Analisis Perbandingan Performansi dan Pemilihan
Web Browser
(Studi Kasus: Universitas Siliwangi)
Andi Nur Rachman, Acep Irham Gufroni, Nurul Hiron, Gina Rahmayati
Teknik Informatika Universitas Siliwangi
[Link] No.24 Tasikmalaya 46115
e-mail: [Link]@[Link]
Abstrak—Semakin berkembangnya browser baik web, tetapi menjadi sebuah kebutuhan. Kebutuhan tersebut
dari segi performansi maupun jumlah yang kerap memicu pengembang Browser untuk menciptakan aplikasi
membuat pengguna bingung untuk memilih dan tidak yang semakin mudah digunakan dan memiliki tampilan
memanfaatkan fitur yang ditawarkan browser secara yang baik dalam melakukan navigasi dan menampilkan
penuh. Dengan melakukan analisis perbandingan dan website.
pembuatan panduan pemilihan browser, pengguna
Browser adalah perangkat lunak yang dijalankan pada
browser diharapkan dapat memilih browser secara lebih
objektif dan sesuai dengan kebutuhan. Metodologi yang komputer pemakai (user) yang menampilkan dokumen atau
digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik informasi web yang diambil dari web server. Browser
dengan pendekatan cross sectional. Analisis performansi adalah jenis perantara pengguna yang paling sering
dilakukan dengan browser yang berbeda, yang dipilih digunakan. Server web sendiri adalah kumpulan jaringan
berdasarkan tingkat popularitas, layout engine, berisi dokumen yang tersambung antara satu dengan yang
speciality dan versi terbaru dari masing – masing lain, dikenal sebagai World Wide Web (WWW)
browser tersebut. Faktor penilaian browser adalah Perkembangan Browser terjadi baik dari segi performansi
dukungan terhadap standar web, kecepatan maupun dari jumlahnya yang kerap membuat pengguna
menampilkan HTML, kecepatan memproses menjadi bingung. Persaingan antar Browser semakin ketat
ECMAScript, tingkat keamanan browser, konsumsi dengan semakin majunya teknologi dan kebutuhan akan
hardware dan fitur browser. Setelah pengujian Browser dengan tampilan yang lebih baik dan fitur-fitur
performansi browser, dilakukan survey terhadap
yang memberi kemudahan dalam menelusuri internet.
pengguna untuk mendapatkan data yang dianalisis
untuk mempelajari tren – tren penggunaan browser. Seiring Perkembangan Browser yang semakin canggih,
Dengan menggunakan hasil analisis performansi terdapat fenomena di kalangan pengguna di mana pengguna
browser dan tren pengguna, dibangun rekomendasi tidak sepenuhnya memanfaatkan fitur yang telah disediakan
pemilihan browser berdasarkan kebutuhan individu oleh Browser. Fenomena ini sungguh disayangkan karena
pengguna serta panduan pemilihan browser yang pengguna tidak mengetahui potensi dari setiap Browser
direkomndasikan. Sedangkan pengujian hipotesis yang dapat membantu kegiatan menelusuri internet menjadi
dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan dan lebih efektif. Terkadang pengguna memilih sebuah Browser
pengaruh antara tren penggunaan browser terhadap karena kepopulerannya tanpa melihat lebih dalam
performansi browser. Analisis performansi serta performansi dari Browser tersebut. Akan lebih baik jika ada
rekomendasi dan panduan yang telah dibangun informasi yang membahas kelebihan dan kekurangan dari
sebaiknya terus dikembangkan dan diperbaharui seiring setiap Browser serta panduan pemilihan Browser yang baik
dengan munculnya browser generasi baru.
untuk para pengguna agar dapat memilih Browser yang
Kata Kunci—browser, pengujian browser, survey, uji sesuai dengan kebutuhannya dan dapat memanfaatkan
korelasi, rekomendasi panduan pemilihan browser. semua fitur yang disediakan secara penuh.
I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI
Munculnya internet memicu timbul nya website yang A. Web Browser
Menurut Shalahudin dan Rosa, browser adalah
diikuti dengan berkembangnya aplikasi untuk menelusuri
perangkat lunak yang dijalankan pada komputer pemakai
internet yang disebut dengan Web Browser (biasa di singkat
(user) yang menampilkan dokumen atau informasi web yang
dengan Browser ). Berkembangnya internet dan semakin diambil dari web server [1]. Browser merupakan jenis
banyaknya website yang bermunculan menjadikan internet perantara pengguna dengan server web yang paling sering
sebagai salah satu sumber informasi utama dewasa ini. digunakan. Server web sendiri adalah kumpulan jaringan
Browser bukan hanya sebuah aplikasi untuk membuka situs berisi dokumen dan tersambung satu dengan yang lain, yang
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Yogyakarta, 15 Juni 2013 A-17 ISSN: 1907 - 5022
dikenal sebagai www (World Wide Web). permasalahan yang telah dikemukakan, maka diajukan
hipotesis penelitian sebagai berikut:
B. Layout Engine
Menurut Asakura, layout engine atau mesin layout 1. Terdapat hubungan signifikan antara performansi browser
adalah sebua perangkat lunak untuk memproses dan dengan tren pengguna
menerjemahkan, merender tampilan suatu web dari kode -
kode CSS, HTML dan menjalankan script client-side seperti 2. Terdapat pengaruh signifikan performansi browser
halnya Javascript [2]. Setiap browser biasanya mempunyai terhadap tren pengguna.
memiliki mesin ini, walaupun tidak sama namun banyak
juga browser yang mempunyai mesin layout yang sama. III. METODOLOGI
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
C. Metode Korelasional metodelogi survey analitik dengan pendekatan cross
sectional yaitu dengan mempelajari dinamika korelasi antara
Penelitian ini menggunakan metode korelasional. faktor – faktor resiko dengan efek ( pengaruh ), dengan cara
Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus
untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang pada suatu saat tertentu.
sifatnya kuantitatif. Dalam korelasi bisa menggunakan:
a. Koefisien korelasi bivariate / product moment Pearson
yaitu untuk mengukur keeratan hubungan di antara hasil
– hasil pengamatan dan populasi yang mempunyai dua
varian (bivariate). Perhitungan ini mensyaratkan bahwa
populasi asal sampel mempunyai dua varian dan
berdistribusi normal. Korelasi Pearson banyak
digunakan untuk mengukur korelasi data interval atau
rasio.
b. Korelasi Spearman (Rank Spearman ) dan Kendall yaitu
lebih mengukur keeratan hubungan antara peringkat –
peringkat dibandingkan hasil pengamatan itu sendiri
(seperti korelasi Pearson). Perhitungan korelasi ini dapat
digunakan untuk menghitung koefisien korelasi pada
data ordinal dan nominal .
D. Analisis Regresi Linear
Menurut Sudjana data yang terdiri atas dua atau lebih
variable, adalah sewajarnya untuk mempelajari cara
bagaimana variable – variable itu berhubungan [3].
Hubungan yang didapat pada umumnya dinyatakan dengan Gambar 1. Metodelogi Penelitian
bentuk persamaan matematik yang menyatakan hubungan
fungsional antara variable – variable. Studi yang Teknik pengumpulan data yang dilakukan dala penelitian
menyangkut masalah ini dikenal dengan analisis regresi. ini antara lain:
1. Penelitian Lapangan, menggunakan kuesioner yaitu
Analisis Regresi akan dibedakan dua jenis variable yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan cara
variable bebas (prediktor) dan variable tak bebas (terikat). memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada responden.
Variabel yang mudah didapat atau tersedia sering dapat Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah
digolongkan kedalam variable bebas, sedangkan variable kuesioner terbuka dan tertutup dengan skala likert
yang terjadi karena variable bebas itu merupakan variable ordinal.
tak bebas (terikat). Variabel bebas (prediktor) dinyatakan 2. Penelitian Kepustakaan, yaitu pengumpulan data
dengan X sedangkan variable tak bebas (terikat ) dinyatakan sekunder sebagai bahan pelengkap dengan meneliti buku
dengan Y. – buku literatur yang berkaitan dengan penelitian.
E. Hipotesis Pengujian Instrumen Penelitian
Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang penting Untuk pengujian instrumen ini mencoba menggambarkan
kedudukannya dalam penelitian [4]. Berdasarkan variabel yang diteliti dengan menggunakan Uji Validitas
dan Reliabilitas. Sebelum menggunakan kuesioner tersebut
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Yogyakarta, 15 Juni 2013 A-18 ISSN: 1907 - 5022
terlebih dahulu diadakan uji coba instrumen terhadap 20 TABEL II. HASIL UJI VALIDITAS VARIABEL Y (TREN
PENGGUNA)
orang responden, ada pun uji coba dimaksudkan untuk
memperoleh gambaran atas kelemahan dan kekuarangan
kuesioner yang diberkan kepada responden dengan data dan
bahasa yang diinginkan.
Uji Validitas Intrumen Penelitian
Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur
ini mengukur apa yang akan diukur [5]. Uji validitas
dilakukan dengan cara menghitung korelasi dari masing-
masing pernyataan melalui total skor dengan menggunakan
Pearson Product Moment
Keterangan:
R = Korelasi
N = jumlah responden IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
X = Skor salah satu Pernyataan A. Performansi Browser
Y = Total Skor Pernyataan. Kecepatan Menampilkan HTML
Pada pengujian ini, browser akan diuji kecepatan dalam
Prosedur uji validitas yaitu membandingkan r hitung menampilkan HTML yaitu dengan menghitung waktu saat
dengan r tabel yaitu angka kritik tabel korelasi pada derajat pembacaan file HTML dan nilai waktu file HTML selesai
kebebasan (dk = n-2) dengan taraf signifikan < = 5 %. ditampilkan. Pengujian ini dilakukan secara online, tes
dilakukan dengan membuka 2 halaman website yang
Kriteria pengujian: berbeda, yaitu google dan yahoo dan kedua waktu tersebut
Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan tersebut valid. dirata - ratakan sehingga nanti akan terlihat perbedaan
Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut tidak valid. waktu ketika setiap browser membuka halaman website
Berdasarkan uji coba instrumen diperoleh data sebagai tersebut. Dibawah ini merupakan hasil pengujian untuk
berikut: setiap browser:
TABEL 1. HASIL UJI VALIDITAS VARIABEL X TABEL III. HASIL PENGUJIAN KECEPATAN MENAMPILKAN
(PERFORMANSI BROWSER) HTML (DALAM MILLISECOND)
Soal r hitung r tabel Keterangan
1 0.707 0.444 Valid
2 0.605 0.444 Valid
3 0.709 0.444 Valid
4 0.661 0.444 Valid
5 0.552 0.444 Valid
Konsumsi Hardware Resource
TABEL IV. PERBANDINGAN BESAR PAKET INSTALLER DENGAN
PAKET TER – INSTALL (DALAM MB)
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Yogyakarta, 15 Juni 2013 A-19 ISSN: 1907 - 5022
Dari hasil perbandingan browser dengan konsumsi tersebut adalah browser yang memiliki performansi yang
ruang harddisk terkecil adalah Internet Explorer, sedangkan lebih unggul dibandingkan dengan browser lain yang diuji.
yang paling banyak mengkonsumsi ruang harddisk adalah
Google Chrome. Sedangkan browser yang memiliki Analisis Regresi
kebutuahan ruang harddisk paling terkecil dimiliki oleh
Internet Explorer. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan
Pengujian Konsumsi Hardware Resource yang lainnya analisis regresi sederhana dngan variabel bebasnya
adalah konsumsi memory pada saat browser berjalan. Performansi browser (X) dan sebagai variabel terikatnya
Pengujian konsumsi memory dilakukan dengan beberapa adalah Tren Penggunaan browser (Y). Dalam analisis
kriteria penilaian, yaitu konsumsi memory pada saat tersebut diperoleh koefisien – koefisien regresi pembentuk
browser pertama kali berjalan, membuka 5 tab, 10 tab, 15 persamaan regresi, koefisien korelasi sederhana yang diuji
tab dan 20 tab. Halaman web yang digunakan untuk keberartiannya menggunakan uji F dan koefisien korelasi
melakukan tes kecepatan render HTML adalah [Link] parsial yang diuji keberartiannya menggunakan uji – t
sebesar 27.002 bytes. Berikut hasil dari pengujian konsumsi
memory.
TABEL V. HASIL PENGUJIAN KONSUMSI MEMORY
(DALAM KBYTE )
Hasil perhitungan koefisien regresi menunjukan nilai
koefisien konstanta adalah sebesar 10.798 dengan tingkat
signifikasi 0.757. Koefisien performansi browser (X)
sebesar 0.835 dengan tingkat signifikasi 0.000 dengan
Dari Hasil pengujian dapat dilihat bahwa browser dengan thitung 6.703 dan ttabel 2.048 ( thitung > ttabel ). Artinya
konsumsi memory terkecil adalah Safari, sedangkan yang performansi browser berpengaruh terhadap tren penggunaan
memiliki konsumsi memory terbesar adalah Mozilla browser. Dari persamaan diatas menunjukan bahwa setiap
Firefox. kenaikan 100% variabel performansi browser akan diikuti
oleh tren pengguna sebesar 81.9%.
Hasil Analisis Perbandingan Browser
Hasil Pengujian Koefisien Korelasi
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa browser – browser yang menonjol pada Pengujian koefisien korelasi merupakan cara yang
setiap faktor pengujian yaitu: dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara
variabel X terhadap variabel Y. Pada penelitian yang dilihat
adalah bagaimana hubungan antara performansi browser
terhadap tren penggunaan browser. Untuk mengetahui
hubungan antara variabel X dan variabel Y.
Berdasarkan data diatas menunjukan bahwa nilai
koefisien korelasi antara variabel X yaitu pengaruh
performansi browser terhadap variabel Y yaitu tren
pengguna adalah sebesar 0.779 Bila korelasi tersebut
diinterpretasikan pada tabel korelasi maka hubungan antara
performansi browser (X) terhadap tren pengguna (Y)
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat faktor uji
memiliki hubungan yang kuat dengan klasifikasi koefisien
yang memiliki lebih dari saru browser yang unggul karena
korelasi.
browser – browser tersebut memiliki nilai yang sama untuk
faktor uji yang bersangkutan. Safari menonjol di 3 faktor uji
yang berbeda, hal tersebut menunjukan bahwa browser
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Yogyakarta, 15 Juni 2013 A-20 ISSN: 1907 - 5022
V. KESIMPULAN DAN SARAN tentunya dengan metode statistik yang berbeda, misalnya
A. Kesimpulan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah:
1. Performansi browser dapat diukur dan dapat saling DAFTAR PUSTAKA
dibandingkan dengan browser lain.
2. Terdapat hubungan performansi browser dengan tren [1] Shalahudin, M & Rosa AS. 2010. Java di Web.
penggunan browser. Bandung: Informatika
3. Performansi browser bisa memberikan pengaruh [2] Asakura, Yoh.2012. Layout Engine Browser.
terhadap meningkatnya tren pengguna browser . [3] Sudjana. 2005. Metoda Statistika Edisi 6. Bandung:
Tarsito.
B. Saran [4] Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu
Saran – saran yang dapat diberikan sebagai bahan penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
lebih lanjut adalah Melakukan analisis performansi terhadap [5] Singarimbun, Masri & Effendi, Sofian. 1991. Metode
browser generasi baru yang muncul setelah browser yang penelitian survai. Jakarta: LP3ES
[6] Matamaya, Studio. 2010. Perang Browser. Jakarta:
dianalisis, Meneliti faktor – faktor performansi browser
Elex Media Komputindo
yang lebih lengkap, misalnya kemampuan browser dalam [7] Notoatmodjo, S. 2002 . Metodologi Penelitian
menampilkan multimedi. Diharapkan agar penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Rineka Cipta
selanjutnya dapat meneliti lebih dari satu variable bebas
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Yogyakarta, 15 Juni 2013 A-21 ISSN: 1907 - 5022