0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

Program Linear - Big M

Dokumen ini membahas metode Big M dalam penyelesaian program linear, terutama dalam konteks metode Simpleks. Metode ini digunakan ketika terdapat persamaan kendala bertanda ≥ atau =, dengan penambahan variabel artifisial dan koefisien besar untuk mengeliminasi variabel tersebut dari solusi optimal. Contoh kasus maksimasi disertakan untuk menjelaskan langkah-langkah dalam menerapkan metode ini.

Diunggah oleh

mailmultiakses01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

Program Linear - Big M

Dokumen ini membahas metode Big M dalam penyelesaian program linear, terutama dalam konteks metode Simpleks. Metode ini digunakan ketika terdapat persamaan kendala bertanda ≥ atau =, dengan penambahan variabel artifisial dan koefisien besar untuk mengeliminasi variabel tersebut dari solusi optimal. Contoh kasus maksimasi disertakan untuk menjelaskan langkah-langkah dalam menerapkan metode ini.

Diunggah oleh

mailmultiakses01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode Big M

-Metode Simpleks-
-Linear Programming-
Penyelesaian Program Linear

Semua persamaan pada


Metode Simpleks
fungsi kendala
Sederhana/Biasa
bertanda ≤

Program Linear
Metode Big M
Terdapat minimal satu
persamaan pada fungsi
kendala yang
bertanda ≥ atau =
Metode Dua Phase
Pendahuluan
• Fungsi kendala tidak hanya dibentuk oleh pertidaksamaan ≤ tetapi juga oleh
pertidaksamaan ≥ atau persamaan =.
• Untuk mengubah menjadi persamaan pada fungsi kendala pertidaksamaan ≥,
kurangkanlah dengan variabel surplus.
• Karena variabel surplus tidak bisa menjadi variabel basis awal karena
koefisiennya bertanda negatif, maka harus ditambahkan satu variabel baru yang
berfungsi sebagai variabel basis awal.
• Variabel yang dapat berfungsi sebagai variabel basis awal hanya variabel slack
dan variabel buatan (artificial variables)
Pendahuluan
• Perbedaan antara metode Big M dengan metode Simpleks sederhana terletak
pada tahap mengubah bentuk umum menjadi bentuk standar/kanonik saja.
• Fungsi tujuan dimodifikasi dengan memberikan variable artifisial/buatan dan
koefisien tambahan yang besar (biasanya disebut sebagai M).
• Jika kasus maksimasi variable artifisial pada fungsi tujuan memiliki koefisien –M
• Jika kasus minimasi variable artifisial pada fungsi tujuan memiliki koefisien +M
• Penambahan koefisien ini bertujuan untuk mengeliminasi variabel artifisial dari
solusi optimal, sehingga menghasilkan solusi yang memenuhi kendala asli.
• Variabel artifisial pada solusi optimal harus bernilai 0,
Contoh kasus Maksimasi
- Metode Big-M -
Contoh Kasus Maksimasi
• Bentuk Umum 1. Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 Fungsi Kendala :
𝑋1 + 𝑆1 = 40
Fungsi Kendala
𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 20
𝑋1 ≤ 40 𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴3 = 50
𝑋2 ≥ 20
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0
𝑋1 + 𝑋2 = 50
𝑋1 , 𝑋2 ≥ 0 Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆2 − 𝑀𝐴2 − 𝑀𝐴3
Contoh Kasus Maksimasi
1. Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆2 − 𝑀𝐴2 − 𝑀𝐴3
Fungsi Kendala : Definisikan nilai A2 dan A3
𝑋1 + 𝑆1 = 40
𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 20 𝐴2 = 20 − 𝑋2 + 𝑆2
𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴3 = 50 𝐴3 = 50 − 𝑋1 − 𝑋2
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0
Contoh Kasus Maksimasi
1. Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆2 − 𝑀𝐴2 − 𝑀𝐴3
Fungsi Kendala : Masukkan nilai A2 dan A3 ke fungsi tujuan
𝑋1 + 𝑆1 = 40 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆2 − 𝑀𝐴2 − 𝑀𝐴3
𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 20 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆2 − 𝑀(20 − 𝑋2 + 𝑆2 ) − 𝑀(50 − 𝑋1 − 𝑋2 )
𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴3 = 50 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 50𝑋1 + 80𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆2 − 20𝑀 + 𝑀𝑋2 − 𝑀𝑆2 − 50𝑀 + 𝑀𝑋1 + 𝑀𝑋2
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0 𝑍𝑚𝑎𝑥 = 𝑀 + 50 𝑋1 + 2𝑀 + 80 𝑋2 + 0𝑆1 − 𝑀𝑆2 − 70𝑀

𝐴2 = 20 − 𝑋2 + 𝑆2 𝑍 − 𝑀 + 50 𝑋1 − 2𝑀 + 80 𝑋2 − 0𝑆1 + 𝑀𝑆2 = −70𝑀


𝐴3 = 50 − 𝑋1 − 𝑋2
Contoh Kasus Maksimasi
2. Membuat table simpleks
Fungsi Tujuan :
𝑍 − 𝑀 + 50 𝑋1 − 2𝑀 + 80 𝑋2 − 0𝑆1 + 𝑀𝑆2 = −70𝑀
Fungsi Kendala :
𝑋1 + 𝑆1 = 40
𝑋2 − 𝑆2 + 𝐴2 = 20
Var
𝑋1 + 𝑋2 + 𝐴3 = 50 Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0 Z 1 −(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M
Kendala 1 S1 0 1 0 1 0 0 0 40
Kendala 2 A2 0 0 1 0 -1 1 0 20
Kendala 3 A3 0 1 1 0 0 0 1 50
Contoh Kasus Maksimasi
3. Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-0 ]

Var Apakah table simpleks sudah


Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis optimal? (baris Z sudah tidak
Z 1 -(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M ada nilai negatif?)
S1 0 1 0 1 0 0 0 40
Masih ada baris Z yang
A2 0 0 1 0 -1 1 0 20 bernilai negatif. Oleh karena
A3 0 1 1 0 0 0 1 50 itu lakukan iterasi yang
berikutnya
Contoh Kasus Maksimasi
4. Identifikasi kolom kunci [ Iterasi-1 ]

Var • Karena kasus maksimasi


Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis (Zmax) maka kolom kunci
Z 1 -(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M
adalah nilai negatif tertinggi

S1 0 1 0 1 0 0 0 40 • Jika terdapat dua nilai


tertinggi, maka pilih salah
A2 0 0 1 0 -1 1 0 20 satu
A3 0 1 1 0 0 0 1 50

Entering
variable (EV)
Contoh Kasus Maksimasi
5. Identifikasi baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var • Baris kunci adalah baris


Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis yang memiliki nilai rasio
Z 1 -(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M -
positif terkecil

S1 0 1 0 1 0 0 0 40 - 𝑅𝐻𝑆
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 =
𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑢𝑛𝑐𝑖
A2 0 0 1 0 -1 1 0 20 20
• Jika kolom kunci bernilai 0
A3 0 1 1 0 0 0 1 50 50 atau negatif, bisa diabaikan
Leaving Entering • Jika terdapat nilai rasio
variable (LV) variable (EV) terkecil yang sama, pilih
salah satu
Contoh Kasus Maksimasi
6. Cari angka/nilai kunci [ Iterasi-1 ]

Var • Nilai yang terdapat pada


Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis persilangan / pertemuan
Z 1 -(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M -
kolom kunci dan baris kunci

S1 0 1 0 1 0 0 0 40 -
A2 0 0 1 0 -1 1 0 20 20
A3 0 1 1 0 0 0 1 50 50
Nilai kunci yang didapatkan = 1
Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Maksimasi
7. Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var • Variabel basis pada baris


Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis kunci diganti dengan
Z 1 -(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M -
variable pada kolom kunci.

S1 0 1 0 1 0 0 0 40 - • Membagi masing-masing
nilai baris dengan nilai
A2 0 0 1 0 -1 1 0 20 20 kunci
A3 0 1 1 0 0 0 1 50 50
Nilai kunci yang didapatkan = 1
Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z
S1
X2 0 0 1 0 -1 1 0 20 20
A3
Contoh Kasus Maksimasi
8. Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-1 ]

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis Baris Baru =
Z 1 -(𝑀 + 50) -(2𝑀 + 80) 0 M 0 0 -70M - Nilai lama – (nilai baru
S1 0 1 0 1 0 0 0 40 - basis kunci × nilai
kolom kunci)
A2 0 0 1 0 -1 1 0 20 20
A3 0 1 1 0 0 0 1 50 50

Lakukan untuk setiap


Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio barisnya
Basis
Z 1 -(𝑀 + 50) 0 0 -(M+80) 2𝑀 + 80 0 -30M+1600
S1 0 1 0 1 0 0 0 40
X2 0 0 1 0 -1 1 0 20
A3 0 1 0 0 1 -1 1 30
Contoh Kasus Maksimasi
9. Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-1 ]

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 -(𝑀 + 50) 0 0 -(M+80) 2𝑀 + 80 0 -30M+1600
S1 0 1 0 1 0 0 0 40
X2 0 0 1 0 -1 1 0 20
A3 0 1 0 0 1 -1 1 30

Karena kasus maksimasi (Zmax), periksa kembali apakah masih terdapat nilai negative pada baris Z.
Jika masih terdapat nilai negative, maka lakukan iterasi (ulangi Langkah 4-8) sampai baris Z tidak ada yang
bernilai negatif
Apakah table simpleks sudah optimal? (baris Z sudah tidak ada nilai negatif?)

Masih ada baris Z yang bernilai negatif. Oleh karena itu lakukan iterasi yang berikutnya
Contoh Kasus Maksimasi
4,5,6 Pilih kolom, baris dan nilai kunci [ Iterasi-2 ]

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 -(𝑀 + 50) 0 0 -(M+80) 2𝑀 + 80 0 -30M+1600 -
S1 0 1 0 1 0 0 0 40 -
X2 0 0 1 0 -1 1 0 20 -
A3 0 1 0 0 1 -1 1 30 30

Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Maksimasi
7. Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-2 ]

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 -(𝑀 + 50) 0 0 -(M+80) 2𝑀 + 80 0 -30M+1600 -
S1 0 1 0 1 0 0 0 40 -
X2 0 0 1 0 -1 1 0 20 -
A3 0 1 0 0 1 -1 1 30 30

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z
S1
X2
S2 0 1 0 0 1 -1 1 30
Contoh Kasus Maksimasi
8. Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-2 ]

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 -(𝑀 + 50) 0 0 -(M+80) 2𝑀 + 80 0 -30M+1600 -
S1 0 1 0 1 0 0 0 40 -
X2 0 0 1 0 -1 1 0 20 -
A3 0 1 0 0 1 -1 1 30 30

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 30 0 0 0 M M+80 4000
S1 0 1 0 1 0 0 0 40
X2 0 1 1 0 0 0 1 50
S2 0 1 0 0 1 -1 1 30
Contoh Kasus Maksimasi
9. Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-2 ]

Var • Karena kasus maksimasi (Zmax),


Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis periksa kembali apakah masih
Z 1 30 0 0 0 M M+80 4000 terdapat nilai negative pada baris Z.
S1 0 1 0 1 0 0 0 40 • Jika masih terdapat nilai negative,
maka lakukan iterasi (ulangi
X2 0 1 1 0 0 0 1 50
Langkah 3-7) sampai baris Z tidak
S2 0 1 0 0 1 -1 1 30 ada yang bernilai negatif

Apakah table simpleks sudah optimal? (baris Z sudah tidak ada nilai negatif?)
Dalam kasus ini Z sudah tidak ada lagi yang bernilai negative, maka sudah optimal.
Lakukanlah penarikan kesimpulan
Contoh Kasus Maksimasi
Kesimpulan

Var Z = 4000
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS
Basis X1 = 0
Z 1 30 0 0 0 M M+80 4000
X2 = 50
S1 = 40
S1 0 1 0 1 0 0 0 40
S2 = 30
X2 0 1 1 0 0 0 1 50 A1 = 0
S2 0 1 0 0 1 -1 1 30 A2 = 0

Kesimpulan : Agar memberikan keuntungan yang maksimal, maka X1 diproduksi sebanyak 0 unit dan X2
diproduksi 50 unit. Sehingga menghasilkan nilai Z sebesar = 4000.

Sumber daya pada kendala pertama terdapat sisa sebesar 40 unit. Sumber daya pada kendala kedua mempunyai
kelebihan 30 unit.
Contoh kasus Minimasi
- Metode Big-M -
Contoh Kasus Minimasi
• Bentuk Umum 1. Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 Fungsi Kendala :
𝑋1 + 𝑆1 = 4
Fungsi Kendala
2𝑋2 + 𝐴2 =12
𝑋1 ≤ 4 3𝑋1 + 2𝑋2 − 𝑆3 + 𝐴3 = 18
2𝑋2 = 12
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆3 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0
3𝑋1 + 2𝑋2 ≥ 18
𝑋1 , 𝑋2 ≥ 0
Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 𝑀𝐴2 + 𝑀𝐴3
Contoh Kasus Minimasi
1. Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 𝑀𝐴2 + 𝑀𝐴3
Fungsi Kendala : Definisikan nilai A2 dan A3
𝑋1 + 𝑆1 = 4
2𝑋2 + 𝐴2 =12 𝐴2 = 12 − 2𝑋2
3𝑋1 + 2𝑋2 − 𝑆3 + 𝐴3 = 18 𝐴3 = 18 − 3𝑋1 − 2𝑋2 + 𝑆3
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0
Contoh Kasus Minimasi
1. Ubah ke bentuk Standar/Kanonik
Fungsi Tujuan :
𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 𝑀𝐴2 + 𝑀𝐴3
Fungsi Kendala : Masukkan nilai A2 dan A3 ke fungsi tujuan
𝑋1 + 𝑆1 = 4 𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 𝑀𝐴2 + 𝑀𝐴3
2𝑋2 + 𝐴2 =12 𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 𝑀(12 − 2𝑋2 ) + 𝑀(18 − 3𝑋1 − 2𝑋2 + 𝑆3 )
3𝑋1 + 2𝑋2 − 𝑆3 + 𝐴3 = 18 𝑍𝑚𝑖𝑛 = 3𝑋1 + 5𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 12𝑀 − 2𝑀𝑋2 + 18𝑀 − 3𝑀𝑋1 − 2𝑀𝑋2 + 𝑀𝑆3
𝑍𝑚𝑖𝑛 = (3 − 3𝑀)𝑋1 + (5 − 4𝑀)𝑋2 + 0𝑆1 − 0𝑆3 + 30𝑀 + 𝑀𝑆3
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0

𝐴2 = 12 − 2𝑋2 𝑍 − 3 − 3𝑀 𝑋1 − 5 − 4𝑀 𝑋2 − 𝑀𝑆3 = 30𝑀


𝐴3 = 18 − 3𝑋1 − 2𝑋2 + 𝑆3
Contoh Kasus Minimasi
2. Membuat table simpleks
Fungsi Tujuan :
𝑍 − 3 − 3𝑀 𝑋1 − 5 − 4𝑀 𝑋2 − 𝑀𝑆3 = 30𝑀
Fungsi Kendala :
𝑋1 + 𝑆1 = 4
2𝑋2 + 𝐴2 =12
Var
3𝑋1 + 2𝑋2 − 𝑆3 + 𝐴3 = 18 Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
𝑋1 , 𝑋2 . 𝑆1 , 𝑆2 , 𝐴2 , 𝐴3 ≥ 0 Z 1 −3 + 3𝑀 (−5 + 4𝑀) 0 -M 0 0 30M
Kendala 1 S1 0 1 0 1 0 0 0 4
Kendala 2 A2 0 0 2 0 0 1 0 12
Kendala 3 A3 0 3 2 0 -1 0 1 18
Contoh Kasus Minimasi
3. Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-0 ]

Var Apakah table simpleks sudah


Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis optimal? (baris Z sudah tidak
Z 1 −3 + 3𝑀 (−5 + 4𝑀) 0 -M 0 0 30M ada nilai positif?)
S1 0 1 0 1 0 0 0 4
Masih ada baris Z yang
A2 0 0 2 0 0 1 0 12 bernilai positif. Oleh karena
A3 0 3 2 0 -1 0 1 18 itu lakukan iterasi yang
berikutnya
Contoh Kasus Minimasi
4,5,6. Identifikasi kolom, baris dan nilai kunci [ Iterasi-1 ]

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 −3 + 3𝑀 (−5 + 4𝑀) 0 -M 0 0 30M -
S1 0 1 0 1 0 0 0 4 -
A2 0 0 2 0 0 1 0 12 6
A3 0 3 2 0 -1 0 1 18 9

Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Minimasi
7. Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-1 ]

Var • Variabel basis pada baris


Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis kunci diganti dengan
Z 1 −3 + 3𝑀 (−5 + 4𝑀) 0 -M 0 0 30M -
variable pada kolom kunci.

S1 0 1 0 1 0 0 0 4 - • Membagi masing-masing
nilai baris dengan nilai
A2 0 0 2 0 0 1 0 12 6 kunci
A3 0 3 2 0 -1 0 1 18 9
Nilai kunci yang didapatkan = 1
Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z
S1
X2 0 0 1 0 0 1/2 0 6
A3
Contoh Kasus Minimasi
8. Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-1 ]

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis Baris Baru =
Z 1 −3 + 3𝑀 (−5 + 4𝑀) 0 -M 0 0 30M - Nilai lama – (nilai baru
S1 0 1 0 1 0 0 0 4 - basis kunci × nilai kolom
kunci)
A2 0 0 2 0 0 1 0 12 6
A3 0 3 2 0 -1 0 1 18 9

Lakukan untuk setiap


Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio barisnya
Basis
Z 1 −3 + 3𝑀 0 0 -M (5/2)-2M 0 30+6M
S1 0 1 0 1 0 0 0 4
X2 0 0 1 0 0 ½ 0 6
A3 0 3 0 0 -1 -1 1 6
Contoh Kasus Minimasi
9. Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-1 ]

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 −3 + 3𝑀 0 0 -M (5/2)-2M 0 30+6M
S1 0 1 0 1 0 0 0 4
X2 0 0 1 0 0 ½ 0 6
A3 0 3 0 0 -1 -1 1 6

Karena kasus maksimasi (Zmin), periksa kembali apakah masih terdapat nilai positif pada baris Z.
Jika masih terdapat nilai positif, maka lakukan iterasi (ulangi Langkah 4-8) sampai baris Z tidak ada yang
bernilai positif
Apakah table simpleks sudah optimal? (baris Z sudah tidak ada nilai positif?)

Masih ada baris Z yang bernilai positif. Oleh karena itu lakukan iterasi yang berikutnya
Contoh Kasus Minimasi
4,5,6 Pilih kolom, baris dan nilai kunci [ Iterasi-2 ]

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 −3 + 3𝑀 0 0 -M (5/2)-2M 0 30+6M -
S1 0 1 0 1 0 0 0 4 -
X2 0 0 1 0 0 ½ 0 6 -
A3 0 3 0 0 -1 -1 1 6 2

Leaving Entering
variable (LV) variable (EV)
Contoh Kasus Minimasi
7. Mengubah nilai baris kunci [ Iterasi-2 ]

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 −3 + 3𝑀 0 0 -M (5/2)-2M 0 30+6M -
S1 0 1 0 1 0 0 0 4 -
X2 0 0 1 0 0 ½ 0 6 -
A3 0 3 0 0 -1 -1 1 6 2

Var
Z X1 X2 S1 S2 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z
S1
X2
X1 0 1 0 0 -1/3 -1/3 1/3 2
Contoh Kasus Minimasi
8. Mengubah nilai baris lain (selain baris kunci) [ Iterasi-2 ]

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 −3 + 3𝑀 0 0 -M (5/2)-2M 0 30+6M -
S1 0 1 0 1 0 0 0 4 -
X2 0 0 1 0 0 ½ 0 6 -
A3 0 3 0 0 -1 -1 1 6 2

Var
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS Rasio
Basis
Z 1 0 0 0 -1 (3/2)-M (1-M) 36
S1 0 0 0 1 1/3 1/3 -1/3 2
X2 0 0 1 0 0 1/2 0 6
X1 0 1 0 0 -1/3 -1/3 1/3 2
Contoh Kasus Minimasi
9. Periksa ke-optimalan table simpleks [ Iterasi-2 ]

Var • Karena kasus maksimasi (Zmin),


Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS
Basis periksa kembali apakah masih
Z 1 0 0 0 -1 (3/2)-M (1-M) 36 terdapat nilai positif pada baris Z.
S1 0 0 0 1 1/3 1/3 -1/3 2 • Jika masih terdapat nilai positif,
maka lakukan iterasi (ulangi
X2 0 0 1 0 0 1/2 0 6
Langkah 3-7) sampai baris Z tidak
X1 0 1 0 0 -1/3 -1/3 1/3 2 ada yang bernilai positif

Apakah table simpleks sudah optimal? (baris Z sudah tidak ada nilai positif?)
Dalam kasus ini Z sudah tidak ada lagi yang bernilai positif, maka sudah optimal.
Lakukanlah penarikan kesimpulan
Contoh Kasus Minimasi
Kesimpulan

Var Z = 36
Z X1 X2 S1 S3 A2 A3 RHS
Basis X1 = 2
Z 1 0 0 0 -1 (3/2)-M (1-M) 36
X2 = 6
S1 = 2
S1 0 0 0 1 1/3 1/3 -1/3 2
A1 = 0
X2 0 0 1 0 0 1/2 0 6 A2 = 0
X1 0 1 0 0 -1/3 -1/3 1/3 2

Kesimpulan : Agar memberikan keuntungan yang maksimal, maka X1 diproduksi sebanyak 2 unit dan X2
diproduksi 6 unit. Sehingga menghasilkan nilai Z sebesar = 36

Sumber daya pada kendala pertama terdapat sisa sebesar 2 unit. Sumber daya pada kendala kedua habis terpakai

Anda mungkin juga menyukai