Daftar Induk Dokumen Sop: No. Judul Dokumen Hal. No. Dokumen
Daftar Induk Dokumen Sop: No. Judul Dokumen Hal. No. Dokumen
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Novendha V. M. Lullulangi Nama: Arief Rachmat Hidayat Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas rekrutmen karyawan.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses pengajuan rekrutmen, seleksi, dan penerimaan karyawan baru.
III. Definisi
HR : Human Resource
KTP : Kartu Tanda Penduduk
NPWP : Nomor Pokok Wajib Pajak
SPV : Supervisor
IV. Referensi
V. Flowchart
REKRUTMEN KARYAWAN PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 – 1.2 Spv. 1. Pengajuan Rekrutmen
FA/HR, Staff HR. 1.1. Terdapat permintaan
penambahan tenaga kerja dari
departemen.
1.2. Supervisor mengajukan
penambahan karyawan ke HR.
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Novendha V. M. Lullulangi Nama: Arief Rachmat Hidayat Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas pengajuan pengunduran diri atau resign.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses pengajuan, hingga pengunduran diri.
III. Definisi
Exit Clerance Form berfungsi untuk memastikan bahwa semua kewajiban antara karyawan dan perusahaan telah
diselesaikan sebelum karyawan secara resmi berhenti bekerja, seperti pengembalian aset-aset perusahaan maupun
gaji terakhir.
Paklaring adalah surat pengalaman kerja yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang telah berhenti
bekerja. Surat ini berisi informasi tentang masa kerja, jabatan, dan tugas karyawan selama bekerja di perusahaan.
IV. Referensi
V. Flowchart
PROSEDUR RESIGN PIC DOKUMEN CATATAN
1.1-1.4 Spv. FA [Link].01 1. Pengajuan Resign
HRD, Staff HR [Link].04 1.1. Resign diajukan kepada atasan.
1.2. Untuk Staff dan THL Resign
diajukan kepada HR maksimal 30
hari sebelumnya. Sedangkan
untuk Supervisor dan Manajer,
resign harus diajukan maksimal
60 hari sebelumnya.
1.3. Karyawan mengisi formulir
pengajuan resign.
1.4. Serahkan formulir pegunduran
diri kepada HR.
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Novendha V. M. Lullulangi Nama: Arief Rachmat Hidayat Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas absensi karyawan pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses pendaftaran absensi, hingga penutupan pencatatan absensi bulanan.
III. Definisi
HR : Human Resource
BIOV : Sistem pengelolaan kepegawaian
PKWT : Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
THL : Tenaga Harian Lepas
SP : Surat Peringatan
PHK : Pemutusan Hubungan Kerja
IV. Referensi
V. Flowchart
ABSENSI PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 – 1.5 Spv. 1. Pendaftaran Absensi
[Link].01
HR, Staff HR [Link].04 1.1. Karyawan baru yang direkrut
` harus melakukan pendaftaran
absensi terlebih dahulu.
1.2. HR menyimpan data absensi
karyawan.
1.3. HR mendaftarkan sidik jari
karyawan baru.
1.4. Terdapat tiga keterangan absensi,
yaitu “Hadir”,”Izin”, dan “Alpa”.
1.5. Hadir merupakan keterangan
untuk karyawan yang masuk
kerja.
1.6. Kehadiran karyawan dicatat ke
dalam sistem BIOV.
2. Proses Perizinan
2.1. Izin merupakan keterangan
absensi dimana karyawan telah
mengajukan perizinan kepada
HR untuk tidak masuk kerja.
2.2. Karyawan mengajukan izin
kepada atasan.
- Bagi THL, dengan mengajukan
izin, karyawan yang
bersangkutan tidak dianggap
“Alpa”.
- Bagi PKWT, izin akan dianggap
sebagai pengajuan cuti.
2.3. Cuti merupakan hak karyawan
untuk tidak masuk kerja dengan
alasan-alasan tertentu, cuti
diatur dalam kontrak kerja.
2.4. Pengajuan surat izin cuti
maksimal 7 hari sebelumnya.
2.5. HR melakukan konfirmasi cuti
kepada atasan. Meminta
persetujuan supervisor-nya dan
manajer pancang. Cuti akan
dihitung sebagai hari kerja.
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Greace Oviane Ajawaila Nama: Alexander D. Kroons Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas pembelian kebutuhan pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses pengajuan, pembelian, dan penerimaan kebutuhan pancang.
III. Definisi
FA: Finance
GA: General Affair
PR: Purchase Requisition
PO: Purchase Order
IV. Referensi
V. Flowchart
PEMBELIAN KEBUTUHAN PANCANG PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 - 1.7 1. Proses Pengajuan
Manajer [Link].01 Pembelian Kebutuhan
Pancang, Spv. [Link].07
1.1. Setiap Sabtu Staff GA akan
FA/HR, Staff mengumpulkan form permintaan
Purchasing, Spv. barang/jasa dari setiap
Departemen departemen.
yang 1.2. Staff GA mencari vendor yang
mengajukan [Link].04 sesuai dengan kebutuhan dan
permintaan ketersediaan anggaran.
barang/jasa. 1.3. Lakukan pemilihan vendor
terbaik berdasarkan kriteria yang
telah ditentukan.
1.4. Staff GA menerbitkan Purchase
Requisition (PR).
1.5. Ajukan PR kepada Spv. FA/HR dan
Manajer Operasional Pancang.
1.6. Apabila PR tidak disetujui,
lakukan revisi dan cari ulang
vendor yang sesuai dengan
kebutuhan dan ketersediaan
anggaran.
2.1 - 2.7 Staff [Link].03 1.7. Apabila PR disetujui, terbitkan
Purchasing, [Link].07 Purchase Order (PO).
Staff Finance 2. Proses Pembelian Barang
2.1. Ajukan pembelian barang (PO)
kepada Staff Finance.
2.2. Lakukan pembelian barang
[Link].04 2.3. Pantau progres pengiriman
barang/jasa.
2.4. Apakah barang/jasa tiba sesuai
waktu dan spesifikasi?
2.5. Apabila barang/jasa tidak sesuai
dengan kesepatan, segera
hubungi vendor dan lakukan
penyesuaian sesuai dengan
kesepakatan pembelian.
2.6. Lakukan serah terima barang
kepada divisi yang melakukan
permintaan. Isi form serah terima
barang.
2.7. Staff GA menyimpan semua bukti
pembelian dan penerimaan.
KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT
Jenis Dokumen : Standar Operasional Prosedur Halaman : 1 dari 1
Tanggal Efektif : 01 Agustus 2024 Tanggal Peninjauan : 01 Agustus 2025
No. Dokumen : [Link].05 Pemilik Dokumen : Arief R. Hidayat
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Roslin Hontong Nama: Arief Rachmat Hidayat Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan dan memastikan tentang penanganan kondisi darurat yang benar dan tepat.
II. Ruang Lingkup
Kondisi darurat yang mungkin timbul di area kerja PT. Halmahera Agro Lestari Perkasa.
III. Definisi
TTD: Tim Tanggap Darurat
IV. Referensi
V. Flowchart
KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT PIC DOKUMEN CATATAN
1.1-1.7 Tim 1. Perencanaan Prosedur
[Link].06
Tanggap Kesiapsiagaan dan Tanggap
Darurat Darurat
1.1. Melakukan identifikasi potensi
keadaan darurat yang mungkin
terjadi di area pancang.
1.2. Membuat perencanaan
penanganan keadaan darurat.
1.3. Melakukan sosialisasi prosedur
keadaan darurat kepada semua
orang yang beraktivitas di
pancang.
1.4. Lakukan uji coba prosedur
keadaan darurat secara periodik.
1.5. Evaluasi hasil uji coba terhadap
tujuan dari prosedur
kesiapsiagaan dan tanggap
darurat.
1.6. Lakukan analisis efektivitas
prosedur
- Apabila prosedur sudah efektif,
lanjutkan ke proses 1.7
- Apabila prosedur belum efektif,
lakukan proses 1.2
KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 -3.6 Tim 2. Penanganan Keadaan
Tanggap [Link].06
Darurat Oleh Tim Tanggap
Darurat, Darurat (TTD) dan Satgas
Karyawan 2.1. Satgas adalah security,
dimana setiap security telah
memahami tata cara
penanganan keadaan darurat.
2.2. Ketua TTD melakukan
koordinasi dengan Manajer
Pancang mengenai
penanganan keadaan darurat.
2.3. Ketua TTD dan Manajer
Pancang melakukan analisis
kebutuhan terkait bantuan
penanganan oleh pihak
eksternal. Pihak eksternal
yaitu Pemadam Kebakaran,
Polisi, RSUD dll.
- Apabila tidak diperlukan,
maka Satgas akan melakukan
penanganan keadaan
darurat.
- Apabila diperlukan, maka
Satgas dapat menghubungi
pihak eksternal.
2.4. Satgas melakukan
penanganan keadaan darurat.
2.5. Buat berita acara penanganan
keadaan darurat dan berikan
kepada supervisor terkait.
3. Penanganan Keadaan
Darurat Oleh Pihak
Eksternal
3.1. Satgas menghubungi pihak
eksternal untuk membantu
penanganan keadaan darurat.
3.2. Saat bantuan eksternal tiba di
pancang, tim satgas
mengarahkan bantuan
eksternal ke area terjadinya
keadaan darurat.
3.3. Lakukan penanganan kondisi
darurat.
3.4. Lakukan analisis, apakah
kondisi darurat telah teratasi?
- Apabila belum teratasi,
lakukan proses 3.3
- Apabila telah teratasi,
lakukan proses 3.5
3.5. Setelah kondisi darurat
teratasi, lakukan proses
investigasi mengenai
penyebab terjadinya keadaan
darurat.
3.6. Buat berita acara penanganan
keadaan darurat dan berikan
kepada supervisor terkait.
PENGOLAHAN KOPRA
Jenis Dokumen : Standar Operasional Prosedur Halaman : 1 dari 1
Tanggal Efektif : 01 Agustus 2024 Tanggal Peninjauan : 01 Agustus 2025
No. Dokumen : [Link].01 Pemilik Dokumen : Alexander D. Kroons
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas pengolahan kopra di Pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses penerimaan kelapa reject off, pembuatan kopra, dan pengiriman kopra.
III. Definisi
HR : Human Resource
PKWT : Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
FA : Finance Accounting
THL : Tenaga Harian Lepas
SP : Surat Peringatan
IV. Referensi
V. Flowchart
PENGOLAHAN KOPRA PIC DOKUMEN CATATAN
1. Proses Pengolahan Kopra 1.1 – 1.2 Spv. 1. Persiapan Bahan Baku
Kopra, Leader [Link].01
Kopra
Kopra, Operator [Link].02
1.1. Operator mengarahkan
[Link].09 kendaraan yang membawa
kelapa Reject Good dan Reject
Off ke tempat penyimpanan
bahan baku kopra.
1.2. Operator membawa kelapa dari
area penyimpanan ke area
"Belah-Korek".
1.3. Tim Belah-Korek melakukan
1.3 – 1.4 Leader [Link].02 proses pembelahan dan
Kopra, Tim [Link].04 pengorekan isi kelapa.
Belah-Korek, [Link].05 Menghasilkan Brown Meat. Tim
Operator [Link].06 Belah-Korek melaporkan jumlah
kelapa yang telah diproses
selama satu hari kerja kepada
Admin Kopra.
1.4. Operator membawa Brown Meat
ke Para-Para. Lalu, susun Brown
Meat di atas Para-Para.
2. Proses Pemasakan Kopra
(Fufu)
2.1. Nyalakan tungku para-para.
2.1 – 2.3 [Link].02 Masak kelapa hingga menjadi
Leader, Tim [Link].07 kopra. Pastikan nyala api tetap
Fufu, Operator [Link].09 stabil dan tidak membakar kelapa
secara langsung.
2.2. Setelah kopra matang, matikan
tungku dan dinginkan kopra.
2.3. Operator membawa kopra ke
area Sortir.
2.4. Tim Sortir melakukan pengecekan
2.4 – 2.6 [Link].02
kualitas kopra.
Leader, Tim [Link].06 2.5. Standar kualitas kopra:
Sortir, Operator [Link].08 - Warna kecoklatan, tidak gosong.
- Kulit kopra berkeriput.
2.6. Apabila ditemukan kopra yang
belum matang, pindahkan ke
area para-para untuk dilakukan
pemasakan ulang.
3. Proses Penyimpanan dan
3.1 – 3.3 Spv. [Link].01 Pengiriman Kopra
Kopra, Leader [Link].02 3.1. Simpan kopra yang memenuhi
Kopra, Admin standar. Masukan ke dalam
[Link].03
karung, susun dengan rapih di
Kopra, Operator [Link].09
area penyimpanan kopra.
3.2. Operator melakukan
penimbangan berat kopra untuk
setiap karung. Admin melakukan
pencatatan hasil timbangan dan
membuat surat jalan pengiriman
kopra. Surat jalan ditandatangani
oleh Spv. Kopra dan Admin Kopra.
3.3. Operator memuat karung karung
kopra ke mobil angkutan sesuai
dengan surat jalan.
MAINTENANCE
Jenis Dokumen : Standar Operasional Prosedur Halaman : 1 dari 1
Tanggal Efektif : 01 Agustus 2024 Tanggal Peninjauan : 01 Agustus 2025
No. Dokumen : [Link].01 Pemilik Dokumen : Alexander D. Kroons
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Alif Malik Nugraha Nama: Alexander D. Kroons Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas perawatan serta perbaikan di area pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses pemeriksaan rutin, pengajuan perbaikan, perbaikan, dan pelaporan pasca
perbaikan.
III. Definisi
SPK: Surat Perintah Kerja
IV. Referensi
V. Flowchart
MAINTENANCE PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 - 1.4 Spv. 1. Proses Pengecekan dan
[Link].01
Maintenance, Perawatan Rutin.
[Link].03
Admin 1.1. Teknisi melakukan perawatan dan
[Link].04
Maintenance, pengecekan rutin untuk peralatan
Teknisi & mesin yang ada di Pancang.
1.2. Melaporkan hasil perawatan dan
pengecekan rutin kepada Admin
Maintenance.
1.3. Teknisi menerima SPK Perbaikan
dari Admin Maintenance yang
telah dibuat oleh user.
1.4. Teknisi melakukan pengecekan
terhadap alat-alat penunjang
produksi yang terindikasi
bermasalah atau rusak.
2. Proses Perbaikan.
2.1. Apabila memerlukan sparepart,
teknisi meminta spare part ke
Admin dengan mengisi serah
terima barang sparepart.
2.2. Melaporkan hasil perawatan dan
pengecekan rutin kepada Admin
Maintenance.
2.3. Melakukan tindakan perbaikan
sesuai indikasi yang terjadi, dan
mengambil langkah solutif dan
efisien.
2.4. Membuat berita acara apabila
alat-alat produksi telah diperbaiki
dan berfungsi kembali sekaligus
melaporkan ke Admin
Maintenance.
PENERIMAAN KELAPA
Jenis Dokumen : Standar Operasional Prosedur Halaman : 1 dari 1
Tanggal Efektif : 01 Agustus 2024 Tanggal Peninjauan : 01 Agustus 2025
No. Dokumen : [Link].01 Pemilik Dokumen : Alexander D. Kroons
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas penerimaan kelapa di Pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini mulai berlaku saat kendaraan kembali ke pancang dari lokasi panen sampai proses penyimpanan kelapa.
III. Definisi
PLC: Programmable Logic Controller
IV. Referensi
V. Flowchart
PENERIMAAN KELAPA PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 - 1.9 1. Area Nut Receiving
- Operator [Link].04 1.1. Viar/pickup masuk membawa
Sortir [Link].05 muatan kelapa dan naik ke
- Driver [Link].06 timbangan.
Viar/pickup [Link].07 1.2. Driver keluar dari kendaraan dan
- Operator [Link].08 menuju loket timbangan untuk
Timbangan [Link].09 menukar surat jalan dengan tiket.
- Security [Link].07 Tiket dibawa setiap kali
[Link].06 penimbangan dan diserahkan ke
- Operator
pengawas sortir setiap
Bongkar
pembongkaran.
1.3. Operator timbangan melakukan
penimbangan kelapa masuk dan
menginput data di komputer.
1.4. Setelah melakukan timbang isi,
driver menuju area sortir.
1.5. Pengawas sortir akan
mengarahkan driver untuk
melakukan unloading di nomor
mesin/line sesuai tiket.
1.6. Pengawas menginput data tiket di
Panel PLC.
1.7. Tim bongkar melakukan
unloading kelapa dari
viar/pickup.
1.8. Kelapa diletakkan di conveyor,
kelapa akan disortir secara
manual.
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas loading kelapa di Pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses loading kelapa sampai selesai pengiriman kelapa
III. Definisi
IV. Referensi
V. Flowchart
LOADING PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 – 1.3 Spv. 1. Proses Loading
Pancang, [Link].01 1.1. Supervisor pancang sudah
Leader Pancang [Link].02 menyiapkan list kelapa keluar
berdasarkan jumlah kelapa di
masing-masing line.
1.2. Supervisor pancang
berkoordinasi atau meminta truk
yang disesuaikan dengan list
kelapa keluar kepada pihak
pengirim truk.
1.3. Supervisor akan memberikan list
kelapa keluar kepada PIC loading,
untuk pembagian tim dan tugas
loading.
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas panen kelapa yang dilakukan oleh tim panen pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses persiapan peralatan panen, panen, dan proses distribusi kelapa ke pancang.
III. Definisi
Paras: Kegiatan mempersiapkan, mengelola, dan memelihara lahan kebun agar siap dipanen.
Panjat: Kegiatan memanen kelapa dengan cara dipanjat.
Kumpul: Kegiatan mengumpulkan dan membersihkan kelapa agar siap dibawa ke pancang.
APD: Alat Pelindung Diri
IV. Referensi
V. Flowchart
PANEN PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 - 1.2 1. Proses Persiapan Panen
- Tim Panen [Link].01
1.1. Persiapan peralatan oleh masing-
(Paras, Panjat, [Link].02
masing tim panen.
[Link].03
Kumpul) 1.2. Tim panen segera menggunakan
[Link].04
- Spv. Panen APD.
[Link].05
- Admin Panen 1.3. Tim panen berangkat ke lokasi
[Link].06
- Pengawas panen sesuai jadwal
Panen menggunakan viar/pickup.
1.4. Tim panen tiba di lokasi panen.
1.5. Pengawas panen akan melakukan
observasi singkat lokasi panen
diantaranya:
- Menentukan titik awal paras
- Menentukan titik awal panjat
- Menentukan titik awal kumpul
dan muat.
1.6. Tim panen melakukan panen
sesuai dengan hasil observasi dan
arahan pengawas.
1.3 - 1.6
[Link].03
- Tim Panen
[Link].04
(Paras, Panjat, [Link].05
Kumpul) [Link].06
- Admin Panen [Link].07
- Pengawas [Link].08
Panen [Link].09
- Driver [Link].10
Viar/Pickup [Link].11
[Link].12
PANEN PIC DOKUMEN CATATAN
2.1 - 2.6 2. Proses Perhitungan dan
- Tim Panen [Link].03
Penginputan Hasil Panen
(Paras, Panjat, [Link].04
[Link].05
2.1. Setelah panen selesai,
Kumpul) pengawas panen akan
- Admin Panen [Link].06
melakukan pengukuran:
- Pengawas [Link].07 - Pengukuran hasil luas lahan
[Link].08 yang sudah diparas
Panen
[Link].09 menggunakan aplikasi
- Driver
[Link].10 fulcrum
Viar/Pickup
[Link].11 - Perhitungan hasil jumlah
pohon yang sudah dipanjat
[Link].12 - Pencatatan jumlah kelapa
yang dimuat di viar/pickup,
dan memastikan kelapa bersih
dari tangkai
2.2. Pengawas menandatangani
surat jalan viar/pickup untuk
pengiriman kelapa ke
pancang.
2.3. Pengawas panen akan
menginput hasil pekerjaan
dan aktivitas perjam setiap
pekerja (paras, panjat dan
kumpul) menggunakan
aplikasi fulcrum.
2.4. Tim panen merapikan
peralatan dan bersiap untuk
kembali ke pancang.
2.5. Tim panen di jemput oleh
driver viar/pickup untuk
kembali ke pancang.
2.6. Tim panen tiba di pancang.
2.7 - 2.8 2.7. Tim panen mengembalikan
[Link].01
- Tim Panen peralatan dan APD ke admin
[Link].02
(Paras, Panjat, [Link].03
panen.
Kumpul) [Link].04 2.8. Setelah itu, tim panen akan di
- Spv. Panen [Link].05
briefing oleh SPV panen
- Admin Panen terkait jadwal, lokasi panen,
[Link].06
- Pengawas dan pembagian tim untuk
Panen esok hari.
OPERASIONAL SCHEDULING KELAPA
Jenis Dokumen : Standar Operasional Prosedur Halaman : 1 dari 1
Tanggal Efektif : 01 Agustus 2024 Tanggal Peninjauan : 01 Agustus 2025
No. Dokumen : [Link].01 Pemilik Dokumen : Alexander D. Kroons
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Neni Riani Sakola Nama: Alexander D. Kroons Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas penjadwalan panen.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari penjadwalan sosialisasi pencarian petani kelapa sampai pembagian jadwal panen.
III. Definisi
IV. Referensi
V. Flowchart
SCHEDULING PIC DOKUMEN CATATAN
1.1-1.6 1. Proses Pengumpulan Data
[Link].02
-Staff Marketing Scheduling
-Farmer 1.1. Tim marketing melakukan
Relationship pendekatan dengan perangkat
desa untuk membantu
memperkenalkan PT. HALP lewat
sosialisasi petani.
1.2. Setelah berkoordinasi dengan
perangkat desa, tim marketing
akan menyusun jadwal sosialisasi
dan menyiapkan keperluan
sosialisasi.
1.3. Sebelum sosialisasi, tim
memastikan dan pengecekkan
kembali semua persiapan dan
kebutuhan acara.
1.4. Pada saat petani memasuki
ruangan, tim akan melakukan
pengambilan data dan
memberikan alat tulis dan form
untuk diisi masing-masing.
1.5. PIC marketing menyampaikan
materi sosialisasi dari pengenalan
profil PT. HALP, program dan
keuntungan petani yang
bergabung dengan pancang.
1.6. Setelah selesai sosialisasi, tim
akan mengumpulkan semua form
petani yang sudah diisi.
1.7-1.9
[Link].02
1.7. Form yang sudah dikumpulkan
-Admin oleh marketing akan diberikan
Scheduling [Link].04
kepada admin scheduling untuk
-Staff di-input.
Scheduling 1.8. Dari form yang dikumpulkan,
terdapat petani yang bersedia
bergabung dengan pancang.
1.9. Tim scheduling akan
menghubungi petani yang ingin
begabung via telpon untuk
validasi data petani.
2.1-2.18 [Link].01
2. Proses Pengumpulan Data
-Staff [Link].02 Scheduling
Scheduling [Link].01 2.1. Selanjutnya PIC staff scheduling
-Spv. Scheduling [Link].01 dan marketing akan melakukan
-Spv. Panen [Link].01 penjadwalan survey dengan
-Spv. Logistik [Link].02 petani untuk memastikan
-Spv. kesesuaian data yang terima
dengan lapangan.
Penerimaan
Kelapa 2.2. Saat temu survey dengan petani,
tim akan memastikan kesesuaian
-Admin Panen
datadengan lokasi apakah sesuai
-Manager atau ada perubahan.
2.3. Data survey akan diupdate sesuai
dengan hasil survey lapangan.
2.4. Selanjutnya penjadwalan kelapa
akan disusun berdasarkan urutan
hasil survey dan disesuaikan
dengan kebutuhan target
pancang per minggu.
SCHEDULING PIC DOKUMEN CATATAN
2.5. Supervisor akan memberikan
informasi jadwal panen kepada
department terkait, yaitu:
logistik, paras, panjat,
kumpul/muat dan pancang
(penerimaan kelapa).
2.6. Setiap department yang sudah
menerima jadwal akan
menyiapkan realisasi manpower,
administrasi dan kebutuhan
perlengkapan atau peralatan
disetiap lokasi panen untuk
eksekusi keberangkatan, panen
dan penerimaan kelapa.
2.7. Setiap tim akan berangkat sesuai
jadwal masing-masing yang
diantar oleh tim logistik.
2.8. Hasil panen masing-masing divisi
dimasukkan ke laporan realisasi.
2.9. Laporan realisasi akan dievaluasi
bersama oleh setiap divisi
logistik, paras, panjat, kumpul,
penerimaan kelapa dan manager
pancang.
2.10. Setiap hasil panen petani yang
sudah ter realisasi sesuai jadwal
akan dijadwalkan untuk panen di
bulan selanjutnya.
2.11. Untuk petani yang tidak mau
bergabung akan dihubungi tim
marketing via telpon.
2.12. Tim marketing melakukan jadwal
temu petani untuk membangun
hubungan, kepercayaan dan
minat petani.
2.13. Saat temu petani, tim marketing
akan mencari tahu alasan petani
tidak bergabung dengan pancang.
2.14. Setelah menemukan kendala atau
masalah petani, tim marketing
akan koordinasi dengan manager
pancang untuk mencari
penyelesaian masalah petani.
2.15. Setelah mendapatkan solusi,
solusi disampaikan oleh tim
marketing dan masalah akan
diselesaikan solusi tersebut.
2.16. Setelah masalah selesai dan
petani sudah menyetujui untuk
bergabung, tim akan melanjutkan
ke tahap berikutnya.
2.17. Untuk jadwal panen yang tidak
terealisasi akan diahlikan atau
dipindahkan ke hari berikutnya
untuk diselesaikan.
2.18. Penambahan jadwal untuk hari
berikutnya disesuaikan dengan
target pancang. List tunggu
petani lainnya direschedule
menyesuaikan realisasi jadwal
panen dihari sebelumnya.
PEMBAYARAN KELAPA
Jenis Dokumen : Standar Operasional Prosedur Halaman : 1 dari 1
Tanggal Efektif : 01 Agustus 2024 Tanggal Peninjauan : 01 Agustus 2025
No. Dokumen : [Link].02 Pemilik Dokumen : Alexander D. Kroons
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Neni Riani Sakola Nama: Alexander D. Kroons Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas pembayaran kelapa dari PT HALP kepada Petani.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses penerimaan kelapa, administrasi kelapa, hingga pembayaran kepada petani.
III. Definisi
NTK: Nota Terima Kelapa
PO: Purchase Order
Voucher: Bukti Pengeluaran
IV. Referensi
V. Flowchart
PEMBAYARAN KELAPA PIC DOKUMEN CATATAN
1.1-1.4 Spv. 1. Proses Penerbitan dan
[Link].01
Pancang, Admin Pengecekan NTK
[Link].02
Pancang 1.1. Admin Pancang menerbitkan NTK
dalam tiga rangkap untuk
Pancang, Bagian Finance, dan
Kasir.
1.2. Lakukan verifikasi NTK.
1.3. Pengecekan kesesuaian NTK
yaitu:
- No PO
- Jumlah butir kelapa sesuai data
stream.
1.4. Apabila terdapat kesalahan
dalam NTK, lakukan revisi dan
cetak ulang NTK.
Riwayat Revisi
No. Nomor Revisi Tanggal Revisi Halaman Catatan Perubahan
Nama: Neni Riani Sakola Nama: Alexander D. Kroons Nama: Luna Adhi
Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025 Tanggal: 11 Januari 2025
I. Tujuan
Prosedur ini menjelaskan tentang aktivitas penerimaan petani di area pancang.
II. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku mulai dari proses kedatangan petani dan pelayanan terhadap kebutuhan petani yang berkaitan
dengan pancang.
III. Definisi
IV. Referensi
V. Flowchart
PENERIMAAN PETANI PIC DOKUMEN CATATAN
1.1 – 1.3 1. Proses Kedatangan Petani
[Link].06
Security 1.1. Saat petani memasuki pancang,
Security akan menyambut dan
melakukan pendataan singkat di
pos keamanan.
1.2. Security akan mengarahkan
petani ke gedung pertemuan.
1.3. Security melaporkan kedatangan
petani kepada Divisi Marketing.