0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan25 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang media pembelajaran, termasuk pengertian, jenis, prinsip penggunaan, fungsi, dan kriteria pemilihan media. Media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu yang meningkatkan pemahaman siswa dan mempengaruhi proses belajar mengajar. Pemilihan media yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif.

Diunggah oleh

jalurcepat22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan25 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang media pembelajaran, termasuk pengertian, jenis, prinsip penggunaan, fungsi, dan kriteria pemilihan media. Media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu yang meningkatkan pemahaman siswa dan mempengaruhi proses belajar mengajar. Pemilihan media yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif.

Diunggah oleh

jalurcepat22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

10

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Dalam Bahasa Arab kata media adalah perantara (wasaaila) atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.1 Dalam pengertian
ini guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau elektronis untuk
menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual.
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah,
perantara atau pengantar.2 Jadi yang dimaksud dengan media pembelajaran
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan
guna penambahan informasi dan kemampuan baru dari pengajar ke peseta
didik yang bertujuan untuk membantu proses belajar.”Komunikasi tidak
akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media”.3
Media juga merupaka sumber belajar yang turut memperkaya wawasan
siswa, sebagai bahan konkrit berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari
oleh siswa baik secara individual maupun kelompok. Kehadiran media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar menjadi sangat penting karena
berperan sebagai penjelasan dari keterangan guru terhadapa suatu bahan
atau materi yang disampaikan.
Firman Allah dalam Al Qur’an surat Al ‘Alaq ayat 3-5.

*‫َخ َلَق اإلْنَس اَن ِمْن َعَلٍق *اْقَر ْأ ِباْس ِم َر ِّبَك اَّلِذي َخ َلَق‬
*‫َعَّلَم اإلْنَس اَن َما َلْم َيْعَلْم *اَّلِذي َعَّلَم ِباْلَقَلِم *اْقَر ْأ‬
‫َوَر ُّبَك األْكَر ُم‬
1
azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: [Link] Grafindo Persada, 2011), Cet.15 hlm.3.
2
Ibid.
3
S,B,Widyandani, Media Pembelajaran dan Alat Permainan, Artikel pada_[Link]
[Link].2010.

10
11

Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. yang mengajar (manusia)


dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya” (Q.S. Al ‘Alaq : 3-5).4

Dari beberapa ayat diatas, maka dapat kita lihat bahwa Allah
menjelaskan dalam proses pembelajaran atau proses pentransferan
pengetahuan kepada manusia dari yang semula tidak tahu menjadi tahu, itu
menggunakan perantara berupa pena. Menurut tafsir, pena disini yang
dimaksud adalah baca dan tulis. Secara tidak langsung, Allah
mengisyaratkan bahwa Allah itu akan memberikan pengetahuan kepada
manusia, akan tetapi itu tidak langsung begitu saja, tidak mungkin Allah
tiba-tiba mentransferkan pengetahuan langsung ke otak kita. Akan tetapi,
Allah akan memberikan pengetahuan kepada kita melalui perantara.
Jadi kesimpulannya, Allah juga sudah mengisyaratkan bahwa
penggunaan media itu memang penting dalam proses pentransferan
pengetahuan. Sehingga penggunaan media pengajaran dalam proses belajar
mengajar sangat dianjurkan untuk mempertinggi pemahaman dan pola pikir
siswa yang pada akhirnya dapat mempengaruhi akhlak dan perilaku siswa
dalam khidupan sehari-hari.

2. Macam –macam media Pembelajaran


Cukup banyak jenis media yang telah dikenal dewasa ini, dari yang
sederhana sampai yang bertekhnologi tinggi, dari yang mudah dan sudah
ada secara natural sampai kepada media yang dirancang sendiri oleh guru.
Ada beberapa bentuk dan macam media belajar
a) Berdasarkan jenisnya, media dibagi kedalam media auditif, yang hanya
mengandalkan kamampuan suara saja seperti radio, Cassete recorder
dan piringan hitam. Media Visual, media yang hanya mengandalkan
indera penglihatan seperti gambar, foto. Media Audiovisual, media

4
Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), Hlm. 378
12

yang mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua


jenis media yang pertama dan kedua.
b) Berdasarkan daya liputnya, media di bagi menjadi dua. Pertama, media
dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak
terbatas oleh tempat dan ruang. Kedua, media dengan daya liput
terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaannya
membutuhkan ruang dan tempat yang khusus.
c) Berdasarkan bahan pembuatannya, media dibagi menjadi dua. Media
sederhana yaitu media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dengan
harga murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.
Kedua, media kompleks yaitu media dengan bahan yang sulit di dapat,
alat tidak mudah dibuat dan harga relatif mahal.5

Sedangkan Prof. Dr. Azhar Arsyad hanya mengklasifikasikan media


pengajaran hanya berdasarkan perkembangan tekhnologi, yakni:

a) Media tekhnologi cetak


b) Media hasil tekhnologi audio-visual
c) Media hasil tekhnologi yang berdasarkan komputer
d) Media hasil gabungan tekhnologi cetak dan komputer.6

Benda-benda alamiah yang dapat dihadirkan dengan mudah ke sekolah


atau dapat ditunjuk langsung merupakan media pandang yang cukup efektif
untuk digunakan, misalnya alat-alat sekolah, alat olahraga, dan benda-benda
disekitar sekolah, seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Jika benda alamiah tidak mungkin dihadirkan, maka dapat diganti


dengan tiruannya yang sekarang ini cukup mudah didapatkan, misalnya
buah-buahan dari plastik, mobil-mobilan, dan perkakas rumah
[Link] tiruan benda alamiah itupun tidak ada, maka dapat diganti

5
Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung:[Link]
Aditama, 2010), Cet.4 hlm. 67.
6
azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: [Link] Grafindo Persada, 2011), Cet.15, hlm.
29.
13

dengan gambar, baik gambar sederhana maupun gambar hasil peralatan


modern.

Setiap media yang ada mempunyai keampuhan dan kelebihan masing-


masing yang berbeda satu sama lainnya, membutuhkan keterampilan dari
guru untuk memilihnya sesuai dengan kebutuhan dari materi yang diajarkan.

3. Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran


Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada
setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan
diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami
materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang
dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan, seabab sering media
dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. contohnya,oleh
karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka
guru mempersiapkan OHP, dan oleh sebab OHP digunakan karena
kepentingan guru, maka materi tidak di desain dengan menggunakan
prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin
disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai koran.
Kejadian lain yang sering terjadi adalah ketika guru menggunakan
media film atau melakukan karyawisata. Oleh karena media digunakan tidak
diarahkan untuk mempermudah belajar, maka baik film maupun
karyawisata sering hanya dijadikan sebagai media hiburan saja.
Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan
siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya :
a. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Media tidak digunakan sebagai alat
hiburan, atau tidak semata-mata dimanfaatkan untuk mempermudah
guru menyampaikan materi, akan tetapi benar-benar untuk membantu
siswa belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
b. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.
Contohnya untuk membelajarkan siswa memahami pertumbuhan
14

jumlah penduduk di Indonesia, maka guru perlu mempersiapkan


semacam grafik yamg mencerminkan pertumbuhan itu.
c. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi
siswa. Siswa yang mempunyai kemampuan mendengar yang kurang
baik, akan sulit memahami pelajaran manakala digunakan media yang
bersifat auditif. Demikian juga sebaliknya, siswa yang memiliki
kamampuan penglihatan yang kurang, akan sulit menangkap bahan
pembelajaran yang disajikan melalui media visual. Setiap siswa
memiliki kemampuan dan gaya yang berbeda. Guru perlu
memperhatikan setiap kemampuan dan gaya tersebut.
d. Media yang akan digunakan harus memperhatikan efektivitas dan
efisien. Media yang memerlukan peralatan yang mahal belum tentu
efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Demikian juga media yang
sangat sederhana belum tentu tidak memiliki nilai. Setiap media yang
dirancang guru perlu memerhatikan efektivitas penggunaannya.
e. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam
mengoprasikannya. Sering media yang kompleks terutama media-media
yang mutakhir seperti media komputer, LCD, dan media elektronik
lainnya memerlukan kemampuan khusus dalam mengoperasikannya.
Media secanggih apa pun tidak akan bisa menolong tanpa kemampuan
teknis mengoperasikannya. Oleh karena itulah sebaiknya guru
mempelajari dahulu bagaimana mengoperasikan dan memanfaatkan
media yang akan digunakan. Hal ini perlu ditekankan, sebab sering
guru melakukan kesalahan-kesalahan dalam menggunakan media
pembelajaran yang pada akhirnya penggunaan media bukan menambah
kemudahan siswa belajar, malah sebaliknya mempersulit siswa belajar,7

Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga


dituntut untuk dapat mengembangkan ketrampilan membuat media

7
Wina sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2011) hlm. 163.
15

pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum


tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang
cukup tentang media pembelajaran, meliputi :

- Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses


belajar mengajar.
- Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
- Seluk beluk proses belajar.
- Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan.
- Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran.
- Pemilihan dan penggunaan media pendidikan.
- Berbagai jenis dan teknik media pendidikan.
- Media pendidikan dalam setiap pelajaran.
- Usaha inovasi dalam media pendidikan.8

4. Fungsi Media Pembelajaran


Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting
adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling
berkaitan. Pemilihan salah satu metode menajar tertentu akan
mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai. Meskipun demikian,
dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah
sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan
lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi
dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa,
media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman,
menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran
data, dan memadatkan informasi.

8
Azhar arsyad, [Link]., hlm.2.
16

Fungsi penggunaan media dalam proses pembelajaran menurut pupuh


Fathurrohman dan Sobry Sutikno diantaranya :
a. Menarik perhatian siswa
b. Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses
pembelajaran.
c. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalitas (dalam
bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
d. Mengatasi keterbatasan ruang.
e. Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif.
f. Waktu pemebelajaran bisa dikondisikan.
g. Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.
h. Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu/
menimbulkan gairah belajar.
i. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam.
j. Meningkatkan kadar keaktifan/ keterlibatan siswa dalam kegiatan
pembelajaran.9

Hadirnya sarana belajar/ media pembelajaran terntu akan sangat


membantu siswa di dalam memahami konsep pelajaran tertentu yang
terkadang tidak atau kurang mampu dijelaskan oleh guru dengan bahasa.
Disamping itu dapat mengkonkritkan suatu mata pelajaran yang abstrak dan
daya ingat siswa cukup tinggi terhadap pelajaran, karena siswa langsung
mengalami lewat praktek, bukan hanya sebagai pendengar. Dengan sarana
belajar juga dapat membantu siswa yang lemah daya tangkapnya sehingga
merupakan salah satu solusi guru dalam mencapai ketuntasan belajar.

5. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran


Karena beraneka ragamnya media, maka ada beberapa kriteria yang
patut diperhatikan dalam memilih media, yaitu :
 Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

9
Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno,[Link].
17

Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah


ditetapkan, yang secara umum mengacu pada salah satu atau gabungan
dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
 Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep,
prinsip atau generalisasi.
 Praktis, luwes dan bertahan
Jika tidak tersedia waktu, dana atau sumber daya lainnya untuk
memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan
waktu lama untuk memproduksikannya bukanlah jaminan sebagai
media yang terbaik. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih
media yang ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat sendiri oleh guru.
 Guru terampil menggunakannya
Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apa pun media itu, guru
harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan
manfaat media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
 Pengelompokan sasaran.
Media yang efektif untuk kelompok besar, belum tentu sama
efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada
media yang tepat untuk jenis kelompok besar, sedang , kelompok kecil
dan perorangan.
 Mutu teknis
Pengembangan visual baik gambar maupun photograf harus
memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harus
jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan
tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.10

B. Media Audio Visual

Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi dari audio dan
visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Media Audio Visal adalah
media yang mengandung unsur suara dan juga memilii unsur gambar yang
10
Azhar Arsyad, [Link].,hlm. 75
18

dapat di lihat, seperti rekaman video, film dan sebagainya.11


Media pembelajaran audiovisual adalah alat bantu yang terdiri dari
media visual yang disinkronkan dengan media audio sehingga
memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara pengirim pesan ke
penerima pesan, yaitu guru dan peserta didik yang dapat ditangkap oleh
indera pandang dan dengar. Media audiovisual merupakan perpaduan yang
saling mendukung gambar dan suara, yang mampu menggugah perasaan
dan pemikiran penonton.
Audiovisual akan menyajikan penyajian bahan ajar kepada siswa
semakin lengkap dan optimal. Selain itu, media ini dalam batas-batas
tertentu dapat juga menggantikan tugas guru. Sebabnya penyajian meteri bisa
diganti oleh media, dan guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu
memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar.
Penekanan utama dalam pengajaran audiovisual adalah pada nilai belajar
yang diperoleh melalui pengalaman yang kongkret tidak hanya didasarkan
atas kata-kata belaka. Materi audiovisual hanya dapat berarti bila
dipergunakan sebagai bagian dari proses pengajaran.
Peralatan audiovisual tidak harus digolongkan sebagai pengalaman
belajar yang diperoleh dari penginderaan pandang dan dengar, tetapi
sebagai alat teknologi yang bisa memperkaya serta memberikan pengalaman
konkret kepada siswa.
Adapun kelebihan dalam menggunakan audiovisual ini ialah:
1) Menarik, bahwa pembelajaran yang diserap melalui penglihatan
(mediavisual), sekaligus dengan pendengaran (media audio), dapat
mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang
disampaikan. Salah satu keuntungan penggunaan media audiovisual
adalah tampilannya dapat dibuat semenarik mungkin, agar anak tertarik
untuk mempelajarinya. Misalnya dengan beberapa animasi kartun yang
dikemas dalam cerita yang menarik.
2) Bisa menampilkan gambar, grafik, diagram ataupun cerita
11
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), Hlm. 245
19

3) Variatif, karena jenisnya beragam guru dapat menggunakan beragam


film, tiga dimensi atau empat dimensi, dokumenter dan yang lainnya. Hal
ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif dan tidak membosankan bagi
para siswa.
Adapun media pembelajaran audiovisual mempunyai manfaat sebagai
berikut:
1) Mempermudah orang menyampaikan dan menerima pembelajaran atau
informasi serta dapat menghindarkan salah pengertian
2) Mendorong keinginan untuk mengetahui lebih banyak
3) Mengekalkan pengertian yang didapat.

C. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,
diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak akan
dihasilkan selama seseorang tidak melakukan sesuatu.12
Gagne menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima
aspek, yaitu kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal,
sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam suharsimi Arikunto, hasil
belajar dibedakan menjadi tiga, kognitif, afektif dan psikomotorik.13
Prestasi belajar dibidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran
terhadap siswa yang meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik setelah
mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan
instrumen tes atau instrumen yang relevan. Jadi, prestasi belajar adalah hasil
pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk
simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai
oleh setiap anak pada periode tertentu.14
Setelah menelusuri uraian di atas, dapat dipahami mengenai makna kata
prestasi dan belajar. Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari

12
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), Hlm.137
13
Ibid., Hlm. 138
14
Ibid.,
20

suatu aktifitas. Adapun belajar pada dasarnya adalah suatu proses yang
mengakibatkan perubahan dalam diri individu, yaitu perubahan tingkah
laku. Dengan demikian, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa
kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai
hasil dari aktifitas dalam belajar.15
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi
belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam
menerima, menolak, dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam
proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat
keberhasilan sesuati dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan
dlam bentuk nilai rapor setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar
mengajar.
Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil
dari evaluasi dapat memperlihatkan tinggi rendahnya prestasi belajar siswa.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

a. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa. Faktor ini antara
lain sebagai berikut :
1) Kecerdasan (Inteligensi)
Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk
menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. 16Kemampuan
ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya inteligensi yang normal
selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan
sebaya. Adakalanya perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-
kemajuan yang berbeda antara anak satu dengan anak lainnya
sehingga anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan
lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu,

15
Ibid.,
16
Ibid., Hlm. 139.
21

jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak


diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.
2) Faktor Jasminiyah atau Faktor Fisiologis
Kondisi jasmaniyah atau fisiologis pada umumnya sangat
berpengaruh terhadap kemampuan belaja seseorang. Uzer dan Lilis
mengatakan bahwa faktor jasmaniyah yaitu pancaindra yang tidak
berfungsi sebagaimana mestinya, seperti mengalami sakit, cacat
tubuh atau perkembangan yang tidak sempurna, berfungsinya
kelenjar yang membawa kelainan tingkah laku.17
3) Sikap
Sikap yaitu suatu kecenderungan untuk mereaksi terhadap suatu
hal, orang atau benda dengan suka, tidak suka atau acuh tak acuh.
Sikap seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan,
kebiasaan, dan keyakinan.18
Dalam diri siswa harus ada sikap yang positif (menerima) kepada
sesama siswa atau kepada gurunya. Sikap positif ini akan
menggerakkannya untuk belajar. Adapun siswa yang sikapnya
negatif (menolak) kepada sesama siswa atau gurunya tidak akan
mempunyai kemauan untuk belajar.
4) Minat
Minat menurut para ahli psikologi adalah suatu kecenderungan
untuk selalu memerhatikan dan mengingat sesuatu secara terus
menerus. Minat ini erat kaitannya dengan perasaan, terutama
perasaan senang. Dapat dikatakan minat itu terjadi karena perasaan
senang pada sesuatu.19
Minat memiliki pengaruh yang besar terhadap pembelajaran.
Pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan
disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Untuk
menambah minat sworang siswa di dalam menerima pelajaran di
17
Ibid.,
18
Ibid.,
19
Ibid.,
22

sekolah, siswa diharapkan dapat mengembangkan minat untuk


melakukannya sendiri.
Minat belajar yang dimiliki siswa merupakan salah satu faktor
yang dapat memengaruhi hasil belajarnya. Apabila seseorang
mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu, akan terus berusaha
untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai.
5) Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk
mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Setiap orang
memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi samapi
tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.20
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian
tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang
dimilikinya. Bakat memengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar
bidang studi tertentu. Dalam proses belajar, terutama belajar
keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai
suatu hasil akan prestasi yang baik.
6) Motivasi
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang
untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya
dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar kesuksesan
belajarnya.21
Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal
tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk
melakukan belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar
adalah bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan.
Demikian pula, dalam kegiatan belajar mengajar seorang anak didik
akan berhasil jika mempunyai motivasi untuk belajar.
b. Faktor Eksternal

20
Ibid., Hlm. 141.
21
Ibid., Hlm. 142.
23

Faktor eksternal terdiri dari dua macam, yaitu lingkungan sosial dan
lingkungan non social. Yang termasuk dalam lingkungan sosial adalah
guru, kepala sekolah, staf administrasi, teman-teman sekelas,rumah
tempat tinggal siswa, akat-alat belajar dan lain-lain. Adapun yang
termasuk dalam lingkungan nonsosial adalah gedung sekolah, tempat
tinggal dan waktu belajar.22
Menurut Slameto, faktor ekstern yang dapat memengaruhi belajar
adalah keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.23
1) Keadaan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat
tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Sebagaimana yang
dijelaskan slameto bahwa keluarga adalah lembega pendidikan
pertama dan utama. Adanya rasa aman dalam keluarga sangat
penting dalan keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu
membuat seseorang terdorong untuk belajar secara aktif karena rasa
aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang
menambah motivasi untuk belajar.
Oleh karena itu,orang tua hendaknya menyadari bahwa
pendidikan dimulai dari keluarga. Adapun sekolah merupakan
pendidikan lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembaga-
lembaga formal memerlukan kerja sama yang baik antara orang tua
dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar
anak. Jalan kerja sama yang perlu ditingkatkan , ketika orang tua
harus menaruh perhatian yang serius tentang cara belajar anak di
rumah. Perhatian orang tua dapat memberikan motivasi sehingga
anak dapat belajar dengan tekun. Hal ini karena anak memerlukan
waktu, tempat dan keadaan yang baik untuk belajar.
2) Keadaan Sekolah

22
Ibid., Hlm. 143.
23
Ibid.,
24

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang


sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Oleh
karena itu, lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong siswa
untuk belajar lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian
pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran, dan
kurikulum. Hubungan guru dengan siswa yang kurang baik akan
memengaruhi hasil belajarnya.24
3) Lingkungan Masyarakat
Disamping orang tua, lingkungan juga merupakan salah satu
faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam proses
pelaksanaan pendidikan. Lingkungan alam sekitar sangat
berpengaruh terhadap perkembangan pribadi anak sebab dalam
kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan
lingkungan tempat ia berada.
Dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak
karena dalam pergaulan sehari-hari, seorang anak akan selalu
menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya.
Oleh karena itu, apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu
lingkungan temannya yang rajin belajar, kemungkinan besar hal
tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya sehingga ia akan
turut belajar sebagaimana temannya.

3. Batas Minimal Prestasi Belajar


Menetapkan batas minimal keberhasilan belajar siswa berkaitan dengan
upaya peningkatan hasil belajar. Ada beberapa alternatif norma pengukuran
tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar,
yaitu :25
- Norma skala angka dari 0-10
- Norma skala angka dari 0-100

24
Ibid., Hlm. 144.
25
Ibid., Hlm. 146.
25

Angka terendah menyatakan kelulusan atau keberhasilan belajar skala


0-10 adalah 5,5, sedangkan untuk skala 0-100 adalah 55 atau 60. Jika
seorang siswa dapat menyelesaikan lebih dari separuh tugas, ia dianggap
telah memenuhi target minimal keberhasilan belajar.

D. Mata Pelajaran Fiqih


Mata pelajaran fiqih adalah salah satu bagian dari Pendidikan Agama
Islam yang mempelajari tentang fikih ibadah, terutama menyangkut
pengenalan dan pemahaman tentang cara-cara pelaksanaan rukun islam mulai
dari ketentuan dan tata cara pelaksanaan taharah, shalat, puasa, zakat, sampai
dengan pelaksanaan ibadah haji, serta ketentuan tentang makanan dan
minuman, khitan, kurban, dan cara pelaksanaan jual beli dan pinjam
meminjam.

Pelajaran Fiqih merupakan mata pelajaran yang diajarkan di Madrasah,


baik Ibtidaiyah, Tsanawiyah Maupun Aliyah, dan pelajaran tersebut
merupakan pelajaran mengenai hukum (syari’at) Islam, oleh sebab itu
dibutuhkan media dan sarana lain untuk memudahkan dalam proses
pembelajaran.

Mata pelajaran Fiqih yang merupakan bagian dari pelajaran agama di


madrasah yang mempunyai ciri khas dibandingkan dengan pelajaran yang
lainnya, karena pada pelajaran tersebut memikul tanggung jawab untuk dapat
memberi motivasi dan kompensasi sebagai manusia yang mampu memahami,
melaksanakan dan mengamalkan hukum Islam yang berkaitan dengan ibadah
mahdhoh dan muamalah serta dapat mempraktekannya dengan benar dalam
kehidupan sehari-hari.

1. Pengertian Fiqih
26

Fiqih secara etimologi adalah Faham. 26 Menurut Kamus Besar


Bahasa Indonesia, Fiqih adalah Ilmu tentang hukum Islam.27 Sedangkan
menurut syara’ adalah mengetahui hukum-hukum syara’ dari dalil-
dalilnya secara terperinci dengan jalan Ijtihad bukan dengan jalan
kepastian.28
Dikalangan masyarakat Islam masih sangat kuat tertanam anggapan
bahwa hukum Islam identik dengan fiqih. Padahal fiqih adalah semata-
mata hasil pemikiran manusia mengenai hukum. Memang benar fiqih
bersumber pada Al Qur’an dn As-Sunnah, tetapi ia adalah semata-mata
hasil pemikiran manusia, walaupun diakui buah pemikiran para perintis
hukum fiqih sangat cemerlang dan sampai pada waktu ini masih tetap
mempunyai pengaruh besar, namun fiqih tidak dapat terlrpas dari
pengaruh situasi dan kondisi.
Sementara hukum Islam adalah hukum-hukum yang diwahyukan
Allah kepada Nabi Muhammad yang diwajibkan kepada umat Islam
untuk mematuhinya dengan sebaik-baiknya, baik dalam hubungannya
dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

2. Dasar-Dasar Pembelajaran Fiqih


Dasar pelaksanaan suatu pendidikan merupakan bagian yang sangat
penting karena dapat menjamin berhasil tidaknya pendidikan yang
dilaksanakan, Landasan dasar Fiqih utamanya terdiri dari tiga macam:29
a. Al Qur’an
Al Qur’an ialah firman Allah yang dibawa oleh ruhul amin
(Jibril) ke dalam hati Rasul-Nya, Muhammad SAW dengan lafadz
yang berbahasa Arab dan maknanya merupakan bukti kuat atas
kerasulan Nabi SAW, dan menjadi pedoman hidup, yang dengan
hidayah Nya manusia memperoleh petunjuk, membacanya adalah

26
Saeful Hadi, Ushul Fiqih, (Yogyakarta: Sabda Media, 2011), Cet.2, Hlm.15.
27
Departemen Pendidikan Nasional,Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,
2007), Cet.3, Hlm.316.
28
Saeful Hadi, [Link].
29
Abdullah Nashih ‘Ulwan, Syari’at Islam (Jakarta:Usamah Press, 1992), Cet.1, Hlm. 90.
27

ibadah, terhimpun pada lembaran-lembaran mushaf, diawali dengan


surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas, sampai kepada
kita dengan proses pemindahan lisan dan tulisan dari generasi ke
generasi berikutnya, bersih dari usaha-usaha penyelewengan dan
perubahan.30 Seperti firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al-Hijr : 9

‫َلَح اِف ُظوَن َلُه َو ِإَّنا‬


‫الِّذْكَر َنَّز ْلَنا َنْح ُن ِإَّنا‬
Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.31

b. As-Sunnah/ Al Hadits
As-sunnah adalah sumber hukum Islam (pedoman hidup orang
muslimin yang kedua setelah Al-Qur’an). Bagi mereka yang telah
beriman kepada Al-Qur’an sebagai sumber hukum, maka harus
percaya bahwa As-Sunnah sebagai sumber hukum Islam juga.
Apabila As-Sunnah tidak berfungsi sebagai sumber hukum, maka
kaum muslimin akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam hal cara
sholat, kadar dan ketentuan zakat, cara hajji dan lain sebagainya.
Sebab ayat-ayat Al-Qur’an dalam hal tersebut hanya berbicara secara
global dan umum, dan yang menjelaskan secara terperinci justru
Sunnah Rasulullah.
Pengertian Sunnah secara terminologi adalah semua ucapan,
perbuatan dan/atau pengakuan yang bersumber dari Rasul SAW.32
c. Ijma’ (Concensus)
Ijma’adalah kesepakatan seluruh mujtahid dari kaum muslimin
pada suatu waktu, setelah wafatnya Rasul SAW , atas suatu hukum
syara’ untuk suatu peristiwa/ kasus tertentu.33
d. Qiyas (Analogi)

30
Ibid,.
31
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahnya, (Jakarta:
32
Abdullah Nashih ‘Ulwan , [Link]..,hlm.96.
33
Ibid., hlm 101
28

Qiyas adalah mempersamakan suatu kasus atau peristiwa yang


tidak ada ketentuan hukumnya dalam nash dengan kasus atau
peristiwa lain yang telah ada ketentuan hukumnya dalam nash,
karena terdapatnya persamaan illat (alasan) hukum pada kedua kasus
tersebut.34

3. Fungsi dan Tujuan Fiqih


Adapun tujuan ilmu Fiqih adalah menetapkan hukum-hukum syara’
praktis atas semua perbuatan dan perkataan manusia. Dengan demikian,
maka fiqih merupakan rujukan seorang hakim dalam memutuskan suatu
hukum. Fiqih juga sebagai rujukan seorang mufti (pemberi Fatwa) dalam
menetapkan fatwanya.35
Mata pelajaran Fiqih di Madarasah berfungsi untuk:
(a) Penanaman nilai-nilai dan kesadaran beribadah peserta didik kepada Allah
Swt. sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
(b) Penanaman kebiasaan melaksanakan hukum Islam di kalangan peserta
didik dengan ikhlas dan perilaku yang sesuai dengan peraturan yang
berlaku di Madrasah dan masyarakat.
(c) Pembentukan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab sosial di madrasah dan
masyarakat.
(d) Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. serta akhlak
mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih
dahulu dalam lingkungan keluarga.
(e) Pembangunan mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial
melalui Fiqih Islam.
(f) Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam
keyakinan dan pelaksanaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
(g) Pembekalan bagi peserta didik untuk mendalami Fiqih/hukum Islam pada
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.36
34
Abdullah Nashih ‘Ulwan , [Link]..,Hlm.105
35
Abdullah Nashih ‘Ulwan , [Link]..,hlm.84
36
Asrofudin, “Tujuan Dan Fungsi Mata Pelajaran Fiqih”, http//[Link]/2010/05,
diakses tgl.30/5/2013
29

4. Metode Pembelajaran Fiqih


Seorang guru dituntut mempunyai kemampuan menguasai bahan
pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, dan memiliki metode
mengajar efektif. Hal ini menjadikan pelajaran yang disampaikan dapat
menarik minat siswa sehingga murid dengan senang hati mengikuti
proses belajar mengajar yang diberikan oleh guru.
Metode pembelajaran disini dimaksudkan sebagai cara seorang
pendidik atau guru mengajarkan sesuatu, atau penyampaian pelajaran
Pendidikan Agama Islam aspek Fiqih agar efektif dan mengena kepada
anak didik.

5. Proses Pembelajaran Fiqih


Pengembangan metode pembelajaran pada bidang fiqih harus
memerhatikan tiga aspek, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Pembelajaran dengan memperhatikan tiga aspek itu akan berdampak
positif terhadap perkembangan kepribadian siswa. Di mana siswa dapat
memahami secara keilmuan tentang produk fiqih, lebih-lebih jika siswa
dapat mendalami proses timbulnya produk fiqih tersebut, hal ini dari
sudut pandang kognitif, siswa mengamalkan produk fiqih atau aplikasi
apa yang telah dipelajari dalam keseharian hidup siswa, hal ini bila
dipandang dari aspek psikomotorik. Siswa memiliki sikap atau perasaan
tidak sreg apabila ia belum melaksanakan atau aplikasi fiqih dalam
kehidupannya, sebagai misal siswa merasa tidak nyaman apabila belum
melaksanakan shalat dhuhur, karena ia masih dalam perjalanan pulang ke
rumah dari sekolah, hal ini apabila ditinjau dari pandangan efektif.37

6. Materi Mata Pelajaran Fiqih

37
Abdul Hasan, “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Aspek Fiqih di Sekolah”, dalam
Sukisno (Eds), Jurnal Ilmiyah Pedagogy, (Blora:STAI Muhammadiyah Blora, 2012) hlm.39.
30

Materi pelajaran Fiqih untuk kelas X Madrasah Aliyah As-Syakur


Mojowetan Banjarejo diantaranya ialah:

- Bersuci
- Shalat & Sujud Sahwi

- Azan iqomah

- Zikir dan doa

- Sholat sunnah

- Puasa

- Zakat

- Haji dan Umroh

- Makanan dan minuan yan haram dan halal

- Muamalah

Mata pelajaran Fiqih ini meliputi: Fiqih Ibadah, Fiqih Muamalah, Fiqih
Munakahat, Fiqih Jinayah, Fiqih Siyasah, dan Ushul Fiqih. Hal ini
menggambarkan bahwa ruang lingkup Fiqih mencakup perwujudan keserasian,
keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah Swt., dengan
diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya, maupun lingkungannya (hablun
minallah wa hablun minannas).38

E. Efektifitas Media Audio Visual untuk Meningkatkan Prestasi Siswa


Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau
peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas
adalah melakukan pekerjaan yang benar.
Bahwa dalam menggunakan media pembelajaran dianjurkan untuk
merencanakan secara sistematik agar pembelajaran berjalan efektif dan
penggunaan media pembelajaranpun berjalan secara efektif pula. Pembelajaran

38
Laily Nur Arifa, “Metode Pembelajaran Yang Efektif Untuk Mata Pelajaran Fiqih di MTs”,
[Link] diakses tgl 30/5/2013.
31

efektif dengan menggunakan media perlu direncanakan dengan baik agar :


1) menumbuhkan minat peserta didik,
2) menyampaikan materi baru,
3) melibatkan peserta didik secara aktif,
4) mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didik,
5) menetapkan tindak lanjut.
Hubungan dengan media pembelajaran selanjutnya Arief S Sadiman et-al
menjelaskan kegunaan-kegunaan media pendidikan dalam proses belajar
mengajar, pertimbangan-pertimbangan dalam memilih media pembelajaran,
criteria pemilihan serta model atau prosedur pemilihan media pembelajaran.
a. Kegunaan media audiovisual
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai
berikut:39
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam
bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
a. Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan realita, gambar, film
bingkai, film, atau model;
b. Objek yang kecil-dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film,
atau gambar;
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan
timelapse atau high-speed photography;
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi
lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal;
e. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan
dengan model, diagram, dan lain-lain, dan
f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-
lain) dapat di visualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan

39
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), Hlm. 186
32

lain-lain.
3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi
sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:40
a. Menimbulkan kegairahan belajar;
b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan
lingkungan dan kenyataan;
c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan
dan minatnya.
Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan
dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan
ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan
bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar
belakan lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi
dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
a. Memberikan perangsang yang sama;
b. Mempersamakan pengalaman;
c. Menimbulkan persepsi yang sama.
Bahan-bahan audio-visual dapat memberikan banyak manfaat asalkan
guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. Hubungan guru-siswa tetap
merupakan elemen paling penting dalam system pendidikan modern saat ini.
Menurut Azhar Arsyad (2009: 124) adapun manfaat media pembelajaran
dalam proses belajar siswa, yaitu:41
1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar;
2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh siswa dan memungkingkannya menguasai dan mencapai
tujuan pembelajaran;
3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi

40
Ibid, Hal. 189
41
azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: [Link] Grafindo Persada, 2011), Cet.15, hlm.
29.
33

verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan
dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap
jam pelajaran;
4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain lain.

b. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran


Karena beraneka ragamnya media, maka ada beberapa kriteria yang patut
diperhatikan dalam memilih media, yaitu :
 Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan,
yang secara umum mengacu pada salah satu atau gabungan dari dua atau
tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
 Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip
atau generalisasi.
 Praktis, luwes dan bertahan
Jika tidak tersedia waktu, dana atau sumber daya lainnya untuk
memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan
waktu lama untuk memproduksikannya bukanlah jaminan sebagai media
yang terbaik. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih media yang
ada, mudah diperoleh atau mudah dibuat sendiri oleh guru.
 Guru terampil menggunakannya
Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apa pun media itu, guru
harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan
manfaat media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
 Pengelompokan sasaran.
Media yang efektif untuk kelompok besar, belum tentu sama
efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada
media yang tepat untuk jenis kelompok besar, sedang , kelompok kecil
34

dan perorangan.
 Mutu teknis
Pengembangan visual baik gambar maupun photograf harus
memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harus
jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan
tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.42

42
Ibid.,hlm. 75

Anda mungkin juga menyukai