0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan21 halaman

Kewirausahaan: Disusun Oleh

Makalah ini membahas tentang kewirausahaan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi, dengan fokus pada aktivitas, skala usaha, dan karakteristik wirausaha. Di Indonesia, kewirausahaan menghadapi tantangan seperti akses modal dan pendidikan yang belum merata. Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan solusi atas permasalahan sosial dan ekonomi.

Diunggah oleh

dhinaaarahma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan21 halaman

Kewirausahaan: Disusun Oleh

Makalah ini membahas tentang kewirausahaan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi, dengan fokus pada aktivitas, skala usaha, dan karakteristik wirausaha. Di Indonesia, kewirausahaan menghadapi tantangan seperti akses modal dan pendidikan yang belum merata. Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan solusi atas permasalahan sosial dan ekonomi.

Diunggah oleh

dhinaaarahma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEWIRAUSAHAAN

DISUSUN OLEH:
Nurfadillah (246602172)
Sitti Nur Alisyah (246602093)
Varsyah Julia Nanda P. (246602102)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ENAM-ENAM KENDARI
TAHUN
2024

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur diucapkan kehadirat Allah Swt. atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun sampai selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima
kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik pikiran maupun materi.
Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar
makalah ini bisa pembaca praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami.
Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Kendari, 29 Oktober 2024

2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...........................................................................................1
KATA PENGANTAR ........................................................................................ 2
DAFTAR ISI.......................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................4
1.1 Latar Belakang............................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................4
1.3 Tujuan dan Manfaat....................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................5
2.1 Aktivitas Wirausaha....................................................................................5
2.2 Skala Usaha Wirausaha...............................................................................6
2.3 Persfektif Ekonomi Wirausaha....................................................................9
2.4 Karakteristik Wirausaha..............................................................................15
BAB III PENUTUP............................................................................................21
3.1 Kesimpulan.................................................................................................21
3.2 Saran............................................................................................................21
LAMPIRAN........................................................................................................22

3
BAB AKTIVITAS
2 WIRAUSAHA

Kewirausahaan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan


ekonomi suatu negara. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat,
peran wirausahawan menjadi sangat vital dalam menciptakan lapangan kerja baru
dan mendorong inovasi. Wirausaha tidak hanya berfungsi sebagai penggerak
ekonomi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi
atas berbagai permasalahan sosial dan ekonomi.
Di Indonesia, kewirausahaan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti
kurangnya akses terhadap modal, pendidikan kewirausahaan yang belum merata,
serta budaya yang kurang mendukung. Oleh karena itu, penting untuk memahami
konsep dasar kewirausahaan, karakteristik yang dimiliki oleh wirausahawan, serta
strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha.

A. AKTIVITAS WIRAUSAHA
Kewirausahaan adalah ilmu yang memperlajari tentang nilai, kemampuan,
dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan. Unsur unsur
kewirausahaan meliputi motivasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan
semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang. Wirausaha dilihat dari
aktifitasnya terbagi ke dalam tiga kelompok bidang kegiatan ;
 Produksi (manufacturing),
 perdagangan (trading) dan
 jasa-jasa (services).
Produksi (manufacturing/pabriksasi) ; pabrik yang membuat suatu produk.
Ini yang disebut produsen. Produsen (pabrik) itu telah mampu mengolah bahan

4
mentah menjadi barang setengah jadi, lalu dari barang setengah jadi dirubah
menjadi barang yang siap pakai atau siap dikonsumsi oleh konsumen. Dari
pengolahan tersebut dapat diharapkan memiliki banyak keuntungan dari
perubahan nilai tambah (value added) barang mentah menjadi barang jadi.
Produk yang sudah siap untuk dijual kembali kepada para pedagang seperti
agen, distributor, dan pengecer.
Pedagang itu pelaku usaha yang hanya mencari keuntungan (profit) dari
selisih pembelian dengan penjualan. Perbedaan antara harga beli dengan harga
penjulaan setelah ditambah margin. Tidak memproduksi sendiri. Tetapi hanya
mendistbusikan dari satu pedagang ke pedagang lain atau langsung kepada
konsumen. Ada pedagang besar ada pedagang kecil. Pedagang besar disebut
distributor. Penjualan bisa dalam bentuk partai atau eceran. Pedagang kecil itu
seperti pengecer. Perdagangan contohnya ; agen besar, agen, distributor, dealer,
pengecer, terakhir adalah konsumen.
Jasa-jasa itu adalah aktifitas usaha yang produk diperjual-belikan bukan
dalam bentuk barang, tetapi dalam bentuk jasa-jasa saja. Tidak berbentuk,
cuma bisa dirasakan, dinikmati langsung oleh konsumen. Contohnya event
organizer (EO) jasa penyelenggaraan tour dan travel, pementasan musik
dengan mendatangkan penyanyi terpaforit, terkenal dan banyak disukai oleh
para penikmat musik. Broker itu nama kerennya, sebenarnya sama dengan
perantara. Perantara ini ini aktif menjualkan dengan tujuan mencari keuntungan
mendapatkan komisi dari penjualan atau pembelian bahkan bisa juga dari
kedua pihak secara bersamaan. Seperti komisi penjualan rumah, tanah,
apartemen, villa atau barang lain. Konsultan itu adalah jasa konsultasi,
pelatihan, penyuluhan atau training, pembinaan, evaluasi, dan
[Link] konsultan manajemen, konsultan psikologi, konsultan
belajar-pembelajaran, bimbingan belajar dsb).

B. SKALA USAHA DALAM BERWIRAUSAHA


Wirausaha bila dilihat dari skala usahanya di kelompokkan menjadi empat ;
 Usaha Mikro (perorangan, keluraga atau badan usaha)

5
 Usaha Kecil (perorangan, keluarga, atau badan usaha)
 Usaha Menengah (badan usaha, PT, CV)
 Usaha Besar (konglomerat, holding, go public)

Skala usaha ini sering diukur dengan besaran jumlah omzet dan assetnya.
Omzet adalah keuntungan kotor (bruto) sebelum dipotong biaya operasional,
bunga dan pajak. Sedangkan asset diukur dengan jumlah kekayaan yang telah
dimiliki atau hasil penjualan tahunan. Kekayaan bersih sama dengan modal
dikurangi hutang. Kekayaan kotor sama dengan modal ditambah hutang. Baik
aset lancar maupun aset tetap. Aset lancar seperti uang giral di bank yang siap
di transaksikan. Aset tetap seperti rumah, pabrik, mesin dsb. Usaha kecil
menengah disebut dengan inisial nama UKM (usaha kecil dan menengah).
Kriteria UKM menurut UU RI No.20/2008 Bab IV pasal 6 ;
 Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan
atau badan usaha perorangan yang memiliki kekayaan bersih paling
banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan
paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
 Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan
merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak
langsung dari usaha menengah atau Usaha Besar yang memiliki
kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha ; atau
memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah)
 Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri
sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha

6
yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan
yang dimiliki, yang dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung atau
tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah
kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan dengan memiliki
kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000 (sepuluh milyar
rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha ; atau
memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
 Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh
badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan
tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha
nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing
yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Kriteria tersebut di
atas nilai nominalnya dapat diubah sesuai dengan perkembangan
perekonomian.

Gambar 2.1: Skala Usaha Wirausaha

Wirausaha dilihat dari Produk Wirausaha dilihat dari produk itu dibagi dua;
 Product/good; (makanan, minuman, radio, televisi, handphone)
 Services; (go-jeck, grab, bimbel, kursus mobil, kos-kosan)
Produk tidak terbatas barang saja (good), akan tetapi juga termasuk jasa-
jasa (services). Perbedaan barang dengan jasa. Ada juga barang plus jasa atau

7
jasa plus barang. Produk barang itu berwujud (tangible), sedangkan jasa tak
berwujud tetapi dapat dirasakan (intangible). Banyak faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam memberi produk barang misalnya bentuk,
rasa, bungkus, penampilan, warna, jumlah, besar kecil dsb. Sedangkan yang
pengaruhi produk jasa, antara lain misalnya kecepatan, kemudahan, informatif,
keramahan, senyuman, keamanan, kenyamanan, dsb. Produk barang (good)
berdasarkan kelompok industri ; minuman, makanan, elektronik, properti,
rokok, obat-obatan, percetakan, kendaraan bermotor dan banyak lainnya.
Produk jasa (sevices) seperti ; jasa pos-logistik, rumah sakit, transportasi,
dokter, perawat, konsultan bangunan, konsultan manajemen, hotel, restoran,
pendidikan, tour and travel, dan banyak lainnya.

C. WIRAUSAHA DILIHAT DARI SEGMENTASI PASAR


Segmentasi pasar dapat dibedakan ;
a). Psikografi (bayi, anak, remaja, pemuda, dewasa, lansia)
b). (desa, kota, lokal, nasional, regional, internasional, global)
c). Ekografi/Strata sosial (bawah, menengah, atas)

Segmentasi pasar adalah pasar sasaran (konsumen) yang akan bidik oleh
pengusaha. Segmen sama dengan lapisan atau tingkatan-tingkatan.
Konsumen itu bisa dibeda-bedakan. Siapa saja, konsumen dari produk yang
akan dijual oleh si pengusaha tersebut. Konsumen itu bisa dibedakan atas
konsumen perorangan atau konsumen komunitas(organisasional). Konsumen
perorangan namanya eceran, sedangkan konsumen komunitas namanya partai
atau grosiran. Pasar sasaran psikografi adalah konsumen dilihat dari
perkembangan psikologi ; apakah sasaran pasarnya kelompok bayi, anak-
anak, remaja, pemuda, dewasa atau lansia. Bisa juga konsumen berdasarkan
gender laki laki-perempuan, pria-wanita. Pasar sasaran geografi adalah pasar
sasaran yang didasarkan pada kewilayahan ; orang desa, orang kota,
konsumen lokal kabupaten/kota/provinsi, konsumen skala nasional seluruh
Indonesia, konsumen regional ASEAN, ASIA, Erofa atau konsumen

8
internasional lainnya. Pasar global berarti pasar sasarannya seluruh dunia.
Sedangkan pasar sasaran berdasarkan ekografi adalah pasar sasaran
berdasarkan strata sosial atau berdasarkan status sosial seseorang dilihat dari
perspektif penghasilan, misalnya pasar sasarannya adalah kalangan atas,
kalangan berpenghasilan menengah, atau kalangan bawah yang
penghasilannya lebih kecil. Bisa jadi berdasarkan merek barang (brand).
Konsumen kalangan atas berpenghasilan tinggi biasanya akan memakai
produk yang bermerek (branded) dan bergaya (style). Beda dengan
konsumen kalangan menengah bawah yang penting fungsional (function)
bisa dipakai, bukan gaya.

C. PERSPEKTIF EKONOMI WIRAUSAHA


Berdasarkan Sejarah perkembangan ekonomi dari berbagai negara, akan
terlihat bahwa kegiatan ekonomi modern jarang dalam keadaan stabil untuk
jangka waktu yang agak lama. Ada masa-masa dimana kegiatan ekonomi
berkembang dengan cepatnya, dimana produksi bertambah, pendapatan
masyarakat meningkat, dan mencari pekerjaan mudah. Tetapi masa-masa
kemajuan ini silih berganti dengan masa-masa kemunduran, dimana semuanya
terasa macet: produksi merosot, pendapatan masyarakat berkurang, dan
pengangguran bertambah.
Dengan pengalaman ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya ada
dua penyakit yang dapat menyerang perkembangan ekonomi nasional yang
sehat dan stabil (T. Gilarso, 2004), yaitu :
 Resesi atau kemunduran, dimana kegiatan ekonomi menjadi seret,
produksi merosot dan banyak pengangguran; perekonomian nasional
lesu, dan hasil produksi kurang daripada yang sebenarnya dapat
dicapai dengan kapasitas produksi yang ada.
 Inflasi, yaitu ketika perekonomian nasional “mau lari terlalu cepat”,
sehingga kapasitas produksi tidak dapat melayani permintaan
masyarakat dan harga-harga menjadi naik.

9
Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik, dan
banyak pula orang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia
wirausaha. Pembangunan (perkembangan ekonomi) akan lebih mantap jika
ditunjang oleh wirausahawan karena kemampuan pemerintah sangat terbatas.
Pemerintah tidak akan mampu menggarap semua aspek pembangunan karena
sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia, dan
pengawasannya (Alma, 2003).
Oleh sebab itu, wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam
jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita
menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit
dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan
wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya
[Link] kaitannya dengan ilmu ekonomi, khususnya ekonomi
makro terkait pertumbuhan ekonomi suatu negara (pembangunan),
kewirausahaan telah menempati posisi yang penting dan dibutuhkan.
Hal ini tidak terlepas dari kewirausahaan yang ada di Indonesia terhadap
pembangunan bangsa, yaitu :
 Produksi, Wirausaha, haruslah memberikan kegiatannya dalam
melancarkan proses distribusi, dan konsumsi. Wirausaha mengatasi
kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.
 Wirausaha sebagai penggagas dan pejuang bangsa dalam bidang
ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi
ketergantungan pada bangsa asing.

Permasalahan ekonomi khususnya di Indonesia adalah pengangguran,


sehingga dalam ilmu ekonomi kewirausahaan memiliki posisi sebagai jalan
keluar dari permasalahan tersebut. Kewirausahaan dalam perspektif ekonomi
ini dapat dijelaskan dari peluang usaha. Titik fokus pertama dalam kegiatan
berwirausaha adalah apakah seseorang melihat peluang usaha di sekitarnya.
Ada beberapa hal yang akan dibahas dalam peluang usaha ini, yaitu: [Link]
perspektif besar dalam peluang usaha [Link] sumber utama peluang usaha

10
yaitu perkembangan teknologi, perubahan kebijakan dan politik, perubahan
social demografi dan institusi pendidikan. Peluang Usaha Peluang usaha
merupakan situasi dimana orang memungkinkan menciptakan pola pikir baru
dalam rangka mengkreasi dan mengkombinasikan sumberdaya, ketika
pengusaha merasa yakin terhadap keuntungan yang diperoleh Perbedaan
utama antara peluang kewirausahaan dengan situasi yang lain adalah dalam
peluang usaha adalah orang mencari keuntungan yang membutuhkan suatu
kerangka fikir yang baru dari pada sekedar mengoptimalkan kerangka fikir
yang telah ada. Peluang usaha percaya bahwa informasi baru merupakan
suatu yang penting dalam menjelaskan eksistensi peluang usaha. Perubahan
teknologi, tekanan politik, faktor-faktor lingkungan makro dan
kecenderungan sosial dalam menciptakan informasi baru yang dapat
digunakan pengusaha untuk mendapatkan dan mengkombinasikan kembali
sumber daya dalam bentuk yang lebih bernilai.

Gambar 2.2: Peluang Usaha

Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik, dan
banyak pula orang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia
wirausaha. Pembangunan (perkembangan ekonomi) akan lebih mantap jika
ditunjang oleh wirausahawan karena kemampuan pemerintah sangat terbatas.
Pemerintah tidak akan mampu menggarap semua aspek pembangunan karena

11
sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia, dan
pengawasannya (Alma, 2003).
Oleh sebab itu, wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik
dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita
menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit
dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan
wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya
[Link] kaitannya dengan ilmu ekonomi, khususnya ekonomi
makro terkait pertumbuhan ekonomi suatu negara (pembangunan),
kewirausahaan telah menempati posisi yang penting dan dibutuhkan.
Hal ini tidak terlepas dari kewirausahaan yang ada di Indonesia terhadap
pembangunan bangsa, yaitu :
a) produksi, Wirausaha, haruslah memberikan kegiatannya dalam
melancarkan proses distribusi, dan konsumsi. Wirausaha mengatasi
kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.
b) Wirausaha sebagai penggagas dan pejuang bangsa dalam bidang
ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi
ketergantungan pada bangsa asing.

D. SUMBER PELUANG USAHA


Peluang usaha dapat bersumber dari beberapa faktor, yaitu:
a) Perubahan Teknologi
Perubahan teknologi merupakan sumber yang penting dalam
kewirausahaan karena memungkinkan untuk mengalokasikan sumber daya
dengan cara yang berbeda dan lebih potensial dalam melakukan meluaskan
jaringan pemasaran. Faksimili, surat, dan telepon sering digunakan
sebelum ditemukannya e-mail. Email ternyata lebih produktif untuk
mengirim informasi dibandingkan tipe yang lain. Penemuan internet ini
memungkinkan orang membuat kombinasi sumber daya baru yang
disebabkan perubahan teknologi. Blau (1978) meneliti wirausahawan
mandiri di AS selama dua decade dan menemukan bahwa perubahan

12
teknologi meningkatkan jumlah wirausahawan mandiri. Demikian juga
dengan hasil penelitian Shane (1996) memperlihatkan bahwa jumlah
organisasi dari tahun ke 1899 sampai dengan 1988 meningkat seiring
dengan meningkatnya perubahan teknologi.

b) Perubahan politik dan kebijakan


Perubahan politik dan kebijakan terkadang menjadi sumber peluang
kewirausahaan karena perubahan tersebut dapat memungkinkan
rekombinasi sumber daya agar lebih produktif.
Beberapa kejadian empiris mendukung argument bahwa perubahan politik
adalah peluang usaha. Delacoxroix dan Carool (1993) meneliti Koran
Argentina dari tahun 1800 - 1900 dan Koran Irlandia 1800 – 1925 yang me
nemukan bahwa ada hubungan positif antara perubahan politis dengan
meningkatnya pertumbuhan perusahaan baru. Bahkan perang pun dapat
menjadi peluang usaha dengan menyediakan peralatan perang. Di
Indonesia dengan perubahan dalam Pemilihan Kepala Daerah secara
langsung, baik ditingkat nasional, propinsi, dan kaputen ataukota juga
dapat memberikan ruang berwirausaha seperti sablon dan percetakan.
Kebijakan juga dapat menumbuhkan minat berwirausaha. Regulasi
ini penting karena menyangkut legalitas sebuah perusahaan. Studi yang
dilakukan oleh Kelly & Kelly dan Amburgey (1991) menemukan bahwa
pertumbuhan airline di Amerika meningkat setelah adanya paket
deregulasi airline. Demikian juga di Indonesia, jika jaman orde baru hanya
didominasi dengan 2 atau 3 airline, dalam era reformasi ini lebih dari 10
airline. Sebelum terkena banjir lumpur, Sidoarjo adalah kabupaten yang
menerapkan layanan satu atap. Hasilnya memang mampu mendorong
iklim usaha karena kemudahan wirausaha mendapatkan ijin usaha.
Pengalaman sukses ini telah diadopsi oleh kabupaten yang lain seperti
halnya Kota Yogyakarta dan kabupaten Sragen.

13
c) Perubahan demografi
Struktur demografi juga mempengaruhi peluang usaha. Salah satu
contohnya yaitu kota Yogyakarta. Yogyakarta selain dikenal sebagai kota
pelajar dan budaya, dikenal sebagai daerah tujuan bagi pensiunan. Hal ini
membawa dampak bagi jenis usaha yang dikembangkan di kota
Yogyakarta. Yogyakarta didominasi oleh usia muda dan mahasiswa yang
membutuhkan sarana dan prasarana untuk kost. Warung makanan, toko
eceran, minimarket, layanan jasa pencucian pakaian (laundry), salon, dan
bahkan yang sedang trend adalah distro dan usaha café merupakan usaha
bisnis yang tidak pernah sepi di kota Yogyakarta.

d) Institusi Pendidikan
Institusi pendidikan adalah sumber peluang usaha karena sebagai
pusat penelitian. Hasil-hasil penelitian tersebut menjadi dasar peluang
usaha. Zucker dkk (1998) meneliti tentang berdirinya perusahaan
bioteknologi. Mereka menemukan bahwa jumlah ilmuwan dan universitas
ternama dalam suatu daerah tersebut meningkatkan stok dan peningkatan
jumlah perusahaan bioteknologi. Universitas bergengsi menhhasilkan hak
paten yang lebih banyak. UGM dengan Research University merupakan
salah satu Langkah menghasilkan penelitian-penelitian yang dapat
menghasilkan paten dan dapat diterima di pasar.

E. KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH


Kewirausahaan (Enterpreneurship), atau yang lebih dikenal sebagai
kegiatan berwirausaha, adalah suatu kegiatan berbisnis. Menjual, membeli,
memproduksi, ataupun mendistribusi, yang dapat menciptakan keuntungan
terhadap orang yang melakukan wirausaha (wirausahawan) dan bahkan bisa
menciptakan suatu lapangan kerja baru. Biasanya kegiatan ini merujuk pada
suatu ke-inovatif-an, karena seorang wirausahawan dituntut untuk selalu
menunjukan sesuatu yang lebih atau berbeda dengan wirausahawan yang lain.
Berdasarkan arti kata dalam Bahasa Indonesia, Wirausaha berasal dari kata

14
wira berarti berani, pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi
luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan usaha adalah suatu
perbuatan, bekerja, dan berbuat sesuatu.
Arti wirausaha, sudah dikenal sejak abad 18. Yaitu diperkenalkan oleh
Richard Cantillon, seorang pria peranakan Inggris-Perancis pada tahun 1755.
Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di
Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis
sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan
sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau
Manajemen Usaha Kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika
Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan baru
dikenal pada akhir abad 20, dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau
perguruan tinggi tertentu [Link] dengan perkembangan dan tantangan seperti
adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan
formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat pun menjadi
berkembang.

2.4 Karakteristik Wirausaha


Sadar atau tidak, hal yang paling pertama muncul adalah “Bagaimana
seseorang bisa meraih kesuksesan itu?”. Hal ini sangat wajar, karena semua orang
juga menginginkannya. Seorang wirausahawan yang sukses pastinya tidak
terlepas dari sifat dan sikapnya.
Mungkin beberapa orang akan mengatakan bahwa seseorang dapat sukses
dalam bisnisnya karena mempunyai faktor keberuntungan besar di dalam
kehidupannya. Mungkin saja itu benar, tetapi pahamilah bahwa sebuah usaha 26
atau bisnis dapat berjalan karena pemiliknya mempunyai karakteristik dan jiwa
usaha kental dalam dirinya.
Karateristik seorang wirausahawan adalah:
a) Harus memiliki keinginan untuk berprestasi
b) Selalu memikirkan tanggungjawab
c) Berani menghadapi risiko

15
d) Berujung pada keberhasilan
e) Mengharapkan umpan balik yang dapat dimanfaatkan dengan baik
f) Bersikap semangat dan enerjik
g) Berorientasi ke masa depan
h) Memiliki Keterampilan
i) Bijak dalam pemakaian materi

Selain diatas, ciri-ciri yang harus ada dalam diri setiap para wirausaha antara lain :
1) Percaya Diri Tidak hanya seorang wirausahawan, semua orang pun perlu
memiliki rasa percaya diri dalam melakoni hal yang ia tekuni. Tanamkan
sikap percaya diri agar apa yang dikerjakan bisa maksimal. Percaya diri juga
akan membantu Anda saat berada dalam kesulitan dan membantu dalam
menutupi kekurangan. Jika tidak mempunyai rasa ini, untuk memulai
menjalankan usaha saja rasanya tidak mungkin. Jika dipaksakan hasilnya
akan setengah – setengah. Selain itu, Anda akan bergantung terhadap orang
lain, bahkan tidak dapat mengelola usaha Anda dengan baik.
2) Selalu berpikir Orisinil Orisinil atau original, artinya seorang wirausaha harus
mempunyai ide sendiri, inovatif, memiliki gagasan baru untuk menjalankan
usahanya, dan pemikiran yang maju tanpa meniru. Jika semua komponen
usaha yang dibuat hanya hasil dari meniru maka hasilnya juga kurang baik.
Malahan Anda bisa kehilangan jati diri Anda dalam usaha yang dijalani.
Menjaga originalitas juga akan membuat Anda tidak hilang arah dalam
menjalankan usaha. Anda tidak mudah terbujuk tawaran yang sebetulnya
tidak perlu. Selain itu, hal ini juga berpotensi untuk memberikan ciri khas
terhadap diri Anda dan usaha bisnis yang Anda jalankan.
3) Sikap jujur, tekun, yakin, dan optimis Sikap ini harus benar – benar dijunjung
agar usaha yang dijalani mendapat kepercayaan dari masyarakat. Semakin
hari konsumen di zaman ini semakin cerdas, mereka memilih untuk
mempercayakan apa yang mereka konsumsi pada hal – hal yang baik untuk
diri mereka. Jika Anda berbisnis pakaian dengan bahan katun, maka jangan
sekali – kali Anda mengatakan pakaian tersebut mengandung sutera. Banyak

16
orang yang usahanya jatuh disebabkan oleh kebohongan mereka yang
terbongkar. Jika sudah seperti ini, maka kepercayaan dari masyarakat atau
konsumen akan sulit untuk diraih kembali. Jika hal ini terjadi, bukankah Anda
yang pada akhirnya akan merugi? Lebih baik, junjung tinggi nilai kejujuran
dan tanamkan hal yang sama kepada para pegawai
4) Memiliki sikap kepemimpinan yang tegas Sekecil apapun usaha yang Anda
buat, maka disitu Anda menjadi seorang pemimpin. Jiwa ini dibutuhkan agar
Anda bisa memimpin operasional dari usaha yang Anda buat, memimpin para
karyawan, dan tentunya menjadi pimpinan untuk diri Anda sendiri dalam
mengendalikan diri. Jika tidak memiliki sikap ini, jangan harap usaha yang
Anda jalani bisa berjalan dengan lancar. Menjadi pemimpin yang baik, bukan
hanya bisa memberikan perintah, tetapi juga bisa menjadi teladan untuk para
pegawainya. Bisa memahami karyawan dengan baik namun tetap bersikap
tegas dan disegani. Anda harus tau kapan harus bersikap keras, kapan harus
memberi pujian pada karyawan, kapan harus serius, dan lain – lain. Jadilah
seorang pemimpin yang bijaksana.
5) Inovatif dan Kreatif Inovatif dan Kreatifitas adalah hal pokok yang
dibutuhkan oleh seseorang untuk membangun unsahanya. Tanpa kreatifitas
maka usahanya tidak akan berkembang, tidak mempunyai ciri khas, dan
mudah termakan zaman sehingga mudah diambang kebangkrutan. Anda tidak
ingin hal ini terjadi bukan? Untuk meingkatkan kreatifitas, ikutilah
perkembangan trend saat ini, ikuti beberapa seminar yang bisa mendukung,
dan jangan lupa untuk selalu belajar. Percaya atau tidak, orang pintar bisa
dikalah oleh orang kreatif lho! Hal ini terbukti, tidak sedikit pengusaha yang
pendidikannya sampai di sekolah menengah saja tetapi mampu mengalahakan
mereka yang mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
a. Penentuan Potensi Wirausahawan
b. Potensi-potensi yang dimiliki seorang wirausahawan dalam mencapai
keberhasilan diuraikan dalam point-point di bawah ini :
c. Kemampuan Inovatif dan kreatif

17
d. Seorang wirausahawan tidak akan mampu bersaing dengan
wirausahawan lain, jika ia tidak mampu berpikir secara inovatif dalam
menciptakan suatu produk baru. Masyarakat tentunya akan tertarik
memilih dan mencoba sesuatu yang dianggapnya menarik, unik, berbeda,
dan belum pernah ada sebelumnya.
e. Toleransi terhadap hal yang tak terprediksi
f. Wirausahawan dituntut untuk terus bersikap optimis ketika suatu hal
yang tak disangka-sangka datang dan bukannya menyerah pada keadaan.
g. Keinginan untuk berprestasi
h. Tanpa adanya keinginan untuk berprestasi dan hanya mengutamakan
sikap pantang menyerah, wirausahawan mustahil akan memiliki usaha
yang maju
i. Kemampuan perencanaan yang nyata
j. Dengan adanya perencanaan, usaha seorang wirausahawan diyakini akan
terarah dengan lurus
k. Orientasi kepemimpinan yang penuh tujuan
l. Sikap ini memotivasi diri sekaligus bisa memotivasi karyawan lain dalam
mencapai tujuan perusahaan
m. Obyektivitas
n. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, dan sikapi sesuai
dengan fakta tersebut. Bukan mengacu kepada subyek lain penyebab
fakta yang terjadi Tanggungjawab pribadi
o. Sikap kepemimpinan yang dimiliki seorang wirausahawan, secara
otomatis akan mendorongnya untuk menyelesaikan permasalahan
permasalahan dengan kemampuan sendiri
p. Kemampuan beradaptasi
q. Tantangan dalam berwirausaha, yakni mampu beradaptasi dengan
lingkungan baru. Serta membangun hubungan yang selaras dan harmoni
dengan sekitarnya Kemampuan berorganisasi
r. Mampu beradaptasi, wirausahawan juga harus mampu mengorganisir
komponen-komponen yang diperlukannya, berikut juga dengan karyawan

18
agar mampu menyelesaikan tugas mereka masing-masing dengan baik
dan benar.
F. METODE ANALISA DIRI SENDIRI
Sebagai wirausahawan, ia hendaknya selalu memperhitungkan kebutuhan,
dorongan, dan aspirasi sebelum mengambil langkah-langkah penting.
Kebutuhan seperti hal-hal yang digunakan untuk membantu
wirausahawandalam memutuskan kesesuaian antara kepribadian diri dengan
peranan kewirausahaan. Pengidentifikasian tersebut berguna mempersiapkan
mental dan materi wirausahawan, serta meramalkan apakah usaha yang akan
ia geluti dapat meraup keuntungan atau tidak.
Menurut McClelland (2006) ada 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi
pencapaian tujuan ekonomi, yaitu
a. n Ach : Kebutuhan berprestasi
b. n Afill : Kebutuhan berafiliasi (hubungan baik dengan orang lain)
c. n Pow : Kebutuhan untuk berkuasa

G. PENGEMBANGAN N ACH
Mcclelland mengemukakan bahwa untuk memperkuat dan
mengembangkan potensi n Ach, diperlukan pelatihan khusus yang dalam
tahap demi tahapannyacalon wirausahawan akan dibekali bermacam cara
menambah ketrampilan dalam berwirausaha.
Tahap Pertama, calon wirausahawan diminta untuk menuliskan rencana
rencana pribadi dalam dua tahun mendatang. Serta rencana yang mungkin
datang tanpa diduga, berikut juga solusi dan harapan yang digunakan dalam
menghadapi rencana tak terduga tersebut. Rencana semua itu dituliskan dalam
bentuk yang realistis, praktis, dan spesifik. Nantinya, calon wirausahawan
akan mengecek kembali rencana yang ia tulis dalam kurun waktu 6 bulan.
Untuk mengetahui, apakah rencana tersebut benar-benar terjadi dan ia hadapi
serta ia atasi atau tidak.
Tahap Kedua, calon wirausahawan akan diajak untuk berpikir, berbicara,
dan bertindak sesuai dengan standar individu yang memiliki tingkat n Ach

19
tinggi. Langkah ini berfungsi untuk mengajak calon wirausahawan agar ia
dapat melihat keadaan atau peluang dengan sudut pandang pencapaian tujuan
Tahap Ketiga, wirausahawan diberi konsep baru dalam tiga bidang, yaitu
dasar ilmiah dan logis untuk mengaitkan n Ach dengan keberhasilan
berwirausaha melalui teori dan riset, pencitraan tentang diri mereka sendiri,
dan pencarian hal yang penting bagi mereka dalam hidup
Tahap terakhir adalah pemberian dukungan emosional kepada para calon
wirausahawan. Mereka dilatih melalui penegasan (confirmation) dan
pendasaran (essentiality) untuk menguatkan rasa percaya diri mereka. Menurut
Chris Argyris, keuntungan pengembangan n Ach yang akan dimiliki calon
wirausahawan adalah : 30 1. Mereka mampu mendefinisikan tujuan-tujuan
mereka secara terarah 2. Mampu mengorientasikan tujuan-tujuan tersebut
dengan kebutuhan, kemampuan, dan nilai-nilai 3. Mampu mendefinisikan arah
dari tujuan mereka 4. Mampu merealisasikan aspirasi yang mereka dapatkan
Manajemen dalam Kewirusahaan Kewirausahaan sangat berkaitan dengan
inovasi dan kreatifitas. Karena inovasi merupakan dikenal efektif dalam
mengerjakan suatu hal yang baru. Tetapi suatu hal yang baru itu, belum tentu
dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. Hal ini yang melahirkan salah
satu sikap yang harus ada dalam diri wirausahawan, yakni berani mengambil
risiko. Dalam pengambilan risiko, wirausahawan harus memperhitungkan
pengaruh risiko tersebut dalam jangka pendek dan jangka panjang.

KESIMPULAN
1. Dari pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan
ekonomi, khususnya di Indonesia. Kewirausahaan tidak hanya berfungsi
sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai solusi untuk mengatasi
berbagai permasalahan sosial, seperti pengangguran dan ketergantungan
ekonomi.
2. Karakteristik seorang wirausahawan, seperti motivasi, visi, kemampuan
berkomunikasi, dan optimisme, menjadi faktor kunci dalam mencapai
kesuksesan dalam berwirausaha. Selain itu, aktivitas wirausaha yang
terbagi dalam bidang produksi, perdagangan, dan jasa menunjukkan

20
bahwa ada banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh calon
wirausahawan.
3. Tantangan yang dihadapi oleh wirausahawan di Indonesia, seperti akses
terhadap modal, pendidikan kewirausahaan yang belum merata, dan
budaya yang kurang mendukung, perlu diatasi agar potensi kewirausahaan
dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pengembangan
kewirausahaan harus menjadi fokus utama dalam strategi pembangunan
nasional.

21

Anda mungkin juga menyukai