3.3 Format RKS
3.3 Format RKS
REVITALISASI SEKOLAH
……………………
TAHUN 2026
KABUPATEN/KOTA ……….
PROVINSI………….
1
DAFTAR ISI
BAB I PERSYARATAN UMUM.........................................................................................................................................
PASAL 1 NAMA PEKERJAAN.....................................................................................................................................
PASAL 2 KETENTUAN UMUM....................................................................................................................................
PASAL 3 LINGKUP PEKERJAAN...............................................................................................................................
2
BAB I
PERSYARATAN UMUM
PASAL 1
NAMA PEKERJAAN
PASAL 2
KETENTUAN UMUM
PASAL 3
LINGKUP PEKERJAAN
3
BAB II
PEKERJAAN SIPIL
PASAL I
PELAKSANAAN PEKERJAAN
3. Semua perubahan gambar ataupun perubahan konstruksi harus diusulkan ke Dit. PSMP
terlebih dahulu sebelum pelaksanaan dan dibuat berita acara bersama.
PASAL 2
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Gudang
a. Gudang material harus baik, sehingga bahan-bahan yang disimpan dan akan
dipergunakan tidak rusak karena hujan, panas dan lain-lain,
b. Bahan untuk pembuatan gudang dipergunakan kayu meranti dan dinding tripleks
berkualitas baik.
c. Luas lantai gudang 24 m2.
d. Gudang disediakan sendiri oleh P2SP dengan biaya sesuai RAB.
e. Lokasi gudang ditentukan oleh P2SP dan dibantu oleh Tim Perencana dan
Pengawas pembangunan sekolah.
a. P2SP harus menyediakan los kerja ukuran 4 x 6 m = 24 M2 untuk para pekerja dan
biaya penyediaan los kerja ditanggung P2SP.
b. P2SP dibantu oleh Tim Perencana dan Pengawas membuat rencana penempatan
direksi keet, los kerja serta gudang material tersebut.
a. P2SP wajib menyediakan papan nama pekerjaan sesuai ketentuan dan Tim
Perencana dan Pengawas membantu menentukan penempatannya.
b. Ukuran papan nama. pekerjaan 80 x 120 cm bahan triplek.
c. Papan nama dipasang pada tempat yang jelas dan mudah dibaca.
Penyediaan listrik dan air kerja untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan menjadi
tanggungjawab P2SP.
6. P3K
P2SP diwajibkan menyediakan kotak P3K termasuk isinya menurut persyaratan dan
ketentuan yang berlaku. Kotak P3K dipasang pada tempat yang strategis dan mudah
dicari.
7. Photo pekerjaan
c. Photo pekerjaan tiap tahapan tersebut di atas dibuat 5 (lima) set dilampirkan pada
saat pengambilan angsuran sesuai dengan tahapan angsuran, yang masing-
masing adalah:
d. Pengambilan titik pandang dari setiap pemotretan harus tetap/sama sesuai dengan
petunjuk Tim Pengawas.
e. Photo setiap tahapan ditempelkan pada album dengan keterangan singkat, dan
penempatan dalam album ditentukan oleh Tim Pengawas.
f. Khusus untuk pemotretan pada kondisi keadaan kahar/memaksa force majeure
diambil 3 (tiga) kali.
PASAL 3
PEKERJAAN ACUAN/BEKISTING
1. Lingkup Pekerjaan
5
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. kerja, bahan, peralatan, pengangkutan dan
pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton sesuai dengan gambar-
gambar konstruksi, dengan memperhatikan ketentuan tambahan dari Tim Pengawas
dalam uraian dan syarat-syarat pelaksanaannya.
2. Persyaratan Bahan
Bahan acuan yang dipergunakan dapat dalam bentuk beton, baja, pasangan bata. yang
diplester atau kayu. Pemakaian bambu tidak diperbolehkan. Lain-lain jenis bahan yang
akan dipergunakan harus. mendapat persetujuan tertulis dari Tim Pengawas terlebih
dahulu. Acuan yang terbuat dari kayu harus menggunakan kayu jenis meranti atau
setaraf.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
6
pengawas dan minimum (3) hari sebelum pengecoran, Tim Pengawas harus
mengontrol persiapannya untuk pemberian ijin pengecoran.
4. Pembongkaran
c. Setiap rencana pekerjaan pembongkaran cetakan harus diperiksa dan disetujui oleh
Tim Pengawas.
d. Permukaan beton harus terlihat baik pada saat acuan dibuka, tidak bergelombang,
berlubang atau retak-retak dan tidak menunjukkan gejala keropos / tidak sempurna.
e. Acuan harus dibongkar secara cermat dan hati-hati, tidak dengan cara yang dapat
menimbulkan kerusakan pada beton dan material-material lain disekitarnya, dan
pemindahan acuan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan
kerusakkan, akibat benturan pada saat pemindahan.
f. Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang
keropos atau cacat lainnya, yang akan mempengaruhi kekuatan konstruksi tersebut,
maka P2SP segera meminta kepada Tim Pengawas mengenai cara perbaikan
pengisian atau. pembongkaran.
Pelaksana Lapangan tidak diperbolehkan menutup/mengisi bagian beton yang
keropos tanpa persetujuan Tim Pengawas. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat
pekerjaan tersebut dan biaya-biaya perbaikan, pembongkaran atau pengisian atau
penutupan bagian tersebut, menjadi tanggungJawab P2SP.
g. Seluruh bahan bekas acuan yang tidak terpakai harus di bersihkan dari lokasi proyek
dan dibuang pada tempat-tempat yang ditentukan oleh Pengawas sehingga tidak
mengganggu lahan kerja.
PASAL 4
PEKERJAAN TANAH/PASIR
1. Pekerjaan Pembersihan
a. Penggalian tanah harus mencapai kedalaman yang telah ditentukan untuk saluran
air hujan yang disyaratkan dalam gambar perencanaan.
b. Penggalian akan mencakup pemindahan tanah-tanah serta bahan-bahan lain yang
dijumpai dalam pengerjaan.
c. Dasar galian harus bersih dari kotoran sampah, akar-akar, tumbuh-tumbuhan atau
tanah humus yang dapat merusak pada bangunan diatasnya.
d. Galian saluran air sisinya. dibuat miring untuk menjaga terjadinya longsor, terutama
tanah yang lembek.
7
e. Bilamana terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar saluran air,
sehingga dicapai kedalaman, yang melebihi dari apa yang tertera dalam gambar,
maka kelebihan di atas harus ditimbun kembali dengan pasir yang dipadatkan.
Risiko biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggungjawab P2SP.
PASAL 5
PEKERJAAN BETON BERTULANG
Agregat halus dan kasar dapat dipergunakan agregat alami atau buatan asalkan
memenuhi persyaratan PBI 1971 (NI-2). Aggregate tidak boleh mengandung bahan
yang dapat merusak beton dan tulangan terhadap karat. Tim Perencana dan
Pengawas harus memeriksa dan memberikan persetujuan terlebih dahulu atas
bahan/material yang akan dipakai.
c. A i r
Air untuk campuran dan pemeliharaan beton harus dari air bersih dan tidak
mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, air tersebut harus memenuhi
persyaratan sesuai dengan Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
SNI 03-2834-1992.
Besi beton/tulangan yang dipergunakan harus dari besi beton dengan mutu U24,
dimana disyaratkan kekuatan tegangan tarik yang diijinkan tidak boleh kurang dari
1400 kg/cm2. Ukuran besi beton/tulangan harus disesuaikan dengan gambar kerja,
penggantian dengan diameter lainnya hanya diperkenankan atas persetujuan Tim
Pengawas.
e. Bekisting (acuan)
8
Bahan bekisting atau acuan dapat dipergunakan papan kayu kelas III yang kering
dengan tebal 3 cm, pemasangan acuan (bekisting) harus rapi dan kaku setelah beton
dibongkar membentuk bidang yang rata dan pada saat pengecoran diusahakan air
semen tidak keluar. Tiang-tiang penyangga (perancah) dari kayu dolken balok kayu
kelas III.
f. Macam Pembetonan.
1). Sloof beton 15/20, 20/25, Kolom utama 30/40 dan 25/25, Balok utama 25/60,
balok pembagi 25/35, Ring balok 15/20, kolom teras atas 20/25, kolom praktis
12/12, atau sesuai dengan ukuran yang tertera pada gambar.
2). Beton tumbuk dan rabat beton sekeliling bangunan dipergunakan dengan
campuran 1 pc:3 psr: 5 krikil, tebal 5 cm atau sesuai yang tertera pada gambar.
9
10
BAB III
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN PASANGAN
2. Persyaratan bahan
Batu bata
a. Batu bata yang akan digunakan harus baru, terbuat dari tanah yang baik sesuai
dengan persyaratan-persyaratan dalam SH-0285-84 dengan ukuran 24 x 10 x 4,5
cm, berkualitas baik dan telah diperiksa/disetujui oleh Tim Pengawas.
b. Batu bata harus berkekuatan tekan /compressive strength sebesar 30 kg/cm2, dan
bisa menahan gaya horizontal/shear strength sebesar 1,7 kg/cm2.
c. Batu bata harus matang, bila direndam air akan tetap utuh, tidak pecah atau hancur
d. Batu bata yang pecah/retak tidak dibenarkan digunakan untuk dipasang, kecuali
untuk melengkapi, misalnya sudut.
e. Sebelum dipasang batu bata. harus direndam air hingga jenuh air.
f. Ukuran-ukuran bata harus seragam dan dapat disesuaikan berdasarkan tebal
dinding akhir yang disyaratkan dalam gambar kerja.
Bata ringan:
a. Untuk pasangan dinding bata ringan menggunakan bata silika/bata aerasi pasir silika
dengan ukuran 60 cm x 20 cm x 10 cm eksterior dan untuk interior 60 cm x 20 cm x 7
cm
b. Batu bata harus berkekuatan tekan /compressive strength sebesar 30 kg/cm2, dan
bisa menahan gaya horizontal/shear strength sebesar 1,7 kg/cm2.
c. Batu bata harus siku, tidak pecah atau hancur
d. Batu bata yang pecah/retak tidak dibenarkan digunakan untuk dipasang, kecuali
untuk melengkapi, misalnya sudut.
e. Ukuran-ukuran bata harus seragam dan dapat disesuaikan berdasarkan tebal
dinding akhir yang disyaratkan dalam gambar kerja.
f. Memiliki data teknis tahan api 3 jam
Portland Cement
a. Mutu/kualitas harus sama dengan PC yang digunakan untuk konstruksi beton, tidak
keras, tidak mengandung butiran dan tidak adanya gejala-gejala membatu.
b. Pemakaian semen di dalam satu adukan tidak dibenarkan lebih dari satu merk.
c. Untuk bahan bangunan ramuan adukan menggunakan semen (berdasarkan kualitas
yang ditetapkan dalam SKSNI-1991).
d. Semen yang datang dl tempat pekerjaan/lapangan harus disimpan dalam gudang
yang lantainya kering dan minimum 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah
sekitarnya.
Cement Mortar
Pasir Pasang
Pasir yang digunakan harus bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik dari
bahan organis dan alkalis maupun lumpur, tanah karang, garam/basa dan sebagainya
sesuai dengan syarat-syarat dalam PBI 1971.
Jenis Adukan
a. Adukan untuk pasangan kedap air adalah 1 bagian semen pc dan 2 bagian pasir
pasang (trasram)
b. Adukan untuk pasangan dinding biasa (di atas trasram) adalah 1 bagian semen pc
dan 4 bagian pasir pasang.
4. Pelaksanaan
Pasangan batu bata yang dilaksanakan harus rata, tegak dan lajur penaikannya diukur
tepat dengan tiang lot, setiap pemasangan tidak boleh lebih tinggi dari 1,00 m sehari dan
baru boleh dilanjutkan setelah betul-betul mengeras. Sebelum dipasang batu bata harus
direndam dalam air/direndam terlebih dahuiu. Pada proses pemasangan dinding bata
agar sudah diperhitungkan adanya fasilitas conduit/sparing yang harus tertanam didalam
pasangan batu bata. Rangka penguat berupa, kolom praktis dan ringbalk dari beton
dipasang untuk setiap luas dinding maksimun 6 m2 dan sesuai persyaratan pabrik
pembuat batu bata atau yang disetujuil Tim Pengawas
5. Perlindungan
Sesuai jam kerja, seluruh lajur pasangan batu bata yang belum selesai, harus ditutup
(dilindungi) dengan kertas semen, atau dengan cara-cara lain menurut petunjuk Tim
Pengawas. Untuk dinding-dinding yang sudah kering (berumur 6 jam keatas) harus
disiram dengan air bersih setiap pagi, atau sesuai dengan persyaratan.
PASAL 2
PEKERJAAN PLESTERAN
1. Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan plesteran dan acian pada dinding bangunan (yang
terdiri dari pasangan batu bata dan Beton), yang dinyatakan dalam gambar.
2. Persyaratan bahan.
3. Daerah Plesteran
Daerah plesteran antara lain pada bata trasram 1 : 2 , Batu bata 1 : 4, kolom beton 1 : 3
diatas elevasi 0.00 dan pada daerah yang disesuaikan dengan gambar.
a. Tebal plesteran harus berkisar setebal I s/d 2 cm, tebal pasangan bata jadi max. 15
cm.
b. Sebelum pekerjaan plesteran dimulal terlebih dahulu permukaan pasangan batu
bata dan beton dibasahl atau disiram air terlebih dahulu.
Semua siar permukaan dinding batu bata hendaknya dikerok sedalam kira-kira 1 cm
agar plesteran dapat lebih merata.
5. Adukan Plesteran
a. Semua jenis bahan plesteran harus diaduk sesuai persyaratan jenis campuran.
Plesteran harus rata vertikal dan horizontal.
b. Ketebalan plesteran merupakan lapisan dengan permukaan kasar untuk mencapai
bidang rata dan lebih teliti setelah itu baru pengacian.
c. Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan, maka Pelaksana Lapangan diwajibkan
membuat contoh bidang plesteran.
d. Setelah diplester selanjutnya permukaan plesteran tersebut diaci (semen dan air)
hingga halus.
PASAL 3
PEKERJAAN RANGKA ATAP (BAJA RINGAN DAN KAYU)
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
pelaksanaan pekerjaan rangka atap baja ringan dan/atau rangka atap kayu sesuai
dengan gambar kerja dan RKS ini, termasuk pemasangan kuda-kuda, gording, reng,
bracing, pengikat, serta perlengkapan sambungan hingga siap menerima penutup atap.
2. Persyaratan Bahan
a. Rangka Atap Baja Ringan
● Baja ringan yang digunakan harus berbahan dasar Galvalume (lapisan
Aluminium-Zinc) atau setara, dengan mutu minimum G550.
● Harus dilakukan pengecatan anti karat sebagai pelindung;
● Sambungan kuda-kuda baja dapat menggunakan las atau baut
13
● Tegangan leleh minimum baja ringan adalah 550 MPa.
● Lapisan pelindung minimal AZ100 (100 gr/m²).
● Ketebalan baja ringan:
➔ Kuda-kuda minimal 0,75 mm (setelah coating)
➔ Reng minimal 0,45 mm (setelah coating)
● Dalam hal daerah/sekolah menggunakan baja ringan (truss), maka baja yang
digunakan harus berasal dan dilaksanakan oleh pabrikan yang telah memiliki
lisensi dan garansi yang jelas;
● Sekrup pengikat menggunakan self drilling screw berlapis anti karat.
● Tatacara perkuatan sambungan baja ringan untuk konstruksi kuda- kuda harus
mengikuti aturan yang ditentukan oleh distributor (engineer), sesuai hasil analisa
perhitungan struktur (pembebanan, dimensi bahan, bahan dan faktor-faktor
keamanan).
3. Persyaratan Pelaksanaan
a) Sebelum pelaksanaan, P2SP menyerahkan shop drawing dan perhitungan struktur
untuk mendapat persetujuan Tim Pengawas.
b) Pemasangan rangka atap harus memperhatikan:
● Kemiringan atap sesuai gambar kerja
● Kekuatan terhadap beban mati, beban hidup dan beban angin
c) Kuda-kuda dipasang dengan jarak sesuai hasil perhitungan struktur.
d) Semua sambungan harus kuat, presisi dan tidak menimbulkan deformasi.
e) Untuk baja ringan tidak diperkenankan pengelasan di lapangan kecuali atas
persetujuan pengawas.
f) Rangka atap harus rata, lurus dan tidak melendut.
g) Setelah pemasangan selesai dilakukan pemeriksaan kelurusan dan kekuatan
sebelum pemasangan penutup atap.
PASAL 4
PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
pelaksanaan pekerjaan penutup atap termasuk pemasangan nok, jurai, talang, lisplank,
flashing, sekrup pengikat, sealant, serta seluruh aksesoris pendukung lainnya sehingga
diperoleh hasil pekerjaan atap yang rapi, kuat dan kedap air sesuai gambar kerja dan
RKS ini.
2. Persyaratan Bahan
a. Atap Genteng Tanah Liat / Keramik
● Terbuat dari tanah liat pilihan yang dibakar pada suhu tinggi atau dari bahan
keramik pres.
14
● Memiliki permukaan rata, tidak retak, tidak melengkung dan tidak cacat produksi.
● Daya serap air maksimum sesuai standar SNI.
● Warna seragam dan tidak mudah pudar.
● Memiliki sistem pengunci (interlocking) untuk mencegah pergeseran.
● Genteng nok harus sejenis dan kompatibel dengan genteng utama.
3. Aksesoris Atap
● Nok, jurai dan lisplank harus sejenis atau kompatibel dengan bahan penutup atap.
● Talang menggunakan PVC kelas AW atau plat galvanis minimal 0,30 mm.
● Flashing menggunakan bahan galvanis atau aluminium minimal 0,30 mm.
● Sealant menggunakan silikon netral tahan cuaca (weatherproof sealant).
4. Persyaratan Pelaksanaan
a) Kemiringan atap harus sesuai rekomendasi pabrik dan gambar kerja.
b) Pemasangan dimulai dari bagian bawah ke atas dengan sistem overlap sesuai
ketentuan masing-masing jenis atap.
c) Untuk genteng tanah liat/keramik, pemasangan harus dikaitkan pada reng dan diikat
pada bagian tertentu untuk mencegah terangkat angin.
d) Setiap lembar/panel harus terpasang rapi, lurus dan tidak bergelombang.
e) Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik. Minimal tindisan
antara satu lembaran dengan lembaran lainnya 2,5 alur. Alur harus dipasang merata
(tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan rapi;
f) Tindisan bubungan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan
lainnya harus sesuai persyaratan teknis;
g) Pada pertemuan atap dan dinding wajib dipasang flashing serta sealant untuk
mencegah kebocoran.
h) Setelah selesai pemasangan wajib dilakukan pemeriksaan dan uji siram untuk
memastikan tidak terjadi [Link] terjadi kebocoran setelah
15
pemasangannya, maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang
baru.
i) Penutup atap yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan akibat pekerjaan
lain.
Jenis penutup atap yang digunakan adalah salah satu dari spesifikasi di atas sesuai
yang ditetapkan dalam gambar dan RAB, tidak diperkenankan penggantian tanpa
persetujuan tertulis Tim Pengawas.
PASAL 5
PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA ALUMINIUM
1. Semua pekerjaan kusen pintu dan kusen jendela aluminium harus dikerjakan menurut
instruksi pabrik/produsen dan standar-standar antara lain:
2. Aluminium yang akan digunakan adalah produksi dalam negeri setara dengan Alcan,
atau Alexindo.
4. Contoh
Kecuali ditentukan lain, maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak
kurang dari 30 x 30 cm. Dengan ketebalan seperti yang ditentukan untuk proyek
tersebut. Contoh (Mock up) harus dengan ukuran 1 : 1. Suplier/fabrikator yang ditunjuk
berkewajiban menyediakan mock up ini.
5. Persyaratan Bahan
● Aluminium : 3 x 1,75 “
16
● Nilai deformasi : diijinkan maksimal 2 mm
● Anoldizing
Ketebalan lapisan diseluruh permukaan aluminium adalah 22 mikron
● Hadware (perlengkapan) dan Asesoris
Lihat bab perlengkapan pintu
● Jaminan
Harus diberikan jaminan tertulis selama 5 (lima) tahun dari type campuran
(“alloy”) dan ketebalan “anolizing” oleh supplier/fabrikator.
6. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Pengerjaan
b. Toleransi Fabrikasi
1) Sudut/siku
Maksimal membuat penggesekan 3 mm terhadap titik tangkap dari sisi
horizontal / vertical sejauh 3 m
2) Gap/Celah
Sambungan : Maksimum 0,5 mm
3) Perbedaan tinggi untuk sisi vertikal dan horizontal maksimum 1,5 mm (plus
minus)
17
4) Sealant
Tidak terlihat pada bagian yang akan terlihat mata langsung.
c. Perlindungan
1) Semua alumunium harus dilindungi dengan “Lacquer Film” atau bahan yang lain
yang disetujui Tim Pengawas ketika dibawa kelapangan.
2) Pelindung tersebut harus dibuka pada bagian-bagian tertentu dimana
diperlukan, ketika alumunium akan dikerjakan dan ditutup kembali setelah
pekerjaan selesai.
3) Kusen harus dilindungi dengan plastic tape atau (Zine Chroritate primer permis
Transparent) ketika pengerjaan plester dilaksanakan. Bagian-bagian lain dapat
dilindungi dengan: “Lacquer Film” sampai pekerjaan selesai.
d. Weather Seal
Pemasangan kusen harus dilengkapi dengan weather seal jenis polyurethane
sealant dan backing strip dari busa didalam dan diluar sebagai lapisan pengisi
sebelum sealant dipasang
e. Bahan Finishing
Treatment untuk permukaan kusen pintu, jendela dan ventilasi diberi lapisan
finishing dengan cat khusus untuk aluminium sebanyak 2 kali.
7. Pekerjaan Pelaksanaan
8. Garansi (Jaminan)
Vendor/supplier kusen pintu dan jendela aluminium wajib memberikan garansi bahan
selama. 5 tahun. dan garansi pemasangan selama 10 tahun, terhitung sejak selesainya
masa perawatan
Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadinya cacat pewarnaan akibat
dari proses anodizing yang tidak sempurna dan lain-lain, sedang garansi pemasangan
sebagai perlindungan kemungkinan terjadinya kebocoran air akibat dari aplikasi yang
tidak sempurna.
18
PASAL 6
PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA KAYU
1. Lingkup Pekerjaan
a. Lingkup meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan utama, bahan pendukung, serta
alat - alat bantu yang diperlukan, sehingga pekerjaan kusen pintu dan jendela
kayu, bovenlicht, kisi-kisi selesai dilaksanakan dengan baik.
b. Pekerjaan kayu lain yang ditunjukkan dalam gambar, atau sesuai petunjuk Tim
Pengawas.
2. Persyaratan Bahan
a. Bahan kayu yang dipakai untuk kusen pintu dan jendela, termasuk lisplank
adalah dari kayu kelas I.
b. Ukuran kayu yang tertera dalam gambar merupakan ukuran terpasang.
Kayu harus betul-betul kering, tidak keropos, lurus, tidak cacat/berm
3. Persyaratan Pelaksanaan
a. Kusen pintu pintu dan jendela dibuat dengan kayu kelas I, dan disyaratkan agar
P2SP memesan langsung pada tempat khusus pembuat pintu atau pada
toko/fabrikator. Tidak dibenarkan membuat sendiri dilapangan pekerjaan.
b. Apabila menurut penilaian Tim Pengawas pemasangan tidak rapi, maka pekerjaan
haruskan diperbaiki.
c. Ventilasi jalusi dibuat dari papan klas I dengan ukuran 1 x 8 cm dan diketam halus
serta dipasang dengan rapi.
PASAL 7
PEKERJAAN PLAFOND
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan yang dilaksanakan untuk menutup langit-langit pada ruang yang di bangun
atau di renovasi termasuk tritisan keliling bangunan. Termasuk dalam lingkup pekerjaan
ini adalah semua pekerjaan rangka langit-langit dan lis pinggir langit-langit dengan tipe
shadoe line, menggunakan siku 1x1 cm di cat sewarna plafon.
2. Persyaratan Bahan
a. Rangka langit-langit induk dipakai kayu klas III ukuran 5/10 cm kualitas baik.
Rangka pembagi digunakan kayu kelas II kualitas baik ukuran 5/7 dan 4/6 cm.
b. Untuk langit-langit bagian dalam ruangan digunakan triplek dengan ketebalan 4
mm dengan mutu bahan seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola
pemasangan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar.
3. Persyaratan Pelaksanaan
a. Rangka langit-langit induk dipasang dengan urutan pertama, yang dipakukan pada
gapit kuda-kuda (balok tarik). Rangka ini kemudian dipakai penggantung dari
papan kualitas terbaik ke kaki kuda-kuda dan gording. Setelah rangka induk uk. 5/7
cm terpasang, dilanjutkan pemasangan rangka pembagi dari kayu kelas II ukuran
5/7 cm
b. Pemasangan rangka ini harus rapi dan waterpass. P2SP bertanggung jawab atas
kerapian pemasangan rangka ini. Jarak pemasangan antara unit-unit penutup
langit-langit harus presisi dan tidak kelihatan atau sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar. Hasil pemasangan penutup, langit-langit harus rata, tidak melendut.
19
c. Langit-langit dari bahan triplex dipasang pada rangka ini, dengan menggunakan
paku triplex. Hasil akhir harus waterpass. Apabila ada triplex yang cacat, pecah
harus diganti dengan triplek baru.
PASAL 8
PEKERJAAN KERAMIK
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan lantai dilaksanakan pada semua bagian lantai ruang dan bangunan,
termasuk KM/WC, selasar bagian depan dan keliling bangunan. Pekerjaan lantai
termasuk lantai shelter sepeda dan pos jaga bila ada. Pekerjaan dinding kamar
mandi/toilet, pantry dan bagian lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar
b. Bahan lain yang tidak terdapat dalam daftar diatas akan tetapi dibutuhkan untuk
penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus baru, kualitas terbaik
dari jenisnya dan harus disetujui oleh Tim pengawas.
c. Toleransi ukuran antara keping satu dan lainya tidak boleh lebih dari +/- 1 mm,
ujung-ujung keramik sempurna tidak terdapat.
d. Lantai kerja menggunakan rabat beton dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 kerikil.
e. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan :
PBI-1971/[Link].T.1991-03, (Ni-2) PUBB-1956 dan (NI-8) maupun peraturan-
peraturan ASTM, peraturan keramik Indonesia (NI-19) dan PUBI-1982.
f. Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan
contohnya, untuk mendapatkan persetujuan dari Tim Pengawas.
g. Bahan lain yang tidak terdapat pada daftar diatas akan tetapi dibutuhkan untuk
20
menyelesaikan/penggantian dalam pekerjaan ini harus baru, kualitas terbaik dari
sejenisnya dan harus disetujui oleh Tim pengawas.
3. Persyaratan Pelaksanaan
a. Pemeriksaan. Sebelum lantai dipasang, P2SP harus memeriksa semua pasangan
pipa-pipa, saluran-saluran dan lain sebagainya yang harus sudah terpasang
dengan baik sebelum pemasangan lantai dimulai.
b. Adukan untuk keramik semen dicampur air, sehingga didapat campuran yang
plastis.
c. Pemasangan
● Permukaan pasangan keramik/ubin harus datar dan waterpass. Pada lantai
KM/WC, permukaan lantainya dimiringkan 1 % kearah floor drain.
● Untuk pasangan yang langsung diatas tanah, tanah yang akan dijadikan dasar
lantai harus dipadatkan sehingga terdapat permukaan yang rata dan untuk
memperoleh daya dukung tanah yang maksimal, dengan menggunakan alat
timbris.
● Pasir urug dibawah lantai disyaratkan harus keras, bersih dan bebas alkali,
asam maupun bahan organik lainnya.
● Diatas pasir urug diberi adukan rabat beton setebal 5 cm dengan campuran
1pc: 3psr: 5krl.
● Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan harus berkualitas baik dan tidak
cacat. Beberapa bahan tertentu masih dalam kantong/kemasan aslinya yang
masih disegel dan berlabel pabrik.
● Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup kering tidak
lembab dan bersih, sesuai persyaratan yang telah ditentukan.
PASAL 9
PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITASI
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi semua penyediaan tenaga kerja, peralatan, dan bahan-bahan yang digunakan
dan berhubungan untuk pekerjaan sanitasi sesuai dengan gambar kerja dan RKS
Khusus untuk fitting-fitting, stop kran dan perlengkapan sanitasi fixture lainnya, P2SP
dibantu oleh Tim Pengawas mengupayakan contoh sesuai yang ditentukan dalam RKS.
21
Pekerjaan perlengkapan sanitasi tidak dapat terlepas, dari pekerjaan mekanikal
plumbing
2. Bahan-bahan
Sanitasi fixture harus meliputi tidak terbatas pada fitting-fitting, kran, stop kran, floor
drain, closet, wastafel dan perlengkapannya.
a. Kloset dan wastafel yang dipakai adalah dari Bahan Keramik dan mempunyai
permukaan yang halus, licin dan mengkilap dari bahan keramik
b. Perlengkapan sanitasi lain diantaranya sebagai berikut :
- Floor drain : dari bahan stainless steel dengan lobang pembuangan yang garis
tengahnya 10 cm
- Clean out : dari bahan stainless steel
- Cermin : tebal 5 mm (ukuran disesuaikan gambar)
- Kran : terbuat dari bahan stainless steel, atau berbahan kuningan
- Fixtures : diethelm stainless steeI untuk kitchen zink pada pantry,
Bahan keramik untuk kloset jongkok/duduk warna putih; bahan
dasar keramik untuk wastafel warna putih
3. Pekerjaan Persiapan
4. Pekerjaan Pelaksanaan
a. Perlengkapan sanitasi yang ditanam ke lantai harus dengan cara yang baik
sambungan-sambungannya kokoh
b. Sambungan harus dilaksanakan dengan baik tanpa kebocoran
c. Pemasangan perlengkapan sanitasi harus rapi, tidak miring
d. Selesai pemasangan. perlengkapan sanitasi wajib dilaksanakan final test dan
disaksikan Tim pengawas
e. Biaya pengujian, pemeriksaan dan kerusakan material adalah tanggung jawab P2SP
PASAL 10
PEKERJAAN DAUN PINTU, JENDELA DAN VENTILASI
1. Ketentuan Umum
2. Lingkup Pekerjaan
3. Persyaratan Bahan
c. Syarat-syarat Pelaksanaan
● Sebelum melaksanakan pekerjaan, Tim Teknis P2SP diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang),
termasuk mempelajari bentuk, pola, layout/penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail gambar.
● Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.
d. Bahan Finishing
● Permukaan rangka daun pintu dan jendela aluminium diberi lapisan finishing
seperti yang digunakan pada rangka kusen aluminium.
● Daun pintu panel solid atau pintu double teakwood; permukaan rangka daun
pintu diberi lapisan finishing politur sebanyak 3 kali.
PASAL 11
PEKERJAAN KACA
1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu
baik dan sempurna.
b. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail
gambar.
2. Persyaratan Bahan
a. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih, pada umumnya
mempunyai ketebalan sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat diperoleh
dari proses-proses tarik, gilas dan pengambangan (float glass).
b. Toleransi lebar dan panjang
Ukuran lebar dan panjang tidak boleh melampaui toleransi seperti yang
ditentukan oleh pabrik.
c. Kesikuan
Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi
potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan
adalah 1,5 mm per meter.
d. Cacat-cacat
24
sebagian atau seluruh tebal kaca).
● Harus bebas dari bintik-bintik (spots), awan (cloud) dan goresan (scratch).
e. Bahan Kaca
● Bahan kaca yang dipergunakan menggunakan kaca tebal 5 mm, kaca bening
tebal 5 mm dan kaca es/buram tebal 5mm serta kaca tempered tebal 8 mm
(bila ada).
● Kaca harus dalam keadaan rata dan tidak bergelombang serta dapat
menahan angin 122 Kg/m2 atau sesuai persyaratan pabrik (sesuai masing-
masing penggunaan kaca-nya )
● Penggunaan jenis dan ketebalan masing-masing kaca sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam detail gambar rencana.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
25
PASAL 12
PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi semua pekerjaan, peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pekerjaan kunci
dan alat penggantung lengkap dengan accessoriesnya seperti tercantum di dalam
gambar.
2. Bahan-bahan
a. Kunci 2 (dua) slag harus berkotak baja dengan finish akan ditentukan kemudian,
baut-baut dan ungkitnya harus dari kuningan. Tiap kuncl harus mempunyai 3 anak
kunci yang berselaput nikel dijadikan satu dengan ring dari kawat baja.
b. Type-type kunci harus sesuai dengan fungsi ruangannya
c. Engsel dipasang sekurang-kurangnya 3 buah untuk setiap daun pintu dengan
menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan engselnya,
jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun
pintu. Tiap engsel memikul beban maksimum 20 kg.
3. Jenis Kunci
Pengunci dipakai merk Dekson, Solid, setara, non-master key system dipasang pada
seluruh pintu.
Handle, engsel, door closer, door stopper, cylinder, flush, bolt, lockcase,
● Kunci & Aksesoris pengunci lainnya yang dipakai ex. Solid atau setara.
● Lock Case untuk Pintu Swing kaca/Aluminium menggunakan type LC 506 AL-30 SN
ex. Solid.
● Lever Handle untuk Pintu Aluminium menggunakan type HP AL 61.91 AS ex. Solid.
● Pull Handle untuk Pintu Aluminium menggunakan type P 64.12 US 32 ex. Solid.
● Flush Bolt Jendela Aluminium menggunakan type 315 12’’ SN ex. Solid.
● Rambuncis untuk Jendela Casement Aluminium menggunakan type RMB 704 SN ex.
Solid.
● Engsel Pintu Utama Aluminium menggunakan type Patch Fitting ex. Kend.
● Pull Handle untuk pintu Toilet menggunakan type PP 73.06 US 32 D ex. Kend.
● Lock Case untuk Pintu Toilet menggunakan type LC 122 WL-60 US 32 D ex. Solid.
● Lock Case untuk Pintu kaca Swing menggunakan type LC 101 WL-40 SN ex. Solid.
26
● Engsel-engsel harus dari baja yang digalvanis dengan memakai ring nylon.
4. Pelaksanaan
a. semua kuncl, engsel harus dilindungi dan dibungkus plastik atau tempat aslinya
setelah dicoba. Pemasangan dilakukan setelah bangunan selesai dicat.
b. Sekrup-sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup,
cara. pengokohan hanya diputar sampai ujung. Sekrup yang rusak waktu dipasang
harus dicabut kembali dan diganti
c. Engsel untuk pintu kayu dipasang 30 cm dari tepi atas dan bawah, sedangkan
engsel ketiga dipasang di tengah-tengah
d. Semua kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu dipasang
setinggi 90 cm dari lantai atau sesuai gambar.
PASAL 13
PEKERJAAN PENGECATAN
1. Lingkup pekerjaan
Pengecatan dinding dilakukan. pada bagian luar dan dalam serta pada seluruh detail
yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.
2. Bahan-bahan
a. Cat dinding yang digunakan memiliki daya rekat Tinggi, Tahan Cuaca,memiliki daya
tutup yang Baik dan aman bagi Kesehatan (rendah VOC) .
b. Cat kayu yang digunakan memiliki daya rekat Tinggi, Tahan Cuaca
c. Cat besi yang digunakan memiliki daya rekat Tinggi, Tahan Cuaca, mampu
memberikan perlindungan maksimal terhadap korosi
d. Cat yang digunakan berada dalam kaleng yang masih disegel dalam kemasan 1 kg,
5 kg: atau 25 kg, tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan P2SP dan Tim
Pengawas. Pengiriman cat harus disertakan jaminan dari agen/distributor yang
menyatakan bahwa cat yang dikirim dijamin keasliannya. P2SP bertanggung jawab,
babwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan RKS.
3. Cara Pelaksanaan
Permukaan yang akan dicat terlebih dahulu harus dibersihkan dan digosok dengan
amplas dinding atau kain yang basah kemudian dinding diplamur dengan menggunakan
plamur tembok yang berkualitas baik dan setelah kering baru digosok dan diampelas
halus sehingga permukaan menjadi licin dan rata, kemudian baru dilabur dengan cat
dinding, paling sedikit 3 kali dengan roll yang lebarnya minimal 25 cm. Begitupun untuk
mengecat kolom-kolom beton dan permukaan triplek, digunakan dengan cara tersebut
diatas.
Permukaan kayu atau bidang triplek yang akan dicat terlebih dahulu harus dibersihkan
dari kotoran-kotoran yang melekat. Pada bagian kayu yang berlubang harus diberi
dempul kayu dan setelah kering baru di amplas hingga rata dan halus, selanjutnya dicat
dasar dan dicat 3 kali.
Pengecatan logam dan baja. Bersihkan debu, minyak, gemuk dan kotoran lainnya
dengan white spirit atau solvent; baja galvanis/pipa hitam di amplas dengan kertas
amplas nomor 360 sebelum di cat dasar.
27
Cat dasar metal primer chromate A540 - 49020 produksi Vinilex atau setaraf
Setelah primer kering (kurang lebih 6 jam), bersihkan dari debu dan kemudian finishing
dimulai dengan cat akhir A 365 produksi Vinilex atau setaraf
Pelaksanaan pekerjaan pengecatan selain dengan cara tersebut diatas, harus sesuai
dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya.
Warna cat untuk dinding, plafond, list plank, dan railing ditentukan kemudian
berdasarkan keputusan P2SP dibantu oleh Tim Perencana dan Pengawas.
28
BAB IV
PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL
PASAL I
PELAKSANAAN KERJA
1. Lingkup Pekerjaan
Seluruh lingkup pekerjaan ini adalah pemasangan instalasi air bersih, air kotor,
drainase, instalasi listrik, termasuk dan tidak terbatas, melaksanakan testing dan
commissioning pada tahap pelaksanaan dan sinkronisasi semua peralatan dan system
yang terpasang.
PASAL 2
KETENTUAN UMUM
1. Peraturan Dasar
Tata cara pelaksanaan yang tercantum dalam peraturan pembangunan yang sah
berlaku di Republik Indonesia ini harus betul-betul ditaati, kecuali disebutkan dalam
rencana Kerja dan Syarat-syarat.
2. Sarana Kerja
P2SP diharuskan : (i).Menyusun daftar peralatan kerja yang digunakan sebelum
dilakukan pemesanan; (ii).Menyediakan peralatan. kerja yang baik untuk pelaksanaan,
yang memenuhi persyaratan keselamatan kerja
6. Pengujian Sambungan
Pada prinsipnya semua sambungan harus diuji atas kebocoran, dengan beban uji,
terutama untuk sambungan las harus mengalami uji tekan, baik sebelum terpasang
ataupun setelah terpasang. Pengujian harus disaksikan oleh Tim Pengawas.
Sesudah pekerjaan selesai, dan berjalan dengan baik, Panitia Pembangunan Sekolah
harus menyediakan tenaga yang cukup ahli untuk memberikan latihan kepada. tenaga-
tenaga (operasi dan/atau maintenance), yang ditunjuk oleh P2SP. P2SP diharuskan
pula menyiapkan dokumen cara operasi dan maintenance dari sistim-sistim yang
termasuk dalam lingkup kerja.
29
7. As Built Drawing
Tim Perencana dibantu Pengawas harus membantu membuat as built drawing, yaitu
gambar instalasi terpasang yang sebenarnya. As built drawing ini harus secepatnya
diserahkan kepada P2SP untuk mendapatkan komentar/koreksi. Tim Pengawas wajib
menyediakan as built drawing.
PASAL 3
PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING
a. Lingkup Pekerjaan.
b. Persyaratan Bahan.
● Pipa air bersih harus menggunakan pipa dari bahan PVC, kualitas baik, setara
dengan paralon atau wavin.
● Fitting harus dari bahan yang sama dengan pipa yang dipakai.
30
● Kran-kran harus dipakai yang terbaik.
● Bak kontrol untuk Valve/Stop Kran dibuat dari pasangan bata dengan adukan
kuat dan ditutup beton
c. Persyaratan Pemasangan.
(i) Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan di dalamnya bebas dari
kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air dan harus
terpasang dengan kokoh (rigid) ditempatnya dengan tumpuan yang mantap.
(ii) Semua fixtures fiting, pipa-pipa air pemasangannya harus rapi, kuat dalam
kedudukannya dan tidak mengganggu pada waktu pemasangan dinding
porselen dan sebagainya. P2SP bertanggung jawab untuk melengkapi
jaringan instalasi.
(iii) Pada setiap penyambungan pipa-pipa ke fiktures ataupun alat atau
valve/stop kran harus digunakan perlengkapan fitting-fitting khusus kecuali
apabila fictures atau alat tersebut telah dilengkapi dari pabrik.
(iv) Penggantung atau penumpu pipa diskrup terikat pada bagian bangunan
dengan insert/angker yang dipasang pada waktu pengecoran beton atau
ramset. Semua alat-alat penggantung harus dikerjakan sedemikian rupa
sehingga tidak merusak pipa dan tidak merusak/menyebabkan turunnya
pipa yang terpasang.
(v) Tangki air atas dibuat dan bahan Fiber Glass Reinforced Plastic (FRP),
dipasang 1 buah dengan kapasitas 5000 It. Type tangki yang digunakan
adalah vertical type, dilengkapi dengan lubang inlet, outlet, drain, manhole
dan ventilasi. Tangki ditempatkan pada dudukan yang kuat, konstruksi baja
atau beton
a. Lingkup Pekerjaan.
31
● Memperbaiki semua kerusakan, yang diakibatkan baik oleh adanya bobokan-
bobokan, galian-galian maupun oleh kecerobohan para pekerja.
● Pengujian sistem perpipaan terhadap kebocoran dan tekanan dari sistem
plumbing air kotor secara keseluruhan dan mengadakan pengamatan sampai
sistem bekerja baik sesuai yang dikehendaki yaitu suatu sistem yang sempurna
dan terpadu.
● Pengadaan dan pemasangan instalasi drainase dari talang atap sampai kepada
saluran pembuangan di luar lokasi.
b. Persyaratan Bahan.
● Semua pipa air kotor baik pipa utama maupun pipa cabang terbuat dari bahan
PVC dengan tekanan kerja 10 Kg/Cm 2 standar JIS k 674 berkualitas baik setara
dengan Paralon atau Wavin minimal diameter 4 inch.
● Fiting-fiting untuk pemipaan ini juga terbuat dari bahan dan merk yang sama
● Floor drain dan clean dari bahan stainless steel kualitas baik.
c. Persyaratan Pemasangan.
● Penempatan floor drain, clean out, bak control, dan peralatan lain harus
sedemikian rupa sehingga terlindung, mudah dicapai dan tidak menganggu.
● Semua peralatan yang dipasang adalah kualitas no 1 sesuai dengan yang
tertera pada gambar, atau yang disetujui oleh Tim Pengawas.
● Pipa-pipa dalam tanah.
(i) Galian pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman dan kemiringan
yang tepat. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga
seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik. Pipa-pipa air limbah tidak boleh
diletakan pada lubang-lubang sama dengan pipa air bersih, kemiringan pipa
minimal 1,0%.
(ii) Pipa dipasang dan ditanam dibawah permukaan tanah/jalan minimal
mempunyai kedalaman 80 cm, diukur dari pipa bagian atas sampai
permukaan. Apabila dijumpai perletakan pipa melintas jalan kendaraan,
maka harus ditutup dan dilindungi dengan plat beton bertulang.
(iii) Kondisi permukaan tanah jalan yang digali harus dikembalikan seperti
semula sebelum ditanam.
Pipa tegak yang menuju ke fixtures dan pipa vent harus dimasukan dalam
tembok/lantai. Pelaksana Lapangan harus membuat alur-alur atau lubang yang
diperlukan pada tembok sesuai dengan kebutuhan pasangan pipa dan diklem,
harus ditutup kembali sehingga pipa tidak kelihatan dari luar. Cara-cara
penutupan kembali harus seperti semula dengan penyelesaian yang rapi
sehingga tidak terlihat bekas pasangan.
32
(i) Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum finishing dinding/plesteran
dan langit-langit dilaksanakan.
(ii) Pemasangan sparing untuk pipa-pipa yang mungkin akan menembus
struktur bangunan harus dilaksanakan bersama-sama pada waktu
pelaksanaan struktur yang bersangkutan.
(iii) Persilangan antara air bersih dan air limbah harus dihindarkan.
(i) Floor drain dan clean out harus disambung dengan pipa secara ulir dan
membentuk sudut 450 dengan pipa utama, dan dapat dibuka sewaktu-waktu
untuk pembersihan.
(ii) Roof Drain terdiri dari pipa yang ditanam rata dengan permukaan dan
mempunyai bentuk yang berfungsi sediment bowl serta dihubungkan
dengan sistem ulir.
● Pembersihan.
(i) Semua bagian logam yang tidak terlindung di dinding harus bebas dari
lemak dan kotoran-kotoran lainnya.
(ii) Penggunaan penumpu pipa dan peralatan-peralatan logam lainnya yang
akan tertutup oleh tembok dan bagian lainnya, misalnya pipa didalam galian
tanah, pipa didalam tembok dan sebagainya harus dilapisi dengan Cat Meni
atau Cat Anti Karat.
(iii) Pelaksana Lapangan harus melakukan pembilasan dengan desinfeksi dari
seluruh instalasi air bersih sebelum digunakan.
● Pengujian.
(i) Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan
tekanan hidrostatik selama 24 jam terus menerus tanpa terjadi penurunan
tekanan.
(ii) Peralatan pengujian ini harus dilakukan dengan disaksikan oleh Tim
Pengawas dan dibuat Berita Acara.
(iii) Dalam pengetesan semua kran-kran harus dalam keadaan tertutup untuk
melihat kebocoran.
(iv) Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah
(untuk pipa diluar gedung) atau tertutup dengan plesteran dinding dan
sebelum langit-langit di daerah tersebut terpasang. Untuk sistem air kotor,
air kotoran, vent dan air hujan harus diuji terhadap kebocoran sesuai
dengan petunjuk pengawas.
(v) Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian P2SP harus memperbaiki
bagian–bagian yang rusak dan kekurangan-kekurangan yang ada kemudian
melakukan pengujian kembali sampai berhasil dengan baik.
PASAL 4
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1. Lingkup pekerjaan
33
beserta komponen-komponennya harus lengkap, bekerja dengan baik sesuai
dengan unjuk kerja yang diinginkan, dan lulus dalam pengujiannya.
b. P2SP harus menunjuk teknisi dan/atau tenaga pelaksana yang berpengalaman
dalam bidang pekerjaan ini. Mereka harus berada di tempat pada saat pekerjaan
berlangsung, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
● Semua material bantu yang diperlukan supaya peralatan di atas terpasang dan
bekerja dengan baik
Sistem penerangan terdiri dari lampu-lampu beserta fixture nya, sakelar, kabel-kabel
dan conduit, serta material bantuannya.
a. Persyaratan Bahan
(i) Kabel daya tegangan rendah yang dipakai adalah berdasarkan ukuran dan
type yang sesuai dengan gambar. Harus sesuai standar PLN, antara lain
dengan Kabelindo, Kabel metal, Supreme, Eterna, setara
34
(ii) Pipa Instalasi Pelindung Kabel, digunakan pipa PVC kelas AW, elbow,
socket, Junction box, clamp dan aksesoris lainnya harus sesuai yang satu
dengan lainnya, yaitu tidak kurang dari ¾”. Pipa fleksibel harus dipasang
untuk melindungi kabel antara kotak sambung (Junction box) dan amature
lampu. Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan. stop kontak
menggunakan pipa PVC.
(iii) Pada prinsipnya kabel-kabel daya yang dipergunakan adalah jenis kabel
NYM dan NYY
(iv) Sebelum dipergunakan kabel dan peralatan bantu lainnya harus
dimintakan persetujuan terlebih dahulu pada pengawas
(v) Penampang kabel minimum yang dapat dipakal 2,5 mm2.
b. Pengetesan
35
BAB V
PEKERJAAN SITE DAN INFRASTRUKTUR
PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN
PASAL 2
BAHAN-BAHAN
1. Tiang bendera, dari bahan pipa besi galvanis, pondasi beton cor, tali, bendera dan
pengecatan dengan ukuran sesuai gambar.
2. Selasar penghubung antar bangunan, bahan yang digunakan konstruksi kayu kelas I
atau beton bertulang dan diberi atap.
3. Saluran Keliling dan Jalan Rabat Beton, bahan yang digunakan Cor Beton Tumbuk
dengan Campuran. 1 Pc : 3Ps : 5 Kr.
4. Pagar Sekolah, menggunakan dinding plesteran semen dan finish cat tembok.
5. Perataan /Penataan halaman upacara dari gebalan rumput dan tanaman musiman.
6. Tempat parkir menggunakan lantai cor beton tumbuk, tiang kayu atau beton bertulang
dengan rangka Kayu Klas II, penutup Atap Seng BJLS 030, Galvalum, atau genteng
metal seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
7. Gapura, bahan digunakan dinding pasangan bata diplester dan finish dengan cat
tembok, beton bertulang, kerangka kayu kelas I, penutup atap seng BJLS 030,
galvalum, atau genteng metal seperti yang ditunjukkan dalam gambar
PASAL 3
PERSYARATAN PELAKSANAAN
1. Tiang bendera dipasang sesuai dengan letak yang tertara dalam site plan. dibuat dari
pondasi beton cor, pada kedalaman yang cukup kuat, kemudian ditanam 2 buah besi
profil yang dibuat angker baut tempat memasukkan pipa besi. Lengkap dengan
kerekan dan tali bendera.
2. Jalan masuk dan Saluran air hujan dibuat dengan beton tumbuk dan diplester, ditimbun
bagian dalamnya dengan pasir urug, kemudian di cor dengan beton cor 1 Pc : 3 PS : 5
Kr.
3. Pra instalasi dilakukan dengan mengurus pemasukan air dari PDAM, listrik dari PLN
atau generator sampai kedua hal tersebut berfungsi, dan pada lokasi tersebut dibuat
sumur gali atau sumur bor, hingga kedalaman sumur.
36
BAB VI
PEKERJAAN FINISHING
PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN
1. Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat.
2. Surat Tanda good keer pemasangan instalasi dari pihak instalateur/PLN setempat
3. Pembayaran asuransi untuk tenaga kerja
PASAL 2
PEKERJAAN LAIN-LAIN
37