0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan3 halaman

Api Jiwa

Dokumen ini adalah analisis proses interaksi antara perawat dan pasien yang mengalami halusinasi pada pertemuan kelima. Tujuan interaksi adalah membina hubungan saling percaya dan membantu pasien mengenali halusinasinya melalui komunikasi verbal dan non-verbal. Interaksi berfokus pada menggali isi halusinasi pasien dan memberikan orientasi realita untuk membantu pasien membedakan antara halusinasi dan kenyataan.

Diunggah oleh

Willy Apriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan3 halaman

Api Jiwa

Dokumen ini adalah analisis proses interaksi antara perawat dan pasien yang mengalami halusinasi pada pertemuan kelima. Tujuan interaksi adalah membina hubungan saling percaya dan membantu pasien mengenali halusinasinya melalui komunikasi verbal dan non-verbal. Interaksi berfokus pada menggali isi halusinasi pasien dan memberikan orientasi realita untuk membantu pasien membedakan antara halusinasi dan kenyataan.

Diunggah oleh

Willy Apriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Inisial Pasien:TN.P Nama Mahasiswa:Zumaryadi Al -Malik


Status Interaksi perawat- Tanggal:6 April 2026
pasien:Pertemuan ke-5, SP 1
Jam:10.30
HALUSINASI
Lingkungan:Di tempat makan Ruang: Elang
Deskripsi Pasien: Klien tampak
gelisah dan tidak berbincang
dengan temannya
Tujuan berorientasi pada pasien
1. Membina hubungan saling
percaya
2. Klien dapat
mengenali
halusinasinya
KOMUNIKASI KOMUNIKASI ANALISA ANALISA RASIONAL
VERBAL NON VERBAL BERPUSAT BERPUSAT
PADA PADA PASIEN
PERAWAT
P:”Selamat pagi” P: Tersenyum, P: Perawat K: Pasien Salam
kontak mata, membuka merespon merupakan
nada suara komunikasi salam, teknik
lembut dengan salam menunjukkan komunikasi
K:Pagi
K: Menoleh ke untuk masih mampu terapeutik
perawat, membangun berinteraksi untuk membina
ekspresi datar hubungan hubungan
terapeutik saling percaya
P:”Bagaimana P: Posisi tubuh P: Perawat K: Pasien mulai Pertanyaan
kabar bapak hari condong ke menggali membuka diri terbuka
ini” depan, perhatian kondisi umum tentang keluhan membantu
penuh pasien halusinasi pasien
K:”Baik,tapi K: Ekspresi mengekspresikan
kadang dengar bingung, suara perasaan dan
suara” pelan keluhan
P: “Tujuan saya P: Kontak mata, P: Perawat K: Pasien Kontrak
hari ini ingin nada suara jelas melakukan menyetujui meningkatkan
berbincang kontrak waktu interaks rasa aman dan
tentang apa dan tujuan keterlibatan
pasien
yang Bapak
rasakan,
waktunya
sekitar 10–15
menit, apakah
bapak setuju?”

K:setuju K: Mengangguk
P:”Suara apa P: Ekspresi P: Perawat K: Pasien Identifikasi isi
yang sering serius, menggali isi mengalami halusinasi
bapak dengar?” mendengarkan halusinasi halusinasi penting untuk
aktif auditorik

K:”Ada yang K: Wajah tegang dengan isi menentukan


nyuruh lempar dan gelisah perintah tingkat risiko
barang kadang
juga untuk nyuru
mukul”
P:Kapan P: Mengangguk P: Menggali K: Halusinasi Mengetahui pola
biasanya suara waktu muncul muncul saat munculnya
itu muncul? halusinasi pasien sendiri halusinasi
membantu
K:”Kalau lagi K: Menunduk intervensi
sendiri”
P:”Apa yang P:Fokus, tidak P: Menggali K: Pasien Menilai respon
bapak lakukan menghakimi respon pasien memiliki pasien penting
saat suara itu terhadap respon perilaku untuk
muncul?” halusinasi berisiko pencegahan
perilaku
K:”Jadi kesal K: Ekspresi kekerasan
ingin lepar murung
barang dan
mukul”
P:”Baik pak, P: Nada suara P: Memberikan K: Pasien mulai Orientasi realita
suara itu menenangkan realita (reality menerima membantu
sebenarnya tidak K:Mendengarkan orientation) informasi pasien
nyata,tapi membedakan
memang bisa halusinasi dan
mempengaruhi kenyataan
bapak besok kita
akan belajar cara
mengontrolnya
ya”
P:”Dari P: Tersenyum P: Memberikan K: Pasien Penguatan
pembicarran tadi reinforcement merasa dihargai meningkatkan
bapak sudah bisa positif motivasi pasien
mengenali suara
dan kapan
munculnya ya,
bagus pak”

K:”Iya” K: Mengangguk
P:”Besok kita P: Kontak mata P: Membuat K: Pasien Perencanaan
akan belajar cara K: Ekspresi lebih rencana tindak bersedia meningkatkan
mengusir suara tenang lanjut mengikuti kontinuitas
itu supaya tdiak terapi perawatan
menggagu,
setuju,?”

K:”oke”
P:”Kita akan P: Berdiri P: Menutup K: Pasien Terminasi
melakukannya perlahan, interaksi menerima akhir penting untuk
disini lagi ya tersenyum percakapa mengakhiri sesi
pak, terima K: Diam, secara terapeutik
kasih” memperhatikan

Anda mungkin juga menyukai