0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Draft Spkk-Rpe

Dokumen ini adalah Surat Perjanjian Kontrak Kerja antara PT. Bantul Moncer Tobacco Industri dan PT. Reka Palma Engineering untuk proyek pembangunan pabrik rokok di Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Perjanjian ini mencakup berbagai ketentuan terkait tanggung jawab, ruang lingkup pekerjaan, sistem pembayaran, dan jangka waktu pelaksanaan proyek. Para pihak sepakat untuk melaksanakan proyek sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati.

Diunggah oleh

heri purwanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan11 halaman

Draft Spkk-Rpe

Dokumen ini adalah Surat Perjanjian Kontrak Kerja antara PT. Bantul Moncer Tobacco Industri dan PT. Reka Palma Engineering untuk proyek pembangunan pabrik rokok di Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Perjanjian ini mencakup berbagai ketentuan terkait tanggung jawab, ruang lingkup pekerjaan, sistem pembayaran, dan jangka waktu pelaksanaan proyek. Para pihak sepakat untuk melaksanakan proyek sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati.

Diunggah oleh

heri purwanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPK PT. BMTI – PT. RPE.

SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA (SPKK)


Nomor: 01/SPKK/BMTI-RPE/IV/2026

Untuk

PROYEK PEKERJAAN PEMBANGUNAN PABRIK ROKOK


SRANDAKAN - BANTUL - YOGYAKARTA

Antara

PT. BANTUL MONCER TOBACCO INDUSTRI


(PEMILIK PROYEK)

Dengan

PT. REKA PALMA ENGINEERING


(KONTRAKTOR)

18 APRIL 2026

1
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

Pada hari ini, Sabtu tanggal Delapan Belas bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh
Enam (18-4-2026), di Yogyakarta, telah terjadi penandatangan Perjanjian Kontrak
Kerja oleh pihak pihak di bawah ini :

1. PT. BANTUL MONCER TOBACCO INDUSTRI berkedudukan dan berkantor di Jl.


Wahid Hasyim KM. 5 No. 101 Bantul Karang, Ringinharjo, Bantul – DIY dalam hal ini
diwakili oleh AGUS SANTOSO, selaku Direktur Utama yang bertindak untuk dan atas
nama Direksi dan/atau perusahaan tersebut diatas dan oleh karenanya bertindak untuk
dan atas nama perseroan terbatas tersebut untuk melakukan seluruh hak dan
kewajiban di dalam Kerjasama ini, telah mendapatkan persetujuan dari Komisaris
perseroan terbatas tersebut, selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK
PENANGGUNG JAWAB / PEMILIK PROYEK.

Selanjutnya dalam perjanjian ini PIHAK PENANGGUNG JAWAB PROYEK disebut


sebagai "PIHAK PERTAMA"

2. PT. REKA PALMA ENGINEERING berkedudukan dan berkantor di Permata Medang


Blok-A1/E 12 Kecamatan Pagedangan, Tangerang, Banten, dalam hal ini diwakili oleh
Ir. PUJI PANGESTU selaku Direktur Utama yang bertindak untuk dan atas nama
Direksi dan/atau perusahaan tersebut diatas dan oleh karenanya bertindak untuk dan
atas nama perseroan terbatas tersebut untuk melakukan seluruh hak dan kewajiban di
dalam Kerja sama ini dan telah mendapatkan persetujuan dari Komisaris Utama
perseroan terbatas tersebut, selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK
KEDUA.

Selanjutnya PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut


PARA PIHAK, PARA PIHAK saling mengikatkan satu sama lainnya, dan telah sepakat
untuk mengadakan Penandatanganan Perjanjian, perjanjian yang dimaksud adalah
PERJANJIAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN PABRIK ROKOK yang berlokasi di
SRANDAKAN, BANTUL, YOGYAKARTA.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, PARA PIHAK telah sepakat dan setuju untuk
membuat dan menandatangani Surat Perjanjian Kontrak Kerja, selanjutnya disebut:
"PERJANJIAN" termasuk ADDENDUM dan Lampiran-lampiran yang merupakan satu
kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini, dengan ketentuan dan syarat yang
diatur dalam pasal pasal sebagai berikut :

PASAL 1
PENDAHULUAN DAN DEFINISI

1. PENDAHULUAN
a. Bahwa, yang dimaksud PIHAK PERTAMA dalam Perjanjian Kontrak Kerja
Kontruksi ini adalah “PEMILIK PROYEK”.

2
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

b. Yang selanjutnya menunjuk PIHAK KEDUA sebagai KONTRAKTOR pelaksanaan


Pembangunan.
c. Bahwa, yang dimaksud PIHAK KEDUA dalam Perjanjian Kerja ini adalah
Perusahaan Penyedia Jasa Kontruksi yang menyatakan Sepakat dan bersedia
ditunjuk sebagai “KONTRAKTOR” untuk Melaksanakan Pembangunan Proyek.

2. DEFINISI
Berikut yang ditulis dalam huruf besar dalam PERJANJIAN KONTRAK PEKERJAAN
ini mempunyai arti yang diberikan kepadanya sebagaimana tercantum di bawah ini,
kecuali ditentukan lain dalam keterangannya.
a. “PEKERJAAN” adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Pabrik Rokok
secara fisik yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas persetujuan PIHAK
PERTAMA, berdasarkan ketentuan teknis dan persyaratan yang ditetapkan,
dengan memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dari instansi
yang berwenang.
b. “DOKUMENTASI” adalah dokumen-dokumen yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan yang harus dilengkapi PIHAK KEDUA, antara lain Berita
acara Lapangan (BALAP), Berita Acara Serah Terima (BAST) dan dokumen-
dokumen pendukung lainnya yang terkait.
c. “JANGKA WAKTU” adalah masa yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan
terhitung sejak di tanda tangani Perjanjian Kontrak Pekerjaan ini oleh PARA
PIHAK.
d. “NILAI KONTRAK PERJANJIAN” adalah harga yang tercantum dalam Perjanjian
yang harus dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, Dana
berasal dari PIHAK PERTAMA.
e. “LINGKUP PEKERJAAN” adalah pekerjaan dan tindakan lain yang diperlukan
dalam rangka pelaksanaan dan pemenuhan oleh PIHAK KEDUA sesuai
perjanjian.
f. “BALAP” adalah Berita Acara Lapangan yang dibuat oleh PIHAK KEDUA dan
disetujui oleh PIHAK PERTAMA terkait dengan progress pekerjaan sebagai
penerimaan (Akseptasi) atas hasil pekerjaan.
g. “BAST” adalah Berita Acara Serah Terima pekerjaan yang dibuat olah PIHAK
KEDUA dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA sebagai bukti yang telah diterimanya
hasil pekerjaan PIHAK KEDUA oleh PIHAK PERTAMA.
h. “METHODS OF PROCEDURES” adalah rangkain prosedur (rangkaian kegiatan
dalam melaksanakan pekerjaan) yang harus disetujui terlebih dahulu oleh PIHAK
PERTAMA sebelum PIHAK KEDUA melaksanakan PEKERJAAN.

PASAL 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN

1. Lingkup Pekerjaan Pembangunan Pabrik Rokok, yang berada di lokasi SRANDAKAN,


BANTUL, YOGYAKARTA.

3
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

2. Rencana Pekerjaan akan di mulai setelah pihak owner PT. Bantul Moncer Tobacco
Industri telah menyelesaikan pencairan dana di per-bank-an yaitu dengan
mengeluarkan, SPK (Surat Perintah Kerja), SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), dan
Surat Penyerahan Lapangan (SPL).
3. Bahwa Penetapan lahan, Penguasaan/Pembebasan lahan serta seluruh perizinan
yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK
PERTAMA.
4. Bahwa, PIHAK PERTAMA bertanggungjawab atas segala yang terjadi akibat dari
Pembangunan tersebut kepada masyarakat, instansi-instansi terkait, dan organisasi
- organisasi kemasyarakatan lainnya.

PASAL 3
KELENGKAPAN DOKUMEN

1. Dokumen-dokumen yang untuk melengkapi Surat Perjanjian Kontrak Kerja


ini dan disediakan oleh PIHAK PERTAMA setelah proses perbankan selesai adalah
sebagai berikut :
a. Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK)
b. Surat Perintah Kerja (SPK)
c. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
d. Surat Penyerahan Lapangan (SPL)
2. Seluruh dokumen di atas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, disetiap
pasal dan harus diartikan sedemikian rupa, sehingga satu sama lain dapat sejalan dan
saling menunjang. Apabila terdapat keraguan, pada kalimat dalam dokumen yang
menunjukkan persesuaian dapat dilakukan dengan musyawarah/diskusi antara kedua
belah pihak adalah yang MENENTUKAN.

PASAL 4
DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN

1. PIHAK PERTAMA adalah sebagai pemilik projek/OWNER PROJECT yang sah dan
diakui oleh hukum dan undang-undang Republik Indonesia, dengan benar memiliki
jaminan pembayaran secara liquid di bank.
2. PIHAK KEDUA adalah sebagai Kontraktor yang ditunjuk telah sepakat dan
bersedia bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut.

PASAL 5
BAHAN-BAHAN DAN ALAT-ALAT

1. Bahan, material, Peralatan dan/atau segala sesuatu yang diperlukan untuk


pelaksanaan Pekerjaan tersebut, disediakan oleh PIHAK KEDUA atas persetujuan
PIHAK PERTAMA, atau Petugas Konsultan yang ditunjuk yang mewakili dari PIHAK
PERTAMA.

4
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

2. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat/Gudang penyimpanan yang layak untuk


menyimpan “Material/bahan dan Peralatan” serta sanggup menyediakan “alat angkut”
untuk kegiatan mengangkut/memindahkan Material/bahan dan Peralatan yang
digunakan untuk pekerjaan pembangunan proyek.
3. PIHAK PERTAMA berhak menolak material/bahan serta peralatan yang disediakan oleh
PIHAK KEDUA, apabila ternyata peralatan tersebut TIDAK SESUAI dengan
spesifikasi yang telah disepakati oleh PARA PIHAK.
4. Jika Material/bahan dan Peralatan tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA, maka
PIHAK KEDUA wajib mengganti dengan material dan peralatan yang sesuai dengan
spesifikasi dan persyaratan yang disepakati dan diajukan dengan “Approval Material”
serta ditandatangani PARA PIHAK.
5. Tidak tersedianya Material/bahan dan Peralatan, tidak dapat dijadikan dasar untuk
keterlambatan pelaksanaan pekerjaan tersebut.

PASAL 6
TENAGA KERJA DAN UPAH

1. PIHAK KEDUA bersedia dan sanggup menyediakan serta menurunkan Tenaga Kerja
dalam jumlah yang cukup, serta yang memenuhi standar keahlian dan keterampilan, HR
Departement.
2. PIHAK KEDUA bertanggungjawab sepenuhnya atas segala biaya yang timbul akibat
dari pemakaian tenaga “Tenaga Kerja” baik yang berupa upah/Gaji dan lain
sebagainya.
3. PIHAK KEDUA sanggup dan bersedia menggunakan tenaga kerja lokal lebih
diprioritaskan, dan/atau bukan tenaga yang tidak memegang peranan khusus dalam
perusahaan PIHAK KEDUA.
4. PIHAK KEDUA bersedia dan sanggup untuk mematuhi peraturan yang berlaku di
daerah setempat dalam memperkerjakan dan pemberian upah tenaga dan gaji.

PASAL 7
PENGENDALIAN, SUPERVISI DAN PENANGGUNG JAWAB

1. Pengendalian atas Pekerjaan Pembangunan proyek dilakukan secara bersama-


sama oleh PARA PIHAK .
2. PIHAK PERTAMA Menunjuk satu orang Supervisi selaku Pengawas di lapangan untuk
mewakili PIHAK PERTAMA, dengan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK
KEDUA.
3. PIHAK KEDUA Menunjuk “Pelaksana di lapangan” yang bertindak untuk dan atas nama
PIHAK KEDUA dengan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA.
4. Segala kebutuhan yang diperlukan untuk kegiatan “Pengendalian dan Kepengawasan
dilapangan yang dilakukan oleh “Supervisi”, seperti “buku harian, buku direksi, siteplan,
gambar rencana, gambar detail/DED, Foto dokumentasi dan lainnya dipersiapkan/
disediakan oleh PIHAK KEDUA.

5
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

PASAL 8
NILAI KONTRAK DAN SISTEM PEMBAYARAN

Nama Proyek : PEKERJAAN PEMBANGUNAN PABRIK ROKOK

Lokasi Proyek : Srandakan, Bantul, Yogyakarta

Nilai Kontrak (dibulatkan) : …………………,- (…………………. Milyar Rupiah);


(belum termasuk PPN 11%)

Sistem Pembayaran : Full SKBDN

1. PARA PIHAK sepakat bahwa pembayaran adalah dengan jaminan SKBDN dari PIHAK
PERTAMA dan Setelah SKBDN terbit atas nama PIHAK KEDUA kemudian PIHAK
PERTAMA memberikan SPK (Surat Perintah Kerja), SMPK (Surat Perintah Mulai
Kerja) dan SPL (Surat Penyerahan Lapangan) kepada PIHAK KEDUA.
2. PARA PIHAK sepakat bahwa, PIHAK PERTAMA menyiapkan dokumen proyek yang
dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut.
3. PARA PIHAK sepakat bahwa terbitnya SKBDN adalah untuk modal kerja digunakan
untuk kepentingan proyek.
4. Sistem pembayaran yang disepakai oleh PARA PIHAK adalah :
a. PIHAK KEDUA (Sebagai Kontraktor) wajib Melaksanakan Pekerjaan berdasarkan
Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) ini sampai dengan selesai 100% (Seratus
Persen) dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang ditanda tangani
oleh PARA PIHAK.
b. PIHAK KEDUA dalam mulai melaksanakan pekerjaan pembangunan proyek
tersebut, setelah diterimanya SKBDN dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK
KEDUA.
c. Dokumen Invoice terdiri atas:
• Surat Permohonan
• Komersial Invoice
BALAP/BAST/FHO (khusus untuk progress payment dan retensi)

PASAL 9
JANGKA WAKTU KONTRAK

1. Jangka Waktu Kontrak Pekerjaan Pembangunan Pabrik Rokok adalah selama 6


(enam) bulan dan dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi, dimana
masing masing bidang pekerjaan akan ditetapkan dalam Surat Perintah Kerja (SPK),
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), dan Surat Penyerahan Lapangan (SPL).
2. Jangka waktu tersebut sebagaimana dimaksut dalam ayat 1 (Satu) belum termasuk
waktu pemeliharaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal di serah
terimakan kepada PIHAK PERTAMA.
3. Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat (1) dan ayat (2) pasal ini tidak dapat

6
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

diubah oleh salah satu pihak, kecuali atas kesepakatan PARA PIHAK atau adanya
Keadaan Memaksa (Force Majure).

PASAL 10
JANGKA WAKTU PEMELIHARAAN

1. Jangka waktu pemeliharaan ditetapkan selama 30 (Tiga Puluh) hari kalendar untuk
masing masing pekerjaan terhitung sejak berita serah terima pekerjaan dimana PIHAK
KEDUA bertanggung jawab untuk memperbaiki segala kerusakan, kegagalan atau
kekurangan pekerjaan sebagai akibat dari kelalaian kesalahan PIHAK KEDUA,
kecuali atas kejadian- kejadian diluar kuasa PIHAK KEDUA atau jika terjadi keadaan
Force Majure/ bencana alam.
2. Kegiatan perbaikan tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dan perintah
tim supervisor PIHAK PERTAMA dengan sebaik baiknya.
3. Segala biaya yang timbul akibat ketidak sempurnaan pekerjaan tersebut menjadi
tanggung jawab PIHAK KEDUA, dan apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan
pekerjaan pemeliharaan dan/atau pekerjaan perbaikan tersebut, maka akan
dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA dengan biaya seluruhnya ditanggung oleh
PIHAK KEDUA.
4. Jaminan pemeliharaan berlaku sampai dengan ditandatanganinya Berita Acara Serah
Terima kedua atau Final Hand Over (FHO) pekerjaan PIHAK KEDUA oleh PIHAK
PERTAMA atau selambat lambatnya 90 (Sembilan Puluh) hari kalender.
5. Apabila masa pemeliharaan telah selesai maka pekerjaan sebagaimana dimaksud
dalam pasal 1 (satu) perjanjian ini dapat diserah terimakan oleh PIHAK KEDUA kepada
PIHAK PERTAMA. Yang akan dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Akhir
Hasil Perkerjaan/Final Hand Over (FHO).

PASAL 11
KELALAIAN, DENDA, SANGSI DAN PEMUTUSAN KONTRAK

1. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan salah satu ketentuan atau
kewajibannya sesuai perjanjian kontrak ini, maka PIHAK PERTAMA berhak
memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA sebanyak 3 (tiga) kali.
2. Kelalaian sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 (satu) pasal ini adalah tidak
tercapainya progress/bobot pekerjaan, maka PIHAK KEDUA harus memperbaiki
dalam jangka waktu yang ditentukan agar dapat ditingkatkan sesuai kesepakatan.
3. Apabila PIHAK KEDUA tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dalam jangka waktu
yang disepakati pada kontrak ini, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 9
(sembilan) ayat 1 (satu) dalam perjanjian ini, sesuatu yang diakibatkan dari kelalaian
PIHAK KEDUA, maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 0.1% (satu
permil) dari nilai kontrak yang belum diselesaikan (sisa pekerjaan) dengan batasan
nilai maksimal 3% dari nilai kontrak yang belum diselesaikan.
4. Apabila terjadi keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh kelalaian dari PIHAK
KEDUA yang mengakibatkan bertambahnya biaya, maka tambahan biaya tersebut

7
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Dan apabila terjadi keterlambatan pekerjaan
yang diakibatkan oleh PIHAK PERTAMA yang mengakibatkan bertambahnya biaya,
maka tambahan biaya tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
5. PIHAK PERTAMA berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak dengan
memberitahukan secara tertulis 7 (tujuh) hari sebelum jangka waktu peringatan ketiga
berakhir, apabila PIHAK KEDUA:
a. Dalam 1 (satu) bulan sejak diterimanya Pekerjaan dari PIHAK PERTAMA, PIHAK
KEDUA tidak atau belum melaksanakan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 1 (satu) perjanjian ini, dan atau setelah PIHAK PERTAMA menyerahkan
dokumen kelengkapan kepada PIHAK KEDUA.
b. Dalam waktu tiga bulan berturut turut PIHAK KEDUA tidak meneruskan pekerjaan
pemborongan sesuai perjanjian ini tapi wajib dievaluasi.
c. Menyerahkan secara keseluruhan/menjual kembali pekerjaan pemborongan ini
kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA, oleh karena itu
PIHAK PERTAMA berhak menentukan sub-kontraktor yang mempunyai kualitas
yang baik.

PASAL 12
PEKERJAAN TAMBAH KURANG

1. Pekerjaan tambah atau kurang hanya dianggap sah apabila ada perintah/persetujuan
secara tertulis dari PIHAK PERTAMA dan/atau volume pekerjaan tidak ada dalam
kontrak dan penentuan harga satuan untuk pekerjaan tambah atau kurang akan
diperhitungkan bersama.
2. Perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan atau penambahan biaya/pengurangan
biaya harus diikuti dengan penandatanganan addendum oleh para pihak.

PASAL 13
KETENTUAN HUKUM

1. Bilamana suatu saat terjadi adanya tuntutan hukum baik Pidana maupun Perdata
diakibatkan dari kesalahan/ketidaksepahaman kedua Belah Pihak antara Pemilik
Proyek dan Kontraktor Utama maka semua Para Mediasi/Para Saksi bebas dari
semua tuntutan HUKUM, baik dari segi tehnis dan semua pasal - pasal hukum, yang
timbulnya dari semua kalimat dari Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) yang
ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak.
2. Untuk melaksanakan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat memilih tempat
kedudukan hukum yang tetap yaitu Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta.

PASAL 14
CLAIM DAN FORCE MAJUERE

1. Hal yang terjadi karena sebab diluar kekuasaan PIHAK KEDUA yang dianggap
sebagai Force Majure sehingga mengakibatkan kerugian PIHAK KEDUA, harus selalu

8
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

dicatat dalam buku harian dan dokumentasi untuk mendapatkan pertimbangan


pengantian dari PIHAK PERTAMA dan dituangkan kedalam Berita Acara. Hal-hal
yang dianggap sebagai Force Majuere adalah:
a. Bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, angin topan, kebakaran, wabah penyakit
(pandemic), huru hara yang disebabkan oleh faktor- faktor ekstrim dan terus
menerus mengganggu jalannya pelaksanaan pekerjaan.
b. Peraturan Pemerintah dalam bidang perekonomian yang mempunyai efek langsung
dan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan

PASAL 15
PENGAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA

1. PIHAK KEDUA harus melaksanakan /menyediakan pengamanan selama


berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan ini.
2. PIHAK KEDUA harus menyediakan tempat tinggal pekerja yang memenuhi
persyaratan keselamatan dan ketertiban selama pekerjaan berlangsung.
3. PIHAK KEDUA wajib menyediakan jaminan sosial tenaga kerja sesuai peraturan
perundang- undangan yang berlaku. Pembayaran jaminan sosial tenaga kerja kepada
Instansi terkait dilakukan oleh PIHAK KEDUA selambat lambatnya 1 (Satu) bulan
setelah terbit diterimanya uang muka oleh PIHAK KEDUA.
4. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan K3L (Keselamatan - Kesehatan Kerja dan
Lingkungan) sebagai berikut:
a. Menjalankan system mutu dan K3L termasuk alat pelindung diri ( APD ) - sepatu
safety, helm standar SNI, baju rompi dan alat perlengkapan lainnya.
b. Untuk seluruh staff dan pekerja wajib mematuhi / mengikuti aturan pemerintah sesuai
dengan standar nasional.
c. Wajib mengikuti petunjuk toll box meeting seperti, safety patrol - safety inspection
dan rapat- rapat yang terkait dengan mutu K3L.
d. Wajib bertanggung jawab yang menyangkut, keselamatan - kesehatan pekerja
serta kebersihan lingkungan termasuk sumber daya/biaya pelaksanaan.
e. Wajib bertanggungjawab secara hukum dan Semua biaya apabila terjadi
kecelakaan kerja yang di akibatkan kelalaian PIHAK KEDUA dalam pengawasan
dan melaksanakan pekerjaan, Projek tersebut harus di Asuransikan.

PASAL 16
LAPORAN

1. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan secara periodik, baik mengenai pelaksanaan
pekerjaan secara langsung maupun pekerjaan oleh sub-kontraktor.
2. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan mengenal kemajuan melaksanakan pekerjaan
jika diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk keperluan pemeriksaan.
3. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA berupa

9
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

gambar terbangun (as build drawing), foto foto dokumentasi tentang pelaksanaan
pekerjaan, perkembangan, kegiatan hasil kerja untuk masing masing-bidang
pekerjaan.
4. Segala laporan dan / atau catatan sebagaimana dimaksud dalam pasal ini dibuat dalam
rangkap 2 (dua) dan harus disetujui oleh supervisi dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 17
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Apabila terjadi perselisihan mengenai perjanjian ini pada dasarnya akan diselesaikan
secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka para
pihak sepakat untuk menyelesaikan melalui jalur hukum PENGADILAN NEGERI
BANTUL, YOGYAKARTA.
3. Apabila terjadi masalah hukum baik itu Pidana maupun Perdata maka para saksi tidak
dilibatkan dalam masalah Hukum tersebut.

PASAL 18
LAIN-LAIN

1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak, kecuali alasan alasan yang kuat
dan bertangungjawab sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
2. Segala sesuatu yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam
perjanjian tambahan (Addendum) yang merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dengan perjanjian ini.

PASAL 19

PENUTUP

1. Perjanjian dinyatakan sah dan mengikat Kedua Belah Pihak dan mulai berlaku
pada saat perjanjian ini ditanda tangani oleh PARA PIHAK.

2. Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh PARA PIHAK dalam rangkap 3 (Tiga)
serta para saksi bermaterai cukup, dan masing-masing mempunyai kekuatan
hukum yang sama. 1 Rangkap untuk PIHAK PERTAMA dan 1 rangkap untuk PIHAK
KEDUA.
3. Perjanjian/SPKK / MoU ini BATAL DEMI HUKUM apabila Kedua Belah Pihak tidak
mampu melaksanakan Kesepakatan Kerjasama ini.

10
SPK PT. BMTI – PT. RPE.

Ditanda tangani di : Bantul


Pada tanggal : 18 April 2026

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

PEMILIK PROYEK KONTRAKTOR


PT. BANTUL MONCER TOBACCO INDUSTRI PT. REKA PALMA ENGINEERING

AGUS SANTOSO Ir. PUJI PANGESTU


Direktur Utama Direktur Utama

SAKSI-SAKSI :

1. Sholeh Sungaidi, S.P. ( ............................................. )

2. Ir. Hermanto Sentono (.............................................. )

3.

11

Anda mungkin juga menyukai