tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, merupakan spesialisasi yang
obyeknya atau ruang lingkupnya adalah menemukan hubungan-hubungan
antara disiplin-disiplin lain dan memberikan keterangan tentang sifat
umum relasi-relasi sosial. Jadi, ruang lingkup sosiologi adalah (1) sosiologi
berusaha membuat klasifikasi tipe-tipe / bentuk-bentuk relasi sosial; (2)
sosiologi berusaha menemukan relasi faktor antara faktor-faktor atau
bagianbagian dari kehidupan sosial misalnya relasi antara faktor politik
dan ekonomi. Kedua, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kategorik, tidak normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi pada
persoalan “apa” dan “mengapa”, tetapi tidak pada persoalan “bagaimana
seharusnya”. Ketiga, sosiologi adalah ilmu pengetahuan “murni” bukan
ilmu yang diterapkan, artinya tujuan langsung sosiologi adalah
memperoleh pengetahuan tentang masyarakat manusia, bukan
menggunakan pengetahuan itu. Keempat, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan abstrak, artinya ia lebih tertarik pada bentuk-bentuk dan
polapola yang diambil dari suatu pola. Kelima, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mencari generalisasi. Artinya sosiologi mencari prinsip-
prinsip umum tentang interaksi dan kumpulan manusia, tentang sifat,
bentuk, isi, dan struktur kelompok kelompok sosial dan masyarakat pada
umumnya. Ada beberapa definisi mengenai pengertian masyarakat,
mislanya Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat merupakan setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama yang cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur dari mereka dan menganggap diri
mereka itu sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas. Sedangkan Selo Soemardjan menyatakan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan. Dari definisi tersebut, masyarakat
mengandung beberapa unsur, sebagai berikut: a) Manusia yang hidup
bersama, minimalnya dua orang yang hidup
tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, merupakan spesialisasi yang
obyeknya atau ruang lingkupnya adalah menemukan hubungan-hubungan
antara disiplin-disiplin lain dan memberikan keterangan tentang sifat
umum relasi-relasi sosial. Jadi, ruang lingkup sosiologi adalah (1) sosiologi
berusaha membuat klasifikasi tipe-tipe / bentuk-bentuk relasi sosial; (2)
sosiologi berusaha menemukan relasi faktor antara faktor-faktor atau
bagianbagian dari kehidupan sosial misalnya relasi antara faktor politik
dan ekonomi. Kedua, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kategorik, tidak normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi pada
persoalan “apa” dan “mengapa”, tetapi tidak pada persoalan “bagaimana
seharusnya”. Ketiga, sosiologi adalah ilmu pengetahuan “murni” bukan
ilmu yang diterapkan, artinya tujuan langsung sosiologi adalah
memperoleh pengetahuan tentang masyarakat manusia, bukan
menggunakan pengetahuan itu. Keempat, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan abstrak, artinya ia lebih tertarik pada bentuk-bentuk dan
polapola yang diambil dari suatu pola. Kelima, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mencari generalisasi. Artinya sosiologi mencari prinsip-
prinsip umum tentang interaksi dan kumpulan manusia, tentang sifat,
bentuk, isi, dan struktur kelompok kelompok sosial dan masyarakat pada
umumnya. Ada beberapa definisi mengenai pengertian masyarakat,
mislanya Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat merupakan setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama yang cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur dari mereka dan menganggap diri
mereka itu sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas. Sedangkan Selo Soemardjan menyatakan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan. Dari definisi tersebut, masyarakat
mengandung beberapa unsur, sebagai berikut: a) Manusia yang hidup
bersama, minimalnya dua orang yang hidup
tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, merupakan spesialisasi yang
obyeknya atau ruang lingkupnya adalah menemukan hubungan-hubungan
antara disiplin-disiplin lain dan memberikan keterangan tentang sifat
umum relasi-relasi sosial. Jadi, ruang lingkup sosiologi adalah (1) sosiologi
berusaha membuat klasifikasi tipe-tipe / bentuk-bentuk relasi sosial; (2)
sosiologi berusaha menemukan relasi faktor antara faktor-faktor atau
bagianbagian dari kehidupan sosial misalnya relasi antara faktor politik
dan ekonomi. Kedua, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kategorik, tidak normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi pada
persoalan “apa” dan “mengapa”, tetapi tidak pada persoalan “bagaimana
seharusnya”. Ketiga, sosiologi adalah ilmu pengetahuan “murni” bukan
ilmu yang diterapkan, artinya tujuan langsung sosiologi adalah
memperoleh pengetahuan tentang masyarakat manusia, bukan
menggunakan pengetahuan itu. Keempat, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan abstrak, artinya ia lebih tertarik pada bentuk-bentuk dan
polapola yang diambil dari suatu pola. Kelima, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mencari generalisasi. Artinya sosiologi mencari prinsip-
prinsip umum tentang interaksi dan kumpulan manusia, tentang sifat,
bentuk, isi, dan struktur kelompok kelompok sosial dan masyarakat pada
umumnya. Ada beberapa definisi mengenai pengertian masyarakat,
mislanya Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat merupakan setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama yang cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur dari mereka dan menganggap diri
mereka itu sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas. Sedangkan Selo Soemardjan menyatakan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan. Dari definisi tersebut, masyarakat
mengandung beberapa unsur, sebagai berikut: a) Manusia yang hidup
bersama, minimalnya dua orang yang hidup
v
tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, merupakan spesialisasi yang
obyeknya atau ruang lingkupnya adalah menemukan hubungan-hubungan
antara disiplin-disiplin lain dan memberikan keterangan tentang sifat
umum relasi-relasi sosial. Jadi, ruang lingkup sosiologi adalah (1) sosiologi
berusaha membuat klasifikasi tipe-tipe / bentuk-bentuk relasi sosial; (2)
sosiologi berusaha menemukan relasi faktor antara faktor-faktor atau
bagianbagian dari kehidupan sosial misalnya relasi antara faktor politik
dan ekonomi. Kedua, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kategorik, tidak normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi pada
persoalan “apa” dan “mengapa”, tetapi tidak pada persoalan “bagaimana
seharusnya”. Ketiga, sosiologi adalah ilmu pengetahuan “murni” bukan
ilmu yang diterapkan, artinya tujuan langsung sosiologi adalah
memperoleh pengetahuan tentang masyarakat manusia, bukan
menggunakan pengetahuan itu. Keempat, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan abstrak, artinya ia lebih tertarik pada bentuk-bentuk dan
polapola yang diambil dari suatu pola. Kelima, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mencari generalisasi. Artinya sosiologi mencari prinsip-
prinsip umum tentang interaksi dan kumpulan manusia, tentang sifat,
bentuk, isi, dan struktur kelompok kelompok sosial dan masyarakat pada
umumnya. Ada beberapa definisi mengenai pengertian masyarakat,
mislanya Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat merupakan setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama yang cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur dari mereka dan menganggap diri
mereka itu sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas. Sedangkan Selo Soemardjan menyatakan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan. Dari definisi tersebut, masyarakat
mengandung beberapa unsur, sebagai berikut: a) Manusia yang hidup
bersama, minimalnya dua orang yang hidup
tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, merupakan spesialisasi yang
obyeknya atau ruang lingkupnya adalah menemukan hubungan-hubungan
antara disiplin-disiplin lain dan memberikan keterangan tentang sifat
umum relasi-relasi sosial. Jadi, ruang lingkup sosiologi adalah (1) sosiologi
berusaha membuat klasifikasi tipe-tipe / bentuk-bentuk relasi sosial; (2)
sosiologi berusaha menemukan relasi faktor antara faktor-faktor atau
bagianbagian dari kehidupan sosial misalnya relasi antara faktor politik
dan ekonomi. Kedua, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kategorik, tidak normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi pada
persoalan “apa” dan “mengapa”, tetapi tidak pada persoalan “bagaimana
seharusnya”. Ketiga, sosiologi adalah ilmu pengetahuan “murni” bukan
ilmu yang diterapkan, artinya tujuan langsung sosiologi adalah
memperoleh pengetahuan tentang masyarakat manusia, bukan
menggunakan pengetahuan itu. Keempat, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan abstrak, artinya ia lebih tertarik pada bentuk-bentuk dan
polapola yang diambil dari suatu pola. Kelima, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mencari generalisasi. Artinya sosiologi mencari prinsip-
prinsip umum tentang interaksi dan kumpulan manusia, tentang sifat,
bentuk, isi, dan struktur kelompok kelompok sosial dan masyarakat pada
umumnya. Ada beberapa definisi mengenai pengertian masyarakat,
mislanya Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat merupakan setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama yang cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur dari mereka dan menganggap diri
mereka itu sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas. Sedangkan Selo Soemardjan menyatakan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan. Dari definisi tersebut, masyarakat
mengandung beberapa unsur, sebagai berikut: a) Manusia yang hidup
bersama, minimalnya dua orang yang hidup
tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, merupakan spesialisasi yang
obyeknya atau ruang lingkupnya adalah menemukan hubungan-hubungan
antara disiplin-disiplin lain dan memberikan keterangan tentang sifat
umum relasi-relasi sosial. Jadi, ruang lingkup sosiologi adalah (1) sosiologi
berusaha membuat klasifikasi tipe-tipe / bentuk-bentuk relasi sosial; (2)
sosiologi berusaha menemukan relasi faktor antara faktor-faktor atau
bagianbagian dari kehidupan sosial misalnya relasi antara faktor politik
dan ekonomi. Kedua, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat
kategorik, tidak normatif. Artinya bahwa sosiologi membatasi pada
persoalan “apa” dan “mengapa”, tetapi tidak pada persoalan “bagaimana
seharusnya”. Ketiga, sosiologi adalah ilmu pengetahuan “murni” bukan
ilmu yang diterapkan, artinya tujuan langsung sosiologi adalah
memperoleh pengetahuan tentang masyarakat manusia, bukan
menggunakan pengetahuan itu. Keempat, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan abstrak, artinya ia lebih tertarik pada bentuk-bentuk dan
polapola yang diambil dari suatu pola. Kelima, sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang mencari generalisasi. Artinya sosiologi mencari prinsip-
prinsip umum tentang interaksi dan kumpulan manusia, tentang sifat,
bentuk, isi, dan struktur kelompok kelompok sosial dan masyarakat pada
umumnya. Ada beberapa definisi mengenai pengertian masyarakat,
mislanya Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat merupakan setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama yang cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur dari mereka dan menganggap diri
mereka itu sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas. Sedangkan Selo Soemardjan menyatakan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan. Dari definisi tersebut, masyarakat
mengandung beberapa unsur, sebagai berikut: a) Manusia yang hidup
bersama, minimalnya dua orang yang hidup
bv Kesimpulan Konsep geografi atau keruangan itu, tidak lagi melihat
kawasan lokal semata, melainkan telah menjangkau kawasan yang lebih
luas. Oleh karena itu, konsep geografi ini dapat disebut sebagai tingkat
regional. Konsep sejarah mengacu pada konsep waktu, terutama waktu
yang telah lampau. Dari sudut pandang sejarah dalam konteks global,
tentang tokoh-tokoh, bangunan-bangunan, perang, pertemuan
internasional, dan peristiwa-peristiwa bersejarah memiliki dampak luas
terhadap tatanan kehidupan global dapat dimunculkan dalam pendidikan
sebagai acuan transformasi budaya serta pengembangan kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM) generasi muda untuk memasuki kehidupan global
dimasa yang akan datang. Sumber daya yang sifatnya tidak terbarukan
akan habis sekali pakai sehingga persediaannya makin terbatas.
sedangkan pihak lain, kebutuhan terus meningkat karena pertumbuhan
penduduk, dan keinginan yang cenderung tidak terbatas. kesenjangan ini
bukan bersifat lokal atau regional, melainkan telah menjadi masalah
global. Akibat interaksi sosial yang semakin intensif sampai ke tingkat
global menunjukkan perubahan sosial dimasyarakat sampai ke proses
modernisasi. Perubahan dan kemajuan yang positif dapat meningkatkan
kesejahteraan, sedangkan yang berdampak negatif harus kita waspadai,
jika perlu kita cari cara pemecahannya. Pada hakikatnya, perkembangan
aspek kehidupan apa pun yang mengarus mul Kesimpulan Konsep
geografi atau keruangan itu, tidak lagi melihat kawasan lokal semata,
melainkan telah menjangkau kawasan yang lebih luas. Oleh karena itu,
konsep geografi ini dapat disebut sebagai tingkat regional. Konsep sejarah
mengacu pada konsep waktu, terutama waktu yang telah lampau. Dari
sudut pandang sejarah dalam konteks global, tentang tokoh-tokoh,
bangunan-bangunan, perang, pertemuan internasional, dan peristiwa-
peristiwa bersejarah memiliki dampak luas terhadap tatanan kehidupan
global dapat dimunculkan dalam pendidikan sebagai acuan transformasi
budaya serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
generasi muda untuk memasuki kehidupan global dimasa yang akan
datang. Sumber daya yang sifatnya tidak terbarukan akan habis sekali
pakai sehingga persediaannya makin terbatas. sedangkan pihak lain,
kebutuhan terus meningkat karena pertumbuhan penduduk, dan
keinginan yang cenderung tidak terbatas. kesenjangan ini bukan bersifat
lokal atau regional, melainkan telah menjadi masalah global. Akibat
interaksi sosial yang semakin intensif sampai ke tingkat global
menunjukkan perubahan sosial dimasyarakat sampai ke proses
modernisasi. Perubahan dan kemajuan yang positif dapat meningkatkan
kesejahteraan, sedangkan yang berdampak negatif harus kita waspadai,
jika perlu kita cari cara pemecahannya. Kesimpulan Konsep geografi atau
keruangan itu, tidak lagi melihat kawasan lokal semata, melainkan telah
menjangkau kawasan yang lebih luas. Oleh karena itu, konsep geografi ini
dapat disebut sebagai tingkat regional. Konsep sejarah mengacu pada
konsep waktu, terutama waktu yang telah lampau. Dari sudut pandang
sejarah dalam konteks global, tentang tokoh-tokoh, bangunan-bangunan,
perang, pertemuan internasional, dan peristiwa-peristiwa bersejarah
memiliki dampak luas terhadap tatanan kehidupan global dapat
dimunculkan dalam pendidikan sebagai acuan transformasi budaya serta
pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda
untuk memasuki kehidupan global dimasa yang akan datang. Sumber
daya yang sifatnya tidak terbarukan akan habis sekali pakai sehingga
persediaannya makin terbatas. sedangkan pihak lain, kebutuhan terus
meningkat karena pertumbuhan penduduk, dan keinginan yang
cenderung tidak terbatas. kesenjangan ini bukan bersifat lokal atau
regional, melainkan telah menjadi masalah global. Akibat interaksi sosial
yang semakin intensif sampai ke tingkat global menunjukkan perubahan
sosial dimasyarakat sampai ke proses modernisasi. Perubahan dan
kemajuan yang positif dapat meningkatkan kesejahteraan, sedangkan
yang berdampak negatif harus kita waspadai, jika perlu kita cari cara
pemecahannya. Pada hakikatnya, perkembangan aspek kehidupan apa
pun yang mengarus mul
dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik
otentik umat manusia. Makhluk hidup, selain manusia, tidak mungkin
dapat mengubah tatanan kehidupannya sampai mengglobal. Nilai
mempengaruhi pembentukan dan arah sikap seseorang. Nilai juga dapat
mempengaruhi prilaku dan perbuatan seseorang dengan mempengaruhi
sikap dan penilaian terhadap konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan
seseorang tersebut. Melalui proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci
bagi lahirnya prilaku dan perbuatan seseorang. Oleh karena itu,
pengajaran dan penanaman nilai merupakan hal penting dalam rangka
pembinaan sikap dan kepribadian siswa. dasarnya terletak pada budaya
dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat manusia. Makhluk
hidup, selain manusia, tidak mungkin dapat mengubah tatanan
kehidupannya sampai mengglobal. Nilai mempengaruhi pembentukan dan
arah sikap seseorang. Nilai juga dapat mempengaruhi prilaku dan
perbuatan seseorang dengan mempengaruhi sikap dan penilaian terhadap
konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan seseorang tersebut. Melalui
proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci bagi lahirnya prilaku dan
perbuatan seseorang. Oleh karena itu, pengajaran dan penanaman nilai
merupakan hal penting dalam rangka pembinaan sikap dan kepribadian
siswa. dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi
milik otentik umat manusia. Makhluk hidup, selain manusia, tidak
mungkin dapat mengubah tatanan kehidupannya sampai mengglobal.
Nilai mempengaruhi pembentukan dan arah sikap seseorang. Nilai juga
dapat mempengaruhi prilaku dan perbuatan seseorang dengan
mempengaruhi sikap dan penilaian terhadap konsekuensi daripada prilaku
dan perbuatan seseorang tersebut. Melalui proses inilah , nilai dapat
dilihat sebagai kunci bagi lahirnya prilaku dan perbuatan seseorang. Oleh
karena itu, pengajaran dan penanaman nilai merupakan hal penting
dalam rangka pembinaan sikap dan kepribadian siswa. dasarnya terletak
pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat
manusia. Makhluk hidup, selain manusia, tidak mungkin dapat mengubah
tatanan kehidupannya sampai mengglobal. Nilai mempengaruhi
pembentukan dan arah sikap seseorang. Nilai juga dapat mempengaruhi
prilaku dan perbuatan seseorang dengan mempengaruhi sikap dan
penilaian terhadap konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan seseorang
tersebut. Melalui proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci bagi
lahirnya prilaku dan perbuatan seseorang. Oleh karena itu, pengajaran
dan penanaman nilai merupakan hal penting dalam rangka pembinaan
sikap dan kepribadian siswa. dasarnya terletak pada budaya dengan
kebudayaan yang menjadi milik otentik umat manusia. Makhluk hidup,
selain manusia, tidak mungkin dapat mengubah tatanan kehidupannya
sampai mengglobal. Nilai mempengaruhi pembentukan dan arah sikap
seseorang. Nilai juga dapat mempengaruhi prilaku dan perbuatan
seseorang dengan mempengaruhi sikap dan penilaian terhadap
konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan seseorang tersebut. Melalui
proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci bagi lahirnya prilaku dan
perbuatan seseorang. Oleh karena itu, pengajaran dan penanaman nilai
merupakan hal penting dalam rangka pembinaan sikap dan kepribadian
siswa.
dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik
otentik umat manusia. Makhluk hidup, selain manusia, tidak mungkin
dapat mengubah tatanan kehidupannya sampai mengglobal. Nilai
mempengaruhi pembentukan dan arah sikap seseorang. Nilai juga dapat
mempengaruhi prilaku dan perbuatan seseorang dengan mempengaruhi
sikap dan penilaian terhadap konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan
seseorang tersebut. Melalui proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci
bagi lahirnya prilaku dan perbuatan seseorang. Oleh karena itu,
pengajaran dan penanaman nilai merupakan hal penting dalam rangka
pembinaan sikap dan kepribadian siswa. dasarnya terletak pada budaya
dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat manusia. Makhluk
hidup, selain manusia, tidak mungkin dapat mengubah tatanan
kehidupannya sampai mengglobal. Nilai mempengaruhi pembentukan dan
arah sikap seseorang. Nilai juga dapat mempengaruhi prilaku dan
perbuatan seseorang dengan mempengaruhi sikap dan penilaian terhadap
konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan seseorang tersebut. Melalui
proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci bagi lahirnya prilaku dan
perbuatan seseorang. Oleh karena itu, pengajaran dan penanaman nilai
merupakan hal penting dalam rangka pembinaan sikap dan kepribadian
siswa. dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi
milik otentik umat manusia. Makhluk hidup, selain manusia, tidak
mungkin dapat mengubah tatanan kehidupannya sampai mengglobal.
Nilai mempengaruhi pembentukan dan arah sikap seseorang. Nilai juga
dapat mempengaruhi prilaku dan perbuatan seseorang dengan
mempengaruhi sikap dan penilaian terhadap konsekuensi daripada prilaku
dan perbuatan seseorang tersebut. Melalui proses inilah , nilai dapat
dilihat sebagai kunci bagi lahirnya prilaku dan perbuatan seseorang. Oleh
karena itu, pengajaran dan penanaman nilai merupakan hal penting
dalam rangka pembinaan sikap dan kepribadian siswa. dasarnya terletak
pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat
manusia. Makhluk hidup, selain manusia, tidak mungkin dapat mengubah
tatanan kehidupannya sampai mengglobal. Nilai mempengaruhi
pembentukan dan arah sikap seseorang. Nilai juga dapat mempengaruhi
prilaku dan perbuatan seseorang dengan mempengaruhi sikap dan
penilaian terhadap konsekuensi daripada prilaku dan perbuatan seseorang
tersebut. Melalui proses inilah , nilai dapat dilihat sebagai kunci bagi
lahirnya prilaku dan perbuatan seseorang. Oleh karena itu, pengajaran
dan penanaman nilai merupakan hal penting dalam rangka pembinaan
sikap dan kepribadian siswa. Oleh karena itu, konsep geografi ini dapat
disebut sebagai tingkat regional. Konsep sejarah mengacu pada konsep
waktu, terutama waktu yang telah lampau. Dari sudut pandang sejarah
dalam konteks global, tentang tokoh-tokoh, bangunan-bangunan, perang,
pertemuan internasional, dan peristiwa-peristiwa bersejarah memiliki
dampak luas terhadap tatanan kehidupan global dapat dimunculkan
dalam pendidikan sebagai acuan transformasi budaya serta
pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda
untuk memasuki kehidupan global dimasa yang akan datang. Sumber
daya yang sifatnya tidak terbarukan akan habis sekali pakai sehingga
persediaannya makin terbatas. sedangkan pihak lain, kebutuhan terus
meningkat karena pertumbuhan penduduk, dan keinginan yang
cenderung tidak terbatas. kesenjangan ini bukan bersifat lokal atau
regional, melainkan telah menjadi masalah global. Akibat interaksi sosial
yang semakin intensif sampai ke tingkat global menunjukkan perubahan
sosial dimasyarakat sampai ke proses modernisasi. Perubahan dan
kemajuan yang positif dapat meningkatkan kesejahteraan, sedangkan
yang berdampak negatif harus kita waspadai, jika perlu kita cari cara
pemecahannya. Pada hakikatnya, perkembangan aspek kehidupan apa
pun yang mengarus mul Kesimpulan Konsep geografi atau keruangan itu,
tidak lagi melihat kawasan lokal semata, melainkan telah menjangkau
kawasan yang lebih luas. Oleh karena itu, konsep geografi ini dapat
disebut sebagai tingkat regional. Konsep sejarah mengacu pada konsep
waktu, terutama waktu yang telah lampau. Dari sudut pandang sejarah
dalam konteks global, tentang tokoh-tokoh, bangunan-bangunan, perang,
pertemuan internasional, dan peristiwa-peristiwa bersejarah memiliki
dampak luas terhadap tatanan kehidupan global dapat dimunculkan
dalam pendidikan sebagai acuan transformasi budaya serta
pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda
untuk memasuki kehidupan global dimasa yang akan datang. Sumber
daya yang sifatnya tidak terbarukan akan habis sekali pakai sehingga
persediaannya makin terbatas. sedangkan pihak lain, kebutuhan terus
meningkat karena pertumbuhan penduduk, dan keinginan yang
cenderung tidak terbatas. kesenjangan ini bukan bersifat lokal atau
regional, melainkan telah menjadi masalah global. Akibat interaksi sosial
yang semakin intensif sampai ke tingkat global menunjukkan perubahan
sosial dimasyarakat sampai ke proses modernisasi. Perubahan dan
kemajuan yang positif dapat meningkatkan kesejahteraan, sedangkan
yang berdampak negatif harus kita waspadai, jika perlu kita cari cara
pemecahannya. Pada hakikatnya, perkembangan aspek kehidupan apa
pun yang mengarus mul