0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Sap Igd

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang penanganan epilepsi yang mencakup pengertian, penyebab, gejala, jenis kejang, serta langkah-langkah penanganan saat dan setelah kejang. Penyuluhan ditujukan untuk pasien epilepsi, keluarga, dan masyarakat umum, dengan tujuan agar peserta memahami dan dapat melakukan penanganan yang benar. Metode penyuluhan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi, serta dilengkapi dengan media seperti leaflet dan poster.

Diunggah oleh

abhimatamedia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Sap Igd

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang penanganan epilepsi yang mencakup pengertian, penyebab, gejala, jenis kejang, serta langkah-langkah penanganan saat dan setelah kejang. Penyuluhan ditujukan untuk pasien epilepsi, keluarga, dan masyarakat umum, dengan tujuan agar peserta memahami dan dapat melakukan penanganan yang benar. Metode penyuluhan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi, serta dilengkapi dengan media seperti leaflet dan poster.

Diunggah oleh

abhimatamedia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENANGANAN EPILEPSI

DI SUSUN OLEH :

1. MUHAMMMAD SAFRIYATIN
2. SISILIA SADA MOKI
3. PUTRI SAHRIATUL
4. RATRI SUSANA
5. TIARA ANDINI

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES GRIYA HUSADA SUMBAWA
TAHUN 2026
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Penanganan epilepsi


Sub Topik :
1. Pengertian Epilepsi
2. Penyebab dan Faktor Pencetus Epilepsi
3. Tanda dan Gejala Epilepsi
4. Jenis-jenis Kejang Epilepsi
5. Penanganan Epilepsi Saat Kejang
6. Penanganan Setelah Kejang
7. Tindakan yang Tidak Boleh Dilakukan
8. Tanda Bahaya dan Indikasi Rujukan

Sasaran : Pasien epilepsi, keluarga, dan masyarakat umum


Hari/Tanggal : Minggu, 08 february 2026
Waktu : 45 Menit
Tempat : Ruang Rawat Flamboyan
Durasi : 45 Menit

A. TUJUAN PENYULUHAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu memahami epilepsi serta melakukan
penanganan yang benar dan aman saat terjadi kejang epilepsi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian epilepsi.
2. Menyebutkan penyebab dan faktor pencetus epilepsi.
3. Mengidentifikasi tanda dan gejala epilepsi.
4. Menyebutkan jenis-jenis kejang epilepsi.
5. Menjelaskan langkah-langkah penanganan epilepsi saat kejang.
6. Menjelaskan penanganan setelah kejang.
7. Menyebutkan tindakan yang tidak boleh dilakukan saat kejang.
8. Mengidentifikasi tanda bahaya yang memerlukan rujukan medis.
B. MATERI
1. Pengertian Epilepsi
2. Epidemiologi Epilepsi
3. Penyebab Epilepsi
4. Faktor Pencetus Terjadinya Kejang
5. Tanda dan Gejala Epilepsi
6. Klasifikasi dan Jenis-Jenis Kejang Epilepsi
7. Dampak Epilepsi bagi Penderita
8. Prinsip Dasar Penanganan Epilepsi
9. Penanganan Epilepsi Saat Kejang (Pertolongan Pertama)
10. Penanganan Setelah Kejang
11. Tindakan yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kejang
12. Tanda Bahaya dan Indikasi Rujukan
13. Pencegahan Kekambuhan Kejang
C. MEDIA
1. Leaflet penanganan epilepsy
2. Poster atau gambar ilustrasi

D. METODE PENYULUHAN
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Diskusi Tanya Jawab
4. Dokumentasi
E. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKT KEGIATAN PENYULUHAN RESPON METODE


U
1. 10 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab Ceramah
menit pembuka salam dan Tanya
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan Jawab
penyuluh penjelasan
3. Menjelaskan kontrak 3. Menyampaika
waktu dan tujuan n pendapat
penyuluhan atau
4. Apersepsi dengan pengalaman
menanyakan pengetahuan terkait epilepsi
awal peserta tentang
epilepsi
2. 20 Kegiatan Inti: 1. Mendengarkan dan Ceramah,
menit 1. Menjelaskan memperhatikan Demonstras
pengertian 2. Mengajuka i, Diskusi
epilepsi n
2. Menyampaikan pertanyaan
penyebab dan 3. Mengamati dan
faktor pencetus mengikuti
epilepsi
3. Menjelaskan
tanda dan gejala
serta jenis-jenis
kejang epilepsi
4. Menjelaskan
langkah-langkah
penanganan
epilepsi saat
kejang
5. Menjelaskan
tindakan yang
tidak boleh
dilakukan saat
kejang
6. Mendemonstrasik
an penanganan
kejang epilepsi
yang benar
3. 15 Penutup: 1. Mengajukan Diskusi
menit 1. Sesi diskusi dan pertanyaan Tanya
tanya jawab 2. Menjawab Jawab,
2. Menyampaikan pertanyaan Pemberian
kesimpulan materi evaluasi Media
penyuluhan 3. Menerima
3. Melakukan evaluasi leaflet
singkat secara lisan 4. Menjawab
4. Memberikan leaflet salam
edukasi
5. Mengucapkan salam
penutup

F. EVALUASI
1. Evaluasi Proses
a. Kehadiran dan partisipasi peserta
b. Keaktifan dalam diskusi
2. Evaluasi Hasil
a. Apa yang dimaksud dengan epilepsi?
b. Sebutkan 3 tanda epilepsi!
c. Bagaimana penanganan yang benar saat kejang?
d. Apa saja tanda bahaya yang memerlukan rujukan medis?
MATERI

1. Pengertian Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan
kecenderungan terjadinya kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang
abnormal, berlebihan, dan tidak sinkron. Kejang dapat memengaruhi kesadaran,
kontrol gerak, sensasi, perilaku, serta fungsi otonom tubuh. Epilepsi bukan penyakit
menular dan tidak selalu disertai gangguan kecerdasan. Dengan pengobatan dan
edukasi yang tepat, sebagian besar penderita epilepsi dapat menjalani kehidupan
yang produktif dan mandiri.
2. Epidemiologi Epilepsi
Epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis paling umum di dunia.
Penyakit ini dapat terjadi pada semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut
usia. Angka kejadian epilepsi lebih tinggi di negara berkembang akibat keterbatasan
akses layanan kesehatan, infeksi sistem saraf pusat, dan kurangnya edukasi
masyarakat. Stigma sosial masih menjadi masalah utama yang memengaruhi
kualitas hidup penderita epilepsi.
3. Penyebab Epilepsi
Penyebab epilepsi sangat beragam dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Genetik: Riwayat epilepsi dalam keluarga
b. Struktural: Cedera kepala, tumor otak, kelainan bawaan otak
c. Vaskular: Stroke, perdarahan otak
d. Infeksi: Meningitis, ensefalitis, tuberkulosis otak
e. Metabolik: Hipoglikemia, gangguan elektrolit
f. Idiopatik: Penyebab tidak diketahui secara pasti
4. Faktor Pencetus Terjadinya Kejang
Faktor pencetus adalah kondisi yang dapat memicu timbulnya kejang pada penderita
epilepsi, antara lain:
a. Kurang tidur atau kelelahan berat
b. Stres emosional atau psikologis
c. Demam tinggi
d. Lupa atau tidak patuh minum obat antiepilepsi
e. Konsumsi alkohol atau zat adiktif
f. Paparan cahaya berkedip (epilepsi fotosensitif)
5. Tanda dan Gejala Epilepsi
Tanda dan gejala epilepsi sangat bervariasi, tergantung pada jenis kejang yang
dialami, meliputi:
a. Kehilangan kesadaran mendadak
b. Kejang tonik-klonik (kaku diikuti gerakan berulang)
c. Tatapan kosong tanpa respons
d. Gerakan otomatis seperti mengunyah, mengedipkan mata, atau mengepalkan
tangan
e. Bicara tidak jelas
f. Kebingungan, mengantuk, atau kelelahan setelah kejang (fase postiktal)
6. Klasifikasi dan Jenis-Jenis Kejang Epilepsi
Kejang epilepsi dibedakan menjadi:
a. Kejang fokal: Berasal dari satu area otak, dapat disertai gangguan kesadaran
atau tidak
b. Kejang umum: Melibatkan kedua hemisfer otak sejak awal, meliputi kejang
tonik, klonik, tonik-klonik, mioklonik, dan absans
7. Dampak Epilepsi bagi Penderita
Epilepsi dapat menimbulkan berbagai dampak, antara lain:
a. Risiko cedera fisik saat kejang
b. Gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi
c. Penurunan kualitas hidup
d. Stigma sosial dan diskriminasi
8. Prinsip Dasar Penanganan Epilepsi
Prinsip utama penanganan epilepsi saat kejang adalah menjaga keselamatan
penderita, mempertahankan jalan napas, mencegah cedera, serta memberikan rasa
aman. Penanganan harus dilakukan dengan tenang, tidak panik, dan sesuai prosedur
yang benar.
9. Penanganan Epilepsi Saat Kejang (Pertolongan Pertama)
Langkah-langkah pertolongan pertama meliputi:
a. Tetap tenang dan tidak panik
b. Baringkan penderita di tempat datar dan aman
c. Miringkan kepala atau tubuh ke satu sisi untuk mencegah aspirasi
d. Longgarkan pakaian ketat terutama di sekitar leher
e. Jauhkan benda keras atau tajam di sekitar penderita
f. Catat waktu mulai dan durasi kejang
g. Biarkan kejang berhenti dengan sendirinya
10. Penanganan Setelah Kejang
Setelah kejang berhenti:
a. Pastikan penderita bernapas normal
b. Biarkan penderita beristirahat
c. Jangan langsung memberikan makanan atau minuman
d. Berikan penjelasan singkat dan menenangkan ketika sadar
e. Anjurkan pemeriksaan ke tenaga kesehatan bila diperlukan
11. Tindakan yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kejang
a. Tidak memasukkan benda apa pun ke dalam mulut penderita
b. Tidak menahan atau mengikat gerakan kejang
c. Tidak memberikan makanan, minuman, atau obat saat kejang berlangsung
d. Tidak menyiram air ke wajah penderita
12. Tanda Bahaya dan Indikasi Rujukan
Penderita harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan jika:
a. Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
b. Kejang terjadi berulang tanpa kesadaran penuh di antaranya
c. Kejang terjadi pertama kali
d. Terjadi cedera serius atau gangguan pernapasan
e. Penderita sedang hamil atau memiliki penyakit penyerta
13. Pencegahan Kekambuhan Kejang
Upaya pencegahan meliputi:
a. Minum obat antiepilepsi secara teratur
b. Kontrol rutin ke fasilitas kesehatan
c. Menghindari faktor pencetus kejang
d. Istirahat cukup dan manajemen stres
e. Edukasi keluarga dan lingkungan sekitar

DAFTAR PUSTAKA

World Health Organization. (2023). Epilepsy: A Public Health Imperative. Geneva: WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Penatalaksanaan Epilepsi.
Jakarta: Kemenkes RI.
International League Against Epilepsy. (2024). Guidelines for Epilepsy Management.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2022). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-
Surgical Nursing. Wolters Kluwer.

Anda mungkin juga menyukai