Kompetensi Inti (KI)
Kompetensi Inti (KI)
Page 1
proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di
laboratorium dan di lingkungan sekitar.
Page 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Page 3
3.1.2 Menganalisis status pertumbuhan dengan menggunakan kartu menuju
sehat (KMS) untuk mendapatkan konsep pertumbuhan dan
perkembangan.
3.1.3 Menunjukkan bagian-bagian struktur biji.
3.1.4 Membandingkan struktur biji monokotil dengan dikotil.
3.1.5 Menyebutkan tiga tahapan proses pertumbuhan dan perkembangan
pada tumbuhan.
3.1.6 Menjelaskan proses fisiologi perkecambahan.
3.1.7 Membedakan pertumbuhan primer dengan pertumbuhan sekunder.
3.1.8 Membedakan zona-zona pada titik tumbuh akar dan titik tumbuh
batang.
3.1.9 Mendeskripsikan faktor-faktor internal yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
3.1.10 Menjelaskan fungsi beberapa jenis fitohormon.
3.1.11 Mendeskripsikan faktor-faktor eksternal yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Keterampilan
4.1.1 Melakukan eksperimen tentang pengaruh faktor eksternal terhadap
perkecambahan.
4.1.2 Membuat rancangan eksperimen tentang pengaruh faktor eksternal
terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
4.1.3 Melakukan eksperimen tentang pengaruh faktor eksternal terhadap
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
4.1.4 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil eksperimen tentang pengaruh
faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuha
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan tingkat tinggi
diawali dari biji.
Page 4
Struktur Biji Proses perkecambahan
Page 5
2. Materi Konsep
Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada
makhluk hidup berupa pertambahan ukuran volume, tinggi, masa yang
bersifat irreverisible, dan dapat diukur secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainnya kedewasaan yang
dinyatakan secara kualitatif.
Setiap makhluk hidup akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dibagi menjadi 3
tahap, yaitu perkecambahan, pertumbuhan primer dan pertumbuhan
sekunder.
Faktor yang memengaruhi perkecambahan, yaitu air, oksigen, suhu dan
cahaya.
Pertumbuhan primer adalah proses pertumbuhan memanjang yang terjadi
pada ujung akar dan ujung batang, akibat aktivitas jaringan meristem
primer.
Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan membesar yang terjadi pada
batang akibat aktivitas meristem sekunder dan terjadi pada Gymnospermae
dan Dycotyledone.
Faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu faktor internal (gen dan
hormon) dan faktor eksternal (nutrisi, air, pH, kadar garam, oksigen,
cahaya, suhu, kelembapan, gravitasi, sentuhan, organisme parasit, dan
herbivora).
3. Materi Prosedural
Pengamatan pengaruh faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan.
Menganalisis status pertumbuhan dengan menggunakan kartu menuju
sehat (KMS)
D. Model Pembelajaran: Penemuan (discovery learning) dan proyek (project based
learning).
Page 6
E. Metode Pembelajaran
Presentasi peserta didik
Pembelajaraan kooperatif
Diskusi
Praktikum /percobaan
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 2 x 45 menit
N Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Waktu
o Pembelajara Discovery Learning (Penemuan) (menit
n )
1 Pendahuluan Guru memberikan salam dan berdoa 15’
bersama (sebagai implementasi nilai
religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas
dan pembiasaan (sebagai implementasi
nilai disiplin).
Apersepsi: Guru menggali pengetahuan
peserta didik tentang pertumbuhan dan
perkembangan. Apa perbedaan antara
pertumbuhan dan perkembangan?
Memotivasi:
Guru menyampaikan manfaat belajar
pertumbuhan dan perkembangan, yaitu
agar kita senantiasa menjaga
pertumbuhan dan perkembangan tubuh
serta memperhatikan proses pertumbuhan
dan perkembangan makhluk hidup
lainnya (tumbuhan) di lingkungan
Page 7
sekitar.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 60’
Guru mengajak peserta didik untuk
mengamati dan menganalisis gambar/
film video tentang pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup
(tumbuhan, hewan, manusia).
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan hasil
pengamatan gambar/video pertumbuhan
dan perkembangan makhluk hidup.
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan
kajian literatur secara cermat dan teliti
tentang pertumbuhan dan perkembangan
pada makhluk hidup (halaman 5 – 20).
Pengolahan Data
Page 8
Peserta didik diminta untuk menganalisis
gambar kartu menuju sehat/KMS
(halaman 8) untuk memahami konsep
pertumbuhan dan perkembangan.
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan: pengertian pertumbuhan
dan perkembangan, peristiwa
perkecambahan, pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas tentang tipe-tipe
perkecambahan, pertumbuhan primer dan
pertumbuhan sekunder pada tumbuhan.
Setiap kelompok mengomunikasikan
hasil diskusinya, dan ditanggapi oleh
kelompok lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati
hasil pengembangan materi dari
kelompok untuk menjadi kesimpulan utuh
(secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi
sebagai penguatan atas kesimpulan
peserta didik tentang pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta 15’
didik untuk menyimpulkan kembali
Page 9
tentang konsep pertumbuhan dan
perkembangan.
Review: Guru mereview hasil
pembelajaran hari ini, dan memberikan
penghargaan kepada peserta didik atau
kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
Tindak lanjut: Penugasan kelompok
untuk melakukan percobaan di rumah/di
laboratorium tentang faktor-faktor yang
memengaruhi perkecambahan (halaman
12), hasilnya dibawa ke sekolah pada
pertemuan berikutnya.
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Merancang dan melakukan eksperimen
tentang faktor-faktor yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan (halaman 20 – 35).
Page 10
nilai disiplin).
Guru menanyakan hasil tugas
kelompok tentang percobaan faktor-
faktor yang memengaruhi
perkecambahan yang telah dilakukan
di rumah/ di laboratorium.
Apersepsi:
- Menggali pengetahuan peserta
didik tentang faktor-faktor yang
memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
Guru memotivasi:
- Bahwa dengan mengetahui faktor-
faktor yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan dapat membuat manusia
mendapatkan teknik-teknik baru
dalam bercocok tanam.
- Jika kita mengetahui faktor-faktor
luar yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan, maka kita bisa menjadi
lebih bijak dalam bercocok tanam
dan mengetahui hal-hal apa saja
yang dibutuhkan tumbuhan agar
lebih subur.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator
pembelajaran.
Page 11
2 Kegiatan inti Stimulasi 60
Guru mengajak peserta didik untuk
mengamati keadaan tanaman hasil
percobaan yang dibawanya (percobaan
faktor-faktor yang memengaruhi
perkecambahan).
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan terhadap keadaan
tanaman percobaan faktor-faktor yang
memengaruhi perkecambahan yang
telah dilakukan sebelumnya:
- Mengapa terdapat biji yang tidak
tumbuh?
- Mengapa ada tanaman yang
berdaun kekuningan?
- Mengapa batang kecambah ada
yang tumbuhnya lebih cepat
sehingga menjadi lebih panjang?
- Apakah faktor-faktor yang
Page 12
memengaruhi perkecambahan
sama dengan faktor-faktor yang
memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman pada
waktu selanjutnya?
- Faktor-faktor eksternal apakah
yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan pada
tumbuhan?
Mendesain Perencanaan Proyek
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
Guru membagi kelompok secara
heterogen.
Guru menugaskan kepada setiap
kelompok untuk mendesain suatu
proyek/ penelitian/ percobaan tentang
faktor-faktor luar (eksternal) yang
memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan
(halaman 30), yang meliputi:
- Judul percobaan
- Tujuan percobaan
- Variabel-variabel dalam percobaan
- Alat dan bahan
- Cara kerja
- Gambar percobaan
- Tabel pengamatan
Peserta didik secara berkelompok
Page 13
mendiskusikan rancangan eksperimen
yang akan dilakukannya tentang faktor
luar yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan.
Diskusi kelas: setiap kelompok
mempresentasikan rancangan
percobaan yang akan dilakukan.
Kelompok lainnya bisa memberikan
saran-saran.
Guru bersama-sama peserta didik
menyepakati rancangan penelitian/
percobaan yang akan dilakukan.
Penyusunan Jadwal Proyek
Setiap kelompok membuat jadwal
mulai pelaksanaan penelitian, waktu
konsultasi dengan guru, batas akhir
penelitian, dan pembuatan laporan.
3 Penutup Review: Guru mereview setiap 15
kelompok berkaitan dengan rancangan
penelitian/ judul-judul eksperimen
yang akan dilaksanakan.
Tindak lanjut: Penugasan menjawab
soal-soal uji kompetensi (halaman 36 –
41) sebagai persiapan ulangan harian
ke-1.
Rencana pembelajaran selanjutnya:
materi Enzim dan Metabolisme Sel.
Praktikum Enzim katalase (halaman 54
– 56). Setiap kelompok membawa hati
ayam segar, lilin, lidi, tisu, kertas
Page 14
koran, dll.
Page 16
lebih subur.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator
pembelajaran.
2 Kegiatan inti Presentasi hasil percobaan dari 60
masing-masing kelompok dimana
kelas terbagi menjadi 6 kelompok
3 Penutup Guru bersama dengan siswa 15
menyimpulkan hasil dari kelompok
percobaan
5 Menguji Hasil Guru menilai laporan pelaksanaan
proyek/ penelitian.
Guru memberikan pertanyaan-
pertanyaan berkaitan dengan hasil
penelitian.
Page 17
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan perbedaan pertumbuhan dengan perkembangan pada
makhluk hidup.
Jelaskan faktor-faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan.
Jelaskan faktor-faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan.
Sebutkan unsur-unsur mikro yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Mengapa tumbuhan selalu tumbuh membelok ke arah cahaya
matahari?
2. Keterampilan: Perencanaan dan pelaksanaan proyek.
3. Sikap:
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdiskusi.
Page 18
2 Pelaksanaan:
a. Keakuratan data
b. Kuantitas dan kualitas data
c. Analisis data
d. Penarikan kesimpulan
3 Laporan:
a. Sistematika pelaporan
b. Performans
c. Presentasi
Jumlah Skor
Nilai
Page 19
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Page 20
3.2 Memahami peran enzim dalam proses metabolisme dan menyajikan data
tentang proses metabolisme berdasarkan hasil investigasi dan studi literatur
untuk memahami proses pembentukan energi pada mahluk hidup.
4.2 Melaksanakan percobaan dan menyusun laporan hasil percobaan tentang cara
kerja enzim, fotosintesis, respirasi anaerob secara tertulis dengan berbagai
media.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Sikap
1.1.2 Mengubah perilakunya untuk mengagumi keteraturan dan kompleksitas
ciptaan Tuhan tentang metabolisme sel.
1.2.1 Mengubah perilakunya untuk menyadari dan mengagumi pola pikir
ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses metabolisme sel.
2.1.2 Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah teliti, tekun, jujur sesuai data
dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam melakukan
observasi dan eksperimen tentang metabolisme sel.
2.2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan
dalam melakukan kegiatan praktikum tentang enzim dan metabolisme
sel.
Pengetahuan
3.2.1 Membedakan pengertian metabolisme, ,katabolisme dan anabolisme
dengan benar melalui kajian literatur.
3.2.2 Menjelaskan klasifikasi enzim berdasarkan tipe reaksi dan tempat
bekerjanya dengan benar melalui kajian literatur.
3.2.3 Mendeskripsikan komponen penyusun enzimdengan benar melalui
kajian literatur.
3.2.4 Menganalisis sifat-sifat enzimdengan benar melalui kajian literatur.
3.2.5 Menjelaskan cara kerja enzim dengan menggunakan bagan dengan
benar.
3.2.6 Menjelaskan mekanisme inhibitor yang menghalangi kerja
enzimdengan benar melalui kajian literatur.
Page 21
3.2.7 Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzimdengan benar
melalui kajian literatur.
3.2.8 Menjelaskan tahapan reaksi dalam respirasi aerob dengan menggunakan
bagan dengan benar.
3.2.9 Menjelaskan tahapan reaksi dalam respirasi anaerob dengan
menggunakan bagan dengan benar.
3.2.10 Menganalisis perbedaan respirasi aerob dengan respirasi
anaerobdengan benar melalui kajian literatur.
3.2.11 Menganalisis perbedaan fermentasi alkohol dengan fermentasi asam
laktat dengan benar melalui kajian literatur.
3.2.12 Menjelaskan hubungan antara katabolisme karbohidrat, lemak dan
proteindengan benar melalui kajian literatur.
3.2.13 Mengkaji permasalahan dalam kehidupan yang berkaitan dengan
proses metabolisme, misalnya diet tinggi protein untuk mencegah
obesitas dengan benar melalui kajian literatur.
3.2.14 Menjelaskan reaksi terang dan reaksi gelap dalam tahapan fotosintesis
dengan menggunakan bagan dengan benar.
3.2.15 Menjelaskan produk fotosintesis dengan benar melalui kajian literatur.
Keterampilan
4.2.1 Melakukan eksperimen tentang fermentasi alkohol dengan benar
melalui prosedur.
4.2.2 Melakukan observasi pasar untuk mengidentifikasi produk-produk
yang menerapkan proses katabolisme dengan benar melalui prosedur.
4.2.3 Melakukan percobaan untuk mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi fotosintesis dengan benar melalui prosedur.
4.2.4 Melakukan percobaan untuk membuktikan hasil akhir fotosintesis
dengan benar melalui prosedur.
4.2.5 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil eksperimen tentang faktor-
faktor yang memengaruhi fotosintesis dengan benar.
C. Materi Pembelajaran
Page 22
1. Materi Fakta: Metabolisme sel meliputi katabolisme dan anabolisme. Contoh
katabolisme adalah respirasi aerob dan anaerob.
Anabolisme merupakan reaksi penyusunan senyawa kompleks dari senyawa
senyawa sederhana dan membutuhkan energi. Penyusunan senyawa kompleks
organic dari senyawa-senyawa sederhana membutuhkan sejumlah energi yang
berasal dari cahaya atau reaksi kimia. Jika sumber energinya berasal dari
cahaya disebut fotosintesis. Fotosintesis dapat dibuktikan dengan percobaan
Ingenhousz dan percobaan Sachs.
2. Materi Konsep
Sel pada makhluk hidup melakukan metabolisme.
Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimia untuk mengubah zat-zat yang
menghasilkan energi maupun memerlukan energi dan terjadi di dalam sel-
sel tubuh.
Proses metabolisme dibedakan menjadi dua macam, yaitu katabolisme dan
anabolisme. Pada katabolisme maupun anabolisme, diperlukan sejumlah
enzim dan ATP.
Enzim merupakan senyawa protein yang diproduksi oleh sel-sel di dalam
tubuh dan berfungsi sebagai katalis yang mampu meningkatkan kecepatam
reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh.
Enzim tersusun dari senyawa protein dan nonprotein
Kerja enzim dipengaruhi oleh suhu, pH, zat inhibitor, activator,
konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, dan jumlah produk.
Katabolisme merupakan reaksi penguraian senyawa kompleks menjadi
senyawa-senyawa yang lebih sederhana dan menghasilkan energi.
Contohnya respirasi sel secara aerob dan anaerob.
Anabolisme merupakan reaksi penyusunan dari senyawa-senyawa
sederhana menjadi senyawa-senyawa kompleks dan menggunakan energi
(reaksi endergonik). Contohnya fotosintesis dan kemosintesis.
Reaksi terang fotosintesis adalah reaksi yang mengubah energi cahaya
menjadi energi kimia berupa ATP.
Page 23
Reaksi gelap (siklus Calvin) tidak memerlukan cahaya matahari.
3. Materi Prosedural
Pengamatan faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzim katalase
Pengamatan proses dan hasil fermentasi alkohol.
Melakukan Percobaan Ingenhousz
D. Model Pembelajaran: Penemuan (discovery learning).
E. Metode Pembelajaran
Pembelajaraan kooperatif
Presentasi
Diskusi kelas
Praktikum
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
N Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
o Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan Pendahuluan 25’
Peserta didik berada di laboratorium, dan
duduk sesuai dengan kelompoknya masing-
masing.
Guru memberikan salam dan berdoa bersama
(sebagai implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai
disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan peserta
didik tentang metabolisme, dan peranan enzim
dalam metabolisme tubuh.
Memotivasi:
- Guru menanyakan persiapan bahan-bahan
Page 24
praktikum yang di bawa peserta didik (hati
ayam segar, lilin, lidi, tisu, dll).
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
metabolisme dan fungsi enzim, adalah
supaya kita lebih menjaga kesehatan dengan
menjaga asupan gizi yang masuk ke tubuh
sehingga proses metabolisme dapat
berlangsung dengan baik.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 25
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan
dengan hasil pengamatan gambar/video tentang
metabolisme sel, fungsi enzim dalam
metabolisme, dan cara kerja enzim.
- Apa yang dimaksud metabolisme?
- Mengapa metabolisme memerlukan enzim?
- Jenis enzim apakah yang terdapat di dalam
sel-sel tubuh?
- Bagaimana cara kerja enzim di dalam
tubuh?
- Adakah faktor-faktor yang memengaruhi
kerja enzim?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang
Page 26
pengertian metabolisme dan enzim (halaman 46
– 47).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang enzim katalase
(halaman 54 – 56), dan diberi kesempatan untuk
menanya jika kurang paham.
Guru memberikan penjelasan untuk
mempertegas cara kerja praktikum yang benar,
cara melakukan uji gelembung gas, bahaya zat
kimia H2O2 dan keselamatan dalam bekerja.
Setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum
enzim katalase.
Peserta didik mencatat data-data hasil
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang komponen penyusun enzim, sifat-sifat
enzim, cara kerja enzim, dan faktor-faktor yang
memengaruhi kerja enzim (halaman 47 – 54).
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan:
- peranan enzim katalase;
- data hasil percobaan untuk mengetahui
pengaruh pH dan suhu terhadap kerja enzim
katalase.
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan (halaman 56).
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber,
Page 27
tentang peranan enzim katalase, pengaruh pH
dan suhu terhadap kerja enzim katalase.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 56).
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzim,
antara lain pH dan suhu.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 25’
menyimpulkan kembali tentang konsep enzim.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan enzim.
Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk
membuat laporan tertulis praktikum enzim
katalase.
Page 28
Rencana pembelajaran selanjutnya: materi
katabolisme dan praktikum fermentasi alkohol
(halaman 56 – 70). Guru memberikan
penjelasan kepada peserta didik, agar membawa
bahan praktikum (ragi tape, sedotan, lilin
mainan, dll),
Page 29
sehat dengan menghirup udara segar yang
banyak mengandung oksigen. Respirasi
aerob di dalam tubuh manusia lebih
menguntungkan daripada respirasi anaerob.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 120’
Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis gambar/ animasi tentang
respirasi aerob dan respirasi anaerob.
Respirasi aerob
Respirasi anaerob
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan reaksi katabolisme
Page 30
(respirasi aerob dan anaerob).
- Apa yang dimaksud respirasi aerob?
- Apa yang dimaksud respirasi anaerob?
- Apakah perbedaan respirasi aerobe dengan
anaerob?
- Kapankah terjadi respirasi aerob dan
anaerob?
- Makhluk hidup apakah yang melakukan
respirasi aerob dan anaerob?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang
katabolisme karbohidrat dan katabolisme lemak
dan protein (halaman 56 – 69).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang fermentasi alkohol
(halaman 65 – 66), dan diberi kesempatan
untuk menanya jika kurang paham.
Guru memberikan penjelasan untuk
mempertegas cara kerja praktikum yang benar.
Guru mengingatkan agar peserta didik bekerja
dengan hati-hati karena beberapa alat bisa
pecah seperti erlenmeyer.
Setiap kelompok melakukan kegiatan
praktikum fermentasi alkohol.
Peserta didik mencatat data-data hasil
Page 31
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang reaksi fermentasi alkohol (halaman 64).
Guru mengajak kelompok untuk:
- mendiskusikan data hasil percobaan untuk
mengetahui proses dan hasil respirasi
anaerob;
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan (halaman 66);
- mendiskusikan perbedaan respirasi aerob
dengan anaerob; tahapan reaksi respirasi
aerob dan anaerob.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber,
tentang fermentasi alkohol.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 56).
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
memahami gambar/ bagan tahapan-tahapan
pada respirasi aerob (glikolisis, dekarboksilasi
oksidatif, siklus Krebs, dan rantai transpor
elektron), serta respirasi anaerob (fermentasi
alkohol dan fermentasi asam laktat).
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
Page 32
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
katabolisme karbohidrat, katabolisme lemak
dan protein, serta pengembangan materi yaitu
diet tinggi protein dalam pengelolaan berat
badan (halaman 70).
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 35’
untuk menyimpulkan kembali tentang konsep
katabolisme sel.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan katabolisme.
Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk
membuat laporan tertulis praktikum fermentasi
alkohol.
Rencana pembelajaran selanjutnya: materi
anabolisme dan praktikum percobaan
fotosintesis (halaman 80 – 83). Guru
memberikan penjelasan kepada peserta didik,
agar membawa bahan praktikum (tanaman air
Hydrilla sp., daun yang berfotosintesis dan
daun yang tidak berfotosintesis).
Page 33
o Pembelajara Learning (Penemuan)
n (menit
)
1 Pendahuluan Pendahuluan 25’
Guru memberikan salam dan berdoa bersama
(sebagai implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai
disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan peserta didik
tentang anabolisme (fotosintesis).
Memotivasi:
- Bagaimana cara tumbuhan dapat
menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh
setiap makhluk hidup?”
- Guru menanyakan persiapan bahan-bahan
praktikum yang di bawa peserta didik
(misalnya tanaman air Hydrilla sp., daun
yang berfotosintesis dan tidak
berfotosintesis).
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
anabolisme (fotosintesis), agar bisa
mengaplikasikan proses fotosintesis pada
teknik-teknik di bidang pertanian.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 130’
Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis gambar tentang hal-hal yang
berkaitan dengan fotosintesis (misalnya
Page 34
kloroplas, reaksi fotosintesis, perangkat
percobaan fotosintesis).
Percobaan Ingenhousz
Percobaan Sachs
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
Page 35
pertanyaan-pertanyaan, setelah mengamati
gambar hal-hal yang berkaitan dengan
fotosintesis.
- Bagaimana tahapan reaksi fotosintesis?
- Dimanakah terjadi fotosintesis?
- Apa yang diperlukan untuk proses
fotosintesis?
- Untuk apa tumbuhan melakukan fotosintesis?
- Bagaimana cara membuktikan bahwa
tumbuhan melakukan fotosintesis?
- Apa tujuan percobaan fotosintesis yang
dilakukan oleh Ingengousz?
- Apa tujuan percobaan fotosintesis yang
dilakukan oleh Sachs?
- Faktor-faktor apakah yang memengaruhi
proses fotosintesis?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang
anabolisme/fotosintesis (halaman 71 – 80).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang percobaan Ingenhousz
(halaman 80 – 81) dan percobaan Sachs (halaman
82 – 83). Peserta didik diberi kesempatan untuk
menanya jika kurang paham.
Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas
cara kerja praktikum yang benar. Guru
mengingatkan agar peserta didik bekerja dengan
Page 36
hati-hati, misalnya ketika merebus daun dalam
alkohol yang panas.
Setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum
fotosintesis.
Peserta didik mencatat data-data hasil
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang tahapan reaksi fotosintesis (reaksi terang
dan reaksi gelap (halaman 74 – 78).
Guru mengajak kelompok untuk:
- mendiskusikan data hasil percobaan untuk
mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi
fotosintesis, zat-zat yang diperlukan dan
dihasilkan fotosintesis.
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan (halaman 82 dan 83).
- memahami gambar tahapan reaksi
fotosintesis.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber,
tentang fotosintesis.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 82 dan
83).
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
Page 37
memahami gambar tahapan-tahapan reaksi
fotosintesis (reaksi terang dan reaksi gelap).
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
tahapan reaksi fotosintesis,penggunaan produk
fotosintesis, dan faktor-faktor yang memengaruhi
fotosintesis.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 25’
menyimpulkan kembali tentang konsep
fotosintesis.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan fotosintesis.
Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk
membuat laporan tertulis praktikum pembuktian
fotosintesis.
Rencana pembelajaran selanjutnya: Bab 3 Materi
Genetik (halaman 92 – 121). Praktikum isolasi
DNA (halaman 110 – 111), peserta didik diminta
membawa buah-buahan masak, detergen, garam
halus.
Page 38
- Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas.
Penerbit Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika
dan Ilmu-ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Bab 2.
- Lingkungan dan internet
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi enzim, katabolisme dan anabolisme
Bahan praktikum: ekstrak hati segar, H2O2, HCL, NaOH, air panas, es
batu, ragi roti, tanaman Hydrilla sp
3. Alat:
-Laptop dan LCD
-Lilin, korek api, lidi, bunsen, kasa dan kaki tiga, gelas beker 1000 mL,
corong kaca, tabung reaksi, kawat penggantung, termometer, ember,
pipet tetes,.
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan sifat-sifat enzim.
Bagaimana cara kerja enzim pada umumnya ?
Jelaskan perbedaan reaksi anabolisme dengan katabolisme dan sebutkan
masing-masing contohnya.
Jelaskan cara membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen
dan dipengaruhi oleh suhu.
Bagaimanakah cara kerja enzim menurut teori “gembok dengan anak
kuncinya”?
Apa yang dimaksud respirasi aerob dan respirasi anaerob?
Bagaimanakah tahapan reaksi dalam reaksi respirasi aerob dan anaerob?
2. Keterampilan
Page 39
Praktik di laboratorium:
Pengamatan faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzim katalase
Pengamatan proses dan hasil fermentasi alkohol
Melakukan percobaan pembuktian fotosintesis, yaitu percobaan
Ingenhousz
3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat kegiatan praktikum di laboratorium,
dan penilaian diri tentang pemahaman materi.
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PADA KEGIATAN PRAKTIK
No Nama Persiapan Pelaksanaan Kegiatan akhir Laporan Jumlah Nilai
percobaan percobaan praktikum tertulis Skor
Keterangan:
Skor = 1 – 3
Nilai = (skor yang diperoleh : skor maksimal) x 4
RUBRIK
No Penilaian ketrampilan Aspek Rubrik Skor
tahap (1 – 3)
1 Persiapan percobaan - Menggunakan jas lab. 1, jika terpenuhi 1
aspek.
- Tersedia buku/ lembar praktikum
- Tersedia alat dan bahan praktikum
2, jika terpenuhi 2
2 Pelaksanaan - Bekerja sesuai dengan prosedur aspek
percobaan
- Menggunakan alat secara benar
- Mengamati hasil percobaan dengan 3, jika terpenuhi 3
aspek
tepat
3 Kegiatan akhir - Membersihkan alat dengan baik
praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
- Membuang larutan/ sampah pada
Page 40
tempatnya
4 Laporan tertulis - Keaslian laporan/ buatan sendiri
- Sistematika penulisan
- Performans
Page 41
9 Memahami tahapan reaksi respirasi anaerob
10 Memahami cara membuktikan fotosintesis
Page 42
2.1.3 Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah teliti, tekun, jujur sesuai data dan
fakta, disiplin, tanggung jawab , dan peduli dalam melakukan observasi
dan eksperimen tentang materi genetik.
Pengertahuan:
3.3.1 Menjelaskan struktur kromosom dengan benar melalui gambar.
3.3.2 Membedakan bentuk kromosom berdasarkan jumlah dan letak
sentromernya dengan benar melalui kajian literatur.
3.3.3 Menganalisis gonosom dan autosom pada gambar kariotipe suatu spesies
dengan benar melalui kajian literatur.
3.3.4 Membedakan pengertian gen dengan alel dengan benar melalui kajian
literatur.
3.3.5 Menjelaskan komponen penyusun DNA dengan benar melalui kajian
literatur.
3.3.6 Menjelaskan mekanisme replikasi DNA dengan benar melalui kajian
literatur.
3.3.7 Menjelaskan struktur RNA dengan benar melalui kajian literatur.
3.3.8 Mendeskripsikan jenis RNA dengan benar melalui kajian literatur.
3.3.9 Menjelaskan perbedaan DNA dengan RNA dengan menggunakan tabel
dengan benar melalui kajian literatur.
3.3.10 Menjelaskan tahapan mekanisme sintesis protein dengan menggunakan
bagan dengan benar melalui kajian literatur.
3.3.11 Menyebutkan jenis asam amino penyusun polipeptida yang dihasilkan
dalam sintesis protein dengan benar melalui kajian literatur.
Keterampilan:
4.3.1 Membuat model tiga dimensi DNA dengan menggunakan bahan dari
barang bekas yang tidak berbahaya dengan benar melalui prosedur.
4.3.2 Melakukan percobaan isolasi DNA dari jaringan buah-buahan dengan
benar melalui prosedur.
4.3.3 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil eksperimen tentang isolasi DNA
dari buah-buahan dengan benar melalui prosedur.
Page 43
[Link] Pembelajaran
1. Materi Fakta: DNA adalah substansi pembawa informasi genetik dari suatu
generasi ke generasi berikutnya. DNA berbentuk double helix dan merupakan
penyusun gen.
DNA memiliki perbedaan bentuk dan struktur kimiawi dengan RNA
Page 44
Sintesis protein Inti sel tempat terjadinya sintesis
protein
2. Materi Konsep
DNA merupakan substansi pembawa informais genetik, berupa
makromolekul asam nukleat berbentuk heliks ganda terpilin, tersusun dari
nukleotida-nukleotida yang mengandung gula deoksiribosa, gugus fosfat,
serta pasangan basa nitrogen purin (adenin dan guanin) dan pirimidin
(timin dan sitosin)
DNA merupakan penyusun gen. Gen terdapat di dalam kromosom,
kromosom terdapat di dalam inti sel, dan inti sel terdapat di dalam sel-sel
penyusun tubuh.
Kromosom merupakan benang-benang kromatin yang memendek,
menebal dan mudah menyerap warna.
Kromosom tubuh (autosom) mengendalikan sifat-sifat tubuh, sedangkan
kromosom seks (gonosom) adalah kromosom yang menentukan jenis
kelamin.
Gen adalah unit terkecil dari materi genetik yang mengendalikan sifat-sifat
hereditas suatu organisme.
Page 45
Setiap kromosom memiliki ratusan lokus sehingga di dalam sel
mengabdng ribuan gen. Satu gen mengendalikan satu sifat hereditas
sehingga satu individu mempunyai ribuan sifat.
Alel adalah pasangan gen yan terdapat pada kromosom homolog yang
menunjukkan sifat alternatif sesamanya. Pasangna gen terdapat di dalam
kromosom.
3. Materi Prosedural
Praktikum isolasi DNA
Pembuatan model heliks ganda dari bahan bekas
D. Model Pembelajaran : Discovery learning (penemuan) dan Problem Based
Learning (pembelajaran memecahkan masalah).
E. Metode Pembelajaran
Presentasi Peserta didik
Diskusi kelas
Praktikum
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke -1 = 4 x 45 menit
N Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
o Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan Pendahuluan 25’
Guru memberikan salam dan berdoa bersama
(sebagai implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai
disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan peserta
didik tentang DNA, gen dan kromosom.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik
Page 46
“Apakah bisa memastikan identitas seorang
anak yang dikaitkan dengan hubungan
keluarga melalui DNA nya?”
- Apakah DNA bisa diisolasi?
- Guru menanyakan persiapan bahan-bahan
praktikum yang dibawa peserta didik
(misalnya buah-buahan masak).
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
materi genetik, yaitu dapat mengetahui
sifat-sifat yang dapat diturunkan dalam
keluarga.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 47
Hubungan antara DNA, gen, kromosom, dan
pembentukan sifat.
Isolasi DNA
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan, setelah mengamati
gambar RNA, hubungan DNA, gen, kromosom,
dan pembentukan sifat.
- Apakah yang dimaksud DNA?
- Bagaimanakah struktur DNA?
- Di manakah terdapat DNA?
- Bagaimana cara mengisolasi DNA?
- Apakah yang dimaksud gen dan kromosom?
- Bagaimanakah bentuk kromosom?
- Apakah kromosom pada berbagai jenis
makhluk hidup adalah sama?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang materi
Page 48
genetik (halaman 94 – 114).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang percobaan Isolasi DNA
(halaman 110 – 111). Peserta didik diberi
kesempatan untuk menanya jika kurang
memahami.
Guru memberikan penjelasan untuk
mempertegas cara kerja praktikum yang benar.
Guru mengingatkan agar peserta didik bekerja
dengan hati-hati, misalnya ketika mengupas dan
memotong buah-buah agar tidak terluka.
Setiap kelompok melakukan kegiatan
praktikum isolasi DNA.
Peserta didik mencatat data-data hasil
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang kromosom, gen, alel, DNA, replikasi
DNA, RNA, perbedaan DNA dengan RNA
(halaman 95 – 114).
Guru mengajak kelompok untuk:
- mendiskusikan data hasil percobaan untuk
mengetahui kandungan DNA dalam sel
buah-buahan.
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan (halaman 111).
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber,
Page 49
tentang DNA.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 111).
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
memahami gambar struktur DNA, mekanisme
replikasi DNA, dan perbedaan DNA dengan
RNA.
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
struktur kromosom, bentuk dan ukuran
kromosom, jumlah kromosom pada makhluk
hidup, gen dan alel, gen aktif dan gen pasif,
DNA, replikasi DNA, RNA, dan perbedaan
DNA dengan RNA.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 25’
menyimpulkan kembali tentang konsep DNA,
RNA, kromosom, gen dan alel.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan DNA, RNA, kromosom, gen
Page 50
dan alel.
Tindak lanjut:
- Penugasan kelompok untuk membuat
laporan tertulis praktikum isolasi DNA.
- Tugas mandiri: membuat model heliks
ganda DNA (halaman 106) untuk penilaian
portofolio.
Rencana pembelajaran selanjutnya: Sintesis
protein dan pembentukan sifat (halaman 114 –
122).
Page 51
sintesis protein, yaitu dapat mengetahui
pembentukan sifat yang berbeda-beda pada
makhluk hidup. Fenotipe suatu organisme
ditentukan oleh aktivitas protein fungsional
dari suatu enzim.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 130’
Guru mengajak peserta didik untuk
mengamati dan menganalisis:
- gambar/ video animasi tentang mekanisme
sintesis protein.
- perbedaan susunan asam amino dalam
hemoglobin manusia normal dengan
penderita siklemia.
Page 52
HbS = valin – histidin – leusin – treonin – prolin –
valin – glutamat – lisin.
Orientasi peserta didik pada masalah
(identifikasi masalah)
Peserta didik dimotivasi untuk menemukan
masalah dengan mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan, setelah mengamati gambar / video
animasi sintesis protein.
- Di manakah terjadi sintesis protein?
- Apa saja yang terlibat dalam sintesis
protein?
- Bagaimanakah mekanisme sintesis protein?
- Apakah fungsi cetakan DNA?
- Apa yang dimaksud dengan transkripsi dan
translasi?
- Apakah kodon pada RNAm menentukan
jenis asam amino?
- Mengapa asam amino yang dibentuk
berbeda-beda?
- Mengapa terjadi perbedaan asam amino
pada hemoglobin orang normal dengan
penderita siklemia?
Mengorganisasikan peserta didik
Guru membantu peserta didik untuk
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan dengan masalah.
- Pada sintesis protein, apakah susunan triplet
basa nitrogen untai DNA yang berbeda akan
membentuk jenis asam amino yang
Page 53
berbeda?
- Apakah jenis susunan amino yang berbeda-
beda menentukan jenis protein yang
berbeda sehingga membentuk sifat yang
berbeda-beda?
- Mengapa terjadi perbedaan asam amino
pada hemoglobin orang normal dengan
penderita siklemia? Apakah perbedaan
tersebut berkaitan dengan sintesis protein?
Guru memberikan beberapa soal tentang
sintesis protein dengan triplet basa nitrogen
DNA yang berbeda-beda.
Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok
Peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya
untuk menjawab soal-soal berbasis masalah
yang diberikan oleh guru, dengan kajian
literatur materi sintesis protein (halaman 114 –
120).
Guru membimbing peserta didik dalam
memecahkan masalah (menjawab soal-soal).
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Peserta didik menjawab soal-soal dalam bentuk
laporan tertulis.
Kelompok mempresentasikan
/mengomunikasikan laporan tertulisnya.
Guru memberikan informasi tambahan untuk
mengembangkan konsep, yaitu tentang
perbedaan sintesis protein pada sel prokariotik
Page 54
dengan sel eukariotik ( halaman 121).
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Diskusi kelas untuk membahas jawaban soal-
soal berbasis masalah.
Peserta didik bersama-sama guru membuat
kesimpulan berkaitan dengan mekanisme
sintesis protein.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
sintesis protein yang telah dipelajarinya.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 25’
untuk menyimpulkan kembali tentang konsep
sintesis protein.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan sintesis protein.
Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
mengerjakan soal-soal uji kompetensi materi
genetik (halaman 123 – 127).
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Pembelahan sel (halaman 130 – 152).
Praktikum pembelahan mitosis pada sel-sel
tumbuhan (halaman 138 – 139), peserta didik
membawa akar bawang merah segar yang telah
ditumbuhkan di dalam air selama 7 hari.
Page 55
1. Sumber belajar:
Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas. Penerbit
Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-
ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Bab 3.
Internet dan lingkungan.
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi, video replikasi DNA dan video sintesis protein.
Bahan praktikum: Buah-buahan yang masak, detergen cair, garam
halus.
3. Alat:
- Komputer/LCD, VCD/CD player.
- Blender, gelas beaker, erlenmeyer, gelas ukur, rak, pipet tetes, spatula,
cotong kaca, timbangan, pisau, mikroskop, kaca objek, kaca penutup.
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan persamaan dan perbedaan DNA dan RNA.
Gambarkan skema untai DNA yang memiliki 6 nukleotida.
Apa yang dimaksud dengan transkripsi dan translasi dalam sintesis
proten ?
Apa yang dimaksud dengan tahap inisiasi, elongasi, dan terminasi
dalam transkripsi DNA ?
Gambarkan bentuk kromosom metasentrik, submetasentrik, akrosentrik
dan telosentrik.
2. Keterampilan
Praktik di laboratorium: Praktikum isolasi DNA.
Produk : model heliks ganda DNA
3. Sikap
Page 56
Penilaian sikap antar peserta didik.
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PADA KEGIATAN PRAKTIK
No Nama Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Laporan Jumlah Nilai
percobaan percobaan akhir tertulis Skor
praktikum
Keterangan:
Skor = 1 – 3
Nilai = (skor yang diperoleh : skor maksimal) x 4
RUBRIK
No Penilaian ketrampilan Aspek Rubrik Skor
tahap (1 – 3)
1 Persiapan percobaan - Menggunakan jas lab. 1, jika terpenuhi 1
aspek.
- Tersedia buku/ lembar praktikum
- Tersedia alat dan bahan praktikum
2, jika terpenuhi 2
2 Pelaksanaan - Bekerja sesuai dengan prosedur aspek
percobaan
- Menggunakan alat secara benar
- Mengamati hasil percobaan dengan 3, jika terpenuhi 3
aspek
tepat
3 Kegiatan akhir - Membersihkan alat dengan baik
praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
- Membuang larutan/ sampah pada
tempatnya
4 Laporan tertulis - Keaslian laporan/ buatan sendiri
- Sistematika penulisan
- Performans
Page 57
(1-5)
Pemilihan Kesesuaian Keindahan Kreativitas
bahan bekas dengan isi
materi
No Nama Mau menerima Tidak memaksa Memberikan solusi Beke Skor Nilai
pendapat teman teman untuk terhadap pendapat rja
menerima yang berbeda sama
pendapatnya
Keterangan : YA = 2, TIDAK = 1
Page 58
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMAN ^ JENOPONTO
Kelas / Semester : XII / 1
Materi Pembelajaran : Pembelahan Sel
Alokasi Waktu : 6 X 45 menit
Jumlah Pertemuan : 3 kali
Page 59
3.4.1 Menjelaskan mekanisme pembelahan sel secara amitosis dengan
menggunakan gambar dengan benar.
3.4.2 Menjelaskan fase-fase mitosis dengan menggunakan gambar dengan
benar.
3.4.3 Menjelaskan fase-fase meiosis dengan menggunakan gambar dengan
benar.
3.4.4 Membandingkan mitosis dan meiosis dengan menggunakan tabel dengan
benar.
3.4.5 Menjelaskan mekanismegamteogenesis pada hewan dan manusia dengan
menggunakan gambar dengan benar.
3.4.6 Menganalisis perbedaan spermatogenesis dengan oogenesis dengan benar
melalui kajian literatur.
3.4.7 Menjelaskan mekanisme gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi
dengan benar melalui kajian literatur.
3.4.8 Menganalisis perbedaan mikrosporogenesis dengan megasporogenesis
yang terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi dengan benar melalui kajian
literatur.
3.4.9 Menjelaskan akibat kegagalan mitosis dan miosis terhadap cacat pada
makhluk hidup dengan benar melalui kajian literatur.
Keterampilan:
4.4.1 Membuat bagan mitosis dan meiosis padamakhluk hidup dengan benar
melalui prosedur.
4.4.2 Melakukan pengamatan terhadap fase-fase mitosis yang terjadi pada akar
bawang merah menggunakan mikroskop.
4.4.3 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pengamatan terhadap fase-fase
mitosis yang terjadi pada akar bawang merah.
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Sel memiliki kemampuan untuk membelah atau memperbanyak
diri. Pembelahan sel dapat terjadi pada organisme uniseluler maupun
Page 60
multiseluler untuk perkembangbiakan, pertumbuhan dan mengganti sel-sel
yang rusak atau mati.
2. Materi Konsep
Pembelahan sel terjadi pada organisme uniseluler maupun multiseluler
untuk perkembangbiakan, pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak
atau mati.
Pembelahan sel dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembelahan secara
langsung (amitosis) dan pembelahan secara tidak langsung (mitosis dan
meiosis).
Amitosis terjadi pada organisme prokariotik.
Mitosis dan meiosis terjadi pada organisme eukariotik.
Sel-sel tubuh dihasilkan dari pembelahan mitosis, sedangkan sel-sel
kelamin dari pembelahan meiosis.
Tahapan mitosis yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase
disertai tahapan sitokinesis.
Pembelahan meiosis menghasilkan 4 sel anakan dengan jumlah kromosom
separuh dari kromosom sel induknya.
Gametogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin (gamet).
Gametogenesis pada manusia dan hewan adalah spermatogenesis dan
oogenesis.
Gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi adalah mikrosporogenesis
dan megasprogenesis.
Setiap 1 sel spermatogonium akan menghasilkan 4 spermatozoa yang
semuanya fungsional.
Setiap 1 sel oogonium hanya menghasilkan 1 ovum yang fungsional.
Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan mikrospora (serbuk sari).
Megasporogenesis adalah proses pembentukan megaspora.
3. Materi Prosedural
Pengamatan pembelahan mitosis pada sel-sel tumbuhan.
Pembuatan bagan pembelahan mitosis dan meiosis.
Page 61
D. Model Pembelajaran: penemuan (discovery learning).
E. Metode Pembelajaran
Presentasi peserta didik
Diskusi kelas
Praktikum
Kuis
Pembelajaran kooperatif
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
Page 62
tersebut?
- Guru menyampaikan manfaat mempelajari
pembelahan sel, yaitu kita harus hidup sehat,
mengonsumsi makanan yang bergizi agar sel-
sel kita dapat membelah secara normal untuk
pertumbuhan, dan mengganti sel-sel yang
rusak.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Pembelahan amitosis
Page 63
Pembelahan mitosis pada akar bawang
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan, setelah mengamati
gambar/ video animasi pembelahan sel,
misalnya:
- Apa tujuan pembelahan sel pada organisme
bersel satu?
- Apa akibatnya jika sel-sel penyusun jaringan
tubuh mengalami pembelahan?
- Apakah mekanisme pembelahan sel secara
mitosis sama dengan meiosis?
- Sel-sel apakah yang mengalami pembelahan
mitosis?
- Sel-sel apakah yang mengalami pembelahan
secara meiosis?
- Apakah yang dimaksud gen dan kromosom?
- Bagaimanakah mekanisme pembelahan
mitosis dan meiosis?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
Page 64
pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang
pembelahan sel (halaman 130 – 143).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang pembelahan mitosis
pada sel-sel tumbuhan (halaman 138 – 139).
Peserta didik diberi kesempatan untuk menanya
jika kurang memahami.
Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas
cara kerja praktikum yang benar. Guru
mengingatkan agar peserta didik bekerja dengan
hati-hati, misalnya ketika menggunakan pemanas
bunsen agar tidak terjadi kebakaran. Hati-hati
menggunakan mikroskop agar tidak pecah.
Setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum
pembelahan mitosis pada sel-sel tumbuhan.
Peserta didik mencatat data-data hasil
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang fase-fase pembelahan mitosis (halaman
134 – 137).
Guru mengajak kelompok untuk:
- mendiskusikan data hasil percobaan untuk
mengetahui fase-fase pembelahan mitosis
pada sel-sel akar bawang merah.
- mengidentifikasi sel-sel bawang merah yang
manakah yang sedang mengalami
Page 65
pembelahan mitosis pada fase-fase tertentu.
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan (halaman 139).
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber,
tentang pembelahan sel.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 139).
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
memahami gambar tahap-tahap pembelahan sel-
sel secara amitosis, mitosis, maupun meiosis.
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
ciri-ciri yang terdapat pada setiap tahap
pembelahan sel secara mitosis maupun meiosis,
dan perbedaan pembelahan mitosis dengan
meiosis.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 30’
menyimpulkan kembali tentang konsep
pembelahan sel secara amitosis, mitosis, dan
meiosis.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
Page 66
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan konsep pembelahan sel secara
amitosis, mitosis, dan meiosis.
Tindak lanjut:
- Penugasan kelompok untuk membuat laporan
tertulis praktikum pembelahan sel.
- Tugas kelompok: membuat bagan
pembelahan sel dengan bahan bekas yang
aman (halaman 144).
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Gametogenesis (halaman 144 – 152).
Page 67
gametogenesis pada tumbuhan?
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
gametogenesis, yaitu dapat memahami
pembentukan gamet pada hewan, manusia,
tumbuhan untuk melestarikan keturunannya.
Kita harus menjaga sistem reproduksi, agar
proses gametogenesis dalam keadaan normal.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 130’
Guru mengajak peserta didik untuk mengamati
dan menganalisis:
- gambar/ video animasi tentang
gametogenesis pada hewan dan manusia,
serta gametogenesis pada tumbuhan.
Page 68
hewan dan manusia.
Page 69
oogenesis?
Mengorganisasikan peserta didik
Guru membantu peserta didik untuk
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan dengan masalah, antara
lain:
- Di mana tempat terjadinya gametogenesis
pada wanita?
- Di mana tempat terjadinya gametogenesis
pada laki-laki?
- Bagaimanakah tahapan spermatogenesis?
- Bagaimanakah tahapan oogenesis?
- Apakah perbedaan antara spermatogenesis
dengan oogenesis?
- Di mana terjadinya mikrosporogenesis pada
tumbuhan tingkat tinggi?
- Di mana tempat tejadinya megasporogenesis
pada tumbuhan tingkat tinggi?
- Apakah perbedaan mikrosporogenesis dengan
megasporogensis?
- Bagaimanakah pengaruh kegagalan mitosis
dan meiosis dalam gametogenesis terhadap
kelainan pada makhluk hidup?
- Bagaimanakah sel-sel kanker (tumor ganas)
bisa tumbuh dengan cepat?
Guru memberikan masalah-masalah yang
berbeda-beda kepada setiap kelompok.
Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok
Peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya
Page 70
untuk mencari jawaban permasalahan yang
diberikan oleh guru, dengan kajian literatur
materi gametogenesis, pengaruh kegagalan
mitosis dan meiosis terhadap kelainan makhluk
hidup, dan pertumbuhan kanker (tumor ganas)
akibat pembelahan sel yang sangat cepat
(halaman 144 – 152).
Guru membimbing peserta didik dalam
memecahkan masalah (menjawab soal-soal).
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Peserta didik memberikan jawaban masalah
(soal-soal) dalam bentuk laporan tertulis.
Kelompok mempresentasikan/
mengomunikasikan laporan tertulisnya.
Guru memberikan informasi tambahan untuk
mengembangkan konsep, misalnya pengaruh
kegagalan mitosis dan meiosis terhadap kelainan
pada makhluk hidup.
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Diskusi kelas untuk membahas jawaban
permasalahan.
Peserta didik bersama-sama guru membuat
kesimpulan berkaitan dengan gametogenesis.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
sintesis protein yang telah dipelajarinya.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 25’
menyimpulkan kembali tentang konsep
gametogenesis.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
Page 71
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan gametogenesis.
Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
mengerjakan soal-soal uji kompetensi
pembelahan sel (halaman 153 – 157).
Rencana pembelajaran selanjutnya: Pola-pola
hereditas (halaman 158 – 202). Praktikum
penyilangan monohibrid.
G. Sumber Belajar/Bahan Ajar/Alat
1. Sumber belajar:
Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas. Penerbit
Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu
Pengetahuan Alam (MIPA), Bab 4 dan Lingkungan dan internet
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi dan video pembelahan sel
Bahan praktikum: bawang merah segar, larutan HCl, dan larutan
asetokarmin
3. Alat:
Komputer/LCD, VCD/CD player.
Mikroskop, gelas arloji, kaca objek, silet tajam, pemanas Bunsen, korek
api, gelas, lidi, pipet, dan kertas tisu.
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan pembuahan ganda yang terjadi pada Angiospermae.
Page 72
Gambarkan pembelahan sel secara mitosis pada metafase dan
anafase.
Jika suatu sel membelah secara meiosis sebnayak 4 kali, berapakah
jumlah sel anakan yang dihasilkan?
Jelaskan manfaat pembelahan sel secara mitosis dan meiosis.
Gambarkan skema mitosis yang terjadi pada sel yang memiliki dua
pasang kromosom.
2. Keterampilan
Praktik di laboratorium: Pengamatan pembelahan mitosis pada sel-sel
tumbuhan.
Pembuatan bagan pembelahan mitosis dan meiosis
3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada kegiatan diskusi.
Keterangan:
Skor = 1 – 3
Nilai = (skor yang diperoleh : skor maksimal) x 4
RUBRIK
No Penilaian ketrampilan Aspek Rubrik Skor
tahap (1 – 3)
1 Persiapan percobaan - Menggunakan jas lab. 1, jika terpenuhi 1
aspek.
- Tersedia buku/ lembar praktikum
- Tersedia alat dan bahan praktikum
2, jika terpenuhi 2
2 Pelaksanaan - Bekerja sesuai dengan prosedur aspek
percobaan
- Menggunakan alat secara benar
Page 73
- Mengamati hasil percobaan dengan 3, jika terpenuhi 3
aspek
tepat
3 Kegiatan akhir - Membersihkan alat dengan baik
praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
- Membuang larutan/ sampah pada
tempatnya
4 Laporan tertulis - Keaslian laporan/ buatan sendiri
- Sistematika penulisan
- Performans
Page 74
KepalaSekolah
Page 76
2. Materi Konsep
Sifat-sifat makhluk hidup akan diturunkan dari generasi ke generasi
berikutnya.
Gen merupakan karakteristik yang diturunkan sehingga meskipun terjadi
mitosis dan meiosis bentuk dan identitas setiap gen di dalam kromosom
adalah
tetap
Pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya mengikuti aturan tertentu
(Pola-pola hereditas).
Hukum mendel I merupakan kaidah pemisahan alel secara bebas pada saat
pembelahan meiosis dalam pembentukan gamet yang dapat dibuktikan
dalam persilangan monohibrid dengan hasil rasio fenotipe F2 adalah 3 :1.
Hukum Mendel II merupakan kaidah yang menyatakan bahwa setiap alel
berpasangan secara bebas dengan alel lainnya yang tidak sealel pada waktu
pembentukan gamet.
Hukum Mendel II dapat dibuktikan dalam persilangan dihibrid dengan
hasil rasio fenotipe F2 sebesar 9 : 3 : 3 : 1
Angka perbandingan yang menyimpang dengan hukum Mendel
(penyimpangan semu hukum Mendel) merupakan akibat dari interaksi
antaralel (kodomain, dominansi tidak sempurna, alel ganda, dan alel
letal)dan interaksi genetik (atavisme, epistasis-hipostasis, polimeri,
kriptomeri, dan komplementer).
Penyimpangan semu hukum Mendel dapat terjadi karena interaksi
antaralel dan interaksi genetik.
Bentuk peristiwa lainnya dalam pola-pola hereditas, antara lain tautan
(linkage), pindah silang (crossing over), dan gagal berpisah
(nondisjunction).
Jenis kelamin merupakan salah satu sifat yang diwariskan dari generasi ke
generasi berikutnya.
3. Materi Prosedural
Page 77
Praktikum penyilangan monohibrid
D. Model Pembelajaran: Discovery learning (penemuan) dan Problem Based
Learning (pembelajaran memecahkan masalah).
E. Metode Pembelajaran
Presentasi peserta didik
Diskusi
Praktikum
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
Page 78
hewan, maupun manusia. Melalui ilmu
genetika, dapat diperoleh hewan dan tumbuhan
yang bersifat unggul.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 79
Sifat beda kacang ercis
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan, setelah mengamati
gambar berkaitan dengan pola-pola hereditas,
misalnya:
- Mengapa manusia memiliki ciri-ciri fisik yang
berbeda?
- Bagaimana cara Mendel mempelajari genetik
pada makhluk hidup?
- Apa yang ditemukan Mendel setelah melakukan
penyilangan kacang ercis?
- Mengapa Mendel memiliki kacang ercis sebagai
objek penelitiannya?
- Bagaimanakah isi hukum Mendel I dan hukum
Mendel II?
- Bagaimana menghitung rasio fenotipe dan rasio
genotipe keturunan pada penyilangan
monohibrid dan dihibrid?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran
Page 80
yang akan dilakukan peserta didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang pola-pola
hereditas subtopik hukum Mendel I dan hukum
Mendel II, menghitung rasio genotipe dan fenotipe
keturunan dari suatu penyilangan (halaman 160 –
175).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara kerja
praktikum tentang penyilangan monohibrid
(halaman 165 – 166). Peserta didik diberi
kesempatan untuk menanya jika kurang memahami.
Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas
cara kerja praktikum yang benar. Guru
mengingatkan agar peserta didik bekerja dengan
teliti dalam menghitung kancing untuk simulasi
penyilangan monohibrid.
Setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum
penyilangan monohibrid.
Peserta didik mencatat data-data hasil pengamatan
ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang hukum Mendel I (halaman 164 – 165).
Guru mengajak kelompok untuk:
- mendiskusikan data hasil percobaan untuk
mengetahui rasio fenotipe F2 pada penyilangan
monohibrid.
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
Page 81
kegiatan (halaman 166).
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber, tentang
hukum Mendel I.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok lainnya.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 166).
Guru memfasilitasi peserta didik untuk memahami
cara menghitung rasio fenotipe maupun genotipe
dari beberapa tipe penyilangan monohibrid dan
dihibrid.
Page 82
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berupa
soal-soal penyilangan monohibrid dan dihibrid.
Tindak lanjut:
- Penugasan kelompok untuk membuat laporan
tertulis praktikum tentang penyilangan
monohibrid (hukum Mendel I).
Rencana pembelajaran selanjutnya: penyimpangan
semu hukum Mendel (halaman 176 – 193).
Page 83
penyimpangan/ perbedaan hasil keturunan pada
suatu penyilangan.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 84
Diagram penyilangan pada bunga snapdragon.
Kelinci himalayan
Ayam creeper
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk menemukan masalah
dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan,
setelah mengamati gambar pola-pola hereditas dan
Page 85
penyimpangan semu hukum Mendel, antara lain:
- Apa yang dimaksud penyimpang semu hukum
Mendel?
- Peristiwa apakah yang termasuk penyimpangan
semu hukum Mendel?
- Mengapa terjadi ayam creeper, sapi roan,
kelinci himalayan, dan variasi bentuk pial
ayam?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan peserta didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang
penyimpangan semu hukum Mendel (halaman 176
– 193).
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara kerja
praktikum tentang penyimpanagan semu hukum
Mendel (halaman 186 – 1187). Peserta didik diberi
kesempatan untuk menanya jika kurang memahami.
Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas
cara kerja praktikum yang benar. Guru
mengingatkan agar peserta didik bekerja dengan
teliti dalam menghitung turus suatu genotipe F2
pada peristiwa penyimpangan semu hukum Mendel
epistasis-hipostasis.
Setiap kelompok melakukan kegiatan praktikum
penyimpangan semu hukum Mendel.
Peserta didik mencatat data-data hasil pengamatan
ke dalam tabel pengamatan.
Page 86
Pengolahan Data
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang epistasis-hipostasis (halaman 186 – 187).
Guru mengajak kelompok untuk:
- mendiskusikan data hasil percobaan untuk
mengetahui rasio fenotipe F2 pada peristiwa
epistasis-hipostasis dalam penyilangan dihibrid
(dua sifat beda).
- menjawab pertanyaan yang ada di lembar
kegiatan (halaman 187).
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan teori pada buku sumber, tentang
penyimpangan semu hukum Mendel.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok lainnya.
Guru bersama peserta didik membahas jawaban
pertanyaan pada lembar kegiatan (halaman 187).
Guru memfasilitasi peserta didik untuk memahami
cara menghitung rasio fenotipe dan genotipe dari
beberapa tipe penyilangan pada pola penyimpangan
tertentu (misalnya epistasis-hipostasis, atavisme,
polimeri, komplementer, dan kriptomeri).
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
penyimpangan semu hukum Mendel (epistasis-
Page 87
hipostasis, atavisme, polimeri, komplementer, dan
kriptomeri).
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik untuk 30’
menyimpulkan kembali tentang penyimpangan
semu hukum Mendel.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran hari
ini, dan memberikan penghargaan kepada peserta
didik atau kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis) berupa
soal-soal penyilangan dihibrid dengan peristiwa
penyimpangan semu hukum Mendel.
Tindak lanjut:
- Penugasan kelompok untuk membuat laporan
tertulis praktikum tentang penyimpangan semu
hukum Mendel epistasis-hipostasis.
Rencana pembelajaran selanjutnya: Tautan, pindah
silang, dan gagal berpisah (halaman 194 – 202).
Page 88
berpisah.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Pola hereditas apakah yang menyebabkan
terjadinya kombinasi parental dan
kombinasi baru yang dihasilkan dalam
suatu penyilangan?
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 130’
Guru mengajak peserta didik untuk
mengamati dan menganalisis:
- gambar / diagram perkawinan lalat buah
yang menunjukkan nondisjunction,
peristiwa crossing over.
Page 89
Crossing over
orientasi peserta didik pada masalah
(identifikasi masalah)
Peserta didik dimotivasi untuk menemukan
masalah dengan mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan, setelah mengamati gambar /
diagram peristiwa crossing over, tautan,
perkawinan lalat buah yang menunjukkan
nondisjunction, antara lain:
- Apa yang dimaksud dengan tautan?
- Apa yang dimaksud dengan tautan
autosomal dan tautan seks?
- Apa yang dimaksud dengan crossing over?
- Apa akibatnya jika terjadi pindah silang
antara gen-gen di dalam kromosom?
- Apa yang dimaksud dengan
nondisjunction?
Mengorganisasikan peserta didik
Guru membantu peserta didik untuk
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan dengan masalah,
antara lain:
- Apa yang dimaksud dengan tautan, tautan
autosomal, dan tautan seks?
- Bagaimanakah jumlah gamet yang
dihasilkan, jika terjadi tautan gen?
- Apakah jumlah gamet dihasilkan berjumlah
lebih sedikit jika terjadi tautan?
- Bagaimanakah fenotipe keturunan yang
Page 90
dihasilkan pada peristiwa tautan?
- Apa yang dimaksud dengan pindah silang
(crossing over)?
- Apakah crossing over dapat terjadi pada
gen-gen yang terletak pada kromosom
homolog maupun kromosom nonhomolog?
- Bagaimanakah fenotipe keturunan yang
dihasilkan pada peristiwa pindah silang
(crossing over)?
- Apa yang dimaksud dengan gagal berpisah
(nondisjunction)?
- Apakah nondisjunction dapat terjadi pada
autosom dan gonosom?
- Apakah nondisjunction dapat
mengakibatkan terjadinya kelainan seperti
sindrom Down, sindrom Klinefelter, dan
sindrom Turner?
Guru memberikan masalah-masalah yang
berbeda-beda kepada setiap kelompok.
Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok
Peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya
untuk mencari jawaban permasalahan yang
diberikan oleh guru, dengan kajian literatur
materi tautan, pindah silang, dan gagal berpisah
(halaman 194 – 200).
Guru membimbing peserta didik dalam
memecahkan masalah (menjawab soal-soal).
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Peserta didik memberikan jawaban masalah
Page 91
(soal-soal) dalam bentuk laporan tertulis.
Kelompok mempresentasikan/
mengomunikasikan laporan tertulisnya.
Guru memberikan informasi tambahan untuk
mengembangkan konsep, misalnya kelainan
(sindrom) akibat nondisjunction.
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Diskusi kelas untuk membahas jawaban
permasalahan.
Peserta didik bersama-sama guru membuat
kesimpulan berkaitan dengan gametogenesis.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
sintesis protein yang telah dipelajarinya.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 25’
untuk menyimpulkan kembali tentang konsep
tautan, pindah silang, dan gagal berpisah.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan tautan, pindah silang, dan
gagal berpisah.
Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
mengerjakan soal-soal uji kompetensi pola-pola
hereditas (halaman 203 – 207).
Rencana pembelajaran selanjutnya: Hereditas
pada manusia (halaman 210 – 236).
Page 92
G. Sumber Belajar/Bahan Ajar/Alat
1. Sumber belajar:
Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun Irnaningtyas. Penerbit
Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu
Pengetahuan Alam (MIPA), Bab 5.
Internet dan lingkungan
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi tentang pola-pola hereditas
Bahan praktikum: Kancing baju/ kancing genetika
3. Alat:
Komputer/LCD.
Alat tulis
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Membuat mind map
c. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan istilah gen, alel, genotipe dan fenotipe.
Jelaskan perbedaan antara backcross dengan testcross.
Apa yang dimaksud dengan pindah silang ?
Bagaimana bunyi hukum Mendel I?
Apa yang dimaksud dengan penyilangan monohibrid?
Apa yang dimaksud denganpenyimpangan semu hukum Mendel?
Sebutkan beberapa peristiwa yang termasuk penyimpangan semu
hukum Mendel.
2. Keterampilan
Praktik di laboratorium: Praktikum penyilangan monohibrid
3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdiskusi.
Page 93
INSTRUMEN PENILAIAN KEGIATAN PRAKTIK
Aspek yang dinilai
Kesesuaian Kontribusi Jumlah
Persiapan
Nama pelaksanaan dalam Laporan Skor Nilai
alat dan
dengan teman praktikum
bahan
prosedur kelompok
1
2
Keterangan: Skor 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang.
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP PADA KEGIATAN DISKUSI
Aspek yang dinilai
Jumlah
No Nama Kerja Rasa ingin Nilai
Santun Komunikatif Skor
sama tahu
Page 94
3.7 Menganalisis hereditas pada manusia
4.7 Menyajikan data hereditas pada manusia
B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Sikap
1.1.6 Mengubah perilakunya untuk mengagumi keteraturan dan kompleksitas
ciptaan Tuhan berkaitan dengan hereditas pada manusia.
1.2.5 Mengubah perilakunya untuk menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah
dalam kemampuan mengamati hereditas pada manusia.
2.1.6 Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah teliti, tekun, jujur sesuai data dan
fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam melakukan observasi dan
eksperimen tentang variasi sifat, kelainan dan penyakit menurun pada
manusia.
Pengetahuan
3.7.1 Menjelaskan pedigree penyakit menurun hemofilia pada keluarga kerajaan
Inggris.
3.7.2 Menjelaskan kriteria penentuan jenis kelamin (determinasi seks) pada
manusia.
3.7.3 Menghitung angka kemungkinan pemunculan jenis kelamin pada suatu
tipe perkawinan.
3.7.4 Menjelaskan genotipe dan fenotipe golongan darah sistem ABO, MN, dan
rhesus.
3.7.5 Menghitung angka rasio fenotipe golongan darah pada suatu tipe
perkawinan.
3.7.6 Mengidentifikasi genotipe dan fenotipe kelainan dan penyakit menurun
pada manusia.
3.7.7 Menghitung rasio fenotipe hasil keturunan dari suatu tipe perkawinan
berkaitan dengan suatu kelainan dan penyakit menurun pada manusia.
3.7.8 Menjelaskan usaha-usaha dalam rangka perbaikan mutu genetik pada
manusia.
Keterampilan
Page 95
4.7.1 Membuat pedigree sederhana tentang sifat-sifat yang tampak.
4.7.2 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pengamatan tentang kelainan
dan penyakit menurun pada manusia.
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Hereditas pada manusia juga meliputi kelainan dan penyakit
genetik pada manusia. Kelainan dan penyakit genetik pada manusia dapat
disebabkan oleh alel-alel yang tertaut pada kromosom seks (gonosom)
maupun kromosom tubuh (autosom) dan hormon kelamin.
2. Materi Konsep
Semua sifat pada diri manusia didapatkan dari kedua orangtuanya, meliputi
sifat fisik, fisiologi dan psikologi (kejiwaan).
Variasi sifat – sifat pada diri manusia dikendalikan oleh gen-gen yang
bersifat dominan atau resesif.
Genetika manusia dipelajari melalui pedigree, karakter pada anak kembar,
dan hewan penelitian. Dengan menggunakan pedigree , perkawinan dapat
diatur untuk memperbaiki mutu genetik keluarga.
Penentuan jenis kelamin pada manusia berdasarkan tipe XY
Gonosom Y merupakan penentu laki-laki.
Sistem penggolongan darah berdasarkan keberadaan antigen tertentu
dalam darah, yaitu sistem ABO (golongan darah A, B, AB, dan O), sistem
MN (golongan darah M, N, dan MN), dan sistem rhesus (Rh + DAN Rh -).
Kelainan dan penyakit genetik pada manusia dapat disebabkan oleh alel
yang tertaut pada kromosom tubuh (autosom), alel yang tertaut pada
kromosom kelamin X atau Y, dan hormon kelamin.
3. Materi Prosedural
Membuat pedigree tentang sifat-sifat yang tampak
D. Model Pembelajaran: Problem Based Learning (pembelajaran memecahkan
masalah).
E. Metode Pembelajaran
Presentasi Peserta didik
Page 96
Pembelajaran kooperatif
Diskusi kelas
Praktikum
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
Page 97
sifat hemofilia pada kerajaan Inggris,
variasi sifat pada manusia, diagram contoh
perkawinan pada sifat golongan darah.
Page 98
(identifikasi masalah)
Peserta didik dimotivasi untuk menemukan
masalah dengan mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan, setelah mengamati gambar
pedigree kerajaan Inggris, variasi sifat pada
manusia, dan contoh diagram perkawinan sifat
golongan darah.
- Apa yang dimaksud pedigree?
- Bagaimana variasi sifat pada manusia?
- Bagaimana cara membuat pedigree untuk
keluarga sendiri?
- Bagaimana penurunan sifat golongan
darah?
Page 99
sistem ABO, sistem rhesus, dan sistem MN
pada suatu tipe perkawinan?
Page 100
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Diskusi kelas untuk membahas jawaban soal-
soal berbasis masalah terutama hereditas dalam
masyarakat, seperti kasus bayi tertukar yang
dapat dicari solusinya melalui pewarisan
golongan darah.
Peserta didik bersama-sama guru membuat
kesimpulan berkaitan dengan hereditas manusia
(golongan darah dan jenis kelamin).
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
hereditas manusia (pedigree, golongan darah,
dan penentuan jenis kelamin) yang telah
dipelajarinya.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 30’
untuk menyimpulkan kembali tentang konsep
hereditas manusia (golongan darah dan
penentuan jenis kelamin/determinasi seks).
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan hereditas manusia (variasi
sifat, pedigree, golongan darah dan determinasi
seks).
Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
mencoba membuat pedigree keluarga sendiri
terhadap sifat-sifat tertentu (halaman 214 –
Page 101
215).
Rencana pembelajaran selanjutnya: Hereditas
manusia subtopik kelainan dan penyakit genetik
pada manusia (halaman 223 – 236).
Page 102
Guru mengajak peserta didik untuk
mengamati dan menganalisis: gambar
kelainan dan penyakit genetik pada manusia.
Page 103
Orientasi peserta didik pada masalah
(identifikasi masalah)
Peserta didik dimotivasi untuk menemukan
masalah dengan mengemukakan
pertanyaan-pertanyaan, setelah mengamati
gambar kelainan dan penyakit genetik pada
manusia.
- Jenis penyakit apa saja yang bersifat
menurun?
- Apakah kelainan dan penyakit menurun
bisa disembuhkan?
- Apa yang dimaksud penyakit hemofilia?
- Bagaimana ciri-ciri fenotipe dan genotipe
kelainan albino?
- Bagaimana ciri-ciri kelainan buta warna?
- Bagaimana cara menghindari munculnya
buta warna?
Mengorganisasikan peserta didik
Guru membantu peserta didik untuk
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan dengan masalah.
- Kelainan dan penyakit apakah yang bersifat
menurun?
- Bagaimanakah cara menghindari kelainan
dan penyakit keturunan?
- Bagaimanakah ciri-ciri fenotipe dan
genotipe kelainan dan penyakit keturunan,
misalnya polidaktili, sindaktili, talasemia,
huntington, progeria, akondroplasia, tilosis,
sindrom Marfan, hipertensi, hemofilia, buta
Page 104
warna, hypertrichosis, dan kebotakan?
- Apakah terdapat penyakit menurun yang
dipengaruhi oleh jenis kelamin?
Guru memberikan soal-soal/ permasalahan/
kasus tentang kelainan dan penyakit menurun
pada manusia.
Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok
Peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya
untuk menjawab soal-soal/ permasalahan/ kasus
yang diberikan oleh guru, dengan kajian
literatur kelainan dan penyakit menurun pada
manusia (halaman 223 – 236).
Guru membimbing peserta didik dalam
memecahkan masalah/ membahas kasus/
menjawab soal-soal.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Peserta didik menjawab soal-soal/ pembahasan
kasus dan masalah dalam bentuk laporan
tertulis.
Kelompok mempresentasikan/
mengomunikasikan laporan tertulisnya.
Guru memberikan informasi tambahan untuk
mengembangkan konsep, yaitu tentang cara
perbaikan mutu genetik pada manusia.
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Diskusi kelas untuk membahas jawaban soal-
soal berbasis masalah terutama kasus-kasus
penyakit dan kelainan menurun yang terdapat
Page 105
di masyarakat, seperti kasus buta warna,
kebotakan, keterbelakangan mental, hipertensi,
dan cebol (akondroplasia).
Peserta didik bersama-sama guru membuat
kesimpulan berkaitan dengan kelainan dan
penyakit menurun pada manusia.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
kelainan dan penyakit menurun yang telah
dipelajarinya.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 25’
untuk menyimpulkan kembali tentang konsep
kelainan dan penyakit menurun pada manusia.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan kelainan dan penyakit
menurun pada manusia.
Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
menjawab soal-soal uji kompetensi (halaman
236 – 239).
Rencana pembelajaran selanjutnya: Mutasi
(halaman 247 – 312). Peserta didik membawa
clipboard, plastisin, pisau cutter dan gunting
untuk membuat simulasi jenis-jenis mutasi
(halaman 262).
Page 106
1. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XII, Penyusun
Irnaningtyas. Penerbit Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok
Matematika dan Ilmu-ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Bab 6.
Lingkungan dan Internet
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi dan gambar tentang hereditas pad manusia
3. Alat:
Komputer/LCD.
Kertas karton, pensil warna, pensil.
4. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Sebutkan kelainan yang disebabkan oleh alel resesif autosomal.
Apa yang dimaksud dengan galaktosemia?
Siapa yang menemukan penggolongan darah dengan sistem ABO?
Apa yang dimaksud dengan pedigree?
Jelaskan manfaat pembuatan pedigree?
Jika ayah bergolongan darah A sedangkan ibu bergolongan darah B,
bagaimanakah golongan darah anak-anaknya?
2. Keterampilan
Membuat pedigree tentang sifat-sifat yang tampak seperti warna kulit,
postur tubuh, bentuk cuping telinga, atau golongan darah.
3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdikusi.
Page 107
Aspek penilaian : Keterampilan
Judul kegiatan : Pedigree tentang sifat-sifat yang tampak
Tanggal Penilaian :……………
Kelas :……………
Page 108
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMAN 6 JENEPONTO
Kelas / Semester : XII / 2
Materi Pembelajaran : Mutasi
Alokasi Waktu : 6 X 45 menit
Jumlah Pertemuan : 3 kali
Page 109
2.1.7 Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah teliti, tekun, jujur sesuai data dan
fakta, disiplin, tanggung jawab , dan peduli dalam melakukan observasi
yang berkaitan dengan mutasi.
2.2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan
dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan
pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar
berkaitan dengan mutasi.
Pengetahuan
3.8.1 Menjelaskan pengertian mutasi dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.2 Menjelaskan jenis mutasi tingkat gen akibat perubahan jumlah basa
nitrogen dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.3 Menjelaskan perbedaan duplikasi, adisi, insersi, dan delesi pada mutasi
tingkat gen dengan menggunakan diagram dengan benar berdasarkan
kajian literatur.
3.8.4 Menjelaskan jenis mutasi tingkat gen akibat perubahan jenis basa nitrogen
dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.5 Menjelaskan perbedaan urutan jenis asam amino penyusun hemoglobin
normal dengan hemoglobin penderita siklemia akibat mutasi gen dengan
benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.6 Membedakan jenis mutasi kromosom delesi, duplikasi, inversi, translokasi
dan katenasi dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.7 Menjelaskan perbedaan mutasi akibat perubahan jumah kromosom euploid
dengan aneuploid dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.8 Menggambar diagram euploid dan aneuploid dengan benar berdasarkan
kajian literatur.
3.8.9 Membedakan autopoliploid dengan alopoliploid dengan benar berdasarkan
kajian literatur.
3.8.10 Menuliskan rumus nulisomi, monosomi, trisomi, dan tetrasomi dengan
benar berdasarkan kajian literatur.
Page 110
3.8.11 Menyebutkan contoh mutagen kimia, mutagen fisika dan mutagen biologi
dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.12 Menjelaskan klasifikasi mutasi dengan benar berdasarkan kajian literatur.
3.8.13 Menyebutkan contoh kelainan pada manusia akibat mutasi dengan benar
berdasarkan kajian literatur.
3.8.14 Menjelaskan mutasi dalam mekanisme proses evolusi dengan benar
berdasarkan kajian literatur.
3.8.15 Menuliskan kata kata dalam word square berkaitan dengan mutagen
dengan benar berdasarkan kajian literatur.
Keterampilan
4.8.1 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil simulasi berkaitan dengan mutasi
tingkat gen dan kromosom dengan benar berdasarkan prosedur.
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Perubahan materi genetik dapat terjadi secara alami yang
menyebabkan berbagai jenis organisme pada tingkat sel maupun individu yang
memiliki sifat yang abnormal. Perubahan materi genetik tersebut dikenal
sebagai peristiwa mutasi.
2. Materi Konsep
Mutasi adalah peristiwa perubahan materi genetik kromosom atau DNA di
dalam inti sel.
Adanya perubahan materi genetik menyebabkan perubahan sifat pada
tingkat sel maupun tingkat individu.
Berdasarkan tingkatan terjadinya, mutasi dibedakan menjadi dua macam
yaitu mutasi tingkat gen dan mutasi tingkat kromosom.
Mutasi tingkat gen dapat terjadi akibat perubahan jumlah basa nitrogen
(duplikasi/penggandaan, adisi/penambahan, insersi/penyisipan, dan
delesi/pengurangan), perubahan macam basa nitrogen (substitusi transisi
dan substitusi transverse), perubahan letak urutan basa nitrogen pada rantai
nukleotida (transposisi).
Page 111
Mutasi tingkat kromosom dapat terjadi akibat perubahan struktur
kromosom (delesi, duplikasi, inverse, translokasi, dan katenasi) dan
perubahan jumlah kromosom (Euploid dan aneuploid).
Kelainan pada manusia akibat mutasi adalah sindrom Klinefelter, sindrom
Turner, sindrom tripel X, sindrom Jacob, sindrom Y, hermafrodit, sindrom
cri du chat, sindrom Patau, sindrom Edward, sindrom Down, dan sindrom
Wolf.
3. Materi Prinsip
Mutasi yang terjadi pada sel-sel somatik janin dapat menyebabkan
teratogen (cacat sejak lahir).
4. Materi Prosedural
Mengetahui bahan bahan penyebab mutasi menggunakan word square
D. Model Pembelajaran: Discovery learning (penemuan) non-eksperimen.
E. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pembelajaran kooperatif
Praktikum
Kuis
Mind map
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Waktu
Pembelajaran Discovery Learning (Penemuan) (menit)
non-eksperimen
1 Pendahuluan Guru memberikan salam dan berdoa 25’
bersama (sebagai implementasi nilai
religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas
dan pembiasaan (sebagai implementasi
nilai disiplin).
Page 112
Apersepsi: Guru menggali
pengetahuan peserta didik tentang
mutasi.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta
didik: Pernahkah Anda
mengonsumsi buah semangka
tanpa biji? Bagaimanakah
membuat buah semangka tanpa
biji?
- Guru menyampaikan manfaat
belajar mutasi, yaitu kita menjadi
tahu bahwa di alam tempat kita
hidup terdapat zat-zat penyebab
mutasi. Mutasi ada yang
menguntungkan tetapi ada pula
yang merugikan.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator
pembelajaran.
Page 113
Semangka dan jeruk tanpa biji
Domba ancon
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan gambar peristiwa
mutasi.
- Apa yang dimaksud dengan
mutasi?
- Apa yang menyebabkan terjadinya
mutasi?
- Apakah mutasi bersifat merugikan?
- Adakah mutasi yang
menguntungkan?
- Apakah buah semangka tanpa biji
akibat mutasi materi genetik?
- Bagaimana terjadinya mutasi?
- Bagaimana terjadinya domba
Page 114
ancon?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
Guru mengajak peserta didik
melakukan kajian literatur secara
cermat dan teliti tentang mutasi
subtopik pengertian mutasi dan jenis
mutasi (halaman 251 – 262).
Pengolahan Data
Kelompok diminta untuk melakukan
kegiatan 7.1 bermain simulasi tentang
mutasi gen dan mutasi kromosom
(halaman 262).
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan:
- Peristiwa mutasi tingkat gen seperti
perubahan jumlah basa nitrogen
akibat duplikasi, adisi, insersi,
delesi ).
- Peristiwa mutasi tingkat kromosom
seperti perubahan struktur
kromosom akibat delesi, duplikasi,
inversi, translokasi, katenasi
kromosom.
Page 115
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas tentang mutasi gen dan
mutasi kromosom.
Setiap kelompok mengomunikasikan
hasil diskusinya, dan ditanggapi oleh
kelompok lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep. Kelompok
bisa menunjukkan hasil simulasi
tentang peristiwa mutasi, kelompok
lainnya menebak/ menjawab jenis
mutasi yang terjadi.
Page 116
penghargaan kepada peserta didik atau
kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan
(kuis) berkaitan dengan pengertian
mutasi dan jenis mutasi.
Tindak lanjut: Penugasan individu
menjawab fitur kuis bio (halaman 253,
258, 261).
Rencana pembelajaran selanjutnya:
subtopik penyebab mutasi/ mutagen,
klasifikasi mutasi, kelainan pada
manusia akibat mutasi, mutasi dalam
mekanisme evolusi (halaman 263 –
273).
Page 117
didik: Apakah di alam tempat kita
hidup terdapat mutagen?
Bagaimanakah akibatnya jika
tubuh kita terkena mutagen?
- Guru menyampaikan manfaat
belajar mutagen, yaitu agar kita
senantiasa melindungi tubuh dari
pengaruh mutagen yang terdapat di
alam sekitar atau yang terkandung
dalam makanan.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator
pembelajaran.
Mutagen kimia
Page 118
Manusia akar
Siklemia
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
Page 119
mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan gambar kelainan
akibat mutasi.
- Apa yang menyebabkan mutasi?
- Apakah bahan-bahan kimia
merupakan mutagen?
- Selain bahan kimia, adakah
mutagen yang lainnya (mutagen
fisika dan mutagen biologi)?
- Apakah mutasi dapat menyebabkan
penyakit pada manusia?
- Apa yang menyebabkan terjadinya
kelainan “manusia akar”?
- Jenis mutasi apakah yang
menyebabkan penyakit siklemia?
- Peristiwa mutasi apakah yang
menyebabkan sindrom Klinefelter
dan sindrom Patau?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
Guru mengajak peserta didik
melakukan kajian literatur secara
cermat dan teliti tentang mutasi
subtopik mutagen, klasifikasi mutasi,
kelainan akibat mutasi, dan mutasi
dalam mekanisme evolusi (halaman
Page 120
263 – 273).
Pengolahan Data
Kelompok diminta untuk melakukan
kegiatan 7.2 menemukan berbagai
jenis mutagen pada word square
(halaman 265), dan menuliskan
hasilnya ke dalam tabel.
Setiap kelompok menjawab pertanyaan
pada lembar kegiatan (halaman 266).
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan: mutagen, klasifikasi
mutasi, kelainan akibat mutasi, dan
mutasi dalam mekanisme evolusi.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas tentang mutagen,
klasifikasi mutasi, kelainan akibat
mutasi, dan mutasi dalam mekanisme
evolusi.
Setiap kelompok mengomunikasikan
hasil diskusinya, dan ditanggapi oleh
kelompok lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep. Kelompok
bisa menunjukkan hasil penemuan
berbagai jenis mutagen pada word
square.
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik
Page 121
menyepakati hasil pengembangan
materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi
sebagai penguatan atas kesimpulan
peserta didik tentang mutagen,
klasifikasi mutasi, kelainan akibat
mutasi, dan mutasi dalam mekanisme
evolusi.
Guru menghimbau kepada peserta
didik untuk berhati-hati dan waspada
terhadap radiasi di sekitar lingkungan
(bio suplemen halaman 272).
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta 30’
didik untuk menyimpulkan kembali
tentang mutagen, klasifikasi mutasi,
kelainan akibat mutasi, dan mutasi
dalam mekanisme evolusi.
Review: Guru mereview hasil
pembelajaran hari ini, dan memberikan
penghargaan kepada peserta didik atau
kelompok yang berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan
(kuis) berkaitan dengan mutagen,
klasifikasi mutasi, kelainan akibat
mutasi, dan mutasi dalam mekanisme
evolusi.
Tindak lanjut: Penugasan individu
menjawab soal-soal uji kompetensi
Page 122
(halaman 273 - 277).
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Evolusi (halaman 278 – 312).
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Mind Map
c. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan ciri-ciri mutan sindrom Wolf.
Bagaimanakah cara membuat tanaman buah-buhan poliploid?
Jelaskan perbedaan autopoliploid dengan alopoliploid.
Tuliskan rumus monosomi.
Tuliskan masing-masing 3 contoh mutagen yang merupakan mutagen
kimia, mutagen fisika, dan mutagen biologi.
Adakah hubungan antara peristiwa mutasi dengan proses evolusi
organisme?
2. Keterampilan
Page 123
Pelaporan secara lisan dan tulisan hasil penemuan berbagai jenis
mutagen pada word square
3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdiskusi
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN PELAPORAN SECARA
TERTULIS
Indikator : Melaporkan secara tertulis hasil simulasi berkaitan dengan mutasi
tingkat gen dan kromosom.
Judul kegiatan : Mutasi gen dan kromosom
Tanggal Penilaian :……………………….
Kelas :………………………
No Nama Aspek yang dinilai Jumlah Nilai
Kebenaran Kelengkapan Sistematika Tatabahasa Skor
konsep gagasan penulisan
1
2
Page 124
RUDIANTO, [Link] YULIANI, [Link]
NIP. 19730409 2002121 006 NIP.
Page 125
1.1.8 Mengubah perilakunya untuk mengagumi keteraturan dan kompleksitas
ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi DNA, gen, dan kromosom dalam
pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan proses pada makhluk
hidup dan proses evolusi.
1.2.7 Mengubah perilakunya untuk menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah
dalam kemampuan mengamati proses evolusi.
2.1.8 Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah teliti, tekun, jujur sesuai data dan
fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam melakukan observasi yang
berkaitan dengan evolusi.
Pengetahuan
3.9.1 Menjelaskan pengertian evolusi.
3.9.2 Mendeskripsikan jenis-jenis evolusi.
3.9.3 Menjelaskan perkembangan pemikiran evolusi sebelum teori Darwin.
3.9.4 Menjelaskan perjalanan Darwin dalam penemuan teori evolusi.
3.9.5 Menjelaskan teori evolusi Darwin.
3.9.6 Menjelaskan perbandingan antara teori evolusi Lamarck, Weismann, dan
Darwin.
3.9.7 Menjelaskan fenomena-fenomena berkaitan dengan teori evolusi, seperti
adaptasi dan seleksi alam.
3.9.8 Mendeskripsikan petunjuk adanya evolusi, misalnya fosil, perbandingan
anatomi dan embriologi, dan peristiwa domestikasi.
3.9.9 Menjelaskan proses evolusi kuda dengan menggunakan gambar.
3.9.10 Memberikan contoh-contoh homologi dan analogi.
3.9.11 Menganalisis pohon filogenetik makhluk hidup yang menunjukkan
hubungan evolusi.
3.9.12 Menjelaskan peranan variasi genetik akibat rekombinasi gen dan mutasi
gen terhadap mekanisme evolusi.
3.9.13 Menjelaskan hukum Hardy-Weinberg.
3.9.14 Menghitung frekuensi alel dan frekuensi genotipe dalam suatu populasi.
Page 126
3.9.15 Menjelaskan faktor penyebab perubahan kesetimbangan frekuensi alel dan
genotipe dalam populasi.
3.9.16 Menjelaskan mekanisme terbentuknya spesies baru (spesiasi).
Keterampilan
4.9.1 Membuat karya tulis (makalah) tentang pandangan kontroversi teori
perancangan cerdas (intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin
untuk dipresentasikan.
4.9.2 Membuktikan adanya seleksi alam melalui eksperimen adaptasi dan
seleksi.
4.9.3 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil eksperimen adaptasi dan seleksi.
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang
sangat lama. Berdasarkan jumlah spesies yang berevolusi dan dihasilkan,
evolusi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu evolusi divergensi dan
konvergensi. Evolusi duvergensi merupakan evolusi yang diawali dari satu
spesies kemudian menghasilkan banyak spesies baru.
Page 127
kapal HMS Beagle. Selain Charles Darwin, ilmuwan lainnya juga berpendapat
tentang teori evolusi, yaitu Jean Baptiste Lamarck.
2. Materi Konsep
Evolusi adalah perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama.
Waktu proses evolusi sangat lama, yaitu, ratusan, ribuan hingga jutaan
tahun.
Evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi kosmik (evolusi universe) dan
evolusi organik (evolusi makhluk hidup), mikroevolusi dan makroevolusi
(evolusi transpesifik), evolusi progresif dan evolusi regresif, sereta evolusi
divergensi dan evolusi konvergensi.
Alam merupakan lingkungan yang selalu menyeleksi organisme yang
hidup di dalamnya.
Petunjuk-petunjuk adanya evolusi, yaitu fosil, anatomi perbandingan,
embriologi perbandingan, organ tubuh yang tersisa pada organisme,
perbandingan fisiologi, perbandingan biokimia dan peristiwa domestikasi.
Hukum Hardy-Weinberg adalah frekuensi alel dan prekuensi genotipe
dalam suatu populasi dari generasi ke generasi berikutnya akan selalu tetap
(konstan) pada kondisi tertentu.
Faktor penyebab perubahan frekuensi alel atau genotipe adalah hanyutan
(genetik drift), aliran gen (gene flow), mutasi, perkawinan yang tidak acak
dan seleksi alam.
Page 128
3. Materi Prosedural
Membuat karya tulis (makalah) tentang pandangan kontroversi teori
perancangan cerdas (intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin.
D. Model Pembelajaran: Discovery learning (penemuan) non-eksperimen dan
eksperimen, serta Problem Based Learning (pembelajaran memecahkan masalah).
E. Metode Pembelajaran
Presentasi Peserta didik
Diskusi
Pembelajaran kooperatif
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
Page 129
Cobalah perhatikan hewan primata
seperti gibon, orangutan, gorila, dan
simpanse, dapatkah Anda menjelaskan
persamaan ciri-ciri yang dimilikinya?
Dengan adanya persamaan ciri-ciri yang
dimilikinya, mungkinkah beberapa
organisme tersebut mempunyai asal mula
yang sama?
- Guru menyampaikan manfaat belajar
evolusi, yaitu kita mengkaji informasi
dari beberapa para ahli tentang asal-usul
makhluk hidup yang beranekaragam.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 130
Variasi bentuk paruh burung finch (emprit).
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan hasil pengamatan
gambar variasi bentuk paruh burung; serta
Page 131
persamaan dan perbedaan kelompok
Primata:
- Apa yang dimaksud dengan evolusi?
- Apa semua makhluk hidup mengalami
mutasi?
- Bagaimana terjadinya bentuk paruh
burung yang beranekaragam?
- Apakah bentuk paruh burung
menyesuaikan dengan makanannya?
- Adakah mutasi yang menguntungkan?
- Apakah keanekaragaman golongan
Primata merupakan hasil evolusi?
- Apakah manusia juga mengalami
evolusi?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan
kajian literatur secara cermat dan teliti
tentang evolusi subtopik pengertian evolusi,
teori-teori evolusi dari para ahli (halaman
282 – 290).
Pengolahan Data
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan:
- Perkembangan teori evolusi sebelum
Page 132
Darwin.
- Perbandingan beberapa teori evolusi,
antara lain menurut Darwin, Lamarck,
dan Weisman.
Kelompok diminta untuk mempelajari peta
jalur pelayaran Darwin, dan gambar
perbandingan proses evolusi jerapah
menurut Lamarck dan Darwin.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas tentang perbandingan beberapa
teori evolusi.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep teori-teori evolusi.
Page 133
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 30’
untuk menyimpulkan kembali tentang
pengertian evolusi dan teori-teori evolusi.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan
kepada peserta didik atau kelompok yang
berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan pengertian evolusi dan
teori-teori evolusi.
Tindak lanjut: Penugasan individu
melakukan tugas mandiri membuat makalah
tentang pandangan pro dan kontra terhadap
teori evolusi Darwin (halaman 311).
Rencana pembelajaran selanjutnya: subtopik
Fenomena yang berkaitan dengan teori
evolusi (halaman 290 – 300). Melakukan
praktik kegiatan 8.1 Adaptasi dan Seleksi,
kelompok membawa bahan berupa kertas
berwarna daun, dan bunga.
Page 134
(sebagai implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai implementasi nilai
disiplin).
Apersepsi: Guru menggali pengetahuan
peserta didik tentang fenomena berkaitan
dengan teori evolusi.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta didik:
Apa yang Anda ketahui tentang adaptasi
dan seleksi alam?
- Guru menyampaikan manfaat belajar
fenomena evolusi, yaitu kita mengenal
kekuasaan Tuhan yang telah
menciptakan bumi dengan berbagai
makhluk hidup ciptaanNya, namun
masih banyak kejadian-kejadian yang
belum dapat diungkap oleh manusia.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 135
Adaptasi evolusioner kuda laut yang hidup
pada ganggang laut.
Fosil Archaeopteryx
Homologi
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
Page 136
mengemukakan pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan hasil pengamatan
gambar/ film video tentang fenomena
evolusi, antara lain peristiwa adaptasi dan
seleksi alam, penemuan fosil, atau homologi.
- Apa hubungan antara adaptasi makhluk
hidup dengan seleksi alam?
- Apa tujuan makhluk hidup melakukan
adapatasi terhadap lingkungannya seperti
yang tampak pada gambar kuda laut
yang hidup pada ganggang?
- Apa semua makhluk hidup mengalami
adaptasi?
- Bagaimana adaptasi ngengat Biston
betularia?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan
kajian literatur secara cermat dan teliti
tentang evolusi subtopik fenomena yang
berkaitan dengan teori evolusi dan petunjuk
adanya evolusi (halaman 290 – 300).
Peserta didik diminta untuk mempelajari
cara kerja praktikum tentang adaptasi dan
seleksi (halaman 292 – 293), dan diberi
kesempatan untuk menanya jika kurang
Page 137
paham.
Guru memberikan penjelasan untuk
mempertegas cara kerja praktikum yang
benar, dan tidak merusak rumput yang
tumbuh di lapangan tempat kegiatan.
Kelompok melakukan praktikum di lapangan
rumput, yaitu kegiatan 8.1 tentang adaptasi
dan seleksi (halaman 292 – 293).
Peserta didik mencatat data-data hasil
pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
Pengolahan Data
Peserta didik mengolah data hasil
pengamatan dengan bantuan pertanyaan-
pertanyaan pada lembar kerja (halaman 293).
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan: fenomena yang berkaitan
dengan teori evolusi dan petunjuk adanya
evolusi.
Kelompok diminta untuk mempelajari
gambar evolusi kuda (halaman 297),
homologi dan analogi (298), dan
perbandingan embriologi (halaman 299).
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
hasil praktikum dengan teori pada buku
sumber, untuk membuktikan adanya
peristiwa seleksi alam.
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
Page 138
diskusinya, dan ditanggapi oleh kelompok
lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
Guru bersama peserta didik membahas
jawaban pertanyaan pada lembar kegiatan
(halaman 293).
Page 139
dengan teori evolusi dan petunjuk adanya
evolusi.
Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk
membuat laporan tertulis praktikum adaptasi
dan seleksi.
Rencana pembelajaran selanjutnya: Evolusi
subtopik Mekanisme evolusi (halaman 300
– 310).
Page 140
dapat memahami kemungkinan
terbentuknya spesies-spesies baru di bumi.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
2 Kegiatan inti Stimulasi 120’
Guru menyampaikan hukum Hardy-Wenberg:
Bahwa frekuensi alel dan frekuensi genotipe
dalam suatu populasi dari generasi ke generasi
berikutnya akan selalu konstan pada kondisi
tertentu.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengamati dan menganalisis:
- gambar “Efek leher botol” pada konsep
perubahan kesetimbangan frekuensi alel
dan genotipe dalam populasi.
- Contoh terbentuknya spesies alopatrik.
Page 141
Contoh spesies alopatrik.
Page 142
terpisah?
- Apakah jika suatu spesies terpisah oleh
kondisi geografis yang berjauhan akan
membentuk spesies baru?
Page 143
literatur mekanisme evolusi (halaman 300 –
310).
Guru membimbing peserta didik dalam
memecahkan masalah/ membahas kasus/
menjawab soal-soal.
Page 144
mekanisme evolusi.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan mekanisme evolusi dan
penerapan hukum Hardy-Weinberg.
Tindak lanjut: Penugasan secara individu untuk
menjawab soal-soal uji kompetensi (halaman
313 – 317).
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Bioteknologi (halaman 318 – 361). Praktik
membuat soyghurt (halaman 329 – 330).
Kelompok membawa alat (stoples, blender,
kain saring, panci perebus, kompor) dan bahan
kacang kedelai yang sudah direndam 8 jam,
gula pasir, susu skim).
H. Penilaian
Page 145
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Apakah perbedaan teori evolusi menurut Lamarck dengan Weismann?
Apa yang dimaksud dengan evolusi ?
Sebutkan perbedaan antara homologi dan analogi.
Bagaimana seleksi alam berperan dalam kehidupan ?
Bagaimana bunyi hukum Hardy-Weinberg ?
2. Keterampilan
Membuat karya tulis (makalah) tentang pandangan kontroversi teori
perancangan cerdas (intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin
3. Sikap
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat berdiskusi.
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN MEMBUAT MAKALAH
Judul kegiatan: Membuat makalah tentang pandangan kontroversi teori perancangan
cerdas (intelligent design) terhadap teori evolusi Darwin.
Tanggal :…………………
Kelas :…………………
Page 146
Aspek yang dinilai
Jumlah
No Nama Kerja Rasa ingin Nilai
Santun Komunikatif Skor
sama tahu
Page 147
Kelas / Semester : XII / 2
Materi Pembelajaran : Bioteknologi
Alokasi Waktu : 10 X 45 menit
Jumlah Pertemuan : 3 kali
Page 148
3.3.6 Mendeskripsikan mikroorganisme penghasil zat-zat organik, enzim, dan
vitamin.
3.3.7 Menjelaskan peranan mikroorganisme penghasil obat.
3.3.8 Mendeskripsikan mikroorganisme penghasil energi.
3.3.9 Menjelaskan peranan mikroorganisme pembasmi hama tanaman
(biopestisida).
3.3.10 Menjelaskan pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan.
3.3.11 Menjelaskan peranan mikroorganisme pengolah limbah (bioremidiasi).
3.3.12 Menjelaskan bioplastik.
3.3.13 Menjelaskan peranan mikroorganisme dalam bidang pertambangan.
3.3.14 Menjelaskan prinsip kultur jaringan pada tumbuhan.
3.3.15 Menjelaskan tahapan kloning embrio dan kloning transfer inti pada
hewan dengan menggunakan diagram.
3.3.16 Menjelaskan teknologi hibridoma.
3.3.17 Menjelaskan prinsip rekombinasi DNA.
3.3.18 Menjelaskan tahapan teknologi plasmid dengan menggunakan diagram.
3.3.19 Mendeskripsikan organisme transgenik.
3.3.20 Menganalisis dampak negatif penerapan bioteknologi.
Keterampilan
4.10.1 Membuat produk makanan/ minuman berbasis bioteknologi.
4.10.2 Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil praktik pembuatan produk
bioteknologi.
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Kemajuan di bidang bioteknologi saat ini, bahwa
perkembangbiakan tanaman bisa dilakukan dengan kultur jaringan yang
memanfaatkan sifat totipotensi.
Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara kultur jaringan
Page 149
2. Materi Konsep
Bioteknologi adalah ilmu yang menerapkan prinsip ilmiah dan kerekayasaan
untuk penanganan dan pengolahan bahan mentah organik maupun anorganik
dengan bantuan makhluk hidup seperti mikroorganisme, sel hewan dan
tumbuhan untuk meningkatkan potensi makhluk hidup, menghasilkan produk
dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.
Bioteknologi dapat dibedakan menjadi bioteknologi konvensional dan
bioteknologi modern, bioteknologi kondisi non-steril dan steril.
Prinsip bioteknologi yang digunakan pada proses fermentasi, yaitu prinsip
respirasi anaerob oleh ragi (jamur).
Penerapan bioteknologi dalam segala bidang kehidupan semakin meningkat
sejak ditemukannya struktur dan fungsi DNA.
Page 150
Pemanfaatan mikroorganisme dalam bioteknologi, antara lain sebagai
penghasil makanan/minuman, protein, zat organik, enzim, vitamin, obat,
energi, biopestisida, bioremediasi, bioplastik dan pertambangan.
Dampak negative bioteknologi, kemungkinan menciptakan mikroorganisme
pangan baru, timbulnya bahan makanan yang mengandung protein baru
bersifat toksik, munculnya tanaman supergulma, teknik bayi tabung,
membingungkan status orangtuanya, resiko tinggi bagi organisme hasil
kloning, penyebaran bakteri strain secara liar, erosi plasma nutfah,
terganggunya keseimbangan ekosistem, dan penyalahgunaan senjata biologis.
3. Materi Prosedural
Membuat yoghurt susu kedelai (soyghurt)
D. Model Pembelajaran: Penemuan (discovery learning).
E. Metode Pembelajaran
Presentasi Peserta didik
Diskusi
Pembelajaran kooperatif
Praktikum
Mind map
Kuis
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 = 4 x 45 menit
N Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Discovery Waktu
o Pembelajaran Learning (Penemuan) (menit)
1 Pendahuluan Pendahuluan 15’
Peserta didik berada di laboratorium, dan
duduk sesuai dengan kelompoknya masing-
masing.
Guru memberikan salam dan berdoa bersama
(sebagai implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan
Page 151
pembiasaan (sebagai implementasi nilai
disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan peserta
didik tentang bioteknologi.
Memotivasi:
- Guru menjelaskan manfaat mempelajari
bioteknologi, agar kehidupan manusia
semakin maju dan sejahtera dengan
dihasilkannya produk-produk melalui
penerapan bioteknologi.
- Guru menanyakan persiapan bahan-bahan
praktik membuat soyghurt yang di bawa
peserta didik: alat (stoples, blender, kain
saring, panci perebus, kompor) dan bahan
kacang kedelai yang sudah direndam 8 jam,
gula pasir, susu skim).
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator pembelajaran.
Page 152
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan hasil pengamatan
gambar/video tentang produk bioteknologi.
- Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
- Produk apa saja yang dihasilkan oleh
bioteknologi?
- Jenis mikroorganisme apakah yang
dipergunaakan untuk membuat tempe, tape,
kecap, dan yoghurt?
- Bagaimana cara membuat yoghurt?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
Guru mengajak peserta didik melakukan kajian
literatur secara cermat dan teliti tentang
pengertian bioteknologi, diagram bioteknologi,
perbedaan bioteknologi konvensional dan
modern, pengembangan bioteknologi kondisi
steril dan nonsteril (halaman 320 – 324).
Page 153
Peserta didik diminta untuk mempelajari cara
kerja praktikum tentang pembuatan soyghurt
(halaman 329 – 330), dan diberi kesempatan
untuk menanya jika kurang paham.
Guru memberikan penjelasan untuk
mempertegas cara kerja praktikum yang benar,
cara mengerjakannya harus steril agar tidak
tercemar organisme lainnya yang bersifat
patogen. Hati-hati menggunakan kompor agar
tidak terjadi kebakaran.
Setiap kelompok melakukan kegiatan
praktikum pembuatan soyghurt. Waktu
inkubasi bakteri selama 12 jam, sehingga
hasilnya baru bisa dinilai keesokan harinya.
Pengolahan Data
Peserta didik menjawab pertanyaan yang ada di
lembar kegiatan (halaman 330).
Peserta didik mengkaji literatur dari buku teks
tentang penggunaan mikroorganisme dalam
bioteknologi (halaman 325 – 340).
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan:
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil
makanan dan minuman;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil
protein;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil zat-
zat organik, enzim, dan vitamin;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil
Page 154
obat;
- pemanfaatan mikroorganisme penghasil
energi;
- pemanfaatan mikroorganisme sebagai
biopestisida;
- pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang
peternakan;
- pemanfaatan mikroorganisme di bidang
pertambangan;
- bioremidiasi;
- bioplastik.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas untuk memverifikasikan data
percobaan dengan bantuan menjawab
pertanyaan yang ada di lembar kegiatan
(halaman 330).
Setiap kelompok mengomunikasikan hasil
diskusinya tentang pemanfaatan
mikroorganisme dalam bioteknologi, dan
ditanggapi oleh kelompok lainnya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
Generalisasi (Menarik Kesimpulan)
Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
pengembangan materi dari kelompok untuk
menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
Guru memberikan tambahan informasi sebagai
penguatan atas kesimpulan peserta didik tentang
pemanfaatan mikroorganisme dalam
Page 155
bioteknologi.
3 Penutup Resume: Guru membimbing peserta didik 25’
untuk menyimpulkan kembali tentang konsep
pemanfaatan mikroorganisme dalam
bioteknologi.
Review: Guru mereview hasil pembelajaran
hari ini, dan memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja
sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan (kuis)
berkaitan dengan pemanfaatan mikroorganisme
dalam bioteknologi dan prinsip-prinsip
pembuatan soyghurt.
Tindak lanjut: Penugasan kelompok untuk
membuat laporan tertulis praktikum pembuatan
soyghurt.
Rencana pembelajaran selanjutnya: materi
kultur jaringan, kloning, dan rekayasa genetika.
(halaman 341 – 358). Melakukan kegiatan 9.2
tentang rekayasa genetika. Guru memberikan
penjelasan kepada peserta didik, agar
membawa alat dan bahan untuk pembuatan
puzzle (gunting, lem, spidol, kardus bekas,
gambar-gambar tentang metode rekayasa
genetika).
Page 156
No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Waktu
Pembelajaran Discovery Learning (Penemuan) (menit)
non-eksperimen
1 Pendahuluan Guru memberikan salam dan berdoa 20’
bersama (sebagai implementasi nilai
religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas
dan pembiasaan (sebagai implementasi
nilai disiplin).
Apersepsi: Guru menggali
pengetahuan peserta didik tentang
kultur jaringan, kloning, dan rekayasa
genetika.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta
didik: Bagaimanakah penerapan
teknik rekayasa genetika pada
kehidupan manusia saat ini?
- Guru menyampaikan manfaat
belajar kultur jaringan, kloning,
dan rekayasa genetika, agar kita
paham terhadap produk-produknya
yang sudah banyak dimanfaatkan
oleh masyarakat di seluruh dunia.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator
pembelajaran.
Page 157
mengamati dan menganalisis gambar
tentang kultur jaringan, kloning, dan
produk yang memanfaatkan rekayasa
genetika.
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil pengamatan gambar kultur
jaringan, kloning, dan produk yang
memanfaatkan rekayasa genetika.
- Apa yang dimaksud dengan teknik
Page 158
kultur jaringan?
- Bagaimana teknik kultur jaringan?
- Bagaimana teknik kloning yang
menghasilkan domba Dolly?
- Apa yang dimaksud dengan
tanaman transgenik?
- Bagaimana teknik pembuatan
tanaman transgenik?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
Guru mengajak peserta didik
melakukan kajian literatur secara
cermat dan teliti tentang tentang kultur
jaringan, kloning, dan rekayasa
genetika (halaman 341 – 357).
Setiap kelompok membuat puzzel yang
berisikan materi metode-metode
rekayasa genetika dalam aplikasi
bioteknologi seperti teknologi
hibridoma, teknologi plasmid, dan
mekanisme pembuatan organisme
transgenik (kegiatan 9.2, halaman
358).
Pengolahan Data
Setiap kelompok diminta memainkan
puzzel hasil karyanya untuk
Page 159
memahami metode-metode rekayasa
genetika dalam aplikasi bioteknologi.
Setiap kelompok menjawab
pertanyaan pada lembar kegiatan 9.2
(halaman 358).
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan: metode-metode
rekayasa genetika dalam aplikasi
bioteknologi.
Pembuktian (Verifikasi)
Setiap kelompok menunjukkan puzzel
hasil karyanya.
Antar kelompok bertukar puzzel,
kemudian kelompok lainnya diminta
menyusun puzzel tersebut dengan
tujuan peserta didik memahami urutan
langkah-langkah dalam metode
rekayasa genetika.
Setiap kelompok mengemukakan
pendapatnya tentang isi materi yang
digambarkan pada puzzel kelompok
lainnya. Kelompok yang berbeda
diberi kesempatan untuk
menanggapinya.
Diskusi kelas tentang metode-metode
rekayasa genetika dalam aplikasi
bioteknologi seperti teknologi
hibridoma, teknologi plasmid, dan
mekanisme pembuatan organisme
Page 160
transgenik.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
Page 161
informasi terkini dari internet tentang
teknologi kloning.
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Bioteknologi, subtopik Dampak
Negatif Bioteknologi (halaman 358 –
360).
3. Pertemuan ke -3 = 4 x 45 menit
No Langkah Deskripsi Sintak Model Pembelajaran Waktu
Pembelajaran Discovery Learning (Penemuan) (menit)
non-eksperimen
1 Pendahuluan Guru memberikan salam dan berdoa 20’
bersama (sebagai implementasi nilai
religius).
Guru mengabsen, mengondisikan
kelas dan pembiasaan (sebagai
implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Guru menggali
pengetahuan peserta didik tentang
dampak positif dan dampak negatif
bioteknologi.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kepada peserta
didik: Mungkinkah bioteknologi
akan disalahgunakan oleh pihak-
pihak tertentu yang tidak
bertanggung jawab?
- Guru menyampaikan manfaat
belajar dampak negatif
bioteknologi, agar selalu berhati-
Page 162
hati dalam menggunakan produk
bioteknologi karena sebagian bisa
menimbulkan resiko seperti alergi
dari mengonsumsi makanan dari
organisme transgenik.
Guru mengajak peserta didik untuk
mengidentifikasi indikator
pembelajaran.
Identifikasi Masalah
Peserta didik dimotivasi untuk
mengemukakan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan
hasil mendengar paparan guru /
membaca wacana dari media,
misalnya:
- Apa akibatnya jika kloning
diterapkan pada manusia?
- Apa akibatnya jika
mikroorganisme pemakan limbah
Page 163
minyak terlepas ke alam bebas?
- Apa akibatnya jika
mikroorganisme pengurai limbah
plastik terlepas dan hidup di alam
bebas?
Pengumpulan Data
Guru memberikan informasi kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
Guru mengajak peserta didik
melakukan kajian literatur secara
cermat dan teliti tentang tentang
dampak negatif bioteknologi (halaman
358 – 360).
Peserta didik bisa mencari informasi
tambahan lainnya dari internet.
Pengolahan Data
Guru mengajak kelompok untuk
mendiskusikan: dampak negatif
bioteknologi dan cara-cara alternatif
untuk mencegah atau menangani
dampak negatif tersebut.
Pembuktian (Verifikasi)
Diskusi kelas tentang dampak negatif
bioteknologi dan cara-cara alternatif
untuk mencegah atau menangani
dampak negatif tersebut.
Setiap kelompok mengemukakan
Page 164
pendapatnya tentang dampak negatif
bioteknologi dan cara-cara alternatif
untuk mencegah atau menangani
dampak negatif tersebut.
Kelompok lain diberikan kesempatan
untuk menanggapinya.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam
pengembangan konsep dan meluruskan
kesalahpahaman konsep.
Page 165
negatif tersebut.
Review: Guru mereview hasil
pembelajaran hari ini, dan
memberikan penghargaan kepada
peserta didik atau kelompok yang
berkinerja sangat baik.
Refleksi: Memberikan pertanyaan
(kuis) berkaitan dengan dampak
negatif bioteknologi dan cara-cara
alternatif untuk mencegah atau
menangani dampak negatif tersebut.
Tindak lanjut: Penugasan individu
mengerjakan soal-soal uji kompetensi
(halaman 362 – 367).
Rencana pembelajaran selanjutnya:
Latihan ulangan semester 2 (halaman
368 – 371).
Page 166
H. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
Jelaskan perbedaan antara bioteknologi modern dengan kovensional.
Jelaskan secara siangkat cara pembuatan soyghurt dari kacang kedelai.
Sebutkan dampak negative adanya bioteknologi.
Apa yang dimaksud dengan rekayasa genetika?
Bagaimana proses kloning pada makhluk hidup?
Jelaskan teknologi plasmid dalam pembuatan hormon insulin dengan
menggunakan skema.
2. Keterampilan: Praktikum membuat yoghurt susu kedelai (soyghurt)
3. Sikap: Pengamatan sikap dan perilaku pada saat praktikum.
Page 167
................., Juli 2018
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
KepalaSekolah
Page 168