0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan15 halaman

IPAS - Modul Deep Learning

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas VI SD dengan fokus pada pemahaman sistem organ tubuh manusia, ekosistem, dan keterampilan sains lainnya. Peserta didik akan dilatih untuk mengamati, mempertanyakan, merencanakan penyelidikan, serta menganalisis data melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang interaktif. Tujuan akhir adalah agar siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kolaboratif.

Diunggah oleh

mrizkipermana34
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan15 halaman

IPAS - Modul Deep Learning

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas VI SD dengan fokus pada pemahaman sistem organ tubuh manusia, ekosistem, dan keterampilan sains lainnya. Peserta didik akan dilatih untuk mengamati, mempertanyakan, merencanakan penyelidikan, serta menganalisis data melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang interaktif. Tujuan akhir adalah agar siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kolaboratif.

Diunggah oleh

mrizkipermana34
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

A. INFORMASI UMUM MODUL


Nama Penyusun : M Rizki Permana
Instansi/Sekolah : SDN Tejamari 2
Jenjang / Kelas : SD / VI
Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran (1 jam pelajaran = 35 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase C
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem organ tubuh
manusia; ekosistem; siklus air; bunyi dan cahaya; energi; tata surya; letak dan kondisi
geografis; perjuangan para pahlawan; keragaman budaya; dan kegiatan ekonomi yang
berfungsi sebagai dasar untuk melakukan suatu tindakan; untuk digunakan dalam mengambil
suatu keputusan atau menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-
hari berdasarkan pemahamannya terhadap materi yang telah dipelajari. Konsep-konsep
tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan
inkuiri sains mereka.
Fase B Berdasarkan Elemen
Pemahaman IPAS (sains Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang
dan sosial) dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan
antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap
ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga
ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam
kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta
pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada
di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; system
tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak
dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta
konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di
lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya
nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan
berdasarkan pemahamannya terhadap nilai nilai kearifan lokal
yang berlaku di wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat
dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
Keterampilan proses
1. Mengamati
Peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara
sederhana, mencatat hasil pengamatannya, serta mencari
persamaan dan perbedaannya
2. Mempertanyakan dan memprediksi
Dengan panduan, peserta didik mengidentifikasi pertanyaan
yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksinya.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Secara mandiri, peserta didik merencanakan dan melakukan
langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang
diajukan. Peserta didik melakukan observasi menggunakan alat
bantu pengukuran sederhana.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi
Memproses serta Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik
mengolah data dalam bentuk tabel dan grafik serta menjelaskan
hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data. Peserta
didik membandingkan data dengan prediksi dan memberikan
alasan berdasarkan bukti.
5. Mengevaluasi dan refleksi
Melakukan refleksi dan memberikan saran perbaikan terhadap
penyelidikan yang sudah dilakukan.
6. Mengomunikasikan hasil
Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh
yang ditunjang dengan argumen dalam berbagai media.
Tujuan Pembelajaran 1. Mengidentifikasi organ tubuh yang berkaitan dengan sistem
gerak.
2. Menjelaskan cara tubuh kita bisa bergerak.
3. Mengenal sistem saraf yang mengendalikan tubuh kita.
4. Menjelaskan cara menjaga kesehatan sistem gerak dalam
perilaku sehari-hari.
Profil Pancasila • Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak
Mulia
• Berkebhinekaan Global
• Mandiri
• Bernalar
• Kritis
• Kreatif
8 Profil Lulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan
keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual
dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati
aturan dna norma social dalam kehidupan
bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab
social, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah
nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan
lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan
reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta
memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel,
dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk
menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif
dengan orang lain secara gotong roying untuk mencapai
tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung
jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses
dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi
hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat
bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat,
dan mampu menjaga keseimbangan Kesehatan mental
dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan
batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi
untrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik
lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.

Kata kunci • sistem saraf • otot • rahang


• sendi • tulang • sumsum tulang
• replika belakang
Keterampilan yang 1. Melakukan observasi.
Dilatih 2. Menyimak.
3. Mengidentifikasi hasil observasi.
4. Menuangkan pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan.
5. Menalar informasi yang didapatkan.
6. Menuangkan informasi/pemikiran/gagasan dalam bentuk
gambar.
7. Berkomunikasi (menceritakan kembali pengalaman,
mendengar cerita teman sebaya).
8. Bekerja sama dalam tim.

Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :


Peserta didik Reguler 30 Peserta didik (dimodifikasi dalam
pembagian jumlah anggota kelompok ketika
jumlah siswa sedikti atau lebih banyak)
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan • Presentasi
pembelajaran • Produk
• Asesmen individu • Tertulis
• Asesmen kelompok • Unjuk Kerja
• Tertulis
Strategi Pembelajaran : Model Pembelajaran
1. Narasi awal tentang tema pembelajaran Tatap muka
2. Memandu proses mengingat kembali PJBL
hal-hal yang diketahui peserta didik DEEP LEARNING
tentang tema (bisa melalui
diskusi/tanya jawab)
3. Memandu proses penentuan tujuan
belajar bersamasama
Ketersediaan Materi : Kegiatan Pembelajaran Utama /
Pengaturan peserta didik :
• Pengayaan untuk peserta didik • Individu
berpencapaian tinggi: • Berkelompok (Lebih dari dua orang)
YA/TIDAK
• Alternatif penjelasan, metode, atau
aktivitas untuk peserta didik yang sulit
memahami konsep:
YA/TIDAK
Sarana dan Media Pembelajaran
Persiapan lokasi:
Area kelas atau halaman sekolah untuk aktivitas bergerak

Perlengkapan yang dibutuhkan peserta didik:


1. Gambar kerangka (Lampiran 6.1) untuk masing-masing peserta didik;
2. kertas karton bekas;
3. alat tulis (spidol atau pensil);
4. gunting;
5. sedotan plastik bekas yang sudah dicuci bersih;
6. benang tebal;
7. selotip.
Perlengkapan yang dibutuhkan guru (opsional):
mainan berbentuk manusia.
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
• Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas VI SD

2. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan
sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.

Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa

Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran :


Pengenalan Topik Bab 1
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mengingat kembali hal-hal yang sudah diketahui berkaitan dengan tema
pembelajaran.
2. Peserta didik mengetahui apa yang ingin dan akan dipelajari di bab ini.
3. Peserta didik membuat rencana belajar.
Pertanyaan Esensial:
Apa yang membuat tubuh kita dapat bergerak ?
A. Kegiatan Pendahuluan (Mindful & KSE)

1. Guru menciptakan suasana kelas yang nyaman secara fisik dan psikis:
o Menyapa dengan hangat dan ramah.
o Melakukan peregangan ringan agar peserta didik siap belajar secara utuh
(body, mind, emotion).
2. Guru memberikan apersepsi yang membangkitkan semangat belajar melalui cerita,
gambar, atau pertanyaan yang relevan dengan materi sistem gerak.
3. KSE: Kesadaran Diri dan Sosial
o Peserta didik diberi kesempatan untuk memimpin doa sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing.
o Melatih kepercayaan diri dan rasa saling menghargai perbedaan.
4. Guru mengaitkan aktivitas awal dengan topik pelajaran, membantu peserta didik
memahami makna dari setiap aktivitas yang dilakukan (Meaningful Learning).
5. Peserta didik bersama guru menyusun tujuan dan langkah kegiatan pembelajaran
secara dialogis untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses belajar.

B. Kegiatan Apersepsi dan Inti (Joyful, Meaningful & KSE)

1. Joyful Learning
Kegiatan diawali dengan permainan “Menirukan Gerakan Hewan” untuk
menciptakan suasana menyenangkan dan melibatkan fisik:
o Peserta didik memilih hewan dan menirukan gerakannya.
o Dibuat sebagai kegiatan lomba ringan yang menyenangkan, meningkatkan
motivasi dan partisipasi.
2. Tanya Jawab Bermakna (Meaningful Learning)
Guru melanjutkan dengan pertanyaan pemantik berdasarkan gerakan yang ditiru,
seperti:
o Bagaimana hewan berpindah tempat?
o Alat gerak yang digunakan?
o Apakah manusia bisa menirukan gerakan tersebut? Mengapa?
Diskusi ini membantu peserta didik mengaitkan pengalaman konkret (bermain)
dengan konsep ilmiah (alat gerak).

3. KSE: Berpikir Kritis dan Kolaboratif


o Diskusi dilakukan dalam kelompok kecil atau berpasangan.
o Peserta didik diajak mendengarkan pendapat temannya dan menanggapi
secara sopan, membangun empati dan kolaborasi.
4. Refleksi Tujuan
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan mengajak peserta didik menambahkan
apa yang ingin mereka ketahui tentang sistem gerak manusia.
Ini mengembangkan ownership dan rasa ingin tahu yang menjadi ciri khas
pembelajaran bermakna (meaningful).

C. Kegiatan Penutup (Reflektif & Bermakna)

1. Meaningful Learning
Peserta didik membuat resume kreatif berupa:
o Gambar sistem gerak manusia dan hewan.
o Diagram sederhana.
o Cerita pendek atau komik mini tentang hewan bergerak.
2. Refleksi & Penguatan KSE
o Peserta didik mengajukan pertanyaan atau menyampaikan apa yang mereka
pelajari hari ini.
o Guru memberikan penguatan dan menyampaikan apresiasi terhadap usaha
peserta didik.
3. Penugasan Berkelanjutan
o Guru memberikan tugas membaca untuk pertemuan selanjutnya agar peserta
didik siap secara mandiri dan sadar akan proses belajar mereka.
4. Penutup Spiritual & Sosial
o Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh peserta didik lain,
menumbuhkan kesadaran spiritual dan toleransi.

Topik A: Rangka, Sendi, dan Otot: Aktor Dibalik Bentuk Tubuh Kita
Tujuan Pembelajaran Topik A
1. Peserta didik mengenal rangka, sendi, dan otot dan fungsinya.
2. Peserta didik mengetahui bahwa ada beberapa jenis tulang yang menyusun rangka
tubuh kita, jenis sendi dan jenis otot.
3. Peserta didik mendemonstrasikan bagaimana rangka, sendi dan otot menjalankan
fungsinya.
Pertanyaan Esensial
1. Apa itu rangka, sendi, otot, dan saraf?
2. Untuk apa tubuh kita memiliki rangka, sendi, otot, dan saraf?
3. Bagaimana rangka, sendi, otot, dan saraf membantu kita bergerak?
Pendahuluan
• Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti
pembelajaran dengan baik.
• Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat
mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar
peserta didik.
• Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama
dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.
• Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut
dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.
• Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan
pembelajaran.
Kegiatan Inti
Pada kegiatan ini, peserta didik akan diberikan kesempatan untuk membuat suatu alat peraga
yang dapat digunakan untuk mendemonstrasikan bagaimana tangan dan jari kita bergerak.
1. Mulailah aktivitas dengan mengarahkan peserta didik untuk memerhatikan gambar
pembuka bab. Tanyakan kepada peserta didik apakah mereka memiliki pengalaman
serupa seperti pada gambar? Lalu, kira-kira bagaimana Ian dapat bergerak dalam
kondisi tersebut?
2. Ajak peserta didik untuk mempelajari narasi pengantar Topik A. Lakukan diskusi
yang berkaitan dengan teks.
3. Lanjutkan dengan mengajak peserta didik membuka telapak tangannya,
menggerakkan jarinya, kemudian mengamati bagaimana jari bergerak.
4. Arahkan peserta didik membuat replika tangan sesuai dengan panduan di Buku Siswa.
5. Setelah peserta didik menyelesaikan pembuatan replika tangan, mintalah mereka
untuk:
a. mengamati apa yang terjadi saat benang yang terhubung satu per satu dengan ibu
jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking ditarik;
Saat benang ditarik maka alat peraga akan bergerak seperti jemari yang sedang
melengkung.
b. mengamati apa yang terjadi saat seluruh benang ditarik secara bersamaan.
Saat seluruh benang ditarik secara bersamaan maka alat peraga akan
mendemonstrasikan bagaimana seluruh jari-jari tangan melengkung.
6. Instruksikan peserta didik untuk menjawab pertanyaan di Buku Siswa untuk lebih
memahami bagaimana tangan bekerja. Kemudian, lakukan kegiatan diskusi
setelahnya.
a. Apa fungsi sedotan dalam percobaan ini?
Menguatkan kertas, agar kertas dapat mengikuti tarikan benang.
b. Menurut kalian apa yang akan terjadi jika kita tidak menggunakan sedotan dalam
percobaan ini?
Jika tidak menggunakan sedotan maka seluruh bagian kertas akan menekuk dan
boleh jadi terlipat.
c. Apa fungsi dari tali dalam percobaan ini?
Tali berfungsi untuk menarik replika jari.
d. Apakah replika tangan dapat bergerak jika kita tidak menggunakan tali?
Tanpa tali, replika tangan tidak dapat bergerak seperti yang diinginkan.
e. Bagaimana perasaan kalian saat membuat replika tangan dan menggerakkannya?
Bervariasi.
7. Arahkan peserta didik untuk mengaitkan kegiatan ini dengan tangan mereka sendiri.
Karton menggambarkan tulang dan benang menggambarkan otot.
Bantu peserta didik menyadari bahwa otot menempel pada tulang.
8. Arahkan peserta didik untuk melihat bagaimana otot pada model ketika ditarik dan
dikendorkan. Bantu peserta didik memahami bahwa otot bisa memendek, memanjang,
dan kembali ke bentuk semula. Otot merupakan komponen yang membantu kita
bergerak.
9. Gunakan teks Belajar Lebih Lanjut mengenai otot sebagai alat bantu penguatan
konsep.

Persiapan sebelum Kegiatan


• Siapkan salinan Lampiran 6.1 untuk sejumlah peserta didik serta bahanbahan untuk
membuat alat peraga.
• Informasikan kepada peserta didik terkait alat/bahan yang perlu disiapkan beberapa
hari sebelumnya.
Pada kegiatan ini, peserta didik akan mencoba membuat replika tulang-tulang
pada tubuh manusia yang dihubungkan oleh sendi-sendi.
1. Bagikan lembar kerja pada Lampiran 6.1 kepada setiap peserta didik.
2. Arahkan peserta didik untuk membuat alat peraga kerangka manusia dengan mengikuti
panduan yang terdapat pada Buku Siswa.
3. Setelah alat peraga berhasil dibuat, pandu diskusi dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan berikut.
a. Apa jadinya jika setiap bagian disambungkan menggunakan lem, bukan benang?
Jika bagian antartulang direkatkan menggunakan lem maka setiap bagian tulang
tidak akan dapat bergerak dengan bebas.
b. Manakah di antara bagian tulang yang menyebabkan tubuh dapat bergerak dengan
lebih leluasa?
Bagian penghubung antartulang membuat setiap tulang dapat digerakkan dengan
lebih leluasa.
c. Apa fungsi benang yang menghubungkan antaralat peraga tulang ini?
Benang berfungsi sebagai penghubung antartulang. Pada tubuh, tulang yang satu
dengan tulang lainnya dihubung oleh bagian bernama sendi.

4. Selanjutnya, berikan penjelasan mengenai apa itu sendi dan fungsi sendi dalam sistem
gerak manusia. Lakukan demonstrasi bersama peserta didik untuk membuat konsep
sendi lebih konkret.
5. Gunakan teks mengenai sendi pada Belajar Lebih Lanjut untuk alat bantu penguatan
konsep.

Setelah peserta didik mengenal tulang dan sendi, guru akan mengajak peserta didik untuk
melakukan kegiatan Lakukan Bersama. Dalam kegiatan ini, peserta didik akan mengikuti
gerakan teman yang terpilih dan mendemonstrasikan bagian sendi-sendi tertentu.
1. Ajak peserta didik untuk menuju area terbuka di lingkungan sekolah. Pastikan area
tersebut bisa menampung seluruh peserta didik jika mereka membentuk sebuah
lingkaran.
2. Arahkan peserta didik untuk membuat lingkaran.
3. Minta peserta didik untuk menentukan satu orang di antara mereka yang akan menjadi
“aku”.
4. Minta peserta didik yang menjadi “aku” berdiri di tengah-tengah lingkaran.
5. Pandu peserta didik saat bermain Nama Berkata sesuai dengan Buku Siswa.
6. Selanjutnya, lakukan penguatan konsep mengenai bagaimana tulang, sendi, dan otot pada
tubuh bergerak sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan.
7. Akhiri kegiatan dengan mengajak peserta menyimpulkan mekanisme gerak dan
mengaitkannya dengan tulang, otot, dan sendi. Berikan keleluasaan cara mereka
menceritakan pemahamannya.

1. Bagaimana menurut kalian jika anggota gerak kita tidak mempunyai sendi? Tubuh akan
kaku, kita tidak dapat beraktivitas seperti saat ini.
Untuk membantu menumbuhkan pemahaman,guru dapat menunjukkan mainan
berbentukmanusia seperti gambar di samping sambilmendemonstrasikan bagaimana
mainantersebut berjalan.
2. Apakah ada batasan dari gerakan yang bisa dilakukan tubuh kalian? Mengapa?
Tubuh kita memiliki batasan gerakan karena memiliki sendi yang berbeda- beda. Guru
dapat mengajak peserta didik untuk mencari sendiri jawabannya dengan
mendemonstrasikan gerak secara sendiri. Misalnya, dengan mengajak peserta didik untuk
membuka rahang, menggerakkan siku, lutut, dsb. Namun, ingatkan peserta didik untuk
menjaga keamanan dan tidak berlebihan saat melakukannya.
3. Apa yang akan terjadi apabila kita tidak memiliki tulang?
Kita tidak akan memiliki bentuk tubuh yang kokoh dan tidak dapat melakukan berbagai
aktivitas seperti saat ini.
Penutup
• Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
• Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
• Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.
• Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta
didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

Rubrik Penilaian :
Rubrik Penilaian Media Presentasi
Perlu
Sangat Baik
Penilaian Baik (13-18) Cukup (7-12) Perbaikan (0-
(19-25)
6)
Aktivitas yang Memenuhi Hanya Hanya Sama sekali
dipilih: seluruh kriteria memenuhi 2 memenuhi 1 tidak
4. Kegiatan aktivitas yang kriteria. kriteria. memenuhi
sehari-hari diharapkan. kriteria.
5. Menggunakan
sendi-sendi
tertentu.
6. Menggunakan
tangan dan
atau kaki
(19-25) (13-18) (7-12) (0-6)
Pemahaman Menyebutkan Hanya Hanya Tidak dapat
konsep dan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
menjelaskan otot, sendi, dan secara parsial dan
dengan baik tulang yang otot, sendi, dan menjelaskan
bagaimana terlibat dalam tulang yang bagaimana
otot, sendi, dan melakukan terlibat dalam otot, sendi, dan
tulang terlibat aktivitas melakukan tulang terlibat
dalam tersebut. aktivitas dalam
melakukan tersebut. melakukan
aktivitas aktivitas
tersebut. tersebut.
(19-25) (13-18) (7-12) (0-6)
Kelengkapan Media Media Media Media tidak
komponen mengandung mengandung 3 mengandung 1 mengandung
informasi: seluruh - 4 komponen - 2 komponen komponen
7. Judul proyek. komponen informasi yang informasi yang informasi yang
8. Deskripsi informasi yang disyaratkan. disyaratkan. disyaratkan.
aktivitas disyaratkan.
yang ditelaah.
9. Deskripsi
otot, sendi,
dan tulang
yang terlibat
dalam
melakukan
aktivitas
tersebut.
10. Deskripsi
bagaimana
otot, sendi,
dan tulang
berperan
dalam
melakukan
aktivitas
tersebut
11. Daftar
pustaka.
(19-25) (13-18) (7-12) (0-6)
Penyelesaian Aktif mencari Bisa mencari Bisa mencari Tidak bisa
masalah dan ide atau solusi, namun solusi, namun mencari solusi,
kemandirian. mencari solusi dengan arahan memerlukan walaupun
jika ada sesekali. bantuan setiap dengan
hambatan. menemukan bantuan.
kesulitan.

Nilai akhir = jumlah skor pada setiap aspek


*) Ini merupakan contoh rubrik yang disertai skor untuk penilaian kuantitatif. Guru bisa
menggunakan cara di atas untuk mengubah rubrik yang tersedia pada buku ini menjadi
penilaian kuantitatif. Rentang dan bobot penilaian dapat disesuaikan sesuai kebutuhan
peserta didik.

Refleksi Guru:
Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi diri dengan
menjawab pertanyaan berikut.
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?
2. Pelajaran apa yang saya dapatkan selama pembelajaran?
3. Apa yang ingin saya ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/hasil
pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki sekarang, apa yang akan saya lakukan jika
harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif ketika mengajar? Jelaskan alasannya!
6. Pada topik mana, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar paling menarik?
Jelaskan!
7. Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir
mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu?

Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi sesuai kebutuhan.


9. ……………...
10. ……………...

Refleksi Peserta Didik:


Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi diri dengan menjawab
pertanyaan berikut.
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?
2. Pelajaran apa yang saya dapatkan selama pembelajaran?
3. Apa yang ingin saya ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/hasil
pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki sekarang, apa yang akan saya lakukan jika
harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa?
6. Pada langkah keberapa peserta didik paling belajar banyak?
7. Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir
mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu?
(Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi sesuai kebutuhan).
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Remedial
 Pengayaan diberikan untuk menambah  Remedial dapat diberikan kepada
wawasan peserta didik mengenai peserta didik yang capaian
materi pembelajaran yang dapat pembelajarannya belum tuntas.
diberikan kepada peserta didik yang  Guru memberi semangat kepada
telah tuntas mencapai capaian peserta didik yang belum tuntas.
pembelajaran.  Guru akan memberikan tugas bagi
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak peserta didik yang belum tuntas dalam
ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan bentuk pembelajaran ulang, bimbingan
peserta didik. perorangan, belajar kelompok,
 Berdasarkan hasil analisis penilaian, pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta
peserta didik yang sudah mencapai didik yang belum mencapai ketuntasan
ketuntasan belajar diberi kegiatan belajar sesuai hasil analisis penilaian.
pembelajaran pengayaan untuk
perluasan atau pendalaman materi

C. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta didik :
Membuat Replika Tangan
Alat dan bahan:
1. 1 lembar kertas karton bekas;
2. alat tulis (spidol atau pensil);
3. 1 buah gunting;
4. 5 batang sedotan plastik bekas yang sudah dicuci bersih;
5. 1 roll benang tebal;
6. 1 buah selotip.

Langkah-Langkah:
1. Letakkan tangan di atas kertas karton. Lalu, telusuri tepian tangan menggunakan
pensil/spidol seperti gambar berikut.

2. Gunting gambar tangan yang telah dibuat. Lebihkan untuk lengan sepanjang 10 cm.

3. Gunting sedotan sepanjang ruas jari kalian sebanyak 14 buah.


4. Gunting sedotan sepanjang telapak tangan kalian sebanyak 5 buah.
5. Tempelkan sedotan ke setiap gambar jari tangan dengan selotip.
6. Masukkan benang ke dalam masing-masing sedotan seperti gambar berikut.

7. Ikat seluruh benang yang di ujung jari menjadi satu simpul.


8. Tarik benang yang terhubung dengan ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan
jari kelingking satu per satu. Kemudian, amati apa yang terjadi.
9. Tarik seluruh benang secara bersamaan dan amati apa yang terjadi.
10. Setelah melakukan percobaan sederhana ini, jawab pertanyaan berikut untuk lebih
memahami bagaimana tangan bekerja.
a. Apa fungsi sedotan dalam percobaan ini?
b. Menurut kalian apa yang akan terjadi jika kita tidak menggunakan sedotan dalam
percobaan ini?
c. Apa fungsi dari tali dalam percobaan ini?
d. Apakah replika tangan dapat bergerak jika kita tidak menggunakan tali?
e. Bagaimana perasaan kalian saat membuat replika tangan dan menggerakkannya?
11. Kaitkan apa yang kalian pelajari dengan mekanisme gerak pada tangan kalian.
Guru akan membimbing kegiatan diskusi ini.
Menyusun Replika Rangka
Alat dan bahan:
1. gambar kerangka (dipersiapkan guru);
2. karton bekas;
3. gunting;
4. benang;
5. lem kertas.

Langkah -Langkah:
1. Tempelkan gambar kerangka yang dibagikan guru kalian pada karton bekas.
2. Gunting setiap bagian tulang.
3. Beri lubang pada bagian yang ditandai lingkaran.
4. Satukan bagian-bagian tulang dengan benang, namun jangan terlalu kencang agar
tulang masih bisa digerakkan.
5. Setelah disatukan, gunakan kerangka tersebut untuk membantu kalian belajar
mengenali rangka tubuh.
6. Gerakkan setiap bagian tulang untuk mengetahui bagaimana rangka kita lebih leluasa
dalam bergerak dengan bantuan sendi.
Bahan Bacaan Peserta Didik :
- Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi tentang materi Bagaimana
Tubuh Kita Bergerak dari berbagai media atau website resmi di bawah naungan
Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi
- Buku Panduan Guru dan siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan sosial kelas VI SD:
Kemendikbudristek 2022

Glosarium
sistem saraf : sistem jaringan dalam tubuh yang mengatur kerja organ tubuh dan
menyalurkan rangsangan ke anggota tubuh tertentu.
sendi : tempat bertemunya dua tulang atau lebih agar tulang tersebut bisa bergerak.
otot : bagian pada tubuh manusia dan hewan yang berfungsi menggerakkan bagian tubuh
tertentu.
tulang : bagian tubuh yang sangat keras yang berfungsi melindungi organ-organ penting
dalam tubuh.
replika : tiruan.
rahang : kedua bagian tulang baik di atas dan bawah dalam rongga mulut.

Daftar Pustaka:
AA Prasetya. 2019. Benua dan Samudera. Sleman: Sentra Edukasi Media.
Abdullah, H. 2017. Asia dan Benua-Benua Lain di [Link]: Istana Media.
Anggari, St. Angi et al. 2018. Globalisasi Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta:
Kemdikbud
Antika, Onny Budi. [Link] dan Ira Purwaningsih, [Link]. 2020. Ilmu Pengetahuan Sosial
Modul Tema 12: Dunia dalam Genggamanku. Jakarta: Kemdikbud
Childcraft International. 1986. The How and Why Library: World and Space. Widyatmaka,
S. Jakarta: PT Tira Pustaka.
Gelman, Rochel, Kimberly Brenneman. 2004. Science Learning Pathways for Young
Children. Early Childhood Research Quarterly. 19: 150–158.
Hwa, Kwa Siew, [Link]. 2010. My Pals Are Here! Science Student’s Book. Level 5.
Malaysia: Marshall Cavendish Education.
Karitas, Diana. 2017. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013: Ekosistem. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Sejarah Indonesia untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI
Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Hebatnya Pahlawan Zaman Old: Ilmu
Pengetahuan Sosial
(IPS) Paket A Setara SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Persatuan dalam Perbedaan: Buku
Tematik Terpadu Kurikulum
2013 Tema 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kingfisher. 2012. The Grolier World Atlas. London: Macmillan Publishers.
Leng, Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Activity book Stage 5. Singapore: Marshall
Cavendish Education.
Leng, Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Pupil’s Book. Stage 5. Singapore: Marshall
Cavendish Education.
Loxley, Peter, Lyn Dawes, Linda Nicholls, dan Babd Dore. 2010. Teaching Primary
Science. Pearson Education
Limited
Marshall Cavendish Education. 2010. My Pals are Here! Science 4B Teacher’s Guide.
Singapore: Marshall
Cavendish Education.
Marshall Cavendish Education.2010. My Pals are Here! Science 6B Teacher’s Guide.
Singapore: Marshall
Cavendish Education.
Mutamakin, Mujahidum. 2018. Analisis Sistem Penanggalan Kalender Caka Bali dalam
Perspektif Astronomi.
Skripsi. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam
Negeri Walisongo.
Pearson Education Indonesia. 2004. New Longman Science 6. Hongkong: Longman Hong
Kong Education
Pekik Nursasongko, M. Rofi’i. 2014. Ensiklopedia Geografi Benua dan Negara. Klaten:
Cempaka Putih.
Surtiretna, Nina, dkk. 2013. Mengenal Sistem Saraf. Bandung: Bandung: Pustaka Jaya.
Tim BKG. 2017. Buku IPS terpadu kelas 6 SD Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Widiastuti, Yuni. 2015. [Tesis]. Program Pelatihan Pembelajaran Sains untuk
Meningkatkan Kemampuan Guru
dalam Mengajarkan Berpikir Kritis Siswa TK B. Depok: Fakultas Psikologi, Program
Studi Ilmu Psikologi,
Peminatan Terapan Psikologi, Psikologi Anak Usia Dini, Universitas Indonesia.
Widodo, Heri. 2010. Sistem Saraf Manusia. Semarang: CV. Ghyyas Putra.
Lampiran 6.1: Gambar Kerangka Manusia

Anda mungkin juga menyukai