0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan48 halaman

Program Linear - Two Phase

Metode Dua Fase dalam penyelesaian program linear digunakan untuk optimasi variabel buatan dalam dua tahap, di mana fase pertama meminimalkan variabel artifisial untuk menentukan solusi fisible, dan fase kedua mengembalikan fungsi tujuan ke bentuk semula untuk pemecahan masalah. Jika nilai pada fase pertama positif, masalah dianggap tidak fisible. Contoh kasus menunjukkan langkah-langkah dalam menerapkan metode ini dengan tabel simpleks.

Diunggah oleh

mailmultiakses01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan48 halaman

Program Linear - Two Phase

Metode Dua Fase dalam penyelesaian program linear digunakan untuk optimasi variabel buatan dalam dua tahap, di mana fase pertama meminimalkan variabel artifisial untuk menentukan solusi fisible, dan fase kedua mengembalikan fungsi tujuan ke bentuk semula untuk pemecahan masalah. Jika nilai pada fase pertama positif, masalah dianggap tidak fisible. Contoh kasus menunjukkan langkah-langkah dalam menerapkan metode ini dengan tabel simpleks.

Diunggah oleh

mailmultiakses01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode Dua Fase

-Metode Simpleks-
-Linear Programming-
Penyelesaian Program Linear

Semua persamaan pada


Metode Simpleks
fungsi kendala
Sederhana/Biasa
bertanda ≤

Program Linear
Metode Big M
Terdapat minimal satu
persamaan pada fungsi
kendala yang
bertanda ≥ atau =
Metode Dua Phase
Pendahuluan
• Metode Dua Fase digunakan pada variable basis awal yang terdiri dari variabel
buatan.
• Pada metode ini proses optimasi dilakukan dalam dua tahap.
• Tahap pertama merupakan proses optimasi variabel buatan,
• Tahap kedua adalah proses optimasi variabel keputusan
• Karena variabel buatan sebenarnya tidak ada (hanya ada di atas kertas), maka
tahap pertama dilakukan untuk memaksa variabel buata bernilai 0
Fase 1
• Menentukan apakah permasalahan mempunyai solusi fisible atau tidak dengan
cara meminimasikan variabel artificial.
• Fungsi tujuan diganti dengan meminimumkan jumlah variabel artifisialnya.
• Jika nilai yang diperoleh pada fungsi tujuan baru mempunyai harga nol/negatif,
berarti solusi fisible (persoalan fisible) & dapat dilanjutkan ke phase 2. (r=0)
• Jika mempunyai nilai positif persoalan tidak fisibel sehingga pemecahan masalah
dihentikan untuk phasa pertama ini.(r>0)
• Berlaku bagi kedua fungsi tujuan baik maksimasi maupun minimasi
Fase 2
• Mengembalikan fungsi tujuan ke fungsi tujuan semula dengan fungsi pembatas
yang baru untuk pemecahan masalah selanjutnya diselesaikan dengan metode
simpleks biasa.
• Fungsi pembatas baru, diperoleh dari tabel terakhir dari perhitungan phasa 1
dengan menghilangkan variabel artificial yang sudah minimum.
Contoh kasus Maksimasi
- Metode Dua Fase-
Contoh Kasus Maksimasi
• Bentuk Umum Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2 Fungsi Kendala :
𝑋1 + 𝑆1 = 4
Fungsi Kendala Definisikan nilai A3
2𝑋2 + 𝑆2 = 12
𝑋1 ≤ 4 3𝑋1 + 2𝑋2 + 𝐴3 = 18 𝐴3 = 18 − 3𝑋1 − 2𝑋2
2𝑋2 ≤ 12
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴3 ≥ 0
3𝑋1 + 2𝑋2 = 18
𝑋1 , 𝑋2 ≥ 0 Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 + 0𝑆2
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Fungsi tujuan meminimumkan variable artifisial
Fungsi Tujuan : Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 + 0𝑆2 𝑟𝑚𝑖𝑛 = 𝐴3
𝑟𝑚𝑖𝑛 = 18 − 3𝑋1 − 2𝑋2
Fungsi Kendala :
𝑟 + 3𝑋1 + 2𝑋2 = 18
𝑋1 + 𝑆1 = 4
2𝑋2 + 𝑆2 = 12
3𝑋1 + 2𝑋2 + 𝐴3 = 18
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴3 ≥ 0

𝐴3 = 18 − 3𝑋1 − 2𝑋2
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Membuat table simpleks
Fungsi Tujuan : Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 + 0𝑆2 𝑟 + 3𝑋1 + 2𝑋2 = 18
Fungsi Kendala :
𝑋1 + 𝑆1 = 4
2𝑋2 + 𝑆2 = 12
Var
3𝑋1 + 2𝑋2 + 𝐴3 = 18 r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴3 ≥ 0 r 1 3 2 0 0 0 18
Kendala 1 S1 0 1 0 1 0 0 4
Kendala 2 S2 0 0 2 0 1 0 12
Kendala 3 A3 0 3 2 0 0 1 18
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-0 ]

Var Apakah table simpleks sudah


r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis optimal? (baris r sudah tidak ada
r 1 3 2 0 0 0 18 nilai positif?)
S1 0 1 0 1 0 0 4
Masih ada baris r yang bernilai
S2 0 0 2 0 1 0 12 positif. Oleh karena itu lakukan
A3 0 3 2 0 0 1 18 iterasi yang berikutnya
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Identifikasi kolom kunci [ Iterasi-1]

Var Karena kasus minimasi (rmin)


r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis maka kolom kunci adalah nilai
r 1 3 2 0 0 0 18 positif tertinggi
S1 0 1 0 1 0 0 4 Jika terdapat dua nilai tertinggi,
S2 0 0 2 0 1 0 12
maka pilih salah satu

A3 0 3 2 0 0 1 18

Entering
variable (EV)
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Identifikasi baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var Baris kunci adalah baris yang


r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis memiliki nilai rasio positif
r 1 3 2 0 0 0 18 - terkecil
S1 0 1 0 1 0 0 4 4/1=4 𝑅𝐻𝑆
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 =
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/0=- 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑢𝑛𝑐𝑖
A3 0 3 2 0 0 1 18 18/3=6 Jika kolom kunci bernilai 0 atau
negatif, bisa diabaikan
Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Jika terdapat nilai rasio terkecil
yang sama, pilih salah satu
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Cari nilai / angka kunci [ Iterasi-1 ]

Var Nilai yang terdapat pada


r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis persilangan / pertemuan kolom
r 1 3 2 0 0 0 18 - kunci dan baris kunci
S1 0 1 0 1 0 0 4 4/1=4
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/0=-
A3 0 3 2 0 0 1 18 18/3=6
Nilai kunci yang didapatkan = 1
Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 3 2 0 0 0 18 - r
S1 0 1 0 1 0 0 4 4/1=4 X1 0 1 0 1 0 0 4
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/0=- S2
A3 0 3 2 0 0 1 18 18/3=6 A3

• Variabel basis pada baris kunci diganti dengan Nilai kunci yang didapatkan = 1
variable pada kolom kunci.
• Membagi masing-masing nilai baris dengan nilai
kunci
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 3 2 0 0 0 18 - r
S1 0 1 0 1 0 0 4 4/1=4 X1 0 1 0 1 0 0 4
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/0=- S2
A3 0 3 2 0 0 1 18 18/3=6 A3

• Variabel basis pada baris kunci diganti dengan Nilai kunci yang didapatkan = 1
variable pada kolom kunci.
• Membagi masing-masing nilai baris dengan nilai
kunci
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-1 ]

Var Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 3 2 0 0 0 18 - r 1 0 2 -3 0 0 6
S1 0 1 0 1 0 0 4 4/1=4 X1 0 1 0 1 0 0 4
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/0=- S2 0 0 2 0 1 0 12
A3 0 3 2 0 0 1 18 18/3=6 A3 0 0 2 -3 0 1 6

Baris Baru = Lakukan untuk setiap barisnya


Nilai lama – (nilai baru basis kunci × nilai kolom kunci)
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-1 ]

Var Karena kasus minimasi (rmin), periksa kembali


r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis apakah masih terdapat nilai positif pada baris r.
r 1 0 2 -3 0 0 6
Jika masih terdapat nilai positif, maka lakukan
X1 0 1 0 1 0 0 4 iterasi kembali sampai baris r tidak ada yang
S2 0 0 2 0 1 0 12 bernilai positif

A3 0 0 2 -3 0 1 6

Apakah table simpleks sudah optimal? (baris r sudah tidak ada nilai positif?)
Masih ada baris r yang bernilai positif. Oleh karena itu lakukan iterasi yang berikutnya
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Pilih kolom, baris dan nilai kunci [ Iterasi-2 ]

Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis
r 1 0 2 -3 0 0 6 -
X1 0 1 0 1 0 0 4 -
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/2=6
A3 0 0 2 -3 0 1 6 6/2=3

Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-2 ]

Var Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 0 2 -3 0 0 6 - r 1 0 2 -3 0 0 6
X1 0 1 0 1 0 0 4 - X1 0 1 0 1 0 0 4
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/2=6 S2 0 0 2 0 1 0 12
A3 0 0 2 -3 0 1 6 6/2=3 X3 0 0 1 -3/2 0 1/2 3
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-2 ]

Var Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio r X1 X2 S1 S2 A3 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 0 2 -3 0 0 6 - r 1 0 0 0 0 -1 0
X1 0 1 0 1 0 0 4 - X1 0 1 0 1 0 0 4
S2 0 0 2 0 1 0 12 12/2=6 S2 0 0 0 3 1 -1 6
A3 0 0 2 -3 0 1 6 6/2=3 X3 0 0 1 -3/2 0 1/2 3
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 1 : Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-2 ]

Var Karena kasus minimasi (rmin), periksa kembali


r X1 X2 S1 S2 A3 RHS apakah masih terdapat nilai positif pada baris r.
Basis
r 1 0 0 0 0 -1 0 Jika masih terdapat nilai positif, maka lakukan
X1 0 1 0 1 0 0 4 iterasi sampai baris r tidak ada yang bernilai
positif
S2 0 0 0 3 1 -1 6
X2 0 0 1 -3/2 0 1/2 3

Apakah table simpleks sudah optimal? (baris r sudah tidak ada nilai positif?)
Dalam kasus ini r sudah tidak ada lagi yang bernilai positif, dan r ≤ 0, maka bisa dilanjutkan ke fase 2.
Jika terjadi pengulangan hasil, dan r bernilai positif, maka berhenti di fase 1 saja, dan bisa ditarik
kesimpulan bahwa tidak ada nilai yang optimal.
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 2 : Menentukan Fungsi kendala berdasarkan table simpleks pada Fase 1
Fungsi Tujuan Awal:
Var
r X1 X2 S1 S2 A3 RHS 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2
Basis
r 1 0 0 0 0 -1 0 Fungsi Kendala Baru: Definisikan nilai X1 dan X2
X1 0 1 0 1 0 0 4 𝑋1 + 𝑆1 = 4 𝑋1 = 4 − 𝑆1
3𝑆1 + 𝑆2 = 6
S2 0 0 0 3 1 -1 6
3 3
X2 0 0 1 -3/2 0 1/2 3 𝑋2 − 𝑆1 = 3 𝑋2 = 3 + 𝑆1
2 2
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 2 : Menentukan Fungsi Tujuan baru
Fungsi Tujuan Awal: Fungsi Tujuan Baru:
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3𝑋1 + 5𝑋2
3
Fungsi Kendala Baru: 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 3 4 − 𝑆1 + 5 3 + 𝑆1
2
𝑋1 + 𝑆1 = 4 𝑋1 = 4 − 𝑆1 15
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 12 − 3𝑆1 + 15 + 𝑆1
3𝑆1 + 𝑆2 = 6 2
9
3 3 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 27 + 𝑆1
𝑋2 − 𝑆1 = 3 𝑋2 = 3 + 𝑆1 2
2 2 9
𝑍 − 𝑆1 = 27 Fungsi Tujuan baru
2
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 2 : Membuat table simpleks
Fungsi Tujuan :
9 Var
𝑍𝑚𝑎𝑥 − 𝑆1 = 27 Z X1 X2 S1 S2 RHS
2 Basis
Fungsi Kendala : Z 1 0 0 -9/2 0 27
𝑋1 + 𝑆1 = 4 Kendala 1 X1 0 1 0 1 0 4
3𝑆1 + 𝑆2 = 6 Kendala 2 S2 0 0 0 3 1 6
3
𝑋2 − 𝑆1 = 3 Kendala 3 X2 0 0 1 -3/2 0 3
2
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 2 : Lakukan iterasi
Iterasi 0 Iterasi 1

Var Var
Z X1 X2 S1 S2 RHS Rasio Z X1 X2 S1 S2 RHS Rasio
Basis Basis
Z 1 0 0 -9/2 0 27 - Z 1 0 0 0 3/2 36
X1 0 1 0 1 0 4 4/1=4 X1 0 1 0 0 -1/3 2
S2 0 0 0 3 1 6 6/3=2 S1 0 0 0 1 1/3 2
X2 0 0 1 -3/2 0 3 - X2 0 0 1 0 1/2 6
Contoh Kasus Maksimasi
Fase 2 : Periksa ke-optimalan
Iterasi 1

Var Karena kasus maksimasi (Zmax), periksa kembali apakah masih


Z X1 X2 S1 S2 RHS terdapat nilai negatif pada baris Z.
Basis
Z 1 0 0 0 3/2 36 Jika masih terdapat nilai negatif, maka lakukan iterasi sampai
X1 0 1 0 0 -1/3 2
baris Z tidak ada yang bernilai negatif

S1 0 0 0 1 1/3 2
Apakah table simpleks sudah optimal? (baris Z sudah tidak ada
X2 0 0 1 0 1/2 6 nilai negatif?)

Dalam kasus ini Z sudah tidak ada lagi yang bernilai negatif,
maka bisa ditarik kesimpulan
Contoh Kasus Maksimasi
Kesimpulan

Var
Z X1 X2 S1 S2 RHS Z = 36
Basis
X1 = 2
Z 1 0 0 0 3/2 36
X2 = 6
X1 0 1 0 0 -1/3 2 S1 = 2
S1 0 0 0 1 1/3 2
X2 0 0 1 0 1/2 6

Kesimpulan : Agar memberikan keuntungan yang maksimal, maka X1 diproduksi sebanyak 2 unit dan X2 diproduksi
6 unit. Sehingga menghasilkan nilai Z sebesar = 36

Sumber daya pada kendala pertama terdapat sisa sebesar 2 unit. Sumber daya pada kendala kedua habis terpakai
Contoh kasus Minimasi
- Metode Dua Fase-
Contoh Kasus Minimasi
• Bentuk Umum Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4𝑋1 + 𝑋2

Fungsi Kendala Fungsi Kendala : Definisikan semua nilai A


3𝑋1 + 𝑋2 = 3 3𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴1 = 3 𝐴1 = 3 − 3𝑋1 − 𝑋2
4𝑋1 + 3𝑋2 ≥ 6 4𝑋1 + 3𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 6 𝐴2 = 6 − 4𝑋1 − 3𝑋2 + 𝑆2
𝑋1 + 2𝑋2 ≤ 4 𝑋1 + 2𝑋2 + 𝑆3 = 4
𝑋1 , 𝑋2 ≥ 0 𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆2 , 𝑆3 , 𝐴1 , 𝐴2 ≥ 0
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Fungsi tujuan meminimumkan variable artifisial
Fungsi Tujuan : Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4𝑋1 + 𝑋2 𝑟𝑚𝑖𝑛 = 𝐴1 + 𝐴2
𝑟𝑚𝑖𝑛 = 3 − 3𝑋1 − 𝑋2 + (6 − 4𝑋1 − 3𝑋2 + 𝑆2 )
Fungsi Kendala :
𝑟𝑚𝑖𝑛 = 9 − 7𝑋1 − 4𝑋2 + 𝑆2
3𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴1 = 3
4𝑋1 + 3𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 6
𝑟 + 7𝑋1 + 4𝑋2 − 𝑆2 = 9
𝑋1 + 2𝑋2 + 𝑆3 = 4
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆2 , 𝑆3 , 𝐴1 , 𝐴2 ≥ 0

𝐴1 = 3 − 3𝑋1 − 𝑋2
𝐴2 = 6 − 4𝑋1 − 3𝑋2 + 𝑆2
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Membuat table simpleks
Fungsi Tujuan : Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4𝑋1 + 𝑋2 𝑟 + 7𝑋1 + 4𝑋2 − 𝑆2 = 9
Fungsi Kendala :
3𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴1 = 3
Var
4𝑋1 + 3𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 6 r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis
𝑋1 + 2𝑋2 + 𝑆3 = 4
r 1 7 4 -1 0 0 0 9
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆2 , 𝑆3 , 𝐴1 , 𝐴2 ≥ 0 Kendala 1 A1 0 3 1 0 0 1 0 3
𝐴1 = 3 − 3𝑋1 − 𝑋2 Kendala 2 A2 0 4 3 -1 0 0 1 6
𝐴2 = 6 − 4𝑋1 − 3𝑋2 + 𝑆2 Kendala 3 S3 0 1 2 0 1 0 0 4
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-0 ]

Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio Apakah table simpleks sudah
Basis optimal? (baris r sudah tidak ada
r 1 7 4 -1 0 0 0 9 nilai positif?)
A1 0 3 1 0 0 1 0 3
Masih ada baris r yang bernilai
A2 0 4 3 -1 0 0 1 6 positif. Oleh karena itu lakukan
S3 0 1 2 0 1 0 0 4 iterasi yang berikutnya
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Identifikasi kolom kunci [ Iterasi-1]

Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio Karena kasus minimasi (rmin)
Basis maka kolom kunci adalah nilai
r 1 7 4 -1 0 0 0 9 positif tertinggi
A1 0 3 1 0 0 1 0 3 Jika terdapat dua nilai tertinggi,
A2 0 4 3 -1 0 0 1 6 maka pilih salah satu
S3 0 1 2 0 1 0 0 4

Entering
variable (EV)
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Identifikasi baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio Baris kunci adalah baris yang
Basis memiliki nilai rasio positif
r 1 7 4 -1 0 0 0 9 - terkecil
A1 0 3 1 0 0 1 0 3 1 𝑅𝐻𝑆
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 =
A2 0 4 3 -1 0 0 1 6 6/4 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑢𝑛𝑐𝑖
S3 0 1 2 0 1 0 0 4 4 Jika kolom kunci bernilai 0 atau
negatif, bisa diabaikan
Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Jika terdapat nilai rasio terkecil
yang sama, pilih salah satu
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Cari nilai / angka kunci [ Iterasi-1 ]

Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio Nilai yang terdapat pada
Basis persilangan / pertemuan kolom
r 1 7 4 -1 0 0 0 9 - kunci dan baris kunci
A1 0 3 1 0 0 1 0 3 1
A2 0 4 3 -1 0 0 1 6 6/4
S3 0 1 2 0 1 0 0 4 4
Nilai kunci yang didapatkan = 3
Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 7 4 -1 0 0 0 9 - r
A1 0 3 1 0 0 1 0 3 1 X1 0 1 1/3 0 0 1/3 0 1
A2 0 4 3 -1 0 0 1 6 6/4 A2
S3 0 1 2 0 1 0 0 4 4 S3

• Variabel basis pada baris kunci diganti dengan Nilai kunci yang didapatkan = 3
variable pada kolom kunci.
• Membagi masing-masing nilai baris dengan nilai
kunci
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-1 ]

Var Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 7 4 -1 0 0 0 9 - r 1 0 5/3 -1 0 -7/3 0 2
A1 0 3 1 0 0 1 0 3 1 X1 0 1 1/3 0 0 1/3 0 1
A2 0 4 3 -1 0 0 1 6 6/4 A2 0 0 5/3 -1 0 -4/3 1 2
S3 0 1 2 0 1 0 0 4 4 S3 0 0 5/3 0 1 -1/3 0 3

Baris Baru = Lakukan untuk setiap barisnya


Nilai lama – (nilai baru basis kunci × nilai kolom kunci)
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-1 ]

Var Karena kasus minimasi (rmin), periksa kembali


r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis
apakah masih terdapat nilai positif pada baris r.
r 1 0 5/3 -1 0 -7/3 0 2
Jika masih terdapat nilai positif, maka lakukan
X1 0 1 1/3 0 0 1/3 0 1 iterasi kembali sampai baris r tidak ada yang
A2 0 0 5/3 -1 0 -4/3 1 2 bernilai positif
S3 0 0 5/3 0 1 -1/3 0 3

Apakah table simpleks sudah optimal? (baris r sudah tidak ada nilai positif?)
Masih ada baris r yang bernilai positif. Oleh karena itu lakukan iterasi yang berikutnya
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Pilih kolom, baris dan nilai kunci [ Iterasi-2 ]

Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis
r 1 0 5/3 -1 0 -7/3 0 2 -
X1 0 1 1/3 0 0 1/3 0 1 3
A2 0 0 5/3 -1 0 -4/3 1 2 6/5
S3 0 0 5/3 0 1 -1/3 0 3 9/5

Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-2 ]

Var Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 0 5/3 -1 0 -7/3 0 2 - r
X1 0 1 1/3 0 0 1/3 0 1 3 X1
A2 0 0 5/3 -1 0 -4/3 1 2 6/5 X2 0 0 1 -3/5 0 -4/5 3/5 6/5
S3 0 0 5/3 0 1 -1/3 0 3 9/5 S3
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-2 ]

Var Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS Rasio
Basis Basis
r 1 0 5/3 -1 0 -7/3 0 2 - r 1 0 0 0 0 -1 -1 0
X1 0 1 1/3 0 0 1/3 0 1 3 X1 0 1 0 1/5 0 3/5 -1/5 3/5
A2 0 0 5/3 -1 0 -4/3 1 2 6/5 X2 0 0 1 -3/5 0 -4/5 3/5 6/5
S3 0 0 5/3 0 1 -1/3 0 3 9/5 S3 0 0 0 1 1 1 -1 1
Contoh Kasus Minimasi
Fase 1 : Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-2 ]

Var Karena kasus minimasi (rmin), periksa kembali


r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS
Basis apakah masih terdapat nilai positif pada baris r.
r 1 0 0 0 0 -1 -1 0 Jika masih terdapat nilai positif, maka lakukan
X1 0 1 0 1/5 0 3/5 -1/5 3/5 iterasi sampai baris r tidak ada yang bernilai
positif
X2 0 0 1 -3/5 0 -4/5 3/5 6/5
S3 0 0 0 1 1 1 -1 1

Apakah table simpleks sudah optimal? (baris r sudah tidak ada nilai positif?)
Dalam kasus ini r sudah tidak ada lagi yang bernilai positif, dan r ≤ 0, maka bisa dilanjutkan ke fase 2.
Jika terjadi pengulangan hasil, dan r bernilai positif, maka berhenti di fase 1 saja, dan bisa ditarik
kesimpulan bahwa tidak ada nilai yang optimal.
Contoh Kasus Minimasi
Fase 2 : Menentukan Fungsi kendala berdasarkan table simpleks pada Fase 1
Fungsi Tujuan Awal:
Var
r X1 X2 S2 S3 A1 A2 RHS 𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4𝑋1 + 𝑋2
Basis
r 1 0 0 0 0 -1 -1 0 Fungsi Kendala Baru: Definisikan nilai X1 dan X2
X1 0 1 0 1/5 0 3/5 -1/5 3/5 1 3 3 1
𝑋1 + 𝑆2 = 𝑋1 = − 𝑆
X2 0 0 1 -3/5 0 -4/5 3/5 6/5
5 5 5 5 1
3 6
𝑋2 − 𝑆2 = 6 3
S3 0 0 0 1 1 1 -1 1 5 5 𝑋2 = + 𝑆2
5 5
𝑆2 + 𝑆3 = 1
Contoh Kasus Minimasi
Fase 2 : Menentukan Fungsi Tujuan baru
Fungsi Tujuan Awal: Fungsi Tujuan Baru:
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4𝑋1 + 𝑋2 𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4𝑋1 + 𝑋2
3 1 6 3
Fungsi Kendala Baru: 𝑍𝑚𝑖𝑛 = 4 − 𝑆 + + 𝑆
1 3 5 5 2 5 5 2
3 1
𝑋1 + 𝑆2 = 𝑋1 = − 𝑆 12 4 6 3
5 5 5 5 2 𝑍𝑚𝑖𝑛 = − 𝑆2 + + 𝑆2
3 6 5 5 5 5
𝑋2 − 𝑆2 = 6 3 18 1
5 5 𝑋2 = + 𝑆2 𝑍𝑚𝑖𝑛 = − 𝑆
5 5 5 5 2
𝑆2 + 𝑆3 = 1

1 18 Fungsi Tujuan baru


𝑍 + 𝑆2 =
5 5
Contoh Kasus Minimasi
Fase 2 : Membuat table simpleks
Fungsi Tujuan :
1 18 Var
𝑍𝑚𝑖𝑛 + 𝑆2 = Z X1 X2 S2 S3 RHS
5 5 Basis
Fungsi Kendala : Z 1 0 0 1/5 0 18/5
1 3 Kendala 1 X1 0 1 0 1/5 0 3/5
𝑋1 + 𝑆2 =
5 5 Kendala 2 X2 0 0 1 -3/5 0 6/5
3 6
𝑋2 − 𝑆2 = Kendala 3 S3 0 0 0 1 1 1
5 5
𝑆2 + 𝑆3 = 1
Contoh Kasus Minimasi
Fase 2 : Lakukan iterasi
Iterasi 0 Iterasi 1

Var Var
Z X1 X2 S2 S3 RHS Rasio Z X1 X2 S2 S2 RHS Rasio
Basis Basis
Z 1 0 0 1/5 0 18/5 - Z 1 0 0 0 -1/5 17/5
X1 0 1 0 1/5 0 3/5 3 X1 0 1 0 0 -1/5 2/5
X2 0 0 1 -3/5 0 6/5 - X2 0 0 1 0 3/5 9/5
S3 0 0 0 1 1 1 1 S2 0 0 0 1 1 1
Contoh Kasus Minimasi
Fase 2 : Periksa ke-optimalan
Iterasi 1

Var Karena kasus maksimasi (Zmin), periksa kembali apakah masih


Z X1 X2 S2 S2 RHS terdapat nilai positif pada baris Z.
Basis
Z 1 0 0 0 -1/5 17/5 Jika masih terdapat nilai positif, maka lakukan iterasi sampai
X1 0 1 0 0 -1/5 2/5
baris Z tidak ada yang bernilai positif

X2 0 0 1 0 3/5 9/5
Apakah table simpleks sudah optimal? (baris Z sudah tidak ada
S2 0 0 0 1 1 1 nilai positif?)

Dalam kasus ini Z sudah tidak ada lagi yang bernilai positif,
maka bisa ditarik kesimpulan
Contoh Kasus Minimasi
Kesimpulan

Var
Z X1 X2 S2 S3 RHS Z = 17/5
Basis
X1 = 2/5
Z 1 0 0 0 -1/5 17/5
X2 = 9/5
X1 0 1 0 0 -1/5 2/5 S2 = 1
X2 0 0 1 0 3/5 9/5
S2 0 0 0 1 1 1

Anda mungkin juga menyukai