MASALAH PERIZINAN SEBELUM TAHUN 2018
• Sangat birokratis
• Timeline tidak jelas
• Prosedur tidak jelas/tidak transparant
• Tahapan dari orang ke orang dan dari meja-ke meja
• Sarat KKN, pencaloan dan gratifikasi
• Tingginya biaya ekonomis atas perizinan
• Tidak ada pengawasan atas pelaksana proses perizinan
• dll
Penyederhanaan Regulasi: UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu No. 2
tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU (sebelumnya UU No. 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja)
disederhanakan
menjadi
Dengan metode Omnibus Law, UU 186 Pasal dan
79 Undang-Undang direvisi Cipta
sekaligus hanya dengan satu UU Kerja 15 BAB
Cipta Kerja yang mengatur 16
sektor *47 PP, 4 Perpres dan 219
PerK/L sebagai Peraturan
Pelaksana.
10 Klaster
Investasi Pemerintah Pusat
Dukungan Riset dan dan Percepatan PSN
Inovasi
Peningkatan Ekosistem Investasi dan
Kegiatan Usaha Pengadaan Administrasi
Lahan Pemerintahan
Ketenagakerjaan Kawasan Pengenaan
Ekonomi Sanksi
Dukungan Koperasi dan UMKM Kemudahan
Berusaha
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Pasal 6 UU Cipta Kerja: Pasal 7 ayat (1) dan ayat (7) UU Cipta Kerja:
Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha • Perizinan Berusaha berbasis risiko dilakukan berdasarkan
meliputi: penetapan tingkat risiko dan peringkat skala usaha kegiatan usaha.
a. penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko; • Tingkat risiko dan peringkat skala usaha kegiatan usaha ditetapkan
b. penyederhanaan persyaratan dasar Perizinan Berusaha; menjadi:
c. penyederhanaan Perizinan Berusaha sektor; dan a. kegiatan usaha berisiko rendah;
d. penyederhanaan persyaratan investasi. b. kegiatan usaha berisiko menengah; atau
c. kegiatan usaha berisiko tinggi.
Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha Berbasis Perizinan Berusaha Untuk Menunjang
Perizinan Berusaha Risiko sesuai Klasifikasi Kegiatan Usaha (UMKU)
Baku Lapangan Usaha - Sebelumnya (OSS 1.1) dikenal Izin Komersial/Operasional
Sebelum UU CK Setelah UU CK
Kesesuaian Kegiatan
Indonesia (KBLI) - Layanan PB UMKU dilakukan seluruhnya melalui Sistem
OSS
Izin Lokasi Pemanfaatan Ruang - Perizinan Berusaha Berbasis Risiko berdasarkan
(KKPR) KBLI yang ditanam dalam PP 28/2025.
Izin Lingkungan Persetujuan Lingkungan - Pemenuhan persyaratan dan kewajiban didasarkan
Izin Mendirikan atas PP Sektor, Perpres, dan Permen/Perban*
Bangunan (IMB) dan turunan dari PP 28/2025 (menunggu perubahan
Persetujuan Bangunan
dari K/L terkait, masih mengacu pada PP 5/2021)
Sertifikat Laik Fungsi Gedung (PBG) dan SLF
(SLF)
*) Berbagai persyaratan diatur dalam 22 Permen/Perban yang harus diakomodir dan ditanam dalam sistem OSS
PERBANDINGAN OSS RBA Versi PP5 DENGAN OSS RBA Versi PP28 (PERSYARATAN DASAR)
Versi PP 5 Versi PP 28
Pengajuan PD dan PB tergabung dalam 1 form Terdapat Pemisahan Form Pengajuan PD dan PB
Hanya dapat mengajukan 1 KBLI dalam 1 lokasi Dapat mengajukan multi KBLI dalam 1 lokasi
Hanya dapat mengajukan 1 matra dalam 1 permohonan Dapat mengajukan lebih dari 1 matra dalam 1 permohonan
Kemudahan KKPR dengan pernyataan mandiri untuk Mikro
Kemudahan KKPR dengan pernyataan mandiri untuk UMK
Rendah
Pengajuan KKPR dalam KI/KEK terbit secara otomatis Pengajuan KKPR dalam KI/KEK dilakukan verifikasi
Belum ada Verifikasi Dokumen Persetujuan Lingkungan Verifikasi Dokumen Persetujuan Lingkungan yang telah
yang telah dimiliki dimiliki
Penapisan jenis dokumen lingkungan setelah NIB Terbit Penapisan jenis dokumen lingkungan sebelum NIB Terbit
Belum ada menu khusus kelola bangunan Terdapat menu khusus kelola bangunan
Semua pengajuan PB harus didahului dengan pengajuan Terdapat kemudahan pengajuan PB tanpa membutuhan
Persyaratan Dasar Persyaratan Dasar
16
PERBANDINGAN OSS RBA Versi PP5 DENGAN OSS RBA Versi PP28 (PERIZINAN BERUSAHA)
Versi PP 5 Versi PP 28
Form kegiatan pendukung sama dengan kegiatan utama Penyesuaian form jenis kegiatan pendukung
Terdapat penambahan elemen data
Belum terdapat penyesuaian elemen data
sesuai PermeninvestHil 5 Tahun 2025
Investasi Pelaku Usaha di KEK diperlakukan sama dengan Pelaku usaha PMA di KEK mendapat kemudahan investasi
di luar KEK minimal 50 Juta
Terdapat kemudahan investasi pelaku usaha PMA pada
Investasi pelaku usaha PMA diperlakukan sama
sektor tertentu sesuai Permeninvesthil No 5 Tahun 2025
Verifikasi Dokumen Perizinan Berusaha yang dimiliki hanya Verifikasi Dokumen Perizinan Berusaha yang dimiliki
atas sektor tertentu berlaku untuk seluruh sektor
Perubahan data usaha dapat dilakukan sebelum dan Perubahan data usaha dapat dilakukan hanya sebelum
setelah PB terbit PB terbit
Belum terdapat fitur pemutakhiran masa berlaku PB Terdapat fitur pemutakhiran masa berlaku PB
Menu perpanjangan PB dapat digunakan untuk semua
Menu perpanjangan PB hanya untuk KBLI tertentu
KBLI
Form kator cabang administrasi serupa dengan form
Terdapat penyederhanaan form kantor cabang
kegiatan usaha
17
Belum ada pengaturan terkait Jangka Terdapat pengaturan/mapping Jangka
Waktu Beroperasi/Produksi Waktu Beroperasi/Produksi
PERBANDINGAN OSS RBA Versi PP5 DENGAN OSS RBA Versi PP28 (PB UMKU dan Ketentuan Lain)
Versi PP 5 Versi PP 28
Pengajuan PB UMKU setelah NIB Terbit Pengajuan PB UMKU setelah Perizinan Berusaha Terbit
Belum ada status draft pada permohonan PB dan PB Penambahan status draft pada permohonan PB dan PB
UMKU UMKU
Tidak ada pemilihan skala usaha pada saat Pendaftaran
Pemilihan skala usaha saat Pendaftaran Akun
Akun
Modal ditempatkan/disetor pelaku usaha PMA minimal 10 Modal ditempatkan/disetor pelaku usaha PMA minimal 2,5
M M
21 Juni • PP 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
2018
• Terbitnya OSS Versi 1
9 Juli 2018 • Kemenko Perekonomian
• Terbitnya OSS Versi 1.1
1 Nov 2019 • Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM)
• Undang-undang No 11 tahun 2020 ttg Cipta Kerja
2 Nov 2020
• PP No 5 tahun 2021 ttg Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
2 Feb 2021
• OSS RBA mulai beroperasional
4 Agt 2021
31 Mar
• Undang-undang No. 6 tahun 2023 ttg Penetapan Perpu No. 2 tahun 2022 menjadi UU
2023
5 Jun 2025
• PP No 28 tahun 2025 ttg Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
PORTAL OSS RBA PP28
6
Alu r Bisn i s Prose s O S S Ve rs i PP28
1. Proses Abstraksi Lokasi
Pilih Matra Pilih
Buka Menu Upload file Isi Detil
Darat/Hutan/ didalam/diluar Simpan
Tambah Lokasi SHP Alamat Usaha
Laut Kawasan Abstraksi Lokasi
2. Proses Persyaratan Dasar Tata Ruang
Pemenuhan
Isi Detil Kegiatan Isi Data Verifikasi
Buka Menu Kelola Persyaratan
Pilih Abstraksi (KBLI & Ruang Bangunan Persyaratan
Kegiatan Persyaratan
Lingkup) Dasar
Dasar
3. Proses Perizinan Berusaha
Isi Data Isi Data Investasi
Persyaratan Dasar Pilih Sumber Isi Data Tenaga Isi Data Tenaga
Klik Lanjut Kegiatan & Nilai Penjualan
Terverifikasi Dana Kerja WNI/WNA Kerja Disabilitas
Usaha Tahunan
Pemenuhan Penapisan
NIB/SS/ZIN Terbit Pernyataan Validasi
Persyaratan Perizinan Lingkungan di
Mandiri Risiko
Berusaha Amdalnet
Grouping Lokasi Berdasarkan Kab/Kota
7
Daftar P o s is i Lo kasi Be rd a s a r k a n Kab /Kota yang d i p i l i h
8
Pe n g i s i an Data Pe n gaju an Pers yaratan
Das ar Tata Ru an g
9
Pengisian Data Pengaju an
Perizinan Berusaha
10
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah
1 NSPK Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dalam OSS merupakan acuan tunggal bagi
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pelaku Usaha.
2 Pemerintah Daerah wajib menggunakan sistem OSS dalam pelayanan Perizinan
Berusaha
OSS
Pemerintah daerah dapat mengembangkan sistem internal sebagai pendukung dalam melakukan
3 verifikasi Perizinan Berusaha (OSS) seperti pemenuhan persyaratan atau pembayaran retribusi daerah
sesuai dengan standar yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
Gubernur atau bupati/wali kota mendelegasikan kewenangan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha yang
4 menjadi kewenangan Pemerintah Daerah provinsi dan kabupaten/kota kepada Kepala DPMPTSP
Provinsi/Kabupaten/Kota. (Pasal 4 dan Pasal 5 PP No. 6/2021)
5
• Kepala DPMPTSP Provinsi sebagai koordinator pengawasan terintegrasi untuk kewenangan provinsi
• Kepala DPMPTSP Kab/kota sebagai koordinator pengawasan terintegrasi untuk kewenangan
Kab/kota.
Penerbit Perizinan Berusaha
Seluruh perizinan berusaha (NIB, SS, Izin) atas sektor yang diatur dalam PP No. 28/2025 wajib diterbitkan melalui system OSS.
Dalam setiap perizinan berusaha tersebut akan dicantumkan nama penerbit sesuai kewenangannya yaitu:
Kategori Pelaku Usaha
Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah usaha milik Warga Negara Indonesia (WNI), baik orang
perseorangan maupun badan usaha, dengan modal usaha maksimal Rp 5 miliar, tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha.
USAHA MIKRO USAHA KECIL
UU Cipta Kerja Maksimal Rp 1 Milliar Lebih dari Rp 1 Milliar dengan
Rp 5 Milliar
Sebelum UU Cipta Kerja Maksimal Rp 50 Juta Lebih dari Rp 50 Juta sampai
dengan Rp 500 Juta
Non Usaha Mikro dan Kecil (Non UMK)
Usaha milik Warga Usaha berbentuk Orang perseorangan
Negara Indonesia, Penanaman Modal warga negara
baik orang Asing (PMA) atau Badan usaha asing
Indonesia atau asing,
perseorangan Penanaman Modal yang didirikan di luar
atau badan usaha
maupun badan Dalam Negeri (PMDN) wilayah Indonesia dan
yang merupakan
usaha, dengan modal dengan modal melakukan usaha
perwakilan pelaku
usaha lebih dari Rp5 usaha/investasi lebih dan/atau kegiatan
usaha dari luar negeri
miliar sampai dari Rp10 miliar tidak pada bidang tertentu.
dengan persetujuan
dengan paling termasuk tanah dan pendirian kantor di
banyak Rp10 miliar bangunan tempat wilayah Indonesia.
tidak termasuk tanah usaha.
dan bangunan
tempat usaha.
BADAN USAHA
USAHA USAHA KANTOR LUAR NEGERI
MENENGAH BESAR PERWAKILAN (BULN)
Tahapan Kegiatan Usaha
(Memulai Usaha)
(Pasal 11-15)
Tahapan Kegiatan Usaha
(Menjalankan Usaha)
(Pasal 11-15)
TAHAP OPERASIONAL/
TAHAP PERSIAPAN KOMERSIAL
a. Pengadaan tanah; ▪ Produksi barang dan/atau jasa;
b. Pemenuhan persyaratan dasar berupa PL bagi usahadan kegiatan ▪ Logistik dan distribusi barang
yang wajib Amdal atau UKL-UPL danPBG bagi Pelaku Usaha yang dan/atau jasa;
akan melakukanpembangunan bangunan gedung; ▪ Pemasaran barang dan/atau jasa;
c. Pembangunan bangunan gedung; ▪ Kegiatan lain dalam rangka
d. Pengadaan peralatan atau sarana; operasional dan/atau komersial;
e. Pengadaan sumber daya manusia; dan/atau
f. Uji coba produksi barang dan/atau jasa; ▪ Pemenuhan persyaratan dasar
g. Pemenuhan standar usaha; dan/atau berupa SLF diperlukan sebelum
h. Pemenuhan persyaratan PB bangunan gedung dimanfaatkan bagi
Pelaku Usaha yang melakukan
pembangunan
1 Tahun Sesuai JWPP yang di input
pada sistem OSS
Subsistem Pelayanan Informasi
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
KBLI adalah pengklasifikasian aktivitas/kegiatan ekonomi Indonesia yang
menghasilkan produk/output, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan
usaha untuk memberikan keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan
usaha dalam perkembangan dan pergeseran kegiatan ekonomi di Indonesia.
Untuk mempermudah pelaku usaha menentukan kategori Bidang Usaha yang akan
dikembangkan di Indonesia, pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sebagai panduan penentuan jenis
kegiatan usaha/bisnis.
Contoh:
21012 Industri Produk Farmasi untuk Manusia
47721 Perdagangan Eceran Barang dan Obat farmasi untuk Manusia di Apotik
Subsistem Pelayanan Informasi
Tahapan Pencarian KBLI
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko
Menu KBLI OSS Berbasis Risiko
Subsistem Pelayanan Informasi
PERIZINAN BERUSAHA UNTUK MENUNJANG KEGIATAN USAHA (PB-UMKU)
Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB
UMKU) adalah perizinan yang diperlukan bagi kegiatan
usaha dan/atau produk pada saat pelaksanaan tahap
operasional dan/atau komersial.
Jenis PB UMKU sangat bervariasi, antara lain dalam bentuk
Izin, Persetujuan, Penetapan, Pengesahan, Penunjukan,
Registrasi, Rekomendasi, Sertifikat, Sertifikasi, Konsultasi,
dan Surat Keterangan..
Persyaratan