0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Timmer

Timer dalam sistem PLC adalah instruksi dasar yang digunakan untuk menghasilkan penundaan waktu sebelum menjalankan kondisi logika, dengan dua jenis utama yaitu Timer ON Delay dan Timer OFF Delay. Timer bekerja berdasarkan siklus pemindaian PLC dan memerlukan input yang stabil untuk berfungsi dengan baik. Aplikasi timer sangat penting dalam proses industri untuk kontrol sekuensial dan operasi yang bergantung pada waktu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Timmer

Timer dalam sistem PLC adalah instruksi dasar yang digunakan untuk menghasilkan penundaan waktu sebelum menjalankan kondisi logika, dengan dua jenis utama yaitu Timer ON Delay dan Timer OFF Delay. Timer bekerja berdasarkan siklus pemindaian PLC dan memerlukan input yang stabil untuk berfungsi dengan baik. Aplikasi timer sangat penting dalam proses industri untuk kontrol sekuensial dan operasi yang bergantung pada waktu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TIMMER

A) Pengantar Timer dalam Sistem PLC

Dalam sistem kendali otomatis berbasis PLC, timer merupakan instruksi dasar yang
digunakan untuk menghasilkan penundaan waktu sebelum suatu kondisi logika dijalankan.
Kehadiran timer sangat penting karena sebagian besar proses industri bekerja berdasarkan
urutan waktu tertentu. Misalnya conveyor yang berhenti beberapa detik setelah sensor
mendeteksi barang, kipas pendingin yang tetap menyala setelah mesin dimatikan, atau
rangkaian lampu yang menyala bergiliran.

Standar IEC 61131-3 menempatkan instruksi timer sebagai bagian dari standard function
blocks yang harus tersedia pada semua PLC modern. Setiap produsen, seperti Omron, Siemens,
dan Mitsubishi, memiliki bentuk penulisan yang berbeda, tetapi prinsip kerjanya sama: timer
menghitung selang waktu berdasarkan input, waktu preset, dan siklus pemindaian PLC.

B) Prinsip Kerja Timer

Setiap timer bekerja mengikuti scan cycle PLC. Ketika PLC membaca sinyal input,
instruksi timer dievaluasi berdasarkan kondisi logika yang aktif pada saat itu. Jika input yang
memicu timer berada pada kondisi ON, timer mulai menghitung waktu berdasarkan satuan
dasar tertentu (time base). Pada PLC Omron, satuan tersebut adalah 0,1 detik, sehingga preset
#300 berarti tiga puluh detik. Selama penghitungannya berlangsung, PLC secara berkala
memperbarui nilai internal timer. Ketika nilai hitung mencapai preset yang ditetapkan, status
kontak timer berubah sesuai jenis timer yang digunakan. Jika input kehilangan sinyal sebelum
timer selesai, maka timer akan kembali ke nilai awal (reset). Inilah sebabnya timer
membutuhkan kondisi input yang stabil agar proses tidak terputus.

C) Timer ON Delay (TON) dan Timer OFF Delay (TOF)

Timer ON Delay merupakan jenis timer yang menunda keluaran hingga waktu tertentu
terpenuhi. Ketika input menjadi aktif, timer belum langsung mengubah kondisi keluarannya,
melainkan terlebih dahulu menghitung waktu. Kontak timer baru berubah menjadi aktif setelah
hitungan mencapai preset.

Prinsip seperti ini sesuai dengan dokumentasi Omron (W340 – Programming Manual),
yang menjelaskan bahwa timer ON Delay "menahan aktivasi output sampai penghitungan
waktu selesai". Timer ON Delay digunakan ketika suatu peralatan tidak boleh langsung
menyala setelah input diterima, melainkan harus menunggu waktu tertentu. Aplikasi yang
sering dijumpai adalah penundaan penyalaan motor, penundaan aktivasi alarm, atau sistem
lampu otomatis dengan waktu tunda.

Timer OFF Delay bekerja dengan cara berbeda. Ketika inputnya ON, kontak timer
langsung aktif tanpa penundaan apa pun. Namun, ketika input berubah menjadi OFF, barulah
timer mulai menghitung waktu untuk mematikan kontak output. Selama timer belum
menyelesaikan perhitungan, kontak output tetap aktif.

Berdasarkan prinsip dalam manual Omron dan Siemens, timer jenis ini digunakan ketika
suatu beban harus tetap menyala meskipun pemicunya sudah tidak aktif. Contohnya adalah
kipas pendingin mesin, yang harus tetap beroperasi beberapa detik setelah tombol pemutus
ditekan. Selama timer belum mencapai nilai preset, keluaran masih dipertahankan ON, dan
baru padam ketika penghitungan selesai.

Dengan demikian, timer OFF Delay berfungsi untuk mempertahankan output selama
periode tertentu setelah masukan mati.

D) Struktur Penulisan Instruksi Timer (Omron PLC)

Pada PLC Omron, timer dituliskan menggunakan format standar berikut:


TIM spasi addres timmer spasi #waktu

Misal TIM 0000 #300 : artinya timmer 00 dengan seting waktu 300 X 0,1 detik = 30 detik.
Contoh Aplikasi: Lampu menyala selama 30 detik, kemudian mati.
Cara membuat ladder adalah sebagai berikut:
1) Buatlah ladder rangkaian start-stop lampu seperti Gambar 3.13.
2) Pindahkan kursor pada RUNG-1, buat kontak NO dengan alamat
100.00 (merujuk ke alamat OUTPUT)
3) Membuat Timmer: (Gambar 4.3)
• Ketikkan I, kemudian isikan TIM 0000 #300, klik OK
• Pindahkan kursor pada baris 2. Hasilnya seperti ditunjukkan pada Gambar 4.4.

Gambar 1. Penulisan Instruksi Timer, 30 detik

Gambar 2. Ladder diagram penggunaan Timer


Gambar 3 Membuat kontak NC-Timmer seri dengan tombol STOP

4) Tambahkan kontak NC-Timmer pada rangkaian stop seperti yang diperlihatkan pada
gambar 4.5.
• Tempatkan kursos di sebelah kanan tombol STOP Ketik /, untuk membuat
NC Timmer Masukkan addres T000, klik OK.
• Jika muncul edit Comment klik OK lagi. Hasilnya lihat Gb. 4.6

Gambar 4 Pengunci Dengan Stop Manual – Otomatis

E) Contoh Aplikasi Timer di Industri


Salah satu aplikasi sederhana tetapi sangat umum adalah sistem lampu yang menyala
otomatis selama tiga puluh detik. Ketika tombol START ditekan, rangkaian self-holding
menjaga input tetap aktif. Timer kemudian mulai menghitung waktu sesuai instruksi TIM 0000
#300. Setelah waktunya mencapai tiga puluh detik, kontak timer dapat digunakan untuk
memadamkan lampu, mengaktifkan sistem lain, atau kembali mereset rangkaian.

Contoh lain terdapat pada proses sekuensial, misalnya pada conveyor. Ketika sensor
mendeteksi barang, timer ON Delay dapat digunakan untuk memastikan barang benar-benar
berhenti sebelum lengan pneumatik bergerak. Sebaliknya, timer OFF Delay digunakan ketika
conveyor harus tetap bergerak sesaat setelah sensor dilepaskan.

Aplikasi-aplikasi ini sejalan dengan panduan pada manual PLC industri, yang menekankan
bahwa timer adalah komponen penting dalam sequential control dan time-dependent
operation.

F) Catatan Teknis dan Perilaku Timer

Timer akan selalu mengikuti prinsip reset otomatis apabila inputnya mati sebelum waktu
selesai. Dalam contoh pada manual Omron, timer T000 akan kembali menjadi nol dalam satu
siklus scan begitu sinyal input berubah menjadi OFF. Karena itu, dalam praktik industri
maupun pembelajaran di laboratorium, kestabilan input sangat diperhatikan.

Kontak timer bukanlah kontak fisik, melainkan memori logika yang disimpan dalam
register internal PLC. Jika PLC dimatikan, nilai timer biasanya hilang kecuali menggunakan
timer khusus retentive. Varian timer retentive tidak dibahas dalam bagian ini, tetapi secara
umum bekerja mempertahankan nilai hitung meskipun input mati.

Anda mungkin juga menyukai