PRAKTIKUM PERTEMUAN I
LED
LANDASAN TEORI
1. Pengertian ESP32
ESP32 adalah sebuah mikrokontroler yang digunakan untuk mengontrol
berbagai perangkat elektronik. ESP32 dikembangkan oleh Espressif Systems dan
banyak digunakan dalam pengembangan sistem embedded serta perangkat Internet
of Things (IoT).
ESP32 mampu memproses data dan mengendalikan perangkat lain seperti LED,
sensor, motor servo, LCD, keypad, dan modul RFID. Selain itu, ESP32 telah
dilengkapi dengan fitur WiFi dan Bluetooth, sehingga dapat terhubung dengan
jaringan internet atau perangkat lain secara nirkabel.
2. Fitur Utama ESP32
Beberapa fitur utama dari ESP32 antara lain:
1. Prosesor dual-core dengan kecepatan hingga 240 MHz
2. Mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth
3. Memiliki banyak pin input dan output (GPIO)
4. Mendukung berbagai komunikasi seperti UART, SPI, dan I2C
5. Konsumsi daya relatif rendah
Dengan fitur tersebut, ESP32 banyak digunakan dalam aplikasi seperti sistem
kontrol, monitoring, dan otomasi perangkat.
3. GPIO pada ESP32
GPIO (General Purpose Input Output) adalah pin pada ESP32 yang dapat
digunakan sebagai input maupun output.
Fungsi GPIO antara lain:
1. Membaca data dari sensor atau tombol
2. Mengontrol LED atau relay
3. Mengendalikan motor servo
4. Menghubungkan perangkat seperti LCD, keypad, atau RFID
Setiap pin GPIO dapat dikonfigurasi melalui program sesuai kebutuhan sistem.
4. GPIO Khusus pada ESP32
Pada ESP32, beberapa pin GPIO memiliki fungsi khusus yang perlu diperhatikan saat digu-
nakan dalam rangkaian.
1. Pin Input Only
Beberapa pin hanya dapat digunakan sebagai input dan tidak dapat digunakan sebagai out-
put.
Contohnya:
GPIO 34
GPIO 35
GPIO 36
GPIO 39
Pin ini biasanya digunakan untuk membaca sensor analog atau digital.
2. Pin ADC (Analog to Digital Converter)
Pin ini digunakan untuk membaca sinyal analog dari sensor.
Contoh penggunaan:
Sensor suhu
Sensor cahaya
Sensor kelembaban
GPIO : 32, 33, 34, 35, 36, 39
3. Pin PWM
Pin PWM digunakan untuk menghasilkan sinyal Pulse Width Modulation yang biasanya di-
gunakan untuk:
Mengontrol kecepatan motor
Mengontrol kecerahan LED
Mengontrol posisi motor servo
GPIO : Hampir Semua
4. Pin I2C
Pin ini digunakan untuk komunikasi dengan perangkat yang menggunakan protokol I2C,
seperti:
2
LCD I2C
Sensor
Modul RTC
Pin yang sering digunakan:
GPIO 21 (SDA)
GPIO 22 (SCL)
5. Pin SPI
Digunakan untuk komunikasi dengan perangkat yang membutuhkan kecepatan tinggi,
seperti:
Modul RFID
Sensor digital
Modul memori
GPIO : 23, 19, 18, 5
3
A. Software Arduino
Sehubungan dengan pembahasan untuk saat ini software Arduino yang
akan digunakan adalah driver dan IDE, walaupun masih ada beberapa software
lain yang sangat berguna selama pengembangan Arduino. IDE Arduino adalah
software yang sangat canggih ditulis dengan menggunakan Java. IDE Arduino
terdiri dari:
1. Editor program, sebuah window yang memungkinkan pengguna menulis
dan mengedit program dalam bahasa Processing.
2. Compiler, sebuah modul yang mengubah kode program (bahasa Processing)
menjadi kode biner. Bagaimanapun sebuah microcontroller tidak akan bisa
memahami bahasa Processing. Yang bisa dipahami oleh microcontroller
adalah kode biner. Itulah sebabnya compiler diperlukan dalam hal ini.
3. Uploader, sebuah modul yang memuat kode biner dari Jomputer
ke dalam memory di dalam papan Arduino.
Berikut ini adalah contoh tampilan IDE Arduino dengan sebuah sketch yang
sedang diedit.
Posisi variabel global/
prosedur yang akan dike-
nali diseluruh bagian pro-
gram
Void setup berisi kode pro-
gram inisialisasi awal, di-
laksanakan pertamakali
Void loop berisi kode
program yang akan di-
jalankan secara berulang-
ulang
Tempat informasi
hasil verifikasi kode
program, sudah benar
atau belum
4
1. Pritzing
Aplikasi ini digunakan untuk menggambar suatu rangkaian sebagai bahan
illustrasi untuk memudahkan pemahaman saat dilakukan pengkabelan komponen
atau modul
Gambar 1.4. Contoh Ftitzing
2. Led
LED (Light Emiting Diode) banyak digunakan sebagai indikator berlangsungnya
proses, awal proses atau berakhirnya proses pada sistem microcontroller, sehingga
pengguna dapat mengetahui proses yang sedang terjadi. LED memiliki polaritas plus
dan minus, biasanya posisi plus tegangan ditandai dengan kaki yang lebih panjang
dari yang lainnya, seperti tampak pada Gambar
Yang bengkok
Gambar 1.5. LED
3. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau
membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Satuan
atau nilai resistansi suatu resistor disebut Ohm yang dilambangkan dengan simbol
Omega (Ω).
Berikut adalah simbol resistor dalam bentuk gambar ynag sering digunakan
dalam suatu desain rangkaian elektronika.
Gambar 1.6. Simbol Resistor
5
4. Power Supply Tegangan Catu Daya / Adaptor
Secara umum Adaptor adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk
mengubah tegangan AC (arus bolak-balik) yang tinggi menjadi tegangan DC (arus
searah) yang lebih rendah.
Rangkaian adaptor ini ada yang dipasang atau dirakit langsung pada
peralatan elektornikanya dan ada juga yang dirakit secara terpisah. Untuk
adaptor yang dirakit secara terpisah biasanya merupakan adaptor yang bersifat
universal yang mempunyai tegangan output yang bisa diatur sesuai kebutuhan,
misalnya 3 Volt, 4,5 Volt, 6 Volt, 9 Volt,12 Volt dan seterusnya. Namun selain itu
ada juga adaptor yang hanya menyediakan besar tegangan tertentu dan
dipetuntukan untuk rangkaian elektronika tertentu misalnya adaptor laptop dan
adaptor monitor. Contoh gambar adaptor seperti terlihat di bawah ini.
Gambar 1. 7. Contoh Adaptor
PERATALAN PRAKTIKUM
Pelengkapan dasar yang harus dipersiapkan pada projek ESP32 ini antara lain: kabel
data USB untuk menghubungkan ESP32 dengan komputer, kabel pelangi/dupont (Male To
Male, Male To Female, Female To Female sesuai kebutuhan) bertujuan untuk
menghubungkan pin input/output Arduino dengan module lainnya atau dihubungkan dengan
projek board yang berfungsi sebagai sirkuit.
Gambar 1. 8. Kabel Data USB Arduino Gambar 1.9. Kabel Dupont Female To Female
6
Gambar 1.10. Projek Board Gambar 1.11. Kabel Dupont Male To Male
Ground
Terhubung Tegangan Plus
vertikal
Terhubung Sekat pembatas.
vertikal Digunakan sebagai
Pembatas kaki IC
Gambar 1.12. Jalur Breadboard
PERATALAN SIMULASI:
1. BLYNK silahkan downlown di [Link]
2. WOKWI silahkan downlown di [Link]
7
Tutorial menggunakan blynk
1. Silahkan daftar di : [Link]
2. Silahkan mendaftar dengan email aktif karena akan di konfirmasi ke email pendaf-
tarannya
3. Buat password dan selesai mendaftaran akun
Tampilan dasboard blynk
8
Modul 1: menghidupkan dan mematikan lampu dengan blynk
Masuk ke blynk
Klik developer Zone my template new Template
Isikan data seperti gambar di bawah ini
Tekan Done sehingga muncul
9
Kita klik copy di tanda kopy di pojok kanan atas hitam tersebut dan kita simpan di
tempat aman karena kita akan membutuhkan kode ini waktu program nanti
Ini hasil vaste saya :
#define BLYNK_TEMPLATE_ID "TMPL6q5z1A3NX"
#define BLYNK_TEMPLATE_NAME "Led"
Kemudian buka datastream edit new datastreamvirtual pin
10
Pilih Virtual Pin dan isi datanya seperti gambar di bawah ini kemudian Create
Jadinya seperti ini
11
Kemudian kita buat widget di aplikasi blynk
Webdasboard edit
Kemudian klik dan tahan dan tarik switch ke kotak sebelah Dasboard
Kemudian klik gear yang ada di atas gambar switch di dasboard dan pilih data stream
yang telah kita buat tadi
12
Kemudian save
Data program yang kita butuhkan adalah:
#define BLYNK_TEMPLATE_ID "TMPL6hXa3rNK7"
#define BLYNK_TEMPLATE_NAME "kendali led"
#define BLYNK_AUTH_TOKEN "m3pCKW0LgX3TVkCeSDwjRHCuzkSiU7Fh"
Yang merah belum kita dapatkan untuk mendapatkannya kita klik
Devicenew devicefrom template masukkan yang kita buat tadi (led) create
13
Kemudian kita mendapatkan semua yang kita butuhkan untk membuat program kita
Copy to Clipboard dan masukkan dalam program nanti…sampai disini selesai
pengaturan blynk
Kita lanjutkan di wokwi silahkan daftar di [Link]
Silahkan pilih esp32
Pilih starter template esp 32
14
Sehingga kita mendapatkan tampilan awal seperti ini :
Kita akan menambahkan komponen terlebi dahulu di bagian Simulation dengan klik
tanda + warna biru
15
Sekarang kita tinggal buat programnya
Pertama kita vastekan koding yang kita dapat di blynk :
Selanjutkan kita tambahkan library yang kita butuhkan :
Kemudian kita tambahkan kebutuhan wifinya karena kita pakai wokwi jadi kita ikuti
aturan wokwi nanti silahkan sesuaikan dengan wifi yang ada
16
Baru kita lanjutkan dengan program menghidupkan led dengan blynk kita
Karena kita pakai kaki 18 esp maka kita akan buat variabel konstan ini agar mudah
kita ingat
Agar Led bisa kita kontrol dengan blynk maka kita harus membuat fungsi dari blynk
Selanjutnya kita akan membuat fungsi untuk esp 32
Selanjutnya kita akan membuat fungsi untuk menjalankan blynk
Waktu di jalankan banyak error
Kita tambahkan di library manajer wokwi
17
Tampilan jika berhasil konek di wokwi
Tampilan di blynk kita berubah menjadi online :
18
Sekarang kita bisa mengendalikan led dengan koneksi wifi seperti gambar
PRAKTIKUM 2 :
SILAHKAN BUAT SIMULASI ESP32 DENGAN BLYNK UNTUK
MENGENDALIKAN 3 LAMPU DENGAN 3 SWITCH
PRAKTIKUM 3 :
SILAHKAN BUAT SIMULASI ESP 32 DENGAN BLYNK
JIKA 1 SWITCH ON MAKA TIGA LAMPU MENYALA BERGANTIAN
BSECARA BERULANG DAN BERHENTI SAAT SWITCH OFF
19