I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perencanaan sebuah gedung bertingkat, khususnya gedung sekolah bertingkat,
harus memperhatikan beberapa kriteria yang matang dari unsur kekuatan, kenyamanan, serta
aspek ekonomisnya. Kenyamanan yang diinginkan membutuhkan tingkat ketelitian dan
keamanan yang tinggi dalam perhitungan konstruksinya. Faktor yang seringkali mempengaruhi
kekuatan konstruksi adalah beban hidup, beban mati, beban angin, dan beban gempa. Oleh karena
itu, perlu disadari bahwa keadaan atau kondisi lokasi pembangunan gedung bertingkat akan
mempengaruhi pula terhadap kekuatan gempa yang ditimbulkan yang kemudian berakibat pada
bangunan itu sendiri. Indonesia sebagai salah satu daerah rawan gempa, kondisi ini memberikan
pengaruh besar dalam proses perencanaan sebuah gedung di Indonesia.
Maka dari itu membutuhkan suatu solusi untuk memperkecil resiko yang terjadi akibat
gempa, terutama untuk gedung-gedung bertingkat. Komponen struktur gedung itu sendiri terdiri
dari pondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai, dan pelat atap. Masing-masing komponen tersebut
harus dihitung untuk mengetahui dimensinya sehingga dapat diketahui kuat atau tidak kuat
struktur tersebut. Pada Perencanaan ini ditentukan gedung 2 lantai (SNI 1726-2013). Sedangkan
untuk perhitung ananalisis pembebanannya digunakan software SAP 2000.
B. Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang diuraikan pada bagian latar belakang, dapat disimpulkan
rumusan masalah tentang cara merencanakan struktur dan cara menghitung kebutuhan
strukturnya.
C. Tujuan Perencanaan
Tujuan Perencanaan yang ingin dicapai adalah :
1) Merencanakan Dimensi 2 Lantai
2) Menentukan Dimensi Atap, sloof, Kolom, dan balok struktur agar dapat menampung beban –
beban gaya yang akan diberikan.
3) Menentukan jumlah tulangan pada pelat, balok, kolom, sloof dan pondasi.
D. Manfaat Perencanaan
Perencanaan struktur ini bermanfaat untuk :
1) Memperdalam dalam merencanakan struktur gedung
2) Sebagai pedoman atau referensi untuk merencanakan Struktur gedung
E. Lingkup Perencanaan
Ruang Lingkup Perencanaan mencakup :
1) Struktur yang ditinjau adalah Struktur dari Gedung yang meliputi :
- Struktur Atap (kuda – kuda)
- Pelat Lantai
- Kolom
- Balok
- Pondasi
- Tangga
2) Struktur Balok, Kolom dan Pelat Lantai menggunakan Struktur Beton Bertulang.
3) Ketinggian Kolom direncanakan :
H1 = 5,1 m
H2 = 4,65 m
4) Tebal Pelat Atap = 100 mm ; Tebal Pelat Lantai = 120 mm.
5) Dimensi Balok = 200 mm x 400 mm
6) Digunakan Pondasi Bore Pile dengan kedalaman sesuai data tanah yang ada.
7) Mutu Beton (f’c) = 20,75 MPa ; Baja Tulangan (fy) = 400 MPa
8) Portal direncanakan dengan dimensi yang cukup dan tidak boros, kemudian hitung
kebutuhan (bersih) beton dan baja tulangan.
9) Analisi Struktur dengan SAP 2000
10) Peraturan – peraturan yang digunakan pada peraturan yang secara umum digunakan di
Indonesia, antara lain :
- Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang berdasarkan SKSNI T-15-1991-03 Seri 1
(Gideon Jilid 1).
- Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung tahun 1987 (PPIUG’87)
- Standart Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan
Non Gedunng tahun 2012 (SNI – 1726 – 2012).
- Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI Beton tahun 2013).
F. Data Umum Pembebanan Pelat
Sumber : Peraturan Perencanaan Indonesia untuk Gedung tahun 1987 (PPIUG 1987)
Sumber : Peraturan Perencanaan Indonesia untuk Gedung tahun 1987 (PPIUG 1987
Sumber : Peraturan Perencanaan Indonesia untuk Gedung tahun 1987 (PPIUG 1987)
Sumber : Peraturan Perencanaan Indonesia untuk Gedung tahun 1987 (PPIUG 1987)
Sumber : Peraturan Perencanaan Indonesia untuk Gedung tahun 1987 (PPIUG 1987)
1200 4000 4000 2350 1200
4650
5100
SKETSA PORTAL