MAKALAH
DATA DAN INFORMASI
Cover
Disusun Oleh:
INDAH ANGGINA
NIM.2025010009
KHAMDIA RIEZKI HASIBUAN
NIM.2025010001
DOSEN PENGAMPU:
SELVIA DJASMAYENA, [Link], [Link]
NIDN DOSEN
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
CITRA MANDIRI PADANGSIDIMPUAN
T.A. 2026
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di era digital saat ini, data dan informasi telah menjadi aset yang sangat
berharga bagi individu maupun organisasi. Ada sebuah ungkapan populer yang
menyatakan, "Jika Anda ingin menggenggam dunia, maka kuasailah informasi."
Ungkapan ini menggambarkan betapa krusialnya peran informasi sebagai alat
pendukung pengambilan keputusan, penambah pengetahuan, hingga instrumen
pemenang persaingan di berbagai bidang.
Namun, dalam praktiknya, sering kali terjadi tumpang tindih pemahaman
antara istilah "data" dan "informasi". Banyak yang menganggap keduanya adalah
hal yang sama, padahal secara konseptual dalam sistem informasi, keduanya
memiliki batasan yang tegas. Data merupakan bahan mentah (raw materials) berupa
simbol, angka, atau fakta yang belum memiliki arti bagi penerimanya. Sementara
itu, informasi adalah hasil dari pengolahan data yang telah diorganisir dan memiliki
nilai guna bagi penggunanya.
Pentingnya transformasi data menjadi informasi yang berkualitas—yaitu
informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan—menuntut pemahaman mendalam
mengenai siklus pengolahannya. Tanpa pengelolaan yang sistematis, data hanya
akan menjadi tumpukan fakta yang tidak bermakna. Oleh karena itu, makalah ini
disusun untuk membedah konsep dasar data dan informasi, proses pengolahannya,
serta bagaimana keduanya berinteraksi dalam sebuah sistem informasi untuk
mengurangi ketidakpastian.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah
ini adalah:
1. Apa definisi data menurut para ahli, serta apa saja fungsi, jenis, metode
pengumpulan, dan sumber data yang digunakan dalam penelitian?
2. Bagaimana konsep dasar informasi dan apa saja pembagian jenis-jenis
informasi?
3. Apa saja fungsi sistem informasi dalam mendukung kegiatan manajemen
dan organisasi?
4. Apa saja komponen-komponen pembentuk informasi (Root, Bar, Branch,
Stick, Bud, Leaf)?
5. Bagaimana proses dan siklus transformasi data menjadi informasi yang
bermanfaat bagi pengambilan keputusan?Bagaimana tahapan atau siklus
pengoperasian data hingga menjadi informasi yang bermanfaat?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk menjelaskan secara komprehensif mengenai pengertian, manfaat,
klasifikasi jenis, teknik pengumpulan, hingga sumber data.
2. Untuk mendeskripsikan pengertian informasi beserta ragam jenisnya.
3. Untuk mengidentifikasi berbagai fungsi sistem informasi bagi
pengendalian operasional, manajemen, hingga perencanaan strategis
organisasi.
4. Untuk menjabarkan komponen-komponen informasi mulai dari bagian inti
hingga informasi pelindung.
5. Untuk memaparkan mekanisme perubahan data menjadi informasi melalui
siklus pengolahan data yang sistematis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Data
Data adalah sekumpulan keterangan ataupun fakta yang dibuat dengan kata-
kata, kalimat, simbol, angka, dan lainnya. Data disini didapatkan melalui sebuah
proses pencarian dan juga pengamatan yang tepat berdasarkan sumber-sumber
tertentu. Adapun pengertian lain dari data yaitu sebagai sutau kumpulan keterangan
atau deskripsi dasar yang berasal dari obyek maupuan kejadian.
Dimaan didalam kumpulan keterangan tersebut di proleh dari hasil
pengamatan yang selanjutnya diolah menjadi bentuk lain yang lebih kompleks.
Baik berupa informasi, database, dan lainnya. Apabila ditinjau secara bahasa, kata
data yaitu berasal dari bahasa latin, yakni “Datum” yang artinya sesuatu yang
diberikan. Dari istilah itu, maka bisa kita jumpai arti data yang adalah hasil dari
pengukuran atau pengamatan suatu variabel tertentu dalam bentuk kata-kata, warna,
angka, simbol, dan keterangan lain.
Data itu sendiri masih bersifat mentah. Jadi, jika kamu ingin memperoleh data
yang baik dan akurat, maka sangat penting untuk bersandar pada data yang memang
telah dipercaya kebenaran, keakuratan, ketepatan waktu, dan ruang lingkupnya
yang luas. Selain itu, karena data memiliki sifat yang masih mentah, maka
seseorang yang membaca dan juga melihatnya belum bisa mendapatkan suatu
informasi yang utuh. Tidak heran jika dari data tersebut, kita masih perlu melakukan
pengolahan terhadap data yang sudah kita dapatkan sampai data tersebut benar-
benar bisa menghasilkan informasi yang dapat kita pahami dengan mudah.
2.1.1. Pengertian Data Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah beberapa pengertian data dari para ahli:
a. Arikunto Suharsimi
Pengertian data menurut Arikunto Suharsimi adalah serangkaian fakta dan
juga angka yang bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun
suatu informasi.
b. Nuzulla Agustina
Pengertian data menurut Nuzulla Agustina adalah suatu informasi mengenai
suatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa serangkaian angka, fakta,
gambar, tabel grafik, kata, simbol, huruf, dan lainnya yang mengekspresikan
suatu pemikiran, kondisi, ojek, dan situasi.
c. Kuswandi dan E. Mutiara
Pengertian data menurut Kuswandi dan E. Mutiara adalah sekumpulan
informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan yang dapat berupa simbol,
angka, dan juga properti.
d. Slamet Riyadi
Pengertian data menurut Slamet Riyadi adalah sekumpulan informasi yang
didapatkan berdasarkan pengamatan yang mana data dapat berbentuk angka
atau simbol.
e. Kristanto
Pengertian data menurut Kristanto adalah suatu fakta mentang mengenai
objek yang bisa mengurangi tingkat ketidakpastian tentang suatu keadaan
dan peristiwa.
2.1.2. Manfaat dan Fungsi Data
Data yang kamu temukan sekarang ini pasti mempunyai berbagai fungsi dan
juga manfaat masing-masing. Apabila ditinjau secara umum, di bawah ini beberapa
manfaat dan fungsi data yang bisa kamu dapatkan:
a. Sebagai Suatu Acuan Kegiatan
Manfaat dan juga fungsi data yang pertama yaitu sebagai salah satu acuan
kegiatan. Hal tersebut berarti dengan adanya data dapat digunakan sebagai
acuan ataupun tolok ukur untuk membuat sebuah kegiatan tertentu yang kita
inginkan.
b. Sebagai Dasar Perencanaan
Sebuah data bisa kita gunakan sebagai sebuah perencanaan. Sebab, dalam
membuat sebuah perencanaan sangat penting untuk menggunakan
parameter yang akurat. Sedangkan data itulah yang bisa digunakan sebagai
salah satu parameter sekaligus sebagai acuan dalam membuat suatu
perencanaan. Tidak hanya itu saja, data juga bisa digunakan sebagai bahan
perkiraan keadaan atau situasi di waktu yang akan datang. Dengan melihat
data tersebut, maka sebuah perencanaan akan lebih matang dan terarah.
Sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang tepat dan optimal.
c. Dasar Untuk Membuat Keputusan
Sebuah data bisa bermanfaat untuk membuat suatu keputusan. Dari adanya
data yang ada, seseorang bisa membuat keputusan terbaik pada suatu
permasalahan yang ada. Dengan begitu, seseorang akan dengan lebih mudah
menentukan keputusan berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan.
d. Sebagai Bahan Untuk Evaluasi
Selain berbagai manfaat dan fungsi yang sudah disebutkan di atas, sebuah
data juga bisa dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi. Misalnya saja,
dalam sebuah lembaga ataupun organisasi tertentu, pasti akan
membutuhkan evaluasi dalam rangka meningkatkan kualitasnya.
Dalam hal itu, data berperan sebagai suatu bahan untuk mengevaluasi dari
hasil kerja ataupun kegiatan yang sudah dilakukan oleh sebuah lembaga dan
organisasi tertentu. Dari berbagai macam manfaat dan fungsi data diatas,
didapatkan juga jenis-jenis data yang mungkin belum kamu ketahui.
2.1.3. Jenis-jenis Data dan Contohnya
Setelah memahami apa itu pengertian data, manfaat, dan juga fungsinya.
Maka kali ini kita kan membahas mengenai jenis-jenis data beserta contohnya.
Dengan begitu, pengetahuan kita mengenai data akan bertambah. Lalu, apa saja
jenis-jenis data yang perlu kita pahami? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Data Berdasarkan Cara Mendapatkannya
Jenis data yang pertama yaitu berdasarkan cara mendapatkannya. Ada dua
cara dalam mendapatkan data tersebut, antara lain:
a. Data Primer
Data primer adalah data yang didapatkan dan dikumpulkan secara langsung
dari objek yang sebelumnya telah diteliti oleh suatu organisasi ataupun
perorangan. Misalnya saja:
• Data dari hasil survey
• Data dari hasil wawancara
• Data dari hasil kuesioner
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bisa kita dapatkan dari sumber lain yang
telah ada sebelumnya. Hal tersebut artinya di dalam data sekunder seseorang
tidak perlu mengumpulkan data secara langsung dari objek yang ingin
diteliti. Biasanya, jenis data yang satu ini dapat diperoleh dari penelitian
sebelumnya yang sudah jadi. Baik itu dalam bentuk grafik, tabel, ataupun
diagram. Contohnya yaitu:
• Data penyakit tertentu
• Data mengenai sensus penduduk dan lain sebagainya
Data Berdasarkan Sumber
Jenis data yang satu ini memiliki dua macam, yaitu:
a. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang diperoleh dari luar organisasi maupun
tempat dimana penelitian itu dilakukan. Biasanya, jenis data ini digunakan
sebagai pembanding suatu tempat dengan tempat lainnya. Misalnya saja
data kependudukan, data penjualan produk perusahaan lain, data jumlah
siswa dari sekolah lain, dan lain sebagainya.
b. Data internal
Data internal adalah data yang bisa diperoleh langsung dari suatu organisasi
atau tempat berlangsungnya penelitian itu. Misalnya saja, data karyawan
dari sebuah perusahaan, data mengenai kepuasan pelanggan suatu
perusahaan dan lain sebagainya.
Data Berdasarkan Sifat
Jenis data yang satu ini dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang didapatkan dengan melakukan sebuah
survey. Sehingga akan memperoleh jawaban yang berupa angka-angka.
Data tersebut bersifat lebih objektif. Maka dari itu, ketika kamu melihat data
ataupun membaca data tersebut, maka tidak akan mengartikannya dengan
berbeda. Contohnya saja:
• Lala berumur 30 tahun
• Tinggi badan Alwi 168 cm
• Suhu badan Tina 36 derajat celcius dan masih banyak lagi
b. Data Kualitatif
Berbeda dengan data kuantitatif yang berbentuk angka-angka, data kualitatif
adalah data yang lebih berupa deskriptif. Yaitu sebuah data yang tidak
berbentuk angka. Biasanya data tersebut dibuat dengan menggunakan
simbol, gambar, ataupun bentuk verbal lain. Jenis data yang satu ini bisa
didapatkan melalui isian kuesioner, observasi, studi literatur, wawancara,
dan lain sebagainya. Tidak heran jika jenis data ini lebih bersifat objektif.
Sehingga ketika orang-orang melihat atau membacanya bisa menyebabkan
adanya penafsiran yang berbeda. Misalnya saja:
• Kualitas pelayanan suatu rumah sakit
• Kuesioner mengenai kepuasan pelanggan dan lain sebagainya.
Data Berdasarkan Waktu Pengumpulannya
Data cross-sectional adalah data yang dikumpulkan hanya di waktu-waktu
tertentu guna mengetahui situasi pada saat itu. Misalnya saja, data penelitian
kuesioner. Data berkala adalah data yang dikumpulkan secara berkala dari waktu
ke waktu untuk mengetahui perkembangan dari sebuah peristiwa selama periode
tertentu. Misalnya saja data harga makanan.
2.1.4. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yaitu teknik ataupun metode yang digunakan
oleh seorang peneliti guna mengumpulkan suatu data. Pengumpulan data tersebut
bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu
tujuan penelitian. Tak hanya itu saja, instrumen pengumpulan data yaitu alat yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Berikut ini adalah beberapa metode
pengumpulan data yang perlu kamu pahami:
a. Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara tatap muka dan mengajukan pertanyaan dan juga jawaban secara
langsung dengan pembicara dan peneliti. Namun seiring berkembangnya teknologi,
metode wawancara juga bisa dilakukan melalui media tertentu, seperti halnya
telepon, email, ataupun skype.
b. Pengamatan
Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data yang
kompleks karena melibatkan berbagai macam faktor dalam implementasinya. Akan
tetapi, metode observasi tak hanya mengukur sikap responden saja, tapi
pengamatan juga bisa digunakan untuk merekam berbagai macam fenomena yang
terjadi ketika pengumpulan data.
c. Kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberikan berbagai macam pertanyaan ataupun pernyataan tertulis kepada
responden untuk nantinya dijawab. Selain itu, metode kuesioner merupakan metode
pengumpulan data yang lebih efisien apabila peneliti mengetahui variabel pasti
yang akan diukur dan memahami apa yang diharapkan responden.
d. Dokumen Studi
Dokumen studi adalah metode pengumpulan data secara tidak langsung
untuk membahas subjek penelitian. Tinjauan dokumen merupakan salah satu jenis
pengumpulan data yang meneliti berbagai jenis dokumen yang berguna untuk
analisis dokumen.
2.1.5. Sumber Data
Data yang diperlukan dalam sebuah penelitian dapat dikumpulkan ataupun
didapatkan dari berbagai macam sumber data. Pengertian dari sumber data dalam
penelitian adalah subjek dari mana data bisa didapatkan. Apabila penelitian
menggunakan metode wawancara ataupun angket dalam pengumpulan datanya,
maka sumber tersebut akan disebut sebagai responden, yaitu orang-orang yang
merespon ataupun menjawab pertanyaan peneliti.
Namun bila pengumpulan data dilakukan atas populasi, maka responden
penelitian merupakan populasi. Sementara bila pengumpulan data dilakukan atas
sampel, maka responden adalah sampel. Data dikumpulkan dengan cara memberi
respon yang diberikan oleh responden. Pertanyaan tentang data tersebut akan
dikumpulkan berkaitan dengan variabel.
Jika penelitian menggunakan teknik observasi, maka sumber data yang
diperoleh bisa berupa gerak, benda, ataupun proses sesuatu. Penelitian yang
mengamati kegiatan siswa dalam pembelajaran, sumber datanya berasal dari siswa.
Sementara objek penelitiannya adalah aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Jika peneliti menggunakan teknik analisis dokumen, maka dokumen ataupun
catatan menjadi sumber datanya. Sedangkan isi dari catatan subjek penelitian
menjadi variabel penelitian.
Sumber data dapat dikelompokkan berdasarkan dua hal. Pertama yaitu
berdasarkan subjek dimana data itu ada dan kedua adalah berdasarkan wilayah
sumber data. Jika berdasarkan subjek dimana data ada, maka akan diklasifikasikan
lagi menjadi empat singkat huruf P dari Bahasa Inggris:
a. P = Person
Ini adalah sumber data yang berbentuk orang. Sumber data ini bisa
memberikan data berupa jawaban secara lisan ataupun wawancara serta jawaban
tertulis melalui angket. Sumber dari data yang diperoleh disebut dengan responden.
b. P = Place
Sumber data ini berbentuk tempat. Ini adalah sumber data yang
menampilkan tampilan berupa keadaan diam, seperti benda, alat, warna, kondisi
ruangan, dan lain sebagainya.
c. P = Process
Sumber data tersebut adalah berupa kegiatan atau aktivitas. Ini adalah
sumber data yang menampilkan tampilan berupa keadaan yang bergerak, seperti
halnya kegiatan belajar, gerak, kinerja, dan lainnya.
d. P = Paper
Sumber data yang satu ini biasanya berupa simbol. Ini adalah sumber data
yang menampilkan tanda-tanda berbentuk huruf, simbol, angka, dan gambar
lainnya.
Berdasarkan wilayah sumber data, baik secara keseluruhan ataupun
sebagian, akan diambil sebagai subjek penelitian. Dimana sumber data dapat
dibedakan menjadi dua yaitu populasi dan sampel. Pengumpulan data yang
dilakukan atas populasi akan menghasilkan sebuah data dan juga kesimpulan yang
lebih akurat. Sebab tidak akan ada kesalahan yang terjadi. Hal tersebut disebabkan
semua objek datanya dikumpulkan dan dianalisis. Namun pengumpulan data yang
seperti itu seringkali tidak bisa dilakukan karena berbagai kendala. Dengan situasi
yang seperti itu, umumnya pengumpulan data hanya dilakukan dari sampel.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai sifat dan juga ciri
yang serupa dengan populasi karena diambil dari populasi secara teknik sampling
tertentu yang secara metodologis dapat [Link] sumber
datanya berupa sampel, maka pengumpulan dan juga analisis datanya hanya
dilakukan atas sampel, tapi kesimpulannya akan diberlakukan untuk semua
populasi melalui generalisasi.
2.1.6. Contoh Data
Berikut ini adalah beberapa contoh data yang perlu kamu ketahui, antara lain:
a. Data persija menang
b. Kecelakaan di jalan raya
c. Harga telur dan ayam potong
d. Naiknya harga bahan bakar
e. Minuman jus sayuran
f. Konstruksi jalanan
g. Harga handphone terbaru dan laptop terbaru
h. Harga sayuran dan buah-buahan
2.2. Informasi
Informasi adalah sebuah konsep abstrak yang merujuk pada sesuatu yang
memiliki kekuatan untuk memberi tahu. Pada tingkat yang paling mendasar, istilah
ini berkaitan dengan penafsiran (mungkin juga secara formal) atas sesuatu yang
dapat diindra atau atas abstraksi dari hal-hal tersebut. Setiap proses alami yang tidak
sepenuhnya acak serta setiap pola yang dapat diamati dalam suatu medium dapat
dikatakan memuat sejumlah informasi. Jika sinyal digital dan berbagai bentuk data
menyampaikan informasi melalui tanda-tanda diskret, maka fenomena dan artefak
lain seperti sinyal analog, puisi, gambar, musik atau bunyi-bunyian lain, serta arus
menyampaikan informasi dalam bentuk yang lebih kontinu. Informasi bukanlah
pengetahuan itu sendiri, melainkan makna yang dapat diperoleh dari suatu
representasi melalui proses penafsiran.
Konsep informasi memiliki keterkaitan dengan berbagai gagasan lain, antara
lain kendala, komunikasi, pengendalian, data, bentuk, pendidikan, pengetahuan,
makna, pemahaman, rangsangan mental, pola, persepsi, proposisi, representasi, dan
entropi.
Informasi sering kali diproses secara bertahap dan berulang: data yang
tersedia pada satu tahap akan diproses menjadi informasi, yang kemudian
ditafsirkan dan diproses kembali pada tahap berikutnya. Misalnya, dalam teks
tertulis, setiap simbol atau huruf menyampaikan informasi yang relevan dengan
kata tempatnya berada; setiap kata menyampaikan informasi yang relevan dengan
frasa yang dibentuknya; setiap frasa mengandung informasi yang relevan dengan
kalimatnya, dan seterusnya, hingga pada tahap akhir informasi ditafsirkan dan
menjadi pengetahuan dalam suatu ranah tertentu. Dalam sinyal digital, bit dapat
ditafsirkan menjadi simbol, huruf, angka, atau struktur yang membawa informasi
ke tingkat yang lebih tinggi. Ciri utama dari informasi adalah bahwa ia selalu
tunduk pada proses penafsiran dan pemrosesan.
Proses memperoleh informasi dari suatu sinyal atau pesan dapat dipahami
sebagai upaya untuk menyelesaikan ambiguitas atau ketidakpastian yang timbul
selama proses penafsiran pola-pola dalam sinyal atau pesan tersebut. Informasi
dapat disusun dalam bentuk data. Data yang berulang atau berlebihan dapat
dikompresi hingga mencapai ukuran optimal, yakni batas teoretis dari kompresi
tersebut. Informasi yang tersirat dalam sekumpulan data dapat diperoleh melalui
analisis. Sebagai contoh, sebuah restoran mengumpulkan data dari setiap pesanan
pelanggan. Data tersebut kemudian dapat dianalisis untuk menghasilkan
pengetahuan yang berguna, misalnya untuk menentukan hidangan yang paling
populer atau paling jarang dipesan.
Informasi dapat ditransmisikan melalui waktu, lewat penyimpanan data, dan
melalui ruang, lewat komunikasi serta telekomunikasi. Informasi dapat
diekspresikan baik sebagai isi dari sebuah pesan maupun melalui pengamatan
langsung atau tidak langsung. Apa pun yang dapat dipersepsi dapat dianggap
sebagai pesan itu sendiri; dalam pengertian ini, segala informasi senantiasa
disampaikan sebagai isi dari suatu pesan. Informasi dapat dikodekan dalam
berbagai bentuk untuk transmisi dan penafsiran. Misalnya, informasi dapat
dikodekan ke dalam urutan tanda-tanda atau dikirimkan melalui sinyal. Informasi
juga dapat dienkripsi untuk disimpan atau dikomunikasikan dengan aman.
Ketidakpastian suatu peristiwa diukur berdasarkan probabilitas
kemungkinannya. Ketidakpastian berbanding lurus dengan logaritma negatif dari
probabilitas kejadian tersebut. Teori informasi memanfaatkan prinsip ini untuk
menyimpulkan bahwa peristiwa yang lebih tidak pasti memerlukan lebih banyak
informasi guna mengurangi ketidakpastian itu. Bit merupakan satuan informasi
yang umum digunakan, yakni satuan yang "mengurangi ketidakpastian sebesar
separuh." Satuan lain seperti nat juga dapat digunakan. Sebagai contoh, informasi
yang dikodekan dalam satu kali pelemparan koin "adil" adalah log2(2/1) = 1 bit,
dan dalam dua kali pelemparan adalah log2(4/1) = 2 bit. Sebuah artikel Science
tahun 2011 memperkirakan bahwa 97% informasi yang tersimpan secara teknologi
pada tahun 2007 sudah berbentuk bit digital, serta bahwa tahun 2002 menandai awal
era digital dalam penyimpanan informasi (karena kapasitas penyimpanan digital
untuk pertama kalinya melampaui analog).
2.2.1. Jenis-Jenis Informasi
1. Absolute Information, merupakan “pohonnya” informasi yaitu jenis
informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan
penjelasan lebih lanjut.
2. Substitusional Information, jenis informasi yang merujuk pada kasus
dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam
pengertian ini informasi kadang kala diganti dengan istilah komunikasi.
3. Philosophic information, jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-
konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4. Subjective information, jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan
informasi manusia. Kehadiran informasi ini bergantung pada orang yang
menyajikannya.
5. Objective information, jenis informasi yang merujuk pada karakter logis
informasi informasi tertentu.
6. Cultural information, informasi yang memberikan tekanan pada dimensi
cultural.
2.2.2. Fungsi Sistem Informasi
Beberapa kegunaan atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai
berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat
bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan
sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung
sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari
sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan
pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-
transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah
satu produk atau pelayanan mereka.
9. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan
persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang
yang tersedia.
10. Sistem Informasi Manajemen untuk Pendukung Pengambilan Keputusan.
11. Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan
diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup
menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui
dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap
mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya
masing-masing.
12. Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Kegiatan Manajemen. Sistem
Informasi Untuk Pengendalian Operasional. Pengendalian operasional
adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara
efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan
aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar
keputusan bisa diprogramkan.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen. Informasi pengendalian
manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur
pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan
keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dan mengalokasi
sumber daya.
14. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis. Tujuan perencanaan
strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasi
akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk perencanaan
strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam organisasi
bisa diadakan.
15. Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Fungsi Organisasi. Sistem
informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang
didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-
masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi untuk membentuk semua
proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun akan
menyangkut database, model base dan beberapa program komputer yang
biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem
fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian
operasional, pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis.
2.2.3. Komponen-komponen Informasi
Komponen-komponen informasi meliputi:
1. Root of Information, yaitu komponen inti dari informasi berada pada tahap
keluaran pertama sebuah proses pengolahan data yang biasanya
disampaikan oleh orang pertama.
2. Bar of Information, yaitu merupakan badan/batangnya dari informasi yang
disajikan dan memerlukan informasi pendukung, agar informasi inti dapat
diketahui secara utuh. Contoh: headline surat kabar agar pembaca jelas
maka harus membaca informasi selanjutnya.
3. Branch of Information, yaitu informasi dapat dipahami apabila informasi
sebelumnya telah dipahami. Misalnya, ketika kita membaca glosarium atau
indeks ketika membaca sebuah buku.
4. Stick of Information, yaitu komponen informasi yang sederhana dari cabang
informasi. Bentuk dari informasi ini biasanya berbentuk pengayaan
pengetahuan, kedudukannya hanya sebagai pelengkap terhadap informasi
yang ada.
5. Bud of Information, yaitu komponen informasi yang sifatnya semi mikro
namun sangat dibutuhkan, sehingga di waktu mendatang informasi ini akan
berkembang dan dicari orang, misalnya informasi tentang multiple
intelligence, hypoteaching, kurikulum masa depan, pembelajaran abad ke-
21, dan lain-lain.
6. Leaf of Information, yaitu merupakan informasi pelindung untuk
menjelaskan kondisi dan situasi ketika informasi itu muncul ke permukaan,
seperti informasi tentang prakiraan cuaca, prakiraan kemarau panjang,
prakiraan gempa atau gerhana matahari/bulan.
2.2.4. Perubahan Data Menjadi Informasi
Pemrosesan data (Inggris: data processing) adalah jenis pemrosesan yang
dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini
sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah
diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan
dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan
sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama,
pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil
pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan
dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran. Pada saat ini kegiatan Data
Processing sudah semakin luas, baik yang berorientasi kepada ilmu pengetahuan,
komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan
bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau hasil
proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi informasi merupakan
:
DATA
– PENGOLAHAN
– INFORMASI
Fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi
informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa),
mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer). Informasi
merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang sesuai dengan
keinginan pengguna informasi berdasarkan data-data yang ada. Dalam siklus
informasi data diolah melalui suatu proses menjadi informasi, penerima kemudian
menerima informasi tersebut, membuat keputusan dan melakukan tindakan, yang
berarti menghasilkan suatu tindakan lain yang akan membuat sejumlah data
kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses lagi menjadi suatu
model dan seterusnya membentuk suatu siklus.
Dapat disimpulkan bahwa suatu informasi terdiri dari data yang telah
diambil kembali, diolah atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan informatif,
membuat kesimpulan, argumentasi atau sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan telaah mendalam terhadap materi yang telah dipaparkan, penulis
menyimpulkan bahwa data pada hakikatnya merupakan sekumpulan fakta mentah,
simbol, atau angka yang diperoleh melalui pengamatan sistematis namun belum
memiliki makna bagi penerimanya. Data ini memegang peranan krusial sebagai
acuan kegiatan, parameter perencanaan, hingga instrumen evaluasi yang mampu
mengurangi ketidakpastian dalam suatu peristiwa.
Di sisi lain, informasi muncul sebagai hasil dari pengolahan data yang telah
diorganisir sedemikian rupa sehingga memiliki nilai guna dan kekuatan untuk
memberi tahu bagi penggunanya. Integrasi antara data dan informasi dalam sebuah
sistem fungsional memungkinkan organisasi untuk meningkatkan aksesibilitas data
yang akurat, mendukung pengendalian operasional, serta merumuskan perencanaan
strategis yang efektif guna mencapai tujuan jangka panjang.
Selain itu, pemahaman terhadap komponen informasi—mulai dari Root
sebagai inti hingga Leaf sebagai informasi pelindung—menjadi kunci dalam
menafsirkan pesan secara utuh dan tepat. Akhirnya, siklus transformasi data
menjadi informasi melalui proses input, pengolahan, dan output merupakan
mekanisme fundamental yang mendukung argumentasi serta pengambilan
keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
3.2. Saran
Melalui tulisan ini, penulis menyarankan agar setiap organisasi mulai
mengoptimalkan pengelolaan data secara elektronik untuk menjamin kecepatan dan
keakuratan informasi yang dihasilkan. Penting bagi para pengambil keputusan
untuk senantiasa memverifikasi kebenaran sumber data guna menjaga kualitas
informasi agar tetap relevan dan akurat.
Penulis juga mendorong para pembaca untuk lebih kritis dalam memahami
tingkatan komponen informasi agar dapat memisahkan antara informasi inti yang
substansial dengan informasi yang sekadar bersifat pelengkap. Mengingat luasnya
cakupan bahasan ini, penulis berharap adanya studi lanjutan yang lebih spesifik
mengenai penerapan siklus informasi ini pada sektor-sektor yang lebih kompleks di
masa mendatang