BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teori
1. Definisi Manajemen
Secara etimologi kata manajemen berasal dari bahasa Perancis
kuno yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dalam bahasa
Inggris manajemen berasal dari kata to manage artinnya mengelola,
membimbing, dan mengawasi. Menurut Silalahi manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan
pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumbersumber dan pelaksanaan
tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasional secara efektif dan
efisien. 5Menurut Syafaruddin manajemen adalah proses bekerja sama
antara individu dan kelompok serta sumber daya yang lainnya dalam
mencapai tujuan organisasi sebagai aktivitas manajemen.6
Menurut Fattah dalam Insyira manajemen merupakan seni untuk
melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang untuk mencapai tujuan yang
telah disepakati berdasarkan riil, manajemen mampu mencapai tujuan
organisasi dengan cara mengatur orang lain. 7
Berdasarkan pada uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
5
Ulbert Silalahi, Pemahaman Praktis Asas-Asas Manajemen. Bandung: Mandar Maju, 2002 hal 5
6
Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Jakarta:PT. Ciputat Press 2005 hal 45
7
8
9
pengontrolan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
secara efektif dan efisien.
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat di definisikan
sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana
pendidikan secara efektif dan efesien. Definisi ini menunjukkan bahwa
sarana dan prasarana yang ada di sekolah perlu didayagunakan dan
dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah. pengelolaan
ini dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah
bisa berjalan dengan efektif dan efesien. Pengelolaan sarana dan prasarana
merupakan kegiatan yang sangat penting di sekolah, karena keberadaannya
akan sangat mendukung terhadapsuksesnya proses pembelajaran di
sekolah.8
Mulyono menjelaskan bahwa manajemen sarana prasarana
pendidikan adalah seluruh kegitan yang direncanakan dan diusahkan
secara sengaja da bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu
terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam PBM.9
Menurut Rohiat menjelaskan bahwa manajemen sarana dan
prasaraa merupakan kegiatan yang mengatur untuk mempersiapkan segala
materia atau peralatan bagi terselenggarannya proses pendidikan di
sekolah. Manajemen sarana dan prasarana meruakan keseluruhan proses
perencanaan pengadaan, pendayagunaan dan pengawasn sarana dan
8
Sulistyorini, Manajemen, 115-116.
9
Mulyono, Manajemen Administrasi & Organisasi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2009. hal 184
10
prasarana yang gunakan agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai
dengan efektif dan efisien. 10
2. Sarana Dan Prasarana Pendidikan
a. Definisi Sarana Pendidikan
Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang
keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan
publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua
kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang
diharapkan sesuai dengan rencana. Depdiknas telah membedakan
antara sarana pendidikan dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan
adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara
langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Berkaitan
dengan ini, Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan
dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses
pendidikan di sekolah11
Menurut Mulyasa menjelaskan bahwa sarana pendidikan
merupakan peralatan dan perlengkapan yang secara langsung
dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses
belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta alat-
alat dan media pengajaran. Sedangkan yang dimaksun dengan
10
Rohiat, Manajemen Sekolah – Teori Dasar dan Praktik. Bandung: Refika Aditama,
2012. hal 2
11
Barnawi & M. Arifin, Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, Cet. I; Yogyakarta:
Ar Ruzz Media, 2012, hal 47-48
11
prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung
menunjang jalanya proses pendidikan, seperti halaman, kebun, taman
dan sekolah tetapi jika dimanfaatkan secara langsung unuk proses
belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi,
halaman sekolah sebagai lapangan olahraga, komponene tersebut
sebagai sarana pendidikan. Sarana pendidikan juga sering disebut
dengan fasilitas atau perlengkapan sekolah. 12
Jika dilihat berdasarkan keputusan menteri no 079/1975
mendefinisikan sarana pendidikan terdirir dari 3 kelompok yaitu:
banguna dan perabot sekolah, alat pelajaran yang terdiri dari
pembukuan, alat-alat peraga dan laboratorium, dan media pendidikan
yang apat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan
alat penampil dan yang tida menggunakan alat penampil.
Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan,
dan prabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan
di [Link] hubungan sarana pendidikan, mengklasifikasikannya
menjadi beberapa macam sarana pendidikan, yaitu ditinjau dari sudut:
(1) habis tidaknya dipakai; (2) bergerak tidaknya pada saat digunakan;
dan (3) hubungannya dengan proses belajar mengajar.
1) Habis tidaknya dipakai
12
Minarti, S. Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan secara Mandiri.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012. hal 252
12
Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai, ada dua macam
sarana pendidikan, yaitu sarana pendidikan yang habis dipakai dan
sarana pendidikan tahan lama.1) Sarana pendidikan yang habis
dipakai Sarana yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat
yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relative
singkat. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasa
digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran, beberapa
bahan kimia yang sering kali digunakan oleh seorang guru dan
siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Semua contoh
di atas merupakan sarana yang digunakan habis pakai. 2) Sarana
pendidikan yang tahan lama Sarana pendidikan yang tahan lama
adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara
terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Beberapa contohnya
adalah bangku sekolah, mesin tulis, atlas, globe, dan beberapa
peralatan olahraga.
2) Ditinjau dari Pendidikan Bergeraknya
a) Sarana Pendidikan Yang Bergerak
Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana
pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai
dengan kebutuhan pemakaiannya. Lemari arsip sekolah
misalnya, merupakan salah satu sarana pendidikan yang bisa
digerakkan atau 17 dipindahkan kemana-mana bila di inginkan.
13
Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan
yang bisa digerakkan atau dipindahkan kemana saja
b) Sarana Pendidikan Tidak Bergerak
Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah
semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat
sulit untuk dipindahkan. Misalnya saja suatu sekolah yang telah
memiliki saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Semua peralatan yang berkaitan dengan itu, seperti pipanya,
relatif tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat
tertentu.
Sarana pendidikan yangtidak bisa bergerak adalah
semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat
sulit untuk dipindahkan seperti tanahm banguna, sumur dan
merasa serta saluran air dari PDAM semua yang berkaitan
dengan itu seperti pipana, yang relatif tidak mudak untuk
dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. Termasuk juga saluran
kabel listrik, LCD dan CCTV yang dipasanag permanen.13
3) Ditinjau Dari Hubungannya Dengan Proses Belajar Mengajar
Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar,
sarana pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu alat
pelajaran, alat peraga dan media pengajaran. Alat pelajaran adalah
alat yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran secara
13
Minarti, [Link] Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan secara Mandiri.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012. Hal 252
14
langsung misalnya: buku, alat tulis dan sebagainya. Alat peraga
adalah alat bantu pendidikan berupa perbuatan dan benda-benda
yang bisa mengkonkretkan materi pembelajaran, materi
pembelajaran yang awalnya abstrak dapat dikonkretkan dengan
adanya alatperaga sehingga siswa lebih mudah untuk memahami
materi pelajaran. Media pengajaran adalah sarana pendidikan yang
berfungsi sebagai perantara dalam proses pembelajaran sehingga
dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai
tujuan
b. Definisi Prasarana Pendidikan
Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak
langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya:
lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dan
sebagainya.14
Prasarana pendidikan disekolah bisa diklasifikasikan menjadi
dua macam. Pertama, pasarana pendidikan yang secara langsung
digunkan untuk proses belajar mengajar, ruang perpustakaan, ruang
praktik keterampilan, dan ruang laboratorium. Kedua, prasarana
sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar
mengajar, tapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses
belajar mengajar. Beberapa contoh tentang prasarana sekolah jenis
terakhir tersebut di antaranya adalah ruang kantor, kantin sekolah,
14
Daryanto, Administrasi Pendidikan, Cet. VIII; Jakarta: Rineka Cipta, 2014, hal 51
15
tanah dan jalan menuju sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan
sekolah, ruang guru, ruang Kepala Sekolah, dan tempat parkir
kendaraan.
Prasarana pendidikan dapat dbedakan menjadi dua macam
yaitu :
1. Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses
belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang
praktik keterampilan dan ruang laboratorium
2. Prasarana pendidikan yang keberadaanya tidak dgunakan untuk
proses beajar mengajar, tapi secara langsung sangat menunjang
terjadinta proses belajar mengajar, seperti ruag kantor, kantin,
masjd/mushila tanah, jalan menuju lembaga, kamar kecil ruang ynit
kesehatan, tuang uru, ruang kepala sekolah dan tempat parkir
kendaraan. 15
Pada dasarnya manajemen sarana prasarana pendidikan memiliki
beberapa prinsip dan tujuan yag harus diketahui yaitu sebagai berikut:
1) Tujuan sarana dan prasarana
2) Menciptakan sekolah atau madrasahyang bersih, rapi, indah sehingga
menyenangkan bagi warga sekolah atau madrasah
15
Barnawi & M. Arifin, Manajemen Sarana dan Prasarana, Jogjakarta: Ar Ruzz Media
2012), h. 5
16
3) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik secara kuantitas
maupun kualitatif dan relevan dengan kepentingan pendidikan. 16
Bafadal menjelaskan secara rinci tentang tujuan manajemen sarana
dan prasarana pendidikan sebagai berikut:
1) Mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui
sistem perencanaan dan pengadaan secara hati-hati dan seksama,
sehingga sekolah atau madrasah memiliki sarana dan prasarana yang
baik sesuai dengan kebutuhan dana yang efisien.
2) Mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secara tepat
dan efisien.
3) Mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan secara
teliti dan tepat, sehingga keberadaan sarana dan prasarana tersebut
akan selalu dalam keadaan siap pakai ketika akan digunakan atau
diperlukan.
Jadi tujun dari manajemen sarana dan prasarana pendidkan
yaitu agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dan profesional
yang berkaitan dengan sarana dan prasaranaterhadap proses pendidikan
dalam mencapai tujuan pendidikan telah ditetapkan.
16
Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012, h. 50
17
c. Prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan
1. Prinsip pencapaian tujan, yatu sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai apabila akan
didayaunakan oleh personil sekolah dalam rangka pencapaian
tujuan pembelajara di sekolah
2. Prinsip efisiensi yaitu pengadaan sarana dan prasarana di sekolah
harus dilakukan melalui perencanaan yang seksama, sehingga
dapat diadakan sarana pendidikan yang baik dengan harga yang
murah. Demikian uga pemakaianya harus dengan hati-hati
sehingga mengurangi pemborosan.
3. Prinsip administratif yaitu manajemen sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah harus selalu memperhatikan UU, peraturan
intruksi, dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh pihak yang
berwenang
4. Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu manajemen sarana dan
prasarana pendidikan di sekolah harus didelegasikan kepada
personel sekolah yang mampu bertanggung jawab, apabila
melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya, maka
perlu adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk
tiap personel sekolah.
18
5. Prinsip kekohesifan, yaituu menajemen sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah harus di realisasikan dalam bentuk proses
kerja sekolah yang sangat kompak. 17
B. Penelitian Relevan
Penelitian yang relevan merupakan penelitian yang memiliki kesamaan
dengan penelitian ini adalah peneliti sebagai berikut:
1. Skripsi Sulistiani Sari, NPM 11114018200046, Manajmen Pendidikan
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UI Syarif Hidayatullah Jakarta
Tahun 2019 dengan judul skripsi” Strategi rekrutmen tenaga pendidik da
kependidikan di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi
rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan di SMA Muhammadiyah
25 Pamulang sudah baik. Strategi rekrutmen yaitu: Perencanaan
rekrutmen diselenggarakan di Perguruan, pengumuman di berbagai
sumber media. Seleksi administrasi, Pemanggilan kandidat untuk
mengikuti seleksi, Seleksi meliputi: Tes tertulis pengetahuan ISMUBA,
tes tertulis pengetahuan kompetensi profesi sesuai jabatan, praktek
mengajar bagi guru dan praktek bekerja bagi karyawan, praktek
membaca al-qur’an, Pengumuman kelulusan. Evaluasi kegiatan
rekrutmen dilakukan oleh kepala sekolah dalam satu semester sekali,
dan selanjutnya di laporkan ke pihak perguruan. Namun, Perguruan
Muhammadiyah Setiabudi Pamulang perlu mempunyai struktur
17
brahim Bafadal, Manajemen Perlengkapan Sekolah: Teori dan Aplikasinya, Jakarta:
Bumi Aksara, 2008 hal 57
19
organisasi khusus untuk kegiatan rekrutmen serta deskripsi penugasan
yang jelas untuk tim rekrutmen.
2. Skripsi Rizki Angga Saputra, NPM 1411030196 Universitas Islam
Randen Intan Lampung tahun 2018, dengan judil skripsi peran kepala
sekolah dalam implementasi manajemen mutu peserta didik di SMK
Darusl Maghfiro sinar rejeko jati agung lampung selatan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi manajemen mutu
dengan melaksanakan tugasnya dengan tepat yaitu menyususn
perencanaan, mengorganisasikan kegiatan, mengarahkan kegiatan,
melaksanakan pengawasan, serta melaksanakan pengelolaan
manajemen dan mengatur hbungan sekolah dengan masyarakat dan
instansi lain.