0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan18 halaman

IPASSS

Dokumen ini menjelaskan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPTD SD Negeri 122351 untuk kelas VI-B tahun ajaran 2025/2026. Fokus pembelajaran adalah pada pemahaman holistik tentang lingkungan dan pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui pendekatan inkuiri. Selain itu, terdapat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang menilai kemampuan murid berdasarkan interval nilai dan deskripsi kemampuan.

Diunggah oleh

aprianisiahaan34
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan18 halaman

IPASSS

Dokumen ini menjelaskan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPTD SD Negeri 122351 untuk kelas VI-B tahun ajaran 2025/2026. Fokus pembelajaran adalah pada pemahaman holistik tentang lingkungan dan pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui pendekatan inkuiri. Selain itu, terdapat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang menilai kemampuan murid berdasarkan interval nilai dan deskripsi kemampuan.

Diunggah oleh

aprianisiahaan34
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAMPIRAN-LAMPIRAN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Satuan Pendidikan UPTD SD Negeri 122351

Jenjang/Kelas SD / VI-B (Enam)

Tahun Ajaran 2025/2026


A. Rasional Mata Pelajaran IPAS
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dirancang sebagai mata pelajaran integratif yang
memadukan konsep-konsep dasar dari disiplin ilmu alam dan ilmu sosial. Tujuannya adalah untuk membekali
Murid dengan pemahaman holistik tentang lingkungan sekitar, dari diri sendiri sebagai makhluk biologis dan
sosial, hingga fenomena alam dan interaksi manusia di tingkat global.
Melalui pendekatan berbasis inkuiri, Murid didorong untuk mengamati, mempertanyakan, menyelidiki,
dan merefleksikan fenomena di sekitar mereka. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir
kritis, literasi saintifik, serta menumbuhkan karakter Profil Lulusan, yaitu rasa syukur kepada Tuhan YME,
kepedulian terhadap lingkungan, dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia.

B. Karakteristik Mata Pelajaran IPAS

Karakteristik Deskripsi

Integratif-Holistik Menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pemahaman yang


utuh dan tidak terkotak-kotak tentang dunia.

Kontekstual Materi dan kegiatan pembelajaran selalu dikaitkan dengan pengalaman nyata
dan lingkungan terdekat Murid.

Berbasis Inkuiri Menempatkan Murid sebagai subjek aktif yang mencari tahu, bukan hanya
sebagai penerima informasi. Keterampilan bertanya, menyelidiki, dan
menganalisis menjadi fokus utama.

Pengembangan Selain pemahaman konsep, pembelajaran menekankan pada pengembangan


Keterampilan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan
komunikasi.

Spiral Konsep-konsep diperkenalkan secara bertahap dan diulang kembali di jenjang


yang lebih tinggi dengan tingkat kedalaman dan kompleksitas yang meningkat.

[Link] Pembelajaran IPAS Fase C Berdasarkan Elemen


Pada akhir Fase C, Murid memiliki pemahaman dan keterampilan yang terurai dalam dua elemen utama:
1. Elemen: Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Murid dapat melakukan simulasi menggunakan gambar/bagan/alat/media sederhana tentang sistem
organ tubuh manusia (sistem pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah, sistem gerak) yang dikaitkan
dengan cara menjaga kesehatan organ tubuhnya dengan benar. Murid menyelidiki bagaimana hubungan saling
ketergantungan antarkomponen biotik-abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem.
Berdasarkan pemahamannya terhadap konsep gelombang (bunyi dan cahaya), Murid mendemonstrasikan
bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Murid mendeskripsikan adanya ancaman krisis energi
yang dapat terjadi serta mengusulkan upaya-upaya individu maupun kolektif yang dapat dilakukan untuk
menghemat penggunaan energi dan serta penemuan sumber energi alternatif.
Murid mendemonstrasikan bagaimana sistem tata surya bekerja dan kaitannya dengan gerak rotasi
dan revolusi Bumi. Murid merefleksikan bagaimana perubahan kondisi alam di permukaan Bumi terjadi akibat
faktor alam maupun perbuatan manusia, mengidentifikasi pola hidup yang menyebabkan terjadinya
permasalahan lingkungan serta memprediksi dampaknya terhadap kondisi sosial kemasyarakatan dan
ekonomi.
Murid mengenal budaya, sejarah, baik tokoh maupun periodisasinya di Indonesia serta menghubungkan
dengan konteks kehidupan saat ini. Murid juga dapat menceritakan kembali bagaimana perjuangan bangsa
Indonesia melawan imperialisme dan mencapai kemerdekaan. Murid merefleksikan semangat juang para
pahlawan dan meneladani perjuangan pahlawan yang diimplementasikan dalam tindakan nyata di kehidupan
sehari-hari.
Di akhir fase ini, Murid menggunakan peta untuk mengetahui wilayah di sekitarnya. Dengan penuh kesadaran,
Murid melakukan suatu tindakan atau mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
berdasarkan pemahamannya terhadap kekayaan kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya serta nilai-nilai
ilmiah dari kearifan lokal tersebut.

2. Elemen: Keterampilan Proses (Inkuiri)


Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana menggunakan pancaindra, mencatat hasil
pengamatannya, serta mencari persamaan dan perbedaannya. Dengan panduan, Murid dapat mengajukan
pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.
Secara mandiri, murid merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan
yang diajukan, menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan mengutamakan keselamatan serta
menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat.
Murid juga menyajikan data dalam bentuk tabel atau grafik serta menjelaskan hasil pengamatan dan
pola atau hubungan pada data secara digital atau nondigital. Murid diharapkan mampu membandingkan data
dengan prediksi dan menggunakannya sebagai bukti dalam menyusun penjelasan ilmiah, mengevaluasi
kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada serta merefleksikan proses investigasi, termasuk
merefleksikan validitas suatu tes.
Di akhir fase ini, murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen,
bahasa, serta konvensi sains yang umum sesuai format yang ditentukan.

Pematangsiantar, 24 Januari 2026


Mengetahui
Kepala Sekolah UPTD SD Negeri 122351 Guru Kelas

Saidah Tondang, [Link] Apriani C Siahaan, [Link]


NIP. 196810201987122001 NIP. 199804232023212004
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Satuan Pendidikan UPTD SD Negeri 122351

Jenjang/Kelas SD / VI (Enam)

Tahun Ajaran 2025/2026

Capaian Pembelajaran Fase C:


Peserta didik mampu melakukan simulasi, mendeskripsikan, merefleksikan, dan mengomunikasikan
pemahaman mereka tentang sistem organ gerak, sejarah perjuangan bangsa, geografi dunia, interaksi global,
sistem tata surya, krisis energi, dan masalah lingkungan. Peserta didik juga mampu menerapkan keterampilan
proses inkuiri secara mandiri dalam penyelidikan ilmiah sederhana.

Alur Tujuan Pembelajaran Kelas VI


Alur ini disusun secara kronologis berdasarkan urutan bab pada buku ajar "IPAS Kelas VI" untuk
memastikan cakupan materi yang sistematis dan berkelanjutan selama satu tahun ajaran.

Bab Perkira-an Tujuan Konten/Materi Kata Kunci Dimensi


Waktu Pembelajaran Pokok Profil
(TP) Lulusan

Semester 1

1. Bagaima- 21 JP 1.1 • Sistem Gerak Rangka, •Keima-


na Tubuh Mengidentifikasi Manusia sendi, otot, nan dan
Kita organ-organ tubuh • Rangka, Sendi, saraf, gerak, ketakwa-
Bergerak? yang berkaitan Otot kalsium, an
dengan sistem • Sistem Saraf postur terhadap
gerak. • Kesehatan Tuhan
1.2 Menjelaskan Sistem Gerak YME
bagaimana rangka, •Penala-
sendi, otot, dan ran Kritis
saraf bekerja sama
untuk
menghasilkan
gerakan.
1.3 Mengusulkan
cara-cara menjaga
kesehatan sistem
gerak dalam
kehidupan sehari-
hari.

2. Cerita 27 JP 2.1 Menceritakan • Kedatangan Penjajahan, •Kolabora-


tentang kembali kronologi Bangsa Asing rempah- si
Indonesia sejarah perjuangan • Perjuangan rempah, • Penala-
Kita bangsa Indonesia, Kedaerahan pahlawan, ran Kritis
mulai dari • Pergerakan persatuan,
kedatangan bangsa Nasional proklamasi
asing hingga • Proklamasi
proklamasi. Kemerdekaan
2.2 Menganalisis
perbedaan corak
perjuangan
sebelum dan
sesudah lahirnya
kesadaran nasional.
2.3 Meneladani
semangat juang
para pahlawan
dalam kehidupan
sehari-hari.

3. Pelesir 27 JP 3.1 • Benua dan Benua, peta, • Kreatif


Keliling Mengidentifikasi Samudra iklim, •Penala-
Dunia letak enam benua • Karakteristik bentang ran Kritis
dan negara-negara Geografis alam,
perwakilannya Negara-negara geografis,
menggunakan peta. Dunia potensi
3.2 Menganalisis • Pemanfaatan
bagaimana kondisi Potensi Alam
geografis (iklim,
bentang alam)
memengaruhi
kehidupan
masyarakat di
berbagai negara.
3.3 Memberikan
contoh cara negara
maju
memanfaatkan
potensi
geografisnya.

4. Indonesia 27 JP 4.1 Menjelaskan • Globalisasi Globalisasi, Kolabora-


dan alasan dan bentuk- (Ekspor-Impor) kerja sama, si
Masyara- bentuk hubungan • Kerja Sama ekspor,
kat Dunia antarnegara di era Internasional impor,
globalisasi. • Isu Global budaya,
4.2 Menganalisis (SDGs) UNESCO
peran Indonesia • Warisan
dalam kerja sama Budaya
internasional Indonesia
(misal: ASEAN,
PBB).
4.3
Mengidentifikasi
cara-cara untuk
ikut serta dalam
melestarikan
budaya Indonesia
yang mendunia.

Semester 2

5. 27 JP 5.1 Menjelaskan • Gerak Rotasi Rotasi, •Keima-


Menjelaja- gerak rotasi dan dan Revolusi revolusi, nan dan
hi Bumi revolusi Bumi • Dampak orbit, tata ketakwa-
dan melalui simulasi. Gerakan Bumi surya, an kepada
Antariksa 5.2 Menganalisis • Sistem Tata planet, Tuhan
dampak rotasi Surya gravitasi YME
(siang-malam, • Planet dan •Penala-
perbedaan waktu) Benda Langit ran Kritis
dan revolusi
(perubahan musim)
bagi kehidupan.
5.3
Mengidentifikasi
Matahari sebagai
pusat tata surya
serta urutan dan
karakteristik
planet-planet.

6. Gawat! 22 JP 6.1 Membedakan • Sumber Energi Energi, •Keima-


Benarkah sumber energi (Fosil) fosil, nan dan
Energi di terbarukan dan tak • Krisis Energi terbarukan, ketakwa-
Bumi akan terbarukan. • Energi krisis, an kepada
Habis? 6.2 Menganalisis Terbarukan hemat, Tuhan
dampak negatif (Alternatif) polusi YME
penggunaan energi • Hemat Energi • Mandiri
fosil yang •Penala-
berlebihan. ran Kritis
6.3 Mengusulkan
dan menerapkan
cara-cara
menghemat energi
dalam kehidupan
sehari-hari.

7. Bumi 27 JP 7.1 Menganalisis • Pengaruh Lingkungan, •Keima-


Kita bagaimana Aktivitas polusi, nan dan
Terancam aktivitas manusia Manusia pemanasan Ketakwa-
Bahaya memengaruhi • Masalah global, an kepada
keseimbangan Lingkungan sampah, Tuhan
lingkungan. (Sampah, daur ulang YME
7.2 Menjelaskan Polusi) •Kolabora-
masalah • Pemanasan si
pemanasan global Global • Kreatif
dan dampaknya • Aksi Peduli
bagi Bumi. Lingkungan
7.3 Merancang aksi
nyata untuk
mengurangi
dampak negatif
terhadap
lingkungan sekitar.

8. Proyek 32 JP 8.1 Merancang • Keterampilan Inkuiri, • Mandiri


Akhir IPAS sebuah proyek Proses Ilmiah: investigasi, •Penalaran
investigasi Bertanya, hipotesis, Kritis
sederhana berhipotesis, data, • Kreatif
berdasarkan rasa merancang, analisis,
ingin tahu. mencoba, kesimpulan
8.2 Melaksanakan mencatat,
proyek menganalisis,
menggunakan menyimpulkan,
keterampilan dan
proses ilmiah mengomunikasi
(inkuiri). -kan.
8.3
Mengomunikasikan
seluruh proses dan
hasil temuan
proyek secara
sistematis dan
percaya diri.

Pematangsiantar, 24 Januari 2026


Mengetahui
Kepala Sekolah UPTD SD Negeri 122351 Guru Kelas

Saidah Tondang, [Link] Apriani C Siahaan, [Link]


NIP. 196810201987122001 NIP. 199804232023212004
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Satuan Pendidikan UPTD SD Negeri 122350

Jenjang/Kelas SD / VI-B (Enam)

Tahun Ajaran 2025/2026

Pendekatan Penilaian:
Penilaian ketercapaian tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Guru akan
mengamati dan menilai proses serta hasil belajar Murid berdasarkan serangkaian indikator yang dapat
diobservasi. Murid dianggap telah mencapai tujuan pembelajaran jika secara konsisten menunjukkan
kemampuan pada level "Cakap" atau lebih.

Interval Nilai dan Deskripsi:

Interval Kategori Deskripsi Kemampuan Murid

0 – 64 Perlu Murid menunjukkan pemahaman yang sangat terbatas dan memerlukan


Bimbingan bimbingan intensif untuk menyelesaikan tugas-tugas dasar.

65 – 79 Cukup Murid menunjukkan pemahaman parsial terhadap konsep. Mampu


menyelesaikan tugas-tugas rutin dengan sedikit bantuan atau arahan.

80 – 89 Cakap Murid menunjukkan pemahaman yang utuh terhadap konsep. Mampu


menerapkan pemahamannya untuk menyelesaikan masalah secara mandiri
dan konsisten.

90 – Mahir Murid menunjukkan pemahaman yang mendalam. Mampu menerapkan


100 konsep secara fleksibel, memberikan analisis kritis, dan
menghubungkannya dengan konteks lain secara orisinal.

KKTP Berdasarkan Tujuan Pembelajaran (TP) per Bab

Tujuan Pembelajaran (TP) Indikator Ketercapaian (Murid mampu...)

Bab 1: Bagaimana Tubuh Kita


Bergerak?

1.1 Mengidentifikasi organ-organ Menyebutkan minimal 3 organ utama sistem gerak (tulang,
tubuh yang berkaitan dengan sistem sendi, otot) dan fungsi dasarnya.
gerak.

1.2 Menjelaskan bagaimana rangka, Menjelaskan alur kerja gerak sederhana (misal: mengangkat
sendi, otot, dan saraf bekerja sama. tangan) dengan mengurutkan peran otak, saraf, otot, dan tulang
secara benar.

1.3 Mengusulkan cara-cara menjaga Memberikan minimal 2 contoh kebiasaan baik (dari sisi makanan
kesehatan sistem gerak. dan aktivitas fisik) untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.
Bab 2: Cerita tentang Indonesia
Kita

2.1 Menceritakan kembali kronologi Mengurutkan 3 periode besar perjuangan (penjajahan &
sejarah perjuangan bangsa. perlawanan daerah, pergerakan nasional, proklamasi) secara
kronologis.

2.2 Menganalisis perbedaan corak Menjelaskan minimal satu perbedaan fundamental antara
perjuangan. perjuangan sebelum dan sesudah 1908 (misal: bersifat
kedaerahan vs. nasional).

2.3 Meneladani semangat juang para Memberikan contoh nyata sikap kepahlawanan (misal: persatuan,
pahlawan. rela berkorban) yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Bab 3: Pelesir Keliling Dunia

3.1 Mengidentifikasi letak enam Menunjuk letak 6 benua pada peta dunia dan menyebutkan
benua menggunakan peta. minimal 2 negara untuk setiap benua (selain Antartika).

3.2 Menganalisis bagaimana kondisi Memberikan contoh bagaimana iklim atau bentang alam (misal:
geografis memengaruhi kehidupan. gurun atau pegunungan salju) memengaruhi cara berpakaian atau
mata pencaharian masyarakat.

3.3 Memberikan contoh cara negara Menjelaskan satu contoh bagaimana negara lain (misal: Denmark
maju memanfaatkan potensi dengan anginnya) mengoptimalkan kondisi alam untuk
geografisnya. kemajuan.

Bab 4: Indonesia dan Masyarakat


Dunia

4.1 Menjelaskan alasan dan bentuk Menjelaskan dengan kata-kata sendiri mengapa negara perlu
hubungan antarnegara. berdagang (impor/ekspor) berdasarkan konsep perbedaan sumber
daya.

4.2 Menganalisis peran Indonesia Menyebutkan minimal satu organisasi internasional yang diikuti
dalam kerja sama internasional. Indonesia (ASEAN/PBB) dan satu contoh peran Indonesia di
dalamnya.

4.3 Mengidentifikasi cara-cara Memberikan minimal 2 ide konkret untuk melestarikan budaya
melestarikan budaya Indonesia. lokal di tengah arus globalisasi.

Pematangsiantar, 24 Januari 2026


Mengetahui
Kepala Sekolah UPTD SD Negeri 122351 Guru Kelas

Saidah Tondang, [Link] Apriani C Siahaan, [Link]


NIP. 196810201987122001 NIP. 199804232023212004
INFORMASI UMUM
MODUL AJAR IPAS KELAS VI

A. Identitas Modul

Nama Penyusun Dosi Sumantri Simanjuntak

Satuan Pendidikan UPTD SD N 122351 JLN. Kertas Sampul

Tahun Ajaran 2025/2026

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Jenjang/Kelas SD / VI (Enam)

Bab/Topik Spesifik Bab 1 / Bagaimana Tubuh Kita Bergerak?

Alokasi Waktu 21 Jam Pelajaran (JP) @35 menit (dapat disesuaikan)

B. Identifikasi Murid

Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik pada umumnya telah mengetahui bahwa tubuh dapat bergerak,
Awal berlari, dan melompat. Mereka mungkin memiliki pemahaman dasar bahwa
ada "tulang" di dalam tubuh, namun belum memahami secara mendalam
konsep sistem gerak sebagai kerja sama antara rangka, otot, sendi, dan
sistem saraf.

Minat Minat peserta didik sangat beragam. Sebagian besar aktif dalam kegiatan
fisik seperti olahraga (sepak bola, bulu tangkis) dan permainan tradisional.
Beberapa lainnya menyukai menari atau bermain gim video, yang semuanya
melibatkan koordinasi gerakan. Minat ini dapat dijadikan sebagai konteks
pembelajaran yang relevan.

Kebutuhan Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang konkret dan interaktif.


Belajar Mereka belajar paling baik melalui pengalaman langsung (eksperimen,
membuat model) dan aktivitas fisik, bukan sekadar menghafal nama-nama
tulang atau otot. Pendekatan yang mengaitkan materi dengan hobi dan
aktivitas sehari-hari akan meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka
secara signifikan.

C. Materi Pelajaran
Poin-poin utama materi yang akan dipelajari dalam bab ini meliputi:
1. Rangka, Sendi, dan Otot: Fungsi rangka sebagai penopang tubuh, jenis-jenis sendi yang
memungkinkan pergerakan, dan peran otot sebagai alat gerak aktif.

2. Sistem Saraf: Peran sistem saraf sebagai pusat komando yang menerima rangsangan dan
mengirimkan perintah untuk bergerak.
3. Mekanisme Gerak: Bagaimana rangka, sendi, otot, dan saraf bekerja sama untuk
menghasilkan sebuah gerakan.
4. Gangguan pada Sistem Gerak: Mengenal beberapa penyakit atau kelainan yang dapat
menyerang sistem gerak.
5. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Gerak: Mengidentifikasi dan menerapkan kebiasaan
hidup sehat untuk menjaga kesehatan tulang, otot, dan sendi.

D. Dimensi Profil Lulusan

Dimensi Elemen yang Dikembangkan

Beriman, Bertakwa Mensyukuri anugerah Tuhan berupa sistem gerak yang


kepada Tuhan YME, & sempurna dengan cara merawat dan menjaganya (Akhlak
Berakhlak Mulia kepada diri sendiri).

Gotong Royong Peserta didik berkolaborasi secara efektif dalam kegiatan


kelompok, seperti saat membuat model atau melakukan
simulasi, untuk mencapai tujuan bersama.
Mandiri Menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab dalam melakukan
percobaan sederhana dan menyelesaikan tugas-tugas yang
diberikan.

Bernalar Kritis Menganalisis hubungan sebab-akibat (misalnya, antara asupan


kalsium dan kesehatan tulang) dan mengidentifikasi cara kerja
sistem gerak melalui pengamatan dan percobaan.

E. Desain Pembelajaran

Komponen Deskripsi

Capaian Peserta didik dapat melakukan simulasi menggunakan


Pembelajaran gambar/bagan/alat/media sederhana tentang sistem organ tubuh
(Elemen manusia (sistem gerak) yang dikaitkan dengan cara menjaga
Pemahaman IPAS) kesehatan organ tubuhnya dengan benar.

Lintas Disiplin Ilmu PJOK: Mengaitkan mekanisme gerak dengan aktivitas olahraga dan
pemanasan. SBdP: Membuat karya (model replika tangan) untuk
memahami cara kerja otot dan tulang. Bahasa Indonesia:
Menuliskan laporan pengamatan dan mempresentasikan hasil
diskusi.

Tujuan 1. Mengidentifikasi organ tubuh yang berkaitan dengan sistem


Pembelajaran Bab gerak.
Ini 2. Menjelaskan cara tubuh kita bisa bergerak.
3. Mengenal sistem saraf yang mengendalikan tubuh kita.
4. Menjelaskan cara menjaga kesehatan sistem gerak dalam perilaku
sehari-hari.

Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran


(Pendekatan Deep Berbasis Inkuiri), Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan).
Learning) Metode:
• Pembelajaran Bermakna (Meaningful): Mengaitkan fungsi sendi
dengan gerakan sholat, olahraga, atau menari. Menganalisis
pentingnya kalsium melalui percobaan telur dan cuka.
• Pembelajaran Menyenangkan (Joyful): Belajar melalui permainan
"Simon Berkata", membuat replika tangan, dan simulasi "pesan
berantai" sistem saraf.
• Pembelajaran Penuh Kesadaran (Mindful): Aktivitas mengamati
dan merasakan gerakan sendi sendiri, latihan fokus melalui
pengamatan perubahan pada percobaan, dan refleksi diri tentang
postur tubuh.

Pemanfaatan Digital Pemanfaatan video pembelajaran (jika tersedia) tentang animasi


sistem gerak atau simulasi digital interaktif mengenai cara kerja
sendi dan otot sebagai pengayaan.
PENGALAMAN BELAJAR (RINCIAN PER PERTEMUAN)
Blok 1: Aktor di Balik Gerakan Kita (Topik A: Rangka, Sendi, dan Otot)
Pertemuan 1-2: Rangka dan Sendi, Poros Gerakan
● Kegiatan Awal (15 menit)
1. Guru menyapa dan mengajak peserta didik memulai dengan doa.
2. Aktivitas Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Guru meminta peserta didik untuk
berdiri dan melakukan beberapa gerakan sederhana: melambaikan tangan,
menganggukkan kepala, menekuk lutut.
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagian tubuh mana saja yang baru saja kalian
gerakkan? Mengapa tangan kita bisa melambai, tapi tulang kering kita tidak bisa
ditekuk?"
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mencari tahu "engsel"
rahasia di tubuh kita yang membuat kita bisa bergerak.
● Kegiatan Inti (45 menit)
1. Permainan (Joyful Learning): Peserta didik bermain "Nama Berkata" (modifikasi dari
Simon Says). Guru memberi instruksi, "Nama berkata, sentuh sikumu!", "Nama berkata,
putar pergelangan tanganmu!", "Nama berkata, sentuh lututmu!".
2. Setelah permainan, guru memimpin diskusi: "Bagian-bagian yang tadi kita sentuh disebut
sendi. Sendi adalah penghubung antartulang."
3. Aktivitas Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Peserta didik secara individu diminta
menggerakkan kembali siku, bahu, dan lututnya secara perlahan. Mereka diminta
merasakan sejauh mana bagian tersebut bisa bergerak dan ke arah mana saja.
4. Guru menjelaskan bahwa setiap sendi punya kemampuan gerak yang berbeda (seperti
sendi engsel pada siku dan lutut, dan sendi peluru pada bahu).
5. Peserta didik secara berpasangan menganalisis gambar kerangka manusia, mencoba
menemukan di mana saja letak sendi-sendi utama.
● Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Peserta didik menyimpulkan fungsi sendi sebagai penghubung tulang yang
memungkinkan gerakan.
2. Refleksi singkat: "Gerakan apa yang tidak mungkin kita lakukan jika tidak punya sendi di
lutut?" (Contoh: duduk bersila, berlari, melompat).
Pertemuan 3-5: Otot, Si Penggerak yang Kuat
● Kegiatan Awal (15 menit)
1. Guru mengulas kembali tentang rangka dan sendi.
2. Guru menunjukkan sebuah benda (misal: boneka kayu) dan bertanya, "Boneka ini punya
tulang dan sendi, tapi kenapa tidak bisa bergerak sendiri seperti kita?" Pertanyaan ini
mengarahkan pada konsep "penggerak".
● Kegiatan Inti (80 menit)
1. Membuat Replika Tangan (Joyful & Meaningful Learning): Peserta didik secara
berkelompok membuat model tangan manusia menggunakan bahan sederhana seperti
kertas karton (sebagai tulang), sedotan (sebagai jalur otot), dan benang (sebagai otot).
2. Langkah-langkah detail:
■ Jiplak telapak tangan di atas kertas karton lalu gunting.
■ Potong sedotan menjadi ruas-ruas pendek dan tempelkan di setiap ruas jari pada
karton.
■ Masukkan benang melalui setiap ruas sedotan pada satu jari, lalu satukan semua
benang di bagian "pergelangan tangan" karton.
■ Saat benang ditarik, "jari-jari" karton akan menekuk seperti tangan asli.
3. Setelah model jadi, peserta didik bereksperimen dengan menarik benang dan mengamati
gerakan jari.
4. Diskusi: Guru menjelaskan bahwa benang itu ibarat otot. Otot menarik tulang untuk
menghasilkan gerakan. Kita tidak bisa bergerak tanpa otot.
5. Aktivitas Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Peserta didik diminta mengangkat
lengan bawahnya (seperti mengangkat barbel) dan tangan lainnya meraba lengan atas.
"Apa yang kalian rasakan di lengan atas saat lengan bawah diangkat? Itulah otot yang
sedang bekerja (kontraksi)."
● Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Peserta didik menjelaskan kembali dengan kata-katanya sendiri bagaimana tulang, sendi,
dan otot bekerja sama untuk membuat tangan bergerak, menggunakan replika yang
mereka buat.
2. Guru memberikan penguatan: Rangka adalah penopang, sendi adalah poros, dan otot
adalah penggeraknya.
Blok 2: Pusat Kendali Tubuh (Topik B & C: Sistem Saraf dan Menjaga Kesehatan)
Pertemuan 6-8: Sistem Saraf, Si Pengantar Pesan Kilat
● Kegiatan Awal (10 menit)
1. Permainan Reaksi Cepat (Joyful Learning): Guru secara tiba-tiba menjatuhkan spidol
(yang tidak berbahaya) di depan seorang peserta didik. Amati reaksi spontan peserta
didik untuk menangkapnya.
2. Ajukan pertanyaan: "Bagaimana tanganmu bisa tahu harus bergerak menangkap spidol
secepat itu? Siapa yang memberi perintah?"
● Kegiatan Inti (50 menit)
1. Guru menjelaskan secara sederhana peran sistem saraf sebagai pengirim pesan super
cepat antara tubuh dan otak.
2. Simulasi "Pesan Berantai Saraf" (Joyful Learning):
■ Peserta didik berdiri berbaris memanjang ke belakang.
■ Orang paling belakang akan menepuk bahu orang di depannya. Orang yang ditepuk
harus segera menepuk bahu orang di depannya lagi, begitu seterusnya sampai orang
paling depan mengangkat tangan.
■ Guru menghitung waktu yang dibutuhkan "pesan" untuk sampai ke depan.
3. Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengaitkan simulasi tersebut
dengan cara kerja saraf. Tepukan adalah rangsangan, barisan siswa adalah jalur saraf, dan
otak adalah orang terakhir yang menerima pesan dan memberi perintah (mengangkat
tangan).
4. Diskusi: Apa yang terjadi jika ada satu anak dalam barisan yang lambat merespon?
(Jawab: Pesan akan terhambat). Ini menjelaskan mengapa gangguan saraf bisa membuat
gerakan menjadi lambat atau sulit.
● Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Peserta didik membuat alur kerja sederhana di buku mereka: Rangsangan → Saraf →
Otak → Perintah → Gerakan.
2. Refleksi: "Sebutkan satu contoh gerakan refleks yang pernah kamu alami!"
Pertemuan 9-11: Menjaga Aset Berharga Kita
● Kegiatan Awal (10 menit)
1. Guru bertanya, "Apa yang terjadi pada tulang jika kita jatuh dengan keras? Pernahkah
kalian melihat orang yang memakai gips?" Diskusi ini mengarah pada pentingnya
menjaga kesehatan tulang.
● Kegiatan Inti (50 menit)
1. Percobaan Kerapuhan Tulang (Meaningful Learning):
■ Guru telah menyiapkan dua buah telur dari 5 hari sebelumnya. Satu telur direndam
dalam air biasa, dan satu lagi direndam dalam cuka.
■ Guru mengeluarkan kedua telur. Peserta didik mengamati perbedaan keduanya.
Cangkang telur yang direndam cuka akan menjadi lunak.
■ Penjelasan: Cangkang telur kaya akan kalsium, sama seperti tulang kita. Cuka
melarutkan kalsium, membuatnya menjadi rapuh. Ini adalah gambaran apa yang
terjadi jika tubuh kita kekurangan kalsium.
2. Diskusi Kelompok: Peserta didik berdiskusi tentang cara menjaga kesehatan sistem
gerak. Guru memberikan beberapa poin pemicu:
■ Makanan apa yang baik untuk tulang? (Susu, keju, sayuran hijau).
■ Mengapa kita perlu berjemur di pagi hari? (Vitamin D membantu penyerapan
kalsium).
■ Apa yang harus dilakukan sebelum berolahraga? (Pemanasan untuk mencegah
cedera otot).
■ Bagaimana posisi duduk yang baik? (Tegak, untuk menjaga kesehatan tulang
belakang).
3. Setiap kelompok membuat poster sederhana "Cara Jitu Jaga Raga" yang berisi tips
menjaga kesehatan sistem gerak.
● Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Setiap kelompok mempresentasikan posternya secara singkat.
2. Komitmen Diri: Setiap peserta didik menuliskan satu kebiasaan sehat yang akan mulai
mereka terapkan.

ASESMEN

Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen

Asesmen Awal Tanya Jawab Lisan: Di awal bab, guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Diagnostik) ("Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?") untuk memetakan pemahaman
awal peserta didik. Observasi: Mengamati reaksi dan jawaban peserta
didik saat permainan "Nama Berkata".

Asesmen Penilaian Kinerja: Menggunakan rubrik sederhana untuk menilai proses


Formatif dan hasil pembuatan "Replika Tangan". Aspek yang dinilai: kerja sama
(Proses) tim, kemiripan fungsi dengan tangan asli, kemampuan menjelaskan cara
kerja model.
Observasi: Catatan anekdotal guru tentang keaktifan peserta didik dalam
diskusi, simulasi, dan percobaan.
Penilaian Antarteman (Peer Assessment): Saat kerja kelompok membuat
poster, peserta didik saling memberi masukan.

Asesmen Proyek Analisis Gerakan (Kinerja): Peserta didik diminta memilih satu
Sumatif (Akhir aktivitas sederhana (misal: melempar bola). Kemudian, mereka
Bab) menjelaskan secara lisan atau tulisan singkat, organ gerak apa saja yang
bekerja sama untuk melakukan aktivitas tersebut (tulang lengan, sendi
siku, otot bisep, perintah dari otak melalui saraf).
Tes Tulis Singkat: 2-3 soal esai berbasis analisis kasus. Contoh:
"Mengapa seorang atlet harus melakukan pemanasan sebelum bertanding?
Hubungkan jawabanmu dengan fungsi otot dan sendi!"

PENGAYAAN DAN REMEDIAL


● Kegiatan Pengayaan:
○ Bagi peserta didik yang sudah memahami konsep dengan cepat, mereka dapat melakukan
riset sederhana tentang salah satu penyakit tulang (misal: osteoporosis atau skoliosis) dan
mempresentasikannya di depan kelas.
○ Mencari tahu tentang sistem gerak pada hewan (misalnya, mengapa burung bisa terbang
atau ikan bisa berenang).
● Kegiatan Remedial:
○ Bagi peserta didik yang masih kesulitan, guru dapat memberikan bimbingan lebih intensif
saat kegiatan pembuatan "Replika Tangan".
○ Menggunakan torso atau model kerangka manusia (jika tersedia) untuk menunjukkan
secara langsung letak tulang dan sendi.
○ Menonton kembali video animasi sederhana tentang cara kerja sistem gerak bersama
guru.

REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK


Refleksi Diri Peserta Didik:
Setelah mempelajari bab ini, jawablah pertanyaan berikut di buku tulismu:
1. Hal baru apa yang paling menarik yang aku pelajari hari ini? Mengapa?
2. Bagian mana dari sistem gerak (tulang, sendi, otot, atau saraf) yang menurutmu paling hebat?
Jelaskan alasanmu!
3. Setelah melakukan percobaan telur dan cuka, apa yang akan kamu lakukan agar tulangmu
tetap kuat?
4. Apakah ada kesulitan yang kamu hadapi saat belajar? Bagaimana caramu mengatasinya?
Refleksi Diri Pendidik:
1. Aktivitas mana yang paling efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep sistem
gerak sebagai sebuah kerja sama?
2. Apakah pendekatan Deep Learning (Bermakna, Menyenangkan, Penuh Kesadaran) sudah
terintegrasi dengan baik dalam setiap pertemuan? Bagian mana yang perlu ditingkatkan?
3. Bagaimana saya dapat membantu peserta didik yang masih kesulitan membedakan fungsi otot
dan sendi?
4. Apa temuan menarik dari hasil asesmen formatif yang dapat saya gunakan untuk perbaikan
pembelajaran di bab selanjutnya?
Pematangsiantar, 24 Januari 2026
Mengetahui
Kepala Sekolah UPTD SD Negeri 122351 Guru Kelas

Saidah Tondang, [Link] Apriani C Siahaan, [Link]


NIP. 196810201987122001 NIP. 199804232023212004

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


IPAS KELAS VI
Nama Andre Siahaan

Kelas VI-B (Enam)

Tanggal ..........................................................................

Bab 1 Bagaimana Tubuh Kita Bergerak?

Tujuan Pembelajaran:
1. Saya dapat mengidentifikasi organ-organ tubuh yang berperan dalam sistem gerak.
2. Saya dapat menjelaskan bagaimana tulang, sendi, otot, dan saraf bekerja sama agar tubuh dapat
bergerak.
3. Saya dapat mengusulkan cara-cara untuk menjaga kesehatan sistem gerak dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas 1: Mengenal Aktor di Balik Gerakan (Rangka, Sendi, dan Otot)
Petunjuk: Lakukan setiap instruksi dengan saksama dan jawablah pertanyaannya berdasarkan pengalaman
dan pemahamanmu!
1. Mengamati Gerakan Sendi:
○ Berdirilah dengan tegak, lalu tekuk siku kananmu. Luruskan kembali. Lakukan beberapa kali
secara perlahan.
○ Sekarang, coba putar pergelangan tanganmu.
○ Menurutmu, apa fungsi dari siku dan pergelangan tangan dalam gerakan tersebut? Bagian apa
yang membuat tulang-tulangmu bisa ditekuk dan diputar?
Jawabanmu:...................................................................................................................................
2. Menganalisis Cara Kerja Otot:
○ Ingatlah kembali model replika tangan yang telah kamu buat di kelas.
○ Jelaskan dengan kata-katamu sendiri, apa yang diibaratkan sebagai tulang, dan apa yang
diibaratkan sebagai otot pada model tersebut?
Jawabanmu:...................................................................................................................................
○ Bagaimana otot (benang) membuat tulang (karton) pada model tanganmu dapat bergerak dan
menekuk? Jelaskan prosesnya!
Jawabanmu:............................................................................................................................................
Aktivitas 2: Pusat Kendali Gerakan (Sistem Saraf)
Petunjuk: Ingat kembali simulasi "Pesan Berantai Saraf" yang telah kita lakukan dan jawablah pertanyaan di
bawah ini!
1. Dalam permainan pesan berantai, pesan dimulai dari orang paling belakang dan berakhir saat orang
paling depan mengangkat tangan. Bayangkan permainan itu adalah cara kerja tubuhmu saat kakimu
tidak sengaja menginjak benda tajam.
○ Siapakah yang berperan sebagai "kaki" yang merasakan rangsangan?
○ Siapakah yang berperan sebagai "saraf" yang mengirimkan pesan?
○ Siapakah yang berperan sebagai "otak" yang menerima pesan dan memberi perintah?
○ Perintah apa yang akan diberikan "otak" kepada "kaki"?
Jawabanmu:...................................................................................................................................
2. Apa yang akan terjadi pada gerakan tubuhmu jika sistem saraf tidak dapat mengirimkan pesan ke otak
dengan cepat? Hubungkan jawabanmu dengan permainan pesan berantai!
Jawabanmu:
...................................................................................................................................
Aktivitas 3: Menjaga Aset Paling Berharga
Petunjuk: Ingat kembali percobaan merendam cangkang telur dalam cuka dan jawablah pertanyaan reflektif
berikut!
1. Cangkang telur yang kaya kalsium menjadi lunak setelah direndam cuka. Menurutmu, apa hubungan
percobaan ini dengan pentingnya minum susu atau makan makanan berkalsium bagi tulang kita?
Jawabanmu:
...................................................................................................................................
2. Selain makanan, postur atau posisi tubuh juga penting untuk kesehatan tulang. Bagaimana posisi
dudukmu saat belajar sekarang? Apakah sudah tegak? Menurutmu, apa dampak buruk dari kebiasaan
duduk membungkuk bagi tulang belakang?
Jawabanmu:
...................................................................................................................................
3. Komitmen Sehatku:
Tuliskan tiga kebiasaan baru yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk menjaga kesehatan sistem
gerakmu (tulang, sendi, dan otot).
1. ..............................................................................................................................
2. ..............................................................................................................................
3. ..............................................................................................................................
Refleksi Belajar Bab 1
Setelah mempelajari seluruh materi di Bab 1, renungkanlah sejenak.
● Apa satu hal paling menakjubkan yang kamu pelajari tentang cara tubuhmu bergerak?
● Bagian mana yang menurutmu paling sulit untuk dipahami? Mengapa?
● Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui betapa hebatnya kerja sama antara tulang, sendi, otot, dan
saraf di dalam tubuhmu?
Tuliskan refleksimu di sini:
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
Selamat! Kamu telah menyelesaikan petualangan belajar di Bab 1.

Nilai Paraf Guru

Pematangsiantar, 24 Januari 2026


Mengetahui
Kepala Sekolah UPTD SD Negeri 122351 Guru Kelas

Saidah Tondang, [Link] Apriani C Siahaan, [Link]


NIP. 196810201987122001 NIP. 199804232023212004

Anda mungkin juga menyukai