0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Program MPLS

Program MPLS di Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru kepada lingkungan sekolah, termasuk fasilitas, aturan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini juga mencakup sesi motivasi, pengenalan gaya belajar, dan teknik manajemen waktu untuk membangun sikap positif terhadap belajar. Melalui berbagai aktivitas interaktif, MPLS membantu siswa beradaptasi dan membangun hubungan sosial yang baik di sekolah.

Diunggah oleh

ahlazzikriyah16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Program MPLS

Program MPLS di Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru kepada lingkungan sekolah, termasuk fasilitas, aturan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini juga mencakup sesi motivasi, pengenalan gaya belajar, dan teknik manajemen waktu untuk membangun sikap positif terhadap belajar. Melalui berbagai aktivitas interaktif, MPLS membantu siswa beradaptasi dan membangun hubungan sosial yang baik di sekolah.

Diunggah oleh

ahlazzikriyah16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) merupakan kegiatan yang dilakukan

di Indonesia untuk memperkenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah, baik itu fisik
maupun sosial. Kegiatan MPLS biasanya dilakukan dalam beberapa hari di awal tahun ajaran
baru dan memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

1. Pengenalan Lingkungan Fisik Sekolah: Siswa baru dikenalkan dengan berbagai


fasilitas sekolah seperti kelas, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang olahraga, dan
area lainnya. Tujuannya adalah agar siswa dapat mengenal dan memahami tempat-
tempat penting di sekolah.
2. Pengenalan Aturan dan Tata Tertib Sekolah: Selama MPLS, siswa juga
diperkenalkan dengan aturan-aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah, seperti
jadwal belajar, jam masuk dan pulang, disiplin di kelas, serta nilai-nilai yang
dijunjung tinggi di sekolah.
3. Pengenalan Kepemimpinan dan Kepanitiaan: Biasanya dalam MPLS, siswa diberi
kesempatan untuk mengenal kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, organisasi siswa, dan
sistem kepemimpinan di sekolah. Ini bertujuan untuk mengembangkan potensi
kepemimpinan siswa dan mengajak mereka untuk terlibat aktif di berbagai kegiatan
sekolah.
4. Pengenalan Kegiatan Belajar Mengajar: MPLS juga dapat mencakup sesi
pengenalan terhadap cara belajar mengajar di sekolah, metode pembelajaran yang
digunakan, serta cara siswa dapat menghadapi tugas-tugas akademis mereka.
5. Pembentukan Rasa Kepedulian Terhadap Lingkungan Sekolah: Melalui kegiatan
MPLS, diharapkan siswa dapat merasa lebih nyaman dan peduli terhadap lingkungan
sekolah mereka. Ini dapat mencakup kegiatan seperti kebersihan lingkungan,
menghargai fasilitas sekolah, dan membangun hubungan yang baik antara siswa baru,
siswa lama, dan para pengajar.

Secara keseluruhan, MPLS bertujuan untuk memudahkan siswa baru dalam beradaptasi
dengan lingkungan sekolah baru, serta membantu mereka merasa lebih siap dan nyaman
dalam menghadapi kehidupan sekolah yang baru.

Dalam konteks Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kegiatan yang berfokus pada
pemaknaan terhadap belajar positif dapat mencakup beberapa aspek penting untuk membantu
siswa baru mengembangkan sikap dan pemahaman yang positif terhadap proses belajar.
Berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam MPLS untuk memaknai
belajar secara positif:

1. Motivasi dan Inspirasi: Mengadakan sesi-sesi motivasi dan inspirasi yang


melibatkan pembicara yang inspiratif, baik itu dari kalangan alumni yang sukses,
tokoh masyarakat, atau bahkan siswa-siswa senior yang memiliki prestasi. Tujuannya
adalah untuk menginspirasi siswa baru agar memiliki semangat dan motivasi tinggi
dalam belajar.
2. Pengenalan Gaya Belajar: Mengajarkan siswa tentang berbagai gaya belajar yang
ada, seperti visual, auditori, dan kinestetik. Dengan memahami gaya belajar mereka,
siswa dapat lebih efektif dalam menyesuaikan strategi belajar mereka di lingkungan
sekolah baru.
3. Sesi Konseling dan Pembinaan: Melakukan sesi-sesi konseling atau pembinaan
untuk membantu siswa mengidentifikasi potensi diri, tujuan belajar, dan tantangan
yang mungkin dihadapi. Ini membantu siswa merasa lebih termotivasi dan yakin
dalam menghadapi perjalanan belajar mereka.
4. Pengenalan Metode Pembelajaran Positif: Mengenalkan siswa pada metode-
metode pembelajaran yang positif, seperti kolaborasi dalam kelompok, penggunaan
teknologi dalam pembelajaran, dan pengembangan keterampilan sosial serta kritis.
Hal ini membantu siswa memandang belajar sebagai proses yang menyenangkan dan
bermanfaat.
5. Penekanan pada Pengembangan Karakter dan Etika Belajar: Memperkenalkan
nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan integritas dalam konteks
belajar. Dengan membangun karakter yang kuat, siswa dapat mengembangkan sikap
positif terhadap belajar yang berkelanjutan.
6. Pengenalan Teknik Manajemen Waktu: Mengajarkan siswa tentang pentingnya
manajemen waktu dalam belajar, termasuk teknik perencanaan, prioritisasi tugas, dan
efisiensi waktu. Ini membantu siswa baru mengelola waktu mereka dengan baik di
lingkungan belajar yang baru.
7. Membangun Komunitas Belajar yang Positif: Mengadakan kegiatan sosial atau
kelompok kecil untuk memfasilitasi interaksi positif antara siswa baru dan senior,
serta antara siswa dengan guru. Komunitas belajar yang positif dapat meningkatkan
dukungan sosial dan motivasi belajar siswa.

Melalui kegiatan-kegiatan ini, MPLS tidak hanya membantu siswa baru untuk beradaptasi
dengan lingkungan sekolah baru, tetapi juga membentuk sikap dan pemahaman yang positif
terhadap belajar, yang menjadi landasan penting dalam pengembangan akademik dan pribadi
mereka.

Permainan "Puzzle of Possibilities": Siswa diberikan potongan-potongan puzzle yang


menggambarkan berbagai aktivitas belajar, seperti membaca, menulis, menggambar, dan bermain
matematika. Mereka harus bekerja sama untuk menyusun puzzle sambil berdiskusi tentang betapa
menyenangkannya kegiatan-kegiatan ini dan apa yang mereka harapkan untuk belajar lebih banyak di
SD.

Permainan "Nama dan Gerakan":

 Siswa duduk dalam lingkaran.


 Setiap siswa memperkenalkan diri dengan menyebutkan namanya dan melakukan
gerakan unik atau tarian pendek.
 Setiap siswa kemudian meniru gerakan dan nama teman di sebelahnya.
 Tujuan: Membantu siswa mengenal satu sama lain secara lebih intim dan
mengembangkan keterampilan berbicara di depan teman-teman.

Permainan "Bingo Nama":

 Guru membuat kartu bingo yang berisi nama-nama siswa di kelas.


 Setiap siswa mendapatkan satu kartu bingo.
 Mereka berkeliling kelas untuk menemukan siswa yang namanya tercantum di kartu
mereka.
 Setiap kali mereka menemukan seseorang, mereka bertanya tentang hobi atau
kegiatan favoritnya.
 Tujuan: Membantu siswa berinteraksi satu sama lain, belajar mengenali nama dan
minat teman-teman mereka, serta membangun hubungan sosial di kelas.

Anda mungkin juga menyukai