BADAN PUSAT STATISTIK
Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Kor, 2019
ABSTRAKSI
Secara umum tujuan pengumpulan data melalui Susenas Semesteran adalah tersedianya data tentang kesejahteraan
rumah tangga mencakup antara lain pendidikan, kesehatan dan kemampuan daya beli.
Sedangkan secara khusus tujuannya adalah:
1. Tersedianya data pokok tentang kesejahteraan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk perencanaan,
monitoring dan evaluasi keberhasilan pembangunan;
2. Tersedianya data rinci tentang kesejahteraan anggota rumah tangga seperti pendidikan, kesehatan,
fertilitas/KB, dan data kependudukan menurut golongan umur, jenis kelamin, dan status perkawinan
TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN
Secara umum tujuan pengumpulan data melalui Susenas Semesteran adalah tersedianya data tentang kesejahteraan
rumah tangga mencakup antara lain pendidikan, kesehatan dan kemampuan daya beli.
Sedangkan secara khusus tujuannya adalah:
1. Tersedianya data pokok tentang kesejahteraan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk perencanaan,
monitoring dan evaluasi keberhasilan pembangunan;
2. Tersedianya data rinci tentang kesejahteraan anggota rumah tangga seperti pendidikan, kesehatan,
fertilitas/KB, dan data kependudukan menurut golongan umur, jenis kelamin, dan status perkawinan.
Penanggung Jawab Kegiatan
PENYELENGGARA
Subdit. Stat. Rumah Tangga
PENANGGUNG JAWAB MASALAH TEKNIS
Subdit. Stat. Rumah Tangga
PENANGGUNG JAWAB METODE PENGUMPULAN DATA
Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei
PENANGGUNG JAWAB METODE PENGOLAHAN DATA
Direktorat Sistem Informasi Statistik
PENANGGUNG JAWAB DISEMINASI DATA
PENANGGUNG JAWAB SUMBER DANA
Subdirektorat Statistik Rumah Tangga
Informasi Pengumpulan Data
FREKUENSI KEGIATAN
Tahunan
RIWAYAT KEGIATAN
Susenas pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Dalam dua dekade terakhir, sampai dengan tahun 2010,
Susenas dilaksanakan setiap tahun.
Susenas di desain memiliki 3 modul (Modul Konsumsi/Pengeluaran Rumah Tangga, Modul Sosial, Budaya dan
Pendidikan, serta Modul Perumahan dan Kesehatan) dan setiap modul dilaksanakan setiap 3 tahun sekali.
Pada tahun 2011-2014 akan dilaksanakan Susenas Modul Konsumsi/Pengeluaran Rumah Tangga. Pelaksanaannya
secara triwulanan, yaitu setiap tahun akan dilakukan pengumpulan data pada bulan Maret, Juni, September, dan
Desember.
Pada tahun 2015-2019 akan dilaksanakan Susenas Modul Konsumsi/Pengeluaran Rumah Tangga. Pelaksanaannya
secara semesteran, yaitu setiap tahun akan dilakukan pengumpulan data pada bulan Maret, dan September.
PERUBAHAN YANG TERJADI DARI KEGIATAN SEBELUMNYA
Untuk meningkatkan akurasi data yang dihasilkan dan sejalan dengan peningkatan frekuensi permintaan data
konsumsi/pengeluaran rumah tangga untuk PDB/PDRB triwulanan dan penghitungan kemiskinan, maka
pengumpulan data konsumsi/ pengeluaran rumah tangga direncanakan mulai tahun 2011-2014 dilaksanakan secara
triwulanan.
Data hasil pencacahan setiap triwulan dapat disajikan baik untuk tingkat nasional maupun provinsi, sedangkan dari
kumulatif pelaksanaan pencacahan selama empat triwulan maka datanya dapat disajikan sampai dengan tingkat
kabupaten/kota.
Sejak tahun 2015-2019 dilaksanakan secara semesteran.
Data hasil pencacahan setiap semesteran hanya di bulan September dapat disajikan baik untuk tingkat nasional
maupun provinsi, sedangkan untuk bulan Maret datanya dapat disajikan sampai dengan tingkat kabupaten/kota.
FREKUENSI PENGUMPULAN DATA
- Semesteran
TIPE PENGUMPULAN DATA
Cross Sectional
INDIKATOR PENGUMPULAN DATA LONGITUDINAL
REFERENSI YANG DIGUNAKAN
-
KLASIFIKASI YANG DIGUNAKAN
@@@
JADWAL KEGIATAN
Metodologi
CARA PENGUMPULAN DATA
Survei
JENIS RANCANGAN SAMPEL
Multi Stage/Phase
METODE PEMILIHAN SAMPEL STAGE TERAKHIR
Sampel probabilitas
METODE PEMILIHAN SAMPEL PROBABILITAS
Metode penarikan sampling Susenas KOR 2019 adalah sebagai berikut.
Jumlah Sampel
umlah sampel Susenas untuk estimasi kab/kota adalah 320.000 rumah tangga (32.000 Blok Sensus). Untuk Susenas
estimasi provinsi, jumlah sampel adalah 75.000 rumah tangga (7.500 Blok Sensus).
Prosedur Penarikan Sampel
Prosedur penarikan sampel dibedakan menurut level estimasi sebagai berikut:
Susenas Estimasi Kabupaten/Kota: (Integrasi dengan pengukuran indikator stunting)
Tahap 1:
a) Memilih 40% blok sensus populasi secara Probability Proportional to Size (PPS), dengan size jumlah rumah
tangga hasil SP2010 di setiap strata di kabupaten.
b) Memilih sejumlah n blok sensus sesuai alokasi secara systematic di setiap strata urban/rural per kabupaten/kota.
Sebelum dilakukan penarikan sampel, terlebih dahulu dilakukan implicit stratification blok sensus berdasarkan
strata kesejahteraan.
Tahap 2:
a) Memilih 10 rumah tangga hasil pemutakhiran secara systematic dengan implicit stratification menurut
pendidikan KRT, keberadaan ART balita dan ibu hamil 9 bulan. 10 rumah tangga tersebut selanjutnya digunakan
sebagai sampel Susenas maupun untuk pengukuran stunting 2019.
b) Pemutakhiran rumah tangga dilakukan pada kegiatan lapangan Susenas.
Susenas Estimasi Provinsi:
Tahap 1:
Memilih 7.500 blok sensus dari 32.000 blok sensus Susenas Maret 2019. Pemilihan sampel ini dilakukan secara
sistematik dengan implicite stratification variable strata kesejahteraan.
Tahap 2:
Memilih 10 rumah tangga hasil pemutakhiran secara systematic dengan implicit stratification menurut pendidikan
KRT.
Rancangan Sampel Probabilitas
KERANGKA SAMPEL
Master sampling frame yang digunakan dalam pelaksanaan Susenas 2019 adalah sekitar 40% BS, ditarik secara
PPS dengan size jumlah rumah tangga SP2010 dari master frame blok sensus sekitar 720 ribuan.
1. Kerangka sampel tahap pertama adalah:
a. Daftar blok sensus biasa SP2010;
b. Daftar 40% blok sensus SP2010 yang sudah terdapat informasi kode strata kesejahteraan dan urban/rural.
2. Kerangka sampel tahap kedua adalah daftar rumah tangga hasil pemutakhiran di setiap blok sensus terpilih.
KESELURUHAN FRAKSI SAMPEL (OVERALL SAMPLING FRACTION)
Fraksi sampel pada pemilihan sampel wilcah: n_h M_hi/M_ho dengan: n_h ? Jumlah sampel wilayah cacah dalam
strata h M_hi ? Jumlah rumahtangga dalam strata h Fraksi sampel pada pengalokasian sampel wilcah secara acak
dan berukuran sama ke setiap triwulan dalam tahun survei (t: 1,2,3,4): (n_h^t)/n_h dengan: n_h ? Jumlah sampel
wilayah cacah dalam strata h n_h^t ? Jumlah sampel wilayah cacah dalam strata h triwulan t Fraksi sampel pada
pemilihan Blok Sensus: 2 M_hij/M_hi dengan: M_hij ? Jumlah sampel wilayah cacah dalam strata h M_hi ?
Jumlah sampel wilayah cacah dalam strata h blok sensus i Fraksi sampel pada pengalokasian sampel Blok Sensus
secara acak dan berukuran sama untuk Susenas dan Sakernas (s:1,2): 1/2 Fraksi sampel pemilihan rumahtangga: m
?/(M_hij^t ) dengan: m ? ? Jumlah kecukupan sampel rumah tangga (10 rumah tangga) M_hij^t ? Jumlah sampel
wilayah cacah dalam strata h blok sensus i kegiatan survei j (j: SBH, Susenas) triwulan t
PERKIRAAN SAMPLING ERROR
perhitungan sampling error
ALOKASI SAMPEL
CAKUPAN WILAYAH
Seluruh kabupaten/kota
WILAYAH KEGIATAN
---
UNIT OBSERVASI
Rumah tangga biasa, tidak termasuk rumah tangga khusus
Pelaksanaan Susenas Maret 2017 mencakup 300.000 rumah tangga sampel yang tersebar di seluruh provinsi dan
514 Kab/Kota di Indonesia, di mana untuk Susenas September 2017 sebanyak 75 ribu rumah tangga.
CAKUPAN RESPONDEN
Anggota Rumah tangga
MENGGUNAKAN DATA SEKUNDER DARI UNIT KERJA/INSTANSI LAIN
Ya
Pengumpulan Data
METODE PENGUMPULAN DATA
MELAKUKAN PILOT STUDY
Tidak
INSTRUMEN YANG DIGUNAKAN
Kuesioner dan Pedoman
PETUGAS PENGUMPULAN DATA
- Staf
- KSK
- Mitra
JUMLAH PETUGAS PENGUMPULAN DATA
Pengawas/Kortim 5825 Orang
Pencacah 16691 Orang
MENGADAKAN PELATIHAN PETUGAS
Tidak
METODE UNTUK MENGETAHUI KINERJA PENGUMPULAN DATA
- Supervisi
PENYESUAIAN NON RESPON
Tidak Ada Penggantian Sampel
Pengolahan Data
UNIT KERJA YANG MELAKUKAN PENGOLAHAN
- Sendiri
- Subject Matter Lain
- Integrasi Pengolahan
METODE PENGOLAHAN
- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi
TEKONOLOGI/APLIKASI YANG DIGUNAKAN
Visual Foxpro Versi 9
Estimasi dan Analisis
METODE ESTIMASI YANG DIGUNAKAN
1) Design Weight
Metode estimasi yang digunakan dalam Susenas 2013 adalah metode estimasi langsung (direct estimate). Oleh
karena itu, sebelum melakukan estimasi terlebih dahulu dihitung design weight. Design Weight atau biasa disebut
Weight adalah merupakan kebalikan dari perkalian fraksi penarikan sampel antar tahap penarikan sampel, yaitu:
dengan:
: weight rumah tangga ke j, blok sensus ke i dalam strata h
: total kepala keluarga (KK) dalam strata h
: banyaknya KK di blok sensus ke-i dalam strata h
: banyaknya rumah tangga biasa hasil listing SP2010 di blok sensus ke-i dalam strata h
: banyaknya sampel blok sensus strata h
: banyaknya sampel rumah tangga di blok sensus ke-i
2) Trimming Weight
Design weight yang tercantum pada butir 1) adalah merupakan original weight. Setelah penghitungan weight,
langkah berikutnya adalah memeriksa distribusi weight. Apabila terdapat weight yang ekstrim (pencilan), meskipun
hanya mempengaruhi porsi kecil dari sampel, namun dapat mengakibatkan peningkatan varians yang cukup
substansial. Hal yang biasa dilakukan adalah memangkas (trimming) weight yang nilainya ekstrim menjadi nilai
yang masih dapat ditoleransi dalam rangka membatasi estimasi varians dan secara bersamaan mencegah dominasi
sejumlah kecil unit sampel terhadap keseluruhan estimasi.
Untuk desain yang menerapkan desain stratifikasi, proses trimming weight dilakukan dalam setiap strata. Misalkan
menyatakan original weight untuk rumah tangga ke j, blok sensus ke-i, dalam strata h, dan menyatakan batas atas
yang ditentukan untuk strata h, maka trimming weight untuk blok sensus sampel ke-i dalam strata h dapat
didefinisikan sebagai berikut:
: rata-rata weight strata h
: standar deviasi weight strata h
Sekarang, trimming weight untuk seluruh sampel dapat disesuaikan lebih lanjut sedemikian rupa sehingga totalnya
sama dengan total original weight.
Trimming weight:
dengan:
: trimming weight, rumah tangga ke-j, blok sensus ke-i, strata h
: design weight, rumah tangga ke-j, blok sensus ke-i, strata h
: total design weight strata h
: total design weight yang nilainya hB <W untuk strata h
: total design weight yang nilainya sama dengan batas atas weight, strata h
3) Estimasi Karakteristik Rumah Tangga
Dengan menjumlahkan faktor pengali seluruh rumah tangga sampel pada strata h, maka akan diperoleh estimasi
total rumah tangga strata h, yaitu:
Pada umumnya estimasi total rumah tangga tidak sama dengan populasi rumah tangga hasil sensus atau proyeksi.
Agar estimasi total rumah tangga strata h sama dengan total populasi hasil sensus atau proyeksi strata h, maka
faktor pengali rumah tangga pada setiap strata harus disesuaikan (adjusted) dengan mengalikan dengan rasio antara
total populasi rumah tangga hasil sensus atau proyeksi strata h dan estimasi total rumah tangga strata h, yaitu:
dengan:
: populasi rumah tangga hasil sensus atau proyeksi strata h
: estimasi total rumah tangga strata h
Misalkan dan masing-masing menyatakan nilai karakteristik Y dan X rumah tangga terpilih ke-j di blok sensus
terpilih ke-i strata h, maka estimasi total karakteristik Y, X, dan rasio R = Y/X serta varians bagi rasio adalah
sebagai berikut:
Estimasi total nilai karakteristik X
Estimasi total nilai karakteristik Y
Estimasi rasio
d. Estimasi varians rasio
Metode estimasi varians yang digunakan adalah metode linierisasi Taylor (Taylor Linearization) yang merupakan
salah satu metode untuk mengestimasi variance bagi total, rasio ataupun rata-rata yang merupakan bentuk khusus
dari rasio.
dengan:
, dan
: jumlah blok sensus terpilih dalam strata h,
: estimasi total karakteristik Y dalam blok sensus i, strata h,
: estimasi total karakteristik X dalam blok sensus i dan strata h,
: fraksi penarikan sampel blok sensus yang pada umumnya bernilai kecil, maka biasanya tidak diperhitungkan.
Estimasi total karakteristik rumah tangga pada tingkat provinsi merupakan penjumlahan estimasi total karakteristik
rumah tangga dari seluruh kabupaten/kota pada provinsi tersebut.
4) Estimasi Karakteristik Individu (penduduk)
Unit pengamatan individu (penduduk) dalam setiap rumah tangga sampel dibedakan menurut
jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
Estimasi total penduduk menurut jenis kelamin dalam strata h adalah sebagai berikut:
: estimasi total penduduk jenis kelamin s dalam strata h
: adjusted weight rumah tangga sampel ke j, blok sensus sampel ke i, strata h
: banyaknya penduduk jenis kelamin s (s = 1 untuk laki-laki, dan s = 2 untuk perempuan) pada rumah tangga
sampel ke j blok sensus sampel ke i strata h
Agar estimasi total penduduk menurut jenis kelamin strata h sama dengan total populasi menurut jenis kelamin
hasil sensus atau proyeksi strata h, maka faktor pengali penduduk menurut jenis kelamin pada setiap strata harus
disesuaikan (adjusted) dengan mengalikan dengan rasio antara total populasi penduduk menurut jenis kelamin hasil
sensus proyeksi strata h dan estimasi total penduduk menurut jenis kelamin strata h, yaitu:
dengan:
: adjusted weight penduduk (bukan kepala rumah tangga) ke-k berjenis kelamin s dalam rumah tangga terpilih
ke-j, blok sensus ke-i strata h
: populasi penduduk jenis kelamin s hasil sensus atau proyeksi dalam strata h
Misalnya dan masing-masing menyatakan nilai karakteristik Y dan X penduduk (anggota rumah tangga) ke-l
berjenis kelamin s pada rumah tangga terpilih ke-j di blok sensus terpilih ke-i strata h, maka estimasi total
karakteristik Y, X, dan rasio R=Y/X serta varians bagi rasio adalah sebagai berikut:
Estimasi total nilai karakteristik X untuk penduduk berjenis kelamin s:
Estimasi total nilai karakteristik Y untuk penduduk berjenis kelamin s:
Estimasi rasio untuk penduduk berjenis kelamin s:
Estimasi varians rasio
Metode estimasi varians yang digunakan adalah metode linierisasi Taylor (Taylor Linearization) yang merupakan
salah satu metode untuk mengestimasi karakteristik baik untuk total, rasio ataupun rata-rata yang merupakan
bentuk khusus dari rasio.
dengan:
, dan
: jumlah blok sensus terpilih dalam strata h,
: estimasi total karakteristik Y dalam blok sensus i, strata h,
: estimasi total karakteristik X blok sensus i dan strata h, dan
: fraksi penarikan sampel blok sensus, biasanya nilainya kecil, maka biasanya tidak diperhitungkan.
Estimasi total karakteristik penduduk pada tingkat provinsi merupakan penjumlahan estimasi total karakteristik
penduduk dari seluruh kabupaten/kota pada provinsi tersebut.
KOMPOSISI DAN PENIMBANG
FWT
METODE ANALISIS
Deskriptif
UNIT ANALISIS
Nasional dan Provinsi
SUMBER DATA ALTERNATIF UNTUK ANALISIS
ADA UNIT KERJA LAIN YANG MENGGUNAKAN DATA INI
Tidak
Kualitas dan Interpretasi Data
PERLAKUAN TERHADAP OUTLIER, SECARA UMUM
Imputasi
RELIABILITAS DATA
PENINGKATAN KUALITAS DATA
Menambahkan rincian pertanyaan pada kuesioner
PERBANDINGAN DATA
3
METODE REVISI DATA
Perbaikan data yang tidak konsisten dan pemeriksaan ulang data non respon
INFORMASI TENTANG KUALITAS DATA
Evaluasi
MELAKUKAN STUDI EVALUASI
Tidak
REKOMENDASI UNTUK YANG AKAN DATANG
Diseminasi
TAHUN DATA YANG DIDISEMINASIKAN
s.d.
DATA YANG DIDISEMINASIKAN DIBEDAKAN MENURUT JENIS KELAMIN
Tidak
LEVEL PENYAJIAN SAMPAI DENGAN TINGKAT
DIBEDAKAN MENURUT DAERAH PERKOTAAN/PERDESAAN
Tidak
DATA/VARIABEL YANG TIDAK BISA DIBERIKAN KEPADA PIHAK PENGGUNA DATA
Aksesibilitas
Direktorat Diseminasi Statistik
bpshq@[Link], [Link]
Persyaratan dan Penolakan
PERSYARATAN
Pengguna data harus menyebutkan nama kegiatan:
Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Kor, 2019
PENOLAKAN
Pengguna data mengakui bahwa BPS tidak bertanggung jawab atas penggunaan data atau interpretasi atau
kesimpulan berdasarkan penggunaan data apabila tidak diketahui atau tidak dikonsultasikan dengan BPS.