama dengan
manajemen SDM, kedua – duanya berlaku baik di bidang pemerintah maupun di bidang
swasta. Pengertian perencanaan SDM didefinisikan oleh para ahli secara berbeda. Menurut
2. Edwin B Flippo
3. Dale Yoder
Dalam penggunaannya yang cermat terbatas pada kegiatan atasan dalam memperlakukan
manusia, dimana tugas dan tanggung jawab setiap pegawai ditentukan dengan tegas dan
jelas
b. Klasifikasi Jabatan dan perencanaan gaji yang sistematis dan perencanaan gaji yang
e. Perencanaan pelatihan jabatan yang luas dengan tujuan untuk menambaha keterampilan
• Pemerintah
• Kondisi Ekonomi
• Kondisi Demografi
• Kondisi Geografi
25
• Kondisi Politik
• Peraturan Perburuhan
• Teknologi