0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan47 halaman

Diabetes

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia dan gangguan metabolisme akibat masalah dengan insulin. Terdapat empat tipe diabetes, dengan DM tipe 2 menjadi yang paling umum, dan banyak kasus dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Komplikasi diabetes meliputi masalah jantung, kebutaan, dan infeksi, sehingga pengelolaan diet dan olahraga sangat penting untuk penderita.

Diunggah oleh

filemon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan47 halaman

Diabetes

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia dan gangguan metabolisme akibat masalah dengan insulin. Terdapat empat tipe diabetes, dengan DM tipe 2 menjadi yang paling umum, dan banyak kasus dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Komplikasi diabetes meliputi masalah jantung, kebutaan, dan infeksi, sehingga pengelolaan diet dan olahraga sangat penting untuk penderita.

Diunggah oleh

filemon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Understanding

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit


kelainan metabolik yang
dikarakteristikkan dengan
hiperglikemia kronis serta kelainan
metabolism karbohidrat, lemak dan
protein diakibatkan oleh kelainan
sekresi insulin, kerja insulin maupun
keduanya

Insulin adalah hormon yang mengatur


keseimbangan kadar gula darah
Apabila insulin tidak
cukup jumlahnya
dan/atau Reseptor
Insulin tidak sensitive,
Glukosa tidak dapat
masuk ke dalam inti sel
Sumber
Tenaga

Lemak Protein Karbohidrat

Asam Asam
Glukosa
Lemak Amino

Sel

Energi
- Diabetes merupakan salah satu
dari 4 prioritas penyakit tidak
menular
- Penyebab utama untuk kebutaan,
serangan jantung, stroke, gagal
ginjal dan amputasi kaki
- 80% kejadian diabetes dapat
dicegah jika dilakukan upaya sedini
mungkin
60% (110 juta) Penderita
diabetes berasal dari ASIA
Prevalensi Kejadian Diabetes 2010 dan 2030 (WHO)
.

• 2015 Indonesia menempati


peringkat 7 dunia bersama Cina,
India, USA, Brazil, Rusia dan
Meksiko
• Penyebab kematian tertinggi
ketiga di Indonesia
• Persentase kematian akibat
diabetes tertinggi kedua setelah
Srilangka
Kriteria Diagnostik Diabetes

Bukan Pra Diabetes


Diabetes Diabetes

Puasa <110 110 - 125 >126

Sewaktu <110 110 - 199 >200


Diagnosis Diabetes
• Glukosa Darah Puasa >/= 16 mg/dl
• Glukosa darah setelah makan >/= 200
mg/dl
• Glukosa darah sewaktu >/= 200 mg/dl
dengan gejala yang khas (sering kencing,
haus , kesemutan)
• HbA1C > 7% (WHO >/= 6.55)
• Tes toleransi Glukosa Oral
Keadaan Pra Diabetes

Gangguan Toleransi Glukosa (GTG)

• Hiperglikemia (Glukosa Darah Meninggi) saat puasa


– GDP (Gula Darah Puasa) 100 -125 mg/dl
• Hiperglikemia pada pengukuran 2 jam setelah
makan (2 jam pp): 140 -199 mg/dl
4 Tipe Diabetes

1. Diabetes Tipe 1 - Autoimun


2. Diabetes Tipe 2 - Gaya hidup
3. Diabetes tipe lain - Penyakit pada Pankreas atau
pemakaian obat tertentu
4. Diabetes Gestational - Kehamilan
DM tipe 1

• Usia anak-anak & remaja


• Kelainan genetic - autoimun
• Tergantung pada Insulin seumur hidup
• 10% dari seluruh kasus DM
• Kadar insulin sangat rendah bahkan tidak ada
DM tipe 2

• Usia > 40 tahun


• Tidka tergantung insulin, namun jika tidak
ditangani dengan baik akan jadi tergantung
pada insulin
• 90% dari seluruh kasus DM
• Faktor genetika, diet & gaya hidup
• Obesitas
DM tipe 3
• Pada usia pertengahan
• Umumnya akibat penyakit pada pancreas atau efek
dari pemakaian obat-obat tertentu seperti
Kortikosteroid dalam jangka waktu lama, misalnya
pada asma bronkial, terapi kanker & rematik
• Bisa tergantung atau tidak tergantung pada insulin
DM Gestational

• DM pada ibu hamil


• Kerja insulin terhambat akibat perubahan
hormonal selama kehamilan
• Terjadi pada masa kehamilan 24 minggu
• Dapat diperbaiki dengan perubahan pola hidup
Faktor Resiko Diabetes
1. Keturunan
2. Obesitas, khususnya Obesitas pada area lingkar perut
(Pria > 90cm & Wanita >80)
3. Peningkatan kadar lemak dan asam urat darah
4. Hipertensi
5. Merokok
6. Alkohol
7. Sedentari
8. Pola diet yang buruk
9. Obat-obatan & penyakit tertentu
Gejala Klinis
• Poliuria: (b.a.k >7x/hari, total >3L/24 jam)
• Polakisuria: “Volume urine banyak, 400cc/bak, nocturia”
• Polidipsia (haus meski sudah banyak minum)
• Dehidrasi & gangguan keseimbangan elektrolit
• Berat badan turun
• Lemah, lesu & cepat lelah
• Polifagia (lapar terus meskipun sudah banyak makan, porsi
besar)
• Kesemutan, terutama pada ujung jari kaki dan tangan
Diabetes
• Seringkali tidak ada gejala khas
• Jika gejala khas terjadi, proses intoleransi glukosa sudah
terjadi > 5 tahun
• Seringkali menyerupai penyakit lain, gatal-gatal akibat
alergi
• Glukosa darah berhubungan erat dengan lemak dan BB
• Tidak ada factor genetic DM bukan berarti bebas DM
• DM berhubungan erat dengan Hipertensi, Dislipemia
(koleterol & trigilserida tinggi), Obesitas &
Hiperurikemia
Komplikasi Diabetes
Akut
• Hipoglikemia (GD terlalu rendah)
• Hiperglikemia (GD tinggi)

Kronis
• Gangguan pembuluh darah besar (jantung, stroke)
• Gangguan pembuluh darah kecil (mata, pembuluh
darah ginjal, impotensi)
• Gangguan saraf tepi & otonom (kesemutan, baal)
Kelainan pada mata (Katarak – Kebutaan)
Mudah infeksi
Gula darah tinggi akan menjadi makanan kuman
seperti TBC, Infeksi paru, THT, Gigi, kandung empedu,
infeksi sal kemih dan kaki
Luka Diabetes
Penanggulangan / Terapi
Diabetes
Pola makan
J1 : Jumlah Kalori
Makanlah sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh

J2: Jadwal
Makan sesuai jam makan

J3: Jenis Makanan


Perhatikan jenis makanan (pantang gula dan
tinggi karbohidrat sederhana)
Jenis makanan yang dianjurkan
1. Makanan yang mengandung antioksidan
2. Makanan yang mengandung tinggi serat
3. Makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah
Waktu makan bagi diabetes

Dibagi dalam porsi kecil namun dibagi beberapa


waktu makan agar gula darah stabil
Contoh Diet DM
Nasi Merah, oatmeal, roti gandum
Sayur (rainbow) – 30gr serat/hari
Buah – tomat, mentimun, naga, sirsak, berries
Minyak goreng >< minyak jagung

Cara memasak:
Raw
Clean food
Rebus, steam, pepes, sangrai
Makanan yang harus dihindari

• Lemak Jenuh: Santan, gorengan, martabak


• Produk olahan susu (dairy products): Keju, es
krim, mentega/margarin
• Seafood
• Daging merah termasuk jeroan
• Kaldu kental
• Makanan olahan, diawetkan, Perasa
• fastfood
Makanan Penderita DM
• Makanlah sama seperti keluarga lain makan, sesuai
dengan takaran yang dianjurkan ahli gizi.
• Makan nasi seperti biasa tidak usah tukar jadi
makan kentang atau roti, glikemik indeks Kentang
dan Roti lebih tinggi dari nasi, kalau ada nasi beras
merah yang ditumbuk jauh lebih baik.
• 100 g nasi ( ¾ gelas) = 175 kalori terdiri dari 4 g
protein dan 40 g karbohidrat.
• Hindari makan gula pasir, gula jawa, minum syrup,
minum soft drinks atau makan gula sedikit saja
sebagai bumbu.
Gerak Badan/Olahraga
• Menurunkan kadar gula darah
• Menurunkan berat badan
• Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi
• Bukan sekedar bergerak, ada aturannya (hati-hati
bila ada
• Penyakit jantung, perhatikan kaki jangan terluka
gunakan sepatu yang tepat)
• Makanlah sebelum berolahraga untuk mencegah
hipoglikemik ( Gula darah terlalu rendah)
Olahraga untuk Penderita DM

A. Basic
- 4 - 5 hari/minggu @ 45-60 menit
- Bertahap
- Jalan cepat. Target 3.5 km dalam 45’ – 1 jam

B. Aerobic (usia < 40 tahun) atau Rekreasi (>40


tahun)
- 2 -3 hari/minggu @ 1 jam
- Senam, tenis, renang, sepeda
Perawatan Diabetes

• Hindari sepatu sempit


• Gunting kuku hati-hati
• Gunakan krim tubuh (body lotion)
• Jangan memotong kulit kapalan
• Perawatan mata

Anda mungkin juga menyukai