DOKUMEN TENDER
RENCANA KERJA & SYARAT-SYARAT (RKS)
Nomor : 005/RKS/DLP-DAMRI/II/2024
Tanggal : 20 Februari 2024
PEKERJAAN
PENGADAAN SEWA PERANGKAT CCTV UNTUK ANGKUTAN
REGULER PERUM DAMRI
KANTOR PUSAT PERUM DAMRI
Jl. Matraman Raya No.25 Jakarta Timur
Kode Pos 13140
Telp : (021) 8583131 (Hunting)
Fax : (021) 8504876,8583732, 8571185,8518833
Email : pengadaan@[Link]
Web: [Link]
Sewa Perangkat CCTV 1
KATA PENGANTAR
Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada para Peserta Tender yang akan berpartisipasi
untuk mengikuti Pengadaan Sewa Perangkat CCTV Untuk Angkutan Reguler Perum DAMRI.
Perum DAMRI merupakan Badan Usaha Milik Negara dengan bidang usaha transportasi
darat
untuk angkutan penumpang dan barang dalam kegiatan usahanya selalu mendukung
terwujudnya angkutan darat yang efektif dan efisien dalam menunjang sekaligus
menggerakkan dinamika pembangunan serta meningkatkan mobilitas manusia, barang dan
jasa.
Untuk menunjang terciptanya Good Corporate Governance (GCG) dan penerapan prinsip-
prinsip pengadaan yang efektif, efisien, terbuka, wajar dan dapat dipertanggung jawabkan,
Perum DAMRI akan melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan paket yang
ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) untuk memilih Penyedia Barang/Jasa
yang berpengalaman yang mampu memberikan mutu layanan terbaik, harga kompetitif,
garansi purna jual terbaik dan dilaksanakan oleh perusahaan berpengalaman dan memiliki
keahlian sesuai dengan kebutuhan jasa.
Dokumen Pengadaan ini atau umumnya disebut RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) berisi
tentang ketentuan tatacara dan persyaratan administrasi dan teknis atas pengadaan ini.
Kepada calon peserta Pengadaan diharapkan untuk mempelajari terlebih dahulu RKS ini
dengan cermat agar tidak terdapat kesalahan dalam mengikuti pelaksanaan pengadaan ini.
Kesalahan pada pengajuan penawaran dapat menggugurkan atau tidak lulus evaluasi, untuk
itu calon peserta diharuskan melaksanakan ketentuan dalam pengadaan ini dengan lengkap
dan benar. Dokumen yang sudah diserahkan kepada Perum DAMRI menjadi hak Perum
DAMRI dan tidak akan dikembalikan.
Demikian kami sampaikan, dan atas perhatiannya untuk berpartisipasi dalam Pengadaan ini
diucapkan terima kasih.
DIVISI LAYANAN PENGADAAN
KEPALA,
Sewa Perangkat CCTV 2
DAFTAR ISI
1. KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………. 2
2. DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………. 3
3. BAB 1 : INSTRUKSI KEPADA PESERTA TENDER……………………………….. 4
4. BAB II : DATA TENDER……………………………………………………………………….. 13
5. BAB III : SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK………………………………………. 18
6. BAB IV : SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK…………………………………… 23
7. BAB V : BENTUK SURAT…………………………………………………………………….. 25
8. BAB VI : LAMPIRAN…………………………………………………………………………….. 27
9. : KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) …………………………………………. 28
Sewa Perangkat CCTV 3
BAB I
INSTRUKSI KEPADA PESERTA TENDER
A. UMUM
1. LINGKUP PEKERJAAN : 1.1 Perum DAMRI sesuai ketentuan dalam Data Tender,
mengundang Penyedia Jasa untuk melaksanakan
pekerjaan. Nama paket pekerjaan ditentukan dalam
data Tender (Bab II).
1.2 Pemenang Tender wajib menyelesaikan pekerjaan
dalam jangka waktu yang ditentukan dalam data tender
dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan biaya sesuai
kontrak.
2. SUMBER DANA : 2.1 Pekerjaan ini dibiayai dengan dana sesuai ketentuan
dalam data tender.
3. PERSYARATAN : 3.1 Tender ini dapat diikuti oleh semua Penyedia Jasa yang
PESERTA TENDER memenuhi persyaratan dan memiliki track record yang
baik di Perum DAMRI.
3.2 Apabila mengikuti pengadaan jasa, maka Peserta
tender harus menyediakan jasa layanan yang handal
dengan keahlian sesuai yang dipersyaratkan oleh
Perum DAMRI.
3.3 Dalam pengadaan barang, peserta tender harus
mengutamakan penggunaan bahan/material, peralatan
dalam negeri, diutamakan penyedia yang telah memiliki
sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
3.4 Peserta tender harus menyerahkan dokumen
penawaran sesuai bentuk-bentuk yang ditentukan
dalam bentuk surat penawaran dan lampiran.
4. KUALIFIKASI : 4.1 Persyaratan kualifikasi peserta Tender tercantum dalam
PESERTA TENDER dokumen kualifikasi.
5. BIAYA PENAWARAN : 5.1 Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa
untuk mengikuti Tender menjadi beban Penyedia Jasa
dan tidak mendapat penggantian dari Perum DAMRI.
6. SATU PENAWARAN : 6.1 Setiap peserta Tender atas nama sendiri atau sebagai
TIAP PESERTA anggota kemitraan hanya boleh menyerahkan satu
TENDER penawaran untuk satu paket Tender Pekerjaan.
6.2 Peserta Tender yang menyerahkan lebih dari satu
penawaran untuk setiap tender pekerjaan selain
penawaran alternatif (bila diminta) akan digugurkan.
7. PENJELASAN : 7.1 Divisi Layanan pengadaan (DLP) memberikan
PEKERJAAN penjelasan mengenai dokumen Tender pada waktu dan
tempat sesuai ketentuan dalam data Tender.
Penjelasan Pekerjaan dilakukan menggunakan Video
Sewa Perangkat CCTV 4
Conference melalui aplikasi Zoom dengan mengundang
7.2 Divisi Pengguna/User dan Penyedia.
Dalam acara penjelasan Tender, dijelaskan mengenai :
a. Metode penyelenggaraan Tender;
b. Cara penyampaian penawaran (satu sampul atau
dua sampul atau dua tahap);
c. Dokumen yang harus dilampirkan dalam dokumen
penawaran;
d. Acara pembukaan dokumen penawaran;
e. Metode evaluasi;
f. Hal-hal yang menggugurkan penawaran;
g. Jenis kontrak yang akan digunakan;
h. Besaran, masa berlaku dan penjamin yang dapat
mengeluarkan jaminan penawaran.
7.3 Pertanyaan dari peserta Tender, jawaban dari Divisi
Layanan Pengadaan dan Divisi Pengguna (user),
keterangan lain termasuk perubahannya, dituangkan
dalam Berita Acara Penjelasan (BAP). BAP
ditandatangani oleh DLP dan pihak-pihak yang hadir
atau bila waktu tidak memungkinkan cukup dengan
absensi daftar hadir para pihak.
Apabila dalam BAP terdapat hal-hal/ketentuan baru
7.4 atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka
DLP menuangkan kedalam adendum RKS/dokumen
Tender dan disampaikan dalam waktu bersamaan
kepada semua peserta Tender secara tertulis.
Peserta Tender yang tidak hadir pada saat penjelasan
7.5 Dokumen Tender tidak dapat dijadikan dasar untuk
menolak/menggugurkan penawarannya.
8. ADENDUM RKS : 8.1 Sebelum batas waktu penyampaian penawaran
berakhir, Perum DAMRI dapat mengubah ketentuan
RKS dengan menerbitkan Adendum RKS.
8.2 Setiap Adendum yang diterbitkan merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari RKS/dokumen Tender dan
harus disampaikan dalam waktu bersamaan kepada
semua peserta Tender.
8.3 Apabila adendum diterbitkan, maka untuk memberi
waktu yang cukup kepada peserta Tender dalam
penyiapan penawaran, Perum DAMRI dapat
mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran.
B. PENAWARAN
9. BAHASA PENAWARAN : 9.1 Dokumen penawaran harus menggunakan bahasa
Indonesia, kecuali untuk lampiran-lampiran yang
bersifat Teknis.
10. DOKUMEN : 10.1 Dokumen penawaran terdiri dari :
PENAWARAN a. Surat penawaran; harus bermeterai cukup,
bertanggal, ditandatangani oleh yang berhak dan
dicap/stempel resmi perusahaan.
Sewa Perangkat CCTV 5
b. Lampiran surat penawaran, terdiri dari :
1) Surat Kuasa (jika diperlukan);
2) Lampiran yang ditentukan dalam dokumen
Tender ini.
11. HARGA PENAWARAN : 11.1 Harga penawaran adalah harga yang tercantum dalam
surat penawaran berdasar jumlah rincian dalam daftar
kuantitas dan harga untuk seluruh pekerjaan.
11.2 Harga penawaran harus ditulis dengan jelas dalam
angka dan huruf. Dalam hal angka dan huruf berbeda,
maka yang digunakan adalah dalam huruf. Apabila
harga penawaran dalam huruf tidak bisa diartikan/tidak
bermakna, maka pada saat pembukaan penawaran
ditulis “TIDAK JELAS”, dalam evaluasi penawaran
tidak boleh digugurkan dan harga penawaran yang
berlaku adalah harga penawaran terkoreksi.
11.3 Biaya umum dan keuntungan dikenakan untuk seluruh
mata pembayaran kecuali untuk mata pembayaran
pekerjaan persiapan non fisik.
11.4 Semua pajak dan retribusi yang harus dibayar oleh
Penyedia Jasa dalam pelaksanaan kontrak, serta
pengeluaran lainnya sudah termasuk dalam harga
penawaran.
12. MATA UANG : 12.1 Harga Penawaran harus menggunakan mata uang
PENAWARAN DAN 12.2 Rupiah.
CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran dilakukan sesuai ketentuan dalam
data Tender.
13. MASA BERLAKUNYA : 13.1 Masa berlaku penawaran adalah sesuai ketentuan
PENAWARAN dalam Data Tender.
13.2 Dalam keadaan khusus, sebelum akhir masa
berlakunya penawaran, DLP dapat meminta kepada
peserta Tender secara tertulis untuk memperpanjang
masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka
waktu tertentu.
Peserta Tender dapat :
a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah
penawaran, tetapi meminta memperpanjang masa
berlakunya jaminan penawaran untuk jangka
waktu tertentu dan menyampaikan pertanyaan
perpanjangan masa berlakunya penawaran dan
perpanjangan jaminan penawaran kepada DLP;
b. Menolak permintaan tersebut secara tertulis dan
jaminan penawarannya tidak disita dan tidak
dikenakan sanksi.
14. PENAWARAN : 14.1 Peserta Tender harus menyampaikan penawaran
ALTERNATIF OLEH sesuai dengan ketentuan data Tender. Penawaran
PESERTA TENDER alternatif tidak akan dipertimbangkan.
Sewa Perangkat CCTV 6
15. BENTUK DAN : 15.1 Peserta Tender harus menyiapkan 1 (satu) dokumen
PENANDAAN penawaran asli dan diberi tanda “ASLI” dan 2 (dua)
PENAWARAN dokumen penawaran rekaman yang masing-masing
diberi tanda “COPY”. Apabila terdapat perbedaan
antara dokumen penawaran asli dan copy-an, maka
dokumen penawaran asli yang berlaku.
15.2 Dokumen penawaran asli dan rekaman harus
ditandatangani oleh orang yang berhak atas nama
badan usaha peserta Tender sesuai dengan akta
pendirian dan perubahannya.
15.3 Dokumen penawaran tidak boleh ada perubahan,
penghapusan atau penambahan, kecuali untuk
memperbaiki kesalahan yang dibuat peserta Tender
dan perbaikan tersebut harus diparaf oleh orang yang
menandatangani penawaran.
C. PENYAMPAIAN PENAWARAN
16. SAMPUL DAN TANDA : 16.1 Sampul dan Tanda Penawaran
PENAWARAN a. Sampul I : Dokumen Administrasi dan Teknis
b. Sampul II : Dokumen Penawaran Harga
c. Sampul Luar : Untuk memasukkan dokumen
sampul I dan II
16.2 Peserta Tender harus memasukkan dokumen
Administrasi dan Teknis serta 2 (dua) rekamannya
masing-masing dijilid dimasukkan ke dalam sampul I,
ditutup rapat, direkat untuk menjaga kerahasiaan dan
diberi tanda “DOKUMEN ADMINISTRASI DAN TEKNIS”.
Dokumen Administrasi adalah :
a. Surat penawaran asli Administrasi dan Teknis tanpa
menyebutkan besaran harga yang ditawarkan,
bermeterai cukup (Rp10.000), dicap serta
mencantumkan masa berlakunya penawaran.
Ditandatangani oleh Pimpinan/Direktur Utama atau
penerima kuasa dari Pimpinan/Direktur Utama yang
namanya tercantum dalam akte
pendirian/perubahan atau Kepala Cabang
Perusahaan yang diangkat oleh Kantor Pusat atau
pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah
yang berhak mewakilinya.
b. Fotocopy Akte Perusahaan dan perubahannya (bila
ada), fotocopy SIUP, fotocopy Surat Pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak (PKP), NPWP dan surat bukti
setoran pajak 3 bulan terakhir, fotocopy Surat
Keterangan Domisili dan dokumen terkait lainnya.
Dokumen Teknis terdiri dari :
a. Pendahuluan
Uraian singkat latar belakang Penyedia Jasa,
meliputi organisasi dan pengalaman.
b. Pengalaman Perusahaan
Sewa Perangkat CCTV 7
Penyedia Jasa harus menjelaskan pengalaman
perusahaan selama kurun waktu 3 (tiga) tahun
terakhir yang sesuai dengan pekerjaan yang akan
dilaksanakan dilampiri bukti Referensi Pengguna
atau Berita Acara Serah Terima Pekerjaan atau
Kontrak.
16.3 Kemudian peserta Tender memasukkan Surat
Penawaran Harga (SPH) asli dan 2 (dua) rekamannya
masing-masing dijilid dimasukkan kedalam sampul II,
ditutup rapat, direkat untuk menjaga kerahasiaannya
dan diberi tanda “DOKUMEN PENAWARAN
HARGA”.
Surat Penawaran Harga (SPH) terdiri dari :
Penawaran Harga yang diajukan harus sudah
memperhitungkan besarnya keuntungan dan pajak.
16.4 Surat Penawaran Harga bermeterai cukup, bertanggal,
ditandatangani oleh yang berhak, dan dicap.
Sampul I dan Sampul II diatas dimasukan kedalam
sampul luar, Pada sampul luar harus ditulis :
a. Alamat Pengguna Barang, sesuai dengan ketentuan
dalam Data Dokumen Tender, pada bagian tengah;
b. Jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun,
jam pemasukan, sesuai ketentuan dalam Data
Dokumen Tender, pada sudut kiri atas; dan
c. “JANGAN DIBUKA SEBELUM WAKTU PEMBUKAAN
PENAWARAN”, pada sudut kanan atas.
16.5 Sebagai tambahan identifikasi yang diperlukan dalam
pasal 18.1 sampul dalam harus ditulis nama alamat
peserta Tender untuk pengembalian penawaran tanpa
dibuka dalam hal penawaran dinyatakan terlambat,
sesuai dengan pasal 20.
17. PENYAMPAIAN : 17.1 Penyampaian dokumen Penawaran Administrasi &
DOKUMEN Teknis dapat dilakukan secara langsung atau melalui
PENAWARAN Pos/layanan antaran/exspedisi.
Adapun ketentuan dokumen penawaran sebagai
berikut :
a. Pada sampul dalam dan luar harus ditulis :
1) Alamat Perum DAMRI, sesuai dengan
ketentuan dalam data tender, pada bagian
tengah;
2) Jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan,
tahun, jam, pemasukan, sesuai ketentuan
dalam data tender, pada sudut kiri atas.
b. Batas waktu paling lambat untuk penerimaan
dokumen penawaran harus sesuai dengan
ketentuan dalam data tender, yaitu sebelum batas
waktu penutupan pemasukan dokumen
penawaran.
Sewa Perangkat CCTV 8
c. DLP membuat Berita Acara Penerimaan Dokumen
Penawaran yang sampul luarnya masih dalam
keadaan tertutup.
18. BATAS AKHIR : 18.1 Dokumen Penawaran harus disampaikan kepada DLP
WAKTU sesuai dengan tempat dan waktu dalam Data Tender.
PENYAMPAIAN 18.2 DLP dapat mengundurkan batas akhir waktu
PENAWARAN penyampaian penawaran dengan mencantumkan
dalam adendum dokumen Tender.
19. PENAWARAN : 19.1 Setiap penawaran yang diterima oleh DLP setelah batas
TERLAMBAT akhir waktu penyampaian penawaran akan ditolak dan
dikembalikan kepada peserta Tender dalam keadaan
tertutup (sampul dalam tidak dibuka) dan tidak
ditindaklanjuti.
D. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN
20. PEMBUKAAN : 20.1 Pembukaan Dokumen Penawaran dilakukan oleh
PENAWARAN internal DLP dan disaksikan oleh Divisi Pengguna
Sebelum dilakukan evaluasi DLP memeriksa
201. kelengkapan Dokumen Penawaran yang meliputi :
a. Surat penawaran yang didalamnya tercantum masa
berlaku penawaran dan harga penawaran;
b. Daftar kuantitas dan harga (apabila ada);
c. Surat kuasa dari pemimpin/Direktur Utama
perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya
tyercantum dalam akta pendirian atau
perubahannya (bila dikuasakan);
d. Dokumen Penawaran Teknis; dan
e. Dokumen lain yang dipersyaratkan.
21. EVALUASI : 21.1 Proses evaluasi dokumen penawaran bersifat rahasia
PENAWARAN DAN dan dilakukan oleh DLP secara independen yang
KERAHASIAAN meliputi :
PROSES a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis; dan
c. evaluasi harga.
21.2 Informasi yang berhubungan dengan penelitian,
evaluasi, klarifikasi, konfirmasi dan usulan calon
pemenang tidak boleh diberitahukan kepada peserta
atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai
keputusan pemenang diumumkan.
Setiap usaha peserta Tender untuk mencampuri proses
21.3 evaluasi dokumen penawaran atau keputusan
pemenang akan mengakibatkan ditolaknya penawaran
yang bersangkutan.
22. KLARIFIKASI TEKNIS : 22.1 Pelaksanaan Klarifikasi Teknis & Negosiasi Harga
DAN NEGOSIASI dengan peserta Tender dilaksanakan secara langsung
PENAWARAN atau tatap muka dengan ketentuan :
Sewa Perangkat CCTV 9
a. klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan
terhadap harga satuan yang dinilai tidak wajar
berdasarkan HPS;
b. dilakukan perkalian volume dan harga satuan yang
telah disepakati, untuk mendapatkan total hasil
negosiasi;
c. hasil negosiasi harga menjadi nilai harga penetapan
pemenang dan sebagai dasar nilai kontrak; dan
apabila klarifikasi dan negosiasi terhadap peserta
tidak tercapai kesepakatan, maka pejabat
pengadaan mengundang peserta lain.
E. PEMENANG TENDER
23. KRITERIA PEMENANG : 23.1 Divisi Pengguna akan merekomendasikan pemenang
Tender dari peserta dengan bobot penilaian tertinggi
dan memenuhi syarat sesuai ketentuan dokumen
Tender serta memenuhi syarat kualifikasi.
23.2 Peserta dapat melakukan sanggahan atas hasil Tender
selambat-lambatnya 2 hari sesudah pengumuman
pemenang dengan menyerahkan Jaminan Sanggahan
dengan nilai 1% dari total harga penawaran.
Pengguna Jasa menjawab sanggahan dan bersifat final.
23.3 Bila sanggahan tidak benar maka Jaminan Sanggahan
dapat dicairkan dan menjadi milik pengguna Jasa.
24. HAK PENGGUNA : 24.1 Pengguna Barang/ Jasa mempunyai hak untuk
BARANG UNTUK menerima atau menolak salah satu atau semua
MENERIMA DAN penawaran dan membatalkan proses tender setiap saat
MENOLAK sebelum penetapan pemenang tender, tanpa tuntutan
PENAWARAN dari peserta tender yang bersangkutan dan tanpa
kewajiban memberikan alasan apapun kepada peserta
tender, apabila dipandang seluruh penawaran tidak
menunjukkan adanya persaingan yang sehat, terjadi
pengaturan bersama (kolusi), dan tidak cukup tanggap
terhadap dokumen tender.
25. PENETAPAN : 25.1 DLP dan Divisi Pengguna (user) menetapkan pemenang
PEMENANG dan dibuatkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
(SPPBJ).
26. PENGUMUMAN : 26.1 Sebelum Pengguna Barang Jasa (Sesuai Kewenangan)
PEMENANG menunjuk Penyedia Jasa, DLP mengumumkan
pemenang Tender. Peserta Tender yang berkeberatan
atas pengumuman pemenang Tender tersebut dapat
mengajukan sanggahan sesuai ketentuan dalam data
Tender.
27. MASA SANGGAH : 27.1 Untuk menjamin adanya transparansi dan perlakuan
yang sama (equal treatment) dalam setiap pengadaan
Barang dan Jasa, maka pihak yang kalah pada saat
pengumuman pemenang, berhak untuk mengajukan
27.2 sanggahan.
Sewa Perangkat CCTV 10
Peserta Tender dapat melakukan sanggahan atas hasil
27.3 Tender selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah
pengumuman pemenang dengan menyerahkan
Jaminan Sanggahan dengan nilai 1 % dari nilai total
HPS.
DLP akan menyampaikan keputusan atas sanggahan
27.4 tersebut selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari
kerja dari tanggal diterimanya pengajuan sanggahan.
Peserta yang mengajukan sanggahan harus
27.5 menyetorkan Uang Jaminan Sanggahan sebesar
maksimum nilai Jaminan Penawaran (bid bond) atau
Pencairan Jaminan Penawaran (bid bond).
Uang Jaminan Sanggahan tersebut dikembalikan
27.6 kepada penyanggah apabila sanggahannya terbukti
benar secara hukum dan menjadi hak Perum DAMRI
apabila sanggahannya terbukti tidak benar secara
hukum.
Keputusan Kepala Divisi Layanan Pengadaan atas
27.7 sanggahan bersifat final.
28. PENANDATANGANAN : 28.1 Divisi Pengguna (user) dan Penyedia tidak
KONTRAK diperkenankan mengubah substansi Dokumen
Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak.
28.2 Penandatanganan kontrak dilakukan selambat-
lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah
penerbitan SPPBJ dan setelah Penyedia Jasa
menyerahkan Jaminan Pelaksanaan.
28.3 Divisi Pengguna (user), Kepala Divisi Hukum dan
Penyedia wajib memeriksa Draft Kontrak meliputi
substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta
membubuhkan paraf pada setiap lembar.
28.4 Banyak nya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan,
yaitu :
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) kontrak asli terdiri
dari :
1) Kontrak asli pertama untuk Kepala Divisi
Layanan Pengadaan dibubuhi meterai pada
bagian yang ditandatangani oleh penyedia;
dan
2) Kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi
meterai pada bagian yang ditandatangani oleh
Kepala Divisi Layanan Pengadaan;
b. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi meterai,
apabila diperlukan.
G. LARANGAN PERSEKONGKOLAN DAN PAKTA INTEGRITAS
29. LARANGAN : 29.1 Divisi terkait, DLP dan Penyedia dilarang melakukan
PERSEKONGKOLAN persekongkolan untuk mengatur dan/atau menentukan
pemenang dalam tender sehingga mengakibatkan
terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat.
Sewa Perangkat CCTV 11
29.2 Divisi Kerja terkait, DLP dan Penyedia Jasa dilarang
melakukan persekongkolan untuk menaikkan nilai
pekerjaan (mark up).
29.3 Divisi Kerja terkait, DLP dan Penyedia Jasa yang
terbukti melakukan persekongkolan, dikenakan sanksi
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, yaitu Undang-Undang Tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
30. PAKTA INTEGRITAS 30.1 Pakta integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak
melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).
30.2 Peserta Tender harus menandatangani Pakta Integritas
dalam dokumen Tender dan bersifat mengikat apabila
ditunjuk sebagai Penyedia Jasa.
30.3 Layanan pengadaan dan pejabat unit kerja terkait
harus menandatangani pakta integritas sebelum
pengumuman Tender.
Pakta Integritas harus ditandatangani oleh Direktur
30.4 Perum DAMRI/Pejabat Satu Tingkat dibawah Direktur/
Kepala Cabang/Divre/Direktur SBU yang diangkat oleh
Kantor Pusat, atau pejabat yang menurut perjanjian
kerjasama adalah yang berhak mewakili perusahaan
yang bekerjasama.
30.5 Bentuk Pakta Integritas dibuat oleh Perum DAMRI.
Sewa Perangkat CCTV 12
BAB II
DATA TENDER
1. LINGKUP PEKERJAAN : 1.1 Nama Pengguna Jasa :
Perum DAMRI
Nama Pekerjaan :
Pengadaan Sewa Perangkat CCTV Untuk Armada
Reguler Perum DAMRI.
1.2 Jangka Waktu Sewa 3 (tiga) tahun.
Metode Pengadaan :
Tender
1.3 Lingkup Pekerjaan:
a. Menyediakan Perangkat CCTV On Bus sesuai spek
yang sudah ditentukan dalam spesifikasi teknis;
b. Mengakomodir segala kebutuhan support CCTV On
Bus;
c. Melakukan Instalasi dan perawatan perangkat CCTV
On Bus selama masa garansi atau rentang waktu
yang tertuang dalam perjanjian kontrak;
d. Melakukan pelatihan untuk operator CCTV on Bus;
e. Melakukan maintenance atau perawatan alat setiap
bulan yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah
Terima (BAST) pekerjaan yang di tandatangani
penanggungjawab kantor cabang terkait untuk
lampiran invoice
f. Mempunyai API agar terintegrasi dengan Aplikasi
DAMRI dan juga yang berhubungan dengan DAMRI;
g. Mempunyai Dashboard pemantauan CCTV on Bus
yang bis dipresentasikan dan ditunjukan cara
penggunaannya dengan recurment strategi
pencapaian keluaran atau output;
h. Melakukan custome pemantauan aplikasi sesuai
permintaan DAMRI.
2. SUMBER DANA 2.1 Pengguna Jasa merencanakan untuk menggunakan
dana RKAP Perum DAMRI.
2.2 Rencana Anggaran Biaya sebagai berikut :
a. Biaya sewa perangkat CCTV sebesar
Rp.650.000,00 (Enam ratus lima puluh ribu
rupiah) / Unit / Bulan selama 3 (tiga) tahun,
selanjutnya Rp. 350.000,00 (Enam ratus lima
puluh ribu rupiah) / Unit / Bulan tahun berikutnya
dengan ketentuan perangkat yang terpasang
selama 3 Tahun
b. Harga belum termasuk PPN 11% dan pajak lainnya,
c. Harga sudah termasuk paket data, Instalasi dan
Maintenance perangkat CCTV.
Sewa Perangkat CCTV 13
3. DOKUMEN 3.1 Peserta wajib memenuhi dokumen kualifikasi :
PENGADAAN a. Telah terdaftar pada Vendor Mangement System
(VMS) Perum DAMRI
b. Pemasukan dokumen kualifikasi, dokumen
penawaran harga dan surat pernyataan disampaikan
dalam bentuk hardcopy/dokumen asli yang
disampaikan secara terpisah dan berurutan, ditandai
dengan nomor dan nama file tersebut dibawah.
c. Ketentuan dokumen kualifikasi terdiri dari :
No Jenis Dokumen
1) KTP Pimpinan Perusahaan
2) NPWP Perusahaan
3) SPPKP/SKT
4) Akta Pendirian dan Perubahan
5) SIUP/NIB
6) Surat Keterangan Domisili
7) Bukti lunas pajak terakhir
8) Referensi Bank (No. Rekening Bank)
9) Struktur organisasi dengan foto diri pejabat
dan nama serta jabatan
10) Laporan Keuangan Perusahaan
11) Foto kantor tampak muka dengan nama
kantor;
Pakta Itegritas;
d. Ketentuan dokumen penawaran harga :
1) Dibuat dan ditandatangani oleh pejabat
berwenang/pimpinan perusahaan atau pejabat
lain dengan surat kuasa khusus;
2) Bermeterai dengan format terlampir;
3) Lampiran surat penawaran, terdiri dari :
a) Daftar kuantitas dan harga;
b) Surat kuasa (bila diperlukan);
c) Metode pelaksanaan ;
▪ Timelines/Jangka waktu pekerjaan
▪ Technical support
▪ Dokumentasi
▪ Metodologi Pelaksanaan
d) Daftar pekerjaan sejenis yang pernah dan
sedang dilaksanakan;
No Klien/ No. Nilai Peri Alamat
Pember Kontrak Kontrak ode /No.
i Project Telp
e) Lampiran lain yang ditentukan dalam KAK
e. Ketentuan dokumen surat pernyataan dan dokumen
pendukung lain :
1) Dibuat dan ditandatangani oleh pejabat
berwenang/pimpinan perusahaan atau pejabat
lain dengan surat kuasa khusus.
2) Berkop surat dan bermeterai
3) Dokumen pendukung :
Sewa Perangkat CCTV 14
KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
PENGADAAN SISTEM MONITORING KESELAMATAN, KEAMANAN DAN
PERILAKU PENUMPANG (CCTV) DENGAN SEKEMA MANAGE SERVICE
LAYANAN ANGKUTAN REGULER PERUM DAMRI
PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI
JAKARTA, 01 FEBRUARI 2024
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 1of 13
DAFTAR ISI
I. LATAR BELAKANG 3
.............................................................................
II. STRATEGI PENCAPAIAN (OUTPUT) 4
.............................................................................
III. LINGKUP PEKERJAAN 5
.............................................................................
IV. WAKTU PENGADAAN 5
.............................................................................
V. PERSYARATAN PEKERJAAN 6
.............................................................................
VI. PELAKSANAAN 6
.............................................................................
VII. SPESIFIKASI TEKNIS 6
.............................................................................
VIII. HAK DAN KEWAJIBAN 9
.............................................................................
IX. PENUTUP 13
.............................................................................
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 2of 13
I. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 tantang “Penyelenggaraan
Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek” tahun
2019.
Permintaan divisi operasi Nomor : 5131.00/AK.901/ND/00/OP/2023
Perihal : Peremajaan Atau Pemasangan GPS (Global Positioning System) dan
CCTV (Closed Circuit Television)
Kebijakan penggunaan CCTV di armada perusahaan transportasi
memiliki tujuan utama dalam meningkatkan keamanan, pengawasan, dan
pengendalian kualitas layanan. Beberapa alasan mengapa perusahaan
transportasi umum sering memasang CCTV di armada mereka meliputi:
1. Keamanan Penumpang: CCTV dapat membantu melindungi penumpang
dari tindakan kriminal seperti perampokan, pelecehan seksual, atau
tindakan kekerasan lainnya. Kamera-kamera ini juga bisa menjadi
penangkap bukti jika tindakan kriminal terjadi di dalam kendaraan.
2. Pencegahan Tindakan Kriminal: Keberadaan CCTV dapat mencegah
tindakan kriminal. Potensi pelaku kriminal akan lebih berpikir dua kali
jika mereka tahu bahwa mereka mungkin direkam selama berada di
dalam kendaraan.
3. Pengawasan Perilaku Penumpang: CCTV membantu memantau perilaku
penumpang. Ini dapat membantu dalam mengendalikan potensi
keributan atau perilaku yang mengganggu lainnya.
4. Investigasi Insiden: Jika terjadi insiden seperti kecelakaan lalu lintas,
CCTV dapat memberikan bukti yang jelas untuk menyelidiki penyebab
insiden dan menentukan tanggung jawab.
5. Pengelolaan Operasi: CCTV memungkinkan perusahaan transportasi
untuk memantau kinerja sopir, memastikan ketepatan waktu, dan
mengatasi masalah operasional lainnya.
6. Perlindungan Terhadap Klaim Palsu: Dalam hal klaim kecelakaan atau
insiden lainnya yang mungkin ditujukan kepada perusahaan
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 3of 13
transportasi, rekaman CCTV dapat digunakan untuk membuktikan atau
membantah klaim tersebut.
Dengan adanya CCTV di armada perusahaan transportasi,
perusahaan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan dapat
diandalkan bagi penumpangnya, serta memiliki alat yang efektif untuk
mengelola operasional dan mengatasi insiden yang mungkin terjadi.
2. Gambaran Umum
Pada zaman yang sudah serba digital, banyak sekali teknologi untuk
mengakomodir monitoring dan navigasi kendaraan bermotor. Dengan seiring
berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi telah muncul berbagai
macam inovasi-inovasi terbaru di dalam bidang teknologi salah satunya
perangkat pendukung untuk memantau keberadaan armada. Demi
memberikan kemudahan dan kemudahan untuk monitoring dan navigasi
armada, maka kita membutuhkan alat yang dapat memantau kegiatan
disekitar kita selama 24 jam yaitu dengan adanya program digitalisasi yang
dilakukan oleh Kementerian Perhubungan untuk sistem pengawasan aktifitas
di dalam bus atau yang lebih di kenal dengan CCTV on BUS.
CCTV On BUS adalah alat yang dipasang di dalam bus untuk
memantau segala aktifitas yang terjadi di luar ataupun di dalam BUS secara
online ataupun offline. Tetapi tidak hanya itu, CCTV On BUS sangat
membantu dalam mempermudah jalannya investigasi jika terjadi kecelakaan
ataupun kejadian yang terjadi saat itu juga.
3. Alasan Kegiatan Dilaksanakan
Untuk mengakomodir peraturan pemerintah dan untuk mempermudah
pemantauan operasional dilapangan, saat ini Perum Damri yang ada belum
melakukan monitoring armada secara maksimal, dengan Kebutuhan saat ini
DAMRI masih membutuhkan sebanyak 521 unit CCTV yang belum terpasang
dengan rincian :
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 4of 13
KONDISI PERANGKAT
Kantor CCTV
No Segmen
DIVRE
TIDAK TIDAK
TERPASANG BAIK
TERPASANG BAIK
Antar Kota 55 191 41 14
Pemadu
1 DIVRE I 78 149 7 -
Moda
ALBN - - - -
Antar Kota 32 60 20 12
Pemadu
2 DIVRE II 5 26 - 5
Moda
ALBN 4 6 4 -
Antar Kota 14 71 2 12
Pemadu
3 DIVRE III 16 9 4 12
Moda
ALBN - 2 - -
Antar Kota - 7 - -
Pemadu
4 DIVRE IV - - - -
Moda
ALBN - - - -
Antar Kota 101 329 63 38
Pemadu
99 184 11 17
TOTAL Moda
ALBN 4 8 4 -
JUMLAH 204 521 78 55
II. Strategi Pencapaian Keluaran (Output)
Maksud dari pengadaan CCTV On BUS ini adalah sebagai alat pemantau
kegiatan yang ada di Armada Perum DAMRI yang diantaranya mendapatkan
manfaat-manfaat berikut ini
1. Global Positioning System (GPS), sebagaimana dimaksud dapat
mengakomodir paling sedikitnya:
a) Pemantauan/monitoring armada secara real time melalui Google
Map;
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 5of 13
b) Informasi kecepatan (odo meter) address location dan Google View
street;
c) Informasi asal dan tujuan armada;
d) Rute perjalanan tiap armada (Rute, POI, dan Geofensing) yang
bertujuan untuk mengetahui posisi dan track jalan serta daerah
bahaya atau daerah yang tidak dapat dilewati;
e) Durasi perjalanan setiap kendaraan yang antara lain memuat time
travelled dan Distance (Hour dan Km), Stop Duration, Driving Hours
dan Engine Work;
f) Mampu memberikan peringatan batas kecepatan (alert in case of
emergency/over speed);
g) Record data perjalanan (termasuk pengemudi);
h) Mampu memberikan informasi fuel, informasi penggunaan bahan
bakar dan minimum batas bahan bakar; serta
i) Memantau stanby dan idling activity dari setiap armada.
2. MDVR sebagaimana dimaksud dapat mengakomodir paling sedikitnya:
Perangkat Elektronik yang dapat merekam video, video streaming dan
capture gambar dalam format digital dan disimpan ke media penyimpanan
lokal atau penyimpanan dalam jaringan (server) yang terdiri dari 8 channel
yang dapat berfungsi sebagai :
a. MDVR Backbox Utama sebagai penyimpanan data
b. MDVR sebagai proses pengolahan data video ataupun gambar sebelum
di kirimkan ke server.
c. MDVR kompatibel dengan perangkat perangkat yang mugkin di
tambahkan saat proses kerjasama berlangsung seperti :
- ADAS (Advanced Driver Assistance Systems)
- DSM (Driver Sistem Monitoring)
- Fuel Sensor
- APC (Automatic Pasanger Counting)
- RFID Card
- Two Way Comunication
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 6of 13
- Buzzer
- I-Button
3. Aplikasi Monitoring, sebagaimana dimaksud dapat mengakomodir paling
sedikitnya:
a) Mempunyai reporting per armada (playback tracking, streaming,
recording, dan hasil capture per POI).
b) Mempunyai reporting Kilometer per armada harian, mingguan, dan
bulanan ataupun permasa.
c) Mempunyai reporting Fuel per armada harian, mingguan, dan
bulanan, atau permasa dengan minimal menggunakan perhitungan
rasio penggunaan bahan bakar per armada.
d) Mempunyai fitur untuk membuat rute perjalanan armada.
e) Mempunyai fitur untuk mebuat titik kordinat (Geofencing) untuk
menentukan titik di mana kamera yang mengarah ke arah
penumpang otomatis melakukan foto ataupun screen shoot.
f) Mempunyai fitur reporting untuk mengetahui jumlah KM untuk
masing-masing ritase
g) Memiliki Fitur untuk dapat memonitoring maintenance kendaraan
h) Mengakomodir segala bentuk custom apabila diperlukan oleh Damri.
i) Mempunyai dashboard untuk melayani Ticket untuk memantau
perbaikan agar penerapan SLA dapat di lakukan.
j) Open API agar dapat di integrasikan dalam satu platform damri
5. Wiring Set sebagaimana dimaksud dapat mengakomodir paling sedikitnya:
Kabel untuk instalasi alat dalam bus
6. Paket Data
Paket data yang berfungsi menghubungkan CCTV on bus dengan server
7. Cloud Server
Penyimpanan data dari CCTV on bus yg berada di internet sehingga data
dapat di akses dari manapun
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 7of 13
III. Ruang Lingkup
1. Penyediaan perangkat CCTV On BUS sesuai spek yang sudah ditentukan
dalam spesifikasi teknis;
2. Mengakomodir segala kebutuhan support CCTV On BUS;
3. Melakukan Instalasi dan perawatan CCTV On BUS selama masa garansi atau
rentang waktu yang tertuang dalam perjanjian kontrak;
4. Melakukan Pelatihan untuk Operator CCTV On BUS;
5. Melakukan Maintenance atau Perawatan alat setiap bulan yang di buktikan
dengan berita acara serah terima (BAST) pekerjaan yang di tanda tangani
penanggung jawab cabang terkait untuk lampiran invoice.
6. Mempunyai API agar terintegrasi dengan aplikasi Damri dan juga aplikasi
yang berhubungan dengan DAMRI;
7. Mempunyai Dashboard pemantauan CCTV On BUS yang bisa di
presentasikan dan ditunjukan cara penggunaannya dengan requirment
strategi pencapaian keluaran atau output
8. Melakukan Custom pemantauan aplikasi sesuai permintaan Damri.
IV. SLA
Area Suport
N Activity Waktu Waktu Denda
o peralanan
1 Waktu Respon Office hour 15 Menit - Rp. 3000 / Jam
08.00 - 17.00
2 Waktu Respon diluar Office 20 Menit - Rp. 3000 / Jam
hour 17.01 - 07.59
3 Pergantian MDVR (suport 2 Jam 3 jam Rp. 20.000 /
area) Hari
4 Pergantian Kabel MDVR 2 Jam 3 jam Rp. 20.000 /
Hari
5 Pergantian Kabel Kamera 4 Jam 3 jam Rp. 20.000 /
Hari
6 Pergantian Kamera 2 Jam 3 jam Rp. 20.000 /
Hari
7 Gangguan sistem aplikasi 3 Jam 3 jam Rp. 100.000 /
Hari
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 8of 13
Area diluar Suport
No Activity Waktu Denda
1 Waktu Respon Office hour 08.00 - 15 Menit Rp. 3000 / Jam
17.00
2 Waktu Respon diluar Office hour 20 Menit Rp. 3000 / Jam
17.01 - 07.59
3 Pergantian MDVR (suport area) 1 x 24 Jam Rp. 20.000 / Hari
4 Pergantian Kabel MDVR 1 x 24 Jam Rp. 20.000 / Hari
5 Pergantian Kabel Kamera 1 x 24 Jam Rp. 20.000 / Hari
6 Pergantian Kamera 1 x 24 Jam Rp. 20.000 / Hari
7 Gangguan sistem aplikasi 3 Jam Rp. 100.000 / Hari
Note :
- SLA di atas berlaku berdasarkan waktu dan lokasi yang telah di tentukan
bersama.
- Jika unit tidak dapat di perbaiki 3 x 24 Jam sesuai kesepakatan jadwal dan
lokasi untuk perbaikan maka alat tersebut tidak bisa di tagihan ke DAMRI.
V. Waktu Pengadaan
Waktu Pengadaan CCTV On BUS akan dilaksanakan pada Bulan Febuari 2024
dengan estimasi 3 minggu administrasi pengadaan dan instalasi secara bertahap
selama 3 bulan.
Pelaksanaan dan Biaya Pekerjaan
1. Biaya Pelaksanaan
Biaya Pelaksanaan diambil dari dua sumber pembiayaan RKAP Pengadaan
CCTV On Bus: Anggaran untuk CCTV On BUs sebesar Rp 650.000 (Enam
Ratus Lima Puluh Ribu rupiah) / Unit / Bulan selama 3 Tahun selanjutnya
Rp. 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) di tahun berikutnya dengan
ketentuan perangkat yang sudah terpasang selama 3 tahun.
2. Pembayaran Pekerjaan
Pembayaran dilakukan oleh Perum DAMRI BELUM termasuk PPN 11% dan
PPH dengan melampirkan tagihan/invoice asli bermaterai, faktur pajak dan
dokumen pendukung lainnya dan pembayaran dilakukan sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 9of 13
invoce yang sudah terpasang setiap bulannya.
VI. Persyaratan Pekerjaan :
a. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan
(SIUP) bidang perdagangan perangkat komputer dan suku
cadangnya/perlengkapan komputer, peralatan telekomunikasi dab bagian-
bagian lainnya yang sesuai dengan peraturan-undangan;
b. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang masih berlaku;
c. Akte Pendirian Perusahaan beserta perubahannya (bila ada);
d. NPWP Perusahaan;
e. Bukti melunasi pajak terakhir;
f. Memiliki surat dukungan alat dari principle.
g. Memiliki Area suport yang di buktikan pengalaman pekerjaan yang di lakukan
di area tersebut.
h. Memiliki kontrak MOU jika bermitra dengan perusahaan lain atupun kontrak
karyawan dengan wilayah suport masing masing.
i. Memiliki pengalaman pekerjaan pada pekerjaan sejenis dibuktikan dengan
kontrak kerjasama;
j. Memiliki konsep CCTV sesuai spesifikasi dari KAK yang dibuktikan dengan
Proof of Concept (POC) selama kurang lebih seminggu atau lebih;
k. Dan persyaratan lainnya yang tertuang dalam dokumen pengadaan dan
menjadi suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
VII. Penilaian Penyedia
No Kategori Bobot
1 Memiliki Pengalaman Sejenis GPS / CCTV yang berteknologi online 30%
dalam bidang transportasi dibuktikan dengan kontrak yang berjalan atau
yang sudah selesai berjalan dengan atas nama perusahaan yang
megajukan.
2 Memiliki Area Suport minimal 10 provinsi yang dapat dibuktikan dengan 20%
projek yang berjalan serta office atau site yang terdapat di provinsi
tersebut (Lampung, Jabodetabek, Jawa Barat, Pontianak, Surabaya,
Mataram, Tj Selor, Banjarmasin, Jawa tengah, Yogyakarta, Bali,
Palembang, kendari)
3 Kelengkapan Fitur aplikasi monitoring dapat ditampilkan dalam bentuk 20%
web aplikasi atau mobile apps dengan menampilkan dan mendemokan
aplikasi saat negosiasi dengan melihat referensi pada saat proses
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 10of 13
anwijzing dengan minimum requirment strategi pencapaian keluaran
(output)
4 Kelengkapan Dokument persyaratan pekerjaan 20%
5 Harga negosiasi 10%
VIII. Pelaksanaan :
Tempat dan alamat : Kantor Pusat Perum DAMRI
Jl. Matraman Raya No.25 Jakarta Timur
Telepon/Fax : 021-8533131
Website : [Link]
IX. Spesifikasi Teknis CCTV On BUS:
No. Description Unit Photo
MDVR
8 chanel (With GPS Module, WIFI, 3G/4G)
a 4/8CH AHD1080P/720P HD audio
and video input
b 4G full Netcom + GPS/Beidou
positioning
c Dual-band RTK+ combined inertial
navigation for centimeter-level
positioning (optional)
d The computing power supports
1 1
ADAS+DMS +DMSX+BSD
e Expand computing power to
support 4T and enrich application
scenarios
f Expandable support for voice
intercom
g Expand CAN (1) + serial port (2) +
DC12V/5V external power supply
h Extended IO detection inputs (4) +
IO detection outputs (2)
i Expand support network ports
AHD square camera indoor / outdoor
2
a AHD 720P/1080P night vision 6
b Metal Conch Camera
c with audio
3 SD Card 512 GB 1
4 Wiring Set 1
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 11of 13
5 Installation 1
X. Pemasangan
Pemasangan di lakukan secara bertahap sesuai dengan permintaan PERUM DAMRI dan
pemasangan di lakukan sesuai tempat armada yang ada di PERUM DAMRI.
XI. Hak dan Kewajiban
1. Perusahaan Umum (PERUM) DAMRI.
a. Menyediakan data dan informasi perusahaan yang diperlukan oleh
Vendor;
b. Mendapatkan jasa instalasi perangkat sampai perangkat aktif;
c. Mendapatkan monitoring dashboard yang sesuai dengan keinginan
Perum DAMRI;
d. Mendapatkan garansi / service sesuai dengan kerjasama yang berlaku
atau sesuai SLA & SLG yang dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja
dan juga PKS.
e. Mendapatkan kompensasi jika garansi / service di luar dari SLA yang
sudah di tentukan.
f. Melakukan pembayaran sesuai tempo yang sudah di tentukan pekerjaan
penyediaan Sistem CCTV Perum DAMRI;
g. Mendapatkan pelatihan dari pihak Vendor.
h. Menjaga perangkat CCTV dari kerusakan / kehilangan yang dilakukan
oleh pihak DAMRI ataupun Pihak ke 3
2. Penyedia perangkat CCTV On BUS DAMRI.
a. Menerima pembayaran atas pengadaan CCTV On BUS Perum DAMRI;
b. Melaksanakan semua pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan
dan sesuai dengan jadual yang telah ditentukan;
c. Memberikan training kepada Perum DAMRI terkait penggunaan
Dashboard Aplikasi;
d. Memberikan training kepada Perum DAMRI terkait instalasi alat CCTV
On BUS;
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 12of 13
e. Menjaga kualitas layanan CCTV On BUS Perum DAMRI;
f. Memberikan Service atau informasi terkait perbaikan CCTV On BUS
sesuai dengan kesepakatan SLG (Services Level Guarantee); dan
g. Melakukan update aplikasi yang terdapat pada dashboard untuk
kebutuhan layanan CCTV On BUS sesuai dengan kebutuhan Perum
DAMRI.
h. Penyedia CCTV berhak melakukan suspen layanan jika DAMRI telat dalam
melakukan pembayaran yang telah di tentukan
i. Penyedia Berhak Menagihkan biaya perbaikan alat CCTV jika kerusakan
di sebabkan oleh pihak DAMRI ataupun pihak ke 3 dengan menunjukan
bukti pengerusakan.
j. Melakukan maintenance periodik setiap bulan untuk menjaga kualitas
alat yang sudah terinstal di kendaraan
XII. Penutup
Demikian KAK ini dibuat sebagai dasar Pengadaan Manage service CCTV On BUS.
Jakarta, 01 Februari 2024
Disusun & Ditetapkan
Oleh, Perum DAMRI
Noerachman Adi Pratama
Kepala Divisi Teknologi Informasi
Kerangka Acuan Kerja GPS dan CCTV
Page 13of 13