0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan23 halaman

1 RKK

Dokumen ini adalah Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dari PT. Karya Kamefada Wijaya Indonesia untuk proyek preservasi jalan Kabuh - Tapen tahun 2023. RKK mencakup kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, dan evaluasi kinerja keselamatan konstruksi, dengan komitmen untuk mencapai Zero Accident. Selain itu, dokumen ini juga mencantumkan peraturan perundangan yang relevan dan langkah-langkah pengendalian risiko yang akan diterapkan.

Diunggah oleh

Neko Gemoy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan23 halaman

1 RKK

Dokumen ini adalah Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dari PT. Karya Kamefada Wijaya Indonesia untuk proyek preservasi jalan Kabuh - Tapen tahun 2023. RKK mencakup kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, dan evaluasi kinerja keselamatan konstruksi, dengan komitmen untuk mencapai Zero Accident. Selain itu, dokumen ini juga mencantumkan peraturan perundangan yang relevan dan langkah-langkah pengendalian risiko yang akan diterapkan.

Diunggah oleh

Neko Gemoy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI


(RKK)

Paket Pekerjaan:

Preservasi Jalan Kabuh - Tapen

2023
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA
INDONESIA

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi

A.1. Kepedulian Pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal

A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi

B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi

B.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian dan Peluang

B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)

B.3. Standar dan peraturan perundangan

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

C.1. Sumber Daya

C.2. Kompetensi

C.3. Kepedulian

C.4. Komunikasi

C.5. Informasi Terdokumentasi

D. Operasi Keselamatan Konstruksi

D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi

D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

E.1. Pemantauan dan Evaluasi

E.2. Tinjauan Manajemen

E.3. Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi

A.1. Kepedulian Pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal

Direktur PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA telah menunjuk seorang wakil Manajemen K3 (WM) yang
memiliki tanggung jawab dan wewenang untuk :

• Memastikan bahwa proses-proses yang dibutuhkan oleh SMK3 ditetapkan, diterapkan dan dipelihara
• Bertindak sebagai juru bicara dan penghubung dalam hal yang berkaitan dengan Sistem Manajemen K3
• Berlaku sebagai Manajemen Senior dalam menambah, mengganti atau modifikasi Sistem Manajemen K3
sehubungan dengan mekanisme peningkatan berkelanjutan
• Bertindak sebagai Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) Pusat
• Melaporkan kinerja SMK3 secara langsung ke Manajemen Puncak, dalam tinjuan Manajemen
• Menyetujui informasi berkaitan dengan K3 untuk dikomunikasikan ke Internal perusahaan atau pihak-pihak
luar
• Memastikan pengenalan kesadaran dan budaya K3 tertanam ke seluruh jajaran organisasi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Link] Siswo Ngulandoro


Jabatan : Kepala Cabang
Bertindak untuk : PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA
dan atas nama

dalam rangka pengadaan Preservasi Jalan Kabuh - Tapen pada Pokja Pemilihan 98B UPTPBJ Wilayah Jawa
Timur Tahun Anggaran 2023 berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero
Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:

1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;


2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

Surabaya, 10 Juni 2023

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA

[Link] Siswo Ngulandoro


Kepala Cabang
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) Jl. RUSA GG BENDO 2 KEL. SUKAMENANTI KEC. KEDATON - BANDAR LAMPUNG

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

B. PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3

Nama Perusahaan : PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA


Kegiatan : Preservasi Jalan Kabuh - Tapen
Lokasi : Kabupaten Jombang
Tanggal dibuat : 10 Juni 2023 halaman : 4 / 14

Deskripsi Resiko Penilaian Tingkat Resiko Penilaian Sisa Risiko

No Persyaratan Pemenuhan Peraturan Pengendalian awal Nilai Pengendalian Lanjutan Nilai Keterangan
Jenis Bahaya (Tipe Kemungki Keparaha Tingkat Kemungki Keparahan Tingkat
Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya (Skenario Bahaya) Risiko Risiko
Kecelakaan) nan (F) n (A) Risiko nan (F) (A) Risiko
(FxA) (FxA)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)

1. Perkerasan Beton Semen Tertimpa material dan alat kerja - luka ringan/berat/ a. UU NO. 01 Tahun 1970 Tentang a. Inspeksi alat kerja 3 3 9 Sedang a. Memenuhi ketentuan Keselamatan dan n/a n/a n/a n/a Sesuai dengan
korban jiwa Keselamatan Kerja b. Memastikan kelayakan peralatan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi ketentuan
- patah tulang b. UU NO. 23 Tahun 1992 Tentang c. Menggunakan peralatan sesuai prosedur b. Menggunakan tenaga kerja kompeten yang berlaku
Kesehatan d. Menggunakan perlengkapan pelindung bersertifikat
c. PP No. 50 TAHUN 2012 Penerapan c. Menggunakan peralatan yang memenuhi
SMK3 standar kelaikan
d. KEPPRES 80 Tahun 2003 Tentang d. Menggunakan material yang memenuhi
Pengadaan Barang dan Jasa standar mutu
e. PERMEN PUPR NO. 21/PRT/M/2019 e. Menggunakan teknologi yang memenuhi
Tentang Pedoman Sistem Manajemen standar kelaikan
Keselamatan Konstruksi f. Melaksanakan Standar Operasi dan
f. Peraturan/perundangan lainnya Prosedur (SOP)

Dibuat Oleh,

Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi


PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) Jl. RUSA GG BENDO 2 KEL. SUKAMENANTI KEC. KEDATON - BANDAR LAMPUNG

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA

B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)

Nama Perusahaan : PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA


Kegiatan : Preservasi Jalan Kabuh - Tapen
Lokasi : Kabupaten Jombang
Tanggal dibuat : 10 Juni 2023

SASARAN PROGRAM

NO. PENGENDALIAN RISIKO JADWAL BENTUK INDIKATOR PENANGGUNG


URAIAN TESSAR DEWA H URAIAN KEGIATAN SUMBER DAYA
PELAKSANAAN MONITORING PENCAPAIAN JAWAB

1. a. Inspeksi alat-alat berat - Seluruh alat kerja dipastikan - Lulus Inspeksi keselamatan Perkerasan Beton Semen - mekanik, operator, modul - sesuai jadwal Check list - Tertib sesuai AHLI K3
b. Memastikan kelayakan peralatan memenuhi prinsip keselamatan sesuai spesifikasi Pelaksanaan petunjuk kerja KONSTRUKSI
c. Menggunakan peralatan sesuai petunjuk
d. Menggunakan perlengkapan pelindung - Seluruh pekerja telah mengikuti - Lulus tes dan paham mengenai - instruktur, program, - Sebelum bekerja Check list - Seratus persen
pelatihan dan penyuluhan sistem Keselamatan K3 materi/keselamatan harus sudah terlatih lulus dan paham
tentang K3

- Pada lokasi mobilisasi sudah - Rambu dan Barikade sesuai - rambu, barikade, pekerja - sebelum bekerja Evaluasi hasil - Seratus persen
terpasang rambu dan barikade standar dari Jasa marga/owner/ harus sudah lengkap penyuluhan/ sesuai standar
standar instansi terkait pelatihan

Dibuat Oleh

Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA
INDONESIA

No. Peraturan Perundangan

1. Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

2. Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan

3. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi

4. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

5. Keppres 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa

6. Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tentang Pedoman K3 pada tempat kegiatan konstruksi
Tenaga Kerja No. Kep 174/Men/1986 dan 104/KPTS/1986

7. Permenaker No. 02 Tahun 1980 Tentang Pemeriksaan Kesehatan

8. Permenaker No. 05/MEN/1996 Tentang Sistem Manajemen K3

9. Permenaker No. 186/MEN/1999 Tentang Penanggulangan Kebakaran

10. Permen PU No. 09/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Sistem Manajemen K3 (SMK3)


Konstruksi Bidang PU tentang Pedoman Sistem
Manajemen

11. Permen PU No. 05/PRT/M/2014 Tgl. 22 April 2014 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum

12. OHSAS 18001:1999 Ocupational Health and Safety Management System

13. OHSAS 18002:2000 Guidelines for Implentation OHSAS 18001

14. Perpres 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa

15. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3

16. Perpres 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Ke 2 Pengadaan Barang dan Jasa
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI ( RKK ) Jl. RUSA GG BENDO 2 KEL. SUKAMENANTI KEC. KEDATON - BANDAR LAMPUNG

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

C. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI


TABEL DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Nama Perusahaan : PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA


Kegiatan : Preservasi Jalan Kabuh - Tapen
Lokasi : Kabupaten Jombang
Tanggal dibuat : 10 Juni 2023

JENIS/TIPE PENGENDALIAN INFORMASI


NO. SUMBER DAYA KOMPETENSI KEPEDULIAN KOMUNIKASI
PEKERJAAN RISIKO TERDOKUMENTASI

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Perkerasan Beton Semen a. Memenuhi ketentuan Keselamatan dan - mekanik, operator, modul - Seluruh alat kerja dipastikan memenuhi- Pentingnya kesesuaian dengan kebijakan - PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA - Mengembangkan dan memelihara
Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi keselamatan prinsip keselamatan dan prosedur K3, dan dengan INDONESIA menetapkan Prosedur informasi melalui media yang sesuai.
persyaratan SMK3 Konsultasi dan komunikasi yang Informasi ini menggambarkan elemen
b. Menggunakan tenaga kerja kompeten - Konsekuensi K3, yang actual dan terdokumentasi untuk memastikan inti dari sistem Manajemen dan
bersertifikat - instruktur, program, - Seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan berpotensi, dari kegiatan kerjanya serta bahwa informasi yang berhubungan Interaksinya, serta memberikan arahan
c. Menggunakan peralatan yang memenuhi materi/modul, tes pemahaman, dan penyuluhan tentang K3 manfaat K3 dari peningkatan kinerja dengan K3 telah diinformasikan ke dokumentasi yang terkait sesuai
standar kelaikan dan peserta perorangan kepada seluruh karyawan serta dengan proses bisnis organisasi
- Peranan dan tanggung jawabnya dalam pihak terkait lainnya
d. Menggunakan material yang memenuhi - rambu, barikade, pekerja - Pada lokasi mobilisasi sudah terpasang mencapai kesesuaiannya dengan
standar mutu rambu dan barikade standar kebijakan dan prosedur K3 dan dengan
e. Menggunakan teknologi yang memenuhi persyaratan SMK3, termasuk
standar kelaikan persyaratan kesiagaan dan tanggap
f. Melaksanakan Standar Operasi dan - darurat
Konsekuensi potensial dari
Prosedur (SOP) penyimpangan terhadap prosedur
operasi yang telah ditentukan

Dibuat Oleh,

Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi


PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) Jl. RUSA GG BENDO 2 KEL. SUKAMENANTI KEC. KEDATON - BANDAR LAMPUNG

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA

C. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Nama Perusahaan : PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA


Kegiatan : Preservasi Jalan Kabuh - Tapen
Lokasi : Kabupaten Jombang
Tanggal dibuat : 10 Juni 2023

NO JENIS KOMUNIKASI PIC

1. Induksi Keselamatan Konstruksi Petugas K3 Konstruksi Setiap bulan sekali / Setiap pekerjaan baru
(Safety Induction) akan dimulai / Setiap ada visitor.

2. Pertemuan pagi hari Petugas K3 Konstruksi Setiap Senin.


(Safety Morning)

3. Pertemuan Kelompok Kerja Manager Teknik/Quality Control Setiap Rabu 2 minggu sekali
(Toolbox Meeting)

4. Rapat Keselamatan Konstruksi Manager Teknik/Quality Control Setiap Jumat di akhir bulan
(Construction Safety Meeting)

Dibuat Oleh,

Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

D. OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI

TABEL ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN (JOB SAFETY ANALYSIS)

Nama perusahaan : PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA


Nama Paket Pekerjaan : Preservasi Jalan Kabuh - Tapen
Tanggal Pekerjaan : 10 Juni 2023

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA

Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan:

1. Helm/Safety Helmet √ 4. Rompi /Safety Vest √


2. Sepatu/Safety Shoes √ 5. Masker Pernafasan/Raspitory √
3. Sarung Tangan/Safety Gloves √ 6. …. Dst.

No. URUTAN LANGKAH PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA PENGENDALIAN PENANGGUNG JAWAB


(1) (2) (3) (4) (5)

1. Sesuai Metode Pelaksanaan, Tertimpa material dan alat kerja a. Inspeksi alat berat Manager Teknik/
Jadwal pelaksanaan, b. Memastikan kelayakan peralatan Quality Control
dan Uraian analisa teknis c. Menggunakan peralatan sesuai prosedur
d. Menggunakan perlengkapan pelindung
e. Memenuhi ketentuan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi
f. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat
g. Menggunakan peralatan yang memenuhi
standar kelaikan
h. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu
i. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan
j. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP)

Dibuat Oleh,

Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI ( RKK )
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA
INDONESIA

D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA melakukan identifikasi operasi dan kegiatan yang berhubungan dengan
bahaya dan resiko, selain itu juga merencanakan kegiatan termasuk pemeliharaan untuk memastikan seluruh kegiatan
dijalankan dalam kondisi terkendali dengan :

• Mengembangkan dan menetapkan dan memelihara prosedur yang terdokumentasi untuk mengatasi situasi ketiadaan
prosedur yang dapat menyebabkan penyimpangan dari kebijakan dan sasaran K3
• Menetapkan kriteria operasi didalam prosedur
• Menetapkan dan memelihara prosedur yang berkaitan dengan identifikasi resiko K3 dari barang, peralatan dan jasa
yang dibeli dan/atau digunakan oleh organisasi dan mengkomunikasikan prosedur dan persyaratan yang relevan
kepada pemasok dan kontraktor
• Menetapkan dan memelihara prosedur untuk mendesain tempat kerja, proses, instalasi, mesin, prosedur operasi dan
organisasi kerja, termasuk adaptasinya kepada kemampuan manusia untuk menghilangkan atau mengurangi resiko
K3 dari sumbernya

D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI ( RKK )
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA

E.1 Pemantauan dan Evaluasi

Tabel Jadwal Inspeksi dan Audit

BULAN KE-
NO KEGIATAN PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi Manager Teknik/Quality Control
2 Patroli Keselamatan Konstruksi Ahli K3 Konstruksi
3 Audit internal Manager Teknik/Quality Control
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

E.1. Pemantauan dan Evaluasi

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan mengimplimentasikan dan memelihara Prosedur Audit
Internal yang terdokumentasi untuk memastikan kesesuaian dan efektifitas SMK3.

Aktifitas audit mutu internal memiliki tiga sasaran utama :


• Verifikasi keefektifan penerapan SMK3
• Menyelidiki kekurangan yang ada dalam system untuk tindakan peningkatan
• Memastikan kesuaian dengan persyaratan peraturan yang ada

Dalam menjalankan aktifitas audit internal perlu diperhatikan hal-hal berikut :


• Menggunakan auditor yang terlatih
• Independen dan melaporkan secara langsung ke Wakil Manajemen (WM)
• Dijadwalkan secara periodic

Fakta dari audit didapatkan dari berbagai sumber seperti :


• Tindakan perbaikan sebelumnya
• Instruksi dari Tinjauan Manajemen

Semua ketidaksesuaian yang ditemukan dalam proses audit harus diproses dengan menggunakan Prosedur Permintaan
Peningkatan Kinerja. Aktifitas audit juga membutuhkan laporan secara resmi ke Manajemen untuk dibahas dalam
pertemuan Tinjauan Manajemen. Ini memastikan Manajemen mengambil peran untuk peningkatan selama implementasi
SMK3. Penyusunan program audit setidaknya dilaksanakan 1 (satu) tahun sekali yang mengacu pada hasil penilaian
resiko dari aktifitas dan hasil audit yang lalu.

Management Representative (Wakil Manajemen) bertangguing jawab untuk administrasi sistem audit internal dan
mengembangkan program untuk audit internal berdasarkan persyaratan SMK3.

E.2 Tinjauan Manajemen

Manajemen PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA melaksanakan Tinjauan SMK3 secara berkala minimal 1
(satu) tahun sekali. Hal ini untuk mengevaluasi semua aspek dari SMK3 untuk memastikan kelangsungan, kesesuaian
dan efektifitas SMK3, yang bertujuan untuk peningkatan berkelanjutan.

Tinjauan yang dilakukan, setidaknya mencakup masukan-masukan sebagai berikut :


• Kebijakan, Sasaran, dan Program K3
• Hasil audit K3
• Laporan Kecelakaan, Insiden dan Ketidaksesuaian
• Proses Peningkatan Kinerja dan Analisis Kinerja Sistem
• Hasil Tinjauan Manajemen sebelumnya
• Perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi Sistem Manajemen K3
• Peluang-peluang Peningkatan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

E.3. Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi

Hasil tinjauan manajemen akan didokumentasikan untuk kemudian didistribusikan kepada seluruh personil terkait.
Setidaknya hasil tinjauan ini mencakup keputusan dan tindakan yang berhubungan dengan :
• Peningkatan efektifitas sistem manajemen K3 dan seluruh proses-prosesnya
• Peningkatan standar K3 dan produk yang berhubungan dengan persyaratan pelanggan
• Kebutuhan Sumber Daya

Ketentuan tahapan pelaksanaan Tinjauan Manajemen diuraikan dalam Prosedur Tinjauan Manajemen yang
terdokumentasi.
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA

1.1 UMUM

Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dikembangkan di PT. KARYA
KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menggunakan pendekatan proses bisnis, dimana proses yang
mempengaruhi terhadap pencapaian kinerja K3 akan dikenali, distandarisasi, didokumentasikan dan
dipelihara untuk memastikan bahwa standar perusahaann untuk K3 dapat dicapai.

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA mengimplementasikan Sistem Manajemen dan


Keselamatan Kerja (SMK3) secara berkelanjutan sesuai dengan persyaratan standard SMK3, dan
organisasi yang mempunyai komitmen untuk berusaha mematuhi peraturan perundangan K3 yang
berlaku atau standar K3 yang diterapkan oleh pemberi kerja.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di PT. KARYA KAMEFADA
WIJAYA INDONESIA dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi, dijalankan secara spesifik
sesuai dengan aktifitas organisasi atau unit operasi spesifik, dan semua kebutuhan untuk menerapkan
SMK3 di PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA ini.

Penerapan Implementasi Sistem Manajemen K3 dari PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA empunyai suatu rekaman K3 yang didokumentasikan, diperiksa secara berkala, jika
ditemukan ketidak sesuaian maka dilakukan tindakan koreksi serta pencegahan dan secara
berkelanjutan ditingkatkan penerapannya. Untuk mengetahui efektifitas dari penerapan SMK3 ini
secara berkala akan dilakukan tinjauan Manajemen, rekomendasi dari hasil tinjauan manajemen akan
digunakan sebagai dasar untuk peningkatan secara berkelanjutan.

1.2 KEBIJAKAN K3

Manajemen PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA telah menetapkan kebijakan k3 yang
berdasarkan standar SMK3, dengan memperhatikan persyaratan dan peningkatan berkesinambungan.

Pernyataan dari kebijakan K3 sebagai berikut :

- mematuhi Peraturan Perundangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berlaku serta
persyaratan lainnya yang ditetapkan dalam organisasi.
- Secara berkelanjutan melakukan peningkatan kinerja terhadap Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
- Mengkomunikasikan terhadap pemangku kepentingan dan menerapkan budaya K3 di
organisasi.
- Kebijakan ini terbuka dan tersedia untuk pihak terkait.
- Secara periodik ditinjau untuk memastikan kebijakan ini masih relevan terhadap skala
resiko dan organisasi.

1.3 PERENCANAAN

1.3.1 Perencanaan identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengedalian Resiko

Manajemen PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan memelihara


Prosedur Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko (HIRARC) yang
terdokumentasi, untuk mengidentifikasi bahaya, menilai dan mengendalikan resiko yang
kemungkinan timbul pada kegiatan yang meliputi :

• Kegiatan rutin dan tidak rutin


• Kegiatan dari seluruh personil yang mempunyai akses ke tempat kerja (termasuk
tamu dan pemasok)
• Fasiitas ditempat kerja, baik yang disediakan oleh organisasi maupun pihak lain

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA akan selalu memastikan bahwa hasil dari
pemantauan dan efek dari pengendalian yang dilakukan akan selaras dengan sasaran-sasaran
K3 yang ditetapkan. PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA akan
mendokukmentasikan dan memperbarui informasi ini.

Dalam melakukan identifikasi Bahaya dan penilaian resiko, PT. KARYA KAMEFADA
WIJAYA INDONESIA menggunakan metodologi sebagai berikut :

• Memperhatikan lingkup, sifat dan waktu untuk memastikan metodologi ini proaktif
daripada reaktif.
• Memberikan klasifikasi resiko dan identifikasi bahwa resiko-resiko tersebut
dihilangkan atau dikendalikan dengan pengukuran seperti ditentukan dalam sasaran
K3 dan program Manajemen K3.
• Selalu konsisten dengan pengalaman operasi dan kemampuan tindakan pengendalian
resiko yang dipakai.
• Memberikan masukan dalam menentukan persyaratan fasilitas, identifikasi
kebutuhan pelatihan dan / atau pengembangan kendali operasional.
• Menyediakan pemantauan tindakan yang diperlukan untuk memastikan efektifitas
dan ketepatan waktu penerapannya.

1.3.2 PERSYARATAN HUKUM DAN PERUNDANGAN LAINNYA

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA telah menetapkan dan memelihara


prosedur identifikasi Peraturan dan Perundangan K3 yang terdokumentasi untuk
mengidentifikasi dan mengakses persyaratan hukum / perundangan, standard dan persyaratan
K3 lainnya yang digunakan.
Identifikasi ini akan selalu diperbarui sesuai dengan persyaratan hukum / perundangan dan
persyaratan terbaru. Penggunaan perundangan dan persyaratan-persyaratan ini akan
diinformasikan kepada seluruh personel dan fungsi yang relevan dalam organisasi.

1.3.3 SASARAN K3

Untuk peningkatan berkelanjutan dalam penerapan SMK3, manajemen PT. KARYA


KAMEFADA WIJAYA INDONESIA telah menetapkan dan mendokumentasikan. Sasaran
K3 yang konsisten dengan kebijakan K3. Sasaran ini ditetapkan untuk seluruh fungsi dan
tingkat yang relevan dalam organisasi.

Dalam mengembangkan dan meninjau sasaran yang ditetapkan, PT. KARYA KAMEFADA
WIJAYA INDONESIA mempertimbangkan aspek – aspek seperti :

• Persyaratan hukum / perundangan dan standar lainnya


• Bahaya dan Resiko K3
• Pilihan teknologi
• Keuangan
• Persyaratan operasional dan proses bisnis
• Pandangan / masukan pihak lain

1.3.4 PROGRAM MANAJEMEN K3

Untuk mengukur efektivitas dan memenuhi kebutuhan peningkatan yang berkelanjutan, PT.
KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA membuat Program Pencapaian Sasaran K3
yang terdokumentasi. Program ini ditetapkan untuk seluruh fungsi dan tingkat yang relevan
dalam organisasi, termasuk rencana tindakan dan target yang harus dilakukan oleh masing-
masing proyek. Program ini selalu dipantau dan dievaluasi hasilnya secara berkala.

1.4 PENERAPAN DAN OPERASI

1.4.1 TANGGUNG JAWAB DAN STRUKTUR ORGANISASI

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA telah menetapkan personil-personil yang


bertangung jawab sesuai dengan kompetensinya, untuk mengelola, melaksanakan dan
memverifikasi serta memfasilitasi seluruh kegiatan SMK3 dalam organisasi. Hirarki dan
tanggung jawab personil-personil tersebut diatur dalam struktur organisasi P2K3 yang
disyahkan oleh Manajemen Puncak (Direktur Utama).

Struktur organisasi yang ditetapkan juga menggambarkan hubungan secara structural dengan
Manajemen Puncak (Direktur Utama), untuk struktur organisasi proyek dan P2K3 Proyek
ditetapkan sesuai dengan kebutuhan proyek.

Untuk memastikan bahwa persyaratan SMK3 dikembangkan, diterapkan dan dipelihara,


Manajemen Puncak menunjuk, memberi wewenang dan tanggung jawab Management
Representative (Wakil Manajemen) yang bertindak sekaligus ketua Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)

WAKIL MANAJEMEN K3 (WM)

Direktur Utama PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA telah menunjuk seorang
wakil Manajemen K3 (WM) yang memiliki tanggung jawab dan wewenang untuk :

• Memastikan bahwa proses-proses yang dibutuhkan oleh SMK3 ditetapkan, diterapkan


dan dipelihara.
• Bertindak sebagai juru bicara dan penghubung dalam hal yang berkaitan dengan
Sistem Manajemen K3.
• Berlaku sebagai Manajemen Senior dalam menambah, mengganti atau modifikasi
Sistem Manajemen K3 sehubungan dengan mekanisme peningkatan berkelanjutan

• Bertindak sebagai Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
Pusat
• Melaporkan kinerja SMK3 secara langsung ke Manajemen Puncak, dalam tinjuan
Manajemen
• Menyetujui informasi berkaitan dengan K3 untuk dikomunikasikan ke Internal
perusahaan atau pihak-pihak luar
• Memastikan pengenalan kesadaran dan budaya K3 tertanam ke seluruh jajaran
organisasi.

1.4.2 PELATIHAN KEPEDULIAN DAN KOMPETENSI

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan Prosedur Pelatihan yang


terdokumentasi untuk memastikan bahwa personil-personil disetiap fungsi yang relevan
dalam organisasi, selalu perduli pada :

• Pentingnya kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur K3, dan dengan persyaratan
SMK3
• Konsekuensi K3, yang actual dan berpotensi, dari kegiatan kerjanya serta manfaat K3
dari peningkatan kinerja perorangan
• Peranan dan tanggung jawabnya dalam mencapai kesesuaiannya dengan kebijakan
dan prosedur K3 dan dengan persyaratan SMK3, termasuk persyaratan kesiagaan dan
tanggap darurat
• Kosekuensi potensial dari penyimpangan terhadap prosedur operasi yang telah
ditentukan

1.4.3 KONSULTASI DAN KOMUNIKASI

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan Prosedur Konsultasi dan


komunikasi yang terdokumentasi untuk memastikan bahwa informasi yang berhubungan
dengan K3 telah diinformasikan kepada seluruh karyawan serta pihak terkait lainnya.

1.4.4 DOKUMENTASI

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA mengembangkan dan memelihara


informasi melalui media yang sesuai. Informasi ini menggambarkan elemen inti dari sistim
Manajemen dan Interaksinya, serta memberikan arahan ke dokumentasi yang terkait sesuai
dengan proses bisnis 1organisasi.
Bentuk Informasi Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini dikelompokkan
dan di dokumentasikan sesuai dengan tingkatan sebagai berikut :

• Kebijakan K3 (dokumen tingkat 1)


• Manual SMK3 (dokumen tingkat 1)
• Prosedur Manajemen (dokumen tingkat 2)
• Intruksi Kerja (dokumen tingkat 3)
• Rencana K3 Proyek / RK3P (dokumen tingkat 3)
• Form, daftar periksa, bukti-bukti dari aktifitas yang relevan dan rekaman yang terkait
dengan prosedur dan instruksi kerja (dokumen tingkat 4)

1.4.5 PENGENDALIAN DOKUMEN DAN DATA

Untuk mengendalikan semua dokumen dan data PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA
INDONESIA mengembangkan dan memelihara Prosedur Pengendalian Dokumen. Dengan
prosedur tersebut diatas dapat dipastikan bahwa dokumen dan data dalam organisasi akan :
• Dapat ditemukan disetiap fungsi / bagian yang relevan
• Ditinjau secara berkala, direvis (bila perlu) dan disetujui kecukupannya oleh yang
berwenang
• Versi terkini tersedia di seluruh lokasi
• Yang kadaluarsa dimusnahkan
• Disimpan untuk tujuan tertentu

1.4.6 PENGENDALIAN OPERASIONAL

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA melakukan identifikasi operasi dan


kegiatan yang berhubungan dengan bahaya dan resiko, selain itu juga merencanakan kegiatan
termasuk pemeliharaan untuk memastikan seluruh kegiatan dijalankan dalam kondisi
terkendali dengan :

• Mengembangkan dan menetapkan dan memelihara prosedur yang terdokumentasi


untuk mengatasi situasi ketiadaan prosedur yang dapat menyebabkan penyimpangan
dari kebijakan dan sasaran K3
• Menetapkan kriteria operasi didalam prosedur
• Menetapkan dan memelihara prosedur yang berkaitan dengan identifikasi resiko K3
dari barang, peralatan dan jasa yang dibeli dan/atau digunakan oleh organisasi dan
mengkomunikasikan prosedur dan persyaratan yang relevan kepada pemasok dan
kontraktor
• Menetapkan dan memelihara prosedur untuk mendesain tempat kerja, proses,
instalasi, mesin, prosedur operasi dan organisasi kerja, termasuk adaptasinya kepada
kemampuan manusia untuk menghilangkan atau mengurangi resiko K3 dari
sumbernya

1.4.7 KESIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan memelihara


perencanaan dan Prosedur Kesiapan Tanggap Darurat untuk mengidentifikasi dan
mengantisipasi potensi adanya suatu kecelakaan, insiden atau situasi gawat darurat lainnya,
untuk mencegah dan menghilangkan kemungkinan terjadinya sakit, cidera atau kerusakan
lingkungan yang diakibatkan oleh kondisi gawat darurat tersebut.

Perusahaan akan mereview prosedur tanggap darurat tersebut dan mengetesnya jika
memungkinkan untuk memasyikan kecukupan dan keefektifannya, minimal dilakukan 1
(satu) tahun sekali.

1.5 PEMERIKSAAN DAN TINDAKAN KOREKSI

1.5.1 PEMANTAUAN DAN PENGUKURAN KINERJA

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan memelihara Prosedur


Analisis Kinerja Sistem dan beberapa prosedur terkait lainnya yang bertujuan untuk
memantau dan mengukur kinerja K3, yang meliputi :

• Pengukuran kualitatif dan kuantitatif, sesuai dengan keperluan organisasi


• Memantau perluasan yang memungkinkan sasaran K3 organisasi tercapai
• Mengukur kinerja secara proaktif untuk memantau kesesuaian dengan program
manajemen K3, criteria operasional dan perundang-undangan yang berlaku dan
persyaratan peraturan
• Mengukur kinerja secara reaktif untuk memantau kecelakaan, sakit, insiden (termasuk
nyaris terjadi) dan bukti catatan lain penyimpangan K3
• Mencatat data dan hasil pemantauan dan mengukur kecukupan untuk melakukan
analisis tindakan perbaikan dan pencegahan lanjutan

Jika dalam melakukan pemantauan dan pengekuran kinerja disyaratkan menggunakan


peralatan pengukuran K3 yang sesuai, maka PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA
INDONESIA akan selalu memastikan bahwa peralatan dan alat ukur K3 yang digunakan akan
selalu dalam kondisi terkalibrasi. Hasil kegiatan perawatan dan kalibrasi peralatan dan alat K3
akan disimpan.

1.5.2 KECELAKAAN, INSIDEN, KETIDAKSESUAIAN, DAN TINDAKAN


KOREKSI SERTA PENCEGAHAN

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan memelihara Prosedur


Pelaporan dan Investigasi Kecelakaan dan Insiden, Ketidaksesuaian yang terdokumentasi,
untuk menentukan tanggung jawab dan wewenang dalam :

• Menangani dan melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan, insiden dan


ketidaksesuaian yang terjadi
• Mengambil tindakan untuk menghilangkan setiap konsekuensi yang timbul dari
kecelakaan, insiden dan ketidaksesuaian yang terjadi
• Menerbitkan dan menyelesaikan tindakan perbaikan dan pencegahan
• Melakukan konfirmasi efektifitas dari tindakan perbaikan & pencegahan yang telah
dilakukan

Sebagai tindak lanjut dari penanganan kecelakaan, Insiden dan Ketidaksesuaian yang terjadi,
PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA juga menetapkan dan memelihara
Prosedur Peningkatan Kinerja yang terdokumentasi.

Peningkatan dilakukan dengan mekanisme tindakan perbaikan dan pencegahan. Masalah


diidentifikasi dalam banyak hal, seperti audit (internal/eksternal), analisis data, inspeksi dan
pengujian, dan lain-lain. Akar penyebab dan dampak masalah tersebut diselidiki dan
digunakan untuk menentukan tindakan perbaikan yang sesuai untuk menghilangkan akar
penyebab masalah.

Juga menerima dan mendengarkan, ide-ide bagus dan usulan-usulan untuk peningkatan,
dimana para pemilik proses memberikan usulan, yang akan meningkatkan standar K3, proses
dan/atau system manajemen K3 organisasi.

1.5.3 REKAMAN DAN PENGENDALIAN REKAMAN

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan memelihara Prosedur


Penegendalian Rekaman untuk identifikasi, pemeliharaan dan disposisi dari rekaman atau
bukti aktivitas dari implentasi SMK3, termasuk didalamnya hasil audit dan tinjauan
manajemen. Seluruh rekaman akan disimpan sesuai kebutuhan lama penyimpanannya.
Pengelolaan rekaman ini juga dijadikan bukti yang bisa digunakan untuk mendemonstrasikan
kesesuaian terhadap standar SMK3.
1.5.4 AUDIT

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA menetapkan dan mengimplimentasikan


dan memelihara Prosedur Audit Internal yang terdokumentasi untuk memastikan kesesuaian
dan efektifitas SMK3.

Aktifitas audit mutu internal memiliki tiga sasaran utama :

• Verifikasi keefektifan penerapan SMK3


• Menyelidiki kekurangan yang ada dalam system untuk tindakan peningkatan
• Memastikan kesuaian dengan persyaratan peraturan yang ada

Dalam menjalankan aktifitas audit internal perlu diperhatikan hal-hal berikut :

• Menggunakan auditor yang terlatih


• Independen dan melaporkan secara langsung ke Wakil Manajemen (WM)
• Dijadwalkan secara periodic

Fakta dari audit didapatkan dari berbagai sumber seperti :

• Tindakan perbaikan sebelumnya


• Instruksi dari Tinjauan Manajemen

Semua ketidaksesuaian yang ditemukan dalam proses audit harus diproses dengan
menggunakan Prosedur Permintaan Peningkatan Kinerja. Aktifitas audit juga membutuhkan
laporan secara resmi ke Manajemen untuk dibahas dalam pertemuan Tinjauan Manajemen.
Ini memastikan Manajemen mengambil peran untuk peningkatan selama implementasi
SMK3. Penyusunan program audit setidaknya dilaksanakan 1 (satu) tahun sekali yang
mengacu pada hasil penilaian resiko dari aktifitas dan hasil audit yang lalu.

Management Representative (Wakil Manajemen) bertangguing jawab untuk administrasi


system audit internal dan mengembangkan program untuk audit internal berdasarkan
persyaratan SMK3.

1.6 TINJAUAN MANAJEMEN

Manajemen PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA INDONESIA melaksanakan Tinjauan SMK3


secara berkala minimal 1 (satu) tahun sekali. Hal ini untuk mengevaluasi semua aspek dari SMK3
untuk memastikan kelangsungan, kesesuaian dan efektifitas SMK3, yang bertujuan untuk peningkatan
berkelanjutan.

Tinjauan yang dilakukan, setidaknya mencakup masukan-masukan sebagai berikut :

• Kebijakan, Sasaran, dan Program K3


• Hasil audit K3
• Laporan Kecelakaan, Insiden dan Ketidaksesuaian
• Proses Peningkatan Kinerja dan Analisis Kinerja Sistem
• Hasil Tinjauan Manajemen sebelumnya
• Perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi Sistem Manajemen K3
• Peluang-peluang Peningkatan
Hasil tinjauan manajemen akan didokumentasikan untuk kemudian didistribusikan kepada seluruh
personil terkait. Setidaknya hasil tinjauan ini mencakup keputusan dan tindakan yang berhubungan
dengan :

• Peningkatan efektifitas system manajemen K3 dan seluruh proses-prosesnya


• Peningkatan standar K3 dan produk yang berhubungan dengan persyaratan pelanggan
• Kebutuhan Sumber Daya

Ketentuan tahapan pelaksanaan Tinjauan Manajemen diuraikan dalam Prosedur Tinjauan Manajemen
yang terdokumentasi.

Malang, 10 Juni 2023

PT. KARYA KAMEFADA WIJAYA


INDONESIA

FX. PENY SISWO NGULANDORO


Kepala Cabang

Anda mungkin juga menyukai