Laporan Keuangan Interim PT - Inter Delta, TBK.: Per 30 September 2024
Laporan Keuangan Interim PT - Inter Delta, TBK.: Per 30 September 2024
*********************************************
PT INTER DELTA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
30 September 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2,5,21 Rp 6,250,512,301 Rp 14,171,352,686 Rp 21,598,470,792
Piutang usaha 2,6 2,992,278,095 1,659,118,993 3,468,083,197
Piutang lain-lain 2,24 11,540,322,523 140,121,205 162,526,817
Persediaan 2,7 14,030,592,090 16,377,844,953 12,535,867,686
Pajak dibayar di muka 19 855,072,795 1,103,378,029 348,965,656
Taksiran tagihan pajak 19 3,193,872,925 4,020,081,270 2,574,899,100
Biaya dibayar di muka dan uang muka 2,8 800,220,668 2,860,081,131 1,824,776,677
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar - 120.710.400 saham
Modal ditempatkan dan disetor - 118.365.600 saham 12 59,182,800,000 59,182,800,000 59,182,800,000
Tambahan modal disetor 13 1,909,666,000 1,909,666,000 1,909,666,000
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak - 49,990,476 49,990,476
Pendapatan komprehensif lain 6,569,674,144 6,563,703,732 6,585,888,359
Defisit (29,865,427,470) (28,050,816,067) (27,464,790,492)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
PT INTER DELTA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
30 September 2023
Catatan 30 September 2024 Operasi Dilanjutkan Operasi Dihentikan
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
PT INTER DELTA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
Saldo 31 Desember 2022 Rp 59,182,800,000 Rp 1,909,666,000 Rp 49,990,476 Rp 6,585,888,359 Rp (27,464,790,492) Rp 40,263,554,343 Rp (3,485,712) Rp 40,260,068,631
Saldo 30 September 2023 Rp 59,182,800,000 Rp 1,909,666,000 Rp 49,990,476 Rp 6,863,521,513 Rp (27,066,005,291) Rp 40,939,972,698 Rp (3,485,712) Rp 40,936,486,986
Saldo 31 Desember 2023 Rp 59,182,800,000 Rp 1,909,666,000 Rp 49,990,476 Rp 6,563,703,732 Rp (28,050,816,067) Rp 39,655,344,141 Rp (3,485,712) Rp 39,651,858,429
DAMPAK PERUBAHAN
SELISIH KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS 3,092,255 (220,637,796)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
PT Inter Delta Tbk (Perusahaan), didirikan berdasarkan akta notaris Kartini Muljadi, SH No. 119
tanggal 15 Nopember 1976 dengan nama PT Inter Delta. Akta pendirian Perusahaan disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/17/1 tanggal 10 Januari
1977 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 40 tanggal 20 Mei 1977, Tambahan No. 301. Pada
tanggal 2 Desember 1996, Perusahaan melakukan perubahan nama menjadi PT Inter Delta Tbk.
Perubahan nama tersebut memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. [Link].97 tanggal 21 Februari 1997.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan akta
notaris Johny Dwikora Aron, SH No. 1244 tanggal 26 Agustus 2020 sehubungan dengan penyesuaian
Anggaran Dasar Perusahaan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
15/POJK.04/2020 tentang rencana dan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham perusahaan
terbuka. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. [Link].01.11. Tahun 2020
tanggal 15 September 2020.
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup Perusahaan terutama bergerak dalam
bidang perdagangan besar alat fotografi dan barang optik, daging sapi dan daging sapi olahan,
farmasi, kegiatan pergudangan dan penyimpanan serta aktivitas cold storage. Pada saat ini,
Perusahaan menjalani perdagangan umum dalam bidang alat-alat perfilman, micro film, bahan-bahan
kimia untuk foto dan film serta alat-alat elektronik. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial
pada tahun 1976.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor di Gaya Motor Barat, Sunter II, Jakarta 14330
dengan kantor-kantor perwakilan di Surabaya, Semarang, Medan dan Bali.
Pada tanggal 20 Oktober 1989, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dalam suratnya [Link]-063/SHM/MK.10/1989 untuk melakukan penawaran
saham perdana sebanyak 1.250.000 saham dengan harga nominal Rp 1.000 per saham dengan
harga penawaran Rp 7.200 per saham. Saham-saham tersebut tercatat di Bursa Efek Jakarta
(sekarang Bursa Efek Indonesia) sejak tanggal 18 Desember 1989.
Kronologis pencatatan saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut:
5
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
Peak Aim Development Ltd. dan Karna Brata Lesmana, masing-masing adalah entitas induk dan entitas
induk terakhir dari Perusahaan.
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Karna Brata Lesmana
Komisaris Hasan Efendi Liem
Dewan Direksi
Direktur Utama Joe Marco Lesmana
Direktur Kevin Wong
Personel manajemen kunci Perusahaan adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan
tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan. Seluruh
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dianggap sebagai manajemen kunci Perusahaan.
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Wiwid Puji
Astuti.
Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
29 orang.
Komite Audit
Susunan komite audit pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”) yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
serta peraturan No. VIII.G.7 tentang ”Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik”.
6
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Laporan keuangan telah disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali dinyatakan lain, dan
menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas
berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Indonesia Rupiah
yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (ISAK)
Implementasi dari standar-standar, amendemen dan penyesuaian tahunan yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2023 dibawah ini tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan
atau sebelumnya:
Amandemen PSAK 1, “Penyajian laporan keuangan” tentang klasifikasi liabilitas dan pengungkapan
kebijakan akuntansi yang mengubah istilah “signifikan” menjadi “material” dan memberi penjelasan
mengenai kebijakan akuntansi material.
Amandemen PSAK 16, “Aset tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.
Amandemen PSAK 25, “Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan” tentang
definisi estimasi akuntansi dan penjelasannya.
Amandemen PSAK 46, “Pajak penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang
timbul dari transaksi tunggal.
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/ tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
ii. Untuk diperdagangkan;
iii. Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
7
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.
Pada tanggal posisi keungan, aset dan liabilitas dalam mata uang asing disesuaikan untuk
mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau
dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah kurs tengah
terakhir yang diumumkan oleh Bank Indonesia untuk tahun berjalan. Kurs pada tanggal posisi keuangan
adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Pihak-pihak berelasi merupakan individu
atau entitas yang berelasi dengan Perusahaan.
Individu atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika mereka:
i. Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas ln);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Jika Perusahaan adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, makan entitas sponsor juga berelasi dengan Perusahaan;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi di atas;
vii. Orang yang memiliki kendali atau kendali bersama atas perusahaan yang memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
8
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
i. Aset Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan
komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model
bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset
keuangan (“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran
pokok atau amortisasi premi/ diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai
waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan menerapkan
pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset
keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko
atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman,
tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset
keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
9
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat
portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati
seperti:
Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut
dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model
bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai
wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari
penilaian Perusahaan.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal
direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak mengubah
klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan
informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli
selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam
model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok
terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan”.
Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat
aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen
keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE
adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang
(mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan
umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset
keuangan FVTPL.
10
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada
setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif,
sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan,
dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset
keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
Metode perhitungan kerugian penurunan nilai dilakukan dengan pendekatan Kerugian Kredit
Ekspektasian (“ECL”). Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified)
dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur
(lifetime).
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan
secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan
nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa
lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan
juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan
gagal bayar atas piutang.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan
nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas
masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung
atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan
akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun
cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan
terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan
klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang
sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam
laba rugi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, beban masih harus dibayar dan utang lain-
lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
11
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait
dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika
liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas
perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi
SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman
yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas
keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut
dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan
baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba
rugi.
Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika
Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan tidak
diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional
Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu,
Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan
aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b)
hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara
bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa
gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
12
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan
liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari
UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
Perusahaan.
Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum
Perusahaan.
Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan cepat dapat
dijadikan kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang
signifikan. Instrumen yang dapat diklasifikasikan sebagai setara kas antara lain adalah:
- Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal
penempatannya serta tidak dijaminkan; dan
- Instrumen pasar uang yang diperoleh dan dapat dicairkan dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 (tiga)
bulan.
Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara
bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas.
Piutang Usaha
Piutang usaha adalah jumlah piutang pelanggan sehubungan dengan kegiatan usaha. Bila pembayaran
diharapkan akan diterima dalam jangka waktu satu tahun atau kurang, maka diklasifikasikan sebagai
aset lancar. Bila tidak, disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar dan kemudian diukur dengan menggunakan biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penyisihan
penurunan nilai. Penyisihan penurunan nilai piutang usaha dibentuk apabila ada bukti nyata bahwa
Perusahaan tidak mampu menagih jumlah piutang sesuai dengan jangka waktu asal. Nilai tercatat
dikurangi dengan satu akun penyisihan, berdasarkan telaah dari manajemen terhadap status masing-
masing saldo piutang pada akhir periode keuangan. Apabila suatu piutang usaha tidak dapat ditagih,
piutang tersebut dihapusbukukan terhadap akun penyisihan tersebut. Pemulihan kemudian dari jumlah
yang dihapusbukukan sebelumnya dikreditkan terhadap laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
13
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih
(the lower of cost or net realizable value). Harga perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama
keluar pertama. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan
taksiran biaya untuk memperoleh atau menjual persediaan tersebut.
Penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang perputarannya lambat ditentukan berdasarkan
hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.
Biaya dibayar di muka (disajikan sebagai bagian dari “Biaya Dibayar Di Muka dan Uang Muka” yang
masih mempunyai masa manfaat diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi
itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika
memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya.
Tanah tidak disusutkan. Semua aset tetap lainnya disusutkan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 5 - 30
Mesin dan peralatan 3-5
Kendaraan 4-5
Peralatan kantor 3-5
Perabotan 5
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview dan jika tidak
sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
14
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan melakukan telah untuk menentukan ada tidaknya
indikasi penurunan nilai aset.
Aset non keuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai
apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak
dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset
yang melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali
adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual neto atau nilai pakai aset. Dalam rangka menguji
penurunan nilai, aset-aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.
Pemulihan penyisihan penurunan nilai diakui sebagai pendapatan dalam periode dimana pemulihan
tersebut terjadi.
Beban Tangguhan
Beban-beban yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun ditangguhkan. Beban tangguhan
tersebut diamortisasi dengan mengunakan metode garis lurus (straight-line method).
Utang Usaha
Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
Sewa
Perusahaan menerapkan PSAK 73 “Sewa”, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”.
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan
hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan
suatu aset identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
a. Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau
implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang
secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak
teridentifikasi;
b. Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
c. Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan memiliki
hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
Perusahaan mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset akan digunakan
15
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa,
Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna
diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan
ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk
pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga
menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.
Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek
yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui
pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Beban pensiun dihitung menggunakan metode projected-unit-credit dengan menerapkan asumsi atas
tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan dan tingkat kenaikan kompensasi.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi-asumsi
aktuarial diakui seluruhnya dalam penghasilan komprehensif lain. Biaya jasa lalu diakui secara langsung
di laporan laba rugi, kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut mensyaratkan karyawan
tersebut untuk bekerja selama periode waktu tertentu.
Komponen bunga neto dihitung berdasarkan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset imbalan pasti
neto pada setiap awal periode pelaporan.
16
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang mensyaratkan
pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
i. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
ii. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
iii. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya
barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak;
iv. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin;
v. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau
jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Perpajakan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali
jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain
atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau ekuitas.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak periode berjalan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan
keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.
17
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Pajak tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada
masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan
keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas
pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui
untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar
kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan diturunkan apabila
laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang
sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang
akan tersedia untuk pemulihannya.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang
disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk transaksi-
transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan,
kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset
dan liabilitas pajak kini.
Pelaporan Segmen
Suatu segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang
memiliki risiko serta tingkat imbalan yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen
geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko
serta tingkat imbalan yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan
ekonomi lain.
Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam
mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya. Sehubungan
dengan hal ini, informasi segmen dalam laporan keuangan disajikan berdasarkan pengklasifikasian
umum atas produk yang dijual.
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar selama periode tersebut. Jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebesar
591.828.000 saham pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
18
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Perusahaan mengukur instrument keuangan seperti derivative pada nilai wajar setiap tanggal pelaporan.
Pengungkapan nilai wajar untuk instrumen keuangan disajikan dalam Catatan 25.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi di:
pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.
Nilai wajar aset dan liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
dikelompokkan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini, berdasarkan tingkatan
level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
Level 2 – teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
Level 3 – teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara berulang dalam laporan keuangan, Perusahaan
menentukan apakah perpindahan antar level hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi
pengelompokan (berdasarkan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
secara menyeluruh pada setiap akhir periode pelaporan).
Standar baru, amandemen dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada 1 Januari 2024 adalah sebagai berikut:
Amandemen PSAK 1, “Penyajian laporan keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan.
Amandemen PSAK 73, “Sewa” tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
19
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Standar baru, amandemen dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada 1 Januari 2025 adalah:
PSAK 74, ”Kontrak asuransi”.
Amandemen PSAK 74, “Kontrak asuransi” tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71,
“Informasi komparatif”.
Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar yang direvisi dan yang
baru tersebut terhadap laporan keuangan.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
dalam laporan [Link] dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang berbeda dengan jumlah estimasi yang
dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 (Revisi 2020) di
penuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perusahaan.
Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama di mana Perusahaan
beroperasi di mana merupakan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa.
Pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat dalam
menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, peristiwa dan kondisi yang mendasari operasi
Perusahaan.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
20
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)
Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan yang digunakan dalam menentukan penyisihan pajak penghasilan.
Terdapat transaksi tertentu dan perhitungan yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti selama
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui kewajiban untuk masalah pajak yang diharapkan
berdasarkan perkiraan apakah pajak tambahan akan jatuh tempo. Di mana hasil pajak terhadap hal-hal
berbeda dari jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pendapatan pajak
dan ketentuan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dibuat.
Aset (liabilitas) pajak tangguhan diakui atas perbedaan pengakuan dalam laporan keuangan antara
dasar pajak dan dasar komersial (lihat Catatan 19). Manajemen mempertimbangkan saat penggunaan,
besaran penghasilan kena pajak, masa daluwarsa pajak (5 tahun) dan strategi perencanaan pajak masa
depan ketika mengakui aset (liabilitas) pajak tangguhan.
Nilai tercatat utang pajak, aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan sesuai
dengan tanggal laporan posisi keuangan yang digunakan dalam Catatan 19 atas laporan keuangan.
Beban dari program pensiun dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan dengan menggunakan
metode projected-unit-credit. Penilaian aktuaris termasuk membuat variasi asumsi yang terdiri dari,
antara lain, tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan, tingkat kenaikan
kompensasi dan tingkat kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan
periode jangka panjang, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
Sejauh ini, manajemen meyakini bahwa asumsi yang digunakan tersebut cukup memadai untuk
mencerminkan estimasi terbaik pada tanggal laporan keuangan. Perbedaan signifikan pada hasil aktual
ataupun perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan berpotensi secara materai mempengaruhi
nilai tercatat liabilitas imbalan pasca-kerja karyawan.
Nilai tercatat atas estimasi liabilitas imbalan pasca-kerja Perusahaan pada tanggal 30 September 2024
sebesar Rp2.153.976.744 (31 Desember 2023: Rp2.411.659.568). Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 20.
Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan.
Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan perubahan posisi keuangan pada
tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp20.783.112.919 (31 Desember 2023:
Rp15.970.592.884), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan perubahan posisi
keuangan pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp1.655.728.001 (31 Desember 2023:
Rp348.301.458) (lihat Catatan 25).
21
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5
sampai dengan 30 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 September
2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp584.525.455 dan Rp716.550.943. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9.
Berdasarkan akta notaris Reza Maulana Setiadi, SH, [Link] No. 7 tanggal 15 Januari 2024, Perusahaan
memutuskan untuk membubarkan PT Fotomatic Jaya Industries, Entitas Anak terhitung mulai tanggal
15 Januari 2024 dan selanjutnya menyatakan bahwa Entitas Anak berada dalam keadaan “Likwidasi“
sesuai dengan ketentuan Pasal 142 ayat 1 Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas.
Akta tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan surat No. [Link] 2024 pada tanggal 25 Januari 2024.
Transaksi tersebut dianggap sebagai operasi yang dihentikan dan diperhitungkan sesuai dengan PSAK
58 “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”. Oleh karena itu, laporan
posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 1 Januari 2023/ 31 Desember 2022 telah disajikan
kembali.
Ikhtisar laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 1 Januari 2023/ 31 Desember
2022 sebelum dan setelah penyajian kembali adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas Rp [Link] Rp - Rp [Link]
Piutang usaha [Link] - [Link]
Piutang lain-lain 24.975.610 115.145.595 140.121.205
Persediaan [Link] - [Link]
Taksiran tagihan pajak [Link] - [Link]
Pajak dibayar dimuka [Link] - [Link]
Aset lancar lainnya [Link] - [Link]
22
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank Rp [Link] Rp - Rp [Link]
Piutang usaha [Link] - [Link]
Piutang lain-lain 162.526.817 - 162.526.817
Persediaan [Link] - [Link]
Taksiran tagihan pajak [Link] - [Link]
Pajak dibayar dimuka 348.965.656 - 348.965.656
Aset lancar lainnya [Link] - [Link]
23
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
24
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN SETARA KAS
Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun berkisar antara 6% sampai dengan 7,25%.
6. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang usaha dari penjualan barang dagangan, mesin minilab, jasa pemrosesan
film dan jasa perbaikan mesin minilab dari pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:
25
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang yang adalah sebagai berikut:
Seluruh saldo piutang usaha dari pihak ketiga dan dalam mata uang Rupiah.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak
terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.
7. PERSEDIAAN
26
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (Lanjutan)
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp17.743.794.435 dan Rp16.033.960.000 pada tanggal 30 September 2024
dan 31 Desember 2023, yang menurut pendapat manajemen jumlah pertanggungan tersebut cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan
berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian
yang timbul dari penurunan nilai persediaan.
9. ASET TETAP
Biaya Perolehan
Tanah Rp 287.967.794 Rp - Rp - Rp 287.967.794
Bangunan dan prasarana [Link] - - [Link]
Mesin dan peralatan [Link] - - [Link]
Kendaraan [Link] - 194.000.000 [Link]
Peralatan kantor [Link] 4.495.000 - [Link]
Perabotan 527.634.806 - - 527.634.806
27
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2023
Biaya Perolehan
Tanah Rp 287.967.794 - - Rp 287.967.794
Bangunan dan prasarana [Link] 13.280.000 11.415.000 [Link]
Mesin dan peralatan [Link] - - [Link]
Kendaraan [Link] - 260.184.455 [Link]
Peralatan kantor [Link] - [Link]
Perabotan 527.634.806 - - 527.634.806
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023, laba
penjualan aset tetap dicatat sebagai bagian dari pendapatan operasi lainnya dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain (lihat Catatan 17).
Beban penyusutan dibebankan pada beban penjualan, umum dan administrasi pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 September 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp136.520.488 dan Rp148.380.819 (lihat
Catatan 16).
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap telah diasuransikan terhadap
kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan keseluruhan sebesar
Rp15.892.820.000 dan Rp12.761.790.717, yang menurut pendapat manajemen jumlah pertanggungan
tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.
28
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET HAK GUNA
30 September 2024
Biaya Perolehan
Bangunan Rp 220.666.666 Rp - Rp - Rp 220.666.666
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 57.222.222 82.750.000 - 139.972.222
31 Desember 2023
Biaya Perolehan
Bangunan Rp 316.500.000 220.666.666 316.500.000 Rp 220.666.666
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 232.500.000 141.222.222 316.500.000 57.222.222
Beban penyusutan dibebankan pada beban penjualan, umum dan administrasi pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp82.750.000 dan Rp113.638.889 (lihat Catatan
16).
Rincian utang usaha berdasarkan umur utang sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
29
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG USAHA (Lanjutan)
Tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan atas utang usaha tersebut.
Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Adimitra Transferindo, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai
berikut:
Manajemen modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
30
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
Nilai harta bersih tambahan yang diungkapkan adalah sebesar Rp140.000.000 dengan uang tebusan
sebesar Rp4.200.000.
Seluruh penjualan dilakukan kepada pihak ketiga dengan jumlah masing-masing dibawah 10% dari
jumlah penjualan bersih.
31
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN PENJUALAN, UMUM DAN ADMINISTRASI
32
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN
c. Utang pajak
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 Rp 14.507.531 Rp 31.194.017
Pasal 23 318.882 728.352
33
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Perpajakan)
d. Pajak penghasilan
Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, seperti yang disajikan
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan rugi kena pajak untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
Perhitungan taksiran pajak penghasilan dan tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
34
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (Perpajakan)
Tangguhan
Jumlah beda waktu yang signifikan, untuk imbalan pasca kerja atas mana aset pajak tangguhan
dihitung, tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak penghasilan sampai imbalan pasca kerja tersebut
dibayarkan kepada karyawan pada saat terjadi pemutusan hubungan kerja.
Aset pajak tangguhan atas penyusutan berasal dari perbedaan dasar pencatatan aset tetap menurut
pembukuan dan pelaporan pajak karena perbedaan periode yang digunakan untuk tujuan pelaporan
komersial dan pelaporan pajak.
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan yang terjadi dapat terpulihkan seluruhnya.
Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pasti atas imbalan pasca kerja (post employment benefit) pada
31 Desember 2023 berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Arya Bagiastra, aktuaris
independen, dengan metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi sebagai berikut:
35
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
Mutasi liabilitas diestimasi atas imbalan kerja Perusahaan adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan mempunyai aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing beserta nilai ekuivalen Rupiah adalah sebagai berikut:
Yen
Aset:
Utang usaha JPY (26.268) (2.775.477) JPY - -
Kertas Cetak Foto Film dan Kamera Bahan Kimia Foto Lain-Lain Jumlah
dan Kertas
36
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan)
30 September 2024
Kertas Cetak Foto Film dan Kamera Bahan Kimia Foto Lain-Lain Jumlah
dan Kertas
30 September 2023
Kertas Cetak Foto Film dan Kamera Bahan Kimia Foto Lain-Lain Jumlah
dan Kertas
37
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PERJANJIAN-PERJANJIAN
a. Perusahaan mengadakan perjanjian distribusi dengan Kodak Alaris Singapore Pte. Ltd, dahulu
Opco (Singapore) Pte. Ltd, yang mewakili Eastman Kodak Company, New York, Amerika Serikat
(Kodak) sejak tahun 1976, dimana Perusahaan sebagai distributor tunggal dan perwakilan resmi
produk Kodak di Indonesia, memperoleh hak untuk menjual, memproses dan melakukan jasa
perbaikan atas peralatan fotografi, film dan kamera yang diproduksi oleh Kodak. Perusahaan
mendapat bantuan dari Kodak untuk program promosi dan pengembangan produk Kodak, meliputi
juga jasa manajemen, program pendidikan dan latihan.
Atas jasa yang diberikan tersebut, Perusahaan tidak dibebani tagihan apapun dari Kodak. Perjanjian
distribusi ini akan diperpanjang setiap tahun secara otomatis sampai batas waktu yang tidak dapat
ditentukan.
Dalam perkembangannya, sejak pertengahan tahun 2005, prinsipal telah mengambil kebijakan multi
distributor.
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Saldo dengan
pihak berelasi pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
38
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan yang tercatat pada laporan keuangan:
30 September 2024
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas Rp [Link] Rp [Link]
Piutang usaha [Link] [Link]
Piutang lain-lain [Link] [Link]
Liabilitas Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi
Utang usaha Rp [Link] Rp [Link]
Beban masih harus dibayar 58.068.827 58.068.827
Utang lain-lain 306.620.850 306.620.850
31 Desember 2023
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas Rp [Link] Rp [Link]
Piutang usaha [Link] [Link]
Piutang lain-lain 140.121.205 140.121.205
Liabilitas Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi
Utang usaha Rp 4.231.187 Rp 4.231.187
Beban masih harus dibayar 50.217.586 50.217.586
Utang lain-lain 293.852.685 293.852.685
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang
usaha, beban masih harus dibayar dan utang lain-lain kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena
instrumen keuangan tersebut berjangka pendek.
39
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan dihadapkan pada risiko perubahan kurs mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Perusahaan melakukan transaksi bisnis sebagian dalam Dolar Amerika Serikat dan oleh karena itu
terekspos risiko mata uang asing. Perusahaan tidak memiliki kebijakan khusus untuk lindung nilai mata
uang asing. Namun manajemen senantiasa memantau eksposur valuta asing dan mempertimbangkan
risiko lindung nilai valuta asing yang signifikan manakala kebutuhan tersebut timbul.
Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi
Perusahaan berasal dari piutang yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan dana di bank.
Risiko kredit dikendalikan melalui pemeriksaan yang mencukupi terhadap pelanggan. Pelanggan hanya
diberikan kredit setelah melalui pemeriksaan yang teliti atas rekam jejak mereka, potensi bisnis,
kekuatan keuangan mereka, reputasi di bidang industri dan evaluasi atas manajemen.
Batas kredit dimonitor berdasarkan parameter di atas. Meskipun demikian, tidak semua pelanggan
diberikan kredit, dalam hal ini, penjualan dilakukan secara tunai. Pada penjualan tunai, pembayaran
diterima didepan, misalnya: sebelum barang dikirim dan juga segera setelah barang dikirim seluruhnya.
Perusahaan hanya menempatkan dana di bank yang memiliki reputasi baik.
Eksposur maksimum untuk risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari setiap jenis aset keuangan
di dalam laporan posisi keuangan. Perusahaan tidak memiliki jaminan secara khusus atas aset
keuangan tersebut.
Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko saat posisi arus kas Perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan jangka
pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek. Dalam mengelola risiko likuiditas,
Perusahaan memantau dan menjaga tingkat kas dan bank yang dianggap memadai untuk membiayai
operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Perusahaan juga secara
rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo kewajiban
lancar, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk memelihara fleksibilitas pendanaan.
Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan.
30 September 2024
1 tahun 2 - 5 tahun
Liabilitas
Utang usaha Rp [Link] Rp -
Beban masih harus dibayar 58.068.827 -
Utang lain-lain 306.620.850 -
40
PT INTER DELTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2024 dan
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2023
1 tahun 2 - 5 tahun
Liabilitas
Utang usaha Rp 4.231.187 Rp -
Beban masih harus dibayar 50.217.586 -
Utang lain-lain 293.852.685 -
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang telah
diselesaikan pada tanggal 28 Oktober 2024.
41