0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Script Memento

Memento adalah cerita tentang Kiano yang menyadari waktu bersama teman-temannya hampir berakhir. Dalam pencariannya, Kiano merasa panik dan khawatir saat teman-temannya menghilang dari pandangannya. Akhirnya, setelah menangis, teman-temannya datang untuk menghiburnya dan menegaskan bahwa mereka akan selalu bersama.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Script Memento

Memento adalah cerita tentang Kiano yang menyadari waktu bersama teman-temannya hampir berakhir. Dalam pencariannya, Kiano merasa panik dan khawatir saat teman-temannya menghilang dari pandangannya. Akhirnya, setelah menangis, teman-temannya datang untuk menghiburnya dan menegaskan bahwa mereka akan selalu bersama.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Memento

Synopsis
Seorang anak yang menyadari bahwa waktu bersama teman-temannya
sudah hampir usai.

Scene 1 : di ruang kelas 6


Cast: Kiano dan teman-teman
Kiano sedang asyik melihat album kenangan saat di sekolah
Bersama teman-temannya. Mereka tertawa dan bahagia bernostalgia
melihat memori yang mau tidak mau memaksa untuk kembali.

Camera: long shot ke seluruh ruangan kelas, memperlihatkan


ekspresi anak-anak melihat album kenangan. Close up dari atas
Kiano ke album kenangan.

Scene 2 : di ruang kelas 6


Cast: Kiano
Kiano melihat disekelilingnya, tidak ada teman-teman di
sampingnya. Kiano terlihat bingung. Berlarilah dia ke luar
kelas mencari teman-temannya.
Camera: zoom out dari buku kenangan ke sekeliling ruangan kelas

Scene 3 : di depan kelas dan depan ruang kelas 1


Cast: Kiano dan teman-teman
Kiano seketika melihat teman-temannya duduk dari jauh tersenyum
dan melambaikan tangan padanya. Tiba-tiba seseorang (Obbina)
menepuk pundaknya dari belakang dan berkata “ Kita akan selalu
Bersama, kan?”, kiano meihat ke belakang dan terkejut melihat
Obbina. Kiano Kembali melihat kearah teman-temannya namun
teman-temannya menghilang.

Camera: mengikuti Kiano, long shot kearah teman-temannya yang


duduk. Zoom in ke Obbina dan Kiano.

Scene 4 : di perpus
Cast: Kiano dan teman-teman
Kiano berlari mencari teman-temannya ke ruang perpus, namun
temannya tidak ada.
Kilas balik Kiano dan teman-temannya membaca buku di perpus.
Namun perlahan teman-temannya menghilang. Kiano terlihat panik
dan khawatir.

Camera: shot mengikuti Kiano ke perpus dari belakang. Shoot


Kiano dari depan saat di perpus. Slow motion saat shoot teman-
temannya membaca buku (dan ramai sampai ditegur bu novia.)

Scene 5: di ruang MM
Cast: Kiano dan teman-temannya
Kiano berlari mencari teman-temannya ke ruang MM, namun
temannya tidak ada.
Kilas balik Kiano dan teman-temannya membaca bermain di MM
(ditegur pak Arief karena bermain game di computer). Namun
perlahan teman-temannya menghilang. Kiano terlihat panik dan
khawatir.

Camera: shot mengikuti Kiano ke MM dari belakang. Shoot Kiano


dari depan saat di perpus. Slow motion saat shoot teman-
temannya bermian komputer.

Scene 6: di ruang kelas


Cast: Kiano dan teman-temannya
Kiano berlari mencari teman-temannya ke ruang kelas, namun
temannya tidak ada.
Kilas balik Kiano dan teman-temannya membaca bermain kartu di
kelas. Dan bermain hal lain. Kiano terlihat panik dan khawatir.

Camera: shot mengikuti Kiano ke kelas dari belakang. Shoot


Kiano dari depan saat di ruang kelas. Slow motion saat shoot
teman-temannya bermain.

Scene 7: di lapangan
Cast: Kiano dan teman-temannya
Putus asa, Kiano berjalan lesu kea rah lapangan. Hening. Tidak
ada suara. Kiano menangis. Seketika ada suara. Teman-temannya
bermain bola. Teman Perempuan main lompat tali.
Kiano terdiam mencerna keadaan, kiano jatuh bersimpuh. Menangis
sejadi-jadinya. Dia menangis sangat keras hingga teman-temannya
mendengarnya. Teman-temannya menghentikan aktivitasnya, saling
berhadapan dengan tatapan bingung. Berlarilah mereka kea rah
Kiano. Salah satu temannya menjabat tangannya seraya berkata
“Kita AKAN selalu Bersama” teman-teman lainnya tersenyum
menyambut dan saling berpelukan.

Anda mungkin juga menyukai