MAKALAH
PEMBELAJARAN IPA DI SD (PDGK4202)
MODUL 3 METODE DALAM PEMBELAJARAN IPA SD
DISUSUN OLEH:
Kella Vanesa (860100621)
Imelda Agustin (856795731)
Wahyulen PG (856795842)
Riki Erwansyah (856790954)
TUTOR: Yetrie Octavury, [Link]., MM.
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ PALEMBANG
2026
KEGIATAN BELAJAR 1
METODE DALAM PEMBELAJARAN IPA
A. Pengertian Metode
Merupakan sebuah prosedur atau proses yang teratur. Metode berbeda dengan
teknik. Teknik adalah sesuatu yang dianggap menyangkut pengertian yang
lebih sempit. Maka, jika dihubungkan metode merupakan keseluruhan
Teknik-teknik yang mendukungnya dengan keserasian yang dapat
dipertanggungjawabkan.
B. Jenis Metode dalam Pembelajaran IPA
1. Metode Penugasan
Penugasan yang baik adalah bersifat menantang dan bersifat lentur sesuai
minat dan bakat murid. Sebelum memberikan tugas, pastikan telah memiliki
tolok ukur penilaian dan disampaikan kepada murid, agar mereka memahami
dan melaksanakan tugas dengan baik.
Kelemahan : murid terikat dengan jadwal penyelesaian dan dapat menjadi
beban psikologis.
2. Metode Diskusi
Dalam pembelajaran IPA, metode diskusi sangat diperlukan untuk
membuktikan keberartian suatu data. Syarat-syarat jalannya diskusi:
a. Terdapat pemimpin diskusi (moderator)
b. Jumlah peserta didik kecil, karena dibagi ke dalam kelompok
c. Terdapat topik diskusi
d. Masalah berasal dari murid
e. Peserta diskusi harus berperan
f. Peserta bebas mengeluarkan pendapat
Peran Guru dalam Diskusi:
[Link] garis-garis besar pokok persoalan
b. Masalah yang akan didiskusikan menarik dan masih hangat bagi murid
[Link], memberi jalan keluar apabila macet dan mengalami jalan buntu
d. Mampu merumuskan suatu kesimpulan hasil diskusi murid
[Link] harus berguna untuk memecahkan persoalan berikutnya
Peran Pemimpin dalam Diskusi:
[Link] agar peserta tidak berebut dalam berbicara
b. Pembicaraan tidak dikuasai oleh murid yang suka berbicara
[Link] pembicaraan peserta yang menyimpang pada pokok
permasalahan yang benar
d. Mendorong peserta yang pemalu dan pendiam
Kelebihan:
[Link] murid bebas mengemukakan pendapat (Demokratis)
b. Cara efektif untuk mengajukan permasalahan
[Link] peran serta murid secara perorangan
d. Mendorong rasa persatuan dan mengembangkan rasa sosial
[Link] kepemimpinan dan menghayati kepemimpinan bersama
Kelemahan:
[Link] pembicaraan didominasi oleh salah seorang peserta diskusi
b. Biasanya hanya siswa yang pandai berbicara yang aktif dalam diskusi
[Link] sering menyimpang dari pokok permasalahan
3. Metode Tanya Jawab
Metode ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana murid mengerti dan
mengingat tentang fakta yang dipelajari dan didengarnya.
Tujuan:
[Link] pemahaman murid
b. Merangsang murid berpikir
[Link] umpan balik
d. Meneliti kemampuan daya tangkap murid terhadap bahan pelajaran yang
baru diberikan
[Link] timbulnya perhatian murid terhadap pelajaran
Jenis-Jenis Pertanyaan:
1) Pertanyaan tertutup
Pertanyaan yang hanya memiliki satu jawaban terbatas dan benar.
Contoh: Siapa penemu telepon? Dimana proses fotosintesis terjadi?
2) Pertanyaan terbuka
Pertanyaan yang dapat dijawab dengan banyak jawaban yang dapat
diterima.
Contoh: apakah dampak dari penebangan hutan?
4. Metode Latihan
Pembelajaran IPA membutuhkan banyak latihan, yaitu cara menggunakan
mikroskop, membaca thermometer, menggunakan jangka sorong, dan
sebagainya. Latihan berbeda dengan percobaan. Latihan telah ditunjukkan
guru kepada muridnya dengan tujuan agar murid mengusai keterampilan
melakukan sesuatu dan memiliki keterampilan yang lebih baik dari apa yang
dipelajari sebelumnya. Sedangkan percobaan laboratorium belum tentu
mengetahui hasil pastinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Menentukan tujuan metode latihan, yaitu:
1) Agar murid memiliki keterampilan gerak (dalam penggunaan alat-alat
laboratorium)
2) Mengembangkan Langkah kecakapan intelek (mengenal rumus,
perhitungan fisika, genetika, dsb.)
b. Harus selalu meneliti hambatan atau kesukaran yang nantinya ditemui
murid selama metode berlangsung
c. Memperbaiki kesukaran tersebut pada latihan berikutnya
d. Menunjukkan kepada murid mengenai tanggapan-tanggapan yang telah
benar
e. Memperbaiki tanggapan-tanggapan yang salah
f. Memperhatikan alat-alat yang mahal, berbahaya, dan tugas yang sulit
dicoba
5. Metode Ceramah
Sebuah metode tradisional dimana guru berbicara dan murid mendengarkan.
Dalam pembelajaran IPA, metode ini kurang cocok untuk dilakukan, karena
murid dituntut untuk lebih aktif, dan mempelajari informasi tangan pertama.
Dapat dilakukan jika:
[Link] ceramah, murid ditugasi membaca terlebih dahulu, melakukan
sesuatu, atau membawa sesuatu.
b. Sesudah ceramah, murid ditugasi untuk membaca kembali, melakukan
pengamatan, melakukan percobaan, atau membuat laporan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Bahan ceramah dipersiapkan sebaik mungkin dengan cermat
b. Bahan ceramah disampaikan dengan jelas dan dapat didengar semua murid
c. Bahan ceramah harus dikuasai dengan luas dan mendalam
d. Penyampaian sistematis
e. Diselingi pertanyaan agar tidak membosankan
[Link] kejadian-kejadian baru yang nyata dan pernah dialami murid
6. Metode Simulasi
Sebuah tingkah laku yang dikehendaki sebelum tingkah laku itu betul-betul
dilakukan di depan kelas.
7. Metode Proyek
Belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Metode ini
sukar diterapkan karena proyek memerlukan pemikiran, tindakan yang
membangun murid, perencanaan yang lebih terperinci, dan lebih banyak
pandangan ke depan.
8. Metode Studi Lapangan
Metode ini lebih memberikan pengalaman luas kepada murid jika
dibandingkan hanya didalam ruang kelas. Metode ini merupakan
pembelajaran langsung melihat objek sebenarnya dan diperoleh dari tangan
pertama.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Guru hanya berperan sebagai pembimbing atau narasumber
b. Muri bertugas mengamati, mengukur, menghitung, menganalisis, dan
menarik kesimpulan sendiri
c. Sebelum terjun ke lapangan, murid dibentuk kelompok
d. Merumuskan tujuan dengan jelas
e. Memberikan rambu-rambu tugas
f. Memberikan pengaturan waktu
9. Metode Demonstrasi
Metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan
urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui
penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau
materi yang sedang disajikan (Syah, 2000). Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Murid yang melakukan demonstrasi agar lebih memahami konsep yang
sedang dipelajari
b. Guru dapat melakukan demonstrasi apabila alat mudah pecah, benda yang
digunakan mahal, mudah rusak, berbahaya, atau hanya terdapat satu.
c. Sebaiknya guru melakukan latihan terlebih dahulu agar tidak terjadi
kegagalan (menghemat waktu)
d. Pelaksanaan harus dapat dilihat oleh semua murid
e. Hasil yang akan terjadi harus disampaikan kepada murid secara pasti,
sehingga murid tidak berspekulasi
Kelemahan:
a. Tidak semua murid dapat ikut aktif
b. Jika waktu terbatas, maka demonstrasi dilakukan dengan tergesa-gesa
c. Jika alat yang digunakan terlalu kecil, maka tidak semua murid dapat
melihat demonstrasi.
10. Metode Eksperimen
Metode mengajar yang mengajak supaya siswa melakukan percobaan sebagai
pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah di pelajari itu memang
benar (Suporno, 2007). Metode ini dapat dilakukan di lingkungan sekitar,
yaitu halaman sekolah. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Menjelaskan tujuan dan harapan yang diinginkan dari eksperimen
b. Menyebutkan alat dan bahan yang diperlukan, ukuran, takaran yang
dibutuhkan
c. Menerangkan tahap-tahap kegiatan/proses
d. Menjelaskan apa saja yang perlu diamati dan dicatat
e. Hati-hati dalam menarik kesimpulan
KEGIATAN BELAJAR 2
PENGGUNAAN METODE DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD
A. Memilih Metode Belajar Untuk Pembelajaran IPA
Apabila kita hendak mempergunakan suatu metode tertentu, maka kita harus
memperhatikan banyak hal. Misalnya faktor usia. Usia siswa berpengaruh
terhadap penentuan metode belajar; untuk siswa usia sekian yang paling baik
digunakan ialah metode ini atau itu. Di bawah ini akan kita Uraikan garis
besar faktor-faktor yang perlu menjadi bahan pertimbangan bagi kita ketika
kita hendak memilih metode belajar tertentu.
1. Metode Belajar Hendaknya Sesuai dengan Tujuan
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan
berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta
didik dan lingkungan,
b. Beragam dan terpadu,
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan,
e. Menyeluruh dan berkesinambungan,
f. Belajar sepanjang hayat
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
2. Metode Belajar hendaknya Diadaptasikan dengan Kemampuan Siswa
Metode mengajar perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan para
siswa, kita perlu realistis menghadapi hal seperti ini. Tetapi, kita perlu hati-
hati, sehingga kita tidak keliru dalam membuat keputusan tentang
kemampuan siswa kita. Kita harus dapat mengetahui dengan pasti, apakah
ketidakmampuan para siswa itu benar-benar karena tidak mampu,
atausebenarnya mereka mampu tetapi malas. Untuk itu perlu diciptakan alat
penilaian yang tepat.
3. Metode Belajar Hendaknya Sesuai dengan Psikologi Belajar
Dalam hubungannya dengan psikologi belajar ini, sering kali kita
mengabaikan dua hal penting, yaitu: pengalaman secara berkala dan
pemberian pengalaman langsung. Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, pemberian pengalaman langsung semakin penting
pada Pendidikan IPA.
4. Metode Belajar Hendaknya Disesuaikan dengan bahan pengajaran
Kiranya dapat kita mengerti bahwa metode belajar untuk mata pelajaran yang
satu berbeda dengan mata pelajaran yang lain. Bahan pengajaran dapat
dianggap sebagai pedoman untuk menentukan metode mengajar yang akan
digunakan.
5. Metode Belajar Hendaknya Disesuaikan dengan Alokasi Waktu dan Sarana
Prasarana yang Tersedia Batasi diri dengan ketersediaan waktu yang telah kita
tetapkan. Jika hal tersebut tidak dapat kita penuhi, maka dapat kita katakan
bahwa metode yang kita gunakan tidak tepat.
6. Metode Belajar Hendaknya Sesuai dengan Pribadi Guru
Metode mengajar yang digunakan seorang guru tidak harus sama dengan
yang digunakan oleh guru lain, tetapi juga tidak harus berbeda dengan metode
yang digunakan oleh guru lain. Metode mengajar yang kita gunakan
hendaknya yang sesuai dengan pribadi kita, yang dapat kita lakukan dengan
baik.
B. Contoh Penerapan Metode Dalam Pembelajaran IPA SD Kelas I –VI
1) Metode Belajar Dalam Pembelajaran IPA Kelas II
Aspek : Benda di sekitar kita
Subaspek : ciri-ciri benda
1) Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Metode eksperimen
adalah suatu cara penyajian materi pelajaran dimana siswa secara aktif
melakukan dan membuktikan sendiri tentang materi yang sedang
dipelajarinya. Melalui metode ini siswa dapat melakukan serangkaian
aktivitas ilmiah seperti: mengamati suatu objek sehingga akan memberikan
penguatan pada ingatan siswa sebab banyak melibatkan siswa dalam proses
belajarnya.
2) Proses pembelajaran
Tahap perencanaan, pada tahap ini kita perlu menjelaskan kepada siswa
tentang tujuan eksperimen. Mereka harus memahami masalah yang akan
diamati melalui eksperimen.
3) Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Untuk mengukur metode yang digunakan kita menilai sukses jika:
a. Siswa dapat melakukan prosedur eksperimen dengan benar
b. Dengan mengamati benda-benda siswa dapat menyebutkan bentuk,
warna dan ukuran benda
2) Metode Belajar Dalam Pembelajaran IPA Kelas II
Aspek : Benda dan sifatnya
Subaspek: Perbedaan benda padat dan benda cair
1. Metode belajar yang digunakan
Untuk subaspek ini kita menggunakan metode studi lapangan. Metode ini
memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. Secara
teknis pembelajaran dalam metode ini meliputi 3 fase. Fase perencanaan
permulaan, fase pengerjaan dan fase kulminasi.
2. Proses pembelajaran
Pada fase perencanaan (1) kita membagi anak menjadi beberapa kelompok,
memberi tugas sesuai dengan masalah yang akan dibahas dan memberi
arahan mengenai sumber/tempat dimana masalah itu harus diteliti/diamati.
Tugas/masalah yang mungkin diberikan kepada siswa untuk subaspek di atar
antaranya:
a. Menunjukkan beragam jenis benda padat dan benda cair yang ada di
sekitar
b. Membedakan ciri benda padat dan benda cair
c. Mengelompokkan benda padat dan benda cair beserta contohnya.
3. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Untuk mengukur metode yang digunakan kita menilai sukses jika
a. Siswa dapat melakukan prosedur/eksperimen/pengamatan dengan benar
b. Melalui eksperimen/pengamatan lapangan siswa dapat menunjukkan
beragam jenis benda padat dan benda cairnnya ada di sekitar.
3) Metode Belajar Dalam Pembelajaran IPA Kelas III
1. Pokok Bahasan : Sumber Daya Alam
a. Metode belajar yang digunakan
Untuk pokok bahasan ini kita menggunakan metode sumbang saran (brain
Storming). Metode brain storming adalah cara mengajar yang dilaksanakan
oleh guru di dalam kelas dengan melontarkan suatu masalah, kemudia siswa
menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin
masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula
sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari seluruh siswa dalam
waktu yang singkat. Tujuan metode ini untuk mengupas habis apa yang
dipikirkan para siswa dalam menganggapi masalah yang dilontarkan guru ke
dalam kelas tersebut.
b. Proses pembelajaran
Dalam pelaksanaan metode ini, tugas kita memberikan masalah yang mampu
merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi. Kita tidak boleh
mengomentari pendapat siswa itu benar/salah, juga tidak perlu disimpulkan,
kita hanya menampung semua pernyataan pendapat siswa, sehingga semua
siswa di dalam kelas mendapat giliran, tidak perlu komentar atau evaluasi.
Siswa bertugas menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat,
komentar atau bertanya, atau mengemukakan masalah baru, mereka belajar
dan berlatih mengajukan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Untuk keberhasilan metode yang digunakan, kita menilai berhasil jika selama
kegiatan seluruh siswa terlibat aktif dalam menanggapi masalah dengan
mengemukakan pendapat, komentar, bertanya, atau mengemukakan masalah
baru dan mampu menyampaikannya dengan bahasa dan kalimat yang baik.
4) Metode Belajar Dalam Pembelajaran IPA Kelas IV
1. Pokok Bahasan : Alat Indera dan Fungsinya
a. Metode belajar yang digunakan
Untuk pokok bahasan ini kita menggunakan metode ceramah. Metode ini
merupakan metode yang paling tradisional dalam sejarah pendidikan. Dalam
metode ini guru mentransferkan ilmu kepada siswanya secara lisan. Cara ini
kadang-kadang membosankan maka dalam pelaksanaannya memerlukan
keterampilan tertentu (metode ceramah plus).
b. Proses pembelajaran
Media untuk ini dapat berupa model atau gambar-gambar lepas sehingga
pengajaran tidak berkesan abstrak. Media yang dibutuhkan media yang bisa
menyuguhkan secara detail alat-alat indera (indera penglihat, pendengar,
pengecap, peraba, dan pembau). Pembelajaran diawali dengan
memperkenalkan alat-alat indera, fungsi dan bagian-bagiannya. Pembahasan
dilanjutkan dengan membahas mekanisme kerja dari masing-masing alat
indera. Pada akhir pembelajaran,sebaiknya kita melakukan resitasi untuk
konsep-konsep yang penting atau konsep-konsep yang menurut perkiraan
kita sulit dipahami.
c. Evaluasi terhadap pendekatan dan metode yang digunakan
Metode kita nilai berhasil jika kegiatan pembelajaran berlangsung tertib dan
seluruh siswa mendengarkan dan memberikan respons yang positif terhadap
informasi yang kita berikan. Untuk evaluasi metode belajar, diorientasikan
pada proses pembelajaran. Metode dinilai berhasil jika fase perencanaan,
fase pengerjaan unit dan fase kulminasi berjalan dengan lancar sesuai dengan
prosedur pembelajaran yang telah ditentukan, dan mendapatkan hasil sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
2. Pokok Bahasan : Hubungan antar Makhluk Hidup Kelas IV
a. Metode belajar yang digunakan
Untuk pokok bahasan ini kita menggunakan metode simulasi. Seperti kita
ketahui konsep adalah suatu ide yang mengikat banyak fakta menjadi satu.
Suatu konsep merupakan semacam jembatan antara Banyak fakta yang saling
berhubungan. Sedangkan simulasi merupakan suatu metode dimana siswa
dapat memerankan tingkah laku seseorang atau objek dalam keadaan yang
dikehendaki.
b. Proses pembelajaran
Pada tahap perencanaan, kita harus mempersiapkan sejumlah kartu
bergambar yang mewakili produsen, hewan herbivore, hewan carnivore, dan
hewan omnivora. Memberi tugas sesuai dengan masalah yang akan dibahas
dan memberi petunjuk tentang teknik simulasi yang akan dilaksanakan.
Kepada setiap siswa diberikan satu kartu yang berbeda satu sama lainnya.
Fase simulasi. Pada fase ini siswa diberi tugas untuk memerankan objek
seperti yang tertera pada kartu yang dipegangnya secara bergilir.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Karena pendekatan ini menitikberatkan pada penemuan konsep dari sejumlah
fakta yang ada dan mengaitkan hubungan antar konsep, maka pendekatan di
nilai berhasil jika siswa mampu menghubungkan konsep yang satu dengan
yang lainnya sehingga membentuk satu jaring pengetahuan. Evaluasi metode
ditekankan pada proses dalam simulasi tersebut. Metode simulasi dianggap
berhasil jika simulasi berjalan dengan baik, seluruh siswa terlibat aktif dalam
kegiatan, dan menampilkan hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran.
5) METODE BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS V
1. Pokok Bahasan : Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
a. Metode belajar yang digunakan
Untuk pokok bahasan ini kita menggunakan metode studi lapangan. Metode
studi lapangan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif.
Pembelajaran dalam metode ini meliputi 3 fase, yaitu fase perencanaan /
permulaan unit, dan fase kulminasi.
b. Proses pembelajaran
Pada fase perencanaan (I) kita membagi anak – anak di kelas menjadi
beberapa kelompok, memberi tugas sesuai dengan masalah yang akan
dibahas, dan memberi arahan mengenai sumber-sumber yang dapat
digunakan untuk memecahkan masalah atau tempat di mana masalah itu
harus diteliti. Menyarankan alat / sarana yang bisa dipakai dan cara kerja.
Pada fase pengerjaan unit (2) siswa terjun ke lapangan, belajar di perpustakaan
dan survei di lapangan. Mungkin memerlukan waktu yang agak lama sampai
siswa menemukan dan /informasi yang dicari. Kita mengontrol apa yang
dikerjaan siswa, memberi saran / pertanyaan, membantu merumuskan
kesimpulan bila perlu. Fase ketiga, fase kulminasi (3). Setelah siswa bekerja di
lapangan sepenuhnya, hasil kerjanya dibawa ke kelas. Mereka tetap bekerja
dalam kelompok. Hasil data/informasi diolah sehingga sampai pada suatu
kesimpulan. Kalau memungkinkan hasilnya dipajang di papan panel untuk
menimbulkan kebanggaan dalam kelompok dan dapat dilihat umumnya.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Evaluasi ini diorientasikan kepada proses mental anak selama pembelajaran
berlangsung. Untuk itu kita dapat membuat daftar tentang (check list)
sederhana.
2. Pokok Bahasan : Tumbuhan Hijau
a. Metode belajar yang digunakan
Untuk pokok bahasan ini kita menggunakan metode eksperimen. Seperti telah
kita ketahui, penggunaan metode eksperimen mempunyai tujuan agar siswa
mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-
persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga
siswa dapat terlatih berpikir ilmiah (Scientific thinking). Dengan metode ini
siswa akan menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang
dipelajarinya.
b. Proses pembelajaran
Tahap perencanaan, pada tahap ini kita perlu menjelaskan kepada siswa
tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan
dibuktikan melalui eksperimen.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Untuk mengukur metode yang digunakan kita menilai sukses.
3. Pokok Bahasan : Makanan dan Kesehatan
a. Metode belajar yang digunakan
Untuk pokok bahasan ini kita menggunakan metode kerja kelompok. Metode
kerja kelompok merupakan suatu cara mengajar, dimana siswa di dalam kelas
dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok.
Mereka bekerja bersama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakan
tugas tertentu, dan berusahan mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditentukan pula oleh guru. Selain itu penggunaan metode ini juga mempunyai
tujuan agar siswa mampu bekerja sama dengan teman yang lain dalam
mencapai tujuan bersama.
b. Proses pembelajaran
Pada awal pembelajaran, kita harus menjelaskan, apa tujuan kerja kelompok
itu, supaya siswa memahami nilai tambah dari kegiatan tersebut. Membagi
kelas menjadi beberapa kelompok, menjelaskan tugas kepada masing-masing
kelompok dan menunjuk sumber atau bahan-bahan rujukan yang dapat
digunakan siswa untuk dapat mengerjakan tugas dengan baik. Setiap
kelompok menunjuk seorang pencatat yang akan membuat laporan tentang
kemajuan dan hasil kerja kelompok tersebut
c. Evaluasi
Metode dinilai berhasil jika selama kegiatan seluruh siswa terlibat secara aktif
berpartisipasi dalam diskusi, tercermin sikap saling menghargai dan
menghormati pendapat, bekerja sama bahu-membahu dalam membantu
kelompok untuk mencapai tujuan bersama, dan menampilkan hasil sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
4. Pokok Bahasan : Pencernaan Makanan
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode ceramah (metode yang paling
tradisional dalam pendidikan, dimana guru menyampaikan informasi secara
lisan).
b. Proses pembelajaran
Proses pembelajarannya menggunakan media supaya lebih menarik dan
menantang. Media ini dapat berupa model atau gambar-gambar lepas,
sehingga tidak terkesan abstak.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dinilai berhasil jika kegiatan pembelajaran berlangsung dengan
tertib dan seluruh siswa aktif dalam mendengarkan dan merespon informasi.
5. Pokok Bahasan : Cahaya
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode Penemuan (discovery). Metode
penemuan adalah pembelajaran yang melibatkan proses mental dimana siswa
mampu mengasimilasi suatu konsep atau prinsip.
b. Proses pembelajaran
Dalam prosesnya guru mengarahkan dan membimbing siswa hingga siswa
dapat menemukan suatu keputusan atau kesimpulan.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode dikatakan berhasil apabila siswa melalui proses mentalnya mampu
menemukan sendiri sesuai dengan tujuan pembelajaran.
6. Pokok Bahasan : Energi dan Gaya
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan cooperative learning (kerja sama belajar). Metode ini
merupakan suatu cara mengajar dimana setiap individu terlibat aktif dalam
memecahkan masalah, tukar-menukar pengalaman dan informasi dalam
kelompok kerja. Metode ini bertujuan untuk mendorong siswa untuk
menggunakan pengetahuan dan pengalamannya dalam memecahkan masalah
tanpa bergantung pada pendapat orang lain.
b. Proses pembelajaran
Proses pembelajarannya yaitu pembagian kelompok sesuai dengan jumlah
masalah yang harus dipecahkan, kemudian masing-masing kelompok
mendiskusikan masalahnya, kemudian melaporkan hasil diskusi. Pada akhir
pembelajaran, pengumpulan hasil penyelesaian tugas, guru mengevaluasi
kemudian mengembalikannya kepada siswa.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika setiap siswa mampu menyelesaikan
tugasnya. Serta kerjasama yang bagus antar anggota kelompok dan dengan
kelompok lainnya.
7. Pokok Bahasan : Pesawat Sederhana
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode inquiri (suatu cara belajar yang berpusat
pada siswa (student centered strategy) dimana kelompok-kelompok siswa
dihadapkan pada suatu masalah. Tujuannya yaitu agar siswa terangsang oleh
tugas dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah,
mengemukakan pendapat dan merumuskan kesimpulan, serta dapat berdebat,
menyanggah dan mempertahankan pendapatnya.
b. Proses pembelajaran
1) Siswa diberikan suatu permasalahan, kemudian dibagi menjadi beberapa
kelompok untuk mengerjakan masalah tersebut.
2) Siswa mempelajari dan melakukan percobaan / membahas dalam
kelompoknya.
3) Setelah selesai mereka menyusun laporan.
4) Diskusi ke sidang pleno, diskusi secara luas.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika siswa melalui proses mentalnya mampu
membuktikannya sendiri.
8. Pokok Bahasan : Pengaruh Panas Terhadap Benda
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode demonstrasi (cara mengajar dimana
seorang guru / tim guru menunjukkan atau memperhatikan suatu proses.
b. Proses pembelajaran
Mempersiapkan dan meneliti terlebih dulu alat-alat yang akan digunakan
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika selama kegiatan siswa mengamati dengan
baik dan mendapat pengalaman nyata, sehingga siswa dapat memahami
dengan baik informasi yang disajikan.
9. Pokok Bahasan : Magnet
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode eksperimen. Dengan tujuan agar siswa
mampu mencari data dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan
yang dihadapi dengan mengadakan percobaan sendiri juga dapat berpikir
ilmiah (scientific thinking)
b. Proses pembelajaran
1) Menjelaskan kepada siswa mengenai tujuan eksperimen.
2) Guru mengawasi pekerjaan siswa selama eksperimen berlangsung.
3) Guru memberikan saran atau pertanyaan guna menunjang kesempurnaan
jalannya eksperimen.
4) Pengumpulan hasil penelitian siswa.
5) Mendiskusikan secara klasikal dan mengevaluasinya dengan tes / Tanya-
jawab.
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika:
1) Siswa melakukan prosedur eksperimen dengan benar.
2) Siswa dapat menemukan sendiri jawaban-jawaban dari semua masalah
yang dieksperimenkan.
10. Pokok Bahasan : Beberapa Organ Tubuh Manusia dan Fungsinya
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Ceramah dan Demonstrasi
b. Proses pembelajaran
1) Mempersiapkan dan meneliti alat-alat dan bahan yang akan digunakan
2) Memastikan dengan cara mencoba terlebih dulu agar demonstrasi berjalan
dengan baik
3) Menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika pembelajaran berlangsung dengan tertib
dan seluruh siswa aktif mendengarkan dan merespons informasi (metode
ceramah). Seluruh siswa mengamati dengan baik dan dapat menerima suguhan
pengalaman
nyata serta dapat memahaminya (metode demonstrasi)
11. Pokok Bahasan : Darah dan Fungsinya
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode pemberian tugas (resitasi). Tugas
tersebut dapat dikerjakan di rumah atau diluar jam pelajaran.
b. Proses pembelajaran
1) Pemberian tugas dalam bentuk daftar sejumlah pertanyaan yang harus
dibahas dengan diskusi pada buku paket.
2) Pengecekan pada hari berikutnya.
3) Pengevaluasian
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dkatakan berhasil jika seluruh siswa dapat mengerjakan tugas
sesuai dengan yang diberikan.
6) METODE BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA SD KELAS VI
1. Pokok Bahasan : Perkembangbiakan Makhluk Hidup dan Tanggapan
Makhluk Hidup terhadap Rangsang.
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode Penemuan (discovery). Metode ini
adalah pembelajaran yang melibatkan proses mental dimana siswa mampu
mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut antara lain
: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan,
menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dsb.
b. Proses pembelajaran
1) Menciptakan kondisi yang kondusif untuk merangsang proses mental
siswa.
2) Memberi tugas sesuai informasi yang harus diperoleh
3) Memberi arahan mengenai sumber-sumber yang dapat digunakan
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil apabila siswa melalui proses mentalnya mampu
menemukan sendiri sejumlah fakta atau konsep yang diharapkan.
2. Pokok Bahasan : Listrik dalam Kehidupan Kita
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode Eksperimen
b. Proses pembelajaran
1) Menjelaskan tujuan eksperimen
2) Mengawasi pekerjaan siswa.
3) Mengumpulkan hasil penelitian siswa
4) Mendiskusikan secara klasikal serta mengevaluasi dengan tes / Tanya-
jawab
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika :
1) Siswa melakukan prosedur eksperimen dengan benar
2) Siswa dapat menemukan sendiri jawaban-jawaban dari semua masalah
yang dipraktikkan.
3. Pokok Bahasan : Tata Surya
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode Diskusi
b. Proses pembelajaran
1) Membagi ke dalam beberapa kelompok
2) Mempresentasikan materi
3) Membuat makalah (satu minggu sebelum presentasi)
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil apabila siswa terlibat aktif dalam proses diskusi,
proses pembuatan makalah, dan melaksanakan tugas yang dibebankan
kelompoknya dengan baik.
4. Pokok Bahasan : Bumi dan Bulan
a. Metode belajar yang digunakan
Metode yang digunakan yaitu Metode Demonstrasi
b. Proses pembelajaran
1) Mempersiapkan dan meneliti alat dan bahan yang akan digunakan
2) Mencobanya terlebih dahulu untuk memastikan
3) Menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan
4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati dan bertanya
c. Evaluasi terhadap metode yang digunakan
Metode ini dikatakan berhasil jika selama kegiatan siswa mengamati dan
dapat memperoleh pengalaman nyata sehingga siswa dapat memahami
informasi yang disajikan.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa metode
pembelajaran IPA di Sekolah Dasar memiliki peran yang sangat penting dalam
menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Berbagai metode seperti
ceramah, diskusi, eksperimen, demonstrasi, tanya jawab, latihan, simulasi, proyek,
hingga studi lapangan memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahan masing-
masing yang perlu dipahami oleh guru.
Pemilihan metode pembelajaran tidak dapat dilakukan secara sembarangan,
melainkan harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa,
materi yang diajarkan, waktu yang tersedia, serta sarana dan prasarana
pendukung. Selain itu, metode juga perlu disesuaikan dengan kemampuan dan
kepribadian guru agar dapat diterapkan secara optimal.
Penerapan metode yang tepat dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan
keaktifan, keterampilan proses, serta kemampuan berpikir ilmiah siswa. Melalui
pembelajaran yang bervariasi dan kontekstual, siswa tidak hanya memperoleh
pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang bermakna. Dengan demikian,
penggunaan metode pembelajaran yang tepat akan membantu tercapainya tujuan
pembelajaran IPA secara efektif dan efisien di Sekolah Dasar.