0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Data Analytics

Data analytics adalah ilmu yang menganalisis data mentah menjadi informasi yang bermakna untuk pengambilan keputusan bisnis. Prosesnya meliputi mendefinisikan pertanyaan, mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisis data, serta terdiri dari berbagai jenis analitik seperti descriptive, diagnostic, predictive, dan prescriptive. Penggunaan data analytics sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja, memaksimalkan keuntungan, dan membuat keputusan yang lebih strategis.

Diunggah oleh

oktoberstore90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Data Analytics

Data analytics adalah ilmu yang menganalisis data mentah menjadi informasi yang bermakna untuk pengambilan keputusan bisnis. Prosesnya meliputi mendefinisikan pertanyaan, mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisis data, serta terdiri dari berbagai jenis analitik seperti descriptive, diagnostic, predictive, dan prescriptive. Penggunaan data analytics sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja, memaksimalkan keuntungan, dan membuat keputusan yang lebih strategis.

Diunggah oleh

oktoberstore90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa itu Data Analytics?

Arti, Kegunaan, Tahap, dan Jenisnya


Data analytics adalah salah satu elemen sentral dalam bisnis. Selain akurat, hasil pengolahan
data juga harus menyelesaikan masalah. Yuk, simak selengkapnya!

Daftar Isi
Apa itu Data Analytics?
Manfaat Data Analytics, Mengapa Penting bagi Perusahaan?
Tahap-tahap Melakukan Data Analytics
#1 Mendefinisikan Pertanyaan yang Tepat
#2 Mengumpulkan Data
#3 Membersihkan Data
#4 Menganalisis Data
Jenis-Jenis Data Analytics
Descriptive Analytics
Diagnostic Analytics
Predictive Analytics
Prescriptive Analytics
Penutup

Data analytics adalah salah satu elemen sentral dalam bisnis.


Selain akurat, hasil pengolahan data juga digunakan dalam menyelesaikan masalah.

Dengan data analytics, sebuah bisnis berpeluang mengoptimalkan kinerjanya,


memaksimalkan keuntungan, hingga membuat keputusan yang lebih terarah dan strategis.

Wajar jika hasil temuan 365 Data Science menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap
ahli data analytics diperkirakan meningkat 25% dari tahun 2020 hingga 2030 secara global.

Artikel berikut ini akan membahas lebih detail apa itu data analytics, manfaatnya bagi
perusahaan, tahapan, hingga jenis-jenis data analytics.
Apa itu Data Analytics?
Data analytics adalah suatu ilmu untuk menganalisis data mentah menjadi informasi koheren
yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti. Informasi ini kemudian digunakan untuk
mendorong keputusan bisnis terbaik.

Data analytics merupakan salah satu bentuk business intelligence. Artinya, data ini digunakan
organisasi untuk memecahkan masalah dan tantangan tertentu. Proses yang dilalui berkaitan
dengan menemukan pola di antara kumpulan data, lalu memberikan pengetahuan tentang
sesuatu yang berguna dan relevan berkaitan dengan usaha peningkatan bisnis.

Nantinya, data analytics membantu kamu mengevaluasi pengalaman di masa lalu dan
memprediksi tren yang mungkin terjadi di masa depan. Alih-alih mendasarkan keputusan
bisnis dan strategi pada tebakan saja, kamu bisa memutuskan sesuatu berbasis [Link] mulai
tertarik mempelajari bidang data analytics, kamu mungkin akan menemukan beberapa istilah
lain seperti business intelligence, data engineer, data science, atau machine learning. Untuk
memahami istilah-istilah tersebut, kamu dapat mengunjungi Journal RevoU: Panduan
Lengkap Data Analytics di Asia Tenggara bagi Pemula.

Manfaat Data Analytics, Mengapa Penting bagi Perusahaan?


Setelah memahami pengertian data analytics, kita akan membahas manfaat data analytics dan
seberapa penting data analytics bagi perusahaan.

Key Performance Indicator (KPI) tentu bukan istilah asing lagi dalam dunia bisnis.
Masalahnya, menentukan KPI bukanlah hal yang mudah. Dengan banyaknya data yang
tersebar di berbagai lini organisasi, mendapatkan data yang diinginkan akan membutuhkan
waktu cukup lama dan usaha yang besar, terlebih jika tim tersebut tidak memiliki
kemampuan analitik.

Meskipun data sudah tersedia, rasanya percuma jika tidak ada tools dan skill yang mampu
menafsirkan data tersebut dengan cepat. Proses pengumpulan dan analisis data pun menjadi
jauh lebih sulit.
Di sinilah pentingnya pengetahuan data analytics. Pengetahuan ini mampu meningkatkan
hasil keputusan bisnis, menjadikan proses penarikan dan analisis data menjadi lebih cepat,
sekaligus menyederhanakan informasi agar lebih mudah diterima stakeholder.

Untuk memberi gambaran lebih jelas, mari kita gunakan case study pemanfaatan data
analytics dalam perusahaan.
Misalnya, sebuah perusahaan maskapai penerbangan ingin memprioritaskan pelanggan dan
tren pasar yang sedang berkembang. Perusahaan ini memiliki jutaan data besar yang
menawarkan business intelligence. Jika dibiarkan, tumpukan data tersebut tidak akan
menghasilkan peningkatan apa pun.
Akhirnya, pihak perusahaan melakukan inisiatif berbasis data yang dapat meningkatkan
operasi maskapai. Alhasil, mereka mendapatkan berbagai manfaat, seperti:

Maintenance pesawat lebih cerdas – Big data membantu maskapai melakukan perawatan
pesawat dengan lebih baik, mulai dari menganalisis efisiensi bahan bakar setiap perjalanan
hingga data untuk mengukur kecepatan angin dan suhu.

Penerbangan menjadi lebih aman – Dengan banyaknya data tentang insiden-insiden


penerbangan, sebisa mungkin regulator dapat meningkatkan keselamatan dengan cara
menganalisis masalah-masalah yang mungkin timbul selama penerbangan agar bisa segera
meminimalkan risikonya.
Pelayanan meningkat – Adanya proses pengumpulan data pelanggan menjadikan data analyst
dapat memperoleh informasi yang berguna untuk meningkatkan operasi, efisiensi, dan
layanan.

Tahap-tahap Melakukan Data Analytics


Berdasarkan Investopedia, data analytics melibatkan beberapa proses yang berbeda, antara
lain:

#1 Mendefinisikan Pertanyaan yang Tepat


Pertama, kamu perlu menentukan tujuan sejelas mungkin hingga sampai ke akar
permasalahan. Luangkan waktu khusus untuk memikirkan permasalahan bisnis yang harus
kamu selesaikan.

Dari situ, kamu akan membuat serangkaian pertanyaan secara terstruktur yang perlu dijawab.

Misalnya, perusahaan kamu ingin meluncurkan sebuah produk. Maka kamu harus
menganalisis produk apa yang paling cocok untuk diproduksi, di mana produk tersebut akan
dijual, dan lainnya.

#2 Mengumpulkan Data
Setelah kamu mengidentifikasikan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab,
kamu bisa mulai mengumpulkan data dan mencari tahu data mana yang paling sesuai dengan
bisnis. Data yang didapatkan bisa berupa kualitatif maupun kuantitatif.

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti memantau media
sosial, melakukan survei, analisis website, dan sebagainya.

#3 Membersihkan Data
Data yang sudah kamu kumpulkan adalah data dengan format mentah. Artinya, data tersebut
belum diorganisir dan diperiksa kesalahannya. Perlu dilakukan pembersihan data atau data
cleaning agar membuatnya bisa lebih mudah dianalisis.

Pembersihan data juga mencakup menghapus kesalahan, duplikat, outlier, dan menghapus
data yang tidak sesuai dengan bisnis kamu.
#4 Menganalisis Data
Jika kumpulan data sudah bersih dan rapi, tibalah saatnya untuk melakukan analisis. Ada
beberapa jenis analisis data, seperti analisis descriptive, diagnostic, predictive, dan
prescriptive. Langkah ini menjadi proses awal untuk memutuskan bagaimana data akan
ditindaklanjuti dan strategi apa yang akan disusun.

Jenis-Jenis Data Analytics

Dilansir dari Investopedia, data analytics dipecah berdasarkan empat jenis utama.

Descriptive Analytics
Descriptive analytics adalah jenis analitik paling sederhana dan menjadi pondasi jenis analitik
lainnya. Analitik ini memungkinkan kamu menarik data mentah lalu secara ringkas
menjelaskan apa yang sedang atau sudah terjadi.

Penjelasan deskriptif sangat cocok digabungkan dengan visualisasi data untuk kemudian
disampaikan pada stakeholder. Sebab grafik, bagan, dan peta dapat menunjukkan tren,
penurunan, sekaligus lonjakan dengan cara yang mudah dimengerti.

Sederhananya, descriptive analytics menjawab pertanyaan, “Apa yang terjadi?”

Sebagai contoh, bayangkan kamu sedang menganalisis data bisnis pakaian dan menemukan
bahwa produk selalu mengalami peningkatan penjualan secara signifikan. Analisis ini
menjelaskan pada bulan apa saja kenaikan tersebut terjadi. Katakanlah kenaikan tersebut
terjadi di bulan April, Mei, Juni.

Diagnostic Analytics
Diagnostic analytics adalah proses pemeriksaan data untuk memahami penyebab terjadinya
suatu peristiwa dan mengapa hal itu bisa terjadi. Jenis analitik ini biasanya menggunakan
teknik penelusuran, penemuan data, dan penggalian data.

Diagnostic analytics digunakan untuk menjawab pertanyaan, “Mengapa ini terjadi?”


sekaligus berguna untuk menemukan akar permasalahan suatu organisasi.

Melanjutkan contoh di atas, setelah menggali data demografis, kamu menemukan bahwa rata-
rata usia yang cocok memakai pakaian tersebut berkisar 13 hingga 18 tahun. Namun,
faktanya customer yang membeli pakaianmu berusia 25 hingga 32 tahun. Data analisis survei
pelanggan mengungkap bahwa ternyata mereka membeli pakaian untuk anak, keponakan, dan
adiknya.

Predictive Analytics
Predictive analytics digunakan untuk memprediksikan tren atau peristiwa yang mungkin
terjadi di masa depan dan menjawab pertanyaan, “Apa yang mungkin terjadi di masa depan?”

Analitik ini dilakukan dengan menganalisis data historis diimbangi dengan tren industri yang
sedang terjadi.
Misalnya, kamu mendapatkan data bahwa bisnis penjualan pakaian melonjak di bulan April,
Mei, dan Juni. Bulan tersebut dekat dengan Hari Raya Idul Fitri. Dengan demikian, kamu
bisa memperkirakan di tahun depan penjualan pakaian juga akan meningkat di bulan-bulan
yang mendekati Idul Fitri, sejalan dengan peningkatan di tahun-tahun sebelumnya.

Prescriptive Analytics
Perspective analytics memperhitungkan seluruh faktor yang mungkin ada dalam sebuah
skenario bisnis dan menyarankan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti. Jenis analitik ini sangat
berguna dalam membuat keputusan berbasis data.

Singkatnya, perspective analytics menjawab pertanyaan, “Apa yang harus kita lakukan
setelah ini?”
Menyelesaikan contoh bisnis pakaian, tim data analyst harus memikirkan apa langkah yang
harus diambil dengan tren peningkatan musiman ini? Mungkinkah untuk menjalankan A/B
testing dengan dua iklan yang difokuskan untuk remaja dan orang tua? Atau perusahaan harus
meningkatkan strategi marketing bertema hari raya keagamaan lainnya?

Nantinya, data yang diperoleh dari keputusan yang dibuat bisa diterapkan dalam pengambilan
langkah di masa depan.

Penutup
Data analytics adalah ilmu untuk menganalisis data mentah menjadi informasi yang lebih
mudah disajikan. Dalam pengolahan data, terdapat beberapa proses yang harus dilalui, mulai
dari mendefinisikan masalah, mengumpulkan data, membersihkan data, hingga menganalisis
data.
Dalam data analytics juga terdapat berbagai jenis pendekatan, meliputi descriptive analytics,
diagnostic analytics, predictive analytics, dan prescriptive analytics.

10 TOOLS DATA ANALYTICS TERBAIK UNTUK


PEMULA SAMPAI EXPERT
Info lengkap 10 tools data analytics pilihan pemula sampai expert. Bagaimana cara
memilih tools yang tepat? Yuk, simak!
1. Cara Memilih Tools Data Analytics yang Tepat
2. Tools Data Analytics Terbaik Pilihan Pemula sampai Expert
3. #1 Excel
4. #2 Tableau
5. #3 Polymer Search
6. #4 Akkio
7. #5 SQL
8. #6 R
9. #7 SPSS
10. #8 Python
11. #9 Power BI
12. #10 [Link]
13. Penutup
Penggunaan software atau tools data analytics menjadi kunci utama mempercepat
dan meningkatkan efisiensi proses analisis data.
Artinya, seorang data analyst membutuhkan tools untuk memberikan hasil
pekerjaan terbaik dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Tentu mustahil jika data analyst untuk mengeksekusi algoritma, menyiapkan data,
memprediksi berbasis data, visualisasi data, dan banyak lainnya secara manual.
Itulah sebabnya kamu memerlukan tools yang dapat menunjang pekerjaanmu. Apa
saja pilihan tools yang bisa digunakan? Artikel ini mengulas 10 tools data
analytics yang paling sering digunakan sekaligus memberi contoh kasus
penggunaanya.
CARA MEMILIH TOOLS DATA ANALYTICS YANG TEPAT
Memilih tools data analytics tidak bisa sembarangan. Kamu harus
menentukan tools yang bisa memiliki dampak strategis bagi organisasi/perusahaan.
Menggunakan tools yang tidak sesuai kebutuhan dapat menimbulkan kebingungan
dan justru anggota tim lain tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Di
sisi lain, tools yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dapat menghadirkan banyak
wawasan baru tentang pelanggan, produk, sekaligus memandu pengambilan
keputusan berbasis data.
Untuk memilih tools data analytics yang tepat, setidaknya kamu perlu
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
 Jenis data apa yang dimiliki oleh bisnis kamu? Apakah data tersebut
memerlukan prosedur analisis tertentu seperti data modelling?
 Seberapa besar data yang ada di perusahaan? Apakah termasuk big data?
 Apakah kamu memerlukan jenis visualisasi tertentu seperti geographic
heatmaps?
 Berapa anggaran yang disiapkan oleh perusahaan?
 Masalah apa yang perusahaan coba ingin selesaikan?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu bisa mulai memilih tools


data analytics sesuai keperluan perusahaan.
TOOLS DATA ANALYTICS TERBAIK PILIHAN PEMULA
SAMPAI EXPERT
Berikut adalah pilihan tools data analytics yang bisa digunakan pemula
hingga expert.

#1 Excel
Excel adalah salah satu tools data analytics yang cocok digunakan pemula. Tool ini
membantu membuat grafik/bagan dengan cepat dan mudah. Excel juga menawarkan berbagai
jenis bagan, seperti clustered bar charts, scatterplots, bar charts, pie charts, radar charts, dan
banyak lainnya.

Fitur Excel lainnya yang paling umum adalah manipulasi data. Dengan menggunakan
beragam fungsi dan rumus, kamu dapat melakukan hampir segala jenis manipulasi yang
kamu butuhkan untuk data. Seperti misalnya, kamu bisa menambahkan angka-angka di setiap
kolom secara otomatis.

Saat mempelajari data analytics, mungkin masih sering muncul pertanyaan, “Apakah Excel
saja cukup untuk menganalisis data?”
Jawaban atas pertanyaan ini adalah tergantung seberapa besar data yang dimiliki perusahaan.
Sayangnya, Excel tidak cocok digunakan untuk memanipulasi data yang lebih kompleks atau
big data. Sebab, tool ini memiliki limit 1 juta baris. Selain itu, Excel juga bukan tool yang
tepat untuk advanced statistical analysis.

Tingkat keahlian: Pemula hingga menengah.

Penggunaan ideal untuk: Menyimpan/mengedit data, analisis dasar, memanipulasi data,


grafik/charts.

Contoh kasus penggunaan


Penggunaan tabel pivot: Kamu memiliki data penjualan toko pakaian dan ingin mengetahui
baju apa yang paling sering dibeli di waktu yang berbeda setiap harinya. Dengan tabel pivot
di Excel, kamu dapat dengan mudah menemukan jawabannya.

#2 TaTable

Tableau adalah tool terbaik untuk membuat grafik dengan visual menarik
dan dashboard interaktif tanpa memerlukan coding. Keunggulan dari tool ini
adalah bisa menyajikan data yang lebih mudah dipahami ke orang awam.
Lebih dari itu, Tableau juga dapat digunakan untuk menganalisis data,
meskipun tool ini tidak bisa merapikan data yang berantakan dan membutuhkan
pembersihan menyeluruh. Contohnya, jika kamu memiliki data alamat dengan
banyak format berbeda, disingkat atau tidak disingkat, Tableau tidak akan mampu
menyelesaikannya.
Tingkat keahlian: Pemula hingga menengah.
Penggunaan ideal untuk: Membuat dashboard dan grafik interaktif,
pembersihan basic data.
CONTOH KASUS PENGGUNAAN
Untuk presentasi: Seorang data analyst perlu mempresentasikan beberapa hasil
penemuan data ke eksekutif. Visualisasi di ggplot atau matplotlib kurang menarik.
Kamu perlu membuat laporan yang cantik dan interaktif agar mudah diakses oleh
siapa saja. Tableau mampu melakukan ini dengan pendekatan sederhana.

#3 POLYMER SEARCH

Polymer Search adalah tool AI (Artificial Intelligence) tanpa code yang dirancang untuk
menganalisis data penjualan dan pemasaran. Tool ini merupakan salah satu tool data analytics
yang mudah dipelajari, bahkan lebih sederhana dari Excel.

Hanya dengan mengunggah data ke tool tersebut, data kamu akan menjadi interactive web
application dalam hitungan detik.

Kelemahan terbesar dari Polymer Search adalah tool ini tidak bisa digunakan untuk big data
karena fleksibilitasnya terbatas untuk analisis lebih lanjut. Misalnya, kamu tidak dapat
melakukan analisis multivariate dengan Polymer dan jenis grafik/chartnya juga terbatas.
Tingkat keahlian: Pemula.

Penggunaan ideal untuk: Data marketing/penjualan/survei, business intelligence, presentasi


data.

Contoh kasus penggunaan


Data penjualan/pemasaran: Kamu menjalankan iklan Facebook dan ingin menemukan top
performing combinations. Polymer memiliki fitur Auto-Explainer yang secara otomatis bisa
kamu dapatkan hasilnya.

Apabila kamu ingin menemukan audiens yang tepat, kamu cukup memasukkan usia, lokasi,
jenis kelamin, dan tipe device. Polymer akan menunjukkan kombinasi hasil yang berbeda dari
performa terbaik hingga terburuk.

#4 Akkio

Akkio adalah tool AI-powered yang memungkinkan seseorang bisa menjadi data scientist
tanpa pengalaman coding. Kamu cukup mengunggah dataset ke tool, pilih variabel yang ingin
kamu prediksi, lalu Akkio akan membangun neural network di sekitar variabel itu.
Uniknya, Akkio tidak hanya memprediksi hasil, melainkan juga menyajikan peringkat akurasi
tentang seberapa akurat model tersebut sekaligus mengetahui false positives.

Sederhananya, Akkio adalah tool non-teknis untuk menerapkan predictive analytics.

Tingkat keahlian: Pemula.

Penggunaan ideal untuk: Penjualan, pemasaran, predictive analytics.

Contoh kasus penggunaan


Kamu menjalankan toko di sebuah e-commerce dan mulai ingin menerapkan rekomendasi
produk melalui e-mail newsletter. Dalam kasus ini, kamu merupakan seorang pemula di
bidang data analytics.

Akkio membantu kamu membuat model guna memprediksi apa saja yang kemungkinan besar
akan dibeli pelanggan berdasarkan perilaku pembelian mereka sebelumnya.

#5 SQL

SQL adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk query dan manipulasi data. Tool ini
melakukan sebagian besar fitur yang ada di Excel, namun berkali-kali lebih efisien untuk
digunakan big data.

Jika di Excel kamu mengerjakannya berjam-jam, SQL dapat melakukannya dalam hitungan
menit hingga detik. Tool ini memungkinkan kamu mengirim file besar dengan lebih mudah
dibandingkan Excel.

Meski demikian, SQL cenderung lebih rumit dipelajari daripada Excel dan kurang cocok
digunakan untuk tugas-tugas data analyst yang sifatnya basic atau dasar.

Tingkat keahlian: Menengah.


Penggunaan ideal untuk: Membuat query dan memanipulasi big data.

Contoh kasus penggunaan


Menggabungkan kumpulan data: Katakanlah kamu memiliki 4 file spreadsheet dengan 12
kolom, lalu kamu ingin menggabungkan semuanya. Kamu tentu perlu menggabungkannya
secara horizontal dalam data baru dengan 48 kolom. Melakukan ini dengan Excel akan sulit
dan menyita waktu cukup lama. Itulah mengapa kamu membutuhkan SQL.

Manipulasi big data: Kamu memiliki jutaan data komentar di Instagram dan perlu
membersihkan sekaligus mengedit data ini. Dengan SQL, kamu bisa melakukan hampir
semua jenis manipulasi data dengan kurang dari 15 baris code.

#6 R

R adalah tool yang digunakan untuk menangani big data. Keunggulan tool ini ada dalam
prosedur analisis statistik, terutama exploratory data analysis (EDA). Statistik yang
digunakan R sudah sangat canggih. Tak heran jika Facebook, Google, Bing, dan brand besar
lainnya menggunakan R untuk memecahkan masalah yang kompleks.

Tingkat keahlian: Mahir. Advanced atau mahir.

Penggunaan ideal untuk: Machine learning, big data, advanced academic statistical analysis.

Contoh kasus penggunaan


Kamu bekerja di industri keuangan dan ingin memprediksikan pergerakan pasar sekaligus
harga saham. R akan menyediakan fitur time-series statistical processes untuk membantunya.

#7 SPSS

Pada dasarnya, SPSS adalah tool point-and-click yang sering digunakan profesional
pendidikan dan bidang ilmu sosial. Namun, tool ini juga bisa digunakan dalam
pemerintahan, ritel, dan riset pasar.

Keunggulan dari SPSS ini adalah kamu bisa menggunakan berbagai tes dan jenis
regresi guna mengakomodasi semua jenis data atau skenario.

Tingkat keahlian: Menengah.


Penggunaan ideal untuk: ANOVA, cluster analysis, t-tests, MANOVA, linear &
logistic regression, confidence intervals.
CONTOH KASUS PENGGUNAAN
Data sampel: Kamu bekerja di bidang medis dan perlu menguji apakah sebuah obat
berpengaruh dalam meningkatkan skor tes. untuk pengambilan sampel, kamu harus
memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. T-test memungkinkan kamu
mengetahui apakah kedua kelompok ini secara statistik berbeda satu sama lain
berdasarkan p-value yang sudah ditetapkan.

#8 PYTHON

Python adalah bahasa pemrograman high-level yang ditulis secara internal dalam C. Artinya,
kamu tidak harus memikirkan tentang penggunaan memori atau RAM.

Hal yang unik dari Python adalah tool ini bersifat open-source, kamu bisa menemukan
“perpustakaan” tanpa harus melakukan coding sendiri. Meski demikian, Python ditujukan
untuk pengguna yang sudah mahir. Sebab, dibutuhkan waktu lama untuk mempelajari tool ini
sesuai tujuan perusahaan.

Tingkat keahlian: Advanced atau mahir.

Penggunaan ideal untuk: Otomatisasi, big data, machine learning, app deployment.

Contoh kasus penggunaan


Pembersihan data: kamu mendata akun Instagram perusahaan, termasuk jumlah like,
comment, share, dan lainnya. Ternyata, kamu menyadari ada beberapa data yang hilang.
Misalnya, tidak semua postingan memiliki jumlah like. Python membantu kamu memperbaiki
masalah ini dengan mendeteksi tautan yang hilang terlebih dahulu.

Otomatisasi: Setiap hari kamu mendapatkan 10 kumpulan data dari perusahaan untuk
dianalisis. Perusahaan ingin melihat variabel tertentu dalam data, membuat grafik/charts, dan
mengirimkannya ke e-mail tertentu. Dibandingkan Excel yang memakan waktu lebih lama
untuk mengerjakannya, Python membuat
#9 POWER BI
Tools data analytics - Power BI
Power BI memiliki kemampuan visualisasi data yang mirip dengan Tableau.
Bedanya, tool ini lebih komprehensif dengan memiliki fitur manipulasi dan pembersihan data
menggunakan bahasa DAX.
Power BI juga terintegrasi dengan produk Microsoft, sehingga memudahkan pekerjaan kamu
yang tersimpan di beberapa file tertentu.
Tingkat keahlian: Pemula hingga menengah.
Penggunaan ideal untuk: Membuat dashboard dan grafik interaktif, manipulasi data.
CONTOH KASUS PENGGUNAAN

Kamu perlu mengidentifikasi perputaran stok barang, rasio inventaris terhadap pembelian,
stok apa saja yang bergerak lambat, dan laba atas investasi margin kotor. Melalui laporan
terperinci yang dibuat oleh Power BI, kamu dapat dengan mudah mengidentifikasi berapa
banyak stok yang tersedia untuk suatu produk.

Dengan begitu, perusahaan bisa melakukan penyortiran stok yang diperlukan sesuai tanggal
pembuatan dan kedaluwarsa, harga, sekaligus nomor batch.

#10 [Link]
[Link] adalah tool yang dirancang untuk menganalisis data kualitatif, seperti komentar di
media sosial, survei terbuka, dan wawancara. Tool ini memungkinkan pengguna non-teknis
untuk melakukan tugas-tugas kompleks, seperti sentiment analysis.

Selain itu, [Link] juga mendukung pengunggahan video dan gambar.

Fitur-fiturnya sendiri meliput word cloud, wordlist, sinonim, penyaringan dengan kata sifat,
kata benda, dan konjungsi.

Tingkat keahlian: Pemula hingga menengah.

Penggunaan ideal untuk: Sentiment analysis, text mining.

Contoh kasus penggunaan


Eksperimen ilmu sosial: Kamu bekerja di bidang ilmu sosial dan melakukan eksperimen
dengan cara meminta peserta menuliskan perasaannya setelah menonton video yang
diberikan. Hal ini biasanya sulit dianalisis secara manual. Menggunakan [Link] kamu bisa
membuat analisis multimodal menjadi lebih sederhana.
Data tidak terstruktur: Kamu melakukan wawancara dan ingin mendapatkan informasi dari
keseluruhan orang yang diwawancarai. Jika kamu tidak terbiasa menggunakan Python,
[Link] bisa menjadi solusi yang lebih sederhana untuk mengumpulkan teks tanpa coding
apa pun.
Penutup
Pemilihan tools data analytics yang tepat tergantung pada jenis data yang ingin kamu analisis,
anggaran, dan tingkat keahlian. Tak ada salahnya kamu menggunakan kombinasi tool untuk
menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, menerapkan Excel, Python, dan Tableau secara
bersamaan.

Sebagian tools juga memiliki uji coba gratis, sehingga kamu bisa mencobanya terlebih dahulu
untuk memastikan apakah tool tersebut tepat untukmu.

Anda mungkin juga menyukai