PERANCANGAN RUMAH MEWAH 2 LANTAI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH TIPOLOGI BANGUNAN TROPIS
DISUSUN OLEH:
RIRIN DWI ANGGRAINI
4202427029
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
PRODI SARJANA TERAPAN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
Tugas Besar
TIpologi
B angunan
T Ropis
Rumah Mewah Tropis
DOSEN : INDRAYADI, S.T.,M.T.
MAHASISWA : RIRIN DWI ANGGRAINI
NIM : 4202427029
KELAS : 3B
StudiLiteratur
Rumah
TROPIS
DEFINISI
Konsep rumah tropis adalah pendekatan desain rumah yang
yang dirancang khusus untuk beradaptasi dengan iklim tropis
yang berciri panas dan lembap. Tujuannya untuk menciptakan
hunian yang nyaman dan efisien dengan memanfaatkan
elemen-elemen alami.
KARAKTERISTIK
1 Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik
2 Penggunaan Atap Miring dan Plafon Tinggi
3 Penerapan Tata Ruang Terbuka
4 Material dan Pencahayaan Alami
5 Penggunaan Warna-warna Netral
Rumah Tropis Basah
Rumah tropis basah adalah jenis desain rumah yang dirancang untuk
beradaptasi dengan iklim tropis lembap dengan curah hujan tinggi,
seperti di Indonesia.
TUJUAN
Tujuan dirancangnya bangunan rumah dengan konsep tropis adalah
menciptakan hunian yang mampu menyesuaikan diri dengan iklim
panas lembap.
KLASIFIKASI BERDASARKAN GAYA ARSITEKTUR
1 Rumah Tropis Tradisional
Rumah tropis dengan gaya arsitektur tradisional adalah rumah yang dirancang
berdasarkan budaya dan kearifan lokal di wilayah beriklim panas-lembap, dengan bentuk
bangunan, struktur, dan material yang berfungsi merespons kondisi iklim secara alami.
2 Rumah Tropis Modern
Rumah tropis dengan gaya arsitektur modern adalah rumah yang menggabungkan
prinsip kenyamanan iklim tropis dengan gaya desain yang sederhana, fungsional, dan
minimalis dengan menggunakan material serta ornamen yang lebih diperbarui
berdasarkan era modern
3 Rumah Tropis Kontemporer
Arsitektur tropis kontemporer adalah gaya desain yang menggabungkan prinsip-prinsip
arsitektur tropis tradisional dengan estetika modern
Studi Kasus 1
ARSITEK : Rakta Studio
LOKASI : Kec. Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat
LUAS : 1000 m2
TAHUN : 2025
Hunian ini mengaplikasikan arsitektur tropis modern dengan
perpaduan sempurna antara ruang dalam dan ruang luar.
Desainnya memanfaatkan cahaya dan ventilasi alami melalui fasad
kaca yang luas.
Ruang keluaraga, ruang dapur dan ruang makan dibuat dengan
model open space dengan view menghadap langsung ke area
kolam yang memberi kesan nyaman, harmoni serta luas.
Halaman bukan sekadar pusat estetika—namun berfungsi
sebagai penyangga iklim, menawarkan pendinginan pasif melalui
ventilasi silang dan efek evaporatif dari air, menjadikan rumah
hemat energi sekaligus mempertahankan kenyamanan mewah.
Sumber : ArchDaily
WARNA & MATERIAL
abu-abu muda
krem
coklat kemerahan
abu-abu tua
Beton
DENAH
Lantai 1 Lantai 2
BANGUNAN
Studi Kasus 2
ARSITEK : Gets Architect
LOKASI : Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
LUAS : 600 m2
TAHUN : 2020
Hunian ini mengaplikasikan arsitektur tropis modern. Yang paling
menonjol pada rumah ini adalah permainan pembayangannya.
Rumah ini menggunakan sistem open space yang menghadap ke
kolam dan tanaman di sampingnya yang memberikan kesan luas
dan Juga harmonis.
Ruang terbuka yang cukup besar pada area kolam memberikan
manfaat yang banyak bagi rumah ini. Kolam dan tanaman disini
sangat berperan penting dalam menurunkan suhu udara sehingga
lingkungan sekitarnya menjadi sejuk dan segar
Sumber : ArchDaily
Studi Kasus 2
WARNA DAN MATERIAL
abu-abu muda Granit
krem Wpc
coklat kemerahan Kaca film
abu-abu tua
putih
BANGUNAN
DENAH 3D
Studi Kasus 3
ARSITEK : Atelier Riri
LOKASI : Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten
LUAS : 320 m2
TAHUN : 2014
Hunian ini dijuluki rumah bernapas, karena Lantai dasar, sebagai
area publik, dirancang untuk "bernapas" secara alami melalui
ventilasi besar yang disediakan oleh pola lubang di beberapa area
bangunan. Seluruh ruang terpusat pada lubang-lubang besar yang
dilengkapi jendela atap. Di bawah jendela atap terdapat kolam
renang dalam ruangan, yang juga bertujuan untuk menurunkan
suhu ruangan secara alami.
Area kamar tidur pribadi, ruang kerja, dan ruang keluarga berada
di lantai dua. Di lantai tiga, dibuat taman atap yang berfungsi
sebagai area terbuka tambahan bagi penghuni untuk beraktivitas
di luar ruangan dan berkumpul bersama keluarga
Sumber : ArchDaily
Studi Kasus 3
WARNA DAN MATERIAL
Krem Vinyl
Coklat
Granit
kemerahan
Abu abu hitam Kayu
Putih Kaca
BANGUNAN
DENAH
Studi Banding
KETERANGAN STUDI KASUS 1 STUDI KASUS 2 STUDI KASUS 3
EKSTERIOR
INTERIOR
Penggunaan void Penggunaan void Penggunaan void
adanya kolam renang adanya kolam renang adanya kolam renang
banyaknya vegatsi banyaknya vegatsi penggunaan sistem roof
ASPEK penggunaan kaca untuk penggunaan kaca garden
untuk cahaya penggunaan kaca untuk
PENGENDALIAN cahaya
palet warna earth tone palet warna neutral cahaya
IKLIM tone palet warna neutral tone
open space untuk sirkulasi
udara open space untuk penggunaan atap skylight
penggunaan ventilasi silang sirkulasi untuk pencahayaan
penggunaan roster penggunaan roster untuk
untuk pergantian pergantian uadara
uadara
DATA
EKSISTING
GSB : 3 m
KDB : 80% Vegetasi berupa pohon kelapa di
1
KLB : 3,20 arah timur dan utara tapak (tidak
KDH : 20% mengganggu)
Hutan pepohonan di bagian barat
tapak (cukup mengganggu)
Matahari siang dengan intensitas tinggi
Jalur drainase terdapat di arah
timur (depan tapak) dan selatan Angin dari arah utara
(samping kiri tapak)
Matahari terbit (arah timur)
intensitas rendah
Matahari barat dengan
intensitas tinggi Angin dari arah timur
Kebisingan rendah diarah timur
(40dB)
Angin dari arah selatan
View di arah timur : kebun sereh
Gang Pertama Jaya, Kota Baru,
View di arah selatan : rumah warga & jalan komplek Kec. Pontianak Sel., Kota
View di arah barat : lahan kosong Pontianak, Kalimantan Barat
View di arah utara : rumah warga 78115
Luas : 590,46 m2
ANALIS
MATAHARI
DATA ANALISIS RESPON
Barat
Sinar matahari pagi terbit dari
arah timur di sebelah kiri tapak
dengan intensitas cahaya sedang.
Matahari terbenam di arah barat
di bagian belakang kanan tapak
dengan intensitas cahaya paling
tinggi 1) Penggunaan window shading di
bagian yang terpapar sinar matahari
Timur
2) Penempatan kamar di area yang
Area yang terpapar matahari pagi aman dari paparan sinar matahari
dengan intensitas tinggi
dengan level panas rendah, tetapi
tetap memerlukan treatment
Area yang terpapar matahari siang
dengan level panas sedangi
Area yang terpapar matahari barat
dengan level panas tertinggi
3) Penempatan ruang servis di
bagian barat terutama ruang jemur
ANALIS
ANGIN
DATA ANALISIS RESPON
Barat daya
Data diambil berdasarkan hasil
survei selama 4 hari, didapatkan
bahwa :
Hari Senin, arah angin bertiup
dari timur laut
Hari Selasa, angin bertiup dari
arah timur
Hari Rabu, angin bertiup dari Membuat bukaan disetiap sisi
Timur Laut bangunan untuk pergerakan angin
arah barat daya Timur sehingga udara di rumah segar
Hari Kamis, angin bertiup dari
Kondisi pergerakan angin
arah barat daya
berdasarkan data hasil survei, angin
di iklim tropis cenderung berubah-
ubah setiap harinya
pembauatan ventilasi di bagian atas
untuk jalur pergantian udara
karena sifat udara bergerak ke atas
ANALIS
HUJAN &
DRAINASE
DATA ANALISIS RESPON
1) Lokasi berada di daerah yang
curah hujannya tinggi dengan
kondisi tanah yang padat.
2) Terdapat drainase di samping
kiri, kanan, dan depan tapak
Potensi adanya genangan di
sekitar tapak sangat besar
Pembuatan
Curah hujan di lokasi studi tergolong resapan berupa
tinggi dengan sebaran hujan yang taman
tidak merata sepanjang tahun .
Frekuensi hujan yang cukup sering
mengindikasikan perlunya sistem
drainase yang baik serta Kolam sebagai
perlindungan bangunan terhadap penampung air hujan
tampias dan genangan air. dan menunda air hujan
mengalir langsung ke
permukaan
ANALIS
VEGETASI
DATA ANALISIS RESPON
1) Terdapat Vegetasi berupa
pohon kelapa di arah timur dan
utara tapak (tidak mengganggu)
2) Terdapat Hutan pepohonan di
bagian barat tapak (cukup
mengganggu)
1) Pembuatan pagar tinggi diarah
daerah hutan pohon hutan pohon untuk mitigasi risiko
Vegetasi pada tapak terdiri dari pohon kelapa di
sisi timur dan utara yang tidak mengganggu
aktivitas maupun perencanaan, sementara di sisi
barat terdapat hutan pepohonan dengan
kerapatan cukup tinggi yang berpotensi
mengganggu pengembangan tapak karena
membatasi ruang dan akses, sehingga
diperlukan penanganan selektif
ZONING
LANTAI 2
LANTAI 1
DENAH
1) Parkiran
2) Taman Depan
14`15 3) Teras
17 4) Ruang tamu
16 13 5) Powder room
11 8 6) Kamar Tidur Utama
9 12
7) Walking Closet
8) Ruang Keluarga
10
9) Ruang Makan
5
4 10) Kamar Tamu
7 6 11) Mushola
3 12) Dapur Kering
13) Dapur Basah
14) Kamar Tidur ART
1 2
15) Kamar Tidur Sopir
16) Teras Belakang
17) Kolam Renang
LANTAI 1
DENAH
1) Balkon
2) Kamar Tidur Anak 1
6
3) Kamar Tidur Anak 2
7
4) Ruang Keluarga
5 5) Kamar Tidur Anak 3
4
6) Ruang Jemur
7) Fitness dan Balkon
2 3
LANTAI 2
POTONGAN
POTONGAN A-A
POTONGAN
POTONGAN B-B
SKEMA
SIRKULASI
UDARA
ARAH KELUAR ANGIN DI
VENTILASI BESAR LANTAI 2
BUKAAN &
VENTILASI DI
TERAS
BELAKANG
BUKAAN & VENTILASI DI
TERAS DEPAN
POTONGAN A-A
SKEMA
SIRKULASI
ANGIN
VENTILSI BESAR
PINTU JENDELA KAMAR
BUKAAN
TERAS
SAMPING
PINTU + VENTILASI
POTONGAN B-B
PERSPEKTIF
EKSTERIOR
PERSPEKTIF
INTERIOR
10 KELEBIHAN
DESAIN
Ventilasi alami yang optimal Mencegah genangan di sekitar bangunan
Desain bukaan silang (cross ventilation) Air hujan tidak menumpuk di halaman atau
memungkinkan aliran udara lancar sehingga pondasi rumah.
mengurangi kebutuhan kipas atau AC.
Meningkatkan kualitas ruang luar
Pencahayaan alami maksimal Taman menjadi tempat relaksasi yang nyaman
Jendela besar, skylight, dan tata ruang terbuka dan menyenangkan.
membuat rumah terang di siang hari tanpa banyak
lampu. Ruang terasa lebih luas dan lega
Tanpa banyak dinding, ruang kecil pun terasa
Mempercepat aliran air hujan lapang.
Atap miring membantu air hujan langsung mengalir
ke bawah sehingga tidak menggenang dan Menurunkan suhu lingkungan sekitar rumah
mengurangi risiko kebocoran. Pohon membantu mendinginkan udara melalui
proses alami penguapan air.
Biaya operasional lebih murah
Tagihan listrik bulanan cenderung kecil, sehingga Mendorong aktivitas luar-ruang
lebih ekonomis dalam jangka panjang. Teras, selasar, dan halaman lebih sering dipakai.
Mengendalikan kelembapan udara
Sirkulasi udara yang baik mencegah udara lembap
terperangkap di dalam rumah.