Copyright © Naidin Syamsuddin 2022
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
Pengembangan Teknologi Audio Visual dalam Pembelajaran
Bahasa Arab
Naidin Syamsuddin
Institut Agama Islam Negeri Palopo, Indonesia
naidin_samsuddin@[Link]
Abstract
Masalah yang dihadapi oleh tenaga pengajar adalah keterbatasan dalam menyediakan
media pembelajaran bahasa Arab. Masalah ini menyebabkan kurangnya motivasi belajar
sehingga pemahaman dan pengetahuan siswa menjadi rendah. Upaya yang dilakukan
untuk mengembangkan teknologi audio visual dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode
yang digunakan dalam artikel ini adalah metode library. Perkembangan teknologi informasi
dan pengetahuan dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan. Dalam dunia
pendidikan dituntut mengikuti arus perkembangan tersebut, termasuk dalam hal
pembelajaran bahasa Arab. Diharapkan tenaga pengajar dapat merancang metode
pengajaran yang menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar dan meningkatkan
prestasinya. Salah satu pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan adalah dengan
menggunakan media audio visual. Berbagai macam media audio visual yang dapat
digunakan adalah laboratorium bahasa multimedia, LCD proyektor, dan internet. Media
audio visual dirancang khusus untuk menarik minat belajar sehingga diharapkan media ini
dapat menjadi solusi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Keywords: Teknologi, Audiovisual, Belajar Bahasa Arab
Introduction
Pembelajaran bahasa arab merupakan materi yang diajarkan kepada peserta didik mulai dari
jenjang pendidikan yang rendah sampai jenjang pendidikan yang paling tinggi. Hampir semua
lembaga pendidikan formal memberikan materi bahasa arab kepada peserta didik. Namun
dalam pemberian materi ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh tenaga pengajar
dalam menyampaikan materinya. Salah satunya adalah keterbatasan dalam penyediaaan media
pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat
mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Media pembelajaran begitu penting dalam
meningkatkan daya tarik peserta didik (Kartini, 2010).
Permasalahan keterbatasan dalam menyediakan media pembelajaran menyebabkan peserta
didik sulit menyerap materi sehingga mereka mudah bosan bahkan dapat menyebabkan
kurangnya motivasi dalam belajar bahasa arab(Aghni, 2018). Maka diperlukan tenaga pendidik
untuk mendesain pendidikan yang menarik guna memberikan pemahaman serta meningkatkan
minat belajar bahasa arab.
[Link]
414
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
pISSN 2301-4059
eISSN 2798-5121
Motivasi belajar yang kurang dapat menyebabkan rendahnya pemahaman dan pengetahuan
peserta didik mengenai bahasa arab. Hal ini diakibatkan oleh rendahnhya kualitas
pembelajaran. Dengan penggunaan media dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran
yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik. Menurut (Rosyidi, 2009)
mengungkapkan bahwa dalam proses pembelajaran ada dua unsur yang sangat penting yaitu
metode pembelajaran dan media pembelajaran. Kedua unsur ini saling berkaitan karena
pemilihan metode pembelajaran tentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang
digunakan sesuai dengan kebutuhan pengajar.
Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa arab
adalah menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Salah satunya dengan
menggunakan media audio visual. Menurut (Putri, 2017) mengungkapkan bahwa penggunaan
media audio visual sebagai salah satu kompenen pembelajaran bahasa arab, memiliki peran
penting dalam menumbuhkan motivasi belajar, materi ajar lebih bermakna dengan desain
kreatif dan inovatif sesuai karakteristik peserta didik. Berdasarkan pernyataan di atas
menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual sebagai salah satu alternatif dalam
memecahkan permasalahan dalam pembelajaran bahasa arab.
Method
Jenis penulisan dari artikel ini berjenis library reserch dimana sumber datanya dari sumber
online dan cetak. Pembahasan artikel ini berkaitan tentang pengembangan teknologi audio
visual dalam pembelajaran bahasa arab dimana refrensinya dari buku dan jurnal. Data
dikumpulkan kemudian di analisis dan ditunagkan dalam artikel ini. Dari hasil pembahasan
kemudian ditarik sebuah kesimpulan.
Results and Discussion
Pengembangan Teknologi Audio Visual
Perkembangan teknologi informasi dan pengetahuan beberapa tahun ini mengalami
perkembangan secara pesat, sehingga dengan perkembangan ini masyarakat dapat mengubah
paradigma untuk mengakses informasi melalui teknologi. Salah satu bidang yang mendapatkan
dampak dari perkembangan ini adalah bidang pendidikan, termasuk dalam pembelajaran
bahasa arab. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurut (Chodidjah &
Indayanti, t.t.) menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan
mempunyai arti penting terutama dalam rangka pemerataan pendidikan dan peningkatan
kualitas pendidikan di Indonesia.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pendidikan, ada beberapa langkah
pengembangan yang dapat dilakukan antara lain: 1) merancang dan membuat aplikasi
database, yang menyimpan dan mengolah data dan informasi akademik, baik sistem
perkuliahan, sistem penilaian, informasi kurikulum, manajemen pendidikan, maupun materi
pembelajaran; 2) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis portal, web,
multimedia interaktif, yang terdiri atas aplikasi tutorial dan learning tool; 3) mengoptimalkan
pemanfaatan TV edukasi sebagai materi pengayaan dalam rangka menunjang peningkatan
mutu pendidikan; dan 4) mengimplementasikan sistem secara bertahap mulai dari lingkup
415
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
pISSN 2301-4059
eISSN 2798-5121
yang lebih kecil hingga meluas, sehingga memudahkan manajemen pemanfaatan TI dalam
proses penyelanggaraan pendidikan(Hasriadi, 2020).
Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pendidikan adalah melalui
media audio visual. Media audio visual dapat menunjang pencapaian tenaga pengajar dalam
menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik. Menurut (Nugrawiyati, 2018) menyatakan
bahwa media audio visual merupakan media pembelajaran yang digunakan tenaga pengajar
untuk menyampaikan materi agar diterima peserta didik melalui indera pendengar dan indera
penglihat secara terpadu. Media audio visual ini termasuk jenis media yang berbasis indera
penyerap. Media audio visual mencakup siaran TV, rekaman VCD, dan pentas drama dan
sandiwara. Dalam pembelajaran bahasa arab diperlukan media audio visual untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Pariartha dkk., 2013) beberapa kegunaan dan
manfaat dalam menggunakan media pembelajaran berbasis audio visual berdasarkan hasil uji
di lapangan yaitu: 1) materi mudah dipahami karena konsep yang disajikan direncanakan untuk
mempermudah siswa dan sistematis; 2) media pembelajaran berbasis audio visual memberi
kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing individu, 3) belajar
lebih cepat dan menarik sehingga tidak menimbulkan kebosanan karena dilengkapi dengan
gambar-gambar dan animasi serta soal latihan yang bervariasi, 4) adanya kesempatan dalam
menjawab soal pada waktu tes jika jawaban dianggap salah dengan tujuan agar siswa dapat
memahami materi yang telah dipelajari, 5) media pembelajaran berbasis audio visual ini juga
dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran secara konvensioal maupun individual,
mengatasi jarak dan waktu, mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara
realistis dalam waktu yang singkat, dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan,
pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat, mengembangkan pikiran dan pendapat para
siswa, mengembangkan imajinasi, memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan
penjelasan yang lebih realistik, mampu berperan sebagai media utama untuk
mendokumentasikan realitas untuk didiskusikan di dalam kelas. Dari hasil penelitian tersebut
maka media audio visual sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran termasuk
pembelajaran bahasa arab(Putri, 2017).
Seiring berkembangnya waktu, media audio visual kini dikembangkan dan didesain
sedemikian rupa guna menarik perhatian masyarakat. (Nugrawiyati, 2018) media audio visual
dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan kata-kata, warnah, suara, dan gerak.
Jenis yang terakhir ini disebut multimedia. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan
indera pendengaran dan penglihatan melalui media teks, visual diam, visual gerak, dan audio
serta media interaktif berbasis komputer dan teknologi informasi dan komunikasi.
Mayer mendefinisikan multimedia sebagai media yang menghasilkan bunyi dan teks.
Berdasarkan definisi ini, TV, presentasi powerpoint yang menampilkan teks dan gambar
bersuara temasuk multimedia. Berbeda dengan hal tersebut, Martin membedakan multimedia
dan audio visual. Menurutnya video conference dan video cassetle termasuk media audio
visual. Adapun aplikasi komputer interaktif dan non interaktif merupakan multimedia. Jadi
multimedia adalah media berbasis komputer yang mengintegrasikan berbagai jenis
media(Asmawati dkk., 2017).
Multimedia merupakan pengembangan istilah dari audio visual. Disebut multimedia sebab
melibatkan banyak unsur sekaligus, yaitu unsur warna, suara, gerak, ukuran, dan lain-lain.
416
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
pISSN 2301-4059
eISSN 2798-5121
Dengan demikian, media audio visual pun pada dasarnya tidak berbeda dengan multimedia,
karena media audio visual misalnya pentas drama juga melibatkan berbagai unsur sekaligus,
baik warna, gerak, maupun suara dan lainnya.
Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan Ahmad Rohani dalam bukunya, bahwa media
audio visual merupakan media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan
zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) yang meliputi media yang dapat dilihat,
didengar, dan yang dapat didengar dan dilihat, seperti film dan televisi.
Berdasarkan penjelasan di atas maka multimedia merupakan perkembangan dari media
audio visual yang dapat dijadikan solusi pendidikan khususnya pembelajaran bahasa arab.
Media ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan prestasi belajar peserta didik. Hal ini
sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Utama dkk., 2014) menunjukkan bahwa
adanya peningkatan prestasi belajar antara sebelum dan waktu menggunakan multimedia
pembelajaran berbantuan komputer.
Media Audio Visual dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Media audio visual adalah media modern yang sesuai dengan perkembangan zaman
(kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi), meliputi media yang dapat dilihat dan dapat
didengar. Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan gambar. Berikut
jenis-jenis media audio visual (Hartanti, 2013) yaitu:
1. Audio visual diam, yaitu media yang menyampaikan pesan melalui benda diam yang
dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera penglihatan, akan tetapi gambar
yang dihasilkan adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak. Jenis media ini
antara lain media sound slide (slide suara), film bingkai suara, film rangkai suara, dan
cetak suara
2. Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur-unsur dan gambar
yang bergerak seperti film suara dan video cas sette.
3. Audio visual tidak murni, yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber
yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari tape
recorder. Contoh lainnya adalah film strop suara dan cetak suara.
Selain itu, berbagai macam media yang berteknologi modern yang menunjang pembelajaran
bahasa arab dan (Iswanto, 2017) sebagai berikut :
1. Laboratorium bahasa multimedia
Laboratorium bahasa mengacu kepada seperangkat peralatan elektronik audio vidio yang
terdiri atas instructor consolesebagai mesin utama, dilengkapi dengan repeater language
learning machine, tape recorder, DVD Player, video monitor, headset, dan student booth
yang dipasang dalam satu ruang kedap suara. Selain itu adapula komponen komputer
multimedia sebagai komponen tambahan yang dapat dikombinasikan dengan semua itu.
Jika dilakukan, maka tampillah laboratorium bahasa itu sebagai laboratorium bahasa
multimedia. Artinya, peralatan jenis media dengan fungsi masing-masing yang
bervariasi. Dengan laboratorium bahasa multimedia, guru kreatif dapat memanfaatkan
aneka jenis program pelajaran bahasa asing, dalam hal ini bahasa Arab, baik yang
dikemas dalam audio, video, maupun CD interaktif.
417
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
pISSN 2301-4059
eISSN 2798-5121
Adapun teknik pemanfaatan LBM (Laboratorium Bahasa Multimedia) adalah sebagai berikut:
a. Listening class
Cara klasik penggunaan piranti laboratorium bagi pembelajar bahasa asing adalah untuk
pembelajaran kemahiran minyimak (maharah al-istima’) yang dapat diintegrasikan
dengan kemahiran berbicara (maharah al-kalam), kemahiran membaca (maharah
alqira’ah), dan kemahiran menulis (maharah al-kitabah). Sasaran yang musti dicapai
dengan penggunaan laboratorium bahasa di sini adalah agar pelajar dapat mendengar,
melihat, mengamati, dan memahami bagaimana penutur asli menggunakan bahasa asing
itu dalam berbagai situasi yang berbeda-beda. Dengan sasaran demikian diharapkan
pelajar dapat meniru model yang dipajangkan oleh penutur asli. Adapun teknik penyajian
materi dapat dilakukan dengan tindakan memutar VCD/DVD player, karena dewasa ini
banyak program pembelajarn Bahasa Arab yang terkemas dalam VCD/DVD. Beberapa
contoh pemanfaatannya antara lain:
1) Guru instruktur menayangkan dua kali sebuah episode cerita bersambung melalui
VCD player dengan berdurasi sekitar 20 menit. Pada tayangan pertama pelajar
diminta untuk memperhatikan secara cermat alur ceritanya. Pada tayangan kedua
pelajar diarahkan untuk memperhatikan bahasa yang dipergunakan.
2) Beberapa variasi teknik dapat dilakukan dalam langkah ini, misalnya, dengan
memanfaatkan tombol-tombol pada VCD player, guru/instruktur dapat mem-pause
adegan tertentu dan mengulanginya beberapa kali sampai pelajar mampu
menirukan ujaran-ujaran yang diungkapkan oleh pelaku. Usahakan agar mereka
menebak secara bersama-sama, atau secara individual dengan sistem kompetisi
sambil memanfaatkan tombol CALL yang tersedia pada masing-masing booth.
Apabila pelajar tidak mampu, instruktur dapat membantu mereka dengan jawaban
yang benar, yang tersedia dalam buku pegangan instruktur.
b. Sebagai pekerjaan rumah, guru/instruktur dapat meminta pelajar untuk menceritakan
kembali bahasa sasaran sinopsis dan tayangan VCD tersebut.
Selain itu dapat juga digunakan Komputer Multimedia yang sudah dilengkapi dengan
CD/DVD Rom yang bermanfaat untuk menjalankan program pelajaran bahasa Arab pada
CD maupun DVD Rom. Perlu dimengerti bahwa program CD/DVD Rom berbeda dengan
program pada VCD/DVD. Dengan program CD Rom, guru dapat menampilkan tulisan
atau gambar disertai dengan suaranya. Selain itu, melalui CD Rom guru juga dapat
mengulangi materi-materi yang disajikan dengan lebih efisien dan mudah, asalkan guru
tersebut tidak computer illiterate.
2. LCD projector
LCD (Liquid Crystal Display) projector adalah jenis video untuk menampilkan gambar
atau data komputer pada layar atau permukaan datar lainnya. LCD projector dapat
bekerja dengan dilengkapi peralatan tambahan yaitu: kabel data dan power supply
(peralatan untuk menghubungkan LCD dengan sumber listrik). Pemanfaatannya dalam
pembelajaran Bahasa Arab yaitu untuk menjelaskan materi pelajaran akan menjadi media
audio yang sangat menarik perhatian para pelajar. Karena LCD mampu menampilkan
slide dalam ukuran besar pada layar besar dengan warna-warna yang bisa diatur sesuai
keinginan. Bahkan LCD projector media ini dapat menayangkan film dalam ukuran besar
418
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
pISSN 2301-4059
eISSN 2798-5121
layaknya film layar lebar. Dengan adanya LCD maka akan dapat menampilkan Kombinasi
Slide dan Suara.
3. Internet
Internet adalah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer
dengan fasilitas komputer yang terorganisir di seluruh dunia melalui telepon atau satelit.
Pada era ini, internet adalah hal yang pasti dimiliki oleh hampir semua individu.
Pemanfaatan internet dalam pembelajaran Bahasa Arab yaitu:
a) Meningkatkan keterampilan berbahasa
Tak dapat dipungkiri bahwa banyak situs internet yang menyajikan program-program
menarik dalam bahasa Arab. Situs-situs ini akan sangat membantu meningkatkan
keterampilan berbahasa Arab. Karena situs-situs tersebut menyajikan berbagai data dan
informasi masa lalu, terkini, dan akan datang mengenai dunia Arab, dunia antar bangsa
dan berbagai bidang-bidang kajian bahasa Arab dan Islam.
b) Meningkatkan kemampuan penerjemahan
Untuk peningkatan kemampuan penerjemahan ini, internet dapat dimanfaatkan sebaik
mungkin. Karena alat penerjemahan bahasa arab-bahasa Indonesia sudah banyak
tersebar, bahkan dapat didownload dengan sangat mudah.
Conclusion
Perkembangan teknologi informasi dan pengetahuan beberapa tahun ini mengalami
perkembangan. Dalam dunia pendidikan dituntut untuk mengikuti arus perkembangan tersebut
termasuk dalam hal pembelajaran bahasa arab. Maka diharapkan para tenaga pengajar untuk
mendesain metode pengajaran dengan menarik sehingga peserta didik termotivasi untuk
belajar dan meningkatkan prestasinya. Salah satu pemanfaatan teknologi dibidang pendidikan
adalah dengan menggunakan media audio visual. Berbagai macam media audio visual yang
dapat dimanfaatkan adalah laboratorium bahasa multimedia, LCD projektor, dan Internet.
Media audio visual dirancang khusus untuk menarik minat belajar sehingga media ini
diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik..
References
Aghni, R. I. (2018). Fungsi dan jenis media pembelajaran dalam pembelajaran Akuntansi.
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 16(1), 98–107.
Asmawati, W., Ali, B., & Hasriadi, H. (2017). Perancangan Aplikasi Pengelolaan Data
Perpustakaan Berbasis Visual Basic Pada SMP Negeri Satap Sampeang. PROSIDING
SEMANTIK, 1(2), 117.
Chodidjah, S., & Indayanti, D. (t.t.). Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan.
Hartanti, D. (2013). Media Pembelajaran (Ebook). Pendidikan Tehnik dan Arsitektur Universitas
Pendidikan Indonesia.
Hasriadi, H. (2020). Pengaruh E-Learning Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan
Agama Islam. IQRO: Journal of Islamic Education, 3(1), 59–70.
419
Jurnal Konsepsi, Vol. 10, No. 4, Februari 2022
pISSN 2301-4059
eISSN 2798-5121
Iswanto, R. (2017). Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pemanfaatan Teknologi. Arabiyatuna:
Jurnal Bahasa Arab, 1(2), 139–152.
Kartini, K. (2010). Pendekatan Komunikatif (Al-Madhal Al-Ittishal) Dalam Pembelajaran Bahasa
Arab. AL TAJDID, 2(1).
Nugrawiyati, J. (2018). Media Audio-Visual dalam Pembelajaran Bahasa Arab. El-Wasathiya:
Jurnal Studi Agama, 6(1), 97–111.
Pariartha, I. G. M. A., Parmiti, D. P., & Sudatha, I. G. W. (2013). Pengembangan media
pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA untuk siswa
kelas VIII Semester 1 di SMP Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Jurnal
Edutech Undiksha, 1(2).
Putri, W. N. (2017). Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Arab
Siswa Madrasah Tsanawiyah. LISANIA: Journal of Arabic Education and Literature,
1(1), 1–16.
Rosyidi, A. W. (2009). Media pembelajaran bahasa Arab. UIN-Maliki Press.
Utama, C., Kentjananingsih, S., & Rahayu, Y. S. (2014). Penerapan media pembelajaran biologi
sma dengan menggunakan model direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar
siswa. Jurnal Penasains.
420